Anda di halaman 1dari 25

23 MARET 2013

SMART BRAIN ENERGY

Buletin Kegiatan Sosialisasi

Dukungan IKA Unpad Peduli, Fak. Psikologi UNIKA Atmajaya dan Dept.
Neurologi RSCM - FKUI, mewujudkan kegiatan sosialisasi Program
MOTOR to COGNITIVE dari Smart Brain Energy.
Model aktifitas stimulasi yang dikembangkan oleh anggota Education &
Human Development Neuroscience Society ini, adalah upaya ikut
mencerdaskan bangsa.
Target diselenggarakannya acara ini, untuk memicu pemanfaatan
model aktifitas Alfabet Engram Kinestetik di sekolah dan kelompok2
masyarakat secara kreatif dengan manfaat kebugaran dan stimulasi
otak secara berkesinambungan.

Smart Brain Energy


www.smartbrainenergy.blogspot.com
021-402 431 11
@checkonsbe

Dept. Neurologi RSCM FKUI


Mendukung kegiatan yang
mengutamakan gerak, karena
perkembangan gerak pada
remaja sekarang tidak lagi
optimal. Gerak cenderung
spontan segera setelah ada
stimulus, dimana seharusnya
remaja sudah mengembangkan
proses berpikir, sehingga gerak
sebagai respon stimulus melalui
tahapan observasi, analisa
kemudian keputusan gerak.
Kematangan proses
perkembangan motorik
berpengaruh besar terhadap
kematangan kognitif.
Remaja harus dilatih untuk
melakukan proses berpikir sigap
yang bertahap.
Kegiatan ini adalah bentuk
Applied Neuroscience yang
berguna untuk mengingkatkan
kualitas manusia.

Pembukaan acara dengan tari Aceh, Rapai


Geleng.
Tari Aceh Rapai Geleng, dapat dikaji dari sudut
neurosains pada topik:
konsep visuospatial
fokus dan memory
kepekaan auditory dan gerak
rangkaian deret hitung yg digunakan
(aritmetika)
koordinasi dan keseimbangan

lateralisasi otak
Dilatih oleh Arum Puspitarini, SPsi yang pernah
mengikuti program Indonesia Mengajar. Kini
berupaya mengembangkan seni tari dalam
konsep stimulasi bukan hanya dari sudut pandang
seni.

Togu Pardamean, penyusun gerak dan pemilik


konsep Gym for Youth - Smart Brain Energy.
Latar belakang Pelatih kebugaran dengan
ketrampilan khusus untuk pola gerak berbasis
neurosains

Engram adalah pola.


Pengulangan yang menimbulkan jejas berupa memori.
Engram adalah jalinan sinaps antar sel saraf, semakin tebal
semakin kuat respon terhadap panggilan memori

Prof. DR. Firmansyah Dlis, MPd, guru besar


bidang Keolahragaan UNJ, adalah konsultan dan
pendukung yang terus mendorong
pengembangan konsep Engram Kinestetik.

Tim inti penyusun Engram Kinestetik, Dr. Adre Mayza, SpS (K), Prof.DR.Firmansyah Dlis, MPd., Anne
Gracia RK (Penggagas Engram Kinestetik), Fahmy Fachrezzy, MPd., Togu Pardamean (Penyusun gerak).

Undangan dan Tamu dari kalangan akademisi,


spesialis saraf, guru pendamping siswa, orang tua
siswa pemerhati perkembangan pendidikan.

Dukungan UNIKA Atmajaya Fak. Psikologi dan IKA


Unpad Peduli Generasi Muda, membuat kegiatan
23 Maret 2013 dapat diselenggarakan.
Selamat & sukses!..Ini buah perjuangan yg tak
kenal lelah dan komitmen yg tinggi.
Congratulations Smart Brain Energy
(Ticke Soekrani Ketua program IKA Unpad
Peduli)

Engram Kinestetik
Bertujuan melakukan penelusuran memori pada gerak di
otak dan di ujung saraf otot (motor end plate)
Sekaligus memberi manfaat koreksi yang harus dilakukan
100x lebih banyak dibandingkan pencatatan memori lama

Sekolah peserta kegiatan mendapat kenang-kenangan dari Trax FM, media partner pendukung utama
dalam kegiatan ini, disaksikan Didot Vitali (Manager Trax FM). Diberikan sertifikat tanda keikutsertaan
dari Smart Brain Energy diserahkan oleh Togu Pardamean.

