Anda di halaman 1dari 32

BAB I

FUNGSI
1.1. Pendahuluan
Fungsi : aturan yang menghubungkan tiap objek x dalam suatu himpunan yang
disebut daerah asal dengan sebuah nilai tunggal y dari himpunan kedua.
Daerah asal dan daerah nilai dapat berupa himpunan angka, huruf atau selainnya.
Contoh :
Daerah asal : himpunan mahasiswa dalam kelas.
Daerah nilai : {A,B,C,D,E}
Aturan yang menghubungkan 2 himpunan tersebut : prosedur dosen memberikan nilai.
Dalam notasi matematika fungsi dinyatakan dengan : y = f(x), f(x) dibaca f dari
x atau f pada x. Dimana x : variabel bebas dan y : variabel terikat.
Contoh :
G(x) = x2 2
F(x)

(grafik parabola)

= x3 2x

Z(x,y) =

1
36 9 x 2 4 y 2 (grafik paraboloid hiperbol)
3

Pengelompokan Fungsi :
1. Fungsi aljabar : Fungsi linier, kuadrat, polynomial, pecah.
a. Fungsi linier : y=ax+b
Contoh : y = 5x + 2 ; y = 13 4x
b. Fungsi kuadrat : y=ax2+bx+c
Contoh : y = 2x2 3x +5
c. Fungsi Polinomial : y=axn+bxn-1+cxn-2
Contoh : y = x5 3x4 + 4x3+7
d. Fungsi Pecah
Contoh : y

x2
; y
x 2x 5
2

x2
x 2x 5
2

2. Fungsi Transenden
a. Fungsi Trigonometri dan invers
b. Fungsi Logaritma dan Eksponensial
Halaman 1

c. Fungsi Hiperbolik dan invers


1.2. Fungsi Trigonometri
Definisi fungsi trigonometri dapat diperoleh dari hubingan sudut dan sisi-sisi dari
segitiga siku-siku.
AB = b = sisi datar

; AC = c = sisi miring

BC = a = sisi tegak

; x0, y0

= sudut kemiringan

y0
c

x0
A

Definisi fungsi trigonometri :


1. Sin x0 = a/c

7. Tan x0 = Sin x0 / Cos x0

2. Cos x0 = b/c

8. Cot x0 = Cos x0 / Sin x0 = 1/ Tan x0

3. Tan x0 = a/b

9. Sec x0 = 1 / Cos x0

4. Cot x0 = b/a

10. CoSec x0 = 1 / Sin x0

5. Sec x0 = c/b
6. CoSec x0 = c/a
Contoh Identitas Fungsi Trigonometri :
1. Sin2x + Cos2x = 1
2. 1 + Tan2x = Sec2x
3. 1 + Cot x0 = CoSec x
4. Sin(x+y) = SinxCosy + CosxSiny
5. Cos(x+y) = CosxCosy - SinxSiny
Halaman 2

6. Sin(x-y) = SinxCosy - CosxSiny


7. Cos(x-y) = CosxCosy + SinxSiny
tan x tan y

8. Tan(x+y) = 1 tan x tan y


9. Cot(x+y) =

1 Cotx Coty
Cotx Coty

10. Sin 2x = 2 SinxCosx


1.3. Fungsi Invers Trigonometri
Fungsi invers adalah fungsi yang memadukan y dalam daerah nilai R dengan x
dalam daerah asal. Dinyatakan dalam notasi matematika : jika y = f(x), invers/balikannya
adalah : f-1(y) = x.
Contoh : y = f(x) = 2x, rumus fungsi inversnya : x = f-1(y) = 1/2y
Tidak semua fungsi mempunyai invers, syarat agar suatu fungsi mempunyai
invers :
1. Fungsi tsb merupakan fungsi satu-satu, jika x1 x2 maka f(x1)

f(x2).

2. Fungsi tsb monoton murni pada daerah asalnya


Untuk mendapatkan invers, daerah asal fungsi trigonometri dibatasi, sedangkan untuk
daerah nilai dibatasi seluas mungkin.
Contoh :
1. x = sin-1y

y = sin x ; - x

2. x = cos-1y

y = cos x ; 0 x

3. x = tan-1y

y = tan x ; - x

Soal 1 :
Tentukan hasil dari :

1. sin-1( 2

2. cos-1( 2

3. cos(cos-1 0,6))

4. sin-1 (sin

3
)
2

1.4. Fungsi Logaritma dan Eksponensial


Bentuk dasar fungsi logaritma dan Eksponensial :
Halaman 3

1. Fungsi logaritma : y = ln x dimana x > 0


2. Fungsi eksponensial : y = ex dimana e = 2,7183,...(bilangan eksponensial)
Sifat-sifat dasar fungsi logaritma :
1. y = ln a + ln b

y = ln ab

2. y = ln a - ln b

y = ln

3. y = ln ab

y = b ln a
y=1
y =0

4. y = ln e
5. y = ln 1

a
b

Berdasarkan penjabaran sifat-sifat dasar tsb, dapat dibuat suatu idenititas sbb :

ln z = ln (xy) = ln x + ln y
2. z = x + y ln z = ln (x + y)
3. z = x - y ln z = ln (x y)
4. z = xy ln z = ln xy = y ln x
5. z = ln (x + y) ez = x + y
ln z = ln (x/y) = lnx- ln y
6. z = x/y
1. z = xy

