Anda di halaman 1dari 12

1

DASAR PERLINDUNGAN TANAMAN


MATERI TANAMAN PENDAMPING DAN TANAMAN PERANGKAP

Disusun Oleh:
1. Rosfi Rahmania Effendi
2. Ria Precillya Grace

125040101111025
125040100111049

Kelas : Agribisnis L

PROGRAM STUDI AGRIBISNIS


FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2013

A. Tanaman Perangkap
Tanam Perangkap adalah penanaman tanaman perangkap untuk melindungi tanaman
komersial utama dari hama tertentu atau beberapa hama. Tanaman perangkap dapat berasal
dari kelompok keluarga yang sama atau berbeda, dibandingkan dengan tanaman utama,
asalkan lebih menarik bagi hama. Tanaman perangkap tidak harus dari species yang berbeda,
karena tanaman perangkap dapat berasal dari spesies yang sama tetapi tanaman tersebut lebih
menarik bagi hama dibandingkan dengan tanaman lainnya atau dengan kata lain tanaman
tersebut lebih disukai oleh hama sebagai tempat untuk makan dan bertelur dibandingkan
dengan tanaman lainnya. Manfaat penggunaan tanaman perangkap dalam pengendalian hama
antara lain dapat mengurangi penggunaan Insektisida dalam pengendalian hama sehingga
derajat kesehatan petani meningkat, biaya produksi menjadi lebih rendah, mengurangi
pencemaran lingkungan, memberi kesempatan musuh alami mengendalikan hama secara
alamiah karena musuh alami tidak punah karena penggunaan insektisida yang intensif dalam
pengendalian hama. Selain itu, tanaman perangkap dapat dimanfaatkan untuk melakukan
konservasi musuh alami sehingga musuh alami dapat berperan dalam pengendalian hama.
Penggunaan tanaman perangkap untuk pengendalian hama kurang dimanfaatkan oleh petani
mungkin karena perbedaan waktu tanam merepotkan bagi petani dan petani kurang tertarik
karena hama masih tampak banyak di lingkungan pertanaman utamanya walaupun sudah
tidak merugikan tanaman utamanya. Petani umumnya sudah terbiasa mengendalikan hama
dengan menggunakan insektisida yang dapat menurunkan populasi hama dengan sangat nyata
dan cepat.
Tanaman perangkap digunakan untuk melindungi tanaman komersial utama dari hama
atau kompleks hama. Tanaman perangkap dapat menjadi spesies yang berbeda tanaman,
varietas, atau hanya tahap pertumbuhan yang berbeda dari spesies yang sama sebagai
tanaman utama, asalkan itu lebih menarik bagi hama ketika mereka hadir. Tanam Perangkap
yang paling berharga bagi hama yang melimpah dan merusak hampir setiap tahun. Hal ini
cenderung untuk bekerja terbaik bagi serangga mobilitas menengah daripada mereka, seperti
kutu daun, yang pasif dibubarkan oleh arus udara atau mereka selebaran yang kuat yang turun
pada tanaman dari ketinggian tinggi. Tanaman perangkap lebih ekonomis untuk digunakan
jika sistem ini mudah ditanam dan dipelihara, jika mereka memiliki beberapa penggunaan
lain (misalnya dukungan serangga yang menguntungkan atau dapat juga dipasarkan) dan jika
mereka memerlukan sejumlah kecil ruang relatif terhadap tanaman utama