Ikut menyaksikan pendukung dari akademisi dan para ahli,


Dekan Fakultas Psikologi UNIKA Atmajaya, Prof. DR. Firmansyah Dlis, MPD., Dr.Adre Mayza, SpS (K),
Prof.DR.Dr.Soemarmo Markam, SpS(K)., Prof.DR.Soeprapti, MPsi., Dr. Yuda Turana, SpS.

Mahasiswa jurusan Ilmu Keolahragaan non Pendidikan dan jurusan Pendidikan Jasmani Pendidikan,
mengisi waktu libur mereka sebagai relawan di kegiatan ini yang sekaligus memperkaya pengetahuan
dari sudut pandang neurosains.
Setiap sekolah peserta kegiatan didampingi untuk melakukan aktifitas Engram Kinestetik. Banyak kesan
dari dinamika kebersamaan sejak 1 Februari 2013 yang telah terjadi.

10

Para fasilitator juga menjalani hari-hari latihan yang berbobot, termasuk circuit training yang berisi
latihan berkesinambungan untuk memicu kesigapan, mengukur kemampuan otot.
Menjadi model bagi remaja berarti melakukan yang benar, ini pemahaman yang ditanamkan pada para
fasilitator. Postur, gerak, perilaku, tata bicara, kesantunan, ekspresi dan metode motivasi.

11

Jamil Koordinator Lapangan Kegiatan Sosialisasi


Neti Koordinator Fasilitator

12

Kolaborasi :

Univ. Indonesia

Univ. Atmajaya

Univ. Padjadjaran

Univ. Negri Jkt

Univ. Al Azhar

13

Pesan para undangan jangan menjadi kegiatan sesaat, lanjutkan sampai ke pelosok Indonesia.

14

Bersiap sebelum kegiatan dimulai, ceria, canda, kadang serius mengingat gerak. Mengeja huruf dalam
kata-kata tak selalu lagi mudah.

15

Fasilitator dan panitia mahasiswa fakultas psikologi Atmajaya tak pernah meninggalkan peserta, ini
model pendampingan solid yang dibutuhkan remaja dalam perjalanan proses pendewasaan dan
kemandirian mereka.

16

SMA CHARTAR BUANA

SMA SLAMET RIADI

SMAN 99

SMAN 7

SMA MARIE JOSEPH

SMAN 5

17

SMA PURNAMA

SMA 17 Agustus 1945

Penampilan terbaik dihasilkan dari


latihan berulang yang BENAR,
upaya tanpa bosan untuk
memperbaiki memori dan bentuk
gerak

SMA Pelita 3 Rawamangun

Prof. Dr. Soemarmo Markam, SpS


menyebut aktifitas ini dengan sebutan
Menulis dengan Tubuh, aktifitas ini
diterima beliau sebagai konsep original
yang bisa memberi harapan untuk
menyeimbangkan kecerdasan majemuk
dengan kecerdasan kognitif (deklaratif).

18

Doa agama Katolik Kemuliaan dibawakan dengan pengejaan huruf demi huruf selama 10 menit.
Menghadirkan ungkapan kesadaran, fokus dan sekaligus olah tubuh yang menyempurnakan niat
persatuan dengan Sang Khalik.

19

SMART BRAIN ENERGY


Rancangan kegiatan mengajak Anak dan Remaja untuk berlatih aktifitas stimulasi engram kinestetik
untuk kebugaran dan kecerdasan. Setelah mengalami dan mengenal stimulasi dan petunjuknya, dapat
membuat kelompok di sekolah masing2 atau di komunitasnya untuk melakukan aktifitas stimulasi
engram kinestetik.
Kegiatan ini berlaku untuk semua anak dan remaja yang justru tidak pernah aktif olahraga atau
kesenian. Gerak harus ditingkatkan untuk kesembangan stimulasinya. Gerak lebih dikenal sebagai
kesulitan, pengalih konsentrasi. Seharusnya gerak adalah stimulus kecerdasan.

