Anda di halaman 1dari 47

BAB IV

PILOT PLANT
PENGOLAHAN AIR LIMBAH
PENCUCIAN JEAN MENGGUNAKAN
KOMBINASI PROSES
PENGENDAPAN KIMIA DENGAN
PROSES BIOFILTER TERCELUP
ANAEROB-AEROB

129

IV.1

Rancang Bangun IPAL

IV.1.1 Proses Pengolahan


Air limbah yang berasal dari limbah ipencucian
jean serta limbah domestik dialirkan melalui saluran
terbuka yang dilengkapi dengan bak pemisah pasir,
dan selanjutnya air limbah dialirkan ke bak
penampung yang berfungsi sebagai bak ekualisasi.
Bak ekualisasi ini dilengkapi dengan saringan kasar
dan saringan halus pada bagian inletnya, yang
berfungsi untuk menyaring kotoran padat yang ikut
di dalam air limbah.
Dari bak ekualisasi, air limbah dipompa ke bak
pengendapan kimia sambil diinjeksi dengan bahan
koagulan ferosulfat. Efluen limbah dari bak
pengendapan kimia selanjutnya dialirkan secara
gravitasi ke reaktor biofilter anerob, selaqnjutna
efluen dari reaktor biofilter anaerob dialirkan ke
reaktor biofilter anaerob-aerob yang terdiri dari bak
pengendapan awal, biofilter zona anaerob, biofilter
zona aerob dan bak pengendapan akhir.
Efluen dari biofilter anerob pertama masuk ke
bak pengendapan awal, dan dari bak pengendapan
awal air limbah dialirkan ke biofilter zona anaerob
dengan arah aliran dari atas ke bawah, dan dari
bawah ke atas. Di dalam bak biofilter anaerob
tersebut diisi dengan media dari bahan plastik tipe
sarang tawon. Jumlah bak kontaktor anaerob terdiri
dari dua buah ruangan. Penguraian zat-zat organik
yang ada dalam air limbah dilakukan oleh bakteri
anaerobik atau facultatif aerobik. Setelah beberapa

130

hari operasi, pada permukaan media filter akan


tumbuh lapisan film mikro-organisme. Mikroorganisme inilah yang akan menguraikan zat
organik yang belum sempat terurai pada bak
pengendap
Air limpasan dari bak biofilter anaerob dialirkan
ke bak biofilter aerob. Di dalam bak biofilter aerob
ini diisi dengan media dari bahan pasltik tipe rarang
tawon, sambil diaerasi atau dihembus dengan
udara sehingga mikro organisme yang ada akan
menguraikan zat organik yang ada dalam air limbah
serta tumbuh dan menempel pada permukaan
media. Dengan demikian air limbah akan kontak
dengan mikro-orgainisme yang tersuspensi dalam
air maupun yang menempel pada permukaan
media yang mana hal tersebut dapat meningkatkan
efisiensi penguraian zat organik, deterjen serta
mempercepat proses nitrifikasi, sehingga efisiensi
penghilangan ammonia menjadi lebih besar. Dari
bak aerasi, air dialirkan ke bak pengendap akhir. Di
dalam bak ini lumpur aktif yang mengandung massa
mikro-organisme diendapkan dan dipompa kembali
ke bagian inlet bak aerasi dengan pompa sirkulasi
lumpur.
Sedangkan air limpasan (over flow) dialirkan
ke bak khlorinasi. Di dalam bak kontaktor khlor ini
air limbah dikontakkan dengan senyawa khlor untuk
membunuh micro-organisme patogen. Air olahan,
yakni air yang keluar setelah proses khlorinasi
dapat langsung dibuang ke sungai atau saluran
umum.

