Anda di halaman 1dari 14

ANALISIS KUALITATIF

SIMPLISIA PATI ( AMYLUM )

I.

TUJUAN PRAKTIKUM
Tujuan dari praktikum ini yaitu :
1. Mahasiswa dapat mengetahui dan melakukan identifikasi macam macam amylum
secara makroskopik, mikroskopik dan kimiawi.

II. DASAR TEORI


Pati atau amylum adalah karbohidrat kompleks yang tidak larut dalam air, berwujud
bubuk putih, tawar dan tidak berbau. Pati merupakan bahan utama yang dihasilkan oleh
tumbuhan untuk menyimpan kelebihan glukosa ( sebagai produk fotosintesis ) dalam jangka
panjang. Amylum terdiri dari dua macam polisakarida yang kedua-duanya adalah polimer
dari glukosa, yaitu amilosa (kira-kira 20 28 %) dan sisanya amilopektin. Amilosa
memberikan sifat keras sedangkan amilopektin menyebabkan sifat lengket.
a) Amilosa
Terdiri atas 250-300 unit D-glukosa yang berikatan dengan ikatan 1,4 glikosidik. Jadi
molekulnya menyerupai rantai terbuka.
b) Amilopektin
Terdiri atas molekul D-glukosa yang sebagian besar mempunyai ikatan 1,4- glikosidik
dan sebagian ikatan 1,6-glikosidik, adanya ikatan 1,6-glikosidik menyebabkan
terjadinya cabang, sehingga molekul amilopektin berbentuk rantai terbuka dan
bercabang. Molekul amilopektin lebih besar dari pada molekul amilosa karena terdiri
atas lebih 1000 unit glukosa .
Analisis Kualitatif Simplisia Pati (Amylum)

Page 1

Secara umum, amilum terdiri dari 20% bagian yang larut air (amilosa) dan 80%
bagian yang tidak larut air (amilopektin). Amylum diambil dari farinanya yaitu bentuk pati
kasar ditambah air, kemudian disaring. Filtrat yang didapat kemudian diendapkan. Endapan
tersebut diambil sebagai amylum setelah dikeringkan.Yang harus diperhatikan pada
pengamatan amylum secara mikroskopik adalah : bentuk & ukuran butiran, bentuk dan letak
hilus ( titik pusat ), adanya lamella ( lapisan lapisan pati ). Secara organoleptik, amylum
berwarna putih, bentuk padatan, tidak berbau, bila ditambah larutan iodium akan berwarna
biru.Tanaman dengan kandungan amylum yang digunakan di bidang farmasi adalah padi atau
beras (Oryza sativa), gandum ( Triticum vulgare L.), singkong (Manihot utilissima) dan
jagung (Zea mays).
1. Amylum oryzae (Pati beras)

Amylum oryzae ( pati beras) adalah amylum yang diperoleh dari biji Oryza sativa L
yang berupa serbuk sangat halus dan putih.
a. Klasifikasi Tanaman
Nama Simplisia

: Amylum Oryzae

Tanaman Asal

: Oryza sativa

Divisi

: Magnoliophyta

Sub Divisi

: Spermatophyta

Kelas

: Liliopsida

Ordo

: Poales

Famili

: Poaceae

Genus

: Oryzae

Spesies

: Oryza Sativa L

Analisis Kualitatif Simplisia Pati (Amylum)

Page 2

b. Morfologi
Tanaman semak semusim ini berbatang basah, tingginya 50cm 1,5 m. batang
tegak, lunak, bertuas, berongga, kasar warna hijau. daun tunggal berbentuk pita yang
panjangnnya 15-30 cm, lebar mencapai 2 cm, perabaan kasar, ujung runcing, tepi rata,
berpelepah, pertulangan sejajar, hijau. bungan majemuk berbentuk malai. Buahnya
buah batu, terjurai pada tangkai, warna hijau, setelah tua menjadi kuning. Biji keras,
bulat telur, putih atau merah (Dalimartha, 1999).
c. Simplisia
Secara mikroskopik berupa butir persegi banyak ukuran 2m sampai 5m,
tunggal atau majemuk bentuk bulat telur ukuran 10m sampai 20 m. Hilus ditengah,
tidak terlihat jelas,tidak ada lamela konsentris, di bawah cahaya terpolarisasi, tampak
bentuk silang berwarna hitam, memotong pada hilus.
d. Kandungan Kimia
Amilosa dan amilosa perkati, air, abu.
e. Khasiat
Bahan penolong untuk sediaan obat dan zat tambahan.
2. Amylum Tritici ( Pati Gandum )