GYM FOR YOUTH


Adalah sebuah sarana bagi anak dan remaja untuk menggapai kecerdasan. Bukan sekedar kecerdasan
akademik, melainkan kecerdasan yang dihasilkan dari otak yang seimbang berfungsi dengan kecepatan
koordinasi dalam ekspresi gerak dan keputusan.
Kunci stimulasi bagi otak yang memiliki pembagian area di setiap struktur lapisan terluar tanpa
melepaskan keterkaitan dengan bagian otak tengah, otak kecil, batang otak dan medula spinata.
Stimulus yang komprehensif dengan memperhatikan perkembangan dan pematangan sel saraf dan sel
otak serta setiap organ secara simultan.
Setiap anak pintar dan unik, masalah terbesar pada rata-rata anak adalah fungsi otak tidak mengalami
stimulasi cukup dan tidak mendapat kesempatan memiliki kaitan yang erat dengan struktur lain untuk
menghasilkan fungsi yang komprehensif.
Yang dilakukan adalah :

1. Melakukan penelusuran latar belakang mulai proses pembentukan embryo melalui kuesioner
2. Mengawal perkembangan struktur otak di usia 0 18 tahun dengan pedoman aktifitas rutin
3.
4.
5.
6.
7.

Menelusuri fungsi-fungsi struktur otak yang sudah berkembang di usia 5 18 tahun dengn tes
Menelusuri keterkaitan struktur otak yang menghasilkan fungsi bersama dengan tes
Menemukan fungsi yang belum berkembang di usia 6 18 tahun dengan tes
Melakukan stimulasi untuk pengembangan fungsi dan keterkaitan fungsi dengan aktifitas rutin
Melakukan restorasi jika diperlukan untuk koreksi sel saraf khusus di sarana neurologi

20

Gerakan sebagai dasar untuk belajar


Proses Belajar semua terhubung dalam beberapa cara untuk kontrol gerakan. Membaca, misalnya,
tergantung pada perkembangan gerakan mata yang stabil. Menulis melibatkan koordinasi antara tangan
dan mata dan menyalin membutuhkan penyesuaian ulang posisi kepala dan jarak fokus. Masing-masing
kegiatan ini bisa menyentuh keterampilan motorik yang berbeda dan kemampuan postural.
Gerakan juga merupakan komponen integral dari perilaku. Hanya untuk duduk saja anak-anak harus
dapat menghambat gerakannya dan mempertahankan postur stabil atau dengan kata lain akan ada
kebutuhan konstan untuk posisi gelisah, menggeliat dan berubah yang menjadi upaya besar bagi anak.
Dalam hal integrasi sosial, hingga 90 persen komunikasi didasarkan pada non-verbal aspek bahasa
seperti postur, kontak gerakan, mata dan nada suara. Anak-anak yang memiliki masalah dalam
mengendalikan tubuh mereka sendiri sering mengalami kesulitan membaca bahasa tubuh orang lain dan
tidak tepat untuk merespon isyarat-isyarat sosial. Hal ini dapat merepotkan orang dewasa serta
membuat anak sasaran empuk untuk digoda dan intimidasi di antara rekan-rekan.
Kemampuan untuk tetap diam sebagian bergantung pada mekanisme keseimbangan yang harus
berfungsi dengan baik. Keseimbangan yang baik memungkinkan kita untuk tetap diam atas dasar
landasan sempit. Bila keseimbangan tidak stabil kita cenderung untuk memperluas tumpuan kita. Jika
berdiri, dengan menempatkan kaki lebih lanjut selain menggunakan tangan kita membantu
keseimbangan dengan meningkatkan kecepatan atau jumlah gerakan. Anak-anak sering dapat
mengkompensasi masalah keseimbangan selama mereka bisa tampil di kecepatan tetapi memiliki
kesulitan atau 'menyerah' pada kondisi saat mereka diminta untuk memperlambat. Ini mungkin juga
anak-anak yang mengalami kesulitan duduk diam dan memperhatikan.