Soal :
Gunakan pendekatan-pendekatan ln 2 = 0,693 dan ln 3 = 1,099 dan sifat-sifat fungsi
logaritma untuk menghitunh nilai-nilai :
a. ln 6

b. ln 81

c. ln (1/36)

d. ln (3/2)

e. ln 2

d. ln 48

1.5. Fungsi Hiperbolik dan Invers


Kesamaan fungsi hiperbolik dan trigonometri :
1. Kesamaan identitas : cosh2x sinh2x = 1
2. Fungsi trigonometri ada hubungannya dengan lingkaran satuan, sedangkan fungsi
hiperbolik dengan hiperbola.

Halaman 4

-x

y=e

Gambar : Grafik Fungsi y = e-x dan y = ex


Hubungan fungsi hiperbolik dan eksponensial adalah sbb :
1. y = sinh x = ( ex - e-x ) / 2
2. y = cosh x = ( ex + e-x ) / 2
3. y = tanh x = sinh x / cosh x = ( ex - e-x )/ ( ex + e-x )
4. y = coth x = cosh x / sinh x = ( ex + e-x )/ ( ex - e-x )
5. y = sech x = 1 / cosh x = 2 / ( ex + e-x )
6. y = cosech x = 1/sinh x = 2 / ( ex - e-x )
7. sinh (-x) = -sinh x
8. cosh (-x) = cosh x
Contoh Identitas Fungsi Hiperbolik :
1. cosh2x sinh2x = 1
2. Sinh(x+y) = SinyhxCoshy + CoshxSinhy
Halaman 5

x = ex

x
0

3. Cosh(x+y) = CoshxCoshy + SinhxSinhy


4. Sinh(x-y)

= SinhxCosy CoshxSinhy

5. Cos(x-y)

= CoshxCoshy SinhxSinhy
tanh x tanh y

6. Tanh(x+y) = 1 tanh x tanh y


7. Coth(x+y) =

1 Cothx Cothy
Cothx Cothy

Berdasarkan sifat-sifat dasar fungsi invers dapat dijabarkan sbb :


1. Jika y = sinh-1x maka x = sinh y = 1/csch y
Atau csch y = 1/x maka y = csch-1(1/x)
Sehingga didapatkan hubungan : sinh-1x = csch-1(1/x)
2. Dengan cara yang sama akan dipoeroleh juga hubungan :
Cosh-1x = sech-1(1/x)
Coth-1x = tanh-1(1/x)
3. y = sinh-1x maka x = sinh y = (ey-e-y)/2 atau e2y-2xey-1=0, dengan persamaan ABC
akan didapatkan bahwa :
ey = x

x2 1

maka y = ln (x

x2 1 )

Karena sifat fungsi logaritma nilai y harus +, maka harga y yang memenuhi syarat :
y = ln (x +

x2 1 )

dimana - <x<

Dengan cara yang sama diperoleh :


- <x<

4. sinh-1x = csch-1(1/x) = ln (x+

x2 1 )

5. cosh-1x = sech-1(1/x) = ln (x+

x2 1 )

6. tanh-1x = coth-1 (1/x) =

1 1 x
ln
2 1 x
1 1 x2
x

7. sech-1x = cosh-1 (1/x) = ln

Halaman 6

0<x<1

1 1 x2
x

8. cosech-1x = sinh-1 (1/x) = ln

x1

x 0

<1

BAB II
TURUNAN
1.1. Konsep Dasar Turunan
1. Garis Singgung
Misal P adalah titik tetap pada suatu kurva dan Q adalah sebuah titik berdekatan
yang dapat dipindah-pindahkan pada kurva tsb. Garis yang melalui P dan Q disebut tali
busur. Garis singgung di P adalah posisi pembatas (jika ada) dari tali busur itu bila Q
bergerak ke arah P sepanjang kurvba tsb.
y

f (c+h)
Q
f (c)
P
c

x
c+h

Gambar 2.1. Garis Singgung kurva y=f(x)


Misal kurva tsb adalah y=f(x), maka garis singgung adalah garis yang melalui P dan
kemiringan yang memenuhi :
Mtan = lim
h 0

Halaman 7

f (c h) f (c )
h

2. Kecepatan Sesaat
Misal sebuah benda bergerak sepanjang garis koordinat sepanjang posisinya pada
saat t diberikan s = f(t). Pada saat c benda berada pada posisi f(c) pada saat c+h, berada
pada posisi f(c+h), jadi kecepatan rata-rata benda tersebut :
Vrata-rata =

f (c h ) f ( c )
h

Vsesaat = lim
h 0

f (c h) f (c )
h

Sedangkan kecepatan sesaat :

Kemiringan garis singgung dan kecepatan sesaat mempunyai konsep yang sama,
disamping kasus-kasus lainnya seperti :
-

Laju pertumbuhan organisme

Keuntungan marjinal

Kepadatan kawat

Laju pemisahan

Untuk konsep-konsep yang demikian digunakan istilah derivatif atau turunan yang
didefinisikan :
Turunan fungsi f adalah fungsi lain f uang nilainya pada sembarang bilangan c adalah :
f(c) = lim
h 0

f (c h) f (c )
h

asalkan limit ini ada.


