Anda di halaman 1dari 29

ASUHAN KEBIDANAN

PADA Ny. “W” GII P10001, UK 32-34 MINGGU,


T/H, HAMIL FISIOLOGIS
DI BPS Ny. IRSYADATUS. S,Amd.Keb
SURABAYA

DISUSUN OLEH :
BENI WINARSIH
NIM. 06.300.71

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN


ARTHA BODHI ISWARA
PRODI DIII KEBIDANAN
SURABAYA
2008
KATA PENGANTAR

Puji syukur atas kehadirat Allah SWT, karena dengan limpahan rahmat dan
hidayahNya sehingga penulis dapat menyelesaikan Asuhan Kebidanan pada ibu
hamil di BPS IRSYADATUS Surabaya.
Asuhan kebidanan pada ibu hamil ini tidak akan selesai tepat pada waktunya
tanpa bantuan dari berbagai pihak yang telah membantu. Untuk itu pada
kesempatan kali ini penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada :
1. dr. Harjono AFK, AKK selaku PLH Ketua STIKES ABI Surabaya
2. Lia Hartanti, SST selaku PJS Kepala Jurusan Prodi DIII Kebidanan
STIKES ABI Surabaya.
3. Eny Widiyasari Amd.Keb selaku Pembimbing Akademik Program Study
DIII Kebidanan STIKES ABI Surabaya.
4. Ny. Irsyadatus S. Amd.Keb selaku Pembimbing Praktek selama di BPS
Irsyadatus Surabaya.
Penulis menyadari bahwa dalam penulisan dan penyusunan Asuhan
Kebidanan ini masih jauh dari sempurna. Untuk itu penulis mengharapkan kritik
dan saran untuk perbaikan penyusunan yang akan datang.
Semoga Asuhan Kebidanan ini dapat memberikan manfaat bagi penulis
khususnya dan bagi pembaca pada umumnya.

Surabaya,

Penulis
DAFTAR ISI

Halaman Judul
Lembar Pengesahan
Kata Pengantar
Daftar Isi
Bab I Pendahuluan ...........................................................................................
1.1. Latar Belakang...............................................................................
1.2. Tujuan Penulisan ..........................................................................
1.2.1.............................................................Tujuan umum
1.2.2...........................................................Tujuan khusus
Bab II Tinjauan Kasus........................................................................................
2.1. Pengertian Kehamilan ...................................................................
2.2. Proses Kehamilan (Fisiologis Kehamilan)....................................
2.3. Tanda dan Gejala Kehamilan ........................................................
2.4. Pemeriksaan Kehamilan ...............................................................
2.5. Diagnosa Banding Kehamilan ......................................................
2.6. Hal-Hal Yang Penting Diperhatikan Dalam Kehamilan ..............
2.7. Perubahan Fisiologis Pada Saat Kehamilan .................................
Bab III Tinjauan Kasus........................................................................................
3.1. Pengkajian Data.............................................................................
3.1.1............................................................Data subyektif
3.1.2............................................................Data obyektif
3.2. Diagnosa .......................................................................................
3.3. Masalah Potensial .........................................................................
3.4. Identifikasi Kebutuhan Segera ......................................................
3.5. Intervensi / Planning......................................................................
3.6. Implementasi .................................................................................
3.7. Evaluasi .........................................................................................
Bab IV Penutup ...................................................................................................
4.1. Kesimpulan ...................................................................................
4.2. Saran .............................................................................................
Daftar Pustaka ......................................................................................................
BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Kehamilan adalah suatu proses fisiologis. Untuk itu perlu dilakukan
suatu pemeriksaan untuk mengetahui tanda dan gejala kehamilan.
Kehamilan dikatakan fisiologis apabila selama kehamilan tidak
menyebabkan terjadinya kematian maupun kesakitan pada ibu dan janin
yang dikandungnya.
Perkembangan dunia internasional sangat ditujukan dalam
pembangunan kesehatan untuk meningkatkan kualitas SDM serta angka
kesakitan dan angka kematian pada wanita hamil dan bersalin harus dimulai
sejak dini. Oleh karena itu kehamilan yang sehat sangat mempengaruhi
potensi dari penerus keturunan dikemudian hari.
Sebagai tenaga kesehatan khususnya bidan harapan kita untuk dapat
melakukan perhatian tentang pendidikan kesehatan terhadap klien yang
merupakan indikator yang dapat digunakan untuk menilai pencapaian hasil.
Pelayanan / Asuhan Antenatal merupakan cara penting untuk memonitor
serta mendeteksi dini adanya kelainan dalam kehamilan agar nantinya dapat
dicegah dan dapat menurunkan angka kematian ibu dan bayi.
(Sarwono Prawirohardjo)

