Anda di halaman 1dari 2

SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA

DI JEPANG
Penanggung Jawab :
Di negara Jepang yang bertanggung jawab mengenai keselamatan dan
kesehatan kerja adalah kementerian kesehatan, perburuhan dan kesejahteraan atau
Ministry Of Health, Labour and Welfare (MHLW). Kementerian ini mendirikan
organisasi berdasarkan kecelakaan pada tahun 1964 yaitu :
1. JISHA (Japan Industrial Safety And Health Assosiation) didirikan dengan
tujuan untuk mencegah kecelakaan industri dengan mendorong para
pengusaha untuk membuat kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja di
tempat kerja.
2. JCSHA (Japan Construction Safety And Health Assosiation) didirikan
dengan tujuan mencegah kecelakaan kerja dalam industry konstruksi
dengan sasaran kelompok kerja kontraktor.
3. Japan Land Transportation Industry Safety And Health Assosiation
didirikan dengan tujuan mencegah kecelakaan kerja dalam industry
angkutan darat seperti bus, taxi, kereta, mobil dan kendaraan lain.
4. Japan Port Transportation Industry Safety And Health Assosiation
didirikan dengan tujuan mencegah kecelakaan kerja dalam industry
pelabuhan.
5. Japan Forestry And Timber Manufacturing Labour Accident Prevention
Assosiation didirikan dengan tujuan mencegah kecelakaan kerja dalam
kehutanan.
6. Japan Mining Safety and Health Assosiation didirikan dengan tujuan
mencegah kecelakaan kerja dalam pertambangan.
Kementerian Kesehatan, Perburuhan dan Kesejahteraan atau Ministry Of
Health, Labour and Welfare (MHLW) berpedoman Occupational Health and
Safety Management System (OHSMS) adalah sebuah system dengan pendekatan
yang terkoordinasi untuk mengelola risiko keselamatan dan kesehatan kerja.
Isi : OHSMS

a. Sistem Sertifikasi
Tidak Ada Sistem Sertifikasi
b. Tujuan OHSMS
Occupational Health and Safety Management System (OHSMS) memiliki
tujuan sebagai berikut :
1. Perlindungan dan promosi kesehatan pekerja dengan mencegah dan
mengendalikan penyakit dan kecelakaan kerja dengan menghilangkan
factor dan kondisi berbahaya untuk keselamatan dan kesehatan kerja di
tempat kerja.
2. Penbangunan

dan

promosi

kesehatan

dan

keselamatan

kerja,

lingkungan kerja dan organisasi.


3. Peningkatan fisik, mental dan sosial pekerja dan mendukung bagi
pembangunan dan pemeliharaan kapasitas pekerja serta professional
dan pembangunan sosial di tempat kerja.
4. Pemberdayaan pekerja untuk hidup secara produktif baik sosial dan
ekonomi dan untuk memberikan konstribusi positif bagi pembangunan
yang berkelanjutan.
c. Elemen pentik dalam OHSMS
1. Kebijakan
Kebijakan : Pemimpin dalam membuat kebijakan harus dirundingkan
dengan pekerja atau yang mewakili
Partisipasi Pekerja : salah satu elemen penting dalam OHSMS
2.