Anda di halaman 1dari 53

1.

KURANG ENERGI PROTEIN (KEP)


2. OBESITAS
3. ANEMIA
4. DEFISIENSI VITAMIN A
5. GANGGUAN AKIBAT KEKURANGAN YODIUM (GAKY)
KURANG ENERGI PROTEIN (KEP)/PROTEIN ENERGI MALNUTRITION
(PEM)/PROTEIN CALORI MALNUTRITION (PCM)

Adalah penyakit gizi akibat defisiensi energi dalam jangka waktu yang cukup lama.

Prevalensi tinggi terjadi pada balita, ibu hamil (bumil) dan ibu menyusui/meneteki
(buteki)

Pada derajat ringan pertumbuhan kurang, tetapi kelainan biokimiawi dan gejala klinis
(marginal malnutrition)

Derajat berat adalah tipe kwashiorkor dan tipe marasmus atau tiep marasmikkwashiorkor

Terdapat gangguan pertumbuhan, muncul gejala klinis dan kelainan biokimiawi yang
khas

Penyebab :

Masukan makanan atau kuantitas dan kualitas rendah

Gangguan sistem pencernaan atau penyerapan makanan

Pengetahuan yang kurang tentang gizi

Konsep klasik diet cukup energi tetapi kurang pprotein menyebabkan kwashiorkor

Diet kurang energi walaupun zat gizi esensial seimbang menyebabkan marasmus

Kwashiorkor terjadi pada hygiene yang buruk , yang terjadi pada penduduk desa yang
mempunyai kebiasaan memberikan makanan tambahan tepung dan tidak cukup
mendapatkan ASI

Terjadi karena kemiskinan sehingga timul malnutrisi dan infeksi

Gejala klinis KEP ringan :

Pertumbuhan mengurang atau berhenti

BB berkurang, terhenti bahkan turun

Ukuran lingkar lengan menurun

Maturasi tulang terlambat

Rasio berat terhadap tinggi normal atau menurun

Tebal lipat kulit normal atau menurun

Aktivitas dan perhatian kurang

Kelainan kulit dan rambut jarang ditemukan

Pembagian

Marasmus

Kwashiorkor

Marasmus-kwashiorkor

Marasmus adalah kekurangan energi pada makanan yang menyebabkan cadangan protein
tubuh terpakai sehingga anak menjadi kurus dan emosional. Sering terjadi pada bayi
yang tidak cukup mendapatkan ASI serta tidak diberi makanan penggantinya, atau terjadi
pada bayi yang sering diare.

Penyebab :

Ketidakseimbangan konsumsi zat gizi atau kalori didalam makanan

Kebiasaan makanan yang tidak layak

Penyakit-penyakit infeksi saluran pencernaan

Tanda dan gejala :

Wajah seperti orang tua, terlihat sangat kurus

Mata besar dan dalam, sinar mata sayu

Mental cengeng

Feces lunak atau diare

Rambut hitam, tidak mudah dicabut

Jaringan lemak sedikit atau bahkan tidak ada, lemak subkutan menghilang hingga
turgor kulit menghilang

Kulit keriput, dingin, kering dan mengendur

Torax atau sela iga cekung

Atrofi otot, tulang terlihat jelas

Tekanan darah lebih rendah dari usia sebayanya

Frekuensi nafas berkurang

Kadar Hb berkurang

Disertai tanda-tanda kekurangan vitamin

Kwashiorkor adalah penyakit yang disebabkan oleh kekurangan protein dan sering timbul
pada usia 1-3 tahun karena pada usia ini kebutuhan protein tinggi.
Meski penyebab utama kwashiorkor adalah kekurangan protein, tetapi karena bahan makanan
yang dikonsumsi kurang menggandung nutrient lain serta konsumsi daerah setempat yang
berlainan, akan terdapat perbedaan gambaran kwashiorkor di berbagai negara.

Penyebab

Kekurangan protein dalam makanan

Gangguan penyerapan protein

Kehilangan protein secara tidak normal

Infeksi kronis

Perdarahan hebat

Tanda dan gejala

Wajah seperti bulan moon face

Pertumbuhan terganggu

Sinar mata sayu

Lemas-lethargi

Perubahan mental (sering menangis, pada stadium lanjut menjadi apatis)

Rambut merah, jarang, mudah dicabut

Jaringan lemak masih ada

Perubahan warna kulit (terdapat titik merah kemudian menghitam, kulit tidak keriput)

Iga normal-tertutup oedema

Atrofi otot

Anoreksia

Diare

Pembesaran hati

Anemia

Sering terjadi acites

Oedema

Kwashiorkor-marasmik memperlihatkan gejala campuran antara marasmus dan


kwashiorkor
Penatalaksanaan
Secara umum

Ruangan cukup hangat dan bersih

Posisi tubuh diubah-ubah (karena mudah terjadi dekubitus)

Pencegahan infeksi nosokomial

Penimbangan BB tiap hari

Secara khusus
Resusitasi dan terapi komplikasi

Koreksi dehidrasi dan asidosis (pemberian cairan oralit atau infus)

Mencegah atau mengobati defisiensi vitamin A

Terapi Ab bila ada tanda infeksi atau sakit berat

Dietetik

Prinsip TKTP dan suplemen vitamin mineral

Bentuk makanan disesuaikan secara individual (cair, lunak, biasa, makanan dengan
porsi sedikit-sedikit tapi sering)

Pemantauan masukan makanan tiap hari (perubahan diet biasanya dilakukan setiap
saat)

Persiapan pulang

Gejala klinik tidak ada

Nafsu makan baik

Pembekalan terhadap orang tua tentang gizi, perilaku hidup dan lingkungan yang
sehat

Komplikasi

Infeksi saluran pencernaan

Defisiensi vitamin

Depresi mental

Program pemerintah penanggulangan KEP


Diprioritaskan pada daerah-daerah miskin dengan sasaran utama

Ibu hamil

Bayi

Balita

Anak-anak sekolah dasar

Keterpaduan kegiatan

Penyuluhan gizi

Peningkatan pendapatan

Peningkatan pelayanan kesehatan

Keluarga berencana

Peningkatan peran serta masyarakat

Kegiatan
Peningkatan upaya pemantauan tumbuh kembang anak melalui keluarga, dasawisma dan
posyandu
Penanganan secara khusus KEP berat

Rujukan pelayanan gizi di posyandu

Peningkatan gerakan sadar pangan dan gizi

ASI eksklusif

OBESITAS

adalah penyakit gizi yang disebabkan kelebihan kalori dan ditandai dengan akumulasi
jaringan lemak secara berlebihan diseluruh tubuh.

Merupakan keadaan patologis dengan terdapatnya penimbunan lemak yang berlebihan


dari yang diperlukan untuk fungsi tubuh

Gizi lebih (over weight) dimana berat badan melebihi berat badan rata-rata, namun
tidak selalu identik dengan obesitas

BB >>> tidak selalu obesitas


Penyebab

Perilaku makan yang berhubungan dengan faktor keluarga dan lingkungan

Aktifitas fisik yang rendah

Gangguan psikologis (bisa sebagai sebab atau akibat)

Laju pertumbuhan yang sangat cepat

Genetik atau faktor keturunan

Gangguan hormon

Gejala

Terlihat sangat gemuk

Lebih tinggi dari anak normal seumur

Dagu ganda

Buah dada seolah-olah berkembang

Perut menggantung

Penis terlihat kecil

Terdapat 2 golongan obesitas

Regulatory obesity, yaitu gangguan primer pada pusat pengatur masukan makanan

Obesitas metabolik, yaitu kelainan metabolisme lemak dan karbohidrat

Resiko/dampak obesitas

Gangguan respon imunitas seluler

Penurunan aktivitas bakterisida

Kadar besi dan seng rendah

Penatalaksanaan

Menurunkan BB sangat drastis dapat menghentikan pertumbuhannya. Pada obesitas


sedang, adakalanya penderita tidak memakan terlalu banyak, namun aktifitasnya
kurang, sehingga latihan fisik yang intensif menjadi pilihan utama

Pada obesitas berat selain latihan fisik juga memerlukan terapi diet. Jumalh energi
dikurangi, dan tubuh mengambil kekurangan dari jaringan lemak tanpa mengurangi
pertumbuhan, dimana diet harus tetap mengandung zat gizi esensial.

Kurangi asupan energi, akan tetapi vitamin dan nutrisi lain harus cukup, yaitu dengan
mengubah perilaku makan

Mengatasi gangguan psikologis

Meningkatkan aktivitas fisik

Membatasi pemakaian obat-obatan yang untuk mengurangi nafsu makan

Bila terdapat komplikasi, yaitu sesak nafas atau sampai tidak dapat berjalan, rujuk ke
rumah sakit

Konsultasi (psikologi anak atau bagian endokrin)

ANEMIA
Anemia defisiensi adalah anemia yang disebabkan oleh kekurangan satu atau beberapa
bahan yang diperlukan untuk pematangan eritrosit.
Keadaan dimana kadar hemoglobin (Hb), hematokrit (Ht) dan eritrosit lebih rendah dari nilai
normal, akibat defisiensi salah satu atau beberapa unsur makanan yang esensial yang dapat
mempengaruhi timbulnya defisiensi tersebut.

Macam-macam anemia
Anemia defisiensi besi adalah anemia karena kekurangan zat besi atau sintesa hemoglobin
Anemia megaloblastik adalah terjadinya penurunan produksi sel darah merah yang matang,
bisa diakibatkan defisiensi vitamin B12
Anemia aplastik adalah anemia yang berat, leukopenia dan trombositopenia, hipoplastik atau
aplastik
ANEMIA DEFISIENSI BESI

Prevalensi tertinggi terjadi didaerah miskin, gizi buruk dan penderita infeksi

Hasil studi menunjukan bahwa anemia pada masa bayi mungkin menjadi salah satu
penyebab terjadinya disfungsi otak permanen

Defisiensi zat besi menurunkan jumlah oksigen untuk jaringan, otot kerangka,
menurunnya kemampuan berfikir serta perubahan tingkah laku.

Ciri

Akan memperlihatkan respon yang baik dengan pemberian preparat besi

Kadar Hb meningkat 29% setiap 3 minggu

Tanda dan gejala

Pucat (konjungtiva, telapak tangan, palpebra)

Lemah

Lesu

Hb rendah

Sering berdebar

Papil lidah atrofi

Takikardi

Sakit kepala

Jantung membesar

Dampak

Produktivitas rendah

SDM untuk generasi berikutnya rendah

Penyebab
Sebab langsung

Kurang asupan makanan yang mengandung zat besi

Mengkonsumsi makanan penghambat penyerapan zat besi

Infeksi penyakit

Sebab tidak langsung

Distribusi makanan yang tidak merata ke seluruh daerah

Sebab mendasar

Pendidikan wanita rendah

Ekonomi rendah

Lokasi ggeografis (daerah endemis malaria)

Kelompok sasaran prioritas

Ibu hamil dan menyusui

Balita

Anak usia sekolah

Tenaga kerja wanita

Wanita usia subur

Penanganan

Pemberian Komunikasi,informasi dan edukasi (KIE) serta suplemen tambahan pada


ibu hamil maupun menyusui

Pembekalan KIE kepada kader dan orang tua serta pemberian suplemen dalam bentuk
multivitamin kepada balita

Pembekalan KIE kepada guru dan kepala sekolah agar lebih memperhatikan keadaan
anak usia sekolah serta pemeberian suplemen tambahan kepada anak sekolah

Pembekalan KIE pada perusahaan dan tenaga kerja serta pemberian suplemen kepada
tenaga kerja wanita

Pemberian KIE dan suplemen dalam bentuk pil KB kepada wanita usia subur (WUS)

DEFISIENSI VITAMIN A
Prevalensi tertinggi terjadi pada balita
Penyebab

Intake makanan yang mengandung vitamin A kurang atau rendah

Rendahnya konsumsi vitamin A dan pro vitamin A pada bumil sampai melahirkan
akan memberikan kadar vitamin A yang rendah pada ASI