131

Dengan menggunakan kombinasi proses


pengendapan kimia dengan proses biofilter anaerob
dan aerob tersebut selain dapat menurunkan zat
organik (BOD, COD), ammonia, deterjen, padatan
tersuspensi (SS), phospat dan lainnya.
Diagram proses pengolahan air limbah
pencucian jean menggunakan kombinasi proses
pengendapan kimia dengan biofilter anaerob-aerob
dan skenario penurunan konsentrasi BOD dapat
dilihat pada Gambar IV.1, sedangankan Diagram
proses biofilter anaerob-aerob
dan skenario
penurunan konsentrasi BOD dapat dilihat pada
Gambar IV.2.
IV.1.2 Keunggulan Proses
Proses dengan Biofilter Anaerob-Aerob ini
mempunyai beberapa keuntungan yakni :

132

Adanya air buangan yang melalui media


kerikil
yang
terdapat
pada
biofilter
mengakibatkan timbulnya lapisan lendir yang
menyelimuti kerikil atau yang disebut juga
biological film. Air limbah yang masih
mengandung zat organik yang belum
teruraikan pada bak pengendap bila melalui
lapisan lendir ini akan mengalami proses
penguraian secara biologis. Efisiensi biofilter
tergantung dari luas kontak antara air
limbah dengan mikro-organisme yang
menempel pada permukaan media filter
tersebut. Makin luas bidang kontaknya maka

Biofilter juga berfungsi sebagai media


penyaring air limbah yang melalui media ini.
Sebagai akibatnya, air limbah yang
mengandung suspended solids dan bakteri
E.coli setelah melalui filter ini akan berkurang
konsentrasinya. Efesiensi penyaringan akan
sangat besar karena dengan adanya biofilter
up flow yakni penyaringan dengan sistem
aliran dari bawah ke atas akan mengurangi
kecepatan partikel yang terdapat pada air
buangan dan partikel yang tidak terbawa
aliran ke atas akan mengendapkan di dasar
bak filter. Sistem biofilter anaerob-aerb ini
sangat sederhana, operasinya mudah dan
tanpa memakai bahan kimia serta tanpa
membutuhkan energi. Poses ini cocok
digunakan untuk mengolah air limbah
dengan kapasitas yang tidak terlalu besar.

133

Gambar IV.1:
Diagram proses pengolahan air limbah pencucian jean menggunakan kombinasi
proses pengendapan kimia dengan biofilter anaerob-aerob dan skenario
penurunan konsentrasi BOD.

134

Gambar IV.2 :
Diagram proses biofilter anaerob-aerob dan skenario penurunan konsentrasi
BOD.

135

Dengan kombinasi proses Anaerob-Aerob,


efisiensi penghilangan senyawa phospor
menjadi lebih besar bila dibandingankan
dengan proses anaerob atau proses aerob
saja. Selama berada pada kondisi anaerob,
senyawa phospor anorganik yang ada dalam
sel-sel mikrooragnisme akan keluar sebagai
akibat
hidrolosa
senyawa
phospor.
Sedangkan
energi
yang
dihasilkan
digunakan untuk menyerap BOD (senyawa
organik) yang ada di dalam air limbah.
Selama berada pada kondisi aerob, senyawa
phospor terlarut akan diserap oleh bakteria
atau mikroorganisme dan akan sintesa
menjadi polyphospat dengan menggunakan
energi yang dihasilkan oleh proses oksidasi
senyawa organik (BOD). Dengan demikian
dengan kombinasi proses anaerob-aerob
dapat menghilangkan BOD maupun phospor
dengan baik. Proses ini dapat digunakan
untuk pengolahan air limbah dengan beban
organik yang cukup besar.

Pengelolaannya sangat mudah.


Biaya operasinya rendah.
Dibandingkan dengan proses lumpur aktif,
Lumpur yang dihasilkan relatif sedikit.
Dapat menghilangkan nitrogen dan phospor
yang dapat menyebabkan euthropikasi.
Suplai udara untuk aerasi relatif kecil.
Dapat digunakan untuk air limbah dengan
beban BOD yang cukup besar.

136

Dapat menghilangan padatan tersuspensi


(SS) dengan baik.

IV.1.3 Rancang Bangun dan Spesifikasi Teknis


IPAL Kkapasitas 20 m3 per hari

IV.1.3.A Perhitungan Teknis


Dalam desain unit pengolahan limbah tekstil
kapasitas individual ini ada beberapa kriteria desain
yang ditetapkan, dengan mempertimbang kondisi
air baku (campuran dengan domestik waste) dan
kualitas air keluaran yang ditetapkan adalah
sebagai berikut :
Kapasitas Pengolahan
Influent BOD
Effluent BOD
Effluent SS
Efisiensi pengolahan

1.