B. Berbagai Macam Tanaman Perangkap


Ada dua jenis penanaman tanaman perangkap, perimeter perangkap tanam dan baris
tumpangsari.Perimeter trap cropping (perbatasan tanam trap) adalah penanaman tanaman
perangkap sepenuhnya mengelilingi tanaman komersial utama. Tanaman jambu biji atau
jambu kelutuk yang ditanam bersebelahan dengan belimbing, akan terlihat buahnya relatif
bersih dari serangan lalat buah. Jadi jika ingin membudidayakan jambu biji secara komersial,
kita dapat menanam belimbing diantara tanaman jambu biji untuk mengurangi kerugian
akibat serangan lalat buah. Dalam kasus tanaman belimbing sebagai tanaman perangkap, kita
mengorbankan tanaman belimbing untuk menyelamatkan tanaman jambu biji. Jika pada
kondisi ini petani menginginkan belimbingnya dapat tetapp dipanen, maka sebagian buah
belimbing dibungkus, sedangkan buah lainnya dalam satu pohon dibiarkan terbuka supaya
masih dapat digunakan sebagai perangkap lalat buah. Dalam kasus belimbing sebagai
tanaman perangkap, buah-buah belimbing yang jatuh ke tanah karena busuk terserang lalat
buah harus dibakar atau dikubur dalam tanah agar ulat lalat buah tidak sempat menjadi pupa
atau lalat buah dewasa.
Contoh tanaman perangkap lainnya dapat dilihat apabila kita mengamati populasi hama
pengisap polong kedelai, Nezara viridula pada tanaman kedelai, kacang hijau, kacang
panjang dan Sesbania sp. yang merupakan tanaman inang hama tersebut . Pada tanamantanaman tersebut, akan terlihat bahwa sebagian besar populasi hama pengisap polong tersebut
akan terkonsentrasi di tanaman Sesbania sp. Jadai kalau kita akan mengurangi kerugian hasil
kedelai akibat serangan pengisap polong ini, kita dapat menanam Sesbania sp. disekeliling
tanaman kedelai. Penanaman Sesbania sp. ini diatur waktunya agar pada saat kedelai
berbunga, tanaman Sesbania sp. juga berbunga. Jadi dalam kasus ini, tanaman Sesbania sp
harus ditanam lebih awal dibandingkan penanaman kedelai. Kalau kita akan menurunkan
populasi hama ini agar populasinya rendah pada musim tanam yang datang, maka kita cukup
mengendalikan populasi hama ini menggunakan insektisida pada tanaman Sesbania sp.
sehingga kita bisa menghemat biaya pengendalian.
Para peneliti di Connecticut berusaha untuk
menghentikan belatung lada dari merajalela
paprika dengan mencoba semprotan perbatasan,
tanaman perangkap perimeter paprika cherry
panas dan kombinasi dari dua metode. Paprika

dikelilingi oleh tanaman perangkap menghasilkan setidaknya 98% buah bebas hama pada
saat panen dibandingkan dengan plot semua bel yang memiliki 15% dari buah penuh. Petani
komersial menggunakan Perimeter Perangkap Pemotongan dipanen 99,99% buah bersih,
mengalami pengendalian hama yang terbaik dalam sejarah pertanian, dan pengendalian hama
yang lebih baik dari peternakan yang telah menggunakan baik waktunya semprotan penuh
lapangan. Mereka mengurangi penggunaannya insektisida pada paprika hingga 89%. Petani
mengatakan sistem disederhanakan pengendalian hama dan menyelamatkan mereka
uang. Analisis ekonomi dikonfirmasi peningkatan secara keseluruhan dalam profitabilitas
tanaman ($13 - $378/hectare).
Peneliti Connecticut berusaha menghentikan
kumbang mentimun dan labu anggur kerusakan
penggerek pada musim panas squash dengan
tanaman perangkap perimeter dan kombinasi
yang berbeda dari kontrol tambahan di daerah
perbatasan. Lebih

dari

94%

dari

kumbang

mentimun dalam percobaan berada di tanaman di


perimeter. Populasi kumbang pada tanaman utama disemprot di tengah berkurang hingga
95%. Penyemprotan tanaman perangkap perimeter mengurangi labu anggur kutu penggerek
pada musim panas squash disemprot dalam sebesar 88%. Enam petani labu komersial
berhasil digunakan teknik pada tahun 2002.
Tanaman perangkap
Alfalfa
Basil dan marigold
Pabrik Castor
Cervil