1.2. Tujuan Penulisan


1.2.1. Tujuan Umum
Dalam penulisan dan penyusunan asuhan kebidanan ini diharapkan
mahasiswa dapat melakukan asuhan kebidanan pada klien dengan ibu
hamil fisiologis.
1.2.2. Tujuan Khusus
- Mahasiswa diharapkan mampu melakukan pengkajiand ata pada
klien dengan hamil fisiologis.
- Mahasiswa diharapkan mampu melakukan analisa data pada klien
dengan hamil fisiologis.
- Mahasiswa diharapkan mampu melakukan identifikasi masalah
dengan diagnosa potensial pada klien.
- Mahasiswa diharapkan mampu melakukan tindakan segera kepada
klien dengan hamil fisiologis.
- Mahasiswa diharapkan mampu merencanakan tindakan yang akan
dilakukan pada klien dengan hamil fisiologis.
- Mahasiswa diharapkan mampu melaksanakan rencana tindakan
yang sudah ditentukan pada klien dengan hamil fisiologis.
- Mahasiswa diharapkan mampu melaksanakan evaluasi atas
tindakan yang akan dilakukan pada klien dengan hamil fisiologis.
BAB II
LANDASAN TEORI

2.1. Pengertian Kehamilan


- Kehamilan adalah dimulai dari konsepsi (bertemunya sel telur dengan
sperma) dan berakhir dengan permulaan persalinan.
- Kehamilan (graviditas) dimulai dengan konsepsi (pembuahan) dan
berakhir denagn permulaan persalinan. (Obstetri Fisiologi 1983 : 3).
- Kehamilan adalah pertumbuhan dan perkembangan janin intrauterine
(dalam kandungan) dimulai sejak konsepsi dan berakhir sampai
permulaan persalinan.

2.2. Proses Kehamilan (Fisiologi Kehamilan)


Proses kehamilan merupakan mata rantai yang berkesinambungan yang
terdiri :
2.2.1. Ovulasi pelepasan ovum
Ovulasi adalah proses pelepasan ovum yang dipengaruhi oleh sistem
hormonal yang kompleks.
Jumlah ogonium pada wanita :
• BBL : 750.000
• Umur 6-15 tahun : 439.000
• Umur 16 – 25 tahun : 159.000
• Umur 26 – 35 tahun : 59.000
• Umur 36 – 45 tahun : 34.000
• Menopause : Menghilang
2.2.2. Terjadi migrasi spermatozoa dan ovum
Proses pembentukan spermatozoa merupakan proses yang kompleks.
• Spermatogonium berasal dari sel primitif tubulus
• Menjadi spermatosit pertama
• Menjadi spermatosit kedua
• Menjadi spermatid
• Akhirnya spermatozoa
Bentuk spermatozoa seperti cebong yang terdiri atas :
• Kepala : lajang sedikit gepeng yang mengandung inti
• Leher : penghubung antara kepala dan ekor
• Ekor : panjang sekitar 10 kali kepala, mengandung energi
sehingga dapat bergerak.
2.2.3. Terjadi konsepsi dan pertumbuhan zygot
Pertemuan inti ovum dan inti spermatozoa disebut konsepsi atau
fertilisasi dan membentuk zygot. Proses konsepsi berlangsung sebagai
berikut :
a. Ovum yang dilepaskan dalam proses ovulasi, diliputi oleh korona
radiata, yang mengandung persediaan nutrisi.
b. Pada ovum dijumpai inti dalam bentuk metafase ditengah
sitoplasma yang disebut vitellus.
c. Dalam perjalanan korona radiata makin berkurang pada zona
pelusida. Nutrisi dialirkan divitellus, melalui saluran pada zona
pelusida.
d. Konsepsi terjadi pada pars ampularis tuba, karena ;
• Merupakan tempat yang paling luas
• Dindingnya penuh jonjot, tertutup sel yang mempunyai silia
• Ovum mempunyai waktu terlama dalam ampulla tuba.
e. Ovum siap dibuahi setelah 12 jam dan hidup selama 48 jam
• Spermatozoa ditumpahkan, masuk melalui kanalis servikalis
dengan kekuatan sendiri
• Dalam cavum uteri terjadi proses kapasitasi, yaitu pelepasan
sebagian dari “Liproteinnya” sehingga mampu mengadakan
fertilisasi.
• Spermatozoa melanjutkan perjalanan menuju tuba.
• Spermatozoa hidup selama tiga hari dalam genetalia interna.
• Spermatozoa akan mengelilingi ovum yang telah siap dibuahi
