Anda di halaman 1dari 8

MENGENAL DAN MENCEGAH

PNEUMONIA

Disusun oleh:
Kelompok 9

Reni Nur Hidayati


Nanda Prima R F
Nurul Fatah
Niko Panggih
Andri W.
Ardian

PROGAM STUDI KEPERAWATAN S1


FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO
2011

Mengenal dan mencegah


Pneumonia
I. PENDAHULUAN
A.

Latar belakang
Sebenarnya PNEUMONIA bukan peyakit baru. American Lung Association

misalnya, menyebutkan hingga tahun 1936 pneumonia menjadi penyebab


kematian nomor satu di Amerika. Penggunaan antibiotik, membuat penyakit ini
bisa dikontrol beberapa tahun kemudian. Namun tahun 2000, kombinasi
pneumonia dan influenza kembali merajalela dan menjadi penyebab kematian
ketujuh di negara itu.
Pneumonia

merupakan

masalah

kesehatan

di

dunia

karena

angka

kematiannya tinggi, tidak hanya dinegara AS tetapi Kanada dan negara-negara


Eropa. Di AS, terdapat dua juta sampai tiga juta kasus pneumonia per tahun
dengan jumlah kematian rata-rata 45.000 orang.Di Indonesia sendiri, pneumonia
merupakan penyebab kematian nomor tiga setelah kardiovaskuler dan
tuberkulosis.
Istilah pneumonia pada masyarakat umumnya masih sangat asing. Oleh sebab
itu di bentuk suatu progam yaitu program P2ISPA (Pemberantasan Penyakit
Infeksi Saluran Pernafasan Akut). Program ini mengupayakan agar istilah
Pnemonia lebih dikenal masyarakat, sehingga memudahkan kegiatan penyuluhan
dan penyebaran informasi tentang penanggulangan Pnemonia.
Program P2ISPA mengklasifikasikan penderita kedalam 2 kelompok
usia:Usia

dibawah

bulan

(Pnemonia

Berat

dan

Bukan

Pnemonia)

Usia 2 bulan sampai kurang dari 5 tahun (2 bulan - Pnemonia, Pnemonia Berat
dan Bukan Pnemonia ). Penyakit ISPA diluar pnemonia ini antara lain: batukpilek biasa (common cold), pharyngitis, tonsilitis dan otitis. Pharyngitis, tonsilitis
dan otitis, tidak termasuk penyakit yang tercakup dalam program ini .

B.

Permsalahan
Yang hendak di bahas dalam makalah di rumuskan sebagai berikut :
Bagaimana mengenal dan mencegah penyakit pneumonia?

II. PEMBAHASAN
A. Pengertian Pneumonia
Pnemonia adalah proses infeksi akut yang mengenai jaringan paru-paru
(alveoli) yang bertanggung jawab menyerap oksigen dari atmosfer meradang
dan terisi oleh cairan. Terjadinya Pnemonia pada anak seringkali bersamaan
dengan proses infeksi akut pada bronkus (biasa disebut bronchopneumonia).
Gejala penyakit ini berupa napas cepat dan napas sesak, karena paru
meradang secara mendadak. Batas napas cepat adalah frekuensi pernapasan
sebanyak 50 kali per menit atau lebih pada anak usia 2 bulan sampai kurang
dari 1 tahun, dan 40 kali permenit atau lebih pada anak usia 1 tahun sampai
kurang dari 5 tahun. Pada anak dibawah usia 2 bulan, tidak dikenal diagnosis
pnemonia.
Pneumonia Berat ditandai dengan adanya batuk atau (juga disertai)
kesukaran bernapas, napas sesak atau penarikan dinding dada sebelah bawah
ke dalam (severe chest indrawing) pada anak usia 2 bulan sampai kurang dari
5 tahun. Pada kelompok usia ini dikenal juga Pnemonia sangat berat, dengan
gejala batuk, kesukaran bernapas disertai gejala sianosis sentral dan tidak
dapat minum. Sementara untuk anak dibawah 2 bulan, pnemonia berat
ditandai dengan frekuensi pernapasan sebanyak 60 kali permenit atau lebih
atau (juga disertai) penarikan kuat pada dinding dada sebelah bawah ke
dalam.
Gejala-gejala yang biasa di temukan adalah batuk berdahak, nyeri pada
dada dan perut, menggigil, demam, mudah merasa lelah, sesak nafas, sakit
kepala, nafsu makan berkurang, mual dan muntah, kekakuan pada sendi dan
otot, mersatidak enak badan,kulit lembab, dan pernafasan yang cepat.
B. Penyebab dan Terjadinya pneumonia
Penyebab pneumonia adalah
1. bakteri (yang paling sering menyebabkan pneumonia pada dewasa) :