: 20 m3/hari
: 1500 mg/l
: < 50 mg/l
: < 50 ppm
: 90-95 %

Bak Ekualisasi

Debit Air Limbah

= 20 m3/hari = 835 lt/jam


= 0,835 m3/jam

137

Konsentrasi BOD din dalam air limbah = 1500 mg/l


Waktu Tinggal = 10 Jam
Volume Efektif = 10/24 x 20 m3 = 8,34 m3
Dimensi :
Lebar
: 1,5 m
Panjang
:4m
Kedalaman
: 1,38 m ----> dibulatkan 1,5m
Tinggi Ruang Bebas : 0,5 m
Jadi : Dimensi Bak ekualisasi = 1,5 m x 4 m x 2 m
Disain bak dapat dilihat seperti pada Gambar IV.3.
2.

Bak Pengendapan Kimia

Tipe Bak Pengendap adalah Pengendapan dengan


papan miring.
Efisiensi Penurunan BOD = 45 %
Konsentrasi BOD Masuk = 1500 mg/l
Konsentrasi BOD Keluar = 825 mg/l
Waktu tinggal di dalam bak = 6 jam
Volume Efektif = 5 m3
Dimensi Bak :
Lebar
: 1,5 m
Panjang
: 2,5 m
Kedalaman
: 1,3 m
Tinggi ruang bebas : 0.2 m
Dimensi Bak : 1,5 m x2,5 m x1,5 m
Disain bak dapat dilihat seperti pada Gambar IV.4.

138

Kebutuhan Bahan Kimia (Koagulan)


Bahan kimia yang digunakan : ferosulfat (FeSO4.n
H2O)
Tipe : butiran (granular)
Dosis Ferosulfat = 400 mg/l
Debit Limbah = 20 m3/hari.
Laju alir pompa dosing = 10 -15 liter/jam
= 0,24 0,36 m3/hari
Untuk menentukan konsentrasi Ferosulfat di dalam
larutan Ferosulfat (larutan koagulan) dapat dihitung
berdasarkan ilustrasi sepeti pada Gambar IV. .
Berdasarkan
persamaan :

ilustrasi

tersebut

Q1 x C1 + Q2 x C2 = Q3 x C3

di

dapatkan

------> dimana :

Q1 = Debit air limbah (m3/hari)


C1 = Konsentrasi ferosulfat awal di dalam air
Limbah
Q2 = Laju alir larutan ferosulfat yang
diinjeksikan
ke dalam air limbah (m3/hari)
C2 = Konsentrasi ferosulfat di dalam larutan
(gr/m3)
Q3 = Laju alir total (m3)
C3 = Konsentrasi ferosulfat yang diharapkan
(400 gr//m3)

139

Gambar IV.
ferosulfat.

: Ilustrasi perhitungan injeksi

Q1 = 20 m3/hari
Ci = 0
Q2 = 0,24 m3/hari
C2 = belum diketahui
Q3 = 20,24 m3/hari
C3 = 400 gr/m3
Jadi :
20,24 X 400
gr/m3 = 33.733 gr/m3

C2 =
0,24

Dengan demikian untuk mendapatkan konsentrasi


injeksi ferosulfat sebesar 400 mg/l
dilakukan
dengan cara menginjeksikan larutan ferosulfat

140

dengan konsentrasi 33.733 mg/l ke dalam air


limbah dengan laju injeksi 0,24 m3/hari atau 10
liter/jam.
Untuk membuat larutan ferosulfat dengan
konsentrasi 33.733 gr/m3 dilakukan dengan cara
melarutkan 6.750 gr ferosulfat ke dalam 200 liter air.

3.