serta mengikis karena radiata dan zona pelusida dengan proses
enzimatik : hialuronidase.
• Melalui “stomata” spermatozoa memasuki ovum.
• Setelah kepala spermatozoa masuk kedalam ovum, ekornya
lepas dan tertinggal di luar.
• Kedua intiovum dan inti spermatozoa bertemu dengan
membentu zygot.
2.2.4. Terjadi nidasi (implantasi) pada uterus
Dengan masuknya inti spermatozoa kedalam sitoplasma “Vitellus”
membangkitkan kembali pembelahan dalam inti ovum yang dalam
keadaan “metasase”. Proses pemecahan dan pematangan mengikuti
bentuk anafase dan “telofase” sehingga pronukleus-nya menjadi
“haploid”. Pronukleus spermatozoa dalam keadaan haploid saling
mendekati dengan inti ovum yang kini haploid dan bertemu dalam
pasangan pembawa tanda dari pihak pria maupun wanita.
2.2.5. Pembentukan placenta
Bagian desidua yang tidak dihancurkan membagi placenta menjadi
sekitar 15 sampai 20 kotiledon maternal. Sedangkan dari sudut fetus,
maka plasenta akan dibagi menjadi sekitar 200 kotiledor fetus. Setiap,
kotiledon fetus terus bercabang dan mengambang ditengah aliran
darah untuk menjalankan fungsinya memberikan nutrisi, pertumbuhan
dan perkembangan janin dalam rahim ibu. Darah ibu dan janin tidak
berhubungan langsung dan dipisahkan oleh lapisan trofoblas, dinding
pembuluh darah janin. Fungsinya dilakukan berdasarkan sistem
osmotik dan enzimatis serta pinositosis. Situasi placenta demikian
disebut sistem placenta hemokorial.
2.3. Tanda dan Gejala Kehamilan
2.3.1. Gejala kehamilan tidak pasti
1. Amenore (tidak mendapat haid)
2. Nausea (enek) dengan atau tanpa vomitus (muntah). Sering terjadi
pagi hari pada bulan-bulan pertama kehamilan disebut morning
sickness.
3. Mengidam (menginginkan makanan atau minuman tertentu)
4. Konstipasi / obstipasi, disebabkan penurunan peristaltik usus oleh
hormon steroid
5. Sering kencing
6. Pusing, pingsan dan mudah muntah
Pingsan sering ditemukan bila berada ditempat ramai pada bulan-
bulan pertama kehamilan, lalu hilang setelah kehamilan 18 minggu.
7. Anoreksia (tidak ada nafsu makan)
2.3.2. Tanda kehamilan tidak pasti
1. Pigmentasi kulit, kira-kira 12 minggu atau lebih
2. Leukore, sekret serviks meningkat karena pegnaruh peningkatan
hormon progesteron
3. Epalis (hypertrofi papila gingiva), sering terjadi pada TM I
kehamilan
4. Perubahan payudara, payudara menjadi tegang dan membesar
karena pengaruh hormon estrogen dan progesteron yang
merangsang daktuli dan alveoli payudara. Daerah areola menjadi
lebih hitam kaerna deposit pigmen berlebihan. Terdapat colostrum
bila kehamilan lebih dari 12 minggu.
5. Pembesaran abdoment, jelas terlihat setelah kehamilan 14 minggu.
6. Suhu basal meningkat terus antara 37,2 – 37,8 0C
7. Perubahan organ-organ dalam pelvix :
a. Tanda chadwick : livid, terjadi kira-kira minggu ke-6
b. Tanda hegar : segmen bawah rahim lembek pada perabaan
c. Tanda piscasexk : uterus membesar kesalah satu jurusan
d. Tanda Braxton-Hiks : uterus berkontraksi bila dirangsang.
Tanda ini khas untuk uterus pada masa kehamilan.
8. Tes kehamilan. Yang banyak dipakai pemeriksaan hormon
korionik gonadotropin (hCG) dalam urine.
Dasarnya reaksi antigen, antibody dengan hCG sebagai antigen
2.3.3. Tanda pasti kehamilan
1. Pada palpasi dirasakan janin (bagian-bagian janin) dan balotemen
serta gerak janin
2. Pada auskultasi terdengar bunyi jantung janin (BJJ)
3. Dengan ultrasonography (USG) atau scanning dapat dilihat
gambaran janin.
4. Pada pemeriksaan sinar X tampak kerangka janin. Tidak dilakukan
lagi sekarang karena dampak radiasi terhadap janin.