Pati gandum adalah pati yang diperoleh dari biji Triticum vulgare L. ( familia Poaceae ).
a. Klasifikasi
Tanaman Asal
Divisi
Sub Divisi
Kelas
Ordo
Famili
Genus
Spesies

: Triticum vulgare L
: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
: Commelinidae
: Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
: Poales
: Poaceae (suku rumput-rumputan)
: Triticum
: Triticum aestivum L.,Triticum vulgare (Vill.)

b. Morfologi biji gandum


Pada umumnya, kernel berbentuk ofal dengan panjang 68 mm dan diameter
23 mm. Seperti jenis serealia lainnya, gandum memiliki tekstur yang keras. Biji
Analisis Kualitatif Simplisia Pati (Amylum)

Page 3

gandum terdiri dari tiga bagian yaitu bagian kulit (bran), bagian endosperma, dan
bagian lembaga (germ). Bagian kulit dari biji gandum sebenarnya tidak mudah
dipisahkan karena merupakan satu kesatuan dari biji gandum tetapi bagian kulit ini
biasanya dapat dipisahkan melalui proses penggilingan.
c. Simplisia
Terdiri dari butir butir tunggal/majemuk. Bentuknya bulat, ada yang besar 30
40 m, ada yang kecil 10 20 m. Hilus dan lamela tidak jelas.
d. Kandungan Kimia
Amilosa dan amilopektin,air, abu.
e. Khasiat
Bahan penolong bahan sediaan obat.
3. Amylum Manihot ( Pati Singkong )

Pati yang diperoleh dari umbi akar Manihot utilissima Pohl (familia Euphorbiaceae)
yang berupa serbuk sangat halus dan putih.

a. Klasifikasi
Tanaman Asal
Divisi
Sub Divisi
Kelas
Ordo
Famili
Spesies
b. Morfologi
Tanaman ini

: Manihot utilissima Pohl


: Magnoliophyta
: Spermatophyta
: Magnoliopsida
: Malpighiales
: Euphorbiaceae
: manihot utilissima
bisa mencapai 7 meter tinggi, dengan cabang agak jarang. Akar

tunggang dengan sejumlah akar cabang yang kemudian membesar menjadi umbiakar
yang dapat dimakan. Ukuran umbi rata-rata bergaris tengah 2-3 cm dan panjang 50-80
cm, tergantung dari klon/kultivar. Bagian dalam umbinya berwarna putih atau

Analisis Kualitatif Simplisia Pati (Amylum)

Page 4

kekuning-kuningan. Umbi singkong tidak tahan simpan meskipun ditempatkan di


lemari pendingin.
c. Simplisia
Secara mikroskopik amylum manihot berupa butir tunggal dan jarang
berkelompok, agak bulat atau persegi banyak, berbentuk topi baja, butir kecil
berdiameter 5 sampai 10 m, butir besar berdiameter 20-35 m. Hilus ditengah
berupa titik, garis lurus atau bercabang tiga, lamela tidak jelas, konstentris, butir
majemuk sedikit, terdiri dari 2 atau 3 butir tunggal yang tidak sama bentuknya.
d. Kandungan Kimia
Amilosa dan amilopektin.
e. Khasiat
Bahan penolong untuk sediaan obat.
4. Amylum Maydis ( Pati Jagung)

Pati maydis adalah pati yang diperoleh dari biji zea mays L yang berupa
serbuk sangat halus dan putih.
a. Klasifikasi
Tanaman Asal
: Zea mays
Divisi
: Spermatophyta
Sub Divisi
: Angiospermae
Kelas
: Monokotiledonae
Ordo
: Poales
Famili
: Poaceae
Genus
: Zea
Spesies
: Zea Mays
b. Morfologi
Rumput berumah satu, tegak, dengan sistem perakaran terdiri dari akar
serabut. Batang biasanya tunggal. Daun tumbuh berseling pada sisi yang berlainan pada
buku, dengan helaian daun yang bertumpang tindih, aurikel diatas; helaian daun
memita-memanjang. Perbungaan jantan dan betina terpisah pada satu tumbuhan yang
sama; bunga jantan merupakan malai terminal. Perbuahan yang masak dalam bentuk
tongkol.Bijinya biasanya lonjong, warna bervariasi dari putih hingga kuning, merah
atau keunguan hingga hitam.
Analisis Kualitatif Simplisia Pati (Amylum)

Page 5

c. Simplisia
Secara mikroskopik amylum maydis yaitu tidak punya lamella (tidak terlihat),
Bentuk amylum maydis ini berupa butir bersegi banyak, bersudut, atau butir bulat,
kemudian terdapat butir pati dan hilus yang berupa rongga atau celah.
d. Kandungan Kimia
Karbohidrat, vitamin A, Serat, Air dan Fosfat.
e. Khasiat
Zat tambahan dan penolong obat.

