Anda di halaman 1dari 4

Tugas Kelompok Akuntansi Syariah

Kelompok 4:
Annisa A
Endah L.
Haniyah
Khairunnisa L.
Nabilla

Soal 1
Tn. Amir membutuhkan dana sebesar Rp 25 juta. Petugas hubungan pelanggan PT. Bank
Syariah Abadi menyarankan Tn. Amir menjual barang yang dimilikinya kepada Bank. Tn.
Amir menjual motor honda CBR tahun 2010 seharga Rp 25 juta kepada Bank Syariah Abadi.
Pada saat yang bersamaan Bank Syariah abadi menjual motor tersebut kepada Tn. Amir
dengan akad murabahah dan mengambil keuntungan sebesar 10%. Tn. Amir akan mencicil
biaya pembelian motor kepada bank selama 1 tahun.
A. Tentukan apakah transaksi antara Tn. Amir dan Bank Syariah Abadi telah sesuai
dengan syariah.
Transaksi atas Tn. Amir dan Bank Syariah Abadi tidak sesuai dengan syariah. Hal ini
disebabkan pada transaksi jual beli tersebut, tidak ada perpindahan kepemilikan
sesungguhnya dari pihak Tn. Amir kepada pihak Bank Syariah Abadi. Yang terjadi hanya
perjanjian pembayaran cicilan motor, dimana pembayaran cicilan tersebut sudah ditambah
keuntungan sebesar 10% untuk pihak bank.

B. Jelaskan jawaban anda dan apakah usul anda agar transaksi terbut bisa sesuai
dengan syariah
Dalam Syariah, jual beli dengan akad murabahah memang diperbolehkan, namun penjual dan
pembeli harus mentaati rukun dan syarat akad murabahah itu sendiri. Salah satu syarat sah
nya yaitu, Jual beli murabahah harus dilakukan atas barang yang telah dimiliki atau hak
kepemilikan telah berada ditangan penjual.

Usul kelompok kami agar transaksi tersebut bisa sesuai dengan syariah, pada saat penjualan
dari Pihak Tn. Amir, pihak Bank Syariah Abadi harus menerima dulu motor yang diperjualbeli kan. Pihak Bank Syariah Abadi harus mengetahui kondisi motor yang dibeli dari Tn.
Amir, dan Tn. Amir harus mengungkapkan secara jujur kondisi motor yang dijual nya.
Setelah ada kesepakatan dari kedua pihak atas transaksi jual beli tersebut dan kepemilikan
motor sudah sah menjadi milik pihak Bank Syariah Abadi, baru lah pihak Bank boleh
menjual motor yang telah menjadi miliknya tersebut kepada Tn. Amir.
Soal 2
Abdullah adalah petani yang rajin dan jujur. Selama ini hasil panennya mampu menghidupi
keluarganya. Pada suatu saat, anak Abdullah mengalami kecelakaan dan membutuhkan
banyak biaya. Abdulllah kemudian menemui Tn. Budi untuk memperoleh dana agar bisa
membawa anaknya ke rumah sakit. Tn. Budi mau meminjamkan dananya kepada Abdullah
dengan syarat Abdullah mau menjual hasil kebun mangga nya sebesar Rp 10 juta. Pada saat
itu mangga yang ada di kebun mangga abdullah belumlah masak.
A. Tentukan apakah transaksi antara Abdullah dan Tn. Budi telah sesuai dengan
syariah.
Transaksi atas Abdullah dengan Tn. Budi belum sesuai syariah . Hal ini disebabkan sistem
jual beli buah yang belum matang biasa disebut jual beli ijon dilarang oleh agama. Dalam
pelaksanaan transaksi diatas, dapat menyebabkan salah satu pihak antara penjual dengan
pembeli tidak ridha, bertentangan dengan prinsip jual beli syariah.
B. Jelaskan jawaban anda dan apakah usul anda agar transaksi terbut bisa sesuai
dengan syariah
Usul kelompok kami agar transaksi tersebut dapat sesuai dengan syariah, pada saat Tn Budi
ingin membeli hasil kebun mangga nya, Abdullah sebaiknya memberikan informasi
mengenai hasil kebun mangga yang buahnya belum pada masak sehingga tidak terjadi gharar
(penipuan) dalam transaksi jual beli diatas. Menurut Imam Abu Hanifah atau fuqaha
Hanafiyah ada 3 alternatif hukum atas jual beli tersebut yaitu:
1. Jika akadnya mensyaratkan harus di petik maka sah dan pihak pembeli wajib segera
memetiknya sesaat setelah berlangsungnya akad, kecuali ada izin dari pihak penjual.
2. Jika akadnya tidak disertai persyaratan apapun, maka boleh.
3. Jika akadnya mempersyaratkan buah tersebut tidak dipetik (tetap dipanen) sampai
masak- masak, maka akadnya fasad (rusak atau batal)