2.4. Pemeriksaan Kehamilan


Pemeriksaan kebidanan terbagi dalam :
2.4.1. Anamnesa, meliputi :
a. Identitas diri dan keluarga
b. Riwayat obstetrik yang lalu
c. Riwayat penyakit yang pernah / sedang diderita oleh ibu dan
keluarga
d. Riwayat sosial ekonomi
2.4.2. Pemeriksaan, meliputi :
a. Pemeriksaan umum
b. Pemeriksaan luar (inspeksi, palpasi, auskultasi, perkusi)
c. Pemeriksaan dalam :
- Vaginal Toucher (VT)
- Recktal Toucher (RT)
d. Pemeriksaan rontgenologis
e. Pemeriksaan laboratorium : darah, urine
f. USG
2.4.3. Diagnosa atau ikhtiar pemeriksaan :
a. Hamil atau tidak
b. Primi atau multigravida
c. Usia kehamilan
d. Anak hidup atau mati
e. Anak tunggal atau anak kembar
f. Letak / posisi janin
g. Anak intra uterine atau extrauterine
h. Keadaan jalan lahir
i. Keadaan klien
2.4.4. Prognosa (Ramalan)
a. Setelah pemeriksaan selesai maka dasar pemeriksaan kita adalah
harus membuat prognosa atau tafsiran persalinan artinya berusaha
meramalkan apakah persalinan akan berjalan dengan biasa atau
sulit dan berbahaya.
b. Ramalan perlu untuk menentukan apakah penderita harus bersalin
di RSUP (Rumah Sakit Umum Persalinan), RSU, atau di rumah
saja, apakah proses persalinan harus dipimpin oleh dokter ahli atau
oleh seorang bidan saja yang harus disediakan supaya persalinan
dapat berlangsung dengan selamat bagi ibu dan janin.
2.4.5. Theraphy (pengobatan)
Tujuan therapy pada kehamilan antara lain :
a. Untuk mencapai taraf kehidupan yang setinggi-tingginya dalam
kehamilan, sampai dengan menjelang persalinan.
b. Ibu harus diberi nasehat-nasehat mengenai cara-cara kehidupan
selama hamil. Berapa kali harus memeriksakan kehamilannya atau
apa yang harus disediakan bila bersalin di rumah.
2.5. Diagnosis Banding Kehamilan
Suatu kehamilan kadang harus dibedakan dengan keadaan atau penyakit
dalam pemeriksaan yang meragukan :
1. Pseudosiesis (wanita yang sangat menginginkan kehamilan penyebab
gejala-gejala seperti hamil)
2. Sistoma ovari
3. Mioma uteri
4. Vsica urinaria dengan retensi urine
5. Menopause

