Anda di halaman 1dari 11

ANALISIS ANCAMAN, RISIKO DAN KERENTANAN

DESA SESUKAKU
TAHUN 2014
ANCAMAN
Ancaman 1
Banjir yang merusak
insfrastruktur

RESIKO
1. Rumah hanyut terbawa
air

3. Hilangnya mata
pencaharian

KERENTANAN
Konstruksi rumah
tidak memadai
Rumah dekat aliran
sungai
Tidak adanya tempat
untuk mengungsi
Masyarakat buang
sampah sembarangan
Air bersih susah
ditemukan saat banjir
Tanggul sungai yang
tidak terawatt

4. Timbulnya korban jiwa

Kurangnnya pelatihan
tentang tanggap
darurat bencana dan
penanganan banjir
buruk

5. Rusaknya lahan
pertanian

Kelestarian
lingkungan tidak
dijaga dengan baik
Penebangan liar
Kurangnya resapan air
Angka kriminalitas
tinggi

2. Timbulnya wabah
penyakit

6. Hilangnya harta benda

Ancaman 2
Wabah penyakit yang
mengakibatkan korban
jiwa

1. Masyarakat mudah
terserang penyakit

Kurangnya
pengetahuan tentang
perilaku hidup bersih
dan sehat
Adanya masyarakat
lokalisasi
Kelompok masyarakat
yang rentan terhadap
PMS

Ancaman 3
Angina puting beliung
yang merusak pemukiman

Ancaman 4
Kebakaran yang merusak
fasilitas umum

1. Rumah rusak terkena


angin

Konstruksi rumah yang


kurang memadai.

2. Timbulnya korban jiwa

Kurangnnya pelatihan
tentang tanggap
darurat bencana

3. Rusaknya fasilitas
umum (kantor
kelurahan, rumah
sakit, dll)

Konstruksi bangunan
yang kurang memadai

4. Putusnya aliran listrik

Instalasi listrik yang


tidak tertata dengan
baik.

5. Hilangnya harta benda

Tingginya angka
kriminalitas.

Kurangnnya pelatihan
tentang tanggap
darurat bencana

2. Hilangnya mata
pencaharian warga
(pedagang)

Belum adanya
tabungan masyarakat
atau asuransi

3. Harga sembako
menjadi mahal

4. Ruaknya fasilitas
pelayanan
masyarakat / sekolah
dll.
5. Masyarakat terserang
ispa

Pemerintah tidak
melaksanakan operasi
pasar yang rutin.
Banyak warga yang
masih menggunakan
lampu minyak.

1. Timbulnya korban jiwa

Rumah warga yang


masih semi permanen

ANALISIS KAPASITAS
DESA SESUKAKU
TAHUN 2014
ANCAMAN
Ancaman 1
Banjir yang merusak
insfrastruktur

KERENTANAN
1. Konstruksi rumah
tidak memadai

KAPASITAS
Adanya masyarakat
yang bekerja di
kontraktor tenama

2. Rumah dekat aliran


sungai

Pembangunan tanggul
Aliran sungai lancar
Perencanaan dan
pengembangan sungai
bersih sudah
diprogramkan dari
pemerintah

3. Tidak adanya tempat


untuk mengungsi

Terdapat gedunggedung fasilitas


pemerintah,
pendidikan, tempat
ibadah dll.

4. Masyarakat buang
sampah sembarangan

Bersih desa secara


rutin

5. Air bersih susah


ditemukan saat banjir

Adanya sumber air


bersih

6. Tanggul sungai yang


tidak terawatt

Pembangunan talut

7. Kurangnnya pelatihan
tentang tanggap
darurat bencana dan
penanganan banjir
buruk
8. Kelestarian lingkungan
tidak dijaga dengan
baik

Pelatihan tanggap
darurat bencana

Masyarakat gotong
royong bersih desa

Ancaman 2
Wabah penyakit yang
mengakibatkan korban
jiwa

9. Penebangan liar

Dinas perhutani
memberikan bantuan
bibit pohon.