Berdasarkan definisi inilah diperoleh bentu-bentuk turunan fungsi fungsi lain
dan rumusan bentuk fungsi turunan.
1.2. Simbol, Rumusan Bentuk Fungsi Turunan
Simbol :
Turunan pertama : y = f(x) =

dy
dx

Turunan kedua : y = f(x) =

d2y
dx 2

Tabel 1. Daftar Turunan Baku Fungsi

Halaman 8

y = f(x)

dy
dx

xn
ex
ekx
ax
Ln x

nxn-1
ex
kekx
axlna
1
x
1
x ln a

Log ax
Sin x
Cos x
Tan x
Cot x
Sec x
Cosec x
Sinh x
Cosh x

Cos x
-Sinx
Sec2x
-Cosec x
Sec x Tan x
-Cosec x Cot x
Cosh x
Sinh x

Tabel 2. Rumusan Bentuk Fungsi Turunan


No.

Bentuk Fungsi
y= f(x)

U(x) +V(x)

U(x) -V(x)

U(x)V(x)

U ( x)
V ( x)

Turuna Pertama
dy
dx
dU ( x ) dV ( x )
dU(x) +dV(x)
+
dx
dx
dU ( x ) dV ( x )
dU(x) -dV(x)
dx
dx
dU ( x )
dV ( x )
V(x)dU(x)+ U(x)dV(x)
V(x)
+U(x)
dx
dx
V ( x) dU ( x ) U ( x) dV ( x)
dU ( x)
dV ( x )
V ( x)
U ( x)
2
V ( x)
dx
dx
2
V ( x)

1.3. Turunan Fungsi Aljabar


Contoh :
1. y = x2-3x+5
dy
= 2x 3
dx

2. y =

x 1

Dapat dikerjakan dengan cara :


Halaman 9

dy

Metode Langsung :
y=

x 1

dy = (x-1)-1/2 (dx-0)
dx

dy = 2 x 1)
1
dy
= 2 x 1)
dx

- Metode Rantai
y=

x 1

Misal U = x-1 ; dU = dx ;
y = U1/2

dU
=1
dx

1
dy
= 1/2U-1/2 = 2 x 1)
dU
1
dy
dy dU
=
= 2 x 1)
dx
dU dx

3. Fungsi Implisit
Jika pada contoh 1 dan 2 kita lihat fungsi terdefinisi sepenuhnya oleh x yang
disebut sbg fungsi eksplisit dari x, sedangkan pada contoh berikut akan kita lihat fungsi
implisit dari x, karena hubungan y = f(x) tersirat didalamnya.
y=

x 2y 1

Cara 1 :
y=

U ( x ) V ( x) W ( x )

dy = (U(x) + V(x) + W(x))-1/2 (dU + dV +dW)


dy = (x + 2y)-1/2 (dx + 2 dy)
dx 2dy

dy = 2 x 2 y 1
2

x 2 y 1 dy

= dx + 2 dy

1
dy
=
2( y 1)
dx

Cara 2 :
y =

x 2y 1

y2 = x+2y+1
2y dy dx + 2 dy
Halaman 10

(2y-2)dy = dx
1
dy
=
2( y 1)
dx

Soal Latihan
Tentukan
1. y =

dy
dari persamaan-persamaan berikut :
dx

1
2
2x

2. y = 3x(x3 1)
3. y =

3x 5
x2 7

4. y = (5x2 +2x -8)5


5. y = (4x-7)2(2x+3)
6. y = (2x-1)3(x2-3)2
7. y = (2-x)
8. Hitung

x 2 2x 2

dy
dititik (2,1) untuk fungsi :
dx

6 x 2 xy 1 =

6y2 + 4y +

1.4. Turunan Fungsi Logaritma dan Eksponensial


Rumus Dasar : y = ln x ;

dy 1
=
dx x

Berdasarkan sifat-sifat dasar fungsi Logaritma, diperoleh :


y = ex

1.

Ln y = ln ex
Ln y = x ln e (ln e =1)
Ln y = x
1
dy = dx ;
y

2. .

y = ax

Ln y = ln ax
Ln y = x ln a

Halaman 11

dy
= y = ex
dx

4x 2 9

1
dy = ln a dx ;
y

dy
= y ln a= ax
dx

ln a

3. y = xx
Ln y = ln xx
Ln y = x ln x
1
dy = (lnx + x 1/x) dx ;
y

dy
= y (lnx + 1)
dx
dy
= xx (lnx + 1)
dx

1.5. Turunan Fungsi trigonometri dan Invers


Turunan fungsi trigonometri berikut dapat dicari dengan bentuk dasar rumus
fungsi turunan, sebagai contoh :
1. y = tan x atau y =

sin x
, maka :
cos x

V ( x) dU ( x ) U ( x) dV ( x)
dy
=
V 2 ( x)
dx
dy
cos 2 x sin 2 x
=
dx
cos 2 x

1
= sec2x
cos 2 x

Dengan cara yang sama, tentukan pula turunan-turunan dari fungsi :


