Anda di halaman 1dari 7

Upaya Pengendalian Mutu dengan Menerapkan TQM dan PDCA

Untuk Mencapai Produk Berkualitas Tinggi


oleh
Dyah Ayu Puspita
Fakultas Teknik, Jurusan Teknik Industri
Universitas Diponegoro
Email : dyahayupuspita1@gmail.com
Abstrak
TQM ( Total Quality Management) merujuk pada penekanan kualitas yang meliputi
organisasi keseluruhan, mulai dari pemasok hingga pelanggan. TMQ menekankan
manajemen untuk mendapatkan arahan perusahaan yang terus menerus ingin mencapai
keunggulan dalam semua aspek produk dan jasa. Sebagai suatu konsep dalam
mememlihara dan mengembangkan kualitas. Sedangkan PDCA merupakan suatu
gambaran siklus dalam pengendalian kualitas, dimana keempat kata tersebut saling
terikat dan berhubungan satu sama lain. Antara TQM dan PDCA memiliki hubungan
dimana dengan memahami PDCA maka suatu perusahaan akan mengetahui bagaimana
menerapkan 14 poin dalam TQM .
Abstract
TQM (Total Quality Management) refers to the emphasis on quality that encompasses
the entire organization, from suppliers to customers. TMQ emphasize to get a referral
management company wants to achieve continuous excellence in all aspects of products
and services. As a concept in maintaining and developing the quality. While the PDCA
(plan, do, check, and act) cycle is a picture in the quality control, where the four words
are mutually dependent and related to each other. Between TQM and PDCA has a
relationship which is while the company understand the PDCA cycle then a company
will know how to apply the 14 points in TQM.

I.

Pendahuluan
Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, konsumen

menjadi perhatian utama bagi para pengusaha/pemilik perusahaan. Saingan atau


competitor juga banyak bermunculan sehingga menimbulkan persaingan sengit antar
perusahaan. Hal ini ditunjukan dengan maraknya produk-produk dengan fungsi dan
bentuk yang hampir sama. Kualitas menjadi hal utama yang menjadi tolak ukur
keberhasilan suatu perusahaan, dimana dengan mengutamakan kualitas sebuah
perusahaan berusaha menyediakan produk-produk berkualiatas dengan harga yang
terjangkau. Dua cara tersebutlah yang diharapkan untuk dapat menarik konsumen
baru sehingga diharapkan akan menbuat konsumen setia/loyal pada akhirnya.
Kualitas sendiri memiliki arti yang beragam, Kotler dan Amtrong (2010:27)
menyatakan bahwa kualitas produk adalah kemampuan produk untuk melaksanakan
fungsinya, meliputi kehandalan, daya tahan, ketepatan, kemudahan opersai, dan
perbaikan produk, serta atribut bernilai lainnya. Dari sinilah, kita tahu bahwa
kualitas sangat penting bagi perusahaan, sehingga dalam pelaksanaannya perlu
diadakannya suatu proses pengenalian kualitas.
Pengendalian kualitas dilakukan untuk dapat mempertahankan atau dapat
pula menjadi suatu cara untuk dapat meningkatakan kualitas dari suatu produk.
Dalam melakukan pengendalian kulitas terdapt berbagai teori yang berkembang.
Salah satunya adalah Dr. Edward Deming, dimana beliau mengembangkan 14
point out of crisis dalam managemen dimana sering dikenal dengan istilah TQM.
II.

Kajian pustaka
Willian Edward Deming lahir pada tanggal 14 Oktober 1900. Beliau dikenal

sebagai Bapak Pengedali Mutu dengan meluncurkan beberapa teori mengenai


pengendalian kualitas. Salah satu yang terkenal adalah 14 poin dalam mangaemen
yang sering disebut TQM( Total Quality Management) dan PDCA. Deming
menjelaskan bahwa sesorang tidak perlu menjadi seseorang uang unggul ilmu
managemen. Karena ke-14 poin untuk manajemen dalam industry, pendidikan, dan
pemerintah akan mengikuti secara alami sebagai penerapan pengetahuan diluar,

untuk tranformasi dari gaya kini managemen barat ke salah satu optimasi.berikut
merupakan 14 poin untuk managemen industry :
1. Membuat tujuan menuju peningkatan produk dan layanan dengan
tujuan untuk menjadi kompetitif dan bertahan dalam bisnis dan untuk
menyediakan lapangan kerja
2. Mengadopsi filosofi baru.
3. Hentikan ketergantungan pada inspeksi untuk mencapai kualitas.
Menghilangkan

kebutuhan

untuk

pemeriksaan

besar

dengan

membangun kualitas ke dalam produk di tempat pertama.