streptococus pneumoniae

staphylococcus aureus

egionella

hemophilus influenzae

2. Virus yaitu virus influenza dan chicken-pox(cacar air)


3. organnisme mirip bakteri yaitu mycoplasma pneumoniae ( terutama paa
anak-anak)
4. jamur
radang paru-paru dapat juga disebabkan oleh kepedihan zat-zat kimia atau
cedera jasmani pada paru-paru atau sebagai akibat dari penyakit lainnya,
seperti kanker paru-paru.
Terjadinya pneumonia
Ada beberapa hal yang memungkinkan seseorang terkena pneumonia atau
radang paru-paru :
1. Orang yang memiliki daya tahan tubuh lemah, seperti penderita
HIV/AIDS dan para penderita kronik seperti sakit jantung,diabetes
mellitus dan mereka yang rutin menjalani kemoterapi dimana mereka
memiiki daya tahan tubuh (immun) yang lemah.
2. Perokok dan peminum alkohol.pekok berat dapat mengalami irritasi pada
saluran pernapasan yang menimbulkan secresi muccus(riak/dahak)yang
apabila mengandung bakteri akan menyebabkan pneumonia. Dan pada
alkohol berdanpak buruk terhadap sel-sel darah putih yag menyebabkan
lemahnya daya tahan tubuh dalam melawan suatu infeksi.
3. Pasien yang berada di ruang perawatan intensive (ICU/ICCU). Pasien
yang di lakukan tindakan ventilator (alat bantu nafas) endotracteal tube
sangat beresiko terkena pneumonia.
4. Menghirup udara tercemar polusi zat kemikal.resiko tinggi dihadapi oleh
para petani apabila mereka menyemprotkan tanaman dengan zat kemikal
tanpa memakai masker adalah terjadi irritasi dan menimbulkan
peradangan yang akibatnya mudah menderita pneumonia.
5. Pada pasien yang lama berbaring,memungkinkan riak/muccus berkumpul
dirongga paru dan menjadi media berkembangnya bakteri.
C. Mengenal dan mencegah penyakit Pneumonia
Pneumonia adalah infeksi yang menyebabkan paru - paru meradang.
Kantung-kantung udara dalam paru yang disebut alveoli dipenuhi nanah dan

cairan sehingga kemampuan menyerap oksigen menjadi kurang. Kekurangan


oksigen membuat sel-sel tubuh tidak bisa bekerja. Selain penyebaran infeksi
ke seluruh tubuh, penderita pneumonia bisa meninggal. Sebenarnya
pneumonia bukanlah penyakit tunggal. Penyebabnya bisa bermacam-macam
dan diketahui ada 30 sumber infeksi, dengan sumber utama bakteri, virus,
mikroplasma, jamur, berbagai senyawa kimia maupun partikel.
1. Pneumonia Oleh Bakteri
Pneumonia yang dipicu bakteri bisa menyerang siapa saja, dari bayi
sampai usia lanjut. Pencandu alkohol, pasien pasca-operasi, orang-orang
dengan penyakit gangguan pernapasan, sedang terinfeksi virus atau
menurun kekebalan tubuhnya, adalah yang paling berisiko. Sebenarnya
bakteri penyebab pneumonia yang paling umum adalah Streptococcus
pneumoniae sudah ada di kerongkongan manusia sehat. Begitu pertahanan
tubuh menurun oleh sakit, usia tua, atau malnutrisi, bakteri segera
memperbanyak diri dan menyebabkan kerusakan.
Seluruh jaringan paru dipenuhi cairan dan infeksi dengan cepat menyebar
ke seluruh tubuh melalui aliran darah. Pasien yang terinfeksi pneumonia
akan panas tinggi, berkeringat, napas terengah-engah, dan denyut
jantungnya meningkat cepat. Bibir dan kuku mungkin membiru karena
tubuh kekurangan oksigen. Pada kasus yang ekstrim, pasien akan
mengigil, gigi bergemelutuk, sakit dada, dan kalau batuk mengeluarkan
lendir berwarna hijau.
2. Pneumonia Oleh Virus
Setengah dari kejadian pneumonia diperkirakan disebabkan oleh virus.
Meski virus-virus ini kebanyakan menyerang saluran pernapasan bagian
atas-terutama pada anak-anak- gangguan ini bisa memicu pneumonia.
Untunglah, sebagian besar pneumonia jenis ini tidak berat dan sembuh
dalam waktu singkat. Namun bila infeksi terjadi bersamaan dengan virus
influensa, gangguan bisa berat dan kadang menyebabkan kematian, Virus
yang menginfeksi paru akan berkembang biak walau tidak terlihat
jaringan paru yang dipenuhi cairan.