Soal 3
Koperasi Simpan Pinjam ABC ingin merubah bisnis koperasi dari konvensional ke keuangan
syariah. Koperasi tidak lagi mengenakan bunga atas pemberian dana kepada anggotanya
tetapi menanyakan terlebih dahulu apakah usaha yang akan didanai oleh koperasi dapat
menghasilkan keuntungan harian sebesar Rp 100.000. Jika usaha anggota dapat menghasilkan
keuntungan sebesar Rp 100.000/hari maka koperasi menetapkan bagi hasil untuk koperasi
sebesar Rp 30.000/hari.
A. Tentukan apakah transaksi antara Koperasi Simpan Pinjam dan anggota telah
sesuai dengan syariah.
Transaksi yang terjadi antara Koperasi Simpan Pinjam dan anggotanya tidak sesuai dengan
ketentuan syariah. Transaksi pinjam-meminjam yang dilakukan Koperasi Simpan Pinjam
termasuk transaksi yang mengandung Riba. Pinjam-meminjam yang sesuai dengan ketentuan
syariah adalah pinjam-meminjam yang tidak mengambil keuntungan dari pihak yang
meminjam. Dalam hal ini tidak ada Iwad atau pengganti yang dibenarkan syariah dalam
transaksi tersebut, dan masih adanya unsur syarat peminjaman dana usaha, yaitu harus
mampu memberi profit 100.000/ hari. Menurut syariah, sistem bagi hasil tidak boleh ada
unsur syarat profit, karena profit itu sendiri bersifat tidak pasti. ada kala nya dalam usaha,
akan memperoleh keuntungan dan kerugian.
B. Jelaskan jawaban anda dan apakah usul anda agar transaksi terbut bisa sesuai
dengan syariah
Agar transaksi tersebut sesuai dengan syariah, maka Koperasi tersebut tidak boleh mengambil
keuntungan yang dapat memberatkan salah satu pihak dalam hal ini peminjam dana.
Transaksi ini sesuai dengan syariah jika dari kegiatan pinjam-meminjam tersebut kecuali
koperasi membagi hasil keuntungan ataupun kerugian yang tidak merugikan kedua belah
pihak. Jika koperasi tersebut ingin mendapatkan keuntungan, maka Koperasi tersebut dapat
memilih akad jual beli yang sesuai dengan ketentuan syariah. Dalam transaksi ini menurut
kelompok kami merupakan transaksi mudarabah atau qirad yang berarti pemberian modal
dari pemilik modal kepada seseorang yang akan memperdagangkan modal dengan ketentuan
bahwa untung-rugi ditanggung bersama sesuai dengan perjanjian antara keduanya pada waktu

akad. Hukum melakukan mudarabah itu dibolehkan (mubah), bahkan dianjurakan oleh syara
karena di dalamnya terdapat unsur tolong-menolong dalam kebaikan.
Rukun dalam mudarabah atau qirad adalah :
1. Muqrid (pemilik modal) dan muqtarid (yang menjalankan modal), hendaknya sudah balig,
berakal sehat dan jujur.
2. Uang atau barang yang dijadikan modal harus diketahui jumlahnya.
3. Jenis usaha dan tempatnya hendaknya disepakati bersama.
4. Besarnya keuntungan bagi masing-masing pihak, hendaknya sesuai dengan kesepakatan
pada waktu akad.
5. Muqtarid hendaknya bersikap jujur (amanah).

SOAL 4
Bp. Seno dan Bank Syariah XYZ mengadakan kontrak akad musharakah untuk menjalankan
usaha percetakan. Bp Seno menyetorkan modal sebesar 30% dan sisanya Bank Syariah.
Seluruh pekerjaan dilaksanakan Bp. Seno sedangkan Bank Syariah hanya menyetorkan
modal saja. Sebagai bagian dari akad, Bp. Seno harus memberikan jaminan agar akad dapat
dijalankan. Bank Syariah mensyaratkan pembagian keuntungan yang menjadi hak bank
adalah Rp 3 juta setiap bulannya. Jika keuntungan yang diperoleh bank syariah tidak
mencapai Rp 3 juta maka jaminan Bp. Seno akan dicairkan dan digunakan untuk menutupi
kekurangan keuntungan Bank Syariah.
Apakah kontrak tersebut sudah sesuai dengan syariah? Jelaskan jawaban anda.
Kontrak tersebut tidak sesuai dengan syariah. Disebutkan bahwa akad musharakah
merupakan salah satu akad yang merupakan kontrak di mana pihak yang bertransaksi saling
memberi aset yang dimiliki dan menanggung resiko bersama sama untuk mendapat
keuntungan. Kontrak ini tidak memberikan imbal hasil yang pasti sehingga dalam kasus
tersebut Bank Syariah tidak seharusnya meminta jaminan untuk memberi kepastian
keuntungan yang didapat dan Bank Syariah tidak seharusnya menetapkan jumlah keuntungan
yang harus diberikan oleh Bp. Seno setiap bulannya. Walaupun Bp. Seno menyetujui
permintaan Bank Syariah dan ada ijab qabul, namun kontrak tetap tidak sesuai syariah.

Anda mungkin juga menyukai