III. ALAT DAN BAHAN


III.1Alat
Alat yang digunakan dalam praktikum yaitu :
1. Mikroskop
2. Objek glass
3. Cover glass
4. Pipet tetes
5. Kaca arloji
III.2Bahan
Bahan yang digunakan dalam praktikum yaitu :
1. Amylum oryzae
2. Amylim tritici
3. Amylum manihot
4. Amylum maydis
5. Aquadest
6. Larutan iodium
IV. PROSEDUR
Mahasiswa dibagi menjadi beberapa kelompok. Masing masing kelompok dari 5 orang.
Setiap kelompok melakukan :
A. Identifikasi Amylum secara Makroskopik :
1. Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan.
2. Ambil sedikit amylum oryzae.
3. Amati warna dan baunya.
4. Catat hasil pengamatan.
Analisis Kualitatif Simplisia Pati (Amylum)

Page 6

5. Ulangi percobaan diatas ( percobaan 1,2,3,4 ) untuk amylum tritici, amylum


manihot dan amylum maydis.
B. Identifikasi Amylum secara Mikroskopik :
1. Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan.
2. Ambil sedikit amylum oryzae dan meletakannya pada objek glass.
3. Tambahkan 1-2 tetes aquadest kemudian segera menutup dengan cover glass.
4. Amati di bawah mikroskop.
5. Catat dan gambar hasil pengamatan yang meliputi : bentuk & ukuran butiran,
bentuk & letak hilus dan lamella.
6. Ulangi percobaan di atas ( percobaan 1,2,3,4,5 ) untuk amylum tritici, amylum
manihot dan amylum maydis.
C. Identifikasi Amylum secara kimiawi
1. Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan.
2. Ambil sedikit amylum oryzae dan letakkan pada kaca arloji.
3. Tambahkan 1-2 tetes larutan iodium, amati.
4. Catat hasil pengamatan.
5. Ulangi percobaan di atas ( percobaan 1,2,3,4 ) untuk amylum tritici, amylum
manihot dan amylum maydis.
V. HASIL PENGAMATAN
A. Identifikasi Amylum secara Makroskopik
No.

Amylum

1.

Hasil Pengamatan
Warna : serbuk sangat halus dan putih

Amylum Oryzae

Bau
: tidak berbau
Warna : serbuk sangat halus dan putih

Amylum Tritici

Bau
: tidak berbau
Warna : serbuk sangat halus dan putih

Amylum Manihot

Bau
: tidak berbau
Warna : serbuk sangat halus dan putih

Amylum Maydis

Bau

2.
3.
4.

: tidak berbau

B. Identifikasi Amylum secara Mikroskopik


No.

Amylum

Hasil Pengamatan

Analisis Kualitatif Simplisia Pati (Amylum)

Gambar
Page 7

Bentuk : butir bersegi


banyak

TanamanAsal : Oryza sativa


Famili : Poaceae

Ukuran : 5 m
Hilus : ditengah tidak
terlihat
Lamella: tidak ada lamella
1.

Amylum

konsentris

Oryzae

Bentuk

: bentuk berupa

Tanaman asal : Triticum vulgare L.

lensa bundar

Famili : Poaceae

atau jorong
2.

Amylum

Ukuran : 20 m

Tritici

Hilus

: ditengah tidak
jelas berupa
titik atau celah

Lamella : lamella titik


jelas

Tanaman Asal : Manihot utilissima


Bentuk

: berupa butir

Analisis Kualitatif Simplisia Pati (Amylum)

Famili : Euphorbiaceae
Page 8

tunggal, agak
bulat atau
bersegi banyak
3.

Amylum
Manihot

butir kecil
Ukuran : 20 m
Hilus

: ditengah berupa
titik, garis lurus
atau bercabang
tiga

Lamella :lamella titik jelas

Hilus
Bentuk

: berupa butir

Tanaman Asal : Zea mays L.

bersegi banyak

Famili : Graminaceae

Ukuran : 20 m
Hilus

: ditengah berupa
rongga yang
nyata

4.

Amylum

Lamella : tidak ada lamella

maydis

hilus

C. Identifikasi Amylum secara Kimiawi


No. Amylum

Perlakuan

Reaksi

Analisis Kualitatif Simplisia Pati (Amylum)

Hasil Pengamatan
Page 9

Positif
1.

