Anda di halaman 1dari 6

MACAM-MACAM IDEOLOGI DI DUNIA

1. Konservatisme
Konservatisme adalah sebuah filsafat politik yang mendukung nilai-nilai
tradisional. Istilah ini berasal dari kata dalam bahasa Latin, conservre,
melestarikan; "menjaga, memelihara, mengamalkan"

Inti pemikiran : memelihara kondisi yang ada, mempertahankan


kestabilan, baik berupa kestabilan yang dinamis maupun kestabilan yang
statis. Tidak jarang pula bahwa pola pemikiran ini dilandasi oleh kenangan
manis mengenai kondisi kini dan masa lampau.

Filsafatnya : Bahwa perubahan tidak selalu berarti kemajuan. Oleh karena


itu, sebaiknya perubahan berlangsung tahap demi tahap, tanpa
menggoncang struktur social politik dalam negara atau masyarakat yang
bersangkutan.

landasan pemikiran : Bahwa pada dasarnya manusia lemah dan terdapat


evil instinct and desires dalam dirinya. oleh karena itu perlu pola-pola
pengendalian melalui peraturan yang ketat.

system pemerintahan : demokrasi, otoriter.

Negatif : Masyarakat di atur oleh aturan yang ketat sehingga aspirasi


mereka kurang di perhatikan

Positif : Berkembang secara bertahap sesuai dengan kemampuan suatu


negara.

Negara yang pernah menganut : Inggris, Kanada, Belgia, Swedia

2. Anarkisme
Anarkhisme adalah suatu paham yang mempercayai bahwa segala
bentuk negara,pemerintahan, dengan kekuasaannya adalah lembaga-lembaga
yang menumbuhsuburkan penindasan terhadap kehidupan, oleh karena
itu negara, pemerintahan, beserta perangkatnya harus dihilangkan

Inti pemikiran : Menciptakan masyarakat tanpa hirarkis.

Sistem Pemerintahan : Sosialis tanpa pemerintahan

Negatif : Metode gerakan dengan menggunakan aksi langsung (perbuatan


yang nyata) sebagai jalan yang ditempuh, yang berarti juga melegalkan
pengrusakan, kekerasan, maupun penyerangan. Selama hal tersebut
ditujukan untuk menyerang kapitalisme ataupun negara.

Landasan pemikiran : Ketiadaan aturan-aturan, adalah sebuah format


yang dapat diterapkan dalam sistem sosial dan dapat menciptakan
kebebasan individu dan kebersamaan sosial. Anarkis melihat bahwa tujuan
akhir dari kebebasan dan kebersamaan sebagai sebuah kerjasama yang
saling membangun antara satu dengan yang lainnya.
Positif : Tidak ada pengekangan, tidak ada perbedaan antara pemimpin
dan bawahan karena tidak adanya sistem pemerintahan yang mengatur.

Negara yang pernah menganut : Rusia

3. Komunisme
Secara umum komunisme sangat membatasi agama pada rakyatnya, dengan
prinsip agama dianggap candu yang membuat orang berangan-angan yang
membatasi rakyatnya dari pemikiran yang rasional dan nyata.
Paham komunis berkeyakinan perubahan atas system kapitalisme harus
dicapai dengan cara-cara revolusi dan pemerintahan oleh diktator
proletariat sangat

Inti pemikiran : Perjuangan kelas dan penghapusan kelas-kelas di


masyrakat.

Landasan Pemikiran :
a. Sangat membatasi agama pada rakyatnya
b. Tidak menghormati hak asasi manusia
Sistem pemerintahan : Otoriter/totaliter/diktator.

Positif : Tidak ada perbedaan antar golongan,ras,dsb.

Negara yang menganut : Vietnam, Korut, Kuba

Negatif : Kekerasan sebagai dasar pemikiran,kemauman masyarakat tidak


bisa di salurkan.

4. Marxisme
Marxisme adalah ideologi politik dan ekonomi yang menekankan pentingnya
perjuangan kelas dalam masyarakat

Inti pemikiran : Teori nilai tenaga kerja.

Sistem pemerintahan : -

Negara yang menganut : Inggris, Belanda, Spanyol

Filsafat : dialectical and historical materialism


Landasan pemikiran : Adanya ketidakadilan dan pemaksanan terhadap
kaum buruh (Protelar) yang dipaksa utk bekeraja berjam-jam dengan upah
minimum dan hasil kerja mereka di nikamati oleh kaum kapitalis.masalah
ini timbul karena adanya kepemilikan pribadi dan pengusaaan kekayaan
yang di dominasi oleh orang-orang kaya.
Positif : keadilan dalam kehidupan serta pemerataan terhadap segala hal.
Negatif : Pemberontakan terhadap kaum kapitalis sehingga negara sulit
untuk berkembang.