Bak Biofilter Anaerob

Debit Air Limbah

= 20 m3/hari = 835 lt/jam


= 0,835 m3/jam

Efisiensi Penurunan BOD = 70 %


Konsentrasi BOD Masuk = 825 mg/l
Konsentrasi BOD Keluar = 330 mg/l
Berdasarkan percobaan seperti pada Bab III,
Gambar III. 12, unntuk beban BOD Volumetrik 1-4
kg/m3-reaktor.hari
didapatkan
efisiensi
penghilangan BOD 85-90 %. Ditetapkan : Beban
BOD volumetrik 3,5 kg-BOD/m3.hari.
Jumlah BOD masuk Reaktor = 20 m3/hari x 825
gr/m3
= 16.500 gr-BOD/hari =16,5 kg-BOD/hari.
16,5 kg-BOD/hari
Volume Efektif Reaktor =

=
3

3,5 kg-BOD/m .hari


= 4,7 m3

141

Dimensi Reaktor Biofilter Anaerobik :


Lebar
: 1,5 m
Panjang
: 1,5 m
Kedalaman air
: 2,0 m
Tinggi ruang bebas : 0,3 m
Reaktor Biofilter Anaerobik tersebut diisi dengan
media dari bahan plastik tipe sarang tawon. Ratio
volume media dengan volume efektif Reaktor
adalah 0,6.
Volume media = 0,6 x 4,7 m3 = 2,82 m3
16,5 kg-BOD/hari
Beban BOD per volume media =
2,82 m3
= 5,85 kg-BOD/m3.hari.
Chek :
Untuk standar
High Rate Trickiling Filter
beban BOD berkisar antara 0,4 4,7 kgBOD/m3.hari dengan efisiensi pengolahan
sekitar 80 %.
Disain Reaktor Biofilter Anaerob dapat dilihat
seperti pada Gambar IV.5.

3.

142

Bak Biofilter Anaerob-Aerob


(Pengolahan Lanjut)

Diagram proses biofilter anaerob-aerob dan


skenario penurunan konsentrasi BOD di dalam
reaktor dapat dilihat seperti pada Gambar IV.2.
Reaktor terdiri dari beberapa bagian yakni : bak
pengendapan awal, bak biofilter anaerob, bak
biofilter aerob dan bak pengendapan akhir.

Gambar IV.2 :
Diagram proses biofilter anaerob-aerob dan
skenario penurunan konsentrasi BOD

a.

Ruang Pengendapan Awal

Debit Air Limbah


= 20 m3/hari = 835 lt/jam
3
= 0,835 m /jam
Waktu Tinggal = 1,4 Jam
Efisiensi Penurunan BOD = 25 %
Konsentrasi BOD Masuk = 330 mg/l
Konsentrasi BOD Keluar = 250 mg/l

143

Volume Efektif = 1,4/24 x 20 m3 = 1,18 m3


Dibulatkan menjadi 1,2 m3
Dimensi Bak :
Lebar
Panjang
Kedalaman air
Tinggi ruang bebas

:1m
: 0,6 m
:2m
: 0,1 m

Chek Waktu Tinggal rata-rata = 1,44 Jam


Beban permukaan (surface loading) rata-rata =
20 m3/hari
=

33 m3/m2.hari

(0,6 x 1) m2
Standar JWWA :
Beban permukaan

b.

= 20 50 m3/m2.hari. (JWWA)

Bak Biofilter Anaerob (Zona Pengolahan


lanjut anoksik )

Debit Air Limbah


0,835 m3/jam

= 20 m3/hari = 835 lt/jam =

Konsentrasi BOD Masuk = 250 mg/l


Konsentrasi BOD Keluar = 100 mg/l
Efisiensi Penurunan BOD = 60 %
Jumlah BOD masuk Reaktor = 20 m3/hari x 250
gr/m3

144

= 5000 gr-BOD/hari = 5 kg-BOD/hari.


Ditetapkan : Beban BOD volumetrik 2,0 kgBOD/m3.hari.
5 kg-BOD/hari
Volume Efektif Reaktor =

=
2,0 kg-BOD/m3.hari

= 2,5 m3
Dimensi Bak : 1 m X 1,2 m X 2 m
Lebar
:1m
Panjang
: 0,6 m
Kedalaman air
:2m
Tinggi ruang bebas : 0,1 m
Di bagi menjadi dua ruangan yakni masing-masing
dengan ukuran ;
Lebar
:1m
Panjang
: 0,6 m
Kedalaman air
:2m
Tinggi ruang bebas : 0,1 m
Waktu Tinggal Total = 3 Jam
Tiap-tiap ruang diisi dengan media biofiloter dati
bahan plastik tipe sarang tawon.
Ratio volume media terhadap volume reaktor = 0,7
Volume media yang diperlukan = 0,7 x 2,5 m3 =
1,75 m3

145

5 kg-BOD/hari
Beban BOD per volume media =

=
1,75 m3

= 2,85 kg-BOD/m3.hari.
Chek :
Untuk standar
High Rate Trickiling Filter
beban BOD berkisar antara 0,4 4,7 kgBOD/m3.hari dengan efisiensi pengolahan
sekitar 80 %.

c.

