Anda di halaman 1dari 12

A.

Organisasi Sebagai Sistem Terbuka dan Tertutup


Teori

Organisasi adalah suatu disiplin ilmu yang mempelajari

bagaimana seharusnya perilaku tingkat individu, tingkat kelompok,


serta dampaknya terhadap kinerja (baik kinerja individual, kelompok,
maupun organisasi). Perilaku organisasi juga dikenal sebagai Studi
tentang organisasi. Studi ini adalah sebuah bidang telaah akademik
khusus yang mempelajari organisasi, dengan memanfaatkan metodemetode dari ekonomi, sosiologi, ilmu politik, antropologi dan psikologi.
Disiplin-disiplin lain yang terkait dengan studi ini adalah studi tentang
Sumber daya manusia dan psikologi industri serta perilaku organisasi.
Ada dua pola sistem dalam organisasi yakni :
1. closed system (sistem tertutup)
2. open system (sistem terbuka)
1) Sistem Tertutup ( Closed System )
Sistem ini dasar pemikirannya banyak dipengaruhi oleh ilmuan
ilmuan fisika dan diterapkan pada suatu system yang mekanistis.
Konsentrasinya pada hal hal yang internal. Model ini satu satunya
model yang lama sekali mempengaruhi pemikiran dalam administrasi
Negara antara lain : model Birokratis , model Hierarki , model
Formal ,model Rasional dan model mekanistis.
Sifat yang menonjol dari system tertutup adalah adanya
kecendrungan yang kuat untuk bergerak mencapai keseimbangan dan
entropi yang statis.
Karakteristik lain yang dapat dipergunakan untuk mengenal
system tertutup ini seperti yang dikatakan oleh Tom Burns dan G.M
Stalker adalah :
a) Tugas rutin terjadi dalam keadaan yang stabil
b) Adanya pembagian tugas
c) Sarana

d) Konflik di dalam organisasi diselesaikan dari atasan


e) Pertanggungjawaban
f) Rasa tanggung jawab dan loyalitas seseorang diberikan kepada
subunit birokrasi yang telah dibebankan kepadanya
g) Organisasi dipahami sebagai suatu struktur hierarki
h) Pengetahuan hanya inklusif berada pada pucuk

hierarki

( pimpinan )
i) Interaksi diantara orang orang dalam organisasi cendrung
vertical
j) Gaya interaksidiarahkan untuk mencapai kepatuhan , komando
dan hubungan yang jelas antara atasan dan bawahan
k) Loyalitas dan kepatuhan pada seorang atasan dan organisasi
pada umumnya sangat ditekankan
l) Pristise dalah pelekat didalamnya , yakni bahwa kedudukan
seseorang itu didalam organisasi sangat ditentukan oleh kantor
dan derajat seseorang
Dapat diambil kesimpulan bahwa sistem tersebut menekankan
adanya keteraturan dan keajengan seperti mesin pabrik yang bergerak
berdasarkan aturannya untuk menjaga adanya kestabilan. Max Weber
menyebutnya tipe ideal dari suatu organisasi. Suatu tipe ideal adalah
bahwa organisasi itu berusaha untuk menjadi apa yang seharusnya
terjadi
Sistem tertutup ini dinamakan pula sebagai sistem yang klasik
atau tradisional. Artinya bukan lagi tidak dipakai melainkan sudah ada
system yang lebih baru. Sistem ini masih dianggap penting sampai
sekarang .
2) Sistem Terbuka ( Open System )
Kalau system organisasi tertutup banyak berpengaruh pada
administrasi Negara , maka system terbuka mempunyai pengaruh
pada administrasi perusahaan, walaupun administrasi Negara juga
menggunakan system ini . Model system terbuka pun banyak nama
samarannya seperti : Collegial, Competitive, Freemarket, Informal,
Natural dan Organic dan dikelompokkan atas 3 aliran seperti aliran