10.Kurangnya resapan air

Adanya biopori

11. Angka kriminalitas


tinggi
1. Kurangnya
pengetahuan tentang
perilaku hidup bersih
dan sehat

Adanya poskamling

Lokasi fasilitas
kesehatan dekat
dengan pemukiman
warga
Sosialisasi perlunya
asuransi bagi
kesehatan
Pembuatan sanitasi
dan TPS

Ancaman 3
Angin puting beliung yang
merusak pemukiman

Ancaman 4
Kebakaran yang merusak
fasilitas umum

2. Adanya masyarakat
lokalisasi

Masyarakat banyak
yang minat diacara
keagamaan

3. Kelompok masyarakat
yang rentan terhadap
PMS

Adanya sosialisasi
tentang bahayanya
penyakit PMS

1. Konstruksi rumah yang


kurang memadai.

Masyarakat ada yang


kerja di kontraktor
ternama

2. Kurangnnya pelatihan
tentang tanggap
darurat bencana

Adanya pelatihan dan


simulasi tanggap
darurat bencana

3. Instalasi listrik yang


tidak tertata dengan
baik.

Anak muda banyak


yang lulusan SMK
kelistrikan

4. Tingginya angka
kriminalitas.

Adanya poskamling

1. Kurangnnya pelatihan
tentang tanggap
darurat bencana

Adanya pelatihan dan


simulasi tanggap
darurat bencana
Adanya pelatihan fire
rescue

2. Belum adanya
tabungan masyarakat
atau asuransi

Adanya arisan tingkat


desa

3. Pemerintah tidak
melaksanakan operasi
pasar yang rutin.

Dides terdapat
lumbung pangan

4. Banyak warga yang


masih menggunakan
lampu minyak.

Upaya penertipan
instalasi lampu dari
PLN

5. Rumah warga yang


masih semi permanen.

6. Lambanya respon dari


dinas kesehatan

Pembangunan rumah
permanent sedang
digalakkan
Terdapat posyandu

ANCAMAN
Ancaman 1
Banjir yang
merusak
insfrastruktur

KERENTANAN

KAPASITAS

1. Konstruksi
rumah tidak
memadai

Adanya
masyarakat yang
bekerja di
kontraktor
tenama

2. Rumah dekat
aliran sungai

Pembangunan
tanggul
Aliran sungai
lancar
Perencanaan dan
pengembangan
sungai bersih
sudah
diprogramkan
dari pemerintah

Tindakan/aksi yang dapat


dilakukan untuk mengatasi
kerentanan dengan
meggunakan kapasitas
Gotong royong membantu
rumah warga yang
konstruksinya tidak
memadai
Mengadakan seminar
tentang konstruksi rumah
yang memadai
Gotong royong
membeersihkan sungai
setiap satu bulan sekali
Penanaman tanaman
bamboo ori agar sungai
asri

3. Tidak adanya
tempat untuk
mengungsi

Terdapat
gedung-gedung
fasilitas
pemerintah,
pendidikan,
tempat ibadah
dll.

Pembangunan tempat
untuk pengungsian dan
fasilitas yang memadai.

4. Masyarakat
buang
sampah
sembarangan

Bersih desa
secara rutin

Membuat bak sampah


disetiap rumah
Membangun tempat
pengolahan sampah
Membuat bank sampah

Ancaman 2
Wabah
penyakit yang
mengakibatka
n korban jiwa

5. Air bersih
susah
ditemukan
saat banjir
6. Tanggul
sungai yang
tidak terawatt
7. Kurangnnya
pelatihan
tentang
tanggap
darurat
bencana dan
penanganan
banjir buruk
8. Kelestarian
lingkungan
tidak dijaga
dengan baik

Adanya sumber
air bersih

Membuat tempat
penampungan air bersih di
tiap RT

Pembangunan
talut

Pelatihan
tanggap darurat
bencana

Memperkuat tanggul/talut
dengan merenovasi
kembali
Mengadakan simulasi
bencana bekerja sama
dengan PMI setempat
Membentuk tim sibad

Masyarakat
gotong royong
bersih desa

Melakukan reboisasi
Memanfaatkan lahan
kosong untuk daerah
serapan

9. Penebangan
liar

Dinas perhutani
memberikan
bantuan bibit
pohon.