Bak Biofilter Aerob


(Zona Pengolahan lanjut Aerob)

Debit Air Limbah


0,835 m3/jam

= 20 m3/hari = 835 lt/jam =

Konsentrasi BOD Masuk = 100 mg/l


Konsentrasi BOD Keluar = 50 mg/l
Efisiensi Penurunan BOD = 50 %
Jumlah BOD masuk Reaktor =
= 20 m3/hari x 100 gr/m3
= 2000 gr-BOD/hari = 2 kg-BOD/hari.
BOD yang dihilangkan = 0,5 x 2 kg-BOD/hari =
= 1,0 kg-BOD/hari
Ditetapkan : Beban BOD volumetrik 1,7 kgBOD/m3.hari.

146

2 kg-BOD/hari
Volume Efektif Reaktor =

=
3

1,7 kg-BOD/m .hari


= 1,2 m3
Dimensi Bak : 1 m X 1,2 m X 2 m
Lebar
:1m
Panjang
: 0,6 m
Kedalaman air
:2m
Tinggi ruang bebas : 0,1 m
Waktu Tinggal = 1,5 Jam
Reaktor diisi dengan media biofiloter dari bahan
plastik tipe sarang tawon.
Ratio volume media terhadap volume reaktor = 0,7
Volume media yang diperlukan = 0,7 x 1,2 m3 =
0,84 m3
2 kg-BOD/hari
Beban BOD per volume media =

=
3

0,84 m
= 2,38 kg-BOD/m3.hari.

kebutuhan Oksigen (udara) :


Kebutuhan oksigen di dalam reaktor biofilter aerob
sebanding dengan jumlah BOD yang dihilangkan.
Kebutuhan teoritis = Jumlah BOD yang dihilangkan
147

= 1,0 kg/hari.
Faktor keamanan ditetapkan + 1,4 ------>
Kebutuhan Oksigen Teoritis
= 1,4 kg/hari.

= 1,4 x 1,0 kg/ hari

Temperatur udara rata-rata = 28 o C


Berat Udara pada suhu 28 o C = 1,1725 kg/m3.
Di asumsikan jumlah oksigen didalam udara 23,2
%.

Jumlah Kebutuhan Udara teoritis =


1,4 kg/hari
=
1,1725 kg/m3 x 0,232 g O2/g Udara
= 5,15 m3/hari.
Efisiensi Difuser = 1 % (tipe pipa berlubang)
5,15 m3/hari
Kebutuhan Udara Aktual =

0,01
= 515 m3/hari = 0,330 m3/menit.
= 330 liter per menit.
Chek : Ratio Volume Udara /Volume Air Limbah =
25,75

148

Blower Udara Yang diperlukan :


Spesifikasi Blower :
Kapasitas Blower
= 500 liter/menit
Head
= 2800 mm-aqua
Jumlah
= 1 unit
Tipe blower
= HIBLOW
= 60 watt, 220 volt.
Listrik

d.

Ruangan Pengendapan Akhir

Debit Air Limbah


= 20 m3/hari = 835 lt/jam =
3
0,835 m /jam
Waktu Tinggal = 1,4 Jam
Volume Efektif = 1,4/24 x 20 m3 = 1,18 m3
dibulatkan 1,2 m3
Dimensi
= 1 m X 0,6 m X 2 m
Konsentrasi BOD Masuk = 50 mg/l
Konsentrasi BOD Keluar = 50 mg/l

Chek Waktu Tinggal rata-rata = 1,44 Jam


Beban permukaan (surface loading) rata-rata =
20 m3/hari
=

33 m3/m2.hari

(0,6 x 1) m2
Standar JWWA :

149

Beban permukaan

= 20 50 m3/m2.hari. (JWWA)

IV.1.3.B Spesifikasi Teknis


Dari hasil perhintungan di atas ditentukan
spesifikasi teknis bangunan IPAL serta peralatan
pendukung sebagai berikut :
1.

