Anda di halaman 1dari 4

Diagram

Mollier

Untuk Menacari Kecepatan Uap yang keluar dari Nozel

Cara Membaca Diagram


Mollier

C0 = 91,53

H0

Sedangkan
H0 = i 1 - i 2

Dimana:
C0 = Kecepatan Uap yang keluar dari nozel (m/s)
H0 = Penurunan Panas (kkal/kguap)
i1 = Entalpi uap masuk (kkal/kguap)
i2 = Entalpi Uap Keluar (kkal/kguap)

Rumus Kecepatan Uap Masuk


C1 =

x C0

Dimana:
C1 = Kecepatan Uap Masuk (m/s)

= Faktor Sudu/Kerugian

C0 = Kecepatan Uap yang keluar dari nozel (m/s)

Rumus Kecepatan Uap Keluar (C2)


C2 = C1 sin
Dimana:
C2 = Kecepatan Uap keluar (m/s)
= Sudut nozel terhadap sudu

Rumus Efisiensi Sudu (s)

( C 2) 2
E E 1E 2 (C 1 ) 2( C 2 ) 2
=
=
=1(
)
E1
E1
( C 1) 2
( C 1) 2

s =
Dimana:

s = Efisiensi Sudu (%)


E = Energi atau Usaha yang berguna pada tiap kilogram uap (kgm/ kg uap)

Sedangkan Untuk mencari Energi pada tiap kilogram uap:


E = 1/2g (C12 C22)
Dimana: g = gravitasi = 9,8 m/s2

Rumus Efisiensi Efektif (e)


e = s x v x m
Dimana:
e = Efisiensi Efektif (%)
s = Efisiensi Sudu (%)
v = Efisiensi Ventilasi (%)
m = Efisiens Mekanis (%)

Daya Pada Turbin (P)


P=

ExG
75

Dimana:
P = Daya Turbin (Hp)
E = Energi atau Usaha yang berguna pada tiap kilogram uap (kgm/ kg uap)
G = Jumlah uap yang mengalir tiap detik (kg/s)

Daya Turbin Efektif (Pe)


Pe = P x e
Dimana:
Pe = Daya turbin efektif (Hp)

Rumus kecepatan keliling (U)


U = C1 cos
Dimana:
U = Kecepatan keliling (m/s)

Mencari Putaran Turbin Efisien (n)


n=

60 x U
xD

atau

30 x C 1cos
xD

dimana:
n = Putaran turbin (rpm)
D = Diameter rotor (m)

Rumus Kecepatan Relatif masuk dan keluar


W1 = W2 =

U 2 + C2