2.6. Hal-hal Yang Penting Diperhatikan Dalam Kehamilan


1. Berat badan dan tinggi badan ibu
Pada pemeriksaan kehamilan pertama perhatikan apakah berat badan ibu
sesuai dengan tinggi badan ibu dan usia kehamilan. Bila berat badan ibu
kurang atau lebih car dan atasi penyebabnya. Pada pemeriksaan
selanjutnya perhatikan peningkatan berat badan ibu. Penambahan berat
badan ibu hamil 0,5 kg perminggu atau 9 kg – 11 kg selama kehamilan.
Bila ibu memiliki tinggi badan kurang dari 140 cm, curigai adanya
disproporsi sefalopelvik.
2. Tekanan darah
Apabila kenaikan tekanan darah sistolik > 30 mmHg atau mencapai >
140 mmHg atau kenaikan tekanan darah diastolik lebih dari 15 mmHg
atau mencapai > 90 mmHg, curigai adanya preeklamsia, eklamsia atau
hipertensi dalam kehamilan.
3. Tinggi fundus uteri
Tinggi fundus uteri meningkat sesuai usia kehamilan. Peningkatan tinggi
fundus uteri terutama pada trimester ketiga kehamilan.
4. Bunyi jantung janin (BJJ)
Dalam keadaan yang normal frekuensi BJJ berkisar antara 120-160
x/menit. Berdasarkan partograf WHO, denyut kurang dari 120
detik/menit (bradicardi) atau lebih dari 160 detik/menit (takicardi) saat
ibu sedang tidak HIS menunjukkan gawat janin. Bila tidak ditemukan
BJJ pada daerah punggung janin, curigai adanya kematian janin (IUFD),
mola hidatidosa, atau pertumbuhan janin terhambat. Ditemukannya dua
bunyi jantung ditempat yang berbeda dengan perbedaan frekuensi paling
sedikit 10 detak/menit merupakan diagnosis pasti kehamilan ganda
(gamelli).
5. Odema
Odema tungkai bawah pada trimester terakhir dapat merupakan hal yang
fisiologis. Namun bila disertai odema ditubuh bagian atas seperti muka
dan lengan, terutama bila diikuti peningkatan tekanan darah, curigai
adanya preeklamsia.
6. Besar dan letak janin
Ukuran uterus yang tidak sesuai dengan usia kehamilan (lebih kecil)
dapat disebabkan oleh terhambatnya pertumbuhan janin atau kematian
janin intra uterine. Sedangkan bila lebih besar curigai adanya
makrosomia, kehamilan mola, atau gamelli. Setelah kehamilan 34
minggu, letak janin yang normal adalah memanjang dengan letak kepala
di bawah. Kelainan yang dapat terjadi adalah letak lintang, letak oblia
atau letak sungsang (presentasi bokong).
7. Perdarahan
Perdarahan pada trimester pertama dapat merupakan hal yang fisiologis
yaitu tanda hartman, perdarahan pervaginam akibat nidasi blastosis ke
endometrium yang menyebabkan perlukaan. Perdarahan berlangsung
sebentar, sedikit dan tidak membahayakan kehamilan. Perdarah TM1
dapat merupakan hal patologis yaitu abortus, kehamilan ektropik, atau
mola hidatidosa. Setelah kehamilan 22 minggu, perdarahan yang terjadi
disebut perdarah antepartum, banyak disebabkan plasenta previa dan
solusio placenta.
2.7. Perubahan Fisiologis Pada Kehamilan
Dengan terjadinya kehamilan maka seluruh sistem genetalia wanita
mengalami perubahan yang mendasar sehingga dapat menunjang
perkembangan dan pertumbuhan janin dalam rahim. Plasenta dalam
perkembangannya mengeluarkan hormon somatomamotropin, estrogen, dan
progesteron yang menyebabkan perubahan pada :
1. Rahim atau uterus
Rahim yang semula besarnya sejempol atau beratnya 30 gr akan
mengalami hipertrophy dan hiperplasia sehingga menjadi seberat 1000 gr
saat akhir kehamilan. Otot rahim mengalami hiperplasia dan hipertrophy
menjadi lebih besar, lunak, dan dapat mengikuti pembesaran rahim
karena pertumbuhan janin.
a. Pada ukuran 16 minggu, kavum uteri sepenuhnya diisi oleh amnion.
Tingginya rahim setengah dari jarak simpisis dan pusat placenta sudah
terbentuk sepenuhnya.
b. Pada ukuran 20 minggu, fundus rahim terletak 2 jari dibawah pusat
sedangkan pada ukuran 24 minggu tepat ditepi atas puast.
c. Pada ukuran 28 minggu, TFU sekitar 3 jari diatas pusat atau sepertiga
jarak antara pusat dan prosesus xifoideus.
d. Pada ukuran 32 minggu TFU setengah jarak prosesus xifoideus dan
pusat
e. Pada ukuran 36 minggu TFU satu jari di bawah prosesus xifodeus
kepala janin belum masuk PAP
f. Pada ukuran 40 minggu TFU turun setinggi 3 jari dibawah prosesus
xifoideus karena kepala janin sudah mulai masuk PAP
2. Vagina (liang senggama)
Vagina dan vulva mengalami peningkatan pembuluh darah karena
pengaruh estrogen sehingga tampak makin merah dan kebiru-biruan
(tanda chadwicks)
3. Ovarium (indung telur)
Dengan terjadinya kehamilan, indung telur yang mengandung korpus
luteum gravidarum akan meneruskan fungsinya sampai terbentuknya
placena yang sempurna pada ukuran 16 minggu.
4. Payudara
Payudara mengalami pertumbuhan dan perkembangan sebagai persiapan
memberikan ASI pada saat laktasi. Perkembangan payudara tidak dapat
dilepaskan dari pengaruh hormon saat kehamilan, yaitu estrogen,
progesteron, dan somatoma monotropin fungsi hormon mempersiapkan
payudara untuk pemberian ASI :
i. Estrogen berfungsi :
* Menimbulkan hipertrofy sistem saluran payudara
* Menimbulkan penimbunan lemak dan air serta garam sehingga
payudara tampak makin membesar
* Tekanan serat saraf akibat penimbunan lemak cair dan garam
menyebabkan rasa sakit pada payudara
ii. Progesteron berfungsi :
* Mempersiapkan asinus sehingga dapat berfungsi
* Menambah jumlah sel asinus
iii. Somatomammotropin berfungsi :
* Mempengaruhi sel asinus untuk membuat kasein, laktalbumin, dan
laktoglobulin
* Penimbunan lemak sekitar alveolus payudara
* Merangsang pengeluaran kolostrum pada kehamilan
 Penampakan payudara pada ibu hamil :
• Payudara menjadi lebih besar
• Areola payudara makin hiperpigmentasi
• Glandula montgomery makin tampak
• Puting susu makin menonjol
• Setelah persalinan, hambatan prolaktin tidak ada sehingga
pembuatan ASI dapat berlangsung
5. Sirkulasi darah ibu
Peredaran darah ibu dipengaruhi beberapa faktor antara lain :
• Meningkatnya kebutuhan sirkulasi darah sehingga dapat memenuhi
kebutuhan perkembangan dan pertumbuhan janin.
• Terjadi hubungan langsung antara arteri dan vena pada sirkulasi retro-
plasenter.
• Pengaruh hormon estrogen dan progesteron makin meningkat.
Akibat dari faktor tersebut dijumpai beberapa perubahan peredaran
darah:
1. Volume darah meningkat
2. Sel darah makin meningkat jumlahnya untuk mengimbangi
pertumbuhan janin
3. Sistem respirasi
4. Sistem pencernaan
5. Traktus urinarius
6. Perubahan pada kulit (hyperpigmentasi)
7. Metabolisme
BAB III
TINJAUAN KASUS