MP-ASI yang kurang mencukupi kebutuhan vitamin A

Gangguan absorbsi vitamin A atau pro vitamin A (penyakit pankreas, diare kronik,
KEP dll)

Gangguan konversi pro vitamin A menjadi vitamin A pada gangguan fungsi kelenjar
tiroid

Kerusakan hati (kwashiorkor, hepatitis kronik)

Sifat

Mudah teroksidasi

Mudah rusak oleh sinar ultraviolet

Larut dalam lemak

Tanda dan gejala

Rabun senja-kelainan mata, xerosis konjungtiva, bercak bitot, xerosis kornea

Kadar vitamin A dalam plasma <20ug/dl

Tanda hipervitaminosis
Akut

Mual, muntah

Fontanela meningkat

Kronis

Anoreksia

Kurus

Cengeng

Pembengkakan tulang

Upaya pemerintah

Penyuluhan agar meningkatkan konsumsi vitamin A dan pro vitamin A

Fortifikasi (susu, MSG, tepung terigu, mie instan)

Distribusi kapsul vitamin A dosis tinggi pada balita 1-5 tahun (200.000 IU pada bulan
februari dan agustus), ibu nifas (200.000 IU), anak usia 6-12 bulan (100.000 IU)

Kejadian tertentu, ditemukan buta senja, bercak bitot. Dosis saat ditemukan (200.000
IU), hari berikutnya (200.000 IU) dan 4 minggu berikutnya (200.000 IU)

Bila ditemukan xeroptalmia. Dosis saat ditemukan :jika usia >12 bulan 200.000 IU,
usia 6-12 bulan 100.000 IU, usia < 6 bulan 50.000 IU, dosis pada hari berikutnya
diberikan sesuai usia demikian pula pada 1-4 minggu kemudian dosis yang diberikan
juga sesuai usia

Pasien campak, balita (200.000 IU), bayi (100.000 IU)

Catatan

Vitamin A merupakan nutrient esensial, yang hanya dapat dipenuhi dari luar tubuh,
dimana jika asupannya berlebihan bisa menyebabkan keracunan karena tidak larut
dalam air

Gangguan asupan vitamin A bisa menyebabkan morbili, diare yang bisa berujung
pada morbiditas dan mortalitas, dan pneumonia

GANGGUAN AKIBAT KEKURANGAN YODIUM (GAKY)

Adalah sekumpulan gejala yang dapat ditimbulkan karena tubuh menderita


kekurangan yodium secara terus menerus dalam waktu yang lama.

Merupakna masalah dunia

Terjadi pada kawasan pegunungan dan perbukitan yang tanahnya tidak cukup
mengandung yodium

Defisiensi yang berlangsung lama akan mengganggu fungsi kelenjar tiroid yang
secara perlahan menyebabkan pembesaran kelenjar gondok

Dampak

Pembesaran kelenjar gondok

Hipotiroid

Kretinisme

Kegagalan reproduksi

Kematian

Defisiensi pada janin

Dampak dari kekurangan yodium pada ibu

Meningkatkan insiden lahir mati, aborsi, cacat lahir

Terjadi kretinisme endemis

Jenis syaraf (kemunduran mental, bisu-tuli, diplegia spatik)

Miksedema (memperlihatkan gejala hipotiroid dan dwarfisme)

Defisiensi pada BBL

Penting untuk perkembangan otak yang normal

Terjadi penurunan kognitif dan kinerja motorik pada anak usia 10-12 tahun pada
mereka yang dilahirkan dari wanita yang mengalami defisiensi yodium

Defisiensi pada anak

Puncak kejadian pada masa remaja

Prevalensi wanita lebih tinggi dari laki-laki

Terjadi gangguan kinerja belajar dan nilai kecerdasan

Klasifikasi tingkat pembesaran kelenjar menurut WHO (1990)

Tingkat 0 : tidak ada pembesaran kelenjar

Tingkat IA : kelenjar gondok membesar 2-4x ukuran normal, hanya dapat diketahui
dengan palpasi, pembesaran tidak terlihat pada posisi tengadah maksimal

Tingkat IB : hanya terlihat pada posisi tengadah maksimal

Tingkat II : terlihat pada posisi kepala normal dan dapat dilihat dari jarak 5 meter

Tingkat III : terlihat nyata dari jarak jauh

Sasaran

Ibu hamil

WUS

Dosis dan kelompok sasaran pemberian kapsul yodium

Bayi < 1tahun : 100 mg

Balita 1-5 tahun : 200 mg

Wanita 6-35 tahun : 400 mg

Ibu hamil (bumil) : 200 mg

Ibu meneteki (buteki) : 200 mg

Pria 6-20 tahun : 400 mg

GAKY tidak berhubungan denga tingkat sosek melainkan dengan geografis


Spektrum gangguan akibat kekurangan yodium

Fetus : abortus, lahir mati, kematian perinatal, kematian bayi, kretinisme nervosa
(bisu tuli, defisiensi mental, mata juling), cacat bawaan, kretinisme miksedema,
kerusakan psikomotor

Neonatus : gangguan psikomotor, hipotiroid neonatal, gondok neonatus

Anak dan remaja : gondok, hipotiroid juvenile, gangguan fungsi mental (IQ rendah),
gangguan perkembangan

Dewasa : gondok, hipotiroid, gangguan fungsi mental, hipertiroid diimbas oleh


yodium

Sumber makanan beryodium yaitu makanan dari laut seperti ikan, rumput laut dan sea food.
Sedangkan penghambat penyerapan yodium (goitrogenik) seperti kol, sawi, ubi kayu, ubi
jalar, rebung, buncis, makanan yang panas, pedas dan rempah-rempah.
Pencegahan/penanggulangan

Fortifikasi : gara

Sumber Vitamin B-Complex


gandum, bijirin,kekacang,sayuran hijau,hati
Kelebihan Vitamin B Complex
Vitamin ini bertindak sebagai:
membantu dalam menukarkan karbohidrat kepada glukosa untuk penghasilan
tenaga kepada tubuh badan.
membantu dalam menukarkan lemak kepada protein( ini membantu nervous
system berfungsi dengan normal)
Vitamin B juga penting untuk pembentukan sel badan jadi ianya penting untuk awet
muda kulit yang licin dan kelihatan muda, melambatkan rambut beruban,membantu
untuk kecantikan kulit, rambut dan mata, kekuatan kuku.

Kekurangan Vitamin B

mengakibatkan kulit menjadi cepat kering, rambut beruban, mempercepatkan kedutan


pada kulit, rambut yang tidak bermaya,kuku tercabut.

Waspadai Kelebihan dan Kekurangan Vitamin dan Mineral


Bukan cuma kekurangan yang bisa menimbulkan dampak negatif. Kelebihan vitamin
dan mineral juga tak baik bagi tumbuh-kembang tubuh.
1. VITAMIN A
* Sumber: unsur hewani berupa ikan, telur, daging, hati sapi dan susu; serta unsur
nabati berupa sayuran seperti wortel, labu dan bayam.
* Manfaat: membangun sel-sel kulit, melindungi mata, menjaga tubuh dari infeksi,
sekaligus untuk pertahanan dan perbaikan sel-sel tubuh, maupun untuk pertumbuhan
gigi dan tulang.
* Bila kekurangan: menimbulkan kerentanan terhadap penyakit-penyakit infeksi,
gangguan penglihatan seperti buta senja, xeroftalmia atau kekeringan pada selaput
dan kornea mata, serta pecahnya biji mata maupun kekeringan pada kulit tubuh.
* Bila kelebihan: menimbulkan keracunan yang mengakibatkan tulang rapuh,
menyebabkan nyeri pada persendian, sakit kepala, kelelahan, kulit kering, bersisik dan
berubah warna menjadi kekuning-kuningan serta kerusakan/pembengkakan hati.
Sedangkan pada wanita hamil dapat mengakibatkan janinnya cacat. Namun,
kecenderungan yang terjadi adalah kekurangan vitamin bukan kelebihan vitamin.
2. VITAMIN B KOMPLEKS
Vitamin B dibedakan atas B1 (tiamin), B2 (riboflavin), B3 (niasin), B6 (piridoksin)
dan B12 (kobalamin). Masing-masing vitamin tersebut pada dasarnya memiliki tugas
dan fungsi yang tidak jauh berbeda. Sebagai suatu kelompok, Vitamin B kompleks
berperan penting dalam metabolisme pembentukan energi yang diperlukan sel-sel
otak.
a. VITAMIN B1 (Tiamin)
* Sumber: padi-padian, roti, sereal, daging dan produk olahannya, ginjal, hati,
makanan laut (kerang, kepiting, ikan dan lain-lain), unggas, telur, tempe dan susu.
* Manfaat: mendorong nafsu makan, berperan dalam sistem saraf dan otot, selain
menjaga tingkat kesehatan dan memproduksi energi.
* Bila kekurangan: rentan terserang beri-beri, mengalami penurunan daya tahan tubuh
hingga mudah terancam berbagai penyakit infeksi.
* Bila kelebihan: jarang terjadi dan kalaupun kelebihan, vitamin ini akan dibuang
keluar tubuh bersama urin. Namun, jika terjadi kesalahan prosedur hingga tak bisa
dibuang, kemungkinannya akan terjadi gagal ginjal.

b. VITAMIN B2 (Riboflavin)
* Sumber: jamur, brokoli, kacang almon,susu, keju, telur, serta yoghurt.
* Manfaat: memperbaiki kulit, mata, dan membantu produksi energi.
* Bila kekurangan: kepekaan terhadap cahaya berkurang, sudut bibir pecah-pecah,
muncul gangguan kulit di sekitar hidung dan bibir.
* Bila kelebihan: jarang terjadi, sama seperti vitamin B lainnya.
c. VITAMIN B3 (Niasin)
* Sumber: sereal, beras, susu, sayur, kacang-kacangan, maupun produk olahan nabati
dan hewani.
* Manfaat: menetralisir zat racun dan berperan dalam sintesa lemak, meningkatkan
nafsu makan, membantu sistem pencernaan, memperbaiki kulit dan saraf.
* Bila kekurangan: kulit gampang rusak, lidah jadi licin, mudah terserang diare, jadi
temperamental (mudah marah), atau sering bingung.
* Bila kelebihan: jarang terjadi, sama seperti vitamin B lainnya.
d. VITAMIN B6 (Piridoksin)
* Sumber: ikan, daging, telur, susu, hati, padi-padian, kacang merah dan polongpolongan.
* Manfaat: membantu metabolisme protein, membantu pembentukan antibodi dan
saraf, mengatur penggunaan protein, lemak, karbohidrat, disamping berperan dalam
regenerasi/pembaruan sel darah merah.
* Bila kekurangan: kulit rusak, dermatitis, sudut bibir pecah-pecah, lidah licin,
sariawan, mual, pening, anemia, muncul batu ginjal, letih, lemah, lesu, nafsu makan
turun, rentan terhadap infeksi dan kejang-kejang, rasa sakit pada pergelangan tangan,
gampang depresi.
* Bila kelebihan: meski jarang terjadi, dalam jangka panjang dapat menimbulkan
kerusakan saraf.
e. VITAMIN B12 (Kobalamin)
* Sumber: daging beserta produk olahannya, ginjal, hati, kerang, ketam, kepiting, ikan
(salmon dan tuna), ragam makanan laut lainnya, unggas, telur, susu dan produk
olahannya, produk fermentasi kedelai (tauco dan tempe yang diolah secara
tradisional), susu kedelai yang diperkaya dengan vitamin dan mineral, sereal.
* Manfaat: membantu pembentukan sel darah merah, mengatur sistem saraf, berperan
dalam sintesa DNA yang mengontrol pembentukan sel-sel baru, mencegah kerusakan
sistem saraf, meningkatkan nafsu makan, mencegah anemia, menjaga kesehatan
jantung dan kekebalan tubuh, berperan dalam metabolisme protein, memicu produksi
hormon untuk kesehatan kulit dan rambut.
* Bila kekurangan: dapat mengganggu sistem saraf, menurunkan daya ingat, mudah
bingung dan murung, gampang mengalami delusi (berkhayal), lelah, hilang
keseimbangan, refleks menurun, mati rasa, menimbulkan gangguan pendengaran,
menyebabkan gejala anemia yang meliputi kelelahan, hilang nafsu makan, diare,
menimbulkan gangguan pembentukan sel saraf, mengakibatkan kerusakan sistem
saraf.
* Bila kelebihan: sama seperti vitamin B lainnya, jarang terjadi.
3. VITAMIN C
* Sumber: buah-buahan seperti jambu biji, jeruk, tomat, arbei, stroberi; sayur-mayur
seperti asparagus dan kol; susu, mentega, kentang, ikan dan hati.
* Manfaat: membantu pembentukan tulang, otot dan kulit, berperan dalam proses
penyerapan zat besi, berperan dalam penyembuhan luka, menghambat infeksi karena
kemampuannya melindungi tubuh dari radikal bebas, mengurangi risiko penyakit