10.Kurangnya
resapan air

Adanya biopori

11. Angka
kriminalitas
tinggi
1. Kurangnya
pengetahuan
tentang
perilaku hidup
bersih dan
sehat

Adanya
poskamling

Melakukan reboisasi
Membentuk satgas
keamanan khusus untuk
mengawasi penebangan
liar (bekerjasama dengan
polisi hutan)
Memanfaatkan lahan
kosong untuk daerah
serapan
Memperbanyak biopori
Mengaktifkan kembali
poskamling

Lokasi fasilitas
kesehatan dekat
dengan
pemukiman
warga
Sosialisasi
perlunya
asuransi bagi
kesehatan
Pembuatan
sanitasi dan TPS

Pelatihan perilaku hidup


bersih dan sehat untuk
tiap RT
Pengadaan tabungan
warga dengan memanfaat
PKK

Ancaman 3
Angin puting
beliung yang
merusak
pemukiman

2. Adanya
masyarakat
lokalisasi

3. Kelompok
masyarakat
yang rentan
terhadap
PMS
1. Konstruksi
rumah yang
kurang
memadai.

Masyarakat
banyak yang
minat diacara
keagamaan
Adanya
sosialisasi
tentang
bahayanya
penyakit PMS
Masyarakat ada
yang kerja di
kontraktor
ternama

Menutup tempat lokalisasi

Mengadakan penyuluhan
tentang kespro

2. Kurangnnya
pelatihan
tentang
tanggap
darurat
bencana
3. Instalasi
listrik yang
tidak tertata
dengan baik.
4. Tingginya
angka
kriminalitas.
Ancaman 4
1. Kurangnnya
Kebakaran
pelatihan
yang merusak
tentang
fasilitas umum
tanggap
darurat
bencana

2. Belum
adanya
tabungan
masyarakat
atau asuransi
3. Pemerintah
tidak
melaksanakan

Adanya
pelatihan dan
simulasi tanggap
darurat bencana
Anak muda
banyak yang
lulusan SMK
kelistrikan
Adanya
poskamling
Adanya
pelatihan dan
simulasi tanggap
darurat bencana
Adanya
pelatihan fire
rescue

Gotong royong
membantu rumah
warga yang
konstruksinya tidak
memadai
Mengadakan seminar
tentang konstruksi
rumah yang memadai
Mengadakan simulasi
bencana bekerja sama
dengan PMI setempat
Membentuk tim sibad

Memberdayakan anak
lulusan SMK untuk
memperbaiki instalasi
listrik.
Menghidupkan kembali
poskamling

Mengadakan simulasi
bencana bekerja sama
dengan PMI setempat
Membentuk tim sibad
Pengadaan saluran hidrant

Adanya arisan
tingkat desa

Menghidupkan kembali
arisan dan ikut serta
dalam BPJS

Didesa terdapat
lumbung pangan

Mengelola lumbung
pangan dengan lebih baik
dan menambah macam

operasi pasar
yang rutin.

jenis dari pangan yang


disimpan

4. Banyak
warga yang
masih
menggunakan
lampu
minyak.
5. Rumah
warga yang
masih semi
permanen.

6. Lambanya
respon dari
dinas
kesehatan

Upaya
penertipan
instalasi lampu
dari PLN

Pembangunan
rumah
permanent
sedang
digalakkan
Terdapat
posyandu

Penggalakan penggunaan
lampu hemat energy
Bersama PLN
memperbaiki instalasi
listrik dirumah-rumah dan
desa
Memberikan batuan
kepada rumah warga yang
masih semi permanent
supaya memadai
Menghidupkan kembali
posyandu dengan
memanfaatkan PKK desa.

Kalender Musim Dan Kegiatan Masyarakat


Musim penghujan
Musim penghujan pada akhir tahun dibulan September samai awal tahun dibulan
Februari bedampak banjir yang menimbulkan kerugian materiil dan juga korban jiwa.
Selain itu juga menimbulkan dampak lain yang membahayakan, yaitu wabah peyakit
diare, penyakit kulit dan demam berdarah. Terjadinya banjir karena dari warga desa
Sesukaku kurang bisa menjaga kebersihan saluran air dan lingkungan sekitar, banyak
warga yang membuang sampah di sungai sehingga mengakibatkan pendangkalan sungai
yang berimbas aliran air sungai meluap. Pada musim kemarau warga gotongroyong
membersihkan selokan, membersihkan lingkungan sekitar, dan melakukan pengerukan
sungai. Sehingga pada musim penghujan tidak terjadi bajir kembali.
Musim tanam
Pada musim tanam para petani sangatlah bergantung dengan alam. Ketika musim
tanam bertepatan dengan musim penghujan petani kerepotan mengatur debit air yang ada
di sawah. Terkadang petani malah harus merugi dikarenakan banjir yang melanda lahan
pertanian. Hal ini adalah efek dari banjir tahunan yang melanda desa. Begitu juga ketika
musim tanam bertepatan dengan musim kemarau, petani sulit mendapatkan air untuk
mengaliri sawahnya. Sehingga petani merugi karena tanaman banyak yang mati karena
kekurangan air. Sebenarnya hal ini bisa disiati dengan pembuatan saluran irigasi sawah
atau memperbaiki saluran irigasi yang sudah ada. Desa Sesukaku dilewati aliran sungai
yang selalu mengalir sepanjang tahun, jadi warga dapat memanfaatkan sungai tersebut
untuk lahan pertanian. Ketika misim panen tiba masalah yang muncul ialah hama wereng
dan tikus yang menyerang lahan pertanian warga. Hal ini bisa diatasi dengan perawatan