4. Akhiri praktek pemberian bisnis atas dasar harga. Sebaliknya,
meminimalkan total biaya bergerak ke arah pemasok tunggal untuk
setiap satu item, pada hubungan jangka panjang kesetiaan dan
kepercayaan.
5. Meningkatkan terus-menerus dan selamanya sistem produksi dan
pelayanan, untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas, dan
dengan demikian biaya terus menurun.
6. Lembaga pelatihan pada pekerjaan.
7. Lembaga kepemimpinan . Tujuan pengawasan harus membantu orang
dan mesin-mesin dan gadget untuk melakukan pekerjaan yang lebih
baik.

Pengawasan manajemen

membutuhkan

perbaikan,

serta

pengawasan pekerja produksi.


8. Hilangkan rasa takut, sehingga setiap orang dapat bekerja secara
efektif bagi perusahaan.
9. Meruntuhkan penghalang antara departemen. Orang-orang dalam
penelitian, desain, penjualan, dan produksi harus bekerja sebagai
sebuah tim, untuk meramalkan masalah produksi dan digunakan yang
mungkin dihadapi dengan produk atau jasa.
10. Hilangkan slogan-slogan, desakan, dan target untuk angkatan kerja
meminta tanpa cacat dan tingkat produktivitas baru. Nasihat seperti itu
hanya menciptakan hubungan permusuhan, sebagai sebagian besar

penyebab rendahnya kualitas dan produktivitas rendah milik sistem


dan dengan demikian berada di luar kuasa tenaga kerja.
11. Hilangkan bekerja standar (kuota) di lantai pabrik, hilangkan
manajemen dengan objektif, hilangkan manajemen dengan angka
numerik tujuan, substitute leadership, pengganti kepemimpinan.
12. Hapus hambatan yang merampok hak pekerja per jam untuk
kebanggaan pengerjaan, tanggung jawab pengawas harus diubah dari
angka yang jelas terhadap kualitas, menghapus hambatan dan
rekayasa hak mereka untuk kebanggaan pengerjaan
13. Lembaga program pendidikan yang kuat dan self perbaikan
14. Masukan semua orang di perusahaan untuk bekerja untuk mencapai
transformasi.
Penjabaran TQM di atas pertama kali diterapkan oleh Jepang saat
mengalami kekalahan pada perang dunia II. Melalui 14 poin di ats Deming mencoba
membantu Jepang untuk membangun kembali ekonomi Jepang . ilmu ini kemudian
dikenal dengan konsep kaizen.
PDCA merupakan singkatan dari Plan, Do, Check, dam Act dimana keempat
kata tersebut menjelaskan suatu proses yang berkesinambungan dan tidak memiliki
akhir. Berikut merupakan penjelasan mengenai PDCA:

Tahap PLAN adalah tahap untuk menetapkan Target atau Sasaran yang
ingin dicapai dalam peningkatan proses ataupun permasalahan yang
ingin dipecahkan, kemudian menentukan Metode yang akan digunakan
untuk mencapai Target atau Sasaran yang telah ditetapkan tersebut

Tahap DO adalah tahap penerapan atau melaksanakan semua yang telah


direncanakan di Tahap PLAN termasuk menjalankan proses-nya

Tahap CHECK adalah tahap pemeriksaan dan peninjauan ulang serta


mempelajari hasil-hasil dari penerapan di tahap DO.