jantung dan kanker, mempertahankan fungsi daya tahan tubuh secara keseluruhan,
mempengaruhi fungsi otak dan mempertajam kesadaran.
* Bila kekurangan: sariawan di mulut maupun perut, kulit cenderung kasar, gusi tidak
sehat hingga gigi mudah goyah dan tanggal, menyebabkan rawan perdarahan di
bawah kulit (sekitar mata dan gusi), cepat lelah, otot lemah, mudah mengalami
depresi, gampang terkena anemia pernisiosa dengan gejala-gejala kelelahan, sakit
kepala, dan lekas marah.
* Bila kelebihan: dapat mengakibatkan diare, pusing, sakit kepala, dan lelah.
Dampaknya hampir sama dengan kekurangan vitamin C.
4. VITAMIN D
* Sumber: keju, telur, margarin, ikan, tahu, tempe, susu, minyak ikan.
* Manfaat: meningkatkan penyerapan kalsium dan fostor untuk kekuatan tulang dan
gigi, mengatur kadar kalsium dalam darah, dan mengatur produksi hormon.
* Bila kekurangan: pertumbuhan lambat, tungkai bengkok, muncul tonjolan pada
perut, pembentukan gigi salah.
* Bila kelebihan: jarang terjadi.
5. VITAMIN E
* Sumber: minyak sayur, alpukat, kacang-kacangan, sayuran, margarin, tepung
gandum, daging, susu dan produk olahan susu, ikan, telur, salad, dan makanan segar
lainnya.
* Manfaat: menyehatkan kulit, menguatkan sel darah merah, melindungi tubuh dari
radikal bebas, mengurangi risiko penyakit jantung dan kanker, memelihara struktur
dan fungsi sistem saraf, membantu pengeringan luka, membantu perkembangan otak.
* Bila kekurangan: menekan produksi antibodi dan merusak respon kekebalan, serta
memperlambat perkembangan saraf otot.
* Bila kelebihan: meningkatkan risiko pendarahan dalam tubuh.
Bukan hanya Vitamin yang diperlukan untuk tubuh kita! Mineral juga berguna untuk
kesehatan, mempertahankan jaringan serta mengatur keseimbangan cairan dalam
tubuh. Berikut zat mineral yang penting untuk diketahui:
1. ZAT BESI (Fe)
* Sumber: sayur-mayur, buah-buahan, kacang-kacangan.
* Manfaat: membantu pembentukan sel darah merah, menambah energi, memperkuat
sistem kekebalan tubuh, mencegah anemia.
* Bila kekurangan: menyebabkan anemia dengan gejala pucat, mudah lelah, dan bila
terjadi pada anak ia menjadi rewel yang mungkin disertai gangguan perkembangan
motorik, gangguan tingkah laku, gangguan fungsi berpikir kognitif, dan menurunkan
daya konsentrasi serta sistem kekebalan tubuh.
* Bila kelebihan: menyebabkan kelainan metabolisme, misalnya pembentukan zat
besi pada darah jadi berlebihan. Akan tetapi, hal ini jarang terjadi karena tubuh sudah
bisa mengontrol sendiri.
2. KALSIUM (Ca)
* Sumber: susu, brokoli, ikan salmon, sarden dan aneka makanan laut lainnya.
* Manfaat: menguatkan dan mengatur pembentukan tulang, mengatur tekanan darah,
berperan dalam kelenturan otot dan fungsi saraf normal, mencegah penyakit jantung,
menurunkan risiko kanker usus, membantu mineralisasi gigi, mencegah pendarahan
akar gigi, mengatasi keluhan kulit kering dan pecah-pecah pada kaki dan tangan.
* Bila kekurangan: menyebabkan pengeroposan tulang.
* Bila kelebihan: jarang terjadi.

3. YODIUM (I)
* Sumber: garam beryodium, makanan laut
* Manfaat: berperan dalam pembentukan hormon tioriksin, memicu pertumbuhan
otak, menyehatkan kelenjar tiroid, menyehatkan proses tumbuh-kembang janin hingga
usia produktif.
* Bila kekurangan: menyebabkan penyakit gondok, bila terjadi pada ibu hamil,
anaknya berpeluang jadi manusia cebol dan mengalami keterbelakangan mental.
* Bila kelebihan: jarang terjadi, karena umumnya yang muncul adalah kekurangan
yodium.
sumber: www.tabloid-nakita.com
Waspadai Kelebihan dan Kekurangan Vitamin dan Mineral
Bukan cuma kekurangan yang bisa menimbulkan dampak negatif. Kelebihan vitamin
dan mineral juga tak baik bagi tumbuh-kembang tubuh.
1. VITAMIN A
* Sumber: unsur hewani berupa ikan, telur, daging, hati sapi dan susu; serta unsur
nabati berupa sayuran seperti wortel, labu dan bayam.
* Manfaat: membangun sel-sel kulit, melindungi mata, menjaga tubuh dari infeksi,
sekaligus untuk pertahanan dan perbaikan sel-sel tubuh, maupun untuk pertumbuhan
gigi dan tulang.
* Bila kekurangan: menimbulkan kerentanan terhadap penyakit-penyakit infeksi,
gangguan penglihatan seperti buta senja, xeroftalmia atau kekeringan pada selaput
dan kornea mata, serta pecahnya biji mata maupun kekeringan pada kulit tubuh.
* Bila kelebihan: menimbulkan keracunan yang mengakibatkan tulang rapuh,
menyebabkan nyeri pada persendian, sakit kepala, kelelahan, kulit kering, bersisik dan
berubah warna menjadi kekuning-kuningan serta kerusakan/pembengkakan hati.
Sedangkan pada wanita hamil dapat mengakibatkan janinnya cacat. Namun,
kecenderungan yang terjadi adalah kekurangan vitamin bukan kelebihan vitamin.
2. VITAMIN B KOMPLEKS
Vitamin B dibedakan atas B1 (tiamin), B2 (riboflavin), B3 (niasin), B6 (piridoksin)
dan B12 (kobalamin). Masing-masing vitamin tersebut pada dasarnya memiliki tugas
dan fungsi yang tidak jauh berbeda. Sebagai suatu kelompok, Vitamin B kompleks
berperan penting dalam metabolisme pembentukan energi yang diperlukan sel-sel
otak.
a. VITAMIN B1 (Tiamin)
* Sumber: padi-padian, roti, sereal, daging dan produk olahannya, ginjal, hati,
makanan laut (kerang, kepiting, ikan dan lain-lain), unggas, telur, tempe dan susu.
* Manfaat: mendorong nafsu makan, berperan dalam sistem saraf dan otot, selain
menjaga tingkat kesehatan dan memproduksi energi.
* Bila kekurangan: rentan terserang beri-beri, mengalami penurunan daya tahan tubuh
hingga mudah terancam berbagai penyakit infeksi.
* Bila kelebihan: jarang terjadi dan kalaupun kelebihan, vitamin ini akan dibuang
keluar tubuh bersama urin. Namun, jika terjadi kesalahan prosedur hingga tak bisa
dibuang, kemungkinannya akan terjadi gagal ginjal.
b. VITAMIN B2 (Riboflavin)
* Sumber: jamur, brokoli, kacang almon,susu, keju, telur, serta yoghurt.
* Manfaat: memperbaiki kulit, mata, dan membantu produksi energi.
* Bila kekurangan: kepekaan terhadap cahaya berkurang, sudut bibir pecah-pecah,
muncul gangguan kulit di sekitar hidung dan bibir.
* Bila kelebihan: jarang terjadi, sama seperti vitamin B lainnya.

c. VITAMIN B3 (Niasin)
* Sumber: sereal, beras, susu, sayur, kacang-kacangan, maupun produk olahan nabati
dan hewani.
* Manfaat: menetralisir zat racun dan berperan dalam sintesa lemak, meningkatkan
nafsu makan, membantu sistem pencernaan, memperbaiki kulit dan saraf.
* Bila kekurangan: kulit gampang rusak, lidah jadi licin, mudah terserang diare, jadi
temperamental (mudah marah), atau sering bingung.
* Bila kelebihan: jarang terjadi, sama seperti vitamin B lainnya.
d. VITAMIN B6 (Piridoksin)
* Sumber: ikan, daging, telur, susu, hati, padi-padian, kacang merah dan polongpolongan.
* Manfaat: membantu metabolisme protein, membantu pembentukan antibodi dan
saraf, mengatur penggunaan protein, lemak, karbohidrat, disamping berperan dalam
regenerasi/pembaruan sel darah merah.
* Bila kekurangan: kulit rusak, dermatitis, sudut bibir pecah-pecah, lidah licin,
sariawan, mual, pening, anemia, muncul batu ginjal, letih, lemah, lesu, nafsu makan
turun, rentan terhadap infeksi dan kejang-kejang, rasa sakit pada pergelangan tangan,
gampang depresi.
* Bila kelebihan: meski jarang terjadi, dalam jangka panjang dapat menimbulkan
kerusakan saraf.
e. VITAMIN B12 (Kobalamin)
* Sumber: daging beserta produk olahannya, ginjal, hati, kerang, ketam, kepiting, ikan
(salmon dan tuna), ragam makanan laut lainnya, unggas, telur, susu dan produk
olahannya, produk fermentasi kedelai (tauco dan tempe yang diolah secara
tradisional), susu kedelai yang diperkaya dengan vitamin dan mineral, sereal.
* Manfaat: membantu pembentukan sel darah merah, mengatur sistem saraf, berperan
dalam sintesa DNA yang mengontrol pembentukan sel-sel baru, mencegah kerusakan
sistem saraf, meningkatkan nafsu makan, mencegah anemia, menjaga kesehatan
jantung dan kekebalan tubuh, berperan dalam metabolisme protein, memicu produksi
hormon untuk kesehatan kulit dan rambut.
* Bila kekurangan: dapat mengganggu sistem saraf, menurunkan daya ingat, mudah
bingung dan murung, gampang mengalami delusi (berkhayal), lelah, hilang
keseimbangan, refleks menurun, mati rasa, menimbulkan gangguan pendengaran,
menyebabkan gejala anemia yang meliputi kelelahan, hilang nafsu makan, diare,
menimbulkan gangguan pembentukan sel saraf, mengakibatkan kerusakan sistem
saraf.
* Bila kelebihan: sama seperti vitamin B lainnya, jarang terjadi.
3. VITAMIN C
* Sumber: buah-buahan seperti jambu biji, jeruk, tomat, arbei, stroberi; sayur-mayur
seperti asparagus dan kol; susu, mentega, kentang, ikan dan hati.
* Manfaat: membantu pembentukan tulang, otot dan kulit, berperan dalam proses
penyerapan zat besi, berperan dalam penyembuhan luka, menghambat infeksi karena
kemampuannya melindungi tubuh dari radikal bebas, mengurangi risiko penyakit
jantung dan kanker, mempertahankan fungsi daya tahan tubuh secara keseluruhan,
mempengaruhi fungsi otak dan mempertajam kesadaran.
* Bila kekurangan: sariawan di mulut maupun perut, kulit cenderung kasar, gusi tidak
sehat hingga gigi mudah goyah dan tanggal, menyebabkan rawan perdarahan di
bawah kulit (sekitar mata dan gusi), cepat lelah, otot lemah, mudah mengalami
depresi, gampang terkena anemia pernisiosa dengan gejala-gejala kelelahan, sakit
kepala, dan lekas marah.

