Anda di halaman 1dari 15

Analisis Kinerja Keuangan

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta


Tahun Anggaran 2009 - 2013

Oleh : Astri Adlyna


Siregar
Nim. 1211060128

Outline
Presentasi

Latar Belakang

Bagaimana Kinerja
Keuangan
Pemerintah
Provinsi DKI
Jakarta

Tahun Anggaran 2009 2013

Metode Analisa

Analisa Rasio
Keuangan

Rasio Kemandirian
Keuangan Daerah, Rasio
Aktifitas, Rasio
Efektifitas PAD, Rasio
Pertumbuhan

Hasil Analisa

Kinerja Keuangan
Pemerintah
Provinsi DKI
Jakarta

Tahun Anggaran 2009 2013

Kesimpulan,
Keterbatasan, &
Rekomendasi

Kesimpulan

Permasalahan

Keterbatasan &
Rekomendasi

Rasio Kemandirian
Pembiayaan, Rasio
Efisiensi
Penggunaan
Anggaran

Latar Belakang
1
2
3
4

UU Nomor 32 Tahun 2004


tentang
Pemerintah
Daerah.
Pemerintah
Daerah diberi kewenangan
yang
dalam 29
mengatur
UUluas
Nomor
Tahun
dan2007mengurus tentang
sendiri
urusan
pemerintahan
Pemerintah
Provinsi dan
DKI
kepentingan
Jakarta sebagai ibukota
masyarakatnya.
negara. Hak khusus
Keuangan daerah harus
untuk
mengatur
&
dikelola secara
tertib, taat
mengelola
keuangan
pada peraturan perundangdaerah
sepenuhnya
undangan, efisien,
efektif,
transparan,
dan
dengan alokasi dana
bertanggungjawab.
yang besar.
Kemampuan
pemerintah
daerah
dalam
Salah satu alatmengelola
untuk
keuangan
daerah
mengukur
dan
dituangkan
dalam
Anggaran
menganalisis
kinerja
Pendapatan dan Belanja
pemerintah
daerah dalam
Daerah (APBD).

mengelola
keuangan
daerahnya adalah dengan
melakukan analisis rasio
keuangan terhadap APBD.

Perumusan Masalah
Bagaimana kinerja keuangan
Pemerintah Provinsi DKI
Jakarta Tahun Anggaran 2009
- 2013?

Metode Analisa Data


1. Rasio Kemandirian Keuangan Daerah
Kemandirian keuangan dearah menunjukkan kemampuan pemerintah daerah dalam membiayai sendiri kegiatan
pemerintah, pembangunan, dalm pelayanan kepada masyarakat yang telah membayar pajak dan retribusi sebagai
sumber pendapatan yang diperlukan daerah.
Pendapatan Asli Daerah
Rasio Kemandirian =
Bantuan Pemerintah Pusat/ Provinsi dan pinjaman
Semakin tinggi rasio kemandirian mengandung arti bahwa tingkat ketergantungan daerah terhadap bantuan pihak
ekstern semakin rendah.

2. Rasio Aktifitas
Rasio ini menggambarkan bagaimana pemerintah daerah memprioritaskan alokasi dananya pada belanja rutin dan
belanja pembangunan
Total Belanja Rutin
Rasio Belanja Rutin terhadap APBD =
Total APBD
Total Belanja Pembangunan
Rasio Belanja Pembangunan terhadap APBD =
Total APBD
Semakin tinggi presentase dana yang dialokasikan untuk belanja rutin berarti presentase belanja investasi (belanja
pembangunan) yang digunakan untuk menyediakan prasarana ekonomi masyarakat cenderung semakin kecil.

Metode Analisa Data


3. Rasio Efektifitas Pendapatan Asli Daerah
Rasio efektifitas menggambarkan kemampuan Pemerintah daerah dalam meralisasikan PAD yang direncanakan
dibandingkan dengan target yang ditetapkan berdasarkan potensi rill daerah.
Realisasi Penerimaan PAD
Rasio Efektifitas =
Target Penerimaan PAD Yang Ditetapkan Berdasarkan Potensi Riil Daerah
Kemampuan daerah dalam menjalankan tugas dikategorikan efektif apabila rasio yang dicapai minimal sebesar
satu atau 100%. Namun demikian, semakin tinggi rasio efektifitas, maka kemampuan daerah pun semakin baik.