2. y = Cot x
3. y = Sec x
4. y = Csc x
Turunan invers dari fungsi trigonometri dapat dicari dengan menggunakan sifatsifat dasar fungsi invers trigonometri dan sifat-sifat dasar fungsi trigonometri.
1. y = sin-1x ; x = sin y
dx = cos y dy
1
1
dy
= cos y
1 sin 2 y
dx

dy
=
dx

1
1 x2

2. y = cos-1x ; x = cos y

Halaman 12

dimana -1<x<1

dx = -sin y dy
dy 1
= sin y
dx

1
1 cos 2 y

1
dy
=dimana -1<x<1
dx
1 x2

3. y = tan-1x
x = tan y
dx = sec2y dy
1
1
dy
= sec 2 y 1 tan 2 y
dx

1
dy
=
dx 1 x 2

4. y = Cot-1x
x = Cot y
dx = -Cosec2y dy
1
1
dy
= Co sec 2 y 1 Cot 2 x
dx

1
dy
=dx
1 x2

Dengan cara yang sama, tentukan pula :


5. y = Csec-1x
6. y = Sec-1x
1.6. Turunan Fungsi Hiperbolik dan Invers
Turunan fungsi hiperbolik berikut dapat dicari dengan bentuk dasar rumus fungsi
turunan, sebagai contoh :
1. y = tanh x atau y =

sinh x
, maka :
cosh x

V ( x) dU ( x ) U ( x) dV ( x)
dy
=
V 2 ( x)
dx
dy
cosh 2 x sinh 2 x
=
dx
cosh 2 x

Halaman 13

1
= sech2x
cosh 2 x

Dengan cara yang sama, tentukan pula turunan-turunan dari fungsi :


2. y = Coth x
3. y = Sech x
4. y = Csch x
Turunan invers dari fungsi trigonometri dapat dicari dengan menggunakan sifatsifat dasar fungsi invers trigonometri dan sifat-sifat dasar fungsi trigonometri.
1. y = sinh-1x ; x = sinh y
dx = cosh y dy
1
1
dy
= cosh y
1 sinh 2 y
dx

dy
=
dx

1
1 x2

2. y = cosh-1x ; x = cosh y
dx = sinh y dy
1
dy
= sinh y
dx

dy
=
dx

1
x2 1

3. y = tanh-1x
x = tanh y
dx = sech2y dy
1
1
dy
= sec h 2 y 1 tanh 2 y
dx

1
dy
=
dx 1 x 2

4. y = Coth-1x
x = Coth y
dx = -Cosech2y dy

Halaman 14

1
cosh 2 y 1

dimana

1
1
1
dy
= Co sec h 2 y Coth 2 x 1 1 Coth 2 x
dx

1
dy
=
dx 1 x 2

Dengan cara yang sama, tentukan pula :


5. y = Cosech-1x
6. y = Sec-1x
1.7. Turunan Kedua
Konsep dasar menentukan turunan kedua suatu fungsi adalah fungsi tsb
diturunkan sebanyak dua kali, sehingga notasi turunan kedua dari suatu fungsi :
dy
d2y d
=
=(
)
2
dx
dx
dx

Contoh :
Tentukan

d2y
dari : y = x sin-1x
2
dx

d dy
d
d2y
=
(
)=
(sin-1x +
2
dx dx
dx
dx

=
=
=
=

1
1 x2
1
1 x2
1
1 x2

x
1 x2

1 x 2 x 2 (1 x 2 ) 1 / 2
1 x2

x
1 x2
+
2
2
1 x 1 x2
1 x

(2+

x2
)
1 x2

2 x2
1 x2 1 x2

Latihan :
Hitunglah

d2y
untuk persamaan-persamaan berikut :
dx 2

1. y = csc-1(x+2)
2. y= esinx

Halaman 15

3.y = e(x+y)

BAB III
INTEGRAL
3.1 Pendahuluan
Definisi :
Fungsi F(x) dikatakan anti turunan atau integral tak tentu dari f(x) pada suatu interval I
dan biasa dinotasikan dengan :

Bila dipenuhi:

Halaman 16

f ( x ) dx F ( x ) c

dF ( x )
F ' ( x) f ( x)
dx

F(x) disebut integran.


Teorema :
Jika r adalah sembarangan bilangan rasional kecuali -1, maka:

dx

x r 1
r 1

Bukti :
Berdasrkan defenisi :

f ( x )dx F ( x ) c ,

sehingga

dF ( x )
F ' ( x) f ( x)
dx
d x r 1
1
(
c)
(r 1) x r x r
dx r 1
r 1

Berdasarkan jenisnya,integral dibagi menjadi dua bagian :


1.Integral tak tentu

f ( x ) dx

adalah integral suatu fungsi yang tidak memiliki batas

atas dan batas bawah untuk variable x, sehingga hasilnya berupa fungsi yang
mengandung suatu konstanta sembarang.
Contoh 1:

4x

x4 c

3
Penyelesaian dari 4x adalah kita mencari anti turuna dari 4x 3 atau dapat dikatakan

juga kita mencari suatu fungsi F(x) yang memenuhi F(x) = 4x 3 , sehingga terdapat
banyak kemungkinan bentuk fungsi F(x)