* Bila kelebihan: dapat mengakibatkan diare, pusing, sakit kepala, dan lelah.
Dampaknya hampir sama dengan kekurangan vitamin C.
4. VITAMIN D
* Sumber: keju, telur, margarin, ikan, tahu, tempe, susu, minyak ikan.
* Manfaat: meningkatkan penyerapan kalsium dan fostor untuk kekuatan tulang dan
gigi, mengatur kadar kalsium dalam darah, dan mengatur produksi hormon.
* Bila kekurangan: pertumbuhan lambat, tungkai bengkok, muncul tonjolan pada
perut, pembentukan gigi salah.
* Bila kelebihan: jarang terjadi.
5. VITAMIN E
* Sumber: minyak sayur, alpukat, kacang-kacangan, sayuran, margarin, tepung
gandum, daging, susu dan produk olahan susu, ikan, telur, salad, dan makanan segar
lainnya.
* Manfaat: menyehatkan kulit, menguatkan sel darah merah, melindungi tubuh dari
radikal bebas, mengurangi risiko penyakit jantung dan kanker, memelihara struktur
dan fungsi sistem saraf, membantu pengeringan luka, membantu perkembangan otak.
* Bila kekurangan: menekan produksi antibodi dan merusak respon kekebalan, serta
memperlambat perkembangan saraf otot.
* Bila kelebihan: meningkatkan risiko pendarahan dalam tubuh.
Bukan hanya Vitamin yang diperlukan untuk tubuh kita! Mineral juga berguna untuk
kesehatan, mempertahankan jaringan serta mengatur keseimbangan cairan dalam
tubuh. Berikut zat mineral yang penting untuk diketahui:
1. ZAT BESI (Fe)
* Sumber: sayur-mayur, buah-buahan, kacang-kacangan.
* Manfaat: membantu pembentukan sel darah merah, menambah energi, memperkuat
sistem kekebalan tubuh, mencegah anemia.
* Bila kekurangan: menyebabkan anemia dengan gejala pucat, mudah lelah, dan bila
terjadi pada anak ia menjadi rewel yang mungkin disertai gangguan perkembangan
motorik, gangguan tingkah laku, gangguan fungsi berpikir kognitif, dan menurunkan
daya konsentrasi serta sistem kekebalan tubuh.
* Bila kelebihan: menyebabkan kelainan metabolisme, misalnya pembentukan zat
besi pada darah jadi berlebihan. Akan tetapi, hal ini jarang terjadi karena tubuh sudah
bisa mengontrol sendiri.
2. KALSIUM (Ca)
* Sumber: susu, brokoli, ikan salmon, sarden dan aneka makanan laut lainnya.
* Manfaat: menguatkan dan mengatur pembentukan tulang, mengatur tekanan darah,
berperan dalam kelenturan otot dan fungsi saraf normal, mencegah penyakit jantung,
menurunkan risiko kanker usus, membantu mineralisasi gigi, mencegah pendarahan
akar gigi, mengatasi keluhan kulit kering dan pecah-pecah pada kaki dan tangan.
* Bila kekurangan: menyebabkan pengeroposan tulang.
* Bila kelebihan: jarang terjadi.
3. YODIUM (I)
* Sumber: garam beryodium, makanan laut
* Manfaat: berperan dalam pembentukan hormon tioriksin, memicu pertumbuhan
otak, menyehatkan kelenjar tiroid, menyehatkan proses tumbuh-kembang janin hingga
usia produktif.
* Bila kekurangan: menyebabkan penyakit gondok, bila terjadi pada ibu hamil,
anaknya berpeluang jadi manusia cebol dan mengalami keterbelakangan mental.

* Bila kelebihan: jarang terjadi, karena umumnya yang muncul adalah kekurangan
yodium.

Defisit CairanFaktor Resiko Tanda klinis


1.
Kehilangan cairan berlebiha.
Muntahb.
Diarec.
Pengisapan lambungd.
Drainase/ sekresi dari luka/ fistulae.
Keringat berlebih2.
Ketidak cukupan asupan cairana.
Anoreksiab.
Mual, muntahc.
Tidak ada cairand.
Depresi, konfusi3.
Nilai laboratoriuma.
Peningkatan hematokritb.
Peningkatan hemoglobinc.
Peningkatan BUNd.
Penurunan CVP

Kehilangan berat badan (mungkin jugapenambahan berat badan pada kasusperpindahan cairan ke
lokasi ketiga)2% (ringan)5% (sedang)8% (berat)

Penurunan turgor kulit

Nadi cepat dan lemah

Penurunan Tekanan Darah

Hipotensi postural

Penurunan volume darah

Bunyi nafas jelas

Asupan lebih sedikit daripada haluaran

Penurunan volume urine (kurang dari30ml/jam), dapat

mekanisme

regulasi

Mukosa

Vena leher datar

membran kering, penurunansalivasi

meningkatkan karenakegagalan

Pengisian vena

Menyatakan haus/ lemas


Dehidrasi
Dehidrasi disebut juga ketidakseimbangan hiiper osmolar, terjadi akibatkehilangan cairan yang
tidak diimbangi dengan kehilangan elektrolit dalam jumlah proporsional, terutama natrium.
Kehilangan cairan menyebabkanpeningkatan kadar natrium, peningkatan osmolalitas, serta

dehidrasi

intraseluler.Air berpindah dari sel dan

Hipervolemia

)
Kelebihan volume cairan terjadi apabila tubuh

menyimpan cairan

kompartemen ekstraseluler dalam

yang seimbang.

cairan isotonik, konsentrasi

kompartemen interstitial menuju ruang

vascular.Kondisi ini menybabkan gangguan fungsi sel da kolaps sirkulasi. Orang yangberesiko
mengalami dehidrasi salah satunya adalah individu lansia. Merekamengalami penurunan
respons haus atau pemekatan urine. Di samping itu lansiamemiliki proporsi lemak yang lebih
besar sehingga beresiko tunggi mengalamidehidrasi akibat cadangan air yang sedikit dalam tubuh.
Klien dengan diabetesinsipidus akibat penurunan hormon diuretik sering mengalami
kehilangan cairantupe hiperosmolar. Pemberian cairan hipertonik juga meningkatkan
jumlah solutdalam aliran darah.
Kelebihan Volume Cairan (

lambat

proporsi

natrium dalam serum masih normal.

dan elektrolitdalam

Karena adanyaretensi

Kelebihancairan tubuh

hampir selalu disebabkan oleh peningkatan jumlah natrium dalamserum. Kelebihan cairan
terjadi akibat
overload
cairan/ adanya gangguanmekanisme homeostatispada proses regulasi keseimbangan cairan.
Penyebabspesifik kelebihan cairan, antara lain:a.

Asupan natrium yang berlebihan

~
9
~
b.

Moh. Ubaidillah Faqih STIKES NU TUBAN S-1 Keperawatan Doc

Pemberian infus berisi natrium terlalu cepat dan banyak, terutama pada kliendengan
mekanisme regulasi cairan.c.
Penyakit yang mengubah mekanisme regulasi, seperti
gagal ginjal, sirosis hati, sindrom Cushingd.

gangguan jantung(gagal ginjal kongestif),

Kelebihan steroid.Kelebihan Volume CairanFaktor Resiko Tanda Klinis1.

Kelebihan cairan yang mengandungnatrium


Asupan cairan

Penurunan hematokrit-

Penurunan hemoglobin-

Penurunan BUN-

dari terapi intravena2.

yang mengandungnatrium dari diet atau obat- obatan.3.

Nilai Laboratorium-

gangguan

Peningkatan CVP4.

Gangguan sirkulasia.
Gagal jantungb.
Gagal ginjalc.
Sirosis hati

Penambahan berat badan2% ringan-

5% sedang-

8% berat

Edema perifer

Nadi kuat dan


frekuensi
nadimeningkat

Peningkatan
CVP dan
tekanandarah

Bunyi nafas
rales,
dispnea,nafas pendek

Haluaran cairan menebihiasupan

Kemmungkinan terjadioliguria

dan penurunan berat jenis urine (< 1,003)

Vena leher terdistensi dankencang

Lambatnya pengosongan

venatangan saat di

angkat

Konfusi mental
Edema

Pada kasus kelebihan cairan, jumlahcairan dan

natrium yang berlebihan

dalamkompartemen ekstraseluler meningkatkan tekanan osmotik. Akibatnya, cairankeluar dari sel


sehingga menimbulkan penumpukan cairan dalm ruang interstitial
(
Edema
).
Edema yang sering terlihat disekitar mata, kaki dan tangan. Edemadapat bersifat lokal atau
menyeluruh, tergantung pada kelebihan cairan yangterjadi. Edema dapat terjadi ketika
adapeningkatan produksi cairan interstisial/ gangguan perpindahan cairan interstisial. Hal ini dapat
terjadi ketika:a.

Permeabilitas kapilermeningkat (mis., karena luka bakar, alergi yangmenyebabkan perpindahan


cairan dari kapiler menuju ruang

interstisial).b.

Peningkatan hidrostatik kapiler meningkat (mis., hipervolemia, obstruksisirkulasi vena) yang


menyebabkan cairann dalam pembuluh darahterdorongke ruang interstisial.c.

Perpindahan cairan dari ruangan interstisial terhambat (mis., pada blokadelimfatik)Edema pitting
adalah edema yang meninggalkan sedikit depresi atau cekungansetelah dilakukan penekanan
pada area yang bengkak. Cekungan unu terjadi

Moh. Ubaidillah Faqih STIKES NU TUBAN S-1 Keperawatan Doc

~
10
~
akibat pergerakan

tekanan

cairan dari daerah yang

ditekan menuju jaringan

ini ). Umumnya, edema jenis adalah edema

natrium. Adapun edema yang


non pitting
.
Gangguan Cairan

disebabkan oleh

sekitar(menjauhi lokasi

yangdisebabkan oleh gangguan

retensicairan hanya menimbulkan edema

KETIDAKSEIMBANGAN ISOTONIK

PENYEBAB TANDA DAN GEJALAKEKURANGAN VOLUME CAIRAN


Kehilangan cairan dari system gastro intestinalseperti diare, muntah / drainase
atau rabas darifistula/ selangKehilangan plasma atau darah utuh, seperti yangterjadi
pada luka bakar atau pendarahanKeringat berlebihanDemamPenurunan asupan
cairan peroralPenggunaan obat- obatan diuretic
Pemeriksaan fisik
: nadi cepat tetapi lemah,kolaps vena, frekuensi nafas cepat, letargi,oliguria, kulit dan
membrane mukosa kering,turgor kulit tidak elastic, kehilangan berat badanyang cepat