Amylum
Oryzae

Amylum
oryzae
+
larutan
Iodium

Terbentuk

Terbentuk warna coklat kehitaman

warna biru
Gambar :

2.
Amylum

Terbentuk

tritici

warna biru

Terbentuk warna coklat kehitaman

+
larutan
Iodium

Amylum
manihot
+
larutan
Iodium

Gambar :

Terbentuk

Terbentuk warna coklat kehitaman

warna biru
Gambar :

Analisis Kualitatif Simplisia Pati (Amylum)

Page 10

Amylum
Maydis
+
larutan
Iodium

Terbentuk

Terbentuk warna coklat kehitaman

warna biru
Gambar :

VI. PEMBAHASAN
Amilum adalah karbohidrat kompleks yang tidak larut dalam air, berwujud bubuk
putih, tawar dan tidak berbau. Amilum sering disebut juga dengan sebutan pati. Pati
merupakan bahan utama yang dihasilkan oleh tumbuhan untuk menyimpan kelebihan
glukosa (sebagai produk fotosintesis) dalam jangka panjang. Hewan dan manusia juga
Analisis Kualitatif Simplisia Pati (Amylum)

Page 11

menjadikan pati sebagai sumber energi yang penting. Amilum mempunyai rumus molekul
(C6H10O5)n, densitas 1.5 g/cm3. Dalam air dingin amilum tidak akan larut tetapi apabila
suspensi dalam air dipanaskan akan terjadi suatu larutan koloid yang kental, memberikan
warna ungu pekat pada tes iodin dan dapat dihidrolisis dengan menggunakan asam
sehingga menghasilkan glukosa.
Pati tersusun dari dua macam karbohidrat, amilosa dan amilopektin, dalam
komposisi yang berbeda-beda. Amilosa memberikan sifat keras (pera) sedangkan
amilopektin menyebabkan sifat lengket. Pati atau amilum berbentuk butiran-butiran kecil
mikroskopik dengan diameter berkisar antara 5-50 nm, banyak terkandung dalam beras,
gandum, jagung, biji-bijian seperti kacang merah atau kacang hijau dan banyak juga
terkandung dalam berbagai jenis umbi-umbian seperti singkong, kentang atau ubi.
Secara umum, amilum terdiri atas hilus dan lamella. Hilus atau hilum merupakan
titik initial atau permulaan terbentuknya amilum, sedangkan lamella merupakan garisgaris yang mengelilingi hilus. Lamella ini terbentuk karena perbedaan kadar air selama
perkembangan amilum, sehingga terlihat seperti garis melengkung. Amilum tiap tumbuhan
memiliki karakteristik tersendiri yang menjadi ciri tiap tumbuhan. Berdasarkan letak
hilusnya, amilum dapat dibedakan menjadi amilum kosentris, jika hilus berada di tengah,
dan amilum eksentris, jika hilus berada di tepi.
Berdasarkan jumlah hilusnya, amilum dapat dibedakan menjadi butir amilum
tunggal, setengah majemuk, dan majemuk. Disebut butir amilum tunggal jika pada sebutir
amilum terdapat sebuah hilus, disebut butir amilum setengah majemuk jika terdapat dua
hilus yang masing-masing dikelilingi oleh lamella, tetapi kemudian terbentuk lagi lamella
yang mengelilingi seluruhnya, dan disebut amilum majemuk jika tiap butir mempunyai
lebih dari satu hilus dan hilus-hilus ini dikelilingi oleh lamella masing-masing.
Karakteristik ini dapat diketahui dengan melakukan identifikasi terhadap amilum.
Pada percobaan ini, dilakukan identifikasi terhadap amilum dari secara
makroskopik, mikroskopis dan kimiawi. Secara makroskopik bertujuan untuk mengetahui
warna dan bau amylum pada masing - masing sampel. Secara mikroskopik bertujuan
untuk mengetahui bentuk, ukuran, hilus, lamella, gambar dan tipe amylum pada masingmasing sampel. Identifikasi ini dilakukan dengan mengamati serbuk pati yang telah diberi
aquadest menggunakan mikroskop. Sedangkan secara kimiawi, bertujuan untuk
mengidentifikasi berbagai macam kandungan zat yang terdapat dalam amylum masingmasing sampel.