F(x) = x 4

F(x) = x 4 9

F(x) = x 4 6

Sehingga bentuk umum penyelesaian : x 4 c


b

2. Integral tentu

f ( x)dx

adalah integral suatu fungsi yang memiliki batas atas a dan

batas bawah b untuk variabel x, sehingga hasilnya berupa suatu nilai tertentu.
Contoh 2:

Halaman 17

4x

x4

2
1

16 1 15

3.2 Integral Tak Tentu


Pada dasarnya untuk menyelesaikan soal intergral yang perlu diperhatikan adalah
bagaimana cara untuk membawa persoalan integral kedalam rumus-rumus dasar integral
yang sudah diketahui.
Sifat-sifat integral tak tentu :
Misal f (x) dan g (x) mempunyai anti turunan (integral tak tentu) dan andaikan k suatu
konstanta, maka :
(i)

kf ( x) dx k

(ii)

f ( x) g ( x) dx f ( x) g ( x) dx

f ( x ) dx

Metode-metode yang umumnya digunakan adalah :


1.Metode Uraian
Suatu integral yang belum berbentuk rumus dasar, bila integran dapat diuarikan sehingga
integral bias berbentuk rumus dasar maka integral dapat diselesaikan.

Contoh 3 :
Selesaikan

(1 x ) 2
x

dx

2. Metode Subtitusi Sederhana


salah satu cara untuk membentuk rumus dasar integral adalah dengan cara subtitusi,
sehingga jika

f ( x ) dx

belum berbentuk rumus dasar maka ambil

yang mungkin sudah berbentuk rumus dasar, sehingga integral dapat diselesaikan.
Contoh 3 :
Selesaikan

( 2 x 1) 8

Halaman 18

Bentuk fungsi f ( x) (2 x 1) 8 dapat diuraikan tetapi cukup panjang.Untuk mudahnya


kita mencoba menyelesaikannya dengan Metode Subsitusi.
Subtitusi z = 2x+1
dz = 2dx
sehingga :

(2 x 1)

dz 1
11 9
1
z 8 dz
z c
( 2 x 1) 9 c
2
2
29
18

z8

3. Fungsi Pecah Rasional

Bentuk

M ( x)
dx dikatakan integral fungsi pecah rasional bila M(x) dan
N ( x)

N(x) merupakan bentuk polynomial (suku banyak).Yang dimaksud derajat dari M(x) dan
N(x) adalah pangkat tertinggi untuk x yang koefisiennya tidak nol.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam integral pecah rasional adalah :
a. Bila M(x) dx = dN(x), maka

M ( x)
dN ( x )
dx
dx
N ( x)
N ( x)

ln N ( x ) c

Contoh 4 :

Selesaikan

2x
dx
3

2x
d ( x 2 3)
dx
dx ln ( x 2 3) c
2
2
x 3
x 3

b. Bila derajat M(x) < derajat N(x), maka :

Untuk akar N(x) = 0 semua real dan tidak ada yang sama :

M ( x)

N ( x) dx
=

A
B
C

dx
x a x b x c
A

x a dx x b

= A ln

x-a + B ln

Contoh 5 :
Selesaikan :

1
dx
1

1
1
2

1
dx
2 dx
2
x 1
x 1
x 1

Halaman 19

dx

C
dx
xc

x-b + C ln x c + C

1
ln x 1
2

ln x 1

Untuk akar N (x) = 0 semua real dan ada yang sama :


Misal akar real dari N (x) adalah a,b,b. sehingga N (x) = (x-a) (x-b)2 ,
bentuk pecahan menjadi :
M ( x)
M ( x)
A
B
C

2
N ( x ) ( x a ) ( x b)
xa xb
( x b) 2

Dan bentuk integral :

M ( x)
dx
N ( x)

A
B
C

xa xb
( x b) 2

dx
C

x a dx x b dx ( x b)

dx

= A ln x a B ln x b x b C
Contoh 6 :
x 2 9x 5
dx
Selesaikan
(2 x) ( x 2 2 x 1)
x 2 9x 5
M ( x)
A
B
C

N ( x)
2 x x 1 ( x 1) 2
( 2 x )( x 2 2 x 1)

Dengan menyamakan ruas kiri dan kanan, maka diperoleh nilai-nilai


A = 3, B = 2 dan C = -1 sehingga :
3

x 2 9x 5
2
1
(2 x) ( x 2 2 x 1) dx 2 x x 1 ( x 1) 2 dx

=3
1

2 x dx 2 x 1 dx ( x 1)
= -3 ln

dx

2 x 2 ln x 1

1
C
x 1

Untuk akar N(x) = 0 ada yang tidak real


Misal N(x) = (x-a) (px2 + qx + r) dengan D = q2 4 p r < 0 sehingga
akar persamaan kuadrat px2 + qx + r = 0 imajiner. Bentuk pecahan
menjadi :

Halaman 20

M ( x)
A
Bx C
dx

dx
2
N ( x)
( x a ) ( px qx r )

Bx C
dx
2
qx r )

( x a ) dx ( px

Bx C

= A ln x a ( px 2 qx r ) dx
Contoh 7 :
Selesaikan

x
dx
2x 2

Perhatikan : x 2 2 x 2 0 mempunyai nilai D =


2 2 4 .1.2 4 0

Sehingga persamaan kuadrat x 2 2 x 2 0 mempunyai akar


imajiner. Pecahan tersebut dapat diubah menjadi :
x
x 11
x 1
1
2
2
2
x 2x 2 x 2x 2 x 2x 2 x 2x 2
2