Hasil pemeriksaan laboratorium


: berat jenisurine > 1,025, peningkatan semu hematokrit >50%, peningkatan semu
nitrogen urea darah(BUN) > 25mg/ 100 ml
KELEBIHAN VOLUME CAIRAN
Gagal jantung kongestif Gagal gi njalSirosisPeningkatan kadar aldosteron dan streroid didalam
serumAsupan natrium berlebihan
Pemeriksaan fisik:

denyut nadi kuat, pernafasancepat, hipertensi, distensi vena leher, peningkatantekanan

vena, suara krakels di paru-

paru,peningkatan

berat badan yang cepat

Hasil Pemeriksaan Laboratorium:

penurunansemu BUN < 10 mg/ 100 ml


SINDROM RUAM KETIGA
Hipertensi portalObstruksi usus halusPeritonitisLuka bakar

Pemeriksaan Fisik:

peningkatan lingkar perut(yang


Hasil Pemeriksaan Laboratorium:
natriumserum menurun < 135

mEq/L dan albuminmenurun < 3,5 g/ 100 ml (hilang dalam

disertai obstruksi usus halus, asites)

cairanyang terperangkap)

KETIDAK SEIMBANGAN HIPER OSMOLARPENYEBAB TANDA DAN


GEJALAKETIDAK SEIMBANGAN HIPEROSMOLAR
Diabetes isipidus
Pemeriksaan Fisik:
penurunan berat badan,membrane mukosa kering dan lengket, rasa haus,

Malnutrisi
DEFINISI
Malnutrisi dapat terjadi oleh karena Kekurangan Gizi (Undernutrisi) maupun karena
Kelebihan Gizi (Overnutrisi). Keduanya disebabkan oleh ketidakseimbangan antara
kebutuhan tubuh dan asupan zat gizi esensial.
Perkembangan malnutrisi melalui 4 tahapan:
1. Perubahan kadar zat gizi dalam darah dan jaringan
2. Perubahan kadar enzim
3. Kelainan fungsi pada organ dan jaringan tubuh
4. Timbulnya gejala-gejala penyakit dan kematian.
Kebutuhan tubuh akan zat gizi bertambah pada beberapa tahapan kehidupan tertentu, yaitu:
- pada masa bayi, awal masa kanak-kanak, remaja,
- selama kehamilan,
- selama menyusui.
Pada usia yang lebih tua, kebutuhan akan zat gizi lebih rendah, tetapi kemampuan untuk
menyerap zat gizi pun sering menurun. Oleh karena itu, resiko kekurangan gizi pada masa ini
adalah lebih besar dan juga pada masyarakat dengan tingkat ekonomi rendah.
PENILAIAN STATUS GIZI
Untuk menilai status gizi seseorang, ditanyakan tentang makanan dan masalah kesehatan,
dilakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan laboratorium tertentu. Pada pemeriksaan darah
dilakukan pengukuran kadar zat gizi dan bahan-bahan yang tergantung kepada kadar zat gizi
(misalnya hemoglogbin, hormon tiroid dan transferin).
Untuk menentukan riwayat makan seseorang, ditanyakan makanan apa yang dimakan dalam
24 jam terakhir dan jenis makanan seperti apa yang biasanya dimakan. Dibuat catatan tentang
daftar makanan yang dimakan selama 3 hari. Selama pemeriksaan fisik, diamati penampilan
secara keseluruhan dan tingkah lakunya, juga distribusi lemak tubuh serta fungsi organ
tubuhnya.
Kekurangan zat gizi dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan. Misalnya, perdarahan
lambung dapat menyebabkan anemia karena kekurangan zat besi. Seseorang yang telah
diobati dengan Vitamin A dosis tinggi karena berjerawat, bisa mengalami sakit kepala dan
penglihatan ganda sebagai akibat keracunan Vitamin A.
Berbagai sistem tubuh bisa dipengaruhi oleh kelainan gizi:
1. Sistem saraf bisa terkena oleh kekurangan niasin (pelagra), beri-beri, kekurangan atau
kelebihan vitamin B6 (piridoksin), dan kekurangan vitamin B12

2. Pengecapan dan pembauan bisa dipengaruhi kekurangan seng


3. Sistem pembuluh darah jantung bisa dipengaruhi oleh :
- beri-beri
- kegemukan (obesitas)
- makanan tinggi lemak menyebabkan hiperkolesterolemi dan penyakit jantung
koroner
- makanan kaya garam bisa menyebabkan tekanan darah tinggi
4. Saluran pencernaan dipengaruhi oleh pelagra, kekurangan asam folat dan banyak
minum alkohol
5. Mulut (lidah, bibir, gusi, dan membran mukosa) dipengaruhi oleh kekurangan Vitamin
B dan Vitamin C
6. Pembesaran kelenjar tiroid terjadi akibat kekurangan iodium
7. Kecenderungan mengalami perdarahan dan gejala pada kulit seperti ruam kemerahan,
kulit kering dan pembengkakan karena penimbunan cairan (edema) bisa terjadi pada
kekurangan Vitamin K, kekurangan Vitamin C, kekurangan Vitamin A, dan beri-beri
8. Tulang dan sendi dapat terkena ricketsia, osteomalasia, osteoporosis dan kekurangan
Vitamin C.
Status gizi seseorang dapat ditentukan melalui beberapa cara, yaitu:
1. Mengukur tinggi badan dan berat badan, lalu membandingkannya dengan tabel
standar.
2. Menghitung indeks massa tubuh (BMI, Body Mass Index), yaitu berat badan (dalam
kilogram) dibagi dengan tinggi badan (dalam meter). Indeks massa tubuh antara 20-50
dianggap normal untuk pria dan wanita.
3. Mengukur ketebalan lipatan kulit.
Lipatan kulit di lengan atas sebelah belakang (lipatan trisep) ditarik menjauhi lengan,
sehingga lapisan lemak dibawah kulitnya dapat diukur, biasanya dengan
menggunakan jangka lengkung (kaliper). Lemak di bawah kulit banyaknya adalah
50% dari lemak tubuh. Lipatan lemak normal adalah sekitar 1,25 cm pada laki-laki
dan sekitar 2,5 cm pada wanita.
4. Status gizi juga bisa diperoleh dengan mengukur lingkar lengan atas untuk
memperkirakan jumlah otot rangka dalam tubuh (Lean Body Mass, massa tubuh yang
tidak berlemak).
Foto rontgen dapat membantu menentukan densitas tulang dan keadaan dari jantung dan
paru-paru, juga bisa menemukan kelainan saluran pencernaan yang disebabkan oleh
malnutrisi.
Pada malnutrisi yang berat, dilakukan pemeriksaan hitung jenis sel darah lengkap serta
pemeriksaan darah dan air kemih untuk mengukur kadar vitamin, mineral, dan limbah

metabolit seperti urea. Pemeriksaan kulit juga bisa dilakukan untuk menilai jenis-jenis
tertentu dari kekebalan.
FAKTOR RESIKO
Bayi dan anak-anak merupakan resiko terbesar untuk mengalami kekurangan gizi karena
mereka membutuhkan sejumlah besar kalori dan zat gizi untuk pertumbuhan dan
perkembangannya. Mereka bisa mengalami kekurangan zat besi, asam folat, vitamin C dan
tembaga karena makanan yang tidak memadai. Kekurangan asupan protein, kalori dan zat
gizi lainnya bisa menyebabkan terjadinya kekurangan kalori protein (KKP), yang merupakan
suatu bentuk dari malnutrisi yang berat, yang akan menghambat pertumbuhan dan
perkembangan.
Kecenderungan untuk mengalami perdarahan pada bayi baru lahir (penyakit hemoragik pada
bayi baru lahir), disebabkan oleh kekurangan Vitamin K, dan bisa berakibat fatal.
Sejalan dengan pertumbuhannya, kebutuhan makanan anak-anak akan bertambah, karena laju
pertumbuhan mereka juga bertambah. Pada wanita hamil atau wanita menyusui, kebutuhan
zat gizi meningkat untuk mencegah malnutrisi pada bayi dan dirinya sendiri. Asam folat
diberikan selama kehamilan untuk menurunkan resiko gangguan perkembangan otak atau
tulang belakang (spina bifida) pada bayi. Meskipun pada wanita-wanita pemakai Pil KB lebih
mungkin untuk menderita kekurangan asam folat, tidak ada bukti bahwa bayinya akan
menderita defisiensi asam folat.
Bayi yang berasal dari ibu peminum alkohol akan mengalami gangguan keseimbangan fisik
dan mental (sindroma alkohol pada janin), karena penyalahgunaan alkohol dan malnutrisi
yang disebabkannya, bisa mempengaruhi pertumbuhan janin. Bayi yang mendapatkan ASI
eksklusif, bisa mengalami kekurangan vitamin B12, jika ibunya adalah seorang vegetarian.
Pada orang tua dapat terjadi malnutrisi karena:
- merasa kesepian,
- fisik dan mental yang mulai menurun,
- kurang bergerak,
- penyakit kronik.
Kemampuan penyerapan zat gizi pada orang tua pun sudah menurun, memungkinkan terjadi
berbagai masalah seperti anemia karena kekurangan zat besi, osteoporosis, dan osteomalasia.
Proses penuaan disertai dengan kehilangan sejumlah massa otot yang tidak ada hubungannya
dengan penyakit atau kekurangan makanan. Berkurangnya massa otot ini sekitar 11 kg untuk
laki-laki dan 5,5 kg untuk wanita.
Perhitungan tersebut berdasarkan:
- berkurangnya kecepatan proses metabolisme,
- berkurangnya berat badan total. dan
- bertambahnya lemak tubuh sekitar 20-30% pada laki-laki dan 27-40% pada wanita.
Karena perubahan-perubahan tersebut dan karena berkurangnya aktivitas fisik, orang tua
memerlukan lebih sedikit kalori dan protein. Pada orang-orang yang mempunyai penyakit
kronik yang menyebabkan malabsorbsi, cenderung memiliki kesulitan dalam menyerap

vitamin yang larut dalam lemak (A, D, E dan K), Vitamin B12, kalsium, dan zat besi.
Penyakit hati mengganggu penyimpanan vitamin A dan B12, dan mempengaruhi
metabolisme protein dan glukosa (sejenis gula). Penderita penyakit ginjal cenderung
mengalami kekurangan protein, zat besi dan vitamin D.
Sebagian besar vegetarian merupakan vegetarian ovo-lakto, yaitu mereka tidak
mengkonsumsi daging dan ikan, tapi mengkonsumsi telur dan produk olahan susu. Satusatunya resiko dari diet semacam ini adalah kekurangan zat besi. Vegetarian ovo-lakto
cenderung berumur lebih panjang dan memiliki resiko yang lebih kecil untuk menderita
penyakit kronik dibandingkan orang yang mengkonsumsi daging. Tetapi kesehatan mereka
yang lebih baik, juga merupakan hasil dari menghindari pemakaian alkohol dan tembakau,
dan mereka cenderung berolahraga secara teratur.
Vegetarian yang tidak mengkonsumsi produk hewan (vegan), memiliki resiko untuk
menderita kekurangan Vitamin B12. Makanan bergaya oriental dan makanan yang
difermentasi lainnya (misalnya; minyak ikan), bisa memenuhi kebutuhan akan vitamin B12.
Banyak makanan yang dinyatakan dapat meningkatkan kesehatan atau menurunkan berat
badan. Tetapi pembatasan makanan yang sangat ketat, berdasarkan ilmu gizi adalah tidak
sehat karena dapat menyebabkan:

Kekurangan vitamin, mineral, dan protein

Gangguan jantung, ginjal dan metabolisme

Kematian.