5. Feminisme
Feminisme adalah sebuah gerakan perempuan yang menuntut emansipasi atau
kesamaan dan keadilan hak dengan pria.

Inti pemikiran : Emansipasi Wanita

Sistem pemerintahan : Demokrasi

Landasan Pemikiran : Bahwa wanita tidak hanya berkutat pd urusan


wanita saja melainkan jg dapat melalkukan seperti apa yangsi lakukan
pria,wanita dapat melakukan apa saja.

Positif : Berkurangnya penindasan terhadap kaum perempuan

Negara yang memperjuangkan : AS

Negatif : Banyakanya perceraian dikarenakan kaum feminisme tidak mau


diatur oleh pria sebagai suami karena adanya pengekaan terhadap
mereka.

6. Fasisme
Fasisme merupakan sebuah paham politik yang mengangungkan kekuasaan
absolut tanpa demokrasi. Dalam paham ini, nasionalisme yang sangat fanatik
dan juga otoriter sangat kentara.

Inti pemikiran : Negara di perlukan untuk mengatur masyarakat.

Landasan pemikiran : Suatu bangsa perlu mempunyai suatau


pemerintahan yg kuat dan berwibawa sepenuhnya atas berbagai
kepentingan rakyat & dalam hubungan dengan bangsa-bangsa lain.

Filsafat : Rakyat di perintah dengan cara-cara yang membuat mereka


takut & dengan demikian patuh pada pemerintah, kemudian, pemerintah
mengatur segalanya menegnai apa yg di perlukan dan apa yang tidak di
perlukan oleh rakyat.

Sistem pemerintahan : Otoriter


Positif : Negara mengatur semuanya sehingga rakyat tidak perlu susah
untuk apapun.
Negatif : Rakyat harus patuh penuh terhadap pemerintah sehingga
aspirasi mereka tidak di perdulikan, kemudian demokrasi dan hak asasi
manusia di abaikan.
Negara yang pernah menganut : AS, Inggris, Jerman

7. Demokrasi
Demokrasi adalah suatu paham yang dibatasi hukum dimana hukum ini dari
rakyat dan untuk rakyat yang berarti kekuasaan berada di tangan rakyat

Inti pemikiran : Kedaulatan di tangan rakyat.


Landasan pemikiran : rakayat membuat ketetapan hukum bagi dirinya
sendiri lewat dewan perwakilan, yang kemudian dilaksanakan oleh pihak
pemerintah / eksekutif.

Positf : rakyat menentukan kemana negara akan di bawa.

Negatif : Negara akan rancu karena banyak ide dan paham yang muncul
8. Liberalisme
Liberalisme adalah sebuah ideologi, pandangan filsafat, dan tradisi politik
yang didasarkan pada pemahaman bahwa kebebasan adalah nilai politik yang
utama

Inti pemikiran : Kebebasan individu

Landasan pemikiran : Bahwa manusia pada hakikatnya adalah baik, tanpa


harys si dakanya pola-pola peraturan yang ketat & bersifat memaksa
terhadapnya.

Sistem pemerintahan : Demokrasi.

Negara yang menganut :


o Amerika : AS, Argentina, Brazil, Uruguay
o Australia dan Selandia baru
o Eropa : Prancis, Jerman, Italia, Spanyol
o Afrika : Mesir, Afsel,
o Asia : Korsel, Israel, Myanmar, Malaysia, Singapura
Zimbabwe

Positif : Kebebasan milik siapapun tanpa adanya aturan yang mengikat.


Negatif : tidak adanya aturan,tidak adanya kehidupan bermasyarakat
secara sosial.

9. Sosialisme
Sosialisme ini lebih didasarkan pada pandangan kemanusiaan (humanitarian).
Paham sosialis berkeyakinan perubahan dapat dan seyogyanya dilakukan
dengan cara-cara damai dan demokratis

Inti pemikiran : Kolektifitas,kebersamaan,gotong royong.

Landasan pemikiran : Masyarakat dan pemerintahan adalah suatu pola


kehidupan bersama, karena manusia tdk dapat hidup sendiri & kehidupan
manusia akan lebih baik jika ada kerja sama melalui fungsi yg dilaksanakn
oleh negara.

Filsafat : Pemerataan dan kesederajatan bahwa pengaturan agar setiap


org diperlakukan sama & ada pemerataan dalam berbagai hal
(pemerataan kesempatan kerja, pemerataan kesempatan berusaha,dll).