Mengembangkan postur dan koordinasi


Pelajaran pertama dalam postur dimulai saat lahir ketika bayi mengalami kekuatan penuh gravitasi
untuk pertama kalinya. Kemudian bayi rata-rata perlu 12 bulan untuk mengembangkan otot,
keseimbangan, dan koordinasi motorik sensorik-untuk berdiri sendiri dengan kedua kaki.
Sikap tegak bukan hanya kemampuan bawaan ditanamkan dalam otak dari saat konsepsi. Hal ini juga
merupakan hasil dari pola gerakan yang tak terhitung jumlahnya yang dilakukan oleh anak berkembang
dalam 21 bulan pertama setelah konsepsi. Banyak dari gerakan dibawa dalam diri mereka merupakan
jejak gerakan nenek moyang kita, evolusioner dari ikan seperti gerakan yang dibuat dalam rahim melalui
merangkak (reptil), merayap (mamalia) dan 'jelajah' (primata) pada dua kaki. Setiap gerakan membantu
untuk memperkuat hubungan antara tubuh dan otak. Pengalaman gerakan membantu untuk
membangun arsitektur otak dengan memperkuat jalur antara saraf dan daerah asosiasi, yang akhirnya
menyediakan platform yang stabil untuk persepsi yang koheren.

21

Perkembangan Refleks
Banyak gerakan yang dibuat pada bulan-bulan pertama kehidupan adalah gerakan refleksif. Refleks
merupakan respon stereotip terhadap rangsangan tertentu dan dilakukan tanpa keterlibatan sadar.
Refleks pertama, yang dikenal sebagai 'primitif' refleks, seperti pegang bayi dan refleks mengisap, secara
bertahap terhambat oleh otak berkembang dalam enam bulan pertama kehidupan akan digantikan oleh
'postural' refleks. Refleks postural memberikan dasar untuk kontrol sadar postur, keseimbangan dan
koordinasi dalam lingkungan berbasis gravitasi.
Jika transisi dari primitif ke postural refleks tidak selesai dalam tiga setengah tahun pertama kehidupan,
anak akan mengalami masalah dengan keseimbangan dan koordinasi. Keseimbangan dan refleks
mengisap, misalnya, dapat mengganggu perkembangan bicara yang jelas sebagai kontrol dari otot-otot
di bagian depan mulut yang terpengaruh, dan posisi lidah. Refleks menggenggam dapat mempengaruhi
genggaman pensil ketika mencoba untuk menulis karena jempol terkait di bawah jari-jari ketika pena
atau pensil ditempatkan di antara jempol dan telunjuk.
Refleks lain yang terhubung ke fungsi mekanisme keseimbangan mempengaruhi aspek-aspek tertentu
dari pembelajaran. Mekanisme keseimbangan yang terletak di telinga bagian dalam terhubung ke pusatpusat di otak yang terlibat dalam pengendalian tubuh, gerakan mata dan regulasi dan modulasi output
gerak.
Untuk mekanisme berfungsi dengan baik keseimbangan juga diperlukan guna memahami sensasi arah
refleks tonik leher asimetris yang dapat mempengaruhi tulisan tangan, gerakan mata horizontal dan
pengembangan lateralitas (penggunaan dari sisi yang sama untuk mata kaki tangan, dan telinga). Refleks
tonik leher simetris mempengaruhi koordinasi antara bagian atas dan bawah tubuh, berhubungan
dengan sebagian otot dan sering dapat dilihat pada anak yang memiliki postur duduk yang buruk dan
yang cenderung merosot di meja saat menulis.
Jika Anda pernah melihat bayi di tempat tidur, Anda mungkin telah melihat mereka melakukan sedikit
goyang, gerakan ritmis. Gerakan-gerakan yang terprogram dalam otak bayi (refleks primitif) dan sangat
penting untuk perkembangan otak yang sehat. Semua bayi lahir dengan refleks primitif. Refleks primitif
adalah apa yang membuat bayi mulai mengangkat kepalanya, berguling, meletakkan segala sesuatu di
mulutnya, batu di tangan dan lutut, merangkak, dan akhirnya berjalan. Kadang-kadang bayi melewatkan
salah satu tahap perkembangan, menyebabkan masalah di kemudian hari.