Asupan kalori yang sangat rendah (kurang dari 400 kalori/hari) tidak dapat mempertahankan
kesehatan dalam waktu yang lama. Ketagihan alkohol atau obat-obatan bisa merusak gaya
hidup seseorang sehingga asupan makanan yang cukup tidak terpenuhi, dan terdapat
gangguan pada penyerapan dan metabolisme zat-zat gizi.
Alkoholisme adalah bentuk ketagihan obat yang paling sering ditemukan, yang memberikan
efek serius terhadap status gizi seseorang. Pemakaian alkohol dalam jumlah yang sangat
besar merupakan racun yang akan merusak jaringan, terutama pada saluran pencernaan, hati,
pankreas, dan sistem saraf (termasuk otak).
Alkoholisme merupakan penyebab paling sering dari kekurangan vitamin B1 (tiamin) di USA
dan juga menyebabkan kekurangan magnesium, zat besi, dan vitamin lainnya.
PEMBERIAN MAKANAN
Jika zat makanan tidak dapat diberikan melalui mulut, bisa diberikan melalui sebuah selang
yang dimasukkan kedalam saluran pencernaan (nutrisi enteral) atau secara intravena (nutrisi
parenteral). Kedua cara ini bisa digunakan untuk memberikan makanan kepada orang-orang
yang tidak mau atau tidak dapat makan, atau tidak dapat mencerna dan menyerap zat
makanan.
Pemberian Makanan Melalui Selang

Pemberian makanan melalui selang digunakan pada berbagai keadaan, termasuk pada
penyembuhan luka bakar dan penyakit peradangan saluran pencernaan.
Sebuah selang plastik tipis (pipa nasogastrik) dimasukkan melalui hidung, menyusuri
kerongkongan sampai mencapai lambung atau usus halus. Jika selang ini harus digunakan
untuk waktu yang lama, bisa secara langsung dimasukkan melalui sayatan kecil di dinding
perut, ke dalam lambung atau usus halus.
Cairan yang dimasukkan melalui selang ini mengandung zat-zat gizi yang dibutuhkan seperti
protein, karbohidrat, lemak, vitamin dan mineral. 2-45% dari kebutuhan kalori total berasal
dari lemak.
Masalah yang timbul dari pemberian makanan lewat selang ini sangat jarang dan tidak terlalu
serius:
- Pada beberapa penderita terjadi diare dan gangguan perut
- Kerongkongan bisa mengalami iritasi dan peradangan
- Makanan bisa terhirup ke dalam paru-paru. Merupakan komplikasi yang serius, tapi jarang
terjadi. Bisa dicegah dengan menempatkan kepala pada posisi yang lebih tinggi untuk
mengurangi regurgitasi atau dengan memasukkan cairan secara perlahan.
Pemberian Makanan Secara Intravena
Pemberian makanan secara intravena digunakan jika penderita tidak dapat menerima
sejumlah makanan yang cukup melalui pipa nasogastrik.
Penderita yang mendapatkan makanan melalui intravena adalah:
- Penderita yang mengalami malnutrisi yang sangat berat dan akan menjalani pembedahan,
terapi penyinaran atau kemoterapi
- Penderita luka bakar berat
- Kelumpuhan saluran pencernaan
- Diare atau muntah yang menetap.
Pemberian makanan melalui selang infus ini dapat memasok sebagian dari zat makanan yang
dibutuhkan penderita atau seluruhnya (nutrisi parenteral total). Tersedia sejumlah cairan
yang bisa diberikan dan dapat dimodifikasi untuk penderita penyakit ginjal atau hati.
Nutrisi parenteral total memerlukan selang intravena yang lebih besar (kateter). Karena itu
digunakan pembuluh balik (vena) yang lebih besar, misalnya vena subklavia. Seseorang yang
menjalani nutrisi parenteral total dipantau secara ketat terhadap perubahan berat badan,
pengeluaran air kemih dan tanda-tanda infeksi. Bila kadar gula darahnya menjadi terlalu
tinggi, bisa ditambahkan insulin ke dalam cairan yang diberikan.
Infeksi merupakan resiko karena kateter biasanya digunakan untuk waktu yang lama dan
cairan yang mengalir di dalamnya memiliki kadar gula yang tinggi, dimana bakteri bisa
tumbuh dengan mudah.
Nutrisi parenteral total bisa menyebabkan komplikasi lainnya:
- Jika terlalu banyak kalori, terutama lemak, hati bisa membesar.
- Lemak yang berlebihan di dalam vena bisa menyebabkan sakit punggung, demam,
menggigil, mual dan berkurangnya jumlah trombosit. Tetapi hal ini terjadi pada kurang dari

3% penderita.
- Penggunaan jangka panjang bisa menyebabkan nyeri tulang.
KELAPARAN
Kelaparan bisa merupakan akibat dari:

Puasa

Anoreksia nervosa

Penyakit saluran pencernaan yang berat

Stroke

Koma.

Tubuh melawan kelaparan dengan memecahkan jaringannya sendiri dan menggunakannya


sebagai sumber kalori. Sebagai akibatnya, organ-organ dalam dan otot mengalami kerusakan
yang progresif dan lemak tubuh (jaringan adiposa) semakin menipis.
Seorang dewasa dapat kehilangan separuh dari berat badannya dan anak-anak lebih dari
separuh berat badannya. Kehilangan berat yang sebanding paling banyak terjadi di hati dan
usus, lalu di jantung dan ginjal, dan paling sedikit di sistem saraf. Tanda yang paling jelas
dari berkurangnya berat badan adalah berkurangnya lemak di bagian tubuh yang dalam
keadaan normal menyimpan lemak, berkurangnya ukuran otot dan menonjolnya tulangtulang.
Kulit menjadi tipis, kering, tidak elastis, pucat dan dingin. Rambut menjadi kering,
jarang/tipis dan mudah rontok. Sebagian besar sistem tubuh akan terkena akibatnya dan
kelaparan total akan berakibat fatal dalam 8-12 minggu.
Bagaimana Kelaparan Mempengaruhi Sistem Tubuh
Sistem

Efek

Menurunkan produksi asam lambung

Diare yang sering dan bisa berakibat fatal

Mengurangi ukuran jantung dan jumlah darah yang dipompa,


memperlambat denyut jantung dan menurunkan tekanan
darah

Sistem Pencernaan

Sistem
Kardiovaskuler
(Jantung dan
Pembuluh Darah)

Pada akhirnya menyebabkan kegagalan jantung

Memperlambat pernapasan, mengurangi kapasitas paru-paru

Pada akhirnya menyebabkan kegagalan pernapasan

Mengurangi ukuran indung telur (pada wanita) dan buah


zakar (pada laki-laki)

Kehilangan gairah seksual (libido)

Terhentinya siklus menstruasi

Sistem Pernapasan

Sistem Reproduksi

Sistem Saraf

Apati dan mudah tersinggung, meskipun intelektual tidak terganggu

Sistem Muskuler
(Otot)

Kesanggupan yang rendah untuk melakukan latihan atau kerja,


karena berkurangnya ukuran dan kekuatan otot

Sistem Hematologis
(Darah)

Anemia

Suhu tubuh yang rendah (hipotermia), sering menyebabkan


kematian

Pengumpulan cairan di kulit, terutama disebabkan oleh


hilangnya lemak di bawah kulit

Sistem Metabolik

Sistem Kekebalan

Terganggunya kemampuan untuk melawan infeksi dan


penyembuhan luka

Pengembalian asupan makanan seperti sedia kala membutuhkan waktu tergantung pada
berapa lama orang tersebut mengalami kelaparan dan seberapa parah organ tubuh yang
terkena akibat kelaparan tersebut. Saluran pencernaan menyusut selama kelaparan, dan tidak
dapat berfungsi langsung saat pertama kali. Cairan seperti jus, susu, dan sup, sangat
disarankan bagi pasien yang dapat makan lewat mulut untuk pertama kali makan.
Setelah beberapa hari makanan cair tersebut dapat diganti dengan makanan yang lebih padat
dan kalorinya dinaikkan secara bertahap mulai dari 500 kalori/hari. Biasanya makanan padat
yang dihancurkan diberikan dalam porsi kecil pada beberapa waktu untuk menghindari diare.
Penderita harus bertambah 3 atau 4 pond seminggu sampai berat badan normal tercapai. Pada
awalnya beberapa penderita harus mendapatkan makanannya lewat pipa nasogastrik.

Pemberian makanan lewat infus diperlukan bila penderita mengalami malabsorpsi dan diare
persisten.
KURANG KALORI PROTEIN
Diantara kelaparan yang berat dan nutrisi yang cukup, terdapat tingkatan yang bervariasi dari
nutrisi yang tidak memadai, seperti Kurang Kalori Protein (KKP), yang merupakan penyebab
kematian pada anak-anak di negara-negara berkembang.
Pertumbuhan yang cepat, adanya infeksi, cedera atau penyakit menahun, dapat meningkatkan
kebutuhan akan zat-zat gizi, terutama pada bayi dan anak-anak yang sebelumnya telah
menderita malnutrisi. Kurang kalori protein disebabkan oleh konsumsi kalori yang tidak
memadai, yang mengakibatkan kekurangn protein dan mikronutrisi (zat gizi yang diperlukan
dalam jumlah sedikit, misalnya vitamin dan mineral).
Terdapat tiga jenis KKP, yaitu:
1. KKP Kering : jika seseorang tampak kurus dan mengalami dehidrasi
2. KKP Basah : jika seseorang tampak membengkak karena tertahannya cairan
3. KKP Menengah : jika seseorang berada dalam kondisi diantara KKP kering dan KKP
basah.
KKP kering disebut marasmus, merupakan akibat dari kelaparan yang hampir menyeluruh.
Seorang anak yang mengalami marasmus, mendapatkan sangat sedikit makanan, sering
disebabkan karena ibu tidak dapat memberikan ASI. Badannya sangat kurus akibat hilangnya
otot dan lemak tubuh. Hampir selalu disertai terjadinya infeksi. Jika anak mengalami cedera
atau infeksi yang meluas, prognosanya buruk dan bisa berakibat fatal.
KKP basah disebut kwashiorkor, yang dalam bahasa Afrika berarti 'anak pertama-anak
kedua'. Istilah tersebut berdasarkan pengamatan bahwa anak pertama menderita kwashiorkor
ketika anak kedua lahir dan menggeser anak pertama dari pemberian ASI ibunya. Anak
pertama yang telah disapih tersebut mendapatkan makanan yang jumlah zat gizinya lebih
sedikit bila dibandingkan dengan ASI, sehingga tidak tumbuh dan berkembang.
Kekurangan protein pada kwashiorkor biasanya lebih jelas dibandingkan dengan kekurangan
kalori, yang mengakibatkan:
- tertahannya cairan (edema),
- penyakit kulit, dan
- perubahan warna rambut.
Anak yang menderita kwashiorkor biasanya telah menjalani penyapihan, sehingga usianya
lebih besar daripada anak yang menderita marasmus.
KKP menengah disebut marasmik-kwashiorkor. Anak-anak yang menderita KKP ini
menahan beberapa cairan dan memiliki lebih banyak lemak tubuh dibandingkan dengan
penderita marasmus. Kwashiorkor lebih jarang ditemukan dan biasanya terjadi dalam bentuk
marasmik-kwashiorkor. Kwashiorkor cenderung terjadi di negara-negara dimana serat dan
makanan digunakan untuk menyapih bayi (misalnya; umbi jalar, singkong, beras, kentang,

dan pisang), yang sedikit mengandung protein dan sangat banyak mengandung zat tepung;
yaitu di pedesaan Afrika, Karibia, kepulauan Pasifik dan Asia Tenggara.
Pada marasmus, sebagaimana yang terjadi pada kelaparan, tubuh
menghancurkan/memecahkan jaringannya sendiri untuk digunakan sebagai kalori:

Cadangan karbohidrat yang disimpan dalam hati habis terpakai

Protein di otot dipecah untuk menghasilkan protein baru

Cadangan lemak dipecah untuk menghasilkan kalori.

Sebagai akibatnya seluruh tubuh mengalami penyusutan.