4.Rasio Pertumbuhan
Rasio pertumbuhan ini mengukur seberapa besar tingkat kemampuan Pemda dalam mempertahankan
dan meningkatkan keberhasilan yang telah dicapainya dari periode ke periode berikutnya. Untuk
mengetahui tingkat pertumbuhan Pendapatan Asli Daerah, Total Pendapatan, Belanja Rutin dan Belanja
Pembangunan.
Realisasi Xn X n-1
Rasio Pertumbuhan =

x 100%
Realisasi X n-1

Dimana
Xn X n-1 = Tahun yang dihitung di kurangi tahun sebelumnya.
Xn-1
= Tahun yang sebelumnya

Metode Analisa Data


5. Rasio Tingkat Kemandirian Pembiayaan
Rasio ini menguji tingkat kekuatan kemandirian pemerintah daerah dalam membiayai APBD setiap
periode anggaran dan juga mengukur tingkat kontribusi pajak daerah sebagai sumber pendapatan yang
dikelola sendiri oleh daerah terhadap total PAD.
Total Pajak Daerah
Rasio Tingkat Kemandirian Pembiayaan =
Total Pendapatan Asli Daerah
Semakin besar rasio akan menunjukkan peran pajak sebagai sumber pendapatan daerah akan semakin
baik.
6. Rasio Efisiensi Penggunaan Anggaran
Rasio ini menunjukkan tingkat efisiensi dari setiap penggunaan uang daerah sisa anggaran (Sisa
Perhitungan Anggaran). Rasio ini dimaksudkan untuk mengukur tingkat kemampuan perencanaan sesuai
prinsip-prinsip disiplin anggaran.
Total Sisa Anggaran
Rasio Efisiensi Penggunaan Anggaran =
Total Belanja Daerah
Semakin kecil rasio akan menunjukkan peran perencanaan dan pelaksanaan anggaran semakin baik.

Hasil Analisa Rasio


Keuangan
Rasio

Tahun

Rata-Rata

2009

2010

2011

2012

2013

121,98 %

126,86 %

170,04 %

165,14 %

233,07 %

163,42 %

Belanja
Rutin

75,31 %

75,67 %

72,31 %

72,16 %

72,04 %

73,50 %

Belanja
Pembangun
an

24,69 %

24,33 %

27,69 %

27,83 %

27,93 %

26,50 %

102,30 %

104,68 %

109,50 %

107,40 %

102,08 %

105,20 %

Pertumbuha
n PAD

0%

21,61 %

38,27 %

23,64 %

21,83 %

21,07 %

Pertumbuha
n
Pendapatan
Daerah

0%

19,54 %

22,90 %

25,03 %

11,70 %

15,83 %

Pertumbuha
n Belanja
Rutin

0%

10,99 %

17,15 %

19,18 %

21,18 %

13,70 %

Pertumbuha
n Belanja
Pembangun
an

0%

8,86 %

39,54 %

20,07 %

21,76 5

18,05 %

Kemandirian
Pembiayaan

80,75 %

83,40 %

85,39 %

80,40 %

87,03 %

83,40 %

Kemandirian
Keuangan
Daerah

Efektifitas
PAD

Pembahasan
Tingkat kemandirian
keuangan daerah tahun
2009 - 2013 mencapai
lebih dari 100% yaitu
121,98 % - 233,07 % dan
meningkat setiap tahunnya.
Akan tetapi di tahun 2012
terjadi penurunan sebesar
165,14 %.

Kemandirian
Keuangan
Daerah

Pertumbuhan PAD dan


pertumbuhan pendapatan
daerah tahun 2009 - 2013
mengalami penurunan akan
tetapi pertumbuhan belanja
rutin dan belanja
pembangunan cendrung
mengalami kenaikan yang
fluktuatif.

Pertumbuhan

Rasio belanja rutin di atas 70 %


sedangkan rasio belanja belanja
pembangunan hanya dibawah
30 %. Akan tetapi persentase
belanja pembangunan
meningkat dari tahun dan ke
tahun dan belanja rutin semakin
menurun.