Bak Penampung Air Limbah


Dimensi
: 150 cm X 400 cm X 200 cm
Bahan
: Beton semen cor
Volume Efektif
: 10 M3
Lebar
: 1,5 m
Panjang
:4m
Kedalaman
: 1,5m
Tinggi Ruang Bebas : 0,5 m
Waktu Tinggal
: 10 jam

2.

150

Bak Pengedapan dengan Bahan Kimia


Dimensi
Lebar
Panjang
Kedalaman
Tinggi ruang bebas

: 150 cm X 250 cm X 150cm


: 1,5 m
: 2,5 m
: 1,3 m
: 0.2 m

Bahan
Volume Efektif

: Fiber glass
: 5 M3

Total Retention Time : 4 jam

3.

Unit Reaktor Biofiloter Anaerob


Dimensi
: 150 cm X 150 cm X 230cm
Bahan
: Fiber glass
Volume Efektif
: 4,5 M3
Total Retention Time : 5 jam
Tipe media biofilter : Sarang tawon,
Bahan
: PVC
Volume Media
: 2,8 m3

4.

Unit Reaktor Biofilter Anaerob-Aerob


Dimensi
: 100 cm X 310 cm X 225cm
Bahan
: Fiber glass
Volume Efektif
: 6 M3
Total Retention Time : 7,2 jam
Tipe media biofilter : Sarang tawon
Bahan
: PVC
Volume Media biofilter: 2,7 M3

5.

Media Pembiakan Mikroba


Material
Ketebalan
Luas Kontak Spsesifik
Diameter lubang
Warna
Berat Spesifik

: PVC sheet
: 0,15 0,23 mm
: 200 226 m2/m3
: 2 cm x 2 cm
: bening transparan
: 30 -35 kg/m3

151

Porositas Rongga
4.

Blower Udara
Tipe
Listrik
Head
Q udara
Jumlah

5.

: 0,98

: Hi Blow
: 60 watt, 220 volt.
: 2 m air
: 500 liter/menit
: 1unit

Pompa Air Baku


Tipe
Kapasitas
Listrik
Total Head
Jumlah

:Submersible Pump
: 20 liter/menit
: 250 watt, 220 volt
: 8 meter
: 1 unit

6. Pompa Sirkulasi

7.

8.

152

Tipe
Kapasitas
Listrik
Total Head
Bak Kontrol

: Submersible Pump
: 10 liter/menit
: 60 watt
: 6 meter

Dimensi
bahan
Jumlah

: 50 cm x 50 cm x 50 cm
: bata-semen
: 1 unit.

Pompa Dosing

Tipe
Tekanan
Kapasitas
Jumlah

9.

: Pulsa Feeder 150/100


: 7 Bar
: 15 liter per jam
: 1 unit

Chemical Tank
Volume
Bahan
Perlenkapan
Listrik

: 200 liter
: Polyethylene
: Motor Pengaduk
: 200 watt, 220 volt

153

Gambar IV.3 : BAK EKUALISASI IPAL PENCUCIAN JEAN (VOL. 8 M3)


Dimensi : 1 m x 4 m X 2 m

154

Gambar IV.4.A : BAK KOAGULASI DENGAN BAHAN KIMIA (Potongan Melintang)

155

Gambar IV.4.B : BAK KOAGULASI DENGAN BAHAN KIMIA (Tampak Atas)

156

Gambar IV.5.A : Reaktor Biofilter Anaerob

157

Gambar IV.5.B : Reaktor Biofilter Anaerob

158

Gambar IV.6 : Reaktor Biofilter Anaerob-Aerob (Reaktor Pengolahan Lanjut).

159

Gambar IV.7 :
Diagram proses pengolahan air limbah pencucian jean dengan menggunakan
kombinasi proses pengendapan kimia dengan proses biofilter anaerob-aerob .