Pada kwashiorkor, tubuh hanya mampu menghasilkan sedikit protein baru. Akibatnya kadar
protein dalam darah menjadi berkurang, menyebabkan cairan terkumpul di lengan dan
tungkai sebagai edema. Kadar kolesterol juga menurun dan terjadi perlemakan pada hati yang
membesar (pengumpulan lemak yang berlebihan di dalam sel-sel hati).
Kekurangan protein akan menganggu:
- pertumbuhan badan,
- sistem kekebalan,
- kemampuan untuk memperbaiki kerusakan jaringan,
- produksi enzim dan hormon.
Pada marasmus dan kwashiorkor sering terjadi diare. Perkembangan tingkah laku pada anak
yang menderita malnutrisi berat sangat lambat dan bisa terjadi keterbelakangan mental.
Biasanya anak yang menderita marasmus tampak lebih sakit daripada anak yang lebih tua
yang menderita kwashiorkor.
Seorang bayi yang menderita KKP biasanya mendapatkan makanannya melalui infus selama
24-48 jam pertama di rumah sakit. Antibiotik biasanya diberikan melalui cairan intravena,
pada bayi-bayi yang mengalami infeksi berat. Bila sudah memungkinkan, susu formula
diberikan lewat mulut. Jumlah kalori yang diberikan ditingkatkan secara bertahap, sehingga
bayi yang pada saat masuk rumah sakit memiliki berat 6,5-7 kg, akan menunjukkan
pertambahan berat sebesar 3,5 kg dalam 12 minggu.
PROGNOSIS
Lebih dari 40% anak-anak yang menderita KKP meninggal.
Kematian yang terjadi pada hari pertama pengobatan biasanya disebabkan oleh:
- gangguan elektrolit
- infeksi
- hipotermia (suhu tubuh yang sangat rendah)
- kegagalan jantung.
Keadaan setengah sadar (stupor), jaundice (sakit kuning), pendarahan kulit, rendahnya kadar
natrium darah dan diare yang menetap merupakan pertanda buruk. Pertanda yang baik adalah
hilangnya apati, edema, dan bertambahnya napsu makan. Penyembuhan pada kwashiorkor

berlangsung lebih cepat.


Efek jangka panjang dari malnutrisi pada masa kanak-kanak tidak diketahui. Jika anak-anak
diobati dengan tepat, sistem kekebalan dan hati akan sembuh sempurna. Tetapi pada beberapa
anak, penyerapan zat gizi di usus tetap mengalami gangguan.
Beratnya gangguan mental yang dialami berhubungan dengan lamanya anak menderita
malnutrisi, beratnya malnutrisi dan usia anak pada saat menderita malnutrisi.
Keterbelakangan mental yang bersifat ringan bisa menetap sampai anak mencapai usia
sekolah dan mungkin lebih.
PENYEBAB
Kekurangan gizi merupakan suatu keadaan dimana terjadi kekurangan zat-zat gizi ensensial,
yang bisa disebabkan oleh:
1. Asupan yang kurang karena makanan yang jelek atau penyerapan yang buruk dari
usus (malabsorbsi)
2. Penggunaan berlebihan dari zat-zat gizi oleh tubuh
3. Kehilangan zat-zat gizi yang abnormal melalui diare, pendarahan, gagal ginjal atau
keringat yang berlebihan.
Kelebihan gizi adalah suatu keadaan dimana terdapat kelebihan dari zat-zat gizi esensial. Hal
ini dapat terjadi karena:
1. Kelebihan makan
2. Penggunaan vitamin atau suplemen makanan lainnya yang berlebihan
3. Kurang melakukan aktivitas.
Orang-orang yang memiliki resiko mengalami kekurangan gizi:
1. Bayi dan anak kecil yang napsu makannya buruk
2. Remaja dalam masa pertumbuhan yang pesat
3. Wanita hamil dan wanita menyusui
4. Orang tua
5. Penderita penyakit menahun pada saluran pencernaan, hati atau ginjal, terutama jika
terjadi penurunan berat badan sampai 10-15%
6. Orang yang menjalani diet untuk jangka panjang
7. Vegetarian

8. Penderita ketergantungan obat atau alkohol yang tidak cukup makan


9. Penderita AIDS
10. Pemakaian obat yang mempengaruhi napsu makan, penyerapan atau pengeluaran zat
gizi
11. Penderita anoreksia nervosa
12. Penderita demam lama, hipertiroid, luka bakar atau kanker.
Orang-orang yang memiliki resiko mengalami kelebihan gizi:
1. Anak-anak dan dewasa yang makannya banyak tetapi tidak melakukan olah raga
2. Kelebihan berat badan lebih besar dari 20%
3. Makanan yang mengandung lemak tinggi dan garam tinggi
4. Orang yang mengkonsumsi asam nikotin (niasin) dosis tinggi, untuk mengobati
hiperkolesterolemia
5. Wanita yang mengkonsumsi Vitamin B6 (piridoksin) dosis tinggi, untuk mengobati
sindroma premenstrual
6. Orang yang mengkonsumsi Vitamin A dosis tinggi, untuk mengobati penyakit kulit
7. Orang yang mengkonsumsi zat besi atau mineral lainnya dalam dosis tinggi, tanpa
resep dari dokter.
Email ThisBlogThis!Share to TwitterShare to Facebook
Dehidrasi (''hypohydration'') didefinisikan sebagai kehilangan cairan tubuh yang
berlebihan. Ini secara harfiah adalah penghilangan air dari obyek, namun dalam hal
fisiologis, itu memerlukan kekurangan cairan dalam organisme.

Ada tiga jenis utama dari dehidrasi: hipotonik (terutama kehilangan elektrolit, natrium
khususnya), hipertonik (terutama kehilangan air), dan isotonik (kehilangan air yang
setara dan elektrolit). Pada manusia, jenis yang paling sering terlihat dari dehidrasi
isotonik sejauh ini adalah (isonatraemic) dehidrasi yang efektif setara dengan
hipovolemia, namun perbedaan dari dehidrasi isotonik hipotonik atau hipertonik dapat
menjadi penting ketika mengobati orang yang mengalami dehidrasi.

Hipovolemia secara khusus penurunan volume plasma darah. Selanjutnya,


hipovolemia mendefinisikan kekurangan air hanya dalam hal volume, bukan khusus
air. Namun demikian, kondisi yang biasanya muncul secara bersamaan.

Fisiologis, penting untuk memahami dehidrasi bahwa, meskipun nama, tidak hanya
berarti hilangnya air, seperti air dan zat terlarut (terutama natrium) yang biasanya

hilang dalam jumlah yang hampir sama dengan bagaimana mereka ada dalam plasma
darah.

Dehidrasi yang terbaik adalah dihindari dengan minum air yang cukup. Semakin besar
jumlah air yang hilang melalui keringat, air lebih harus dikonsumsi untuk
menggantinya dan menghindari dehidrasi. Karena tubuh tidak dapat mentoleransi
defisit besar atau berlebihan dalam tubuh air total, konsumsi air harus sekitar
bersamaan dengan hilangnya (dengan kata lain, jika ada yang berkeringat, kita juga
harus minum air yang sering).

5 . M a s a l a h K e b u t u h a n N u t r i s i Secara umum, gangguan kebutuhan


nutrisi terdiri atas kekeurangan dankelebihan nutrisi, obesitas, malnutrisi,
Diabetes Melitus, Hipertensi, Jantung Koroner, Kanker, Anoreksia
Nervosa.a . K e k u r a n g a n N u t r i s i Kekurangan nutrisi merupakan keadaan
yang dialami seseorang dalamkeadaan tidak berpuasa (normal) atau resiko
penurunan berat badan akibatketidakmampuan asupan nutrisi untuk kebutuhan
metabolisme.Tanda klinis :

Berat badan 10-20% dibawah normal

Tinggi badan dibawah ideal

Lingkar kulit triseps lengan tengah kurang dari 60% ukuran standar

Adanya kelemahan dan nyeri tekan pada otot

Adanya penurunan albumin serum

Adanya penurunan transferinKemungkinan penyebab

Meningkatnya kebutuhan kalori dan kesulitan dalam mencerna kaloriakibat penyakit


infeksi atau kanker.

Disfagia karena adanya kelainan persarafan

Penurunan absorbsi nutrisi akibat penyakit crohn atau intoleransi laktosa

Nafsu makan menurun b . K e l e b i h a n

N u t r i s i Kelebihan nutrisi

merupakan suatu keadaan yang dialami seseorangyang mempunyai resiko

peningkatan

berat badan akibat asupan

kebutuhanmetabolisme secara

berlebihan.Tanda klinis :

Berat badan lebih dari 10% berat ideal

Obesitas (lebih dari 20 % berat ideal)

Lipatan kulit

Adanya jumlah asupan berlebihan aktivitas menurun atau


monoton.Kemungkinan penyebab :

Perubahan pola makan

trisep lebih dari 15 mm pada pria dan 25 mm pada wanita

Penurunan fungsi pengecapan dan penciuman.c . O b e s i t a s Obesitas


merupakan masalah peningkatan berat badan yang mencapail e b i h d a r i 2 0 %
berat badan normal. Status nutrisinya adalah
m e l e b i h i kebutuhan asupan kalori dan penurunan dalam penggunaan
kalorid . M a l n u t r u s i M a l n u t r i s i m e r u p a k a n m a s a l a h y a n g

berhubungan dengank e k u r a n g a n z a t g i z i

pada tingkat

s e l u l e r a t a u d a p a t d i k a t a k a n s e b a g a i masalah asupan zat gizi yang


tidak sesuai dengan kebutuhan tubuh. Gejalaumumnya adalah berat badan
rendah dengan asupan makanan yang cukup a t a u a s u p a n k u r a n g d a r i

kebutuhan tubuh, adanya

k e l e m a h a n o t o t d a n penurunan energi,

pucat pada kulit, membrane mukosa, konjungtiva dan lain-lain.e . D i a b e t e s


M e l i t u s Diabetes Melitus merupakan gangguan kebutuhan nutrisi yangditandai
dengan adanya gangguan metabolism karbohidrat akibat kekuranganinsulin atau
penggunaan karbohidrat secara berlebihan.f . H i p e r t e n s i Hipertensi
merupakan gangguan nutrisi yang juga disebabkanoleh berbagai masalah
pemenuhan kebutuhan nutrisi seperti penyebab dari a d a n y a o b e s i t a s ,
serta asupan kalsium, natrium, dan gaya hidup
y a n g berlebihan.g . P e n y a k i t j a n t u n g k o r o n e r Penyakit jantung

koroner merupakan gangguan nutrisi

peningkatan

yangsering disebabkan oleh adanya

kolesterol darah dan merokok.Saat ini, penyakit jantung koroner

sering dialami karena adanya perilaku ataugaya hidup


dan lain-lain.

h . K a n k e r

yang tidak sehat, obesitas

Kanker merupakan gangguan

kebutuhan

nutrisi yang disebabkanoleh pengonsumsian lemak secara


berlebihan.i . A n o r e k s i a N e r v o s a Gangguan ini merupakan penurunan
berat badan secara mendadak dan berkepanjangan, ditandai dengan adanya

konstipasi,

pembengkakan

badan nyeri abdomen, kedinginan, letargi, dan

kelebihan energy. j . M a r a s m u s M a r a s m u s a d a l a h M E P b e r a t
y a n g d i s e b a b k a n o l e h d e f i s i e n s i makanan sumber energi (kalori), dapat

terjadi bersama atau

tanpa disertaid e f s i e n s i p r o t e i n . B i l a

kekurangan

sumber kalori

yang cukup

dan protein

lama maka

terjadi bersama

dalam waktu

a n a k d a p a t b e r l a n j u t k e dalam status

marasmik kwashiorkor.k . K w a s i o r k o r Kwashiorkor adalah MEP berat


yang disebabkan oleh defisiensi p r o t e i n . P e n ya k i t k w a s h i o r k o r p a d a
u m u m n y a t e r j a d i p a d a a n a k d a r i keluarga dengan status sosial ekonomi
yang rendah karena tidak mampumenyediakan makanan yang cukup
mengandung protein hewani sepertid a g i n g , t e l u r , h a t i , s u s u d a n
s e b a g a i n y a . M a k a n a n s u m b e r p r o t e i n sebenarnya dapat dipenuhi

dari protein nabati dalam kacang-kacangan t e t a p i

karena kurangn ya

p e n g e t a h u a n o r a n g t u a , a n a k d a p a t m e n d e r i t a defisiensi

protein.6 . P e n g k a j i a n

k e p e r a w a t a n Pengkajian keperwatan

terhadap

masalah

Suplementasi : tablet, injeksi lipiodol, kapsul minyak beryodium

Gangguan/Masalah Kebutuhan Elektrolit


Gangguan/Masalah Kebutuhan Elektrolit: "
1.
Hiponatremia
Hiponatremia merupakan suatu keadaan kekurangan kadar natrium dalam plasma darah yang
ditandai dengan adanya kadar natrium plasma yang kurang dari B5 ml;q/h, mual, muntah,
diare sehingga timbul rasa haus yang berlebihan, denyut nadi cepat, hipotensi, konvulsi, dan
membran mukosa kering. Iliponatremia ini dapat disebabkan oleh kekurangan cairan yang
berlebihan
seperti
kondisi
diare
yang
berkepanjangan.
2.
Hipernatremia
Hipernatre;mia merupakan suatu keadaan di mana kadar natrium dalam plasma tinggi yang
ditandai dengan adanya mukosa kering, oliguria/anuria, turgor kulit buruk dan permukaan
kulit membengkak, kulit kemerahan, lidah kering dan ke:merahan, konvulsi, suhu badan naik,
kadar natrium dalam plasma lebih dari 145 m h;q/h. Kondisi demikian dapat disebabkan
karena dehidrasi, diare, peasupan air yang berlebihan sedang asupan garam sedikit.
3.