Semakin tahun persentase


mengalami kenaikan dan
mencapai lebih dari 100 %.
Di tahun 2012 dan 2013
mengalami penurunan yaitu
107,40% & 102,08 %.

Aktifitas

Efektifitas PAD

Rata-rata tingkat
kemandirian pembiayaan
sebesar 83,40 % dari tahun
2009 - 2013. Dan mengalami
penurunan di tahun 2012
sebesar 80,40%.

Mengalami kenaikan dari


tahun ke tahun dengan ratarata persentase 23,27 %
selama tahun 2009 - 2013.

Kemandirian
Pembiayaan

Efisiensi
Penggunaan
Anggaran

Kesimpulan
insi DKI
v
ro
P
h
ta
n
ri
e
m
e
P
Kinerja keuangan
13 terbukti
0
2
9
0
0
2
n
ra
a
g
g
Jakarta Tahun An
keuangan
n
ia
ir
d
n
a
m
e
k
io
ras
baik berdasarkan
fektifitas PAD,
e
),
n
ia
s
ra
e
s
e
(k
daerah, aktifitas
pembiayaan.
n
ia
ir
d
n
a
m
e
k
n
pertumbuhan, da
gunaan
g
n
e
p
i
s
n
ie
is
ef
io
si ras
Akan tetapi dari si
up baik
k
u
c
m
lu
e
b
n
ra
a
g
ang

Kesimpulan
Rasio Kemandirian Keuangan Daerah

Persentase setiap tahun di atas 100%. Pemerintah Provinsi DKI


Jakarta sudah mampu dalam membiayai sendiri kegiatan
pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan masyarakat.
Rasio Aktifitas

Belanja rutin mengalami penurunan & belanja pembangunan


mengalami kenaikan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai
memprioritaskan dananya ke arah pembangunan.
Rasio Efektifitas PAD

Persentase rasio di atas 100%. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta


mampu mencapai target realisasi PAD.

Kesimpulan
Rasio Pertumbuhan
Pertumbuhan PAD dan Pertumbuhan Pendapatan Daerah mengalami penurunan. Pemerintah
Provinsi DKI Jakarta kurang optimal dalam pencapaian pendapatan. Sebaliknya pertumbuhan
belanja rutin dan pembangunan meningkat. Hal ini menunjukkan DKI Jakarta sedang berupaya
meningkatkan infrastruktur dan pengembangan daerah.

Rasio Kemandirian Pembiayaan

Rata-rata tingkat kemandirian 83,40 %. Pajak daerah yang dikelola


langsung oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sangat efektif &
memiliki kontribusi yang signifikan terhadap PAD.
Rasio Efisiensi Penggunaan Anggaran

Kurang efisien dalam mengelola perencanaan & pelaksanaan


anggaran selama tahun 2009 - 2013. Dibuktikan dengan adanya
peningkatan persentase dari tahun ke tahun.

Keterbatasan
sis
li
a
n
a
g
n
e
m
Hanya
.
ja
a
s
l
ia
s
n
a
n
f
k
e
asp
akan
n
u
ig
d
g
n
a
y
e
d
Perio
5 tahun.
a
d
a
p
s
a
t
a
b
r
e
t
Penelitian
.
n
a
g
n
a
u
e
k
io
s
a
r
6 variabel
k
a
id
t
D
A
P
i
s
n
ie
s
f
Rasio e
ndala
e
k
r
e
t
a
n
e
r
a
k
dibahas
.
a
t
a
d
n
a
il
b
m
a
g
dengan pen

Rekomendasi
PenelitianSelanj
utnya
Sebaiknya dapat
melakukan analisis
kinerja terhadap aspek
nonfinansial juga.
Menambah tahun
penelitian.
Menambah variabel rasio
keuangan.
Melakukan analisis kinerja
keuangan antar
pemerintah daerah yang
memiliki potensi daerah
yang sama.

Pemerintah
Provinsi DKI
LebihJakarta
berupaya keras
dalam meningkatkan
pencapaian
pendapatan daerah
dan melakukan
perencanaan dan
pelaksanaan
anggaran dengan
baik dalam rangka
efisiensi penggunaan
anggaran.

Terima kasih
Atas
Perhatiannya