Retensi Refleks
Refleks primitif yang tertahan (tidak menghilang) pada tahapan perkembangan dapat menimbulkan
masalah seperti :

saat seorang anak memutar kepalanya untuk melihat halaman, lengannya akan ingin
memperpanjang dan jari-jari akan ingin membuka. Memegang dan bekerja pena atau pensil
untuk waktu yang lama akan membutuhkan upaya besar. Hal ini menyebabkan genggaman

22

pensil sangat berat dan ketegangan dalam tubuh. Semua energi ini sekarang akan menjadi
penulisan dan perhatian mengalihkan perhatian dari isi tulisan. Beberapa anak-anak belajar
untuk mengkompensasi dengan menulis kemiringan mungkin dalam arah yang berbeda dari satu
sisi halaman yang lain sehingga anak dapat memutar halaman sebanyak 90 derajat ketika
menulis dalam upaya untuk "mengakomodasi" efek refleks.
kesulitan penelusuran - ketika membaca mata, tidak bergerak dengan lancar dari satu sisi
halaman yang lain, mata mereka sering melompat membaca bagian lain. Hal ini dapat
mengakibatkan kehilangan momen membaca Anda, kehilangan akurasi dan kehilangan
pemahaman.

ENGRAM KINESTETIK
Engram sering disebut sebagai jaringan neural oleh komunitas ilmuwan, fragmen atau bagian dari
memori, dan bagaimana memori disimpan. Keberadaan engram tidak diperdebatkan namun bagaimana
cara beroperasinya dalam otak untuk membentuk memori dan lokasi masih sering menjadi bahan
diskusi. Plato pertama mencatat bahwa seseorang menyimpan semua pengalaman hidup dan
meninggalkan jejak di otak seperti stempel di tanah liat. Tahun 1904 peneliti Jerman, Richard Semon
menetapkan nama engram untuk jejak tak terdeteksi.
Memori yang menyenangkan atau menakutkan meninggalkan jejak yang memampukan kita
membayangkan kenangan masa lalu lengkap dengan waktu, tempat, dan semua sensasi pengalaman.
Neurosains menyebut jejak ini memori engram.
Stimulus menyebabkan impuls saraf menjalar dari akson menuju sinapsis, yang melepas zat
neurotransmitter. Zat ini menyebrang menuju dendrit neuron sebelahnya. Saat pesan kimiawi masuk
neuron kedua ini, terjadi sinyal tembakan memicu urutan tembak berikutnya.
Jika tembakan pertama hanya terjadi dalam waktu singkat, maka neuron sekitar berada pada posisi
siaga untuk melanjutkan tembakan berikut menanti penguatan daya tembak dari stimulus. Jika pola ini
diulang selama periode siaga dengan metode stimulus auditori, visual atau kinestetik, maka
kecenderung neuron terpacu meningkat. Semakin banyak tembakan stimulus akan semakin banyak
aliran elektrikal dihasilkan yang akan memicu neuron lain. Proses ini memicu sensitifitas neuron sekitar
terhadap stimulus, disebut pemotensian jangka panjang (long term potensiasion). Pada prinsipnya
kemudian akan terbentuk jejak memori yang disebut engram (David Sousa, How the brain learns, 2011)
Memori disimpan dalam bentuk kepingan yang berbeda-beda, kemudian akan dirangkai secara
simultan saat ingatan dibangkitkan oleh stimulus membentuk asosiasi antara pemelajaran baru dan
lama. Semakin banyak koneksi dibuat maka semakin kuat memori disimpan dalam jaringan berbeda
sehingga lebih mudah dipanggil dari stimulus sederhana.

23

Engram adalah proses memori gerak di otot dan sistem saraf hingga ke otak. Contoh gaya berjalan itu
sudah engram akibat dari kegiatan jalan yang sudah jadi bagian hidup. Jika ada masalah dengan misal
lutut dan masalah itu menetap cukup lama, maka gaya jalan akan berubah bahkan saat masalah di lutut
sudah berlalu. Memperbaiki gaya jalan itu masuk dalam kegiatan reverse (pembalikan) dan re-write
(rekaman ulang) memori gerak yang benar agar gaya yang salah tidak mengganggu selempang otot di
tubuh yang akan membuat perubahan postur menyeluruh dan menimbulkan perbedaan ketegangan
otot. Perbedaan yang akan menimbulkan dampak menetap ke tulang penyangga tubuh dan persendian.
Aktifitas stimulasi Engram Kinestetik dibuat sekaligus untuk memberi stimulus pada otak untuk
keseimbangan penggunaan otak belahan kiri dan kanan, karena juga membangkitkan kreatifitas dan
menjaga struktur disiplin yang dibutuhkan dalam ekspresi belajar dan berkegiatan. Dengan demikian
kecerdasan mengolah informasi dan kecepatan berfikir untuk mengambil keputusan dapat
dikembangkan.
Unsur yang dikembangkan dalam kegiatan Smart Brain Energy di program Engram Kinestetik adalah :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Sekuensial melalui rangkaian huruf untuk menyusun kata/pesan