Tanaman utama
Kapas
Bawang putih
Kapas
Sayur-sayuran
Hiasan

Hama dikendalikan
Bug Lygus
Thrips
Heliotis sp.
Siput
Kubis webworm

Petsai, mustard, dan lobak

Kubis

Kutu hopper
Mustard kutu
Wereng

Buncis dan kacang-kacangan


lainnya
Kacang
Sawi

Jagung

Kapas
Kubis

Kumbang daun
Tangkai penggerek
Jatuh ulat grayak
Heliotis sp.
Ulat kubis

Jagung
Kacang tunggak

Kapas
Kapas
Jagung

Desmodium

Kacang tunggak

Dill dan lovage

Sorgum
Tomat

Kacang hijau

Kedelai

Lobak kuda
Merica cherry Hot
Sawi

Kentang
Paprika
Kubis
Solanaceous

Marigold

Medic, Medicago litoralis


Rumput Napier

Cruciferaceae
Legum
Cucurbits
Wortel
Jagung

Heliotis sp.
Heliotis sp.
Penggerek batang
Striga
Tomat hornworm
Meksiko kacang
kumbang
Kumbang kentang
Lada belatung
Kubis kepala ulat

Nematoda

Wortel terbang akar


Penggerek batang
Aphid
Kutu kumbang

Nasturtium

Kubis

Ketimun kumbang
Squash anggur
penggerek
Bunga kapas kumbang

Okra

Kapas

Bawang merah dan bawang putih

Wortel

Lobak

Keluarga kubis

Gandum hitam
Sesbania

Kedelai
Kedelai

Sickle pod

Kedelai

Kedelai
Sudan rumput
Bunga matahari

Jagung
Jagung
Kapas

Tansy

Kentang

Tembakau
Tomat
Vertiver rumput

Kapas
Kubis
Jagung

Wortel terbang akar


Thrips
Kutu kumbang
Akar belatung
Jagung bibit belatung
Stink bug
Velvet bean ulat
Hijau bau bug
Heliotis sp.
Penggerek batang
Heliotis sp.
Kumbang kentang
Colorado
Heliotis sp.
Ulat kubis
Penggerek batang

jagung

Tanaman perangkap juga dapat digunakan untuk mengendalikan serangan nematoda terhadap
tanaman budidaya, berikut adalah tabel tanaman perangkap yang dapat mengendalikan
nematoda.
Tanaman

Spesies Nematoda

Tanaman Perangkap

Meloidogyne incognita,

Tegates patula

M. javanica

Sesamun orientale

Terong
T. patula,
M. incognita,
Tomat

castorbean,
Pratylenchus alleri
chrysanthemum

Kacang-kacangan

Meloidogyne sp.

Tegates patula

Rotenlenchus sp.,

T. minuto,

Prathylenchus sp.

Crotalaria spectabilis

Heterodera avenae

Jagung

Kedelai
Gandum

C. Tanaman Pelindung
Tumbuhan pelindung adalah tanaman tahunan yang ditanam disela-sela tanaman pokok
tahunan. Tanaman pelindung ini dimaksudkan untuk mengurangi intensitas penyinaran
matahari, dan dapat melindungi tanaman pokok dari bahaya erosi terutama ketika tanaman
pokok masih muda. Tanaman pelindung ini dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu: (1)
Tanaman pelindung sejenis yang membentuk suatu sistem wanatani sederhana (simple
agroforestry). Misalnya tanaman pokok berupa tanaman kopi dengan satu jenis tanaman
pelindung misalnya: gamal (Gliricidia sepium), dadap (Erythrina subumbrans), lamtoro
(Leucaena leucocephala) atau kayu manis (Cinnamomum burmanii); (2) Tanaman pelindung
yang beraneka ragam dan membentuk wanatani kompleks (complex agroforestry atau sistem
multistrata). Misalnya tanaman pokok berupa tanaman kopi dengan dua atau lebih tanaman
pelindung misalnya: kemiri (Aleurites muluccana), jengkol (Pithecellobium jiringa),
petai (Perkia speciosa), kayu manis, dadap, lamtoro, gamal, durian (Durio zibethinus),

alpukat (Persea americana), nangka (Artocrpus heterophyllus), cempedak (Artocarpus


integer).
Manfaat Tanaman Pelindung antara lain:
1.