Analisis Kualitatif Simplisia Pati (Amylum)

Page 12

Sampel yang diidentifikasi amylumnya adalah amylum oryzae (pati beras),


amylum tritici (pati gandum),amylum manihot (pati singkong), dan amylum maydis (pati
jagung). Identifikasi secara makroskopik dilakukan dengan menggunakan tanpa alat,
cukup dengan mengamati warna dan bau pada masing - masing amylum. Dari hasil
pengamatan diketahui bahwa amylum oryzae, amylum tritici, amylum manihot, dan
amylum maydis mendapatkan hasil yang sama yaitu warna putih dan tidak berbau.
Identifikasi secara mikroskopis dilakukan dengan membasahi serbuk pati dengan
aquadest pada objek glass dan ditutup dengan cover glass kemudian diamati menggunakan
mikroskop. Dari hasil pengamatan diketahui bahwa amylum oryzae (pati beras) memiliki
bentuk butir bersegi banyak, ukurannya 5 m. Tipe hilusnya adalah ditengah tidak terlihat
dan tidak ada lamella konsentris. Pada amylum tritici (pati gandum) menghasilkan bentuk
berupa lensa bundar atau jorong, ukurannya 20 m. Hilus berada ditengah tidak jelas
berupa titik atau celah dan lamella titik jelas. Pada amylum manihot (pati singkong)
dengan bentuk berupa butir tunggal, agak bulat atau bersegi banyak butir kecil, ukurannya
20 m. Pada hilusnya terdapat ditengah berupa titik, garis lurus atau bercabang tiga dan
lamella titik jelas. Pada amylum maydis (pati jagung) yaitu berupa bentuk berupa butir
bersegi banyak, ukurannya 20 m. Pada hilusnya terdapat ditengah berupa rongga yang
nyata dan tidak ada lamella. Tujuan dilakukannya identifikasi amilum secara mikroskopis
agar lebih mengetahui bentuk-bentuk yang khas dari masing-masing amylum pada sampel
sehingga kedepannya akan lebih memudahkan dalam membuat sediaan farmasi.
Pada identifikasi secara kimiawi, serbuk pati sampel diletakkan pada kaca arloji
dan ditambahkan beberapa tetes larutan Iodium (I2). Penambahan ini berfungsi untuk
mengidentifikasi ada tidaknya kandungan karbohidrat dalam amylum sampel. Parameter
adanya karbohidrat ditandai dengan perubahan warna larutan menjadi biru hingga biru
kehitaman. Semakin banyak kandungan karbohidrat dalam amylum, maka warnanya
semakin biru kehitaman. Timbulnya warna ini disebabkan karena terbentuknya kompleks
antara amilum pada sampel dengan iodium yang menyebabkan warna larutan yang
mengandung karbohidrat berubah menjadi biru. Pada sampel amylum yang diidentifikasi,
amylum oryzae, amylum tritici, amylum manihot, dan amylum maydis menghasilkan
perubahan warna menjadi

coklat kehitaman setelah ditetesi larutan I 2. Hal ini

menunjukkan bahwa masih terdapat amylum yang terkandung di dalamnya berada dalam
keadaan rusak sehingga tidak menunjukkan perubahan warna yang sesuai dengan teorinya.

Analisis Kualitatif Simplisia Pati (Amylum)

Page 13

Fungsi amilum dalam dunia farmasi tergolong banyak dan penting. Sebagai bahan
pembantu dalam pembuatan sediaan farmasi yang meliputi bahan pengisi tablet, bahan
pengikat, dan bahan penghancur. Sementara suspensi amylum dapat diberikan secara oral
sebagai antidotum terhadap keracunan iodium dam amylum gliserin biasa digunakan
sebagai emolien dan sebagai basis untuk supositoria.
Sebagai amylum normal, penggunaanya terbatas dalam industri farmasi. Hal ini
disebabkan karakteristiknya yang tidak mendukung seperti daya alir yang kurang baik,
tidak mempunyai sifat pengikat sehingga hanya digunakan sebagai pengisi tablet bagi
bahan obat yang mempunyai daya alir baik atau sebagai musilago, bahan pengikat dalam
pembuatan tablet cara granulasi basah.

VII. KESIMPULAN
Dari percobaan yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan antara
amylum tumbuhan satu dengan yang lainnya. Bentuk amylum ada yang kosentris atau
eksentris, selain itu ada yang tunggal, setengah majemuk, dan majemuk. Macam-macam
bentuk amilum ini biasa digunakan dalam bidang farmasi, misalnya sebagai bahan pengisi
tablet, bahan pengikat, dan bahan penghancur. Karakteristik amylum dapat diketahui dengan
melakukan identifikasi baik secara makroskopik, mikroskopis dan kimiawi.

Analisis Kualitatif Simplisia Pati (Amylum)

Page 14