Anda di halaman 1dari 4

Nama : OKI MITRA

Nim

: 088 13 1907
AL-FURUQ AL-LUGHAWIYYAH

Al-Furuq al-Lughawiyyah adalah sebuah materi terpenting dalam ilmu


bahasa Arab yang dimunculkan pertama kali oleh para ahli bahasa dari kelompok
yang tidak menyetujui adanya taraduf dalam bahasa Arab. Pembahasan al-furuq
al-lughawiyyah sangat memiliki keistimewaan tersendiri yang dengan
menyelaminya seseorang akan sampai kepada maksud dan makna yang
sebenarnya dari sebuah kata serta dengan menguasainya seseorang akan mampu
menganalisa perbedaan yang jelas dari beberapa kata yang keliatannya serupa
sehingga ia tidak akan pernah keliru lagi dalam penggunaan dan pemilihan kosa
kata dalam bahasa komunikasi yang digunakannya.
PENGERTIAN AL-FURUQ AL-LUGHAWIYYAH
Al-furuq al-lughawiyyah merupakan sebuah istilah yang terbentuk dan
tersusun dari penggabungan dua kata, yaitu kata al-furuq dan al-lughah. Kata alfuruq ( )adalah bentuk jama` taksir dari kata yang berarti al-ashlu
wa al-tamyiz (memisahkan dan membedakan).
Kata al-Lughah secara etimologi berasal dari susunan tiga huruf hija`iyyah.
Ada pendapat yang mengatakan bahwa ia terdiri dari huruf , ada pula yang
mengatakan bahwa ia berasal dari huruf . Kata al-Lughah berasal
dari kata lughwatun ( )setelah dinaqalkan harakat huruf `illat
( )kepada huruf shahih sebelumnya dan dihazafkan huruf
`illat itu, ada juga yang mengatakan bahwa asalnya adalah
lughayun ( )atau lughawun ( )dengan mengibdal huruf
`illat menjadi ta` marbuthah ( ) . Bentuk jama`nya adalah
lughan (
) , lught ( )dan lughn ( ).
Dari penjelasan di atas dapatlah disimpulkan bahwa kata alLughah secara etimologi berarti sesuatu yang gugur, tidak
diperhitungkan, bathil, rusak, menyimpang dan tidak memberi
manfaat, baik dari perkataan ataupun hal lainnya. Dan
pemakaiannya untuk konteks bahasa secara umum merupakan
konteks majaz mursal yang memiliki `alaqah juz`iyyah.
Secara terminologi, Imam al-Jurjaniy menyebutkan bahwa
yang dimaksud dengan kata al-Lughah adalah:

.
Ibnu Jinni mendefinisikan kata al-Lughah adalah:

.
Dengan menggabungkan dua pengertian di atas dapatlah
kita jelaskan bahwa yang dimaksud dengan al-Furuq alLughawiyyah adalah perbedaan yang terdapat pada beberapa
kata dalam satu bahasa serta perbedaan pemakaiannya yang
kelihatan serupa atau berdekatan dari segi makna, sehingga
dapat mengantarkan seseorang kepada keputusan bahwa
sebagian kata merupakan penjelasan atau pengkhususan bagi
kata lain yang berdekatan makna dengannya.
Perbedaan terjadi antara dua lafaz atau lebih yang di anggap oleh sebagian
ulama itu adalah sebagai mutaradif, karena secara detail setiap lafaz itu berbeda
dengan yang lainnya. Contoh: kata .
Maknanya akan tetapi kata tersebut secara detail memiliki
perbedaan, dalam mujam yaitu sebagai berikut:

1.
2.
3.
4.
5.

:
:
:
:
:

SEBAB MUNCULNYA ISTILAH AL-FURUQ AL-LUGHAWIYYAH


Istilah al-Furuq al-Lughawiyyah ini muncul sebagai reaksi terhadap
perselisihan pendapat tentang adanya taraduf (persamaan makna kata) dalam
Bahasa Arab. Menurut bahasa taraduf berarti kata yang berbeda lafaznya namun
memiliki makna yang sama atau pemakaian bermacam-macam kata untuk satu
pengertian.
Dalam menyikapi perbedaan pandangan seputar keberadaan taraduf dalam
bahasa Arab para pakar linguistik Arab terbagi menjadi dua kelompok yang
berseberangan pendapat, ada yang menyetujui dan mengakui bahwa taraduf
adalah bukti kekayaan kosa kata Arab, dan ada pula yang berseberangan dan
mengingkari keberadaannya. Di antara tokoh yang mengingkari adanya taraduf
adalah:

1. Abu hilal al-askary berpendirian bahwa dia tidak setuju dengan taraduf,
orang yang berpendapat menyalahi pendapat ini berarti mereka tidak
memahami hakikat makna-makna. Setiap dua isim berlaku makna dan bentuk
masing-masing.
2. Ahmad bin farits, mengatakan bahwa apa yang terdapat dalam bahasa arab
dari nama-nama yang banyak mempunyai satu nama, seperti kata saif dan
muhannad.
3. Tsalab terkenal dengan ulama yang mengingkari adanya taraduf di antara
ulama klasik dan modern.
4. Ibn araby, mengatakan bahwa setiap dua lafadz yang dipergunakan oleh orang
Arab terhadap satu makna, sebenarnya mengandung makna tersendiri.
Hal-Hal yang Menyebabkan Terjadinya Perbedaan Makna
pada Beberapa Lafaz yang Kelihatannya Memiliki Makna
yang Serupa
Ada beberapa hal yang menyebabkan munculnya perbedaan
makna kata dan perbedaan pemakaiannya di dalam bahasa
Arab, di antaranya :
1. Perbedaan pada tarkib huruf yang dimiliki oleh beberapa
lafazh yang berdekatan makna, seperti pada kata yang
berkaitan dengan amaliyyah dan yang berkaitan dengan
zat.
2. Perbedaan pada keberadaan mad yang ada dibeberapa kata,
seperti perbedaan makna yang berarti datang dengan
pelan, dan kata yang berarti datang dengan segera.
3. Perbedaan pada sighat dari satu lafaz yang sama, seperti
lafaz yang bermakna ta`diyah fi daf`in wahid, dan lafazh
yang bermakna ta`diyah taktsiriyyah.
4. Perbedaan pada dalalah yang dimiliki oleh masing-masing
lafaz, seperti kata yang berarti ibadah ritual umat
islam dengan kata yang berarti rahmat
5. Perbedaan pada idiom kata, seperti kata yang berarti
suka dan yang berarti benci, dan perbedaan lainnya.
Contoh al-Furuq
Alquran

al-Lughawiyah

dalam

1. Kata terdapat lima makna, yaitu:


a.

b.
c.
3

Kalimat

dan

d.
e.
2. Kata terdapat lima makna, yaitu:

b.
c. :
a.

d.
e.
3. Kata terdapat tiga makna, yaitu:
a.
b.
c.

Contoh lain al-Furuq al-Lughawiyah di dalam Alquran dan


dalam bentuk kalimat antara lain yaitu:
1. Perbedaan antara kalimat dan , asalnya
adalah .
2. Perbedaan antara kalimat dan
3. Perbedaan antara .
4. Perbedaan antara
5. Perbedaan antara