Sehingga

x
x 1
1
dx 2
dx 2
dx
2x 2
x 2x 2
x 2x 2

1
d ( x 2 2 x 2)
d ( x 1)
2
dx 2
2
x 2x 2
x 2x 2

1
ln x 2 2 x 2 arc tgn ( x 1) C
2

c. Bila derajat M(x) derajat N(x), maka :


Pada

M ( x)
dx bila derajat M(x) derajat N(x), maka dengan
N ( x)

pembagian akan diperoleh :


dimana :
P(x) = hasil bagi
Q(x) = sisa pembagian
Derajat Q(x) < derajat N(x)
Sehingga :

Halaman 21

M ( x)
Q( x)
P( x)
N ( x)
N ( x)

M ( x)
Q( x)
Q ( x)
dx ( P ( x ))
dx P ( x) dx
dx
N ( x)
N ( x)
N ( x)

Karena derajat Q(x) < N(x), maka integral

Q( x)

N ( x) dx

dapat

diselesaikan dengan cara seperti yang diterangkan sebelumnya.


Contoh 8 :
Selesaikan

x3 x2 x 3
dx
x 2 3x 2

Dengan pembagian polinom, diperoleh :


x3 x2 x 3
= (x+2) +
x 2 3x 2

5x 7
x 3x 2
2

5x 7
A
B

=
x 3x 2
x 1 x 2
2

Dengan menyamakan ruas kiri dan kanan diperoleh


A = 2 dan B = 3, sehingga :

x3 x2 x 3
dx =
x 2 3x 2

4. Subtitusi dengan z tg

(( x 2) x 1 x 2 ) dx
2

( x 2) dx x 1 dx x 2 dx

x2
2 x 2 ln x 1 3 ln x 2 C
2

x
2

Bila suatu integral integralnya merupakan suatu fungsi dari sin x atau cos x
maka integral tersebut diselesaikan dengan subtitusi z tg

x
2

Perhatikan :
tg

Halaman 22

x
x
= z ; sin 2
2

z
1 z

; cos =

1
1 z2

z tg

Sehingga
x

x
2

x
arc tg z
2

= 2 arc tg z

dx =

2
dz
1 z2

untuk fungsi sin x dan cos x disubtitusi dengan :


sin x = 2 sin

x
x
2z
cos
2
2 1 z2

cos x = cos 2

x
x 1 z2
sin 2
2
2 1 z2

contoh 9 :
selesaikan
subtitusi

1 sin x dx
: z = tg

2
x
dz
dan dx =
2
1 z2
1

sehingga

1
2
.
dz
2 z 1 z 2
1
1 z2

1 sin x dx

1 z2
2
( z 1) 2 . 1 z 2 dz

=2
2
C
= z 1

2
1 tg

x
2

5. Integral Fungsi Irasional.


bila dalam integral ternyata integralnya adalh fungsi irasional maka integral
dapat diselesaikan dalam metode sibstitusi fungsi goneometri
untuk f(x) dx bila f(x) berbentuk :
a2 b 2 x2

a 2 b2 x2

b2 x2 a2

Maka substitusinya adalah fingsi geometri sebagai berikut :


Halaman 23

No

Integral
Irrasional
X=

a2 b2 x2

Integran

Substitusi
a
sin z atau
b

a2 b2 x2

a
cos z
b
a
X=
tgn z atau
b
a
cotgn z
b
a
X=
sec z atau
b

X=

b2 x2 a2

a
cotgn z
b

X=

dx =

a cos z

X=

Differensialnya

Rasional

a sin z

a
sin z dz
b
a
dx =
sec 2 z dz
b

dx = -

a sec z
a cosec z
a tgn z
a cotgn z

a
cos z dz
b

a
cosec 2 z dz
b
a
dx = sec z tgn z dz
b

dx = -

dx =-

a
cosec z cotgn z dz
b

Contoh 10 :
Selesaikan :
10.1

a 2 b2 x2

Substitusi : X =

a2 b2 x2

dx

a
a
sin z : dx =
cos z dz
b
b

dx =

sin z
b

a2 b2

= a cos z .

10.2.

Halaman 24

a
cos z dz
b

a
cos z dz
b

a2
b

cos 2 z dz =

a2
2b

a2
b

sin 2 z
a2
(z+
)+C
2
2b

(1 + cos 2z) dz

1 4x 2
dx
x

Subtitusi : x =

1
1
sin z ; dx =
coz dz
2
2

1 cos 2 z
dz
2

1 4x 2
dx =
x

cos z

sin z

1
cos z dz
2

cos 2 z
sin z dz

1 sin 2 z
sin z dz =

sin z

cos ec z dz sin z dz

dz sin z dz

= 1n (cosec x-cotgn x) + cos z + C


6. Integtral Parsial
Integtral Parsial umumnya digunakan untuk Integral yang mengandung dua
buah fungsi yang berbeda.
Rumus Umum Integral Parsial :

u dv = uv - v du atau

v du = uv - u dv
Contoh 11 :

x sin x dx
Misal :

u=x
dv = sin x

du = dx
v = - cos x

Sehingga :

x sin x dx = x (-cos x ) - - cos x dx


= - x cos x + sin x + C
1. Rumus rumus Reduksi
Dengan integral parsial bisa di dapat rumus rumus reduksi, seperti:

sin n x dx = sin
Misal : u = sin ni x

Halaman 25

n i

x sin x dx

du = (n-1) sin n 2 x cos x dx

dv=sin x dx

v = - cos x

Sehingga :

sin n x dx = sin ni x (-cos x) - (-cos x) (n-1) sin n 2 x cos x dx


n 1

= - sin

n sin

cos 2 x sin

x cos x + (n-1)

n2

= - sin n 1 x cos x + (n-1)