Komunikasi melalui perpindahan pesan
Stimulasi Visuo-Spatial melalui stimulus keseimbangan, koordinasi dan proprioseptif
Pengendalian keseimbangan emosi dalam ekspresi gerak
Koreksi refleks spinal, cranial, somatic
Koreksi postural
Koreksi pergerakan harmoni otot dan sendi
Stimulasi kardiovaskular
Stimulasi kreatifitas dan kecepatan koordinasi fungsi eksekutif dalam melakukan analisa dan
memilih opsi jawaban serta memutuskan gerak

STIMULASI (AKSI) DAN RESTORASI (UPAYA KOREKSI)


Rancangan kegiatan ini mengajak Anak dan Remaja untuk berlatih aktifitas stimulasi engram kinestetik
untuk kebugaran dan kecerdasan. Koreksi postural, keseimbangan, koordinasi dan pergerakan otot akan
berdampak pada kebugaran saat belajar yang diharapkan berkorelasi dengan proses berfikir dan
belajar, sehingga memberi outcome peningkatan mutu akademik. Koreksi penggunaan dan
pembebanan kerja otot yang merata selama di kelas juga membantu proses melihat (visual), mendengar
dan menyimak (auditory), dan meningkatkan resiliensi mempertahankan diri untuk seimbang dalam
tempo waktu yang dibutuhkan sekitar 50 - 100 menit untuk 1 mata pelajaran (kinestetik)
Setelah mengalami dan mengenal stimulasi dan petunjuknya, dapat dibuat kelompok di sekolah masing2
atau di komunitasnya untuk melakukan aktifitas stimulasi engram kinestetik. Kegiatan ini berlaku untuk
semua anak dan remaja yang justru tidak pernah aktif olahraga atau kesenian. Gerak harus ditingkatkan

24

untuk kesembangan stimulasinya. Gerak lebih dikenal sebagai kesulitan, pengalih konsentrasi.
Seharusnya gerak adalah stimulus kecerdasan.

Cara Penggunaan Gerak

Pengguna gerak harus melakukan interpretasi gambar dan petunjuk untuk dapat melakukan
gerak. Proses ini sudah merupakan rangkaian stimulasi otak untuk mampu melakukan sesuai
urutan.
Kemampuan berikut yang diarahkan melalui proses gerak adalah visual imajinasi untuk
menggerakkan anggota tubuh tanpa melakukan kesalahan penggunaan otot.
Dilanjutkan dengan merangkai simbol2 membentuk pesan yang akan disampaikan komunikator
kepada komunikan
Tahapan rangkaian pesan dimulai dari pesan sederhana hingga mampu merangkai pesan
spiritual

Jika ditemukan kendala dalam melakukan gerak, maka pengguna gerak diarahkan untuk menghubungi
fasilitator dan mendapat bantuan menemukan penyebab kendala dan melakukan latihan penunjang
guna mendapatkan kemampuan melakukan gerak dengan benar.
Kebenaran melakukan gerak merupakan kunci stimulasi yang tepat untuk aktivasi fungsi struktur otak
yang ditargetkan.

PERMAINAN ENGRAM
Perkembangan kemampuan engram dilanjutkan dengan perkembangan stimulasi memori dan asosiasi
melalui permainan :
1.
2.
3.
4.

Scrable
Hangman
Kata bersambung
Tebak kata

Pengembangan lebih komprehensif saat kemampuan kebugaran dan memori dapat melakukan
rangkaian gerak panjang untuk :
1. Pantun
2. Doa

25

Unsur Neuroscience