Hipokalemia

Hipokalemia suatu keadaan kekurangan kadar kalium dalam darah. Hipokalemia ini dapat
terjadi dengan sangat cepat. Sering terjadi pada pasien yang mengalami diare yang
berkepanjangan dan juga ditandai dengan lemahnya denyut nadi, turunnya tekanan darah,
tidak nafsu makan dan muntah-muntah, perut kembung, lemah dan lunaknya otot, denyut
jantung tidak beraturan (aritmia), penurunan bising usus, kadar kalium plasma menurun
kurang
dari
3,5
mT;q/L.
4.
Hiperkalemia
Hiperkalemia merupakan suatu keadaan di mana kadar kalium dalam darah tinggi, sering
terjadi pada pasien luka bakar, pe:nyakit ginjal, asidosis metabolik, pembe:rian kalium yang
berlebihan melalui intravena yang ditandai dengan adanya mual, hiperaktivitas sistem
pencernaan, aritmia, kelemahan, jumlah urine sedikit sekali, diare, adanya kecemasan dan
irritable (peka rangsang), serta kadar kalium dalam plasma me:ncapai lebih dari 5 ml;q
5.
Hipokalsemia
Hipokalsemia me:rupakan keekurangan kadar kalsium dalam plasma darah yang ditandai
de:ngan adanya kram otot dan kram perut, kejang, bingung, kadar kalsium dalam plasma
kurang dari 4,3 mI/,q/h dan kesemutan pada jari dan sekitar mulut yang dapat disebabkan
oleh pengaruh pengangkatan kelenjar gondok atau kehilangan sejumlah kalsium karena
sekresi
intestinal.
6.
Hiperkalsemia
Hiperkalsemia merupakan suatu ke;adaan kelebihan kadar kalsium dalam darah yang dapat
terjadi pada pasien yang mengalami pengangkatan kelenjar gondok dan makan vitamin D
sec:ara berlebihan, ditandai de;ngan adanya nyeri pada tulang, relaksasi otot, batu ginjal,
mual-mual, koma, dan kadar kalsium dalam plasma lebih dari 4,3 mEq/h.
7.
Hipomagnesia
Hipomagnesia merupakan kekurangan kadar magnesium dalam darah yang ditandai dengan
adanya iritabilitas, tremor, kram pada kaki dan tangan, takikardi, hipertensi, disorientasi dan
konvulsi.
Kadar
magnesium
dalam
darah
kurang
dari
1,3
ml;q/h.
8.
Hipermagnesia
Ilipermagnesia merupakan kondisi kelebihan kadar magnesium dalam darah yang ditandai
dengan adanya, koma, gangguan pernapasan, (Ian kadar magnesium lebih dari 2,5 mI;q/h.

Selanjutnya klik disini: Skripsi Kesehatan: Gangguan/Masalah Kebutuhan Elektrolit


dapatkan kti skripsi kesehatan KLIK DISINI
Fakta2
Tidak benar! Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi, tiap orang harus menjaga
variasi dankeseimbangan makanan mereka, khususnya menghindari makanan
yang terlalu banyak lemak,garam dan gula. Suplemen hanya berfungsi untuk memenuhi
kekurangan nutrisi yang tidak dapatterpenuhi dari makanan yang kita konsumsi.
Faktanya, sekalipun suplemen dapat memenuhikebutuhan nutrisi seperti vitamin
dan mineral, beberapa komponen dari makanan tidak dapat tergantikan oleh
suplemen, seperti karbohidrat, lemak, protein dan serat, yang semuanya sangatdibutuhkan
tubuh.

Mitos 3
Suplemen hanya dibutuhkan oleh para olahragawan dan binaragawan
Fakta 3
Tidak benar! Semua orang, dalam kondisi tertentu dalam hidup mereka,
d a p a t m e n g a m b i l manfaat dari konsumsi suplemen, khususnya mereka yang tidak
mengkonsumsi makananan sehatd e n g a n p o l a m a k a n t i d a k t e r a t u r, a t a u m e r e k a
y a n g d a l a m k o n d i s i t e r t e n t u m e m b u t u h k a n tambahan nutrisi. Dalam
kenyataannya, kebutuhan akan vitamin dan mineral pada semua orangrelatif tidak berbeda,
baik pada atlit maupun pada tubuh orang biasa.
Mitos 4
Suplemen lebih dibutuhkan oleh orang muda atau ibu hamil
Fakta 4
Tidak benar! Semua orang pada usia berapapun yang tidak menjalankan pola makan sehat
dapatmemetik manfaat dari penggunaan suplemen. Memang pada kenyataannya
kebanyakanpengguna suplemen adalah wanita, yang mungkin mencerminkan
tingginya tingkat kesadaranwanita akan kesehatan.Juga fakta bahwa orang muda
tidak mengkonsumsi suplemen sebanyak mereka yang lebih tua,kondisi ini
menggambarkan bahwa semakin lanjut usia seseorang, semakin tinggi
kepedulianmereka terhadap kesehatan. Untuk mereka, penggunaan suplemen adalah sebuah
investasi untuk hari tua yang sehat, jauh dari penyakit.
Mitos 5
Suplemen hanya dibutuhkan dalam periode yang singkat suplemen dapat memulihkan
kondisidengan cepat
Fakta 5
19
Tidak benar! Suplemen bukan obat yang dapat menyembuhkan penyakit dan
mengembalikankondisi dalam waktu singkat. Tubuh membutuhkan pasokan nutrisi yang
stabil danberkesinambungan untuk keperluan metabolisme serta pertumbuhan dan pemulihan,
karena tidak semua nutrisi akan terus tersimpan dalam tubuh. Bila kita adalah tipe
orang yang tidak dapatmenjaga kualitas dan pola makan maka suplemen sebaiknya
menjadi bagian dari rutinitas.Namun pemahaman mendasar yang perlu diluruskan adalah;
sekalipun suplemen dapatm e m b a n t u m e n j a g a d a n m e m u l i h k a n k o n d i s i t u b u h
d a r i b e b e r a p a j e n i s p e n y a k i t t e r t e n t u , suplemen tidak menyembuhkan penyakit.
Mitos 6
Suplemen tidak perlu dikonsumsi bersamaan dengan makanan
Fakta 6
Sangat bergantung dari jenis suplemen yang dikonsumsi. Beberapa jenis vitamin
yang larutdalam lemak seperti vitamin A, D, E & K sebaiknya dikonsumsi
bersamaan dengan makanan,karena akan dapat lebih sempurna di serap tubuh, terutama
jika ada makanan yang mengandunglemak dalam menu. Sebaliknya untuk jenis
vitamin yang larut dalam air (B & C) tidak perlu dikonsumsi bersamaan dengan
makanan.Saat berolahraga, tubuh memproduksi radikal bebas lebih banyak dari
pada biasanya sehinggauntuk menghadapinya diperlukan lebih banyak pasokan
antioksidan (beta-carotene,b i o f l a v o n o i d s , V i t a m i n C a n d V i t a m i n E ) ,
d a n m i n e r a l y a n g d i b u t u h k a n u n t u k m e n j a g a kesehatan tulang dan
persendian(seperti kalsium dan zat besi).
Mitos 7
Sebaiknya tidak mengkonsumsi banyak jenis suplemen secara bersamaan karena
akanmengurangi manfaatnya.

Fakta 7
Pada umumnya, mengkonsumsi beberapa suplemen secara berbarengan tidak
mempengaruhikhasiatnya, bahkan dalam beberapa kasus justru akan
menghasilkan sinergi yang bermanfaatbagi tubuh. Namun memang terkadang bisa
terjadi kondisi dimana tubuh lebih cepat menyerap mineral tertentu, sehingga
penyerapan mineral lainnya menjadi agak terganggu.Oleh karenanya pemilihan
suplemen berbentuk Multivitamin menjadi lebih menguntungkankarena
mengandung beragam nutrisi yang telah dikombinasi dengan dosis yang tepat.
Sebelum20
memutuskan untuk mengkonsumsi beberapa suplemen secara bersamaan
sebaiknya melakukankonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan arahan yang
tepat.Sejalan dengan bertambahnya usia, kemampuan tubuh dalam meyerap nutrisi dari
makanan jugasemakin berkurang sehingga konsumsi suplemen vitamin dan mineral
dengan dosis yang tepatmenjadi sangat penting.
Mitos 8
Anda bisa mengalami overdosis suplemen
Fakta 8
Benar! Seperti layaknya substansi lain yang kita konsumsi, kuncinya ada pada dosisnya.
Terlalubanyak tentu akan merugikan karena dapat berdampak buruk buat tubuh.
Mengkonsumsi vitamindengan dosis berlebihan juga akan merugikan buat tubuh,
sebagai contoh Vitamin A yang baik untuk kesehatan mata, jika dikonsumsi
dalam dosis yang tidak tepat akan merugikan bagi ibu hamil karena justru akan
memicu timbulnya gangguan kesehatan, salah satunya mengakibatkansakit kuning. Penting
untuk menjaga konsumsi suplemen dengan mengikuti anjuran yang terterap a d a k e m a s a n ,
karena dosis yang disarankan tentun ya ada pada batas aman konsumsi.
J u g a penting untuk berkonsultasi dengan dokter karena kemampuan cerna vitamin pada tiap
individutidaklah sama.
Mitos 9
Tidak ada yang mengetahui berapa dosis yang aman dalam mengkonsumsi suplemen
Fakta 9
Tidak benar! Dosis aman konsumsi untuk vitamin dan mineral telah
d i t e n t u k a n d i d u n i a kedokteran dan menjadi patokan baku untuk para produsen,
untuk membuat produk yang amandikonsumsi namun optimal dalam khasiatnya.
Tentunya para produsen akan terusmengembangkan produknya dengan menggunakan
informasi ilmiah yang paling mutahir, dengantetap menjaga dosis aman bagi para pengguna
produknya.
Mitos 10
Beberapa suplemen dapat mengurangi daya kerja obat
Fakta 10
Tidak benar! Suplemen tidak mengurangi daya kerja obat, namun dalam beberapa
kasus adahubungan saling mempengaruhi antara nutrisi dan daya kerja obat. Konsumsi
beberapa jenis obatdapat mempengaruhi daya serap atau metabolisme tubuh
terhadap beberapa nutrisi, contoh;21
beberapa jenis obat penyakit kulit menurunkan daya serap tubuh terhadap Vitamin B12