(1- sin 2 x) sin

= - sin n 1 x cos x + (n-1)

sin

sin

xd x= -sin n 1 x cos x + (n-1)


1

sin n x dx = n (- sin

n 1

n2

x cos x ) +

n2

x dx

x dx (n-1)

n2

n 1
n

x dx

sin n x dx

x dx

sin n 2 x dx

Rumus rumus Reduksi lain, diantaranya adalah :


1
n 1
( - sin n 1 x cos x ) +
n
n

1.

sin n x dx

2.

cos n x dx =

1
n 1
(cos n 1 x sin x ) +
n
n

3.

tgn n 1 x
+
n 1

4.

cotgn n x dx= -

tgn n x dx

tgn

cot gn n 1 x
+
n 1

n2

sin n 2 x dx

cos n 2 x dx

x dx

cot gn

n2

x dx

5. sec n x dx =

sec n 2 x tgn x n 2

n 1
n 1

6. cosec n x dx=

cos ec n 2 x cot gn x n 2

cos ec n 2 x dx
n 1
n 1

7.

x dx =

sin m x cos

Atau

1
(sin m 1 x cos
mn

1
(sin m 1 x cos
mn

3.3. Rumus rumus Dasar Integral


3.3.1. Fungsi Aljabar

Halaman 26

cosec n 2 x dx

n 1

n 1

x)

x)

n 1
sin
mn

x cos

n2

x dx

m 1
sin m 2 x cos n x dx
mn

Fungsi aljabar yang terdiri dari fungsi linear, kuadrat, polinom dan fungsi
pecahan, hasil integralnya dapat berupa fungsi aljabar dan fungsi transenden, dan dapat
diperoleh dengan salah satu metode diatas.
Contoh integral fungsi aljabar dapat dilihat pada contoh
Perhatikan bentuk berikut :
Jika F(x)

Sehingga :

1
dF ( x )
x n 1 C maka F ' ( x )
xn ,
n 1
dx
n

dx

1
x n 1 C
n 1

3.3.2. Integral Fungsi Logaritma dan Eksponensial


1. In x dx
Untuk menyelesaikan integral fungsi logaritma F (x) = In x, dapat digunakan
sifat dasar fungsi logaritma dan Metode Parsial sebagai berilkut :
Jika u = In x maka :
eu x
eu du = dx, sehingga
ln x dx = u eu du
Integral mengandung dua fungsi yang berbeda sehingga digunakan Metode
Parsial dalam penyelesaiannya.
Jadi ln x dx dapat diselesaikan dengan integral parsial, yaitu :
U dV = UV - V dU
Subtitusi : U = ln x dU

1
dx
x

dV = dx V = dx = x
ln x dx = x ln x - x

1
dx = x ln x x + C
x

2. ex dx
Integral ini dapat diselesaikan dangan Metode Subtitusi sederhana, dengan mengmbil
pemisalan : U = ex, sehingga dU = ex dx

Halaman 27

Jadi, exdx = dU = U + C = ex + C

3. ax dx
Integral ini dapat diselesaikan dengan Metode Substitusi sederhana, dengan mengambil
pemisalan U = ax, sehingga dU = ax ln a dx.
ax dx =

1
1
ax+C
dU =
ln a
ln a

Jadi, rumus-rumus dasar integral fungsi eksponensial adalah :


1. ln x dx = x ln x x + C
2. ex dx

= ex + C

3. ax dx

1 x
a +C
ln a

3.3.3. Integral Fungsi Trigonometri


Dengan menggunakan metode-metode integrasi seperti yang telah dijelaskan
sebelumnya, sifat-sifat dasar dari fungsiyang akan diintegralkan serta turunan pertama
dari fungsi tersebut, maka berikut ini akan ditentukan integral dari bentuk dasar fungsi
trigonometri :
Perhatikan bentuk-bentuk berikut ini :
1. sin x dx
Substitusi U = cos x sehingga dU = - sin x dx
sin x dx = - dU = - U + C = - cos x + C
2. cos x dx
Substitusi U = sin x sehingga dU = cos x dx
cos x dx = dU = U + C = sin x + C
3. tgn x dx =

sin x
dx
cos x

Integral ini akan diselesaikan dengan metode subtitusi, yaitu dengan mengambil
pemisalan U = cos x sehingga dU = - sin x dx, sehingga :