160

Gambar IV.8 : TATA LETAK PERALATAN IPAL

161

IV.2 Peralatan IPAL


Peralatan utama IPAL industri kecil tekstil
yang digunakan untuk pembangunan pilot plant
terdiri dari bak pengendapan kimia, reaktor biofilter
anaerob, reaktor biofilter aerob, pompa air baku
limbah, pompa dosing bahan kimia, tangki bahan
kimia, blower udara serta media biofilter tipe sarang
tawon. Foto peralatan dapat dilihat seperti pada
gambar berikut .

1.

Bak Pengendapan Dengan Bahan Kimia

Gambar IV.9.a : Bak Pengendapan kimia (dilihat


dari samping)

162

Gambar IV.9.b : Bak Pengendapan kimia (dilihat


dari depan)

Gambar IV.9.c : Bak Pengendapan kimia (dilihat


dari atas)

163

2.

Bak Reaktor Anaerob

Gambar IV.10 : Reaktor Bofilter Anaerob


3.

Bak Reaktor Aerob

Gambar IV.11.a : Reaktor Bofilter Aerob (dilihat dari


samping)

164

Gambar IV.11.b : Reaktor Bofilter Aerob (dilihat dari


depan)
4.

Pompa Air Limbah

Gambar IV.12 : Pompa Air Limbah


165

5.

Blower Udara

Gambar IV.13 : Blower Udara


6.

Media Pembiakan Mikroba


(Plastik Sarang Tawon)

Gambar IV.14 : Media Biofilter darai bahan palstik


tipe sarang tawon

166

7.

Pompa Dising

Gambar IV.15 : Pompa Dosing


8.

Chemical Tank

Gambar IV.16 : Tangki Bahan Kimia

167

IV.3 Pembangunan dan pemasangan IPAL


Proses pembangunan dan pamasanganIPAL dapat
dilihat seperti pada gambar dibawah ini.

Gambar 17: Pembuatan Bak Ekualisasi

168

Gambar 18: Bak Ekualisasi

169

Gambar 19 : Pilot Plant IPAL industri pencucian


jean kapasitas 20-30 m3 per har
170

Gambar 20: Bak Pengendapan Kimia

171

Gambar 21: Pemasangan Media biofilter di dalam


Reaktor Biofiloter Anaerob dan Reaktor Biofilter
Anaerob-Aerob
(Raktor Pengolahan Lanjut)

172

Gambar 22 : IPAL Tekstil Kapasitas 20-30 M3 per


hari yang telah terpasang

173

IV.4 Perkiraan Biaya Operasional Pengolahan


Limbah Kapasitas 20 m3/hari
Biaya untuk pembangunan unit pengolah
limbah individual dihitung berdasarkan kebutuhan
biaya listrik dan kebutuhan bahan kimia yang
digunakan dlam hal ini menggunakan ferrosulfat
dengan konsentrasi 400 mg/l. Rincian biaya litrik
dan biaya bahan kimia per hari dapat dilihat pada
Tabel IV.1. dari tabel tersebut dapat diperkirakan
biaya operasional IPAL industri kecil tekstil
kapasitas 20 m3 per hari adalah Rp. 21.520,- per
hari atau Rp.1.076,- per m3 limbah.
Tabel IV.1 : Perkiraan Biaya Operasional IPAL per
Hari
No
Pengeluaran
1

Jumlah

Kebutuhan Listrik
Pompa Limbah 250 watt

11,04
Kwh

Harga
Satuan
(Rp)
500

Total
5.520

Pompa sirkulasi 100 watt


Pompa Dosing 50 watt
Blower Udara 60 watt
Total 460 watt
2

Bahan kimia

8 kg
3

Dosis 400 gr/m x 20 m

2000

16.000

TOTAL

21.520

Jika diasumsikan tiap mesin menghasilkan


limbah 3000 liter dan dapat mencuci 400 potong

174

jean maka air limbah sebesar 20 m3 merupakan air


limbah yang dikeluarkan untuk mencuci jean
sebanyak = (20 m3 /3 m3)x400 potong
= 2666 potong.
Dengan demikian biaya limbah tiap potong jean
yang dicuci yakni = 21520,- / 2666 potong
= Rp. 8,07 per potong jean.

175