3.1. Pengkajian Data


3.1.1 Data Subyektif
Anamnesa tanggal 08 Juli 2008-12-14 Jam : 18.30 WIB
1. Identitas
Nama klien : Ny. W Nama suami : Tn. W
Umur : 29 th Umur : 30 th
Suku / bangsa : Jawa/Indonesia Suku / bangsa : Jawa/
Indonesia
Agama : Islam Agama : Islam
Pendidikan : Akademi Pendidikan : S1
Pekerjaan: IRT Pekerjaan : Wiraswasta
Penghasilan :- Penghasilan :
± Rp. 1.300.000,-
Alamat : Jl. Lontar Gg. Alamat rumah : Jl. Lontar Gg
Telaga Indah Telaga Indah
2. Alasan Kunjungan Saat Ini / Keluhan Utama
Ibu mengatakan ingin memeriksakan kehamilannya.
3. Riwayat Kebidanan
a. Riwayat Menstruasi
Siklus Menstruasi : 28 hari Menarche : 12 th
Lama : 7 – 8 hari HPHT : 19 – 11 – 08
Warna : Merah TP : 26 – 08 – 08
Bau : Anyir
Flour Albus : ya, tidak gatal, tidak bau.
b. Riwayat Kehamilan, Persalinan, dan Nifas yang Lalu.
Hamil ke :1
Suami ke :1
UK : 38 / 40 minggu
Jenis Persalinan : spontan
Penolong : Bidan
Penyulit : tidak ada
BB / PB : 2700 gr / 48 cm
Jenis Kelamin : Perempuan, Hidup (2,5 tahun)
Meneteki : (+) 1 tahun
KB : (+) suntik 2 tahun
c. Riwayat Kehamilan Ini / ANC / TT
- Trimester I : Ibu mengatakan mual, muntah dan pusing pada
awal kehamilannya dan nafsu makan berkurang.
- Trimester II : Ibu mengatakan mulai merasakan gerakan bayinya
pada usia kehamilan 4 bulan.
- Trimester III :: -
4. Riwayat Kesehatan
a. Riwayat Penyakit yang sedang atau pernah diderita
Ibu mengatakan tidak pernah mempunyai penyakit menular,
menurun dan menahun seperti TBC, DM, Hipertensi, Asma,
Jantung dan ibu mengatakan belum periksa lab tentang HIV/AIDS.
b. Riwayat penyakit Keluarga / Keturunan
Ibu mengatakan dalam keluarganya dan keluarga suaminya tidak
ada yang mempunyai penyakit menular, menurun dan menahun
seperti TBC, DM, Hipertensi, Asma, Jantung dan HIV/AIDS.
c. Perilaku Kesehatan
Ibu mengatakan bahwa ia tidak pernah merokok, minum-minuman
beralkohol, narkoba, minum jamu selama kehamilan dan tidak
memelihara hewan.
5. Riwayat Psikososial
Ibu mengatakan kehamilannya diterima baik oleh suami dan keluarga.
6. Pola Kebiasaan Sehari-hari
a. Pola Nutrisi
Sebelum hamil : ibu mengatakan makan 3 x sehari dengan porsi
1 piring nasi, 3-4 potong lauk, sayur, kadang
buah dan air putih + 8 – 9 gelas / hari.
Selama hamil : ibu mengatakan makan 3 x sehari dengan porsi
sedang 1 piring nasi, 3-4 potong lauk, sayur,
kadang buah dan air putih + 8 – 9 gelas / hari
dan 2 gelas susu.
b. Pola Eliminasi
Sebelum hamil : ibu mengatakan BAB 1x sehari dengan
konsistensi lunak, BAK + 6-7 x sehari.
Selama hamil : ibu mengatakan BAB 1x sehari dengan
konsistensi lunak, dan BAK + 8-9 x sehari.
c. Pola Aktivitas
Sebelum hamil : ibu mengatakan setiap hari melakukan
aktivitas rumah tangga seperti memasak,
menyapu, mengepel dan mencuci.
Selama hamil : ibu mengatakan masih melakukan aktivitasnya
sebagai ibu rumah tangga seperti memasak,
menyapu, mengepel, dan mencuci.
d. Pola Istirahat / Tidur
Sebelum hamil : ibu mengatakan tidur siang + 1 jam dan pada
malam hari + 7-8 jam setiap hari.
Selama hamil : ibu mengatakan tidur siang + 1 jam dan tidur
malam + 7-8 jam setiap hari.
e. Personal Hygiene
Sebelum hamil : ibu mengatakan mandi 2x sehari, keramas 2
hari sekali, menggosok gigi 2x sehari dan
mengganti celana dalam 2x sehari.
Selama hamil : ibu mengatakan mandi 2 x sehari, keramas 2
hari sekali, menggosok gigi 2x sehari dan
mengganti celana dalam 2x sehari.
f. Pola Aktivitas Seksual
Sebelum hamil : ibu mengatakan melakukan hubungan seksual
+ 2-3 x seminggu.
Selama hamil : ibu mengatakan melakukan hubungan seksual
+ 1-2x seminggu.