Human Relation, Aliran pengembangan organisasi ( Organizitional


Development ), dan aliran organisasi yang mengutamakan adanya
interaksi hubungan yang berkelangsungan dengan lingkungan.
Dalam pengertian umum , sistem ini lebih menekankan saling
hubungan dan saling ketergantungan antara unsur unsur organisasi
yang bersifat social dan teknologi. Organisasi dipertimbangkan sebagai
serangkaian variabel yang saling berhubungan sehingga jika salah satu
variable berubah menyebabkan berubahnya variabel lainnya.
Karakteristik dari sistem terbuka menurut Burns dan Stalker
merupakan kebalikan dari karakteristik dari system tertutup yang
sebagai berikut :
1) Tugas yang tidak rutin berlangsung dalam kondisi yang tidak
stabil
2) Pengetahuan spesialis menyebar pada tugas tugas pada
umumnya
3) Hasil lebih diutamakan
4) Konflik didalam organisasi diselesaikan dengan interaksi antara
teman sejawat
5) Pencairan pertanggung jawaban ditekankan
6) Rasa pertanggungjawaban dan loyalitas seorang adalah pada
organisasi secara keseluruhan
7) Organisasi dipandang sebagai struktur network yang merembes
8) Pengetahuan atau informasi dapat berada dimana saja dalam
organisasi
9) Interaksi diantara orang orang didalam organisasi cendrung
bergerak horizontal
10)
Gaya interaksi yang diarahkan untuk mencapai tujuan
lebih bersifat saran dibandingkan pemberian instruksi
11)
Hasil tugas dan pelaksanaan kerja yang baik diutamakan
12)
Prestise ditentukan dari pihak lua

B. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Organisasi


Terdapat berbagai alasan mengapa seorang individu selalu
berkomitmen terhadap apa yang ia inginkan dan tetap tinggal dalam
sebuah organisasi yang ia tempati. Faktor-faktor yang mempengaruhi
tersebut dapat berasal dari individunya sendiri dan dari organisasi.

Misalnya individu yang telah berada dalam suatu organisasi lebih dari
dua tahun, dan individu yang memiliki keinginan untuk berkembang,
memiliki komitmen organisasi yang tinggi dibanding dengan individu
yang baru masuk didalam suatu organisasi.
Berikut merupakan beberapa faktor

yang

mempengaruhi

organisasi adalah:
1. Faktor Pribadi
a) Faktor personal, misalnya usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan,
pengalaman kerja dan kepribadian
b) Pengalaman kerja. Pengalaman kerja seorang karyawan sangat
berpengaruh

terhadap

tingkat komitmen karyawan

pada

organisasi. Karyawan yang baru beberapa tahun bekerja dan


karyawan yang sudah puluhan tahun bekerja dalam organisasi
tentu memiliki tingkat komitmen yang berlainan
2. Faktor dalam Organisasi
a) Karakteristik pekerjaan, misalnya lingkup jabatan, tantangan
dalam pekerjaan, konflik peran, tingkat kesulitan dalam pekerjaan
b) Karakteristik struktur, misalnya besar kecilnya organisasi, bentuk
organisasi,

kehadiran

serikat

pekerjan,

dan

tingkat

pengendalian yang dilakukan organisasi terhadap karyawan


c) Nilai-nilai kemanusiaan. Pondasi yang utaman dalam membangun
komitmen karyawan adalah adanya kesungguhan dari organisasi
untuk bisa memprioritaskan nilai-nilai kemanusiaan.
d) Komunikasi dua arah yang komprehensif. Komitmen organisasi
dibangun

atas

dasar

kepercayaan,

dan

kepercayaan

pasti

membutuhkan komunikasi dua arah. Tanpa adanya komunikasi

dua arah mustahil komitmen organisasi dapat dibangun dengan


baik.
e) Rasa kebersamaan dan kerukunan. Penelitian yang dilakukan oleh
Kantar (dalam Dessler, 1995) menemukan bahwa seperti dalam
masyarakat utopis, organisasi yang ingin meraih kebersamaan,
seluruh faktor ini bersama-sama menciptakan rasa senasip dan
kerukunan, yang pada tahap selanjutnya memberi kontribusi pada
komitmen karyawan.
f) Visi dan Misi. Dessler (1995) menyatakan bahwa pwmimpin dapat
memberi inspirasi bagi tumbuhnya performansi dan komitmen
karyawan yang tinggi dengan cara memberi kesempatan pada
karyawan untuk dapat mengerti dan memahami visi dan misi
bersama dalam sebuah organisasi.
g) Nilai sebagai dasar perekrutan. Nilai personal merupakan dasar
kesesuaian seseorang untuk menunjukkan kesesuaian dengan
organisasi.
h) Kestabilan kerja. Karyawan dengan kestabilan yang tinggi akan
memperoleh komitmen organisasi yang tinggi pula.
i) Pengahayatan finansial. Herzberg et.al (1959) menyatakan bahwa
faktor hygiene seperti gaji hanya akan menghasilkan motivasi
dalam jangka yang pendek. Oleh karena itu insentif yang
diberikan kepada individu yang telah berhasil melampaui target
dari apa yang ditetapkan perlu dihargai jerih payah kerja
kerasnya.
3. Faktor Luar Organisasi