Halaman 28

tgn x dx =

sin x
1
dx = - dU = - ln U + C
cos x
u

= - ln cos x + C = - ln

1
C
sec x

= - (ln 1 ln sec x) + C
= ln sec x + C
Dengan menggunakan metode integrasi dan sifat-sifat fungsi trigonometri,
diperoleh pula hasil integral fungsi trigonometri lainnya, yaitu :
4. cotgn x dx = - ln csc x + C = ln sin x + C
5. sec x

dx = ln (sec x + tgn x) + C

6. cosec x dx = ln (cosec x cotgn x) + C


3.3.4. Integral Fungsi Invers Trigonometri
Integral fungsi invers trigonometri dapat diselesaikan dengan integral parsial :
U dV = UV - V dU
1. sin-1 x dx
Subtitusi : u
du

= sin-1 x sehingga x = sin u dan dx = cos u du ;


=

dx
1
dx =
=
cos u
1 sin 2 u

dx
1 x2

dv = dx sehingga v=x
sin-1 x dx = x sin-1x - x
Untuk penyelesaian

dx
1 x2
dx
1 x2

mengambil pemisalan t = 1 x2 ;
x t-1/2

, digunakan substitusi sederhana, dengan


dt=- 2x dx, sehingga diperoleh penyelesaian:

dt
= t +c = - 1 x 2 + c
2x

Dengan demikian :
sin-1 x dx = x sin-1x + 1 x 2 +c

Halaman 29

2. cos-1 x dx
Subtitusi : u = cos-1 x sehingga x = cos u dan dx = -sin u du ;
du

dx
1
dx =
=
sin u
1 cos 2 u

dx
1 x2

dv = dx sehingga v=x
cos-1 x dx = x cos-1x + x
Untuk penyelesaian

dx
1 x2
dx

1 x2

mengambil pemisalan t = 1 x2 ;
x t-1/2 -

, digunakan substitusi sederhana, dengan


dt=- 2x dx, sehingga diperoleh penyelesaian:

dt
= t +c = - 1 x 2 + c
2x

Dengan demikian :
cos-1 x dx = x cos-1x - 1 x 2 +c
Dengan cara yang sama, tentukan pula :
3. tan-1x
4. Cotgn-xx
5. Csec-1x
6. Sec-1x
3.3.5. Integral Fungsi Hiperbolik
Rumus dasar :
sinh x = ( ex - e-x ) / 2
cosh x = ( ex + e-x ) / 2
Prinsip dasar solusi adalah sama dengan fungsi trigonometri dan invers fungsi tsb.
1. sinh x dx
Substitusi U = cosh x sehingga dU = sinh x dx
sinh x dx = dU = U + C = cosh x + C
2. cosh x dx
Substitusi U = sinh x sehingga dU = cosh x dx

Halaman 30

cosh x dx = dU = U + C = sinh x + C

3. tgnh x dx =

sinh x
dx
cosh x

Integral ini akan diselesaikan dengan metode subtitusi, yaitu dengan mengambil
pemisalan U = cos x sehingga dU = - sin x dx, sehingga :
tgnh x dx =

sinh x
1
dx = dU
cosh x
u

= ln U + C

= ln cosh x + C = ln

1
C
sec hx

= (ln 1 ln sech x) + C
= ln sech x + C
Dengan menggunakan metode integrasi dan sifat-sifat fungsi hiperbolik,
diperoleh pula hasil integral fungsi hiperbolik lainnya, yaitu :
4. coth x dx

= ln sinh x + C

5. sech x

= 2 tgnh-1 ex + C

dx

cosec x dx

= 2 cotgh-1 x + C

3.3.6. Integral Fungsi Invers Hiperbolik


Integral fungsi invers trigonometri dapat diselesaikan dengan integral parsial :
U dV = UV - V dU
1. sinh-1 x dx
Subtitusi : u
du

= sinh-1 x sehingga x = sinh u dan dx = cosh u du ;


=

dx
1
dx =
=
cosh u
1 sinh 2 u

dx
1 x2

dv = dx sehingga v=x
sinh-1 x dx = x sinh-1x - x
Untuk penyelesaian

dx
1 x2
dx

1 x2

mengambil pemisalan t = 1 + x2 ;

Halaman 31

, digunakan substitusi sederhana, dengan


dt=- 2x dx, sehingga diperoleh penyelesaian:

x t-1/2

dt
= t +c = - 1 x 2 + c
2x

Dengan demikian :
sinh-1 x dx = x sinh-1x - 1 x 2 +c
2. cosh-1 x dx
Subtitusi : u = cosh-1 x sehingga x = cosh u dan dx = sinh u du ;
du

dx
1
dx =
=sinh u
cosh 2 u 1

dx
x2 1

dv = dx sehingga v=x
cosh-1 x dx = x cosh-1x + x
Untuk penyelesaian

x2 1

dx
x2 1

mengambil pemisalan t = x2 1 ;
x t-1/2 -

dx

, digunakan substitusi sederhana, dengan


dt=2x dx, sehingga diperoleh penyelesaian:

dt
= t +c = - x 2 1 + c
2x

Dengan demikian :
cosh-1 x dx = x cosh-1x - x 2 1 +c
Dengan cara yang sama, tentukan pula :
3. tanh-1x
4. Cotgnh-xx
5. Csech-1x
6. Sech-1x

Halaman 32