3.1.2 Data Subyektif


1. Pemeriksaan Umum
a. Kesadaran : composmentis
b. KU : baik
c. TB/BB : 162 cm / 62 kg
d. TTV :
TD : 120/80 mmHg Nadi : 80x / menit
Suhu : 365 0C RR : 20x / menit
e. Lingkar lengan atas : 24 cm
2. Pemeriksaan Fisik
a. Rambut : bersih, warna hitam, tidak ada ketombe.
b. Muka
• Chloasma gravidarum : tidak ada chloasma gravidarum
• Conjungtiva : merah muda, tidak anemis
• Sklera : putih, tidak ikterus
c. Mulut
• Stomatitis : tidak ada
• Gigi : bersih, tidak ada caries
d. Leher
• Pembesaran kelenjar getah bening : tidak ada
• Pembesaran vena jugularis : tidak ada
• Struma : tidak ada
e. Dada : tidak ada pigmen cheast
Tidak ada funnel cheast
f. Payudara
• Bentuk : simetris
• Areola : hiperpigmentasi
• Puting susu : menonjol, tidak lecet
• Keluaran : tidak ada / colostrum belum keluar
• Strie : tidak ada
g. Perut
• Striae : striae alba
• Linea : linea vividae
• Pembesaran : sesuai dengan usia kehamilan
• Bekas luka : tidak ada bekas luka operasi
h. Vulva
• Warna : merah kecoklatan
• Luka parut : tidak ada luka parut
• Keluaran : (+) flour albus, tidak bau
• Varices : tidak ada
• Odema : tidak ada
i. Anus
• Hemorroid : tidak ada
• Varices : tidak ada
j. Ekstrimitas atas / bawah
• Varices : tidak ada
• Odema : tidak ada
3. Pemeriksaan khusus
a. Palpasi
• Leopold I
TFU berada pada Px – pusat (30 cm). Pada fundus ibu teraba
bagian lunak, melebar, kurang melenting diperkirakan bokong
janin.
• Leopold II
Pada perut bagian kanan ibu teraba bagian yagn keras, datar
memanjang seperti papan diperkirakan punggung janin.
• Leopold III
Pada perut bagian bawah teraba keras, melenting, bulat
diperkirakan kepala janin dan masih bisa digoyangkan (belum
masuk P.A.P)
• Leopold IV
Tidak dilakukan.
b. Auskultasi
• Frekuensi : 12 – 12 – 12 teratur
• Cortonent : (+) 144 x / menit
c. Perkusi
• Reflek patella : +
d. TBJ
(TFU – 12) x 155 = (30 – 12) x 155
= 2790 gr
e. Ukuran panggul luar
• Distantia spinarum : 23 cm
• Distantia cristarum : 26 cm
• Boudeloque : 18 cm
• Lingkar panggul : 80 cm
3.2. Diagnosa
Tgl/Jam Diagnosa Data Dasar
8 Juli 2008 GII P10001, Uk 32-34 Ds : Ibu mengatakan ini adalah
18.45 WIB minggu, tunggal, hidup, kehamilannya yang kedua dan ibu
letkep V, intra uterine, ingin memeriksakan kehamilannya.
kesan panggul luar normal, Pertama kali ibu merasakan gerakan
keadaan umum ibu dan janinnya pada usia kehamilan 4 bulan.
janin baik.
Do: HPHT : 19-11-2007
TP : 26-08-2008
BB sebelum hamil : 54 kg
Observasi TTV :
BB sekarang : 62 kg
TD : 120/80 mmHg
Nadi : 80x / menit
Suhu : 365 0C
RR : 20x / menit
Djj : (+) 144 x/menit
Frekuensi 12-12-12, teratur.
Palpasi :
- Leopold I
TFU antara Px-pusat. Pada fundus teraba
bagian kurang melenting, kurang keras,
lunak dan bundar diperkirakan bokong.
- Leopold II
Pada perut bagian kanan ibu teraba
bagian keras memanjang seperti papan
diperkirakan punggung janin (PUKA).
- Leopold III
Pada perut bagian bawah teraba keras
melenting, bulat diperkirakan kepala
janin dan masih bisa digoyangkan (belum
masuk P.A.P)
- Leopold IV
- Tidak dilakukan

3.3. Masalah Potensial


Tidak ada

3.4. Identifikasi Kebutuhan Segera


Tidak ada
3.5. Intervensi / Planning
Tgl/Jam Intervensi Rasional
8 Juli 2008 Dx : GII P10001, Uk 32-34 mgg,
18.45 WIB T/H, letak kepala V, itnra
uterine, kesan panggul luar
normal, keadaan ibu dan
janin baik.
Tujuan : Setelah dilakukan
asuhan kebidanan
selama 15 menit
diharapkan ibu dapat
mengetahui keadaan
kehamilannya.
Kriteria : Tidak timbul
komplikasi dan
penyulit dalam
kehamilan dan ditandai
TTV dalam batas
normal :
TD : 110/70 – 130/80 mmHg
RR : 16-24 x / menit
Suhu: 365 – 375 0C
Nadi : 70 – 90 x / menit
1. Lakukan pendekatan terapuetik 1. Diharapkan dapat terjalin kerja
pada ibu dan suaminya. sama yang baik dengan petugas.
2. Lakukan observasi TTV, 2. Diharapkan setelah dilakukan
palpasi, pemeriksaan fisik. pemeriksaan fisik, TTV dan palpasi
ibu dapat mengetahui keadaannya
dan janinnya.
3. Jelaskan hasil pemeriksaan 3. Diharapkan ibu dapat mengetahui
yang telah dilakukan hasil pemeriksaan yang telah
dilakukan.
4. Berikan HE tentang : 4.
a. Nutrisi a. Diharapkan ibu akan dapat
memenuhi kebutuhan gizinya.
b. Personal Hygiene b. Diharapkan ibu dapat merawat
diri dan terhindar dari bahaya
infeksi.
5. Jelaskan 6 tanda bahaya 5. Diharapkan ibu dapat mengetahui 6
kehamilan tanda bahaya kehamilan agar
* Perdarahan pervaginam segera dapat dilakukan penanganan
dan tindakan secara dini jika terjadi
* Penglihatan kaburi
komplikasi.
* Nyeri kepala hebati
* Edema
* Nyeri perut hebat
* Tidak ada gerakan janin
6. Jelaskan tanda-tanda persalinan 6. Diharapkan ibu dapat mengetahui
* Keluar darah dicampur lendir tanda-tanda persalinan dan dapat
dari jalan lahir (vagina), mengambil tindakan segera jika
terjadi tanda-tanda persalinan.
* Keluar cairan yang tiba-tiba
dari vagina
* Kenceng-kenceng disertai
nyeri perut bagian bawah
7. Berikan theraphy 7. Diharapkan kebutuhan ibu dapat
terpenuhi
8. Anjurkan untuk kontrol 1 8. Untuk mengetahui keadaan ibu dan
minggu lagi atau sewaktu- janin (perkembangan kehamilan)
waktu jika terjadi komplikasi