Persaingan global dalam

hal sumber daya manusia, artinya

seluruh individu saling bersaing secara global dalam meni


ngkatkan keahlian atau skill dalam bidang tertentu sesuai dengan
kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.

C. Istilah-istilah Organisasi
Manusia adalah mahluk social yang cenderung untuk hidup
bermasyarakat serta mengatur dan mengorganisasi kegiatannya dalam
mencapai sautu tujuan tetapi karena keterbatasan kemampuan
menyebabkan mereka tidak mampu mewujudkan tujuan tanpa adanya
kerjasama. Hal tersebut yang mendasari manusia untuk hidup dalam
berorganisasi.
Organisasi (dalam

bahasa

Yunani: , organon

alat)

adalah suatu kelompok orang dalam suatu wadah untuk tujuan


bersama. Organisasi dapat terbentuk karena adanya visi dan misi serta
tujuan yang sama sekelompok orang tehadap masyarakat.
Organisasi bukan sekadar kumpulan orang dalam kelompok
atau jamaah tertentu. Tetapi organisasi mempunyai dua atribut inti
yakni sekumpulan orang dan sistem. Sistem adalah kesatuan nilai
integral yang dianut dan dipatuhi untuk dijalani bersama agar
mencapai tujuan bersama (bukan sekadar tujuan yang sama).

Definisi tentang Organisasi menurut beberapa ahli :

Menurut ERNEST DALE : Organisasi adalah suatu proses perencanaan


yang meliputi penyusunan, pengembangan, dan pemeliharaan suatu

struktur atau pola hubunngan kerja dari orang-orang dalam suatu kerja
kelompok.

Menurut CYRIL SOFFER : Organisasi adalah perserikatan orang-orang


yang masing-masing diberi peran tertentu dalam suatu system kerja
dan pembagian dalam mana pekerjaan itu diperinci menjadi tugastugas, dibagikan kemudian digabung lagi dalam beberapa bentuk
hasil.

Menurut KAST & ROSENZWEIG : Organisasi adalah sub system teknik,


sub system structural, sub system pshikososial dan sub system
manajerial dari lingkungan yang lebih luas dimana ada kumpulan
orang-orang berorenteasi pada tujuan.

Menurut STONER : organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan


yang

melalui

mana

orang-orang

di

bawah

pengarahan

atasan

mengejar tujuan bersama.

Menurut JAMES

D.

MOONEY : organisasi

adalah

bentuk

setiap

perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.


Secara konseptual ada dua batasan yang perlu dikemukakan di
sini, yakni istilah organization sebagai kata benda dan organizing
(pengorganisasian) sebagai kata kerja, menunjukkan pada rangkaian
aktivitas yang harus dilakukan secara sistematis.
Organisasi

adalah

suatu

sistem,

mempunyai

struktur

dan

perencanaan yang dilakukan dengan penuh kesadaran, di dalamnya


orang-orang bekerja dan berhubungan satu sama lain dengan suatu
cara yang terkoordinasi, kooperatif, dan dorongan-dorongan guna
mencapai

tujuan-tujuan

yang

telah

ditetapkan

(Beach,

1980;

