Anda di halaman 1dari 2

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Kadar Natrium serum pada pasien sakit berat dapat dipengaruhi oleh
banyak faktor. Tubuh manusia terdiri atas 60%-70% air, dengan sekitar 30%
air merupakan cairan ekstraseluler dan NaCl sebagai elektrolit utama (135145 mEq/L). Hiponatremia terjadi bila kadar Natrium serum kurang dari 135
meq/L, dan merupakan abnormalitas elektrolit yang paling sering terjadi pada
pasien di rumah sakit dan 30% dari pasien di Intensive Care Unit (ICU).1
Hiponatremia dialami sekitar 30% pasien dengan perdarahan
subarachnoid.3 Meskipun sekilas tampaknya sederhana, namun diagnosis
yang tepat dan terapi yang efektif untuk hiponatremia dapat menjadi
kompleks. Kesulitan utama yang sering ditemui adalah menentukan apa yang
menyebabkan penurunan Konsentrasi Natrium serum.2 Seringkali terjadi
dilemma ketika ditemukan hiponatremia dengan penyebab yang kurang jelas
dan status volume cairan yang kurang meyakinkan. Diagnosis dini dan akurat
etiologi hiponatremia sangatlah penting untuk menentukan terapi yang tepat.3
Syndrome of Inappropriate Antidiuretic Hormone Scretion (SIADH)
atau Sindrom sekresi hormon antidiuretik yang tidak sesuai mengacu pada
sekresi ADH yang berlebihan dari kelenjar hipofisis dalam menghadapi
osmolalitas serum subnormal.4 SIADH disebabkan oleh ketidakmampuan
ginjal mengabsorpsi atau menyerap air dalam bentuk ADH yang berasal dari
hipofisis posterior.5 SIADH adalah gangguan pada hipofisis posterior akibat

peningkatan pengeluaran ADH sebagai respon terhadap peningkatan


osmolaritas darah dalam tingkat yang lebih ringan.4 Pada populasi pasien
bedah saraf, 62% hiponatremia disebabkan oleh SIADH.1