3.6. Implementasi
1. Melakukan pendekatan terapeutik pada ibu dan suaminya agar dapat
terjalin kerjasama yang baik dengan petugas.
2. Melakukan observasi
TTV :
TD : 120/80 mmHg Nadi : 80x / menit
Suhu : 365 0C RR : 20x / menit
Pemeriksaan fisik, palpasi : TFU antara Px – pusat (30 cm), letkep V,
DJJ (+) 144 x / menit teratur.
3. Memberikan HE tentang :
 Nutrisi : makan teratur 3x sehari dengan menu gizi seimbang ibu
hamil dan cukup minum air putih.
 Personal Hygiene : mandi 2x sehari, ganti pakaian, ganti CD,
menggosok gigi 2x sehari.
4. Menjelaskan 6 tanda bahaya kehamilan, antara lain :
- Perdarahan pervaginam,
- Penglihatan kabur,
- Nyeri kepala hebat,
- Edema,
- Nyeri perut hebat,
- Tidak ada gerakan janin.
5. Menjelaskan tanda-tanda persalinan, antara lain :
- Keluar darah bercampur lendir dari jalan lahir (vagina),
- Keluar cairan yang tiba-tiba dari jalan lahir (vagina),
- Kenceng-kenceng disertai dengan nyeri perut bagian bawah
6. Memberikan therapy BG 1 x 1 selama 2 minggu, Fe 1 x 1, selama 2
minggu.
7. Mengajurkan ibu untuk kontrol 2 minggu lagi 22 Juli 2008 atau sewaktu-
waktu jika terjadi keluhan / komplikasi.

3.7. Evaluasi
Tanggal 8 Juli 2008 Jam : 19.00 WIB
S : Ibu mengatakan senang dan lega mengetahui janinnya dalam keadaan
sehat dan tidak ada masalah dalam kehamilannya.
O : - KU : baik
- TTV :
TD : 120/80 mmHg Nadi : 80x / menit
Suhu : 365 0C RR : 20x / menit
TFU 30 cm, antara Px – pusat.
DJJ (+) 12-12-12 : 144 x / menit
- Ibu paham dan bisa mengulang kembali penjelasan yang telah
diberikan oleh bidan
A : GII P10001, Uk 33-34 mgg, T/H, letkep V, intra uterine, kesan panggul
luar normal, keadaan ibu dan janin baik.
P : Rencana dilanjutkan
Kunjungan ulang tanggal 22 Juli 2008.
BAB IV
PENUTUP

4.1. Kesimpulan
Dalam asuhan kebidanan pada ibu hamil harus dilakukan pengkajian
data dengan sangat teliti dan selengkap mungkin. Data yang diperoleh ini
adalah diperlukan untuk melakukan tindakan atau langkah selanjutnya.
Dan dari danalisa data hasil pegnkajian maka akan ditmukan suatu
diagnosa atau masalah dari klien. Kemudian kita lakukan rencana tindakan
untuk mengatasi masalah klien dan lakukan diskusi bersama klien agar klien
benar-benar mampu memahami dan melaksanakan rencana tindakan.
Tetapi disini pelaksanaan tindakan haruslah disesuaikan dengan
prioritas masalah dan berdasarkan perencanaan yang telah disusun.
Kemudian setelah itu kita lakukan evaluasi dari tindakan yang telah
dilakukan untuk melihat dan memberikan penilaian terhadap kelancaran
atau berhasil tidaknya asuhan kebidanan yang telah dilakukan.

4.2. Saran
a. Bidan
Bidan adalam melakukan asuhan kebidanan harus sesuai dengan standar
asuhan kebidanan sehingga masalah yang dihadapi klien dapat cepat
teratasi.
b. Klien
Klien harusnya dapat bekerjasama dengan lebih baik dengan petugas
kesehatan.
DAFTAR PUSTAKA

• Ranakusuma, boedisantosa.1999.Kapita Selekta


Kedokteran Jilid I : Jakarta.
• Prawirohardjo, Sarwono. 2002. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan
Maternal dan Neonatal : Jakarta.
• Sastrawinata, Sulaiman. 1983. Obstetri Fisiologi. Fakultas Kedokteran
Universitas Padjajaran : Bandung.
• Manuaba, Ida Bagus Gde. 1992. Ilmu Kebidanan Penyakit Kandungan dan
Keluarga Berencana Untuk Pendidikan Bidan, ECG : Jakarta.