Tahap ACT adalah tahap untuk mengambil tindakan yang seperlunya


terhadap hasil-hasil dari tahap CHECK

Metodologi
Metodologi yang digunakan untuk menyusun jurnal ini adalah studi
literature. Studi literature merupakan metode non penelitian yang bertujuan untuk
mendapatkan dasar teori dan informasi pendukung dari referensi, jurnal, tugas akhir
maupun buku. Studi literature dilakukan dengan mengkaji beberapa referensi untuk
menelaah dan memperkuat masalah yang ada. Hal ini dilakukan agar penulis
memiliki sudut yang luas.
Hasil dan pembahasan
Dalam jurnal Pandu Soetjitro yang membahas mengenai mengapa TMQ
dijadikan alat pengendali mutu, dijelaskan bahwa TQM ( Total Quality
Management) merujuk pada penekanan kualitas yang meliputi organisasi
keseluruhan, mulai dari pemasok hingga pelanggan. TMQ menekankan manajemen
untuk mendapatkan arahan perusahaan yang terus menerus ingin mencapai
keunggulan dalam semua aspek produk dan jasa. Sebagai suatu konsep dalam
mememlihara dan mengembangkan kualitas, TQM juga bertujuan mengurangi biaya
dengan memisahkan pekerjaan-pekerjaan yang tidak perlu. TQM juga menawarkan
bebrapa sarana dan teknik-teknik dalam mengoperasikan prinsip-prinsip yang
berfokus pada konsumen dan berhubungan pendekatan penilaian kinerja dalam
literature pemasaran.
Dalam melakukan teori TQM akan dibutuhkan alat-alat untuk dapat
menunjang suatu usaha yang berkelanjutan. Alat-alat tersebut biasa dikenal dengan
7 tools. Berikut merupakan alat-alat yang digunakan untuk menunjang TQM :

Check Sheet : merupakan suatu lembar pengecekan yang didesain


untuk mencatat data

Scatter Diagram : menunjukan hubugna antar dua perhitungan

Diagram sebab akibat : mengidentifikasi masalah kualitas dan titik


inspeksi

Diagram Pareto : merupakan meted untuk mengelola kesalahan

Diagram proses : dirancang untuk memahami serangkaian kejadian


yang dilalui suatu produk

Histogram : menunjukan cakupan nilai sebuah perhitungan dan


frekuensi dari setiap nilai yang terjadi

Statistisstical Process Control : diagram untuk memetakan nilai


sebuah statistic denan waktu pada sumbu horizontal.

Sebelum

menggunakan

alat-alat

tersebut,

suatu

perusahaan

harus

memahami PDCA ( Plan. Do, Check, and Act). Dimana dijelaskan bahwa PDCA
merupakan suatu gambaran siklus dalam pengendalian kualitas, dimana keempat
kata tersebut saling terikat dan berhubungan satu sama lain. Dengan melakukan
perencanaan (Plan), suatu perusahaan dapat menentukan target atau sasaran yang
ingin dicapai sehingga masalah dapat terpecahkan. Setelah melakukan perencanaan
maka tahap selanjutnya adalah do ( melaksanakan), maksudnya adalah melakukan
semua yang telah direncanakan pada tahap pertama. Setelah itu dilanjutkan dengan
tahap check dan act. Pada proses ini diadakan evaluasi lagi terhadap rencana yang
sudah dilaksanakan, lalu menindak jika terjadi kesalahan dalam proses pengendalian
kualitias. Dengan memahami PDCA maka perusahaan dapat mengetahui alat-alat
TQM apa yang akan digunakan untuk melakukan usaha pengendalian kualitas.
Kesimpulan
Dalam pembahasan diatas, maka dapat disimpulakna bahwa teori Dr.
Edward Deming mengenai 14 poin dalam managemen yang lebih di kenal dengan
TQM Deming dan system PDCA memilki suatu keterkaitan satu sama lain dalam
menunjang/ memperbaiki dan mengembangkan kualitas suatu produk. Dengan
menggunakan TQC perusahaan tidak hanya meningkatkan produk namun juga
dapat memperbaiki system yang bekerja di perusahaan dengan karyawan sebagai
saasaran utama perbaikan.

DAFTAR PUSTAKA
Soetjitro,Pandu, 2010, Instrumen Total Quality Management sebagai Pilihan Alat
Pengendalian, STIE AKA Semarang.
Wijaya,

Davd,

2008,

Implementasi

Manajemen

Mutu

Terpadu

dalam

Penyelenggaraan Pendidikan di Sekolah , Universitas Kristen Krida Wacana


Jakarata.
Purwanto, Adi, Tri, 2010, TQM dan TQEM .
Weenas, Jaackson R.S , 2013, Kualitas Produk, harga, Promosi dan Kualitas
Pelayanan Pengaruhnya Terhadap Keputusan Pembelian Spring Bed Comforta,
Jurnal EMBA.