tanaman yang baik melalui penyuluhan pertanian oleh dinas terkait. Untuk mengatasi
masalah gagal panen dan tanam di musim hujan ketika musim kemarau tiba warga
bergotongroyong memperbaiki tanggul atau talut sungai dan membersihkan saluran air
dari sampah-sampah yang menyumbat aloiran air.
Musim sunatan
Musim sunatan didesa Sesukaku tiba pada liburan semesteran yaitu pada bulan
Juni dan Desember. Yang dimana warga ramai-ramai menyunatkan anak-anaknya karena
sebagai salah satu kewajiban oaring muslim. Tetapi banyak orang tua yang kadang lalai
dalam perawatan anaknya setelah disunat, terkadang ada anak yang harus dioperasi
karena terjadi infeksi dialat fital yang disunat. Hal ini terjadi karena kurangnya
pengetahuan orang tua terhadap kesehatan keluarganya, padahal lokasi fasilitas kesehatan
seperti rumah sakit dekat dengan pemukiman penduduk. Dinaskesehatan dalam waktu
dekat akan melaksanakan penyuluhan kesehatan kepada warga desa Sesukaku.

Musim bola
Masyarakat bersemangat menyambut musim bola yang tiba pada bulan maretagutus yaitu pada moment piala dunia dan peringatan HUT RI. Ketika piala dunia warga
banyak yang menonton pertandingan sepakbola pada malam hai, sehingga banyak warga
yang mangantuk pada saat bekerja dan pendapatn warga menjadi turun. Sedangkan para
pemuda dan anak-anak mengantuk saat belajar disekolah sehingga tidak dapat menyerap
ilmu dengan baik. Efeknya setiap rangking di kelas turun drastis. Hal ini diatasi dengan
mononton siaran tunda pada siangharinya, jadi tidak mengganggu jam istirahat
masyarakat. Ketika musim bola pada peringatan HUT RI diadakan turnamen sepakbola
antar RW, tujuan diadakannya kegiatan ini adalah untuk mumupuk sportifitas dan
menjalin silaturohmi antar warga desa. Terkadang terjadi sedikit gesekan antar
pendukung dari tiap tim. Tetapi hal ini sudah ditangani dengan baik oleh pihak keamanan
setempat yaitu polsek Sesukaku.
Musim nikah
Pernikahan didesa sesukaku mapir setiap bulannya yaitu pada bulan januari
sampai desember. Hanya bulan April yang kurang diminati karena berkenaan dengan
acara adat didesa sesukaku. Akibatnya karena terlalu sering adanya pernikahan banyak
muda-mudi yang sudah beristri maupun bersuami sehinggan terjadi penghambat kinerja
dari karangtaruna dikarenakan kurang personel atau anggota. Untungnya pertumbuhan
jumlah penduduk disini cepat, sehingga regenerasi kedepannya tidak putus.
Musim kemarau
Musim kemarau didesa sesukaku terjadi pada bulan maret sampai bulan agustus.
Yang dimana menimbulkan dampak gagal panen dan tanam karena saluran irigasi
mengering. Hal ini juga menimbulkan kelaparan karena cadangan pangan warga habis.
Sehingga angka kriminalitas meningkat. Didukung dengan pemudanya yang suka mabukmabukan. Tetapi kepolisian setempat ikut berperan dalam mengurang angka kriminalitas
dengan melakukan patroli yang terjadwal dan menyeluruh. Pada musim ini juga rawan

kebakaran lahan yang dikarenakan keringnya udara pada musim kemarau. Adanya
bantuan dari dinas perhutani berupa bibit tanaman dapat membantu mereboisasi lahan
yang terbakar.