Gejala Pneumonia oleh virus sama saja dengan influensa, yaitu demam,
batuk kering sakit kepala, ngilu diseluruh tubuh, letih lesu, napas menjadi
sesak, batuk makin hebat dan menghasilkan sejumlah lendir, demam
tinggi kadang membuat bibir menjadi biru.
3. Pneumonia Mikoplasma
Pneumonia jenis ini berbeda gejala dan tanda-tanda fisiknya bila
dibandingkan dengan pneumonia pada umumnya. Karena itu, pneumonia
yang diduga disebabkan oleh virus yang belum ditemukan ini sering juga
disebut pneumonia yang tidak tipikal ( Atypical Penumonia ).
Mikoplasma adalah agen terkecil dialam bebas yang menyebabkan
penyakit pada manusia. Pneumonia yang dihasilkan biasanya berderajat
ringan dan tersebar luas. Mikoplasma menyerang segala jenis usia, tetapi
paling sering pada anak pria remaja dan usia muda. Angka kematian
sangat rendah, bahkan juga pada yang tidak diobati. Gejala yang paling
sering adalah batuk berat, namun dengan sedikit lendir. Demam dan
menggigil hanya muncul di awal, dan pada beberapa pasien bisa mual dan
muntah. Rasa lemah baru hilang dalam waktu lama.
4. Pneumonia Jenis Lain
Termasuk golongan ini adalah Pneumocystitis Carinii pnumonia ( PCP
) yang diduga disebabkan oleh jamur, PCP biasanya menjadi tanda awal
serangan penyakit pada pengidap HIV/AIDS. PCP bisa diobati pada
banyak kasus. Pneumonia lain yang lebih jarang disebabkan oleh
masuknya makanan, cairan , gas, debu maupun jamur. Rickettsia- juga
masuk golongan antara virus dan bakteri-menyebabkan, tipus, dan
psittacosis. Penyakit-penyakit ini juga mengganggu fungsi Paru, namun
pneumonia tuberkulosis alis TBC adalah infeksi paru paling berbahaya
kecuali dioabati sejak dini.
Pencegahan pneumoia dapat dilakukan dengan cara vaksinasi
pneumokokus atau sering disebut sebagai vaksin IPD. Adapun waktu
yang ideal untuk pemberian vaksin IPD adalah sebanyak 4 kali, yakni
pada saat bayi berusia 2 bulan, 4 bulan , 6 bulan dan di ulang lagi pada

saat usia 12 bulan. Vaksin IPD dapat diberikan bersamaan dengan vaksn
lain seperti Hib, MMR maupun hepatitis B
III.Penutup
A. Simpulan
Jadi pneumoia adalah sebuah penyakit pada paru-paru dimana pulmonary
alveolu (alveoli) yang bertanggung jawab menyerap oksigen dari atmosfer
meradang dan terisi oleh cairan.dan juga penyakit umum yang terjadi di
seluruh kelompok umur dan merupakan penyebab kematian tingkat tertinggi.
Penumonnia dpat disebabkan oleh beberapa penyebab yaitu bakteri, jamur,
virus. Gejala umum pneumnia adalah batuk, sakit dada, sakit kepala,demam,
kesulitan dalam bernapas, mual dan muntah dan merasa mudah lelah.
Pneumonia oleh Bakteri

yaitu Pneumonia yang dipicu bakteri bisa

menyerang siapa saja, dari bayi sampai usia lanjut. Pneumonia Oleh Virus
yaitu virus-virusi yang kebanyakan menyerang saluran pernapasan bagian
atas-terutama pada anak-anak- gangguan ini bisa memicu pneumonia.
Pneumonia Mikoplasma yang juga disebut pneumonia yang tidak tipikal
( Atypical Penumo) adalah agen terkecil dialam bebas yang menyebabkan
penyakit pada manusia. Pneumonia Jenis Lain,Termasuk golongan ini adalah
Pneumocystitis Carinii pnumonia ( PCP ) yang diduga disebabkan oleh jamur,
PCP biasanya menjadi tanda awal serangan penyakit pada pengidap
HIV/AIDS.
B. Saran
Setiap orang bisa terkena pneumonia. Jadi kita harus selalu waspada dan jika
sudah terkena pneumonia Pengobatan pneumonia haruslah benar-benar
komplite sampai benar-benar tidak lagi adanya gejala atau hasil pemeriksaan
X-ray dan sputum tidak lagi menampakkan adanya bakteri Pneumonia, jika
tidak maka suatu saat Pneumonia akan kembali diderita.

pengobatan

pneumonia hampir sama dengan penderita flu, namun lebih ditekankan


dengan istirahat yang cukup dan pemberian intake cairan yang cukup banyak
serta gizi yang baik untuk membantu pemulihan daya tahan tubuh. Pemberian
obat lain untuk membantu mengurangi nyeri, demam dan sakit kepala.
Pemberian obat anti (penekan) batuk di anjurkan dengan dosis rendah. Jika

timbul gejala bawa ke dokter jika timbul gejala untuk diberikan pengobatan
antibiot
DAFTAR PUSTAKA
Makalah-kesehatan-online.blogspot.com
www.kesehatan.com
Misnadiarly.2008.Pneumonia Pada Anak Balita,Orang Dewasa,Usia
Lanjut.Jakarta.Pustaka Obor Populer.
www.indonesiaindonesia.com
Pendit,B.U.2006.Buku Saku Patofisiologi.Jakarta.Buku Kedokteran EGC.