Sistem pemerinahan : Demokrasi, otoriter


Positif : Negara kan berkembang karena adanya kerja sama dan saling
mendukung antara satu dgn yg lain.
Negatif : Akan adanya kesalahpahaman karena ada sekelompok golongan
yang menganggap mereka adalah olongan yang kaya,kerakusan dan
ketamakan.
Negara yang menanut : Belanda, Swiss, Belgia, Irlandia

10. Kapitalisme

Suatu paham yang meyakini bahwa pemilik modal bisa melakukan


usahanya untuk meraih keuntungan sebesar-besarnya .

Negara yang menganut paham kapitalisme Amerika Serikat, Jepang, Italia,


Inggris, Jerman, Prancis, Norwegia, Swedia, Swiss, Jepang, Korea Selatan .

11. Nasionalisme

Nasionalisme adalah satu paham yang menciptakan dan mempertahankan


kedaulatan sebuah negara (nation) dengan mewujudkan satu konsep
identitas bersama untuk sekelompok manusia.
Di zaman modern ini, nasionalisme merujuk kepada amalan politik dan
ketentaraan yang berlandaskan nasionalisme secara etnik serta

keagamaan, seperti yang dinyatakan di bawah. Para ilmuwan politik


biasanya menumpukan penyelidikan mereka kepada nasionalisme yang
Contohnya nasionalisme Turki, Belgia, dan Franquisme sayap-kanan di
Spanyol. Nasionalisme terkadang menentang demi mewujudkan hak
kesetaraan (equal rights). Dengan demikian, apabila nasionalisme
kenegaraan itu kuat, akan wujud tarikan yang berkonflik kepada kesetiaan
masyarakat, dan terhadap wilayah.

12. Nazisme
Menurut paham Nazi Volk lebih penting daripada negara atau bangsa.
Istilah Volk sering digunakan Adolf Hitler dalam sosialime Nasional Jerman
dengan istilah folkish yang dapat diterjemahkan sebagai kumpulan lakilaki dan perempuan yang disatukan oleh ikatan ras dan budaya. Adolf
Hitler telah menciptakan banjir darah manusia dengan melakukan
pembantaian terutama terhadap kaum Yahudi.

13. Pancasila

Ada tiga orang yang memberikan pandangannya mengenai dasar negara


Indonesia yaitu Mr. Muhammad Yamin, Prof. Dr. Supomo dan Ir. Soekarno.
Orang pertama yang memberikan pandangannya adalah
Mr. Muhammad Yamin. Dalam pidato singkatnya, ia mengemukakan lima
asas yaitu: a. peri kebangsaan, b. peri ke Tuhanan, c. kesejahteraan rakyat
d. peri kemanusiaan e. peri kerakyatan. Pada tanggal 31 Mei 1945,
Prof. Dr. Soepomo dalam pidatonya mengusulkan pula lima asas yaitu: a.
Persatuan b. mufakat dan demokrasi c. keadilan sosial d. Kekeluargaan e.
Musyawarah
Pada sidang hari ketiga tanggal 1 Juni 1945, Ir. Soekarno mengusulkan
lima dasar negara Indonesia merdeka yaitu: a. Kebangsaan Indonesia b.
Internasionalisme dan peri kemanusiaan c. Mufakat atau demokrasi d.
Kesejahteraan sosial e. Ketuhanan yang Maha Esa.
Kelima asas dari Ir. Soekarno itu disebut Pancasila yang menurut beliau
dapat diperas menjadi Tri Sila atau Tiga Sila yaitu: a. Sosionasionalisme b.
Sosiodemokrasi dan c. Ketuhanan yang berkebudayaan. Bahkan menurut
Ir. Soekarno Trisila tersebut di atas masih dapat diperas menjadi Eka sila
yaitu sila Gotong Royong.
Pada tanggal 22 Juni 1945, Panitia Sembilan mengadakan pertemuan.
Hasil dari pertemuan tersebut, direkomondasikan Rumusan Dasar Negara
yang dikenal dengan Piagam Jakarta (Jakarta Charter) yang berisi
a. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk
pemeluknya;
b. Kemanusiaan yang adil dan beradab;
c. Persatuan Indonesia;
d. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawaratan
perwakilan;
e. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Cirinya: Ideologi Pancasila: Negara berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa,
Manusia pada hakikatnya adalah makhluk individu dan makhluk sosial,

Manusia merupakan bagian dari seluruh anggota masyarakat organis,


Mengutamakan kepentingan masyarakat sebagai suatu kesatuan, Semua
golongan berada dalam kesatuan masyarakat yang integral dalam
naungan negara, Negara tidak memihak satu golongan atau kelas yang
kuat, kepentingan dan keselamatan hidup bangsa seluruhnya sebagai
suatu kesatuan yang tidak dapat dipisah-pisahkan perlu diutamakan