Champoux, 2003).Apabila kita membicarakan organisasi sebagai suatu


sistem, berarti memandangnya terdiri dari unsur-unsur yang saling
bergantungan dan di dalamnya terdapat sub-sub sistem. Sedangkan

struktur di sini mengisyaratkan bahwa di dalam organisasi terdapat


suatu kadar formalitas dan adanya pembagian tugas atau peranan
yang harus dimainkan oleh anggota-anggota kelompoknya.
Istilah

organisasi

dapat

pula

diartikan

sebagai

suatu

perkumpulan atau perhimpunan yang terdiri dari dua orang atau lebih
punya

komitmen

bersama

dan

ikatan

formal

mencapai

tujuan

organisasi, dan di dalam perhimpunannya terdapat hubungan antar


anggota dan kelompok dan antara pemimpin dan angota yang
dipimpin atau bawahan (Beach and Reinhartz, 2004; Bush and
Middlewood, 2005).
Dari kedua definisi di atas, dapat dinyatakan betapa pentingnya
organisasi

sebagai

melaksanakan

alat

segala

administrasi

dan

kebijakan/keputusan

manajemen
yang

dibuat

dalam
pada

tingkatan administratif maupun manajerial. Dalam hubungan ini,


hakiki organisasi dapat ditinjau dari dua sudut pandangan. Pertama,
organisasi dipandang sebagai wadah, tempat di mana kegiatan
administrasi dan manajemen dilaksanakan. Kedua, sebagai proses
yang berusaha menyoroti interaksi (hubungan) antara orang-orang
yang terlibat di dalam organisasi itu.

D. Unsur-Unsur Organisasi
Teori organisasi memiliki beberpa unsur antara lain:
1. Manusia ( MAN )
dalam kehidupan organisasi atau ketatalembagaan sering disebut
dengan istilah pegawai atau personnel. Pegawai atau personnel terdiri
dari semua anggota atau warga organisasi, yang menurut fungsi dan

tingkatannya terdiri dari unsur pimpinan (administrator) sebagai unsur


pimpinan tertinggi dalam organisasi.

2. Kerjasama
kerjasama merupakan suatu perbuatan bantu-membantu akan suatu
perbuatan yang dilakukan secara bersama-sama untuk mencapai
tujuan bersama. Oleh karena itu, semua anggota atau semua warga
yang

menurut

tingkatan-tingkatannya

dibedakan

menjadi

administrator, manajer, dan pekerja (workers), secara bersama-sama


merupakan kekuatan manusiawi (man power) organisasi.

3. Tujuan Bersama
tujuan

merupakan

arah

atau

sasaran

yang

dicapai.

Tujuan

menggambarkan tentang apa yang akan dicapai atau yang diharapkan.


Tujuan merupakan titik akhir tentang apa yang harus dikerjakan.
Tujuan juga menggambarkan tentang apa yang harus dicapai melalui
prosedur, program, pola (network), kebijaksanaan (policy), strategi,
anggaran (budgeting), dan peraturan-peraturan (regulation) yang telah
ditetapkan.

4. Peralatan ( EQUIPMENT )
unsur yang keempat adalah peralatan atau equipment yang terdiri dari
semua sarana, berupa materi, mesin-mesin, uang, dan barang modal
lainnya.

5. Lingkungan ( EVIRONMENT )

faktor lingkungan misalnya keadaan sosial, budaya, ekonomi, dan


teknologi. Termasuk dalam unsur lingkungan, antara lain :

a) Kondisi atau situasi yang secara langsung maupun secara tidak


langsung

berpengaruh

terhadap

daya

gerak

kehidupan

organisasi, karena kondisi atau situasi akan selalu mengalami


perubahan.
b) Tempat atau lokasi, sangat erat hubungannya dengan masalah
komunikasi

dan

transportasi

yang

harus

dilakukan

oleh

organisasi.
c) Wilayah operasi yang dijadikan sasaran kegiatan organisasi.
Wilayah operasi dibedakan menjadi :
1) Wilayah kegiatan, yang menyangkut jenis kegiatan atau
macam kegiatan apa saja yang boleh dilakukan sesuai
dengan tujuan organisasi.
2) Wilayah personil, menyangkut semua pihak (orang-orang,
badan-badan)

yang

mempunyai

hubungan

dan

kepentingan dengan organisasi.

6. Kekayaan Alam
Yang termasuk dalam kekayaan alam ini misalnya keadaan iklim,
udara, air, cuaca (geografi, hidrografi, geologi, klimatologi), flora dan
faun.