Mengurangi atau mencegah hilangnya bahan organik tanah. Hal ini disebabkan pohon
pelindung dapat menghambat sinar matahari langsung yang mengakibatkan naiknya
suhu dan penguapan tanah.

2.

Membantu menambah bahan organik tanah. Daun dan ranting kering yang rontok di
atas permukaan tanah akan menjadi mulsa.

3.

Dari golongan Leguminose, dapat membantu memperkaya nitrogen tanah yang dapat
mengadakan fiksasi N2 dari udara.

4.

Membantu kelembaban udara dan kelembaban tanah, berarti membantu pertumbuhan


tanaman dan memperlancar penyerapan unsur hara dari dalam tanah.

5.

Berfungsi sebagai penahan angin (wind breaker), sehingga mencegah kerusakan


tanaman dan tanah akibat penguapan yang terlalu cepat.

6.

Menstabilkan kondisi lingkungan atau mikroklimat, sehingga pertumbuhan dan


proteksi tanaman mudah dikendalikan.

7.

Membantu pencegahan erosi, karena sistem perakaran yang dalam.

8.

Perakaran yang dalam dapat memperbaiki struktur tanah. Di samping itu apabila
pohon pelindung mati dapat memperbaiki aerasi dan drainase tanah karena pelapukan.

D. Berbagai Macam Tanaman Pelindung


1. Albizia falcata (A. moluceana). Istilah daerah: jeungjing laut atau sengon laut. Tumbuh
baik pada ketinggian 0-1500 m dari permukaan laut. Pertumbuhannya lambat, akar
berbintil-bintil sebagai pengumpul zat lemas, daya menaungi rapat, peka terhadap
cendawan dan penggerek batang. Untuk kebun teh telah mendapat serangan jamur
akar, sebaiknya jangan menanam jenis pohon pelindung ini.
2. Albizia sumatrana. Pertumbuhannya cepat, terutama di daerah rendah dan sedang.
Kegunaan di luar pohon pelindung kurang, sehingga jarang dipakai. Tanaman ini juga
peka terhadap jamur akar.

3. Albizia chinensis. Istilah daerah: jeunjing jawa atau senggon jawa. Pertumbuhannya
agak lambat, kurang peka terhadap hama penggerek dan tahan terhadap angin. Pada
musim kemarau daunnya rontok.
4. Albizia procera. Pertumbuhannya lambat, tahan angin dan hama penggerek.
5. Derris microphylla (Deguella microphella). Pertumbuhannya lambat, perakaran
kurang dalam dan kurang membentuk mahkota daun, tahan terhadap angin, peka
terhadap cendawan akar.
6. Leucaena glauca. Istilah daerah: peuteuy Cina atau lamroto. Kurang peka terhadap
penyakit akar, tahan terhadap hama, tahan pangkasan, perakaran dalam dan tahan
angin, menghasilkan banyak biji.
7. Leucaena pulverulenta atau L. glabrata. Tumbuh baik di daerah rendah sampai tinggi.
Karena

sifat

baiknya

tersebut

maka

banyak

diusahakan

penyambungan L.

glauca sebagai batang bawah dengan L. glabrata sebagai batang atas.


8. Eritrina subumbrans (E. lithosperma). Istilah daerah: dadap. Mempunyai varietas yang
cukup banyak. Sangay peka terhadap hama, sehingga kurang disenangi para perkebun.
Walaupun peka terhadap beberapa penyakit akar, tetapi kalau tanaman mati akarnya
lekas membusuk sehingga tidak menjadi sumber infeksi yang berat.
9. Erythrina poeppingiana (E. micropteryx). Berdaun lebar dan batang tidak berduri.
Bentuk mahkota kurang baik, dan berdaun lebar.
10. Gliricidia maculata. Tahap pangkasan dan menghasilkan banyak organik. Tumbuh
baik di daerah rendah sampai tinggi. Pada musim kemarau daun rontok, sehingga
pemangkasan harus diatur menjelang musim kemarau.
11. Acacia decurens. Tumbuh baik di daerah tinggi, perakaran dangkal dan bentuk
mahkota kurang baik. Tahan terhadap pangkasan, kurang peka terhadap penyakit akar.
12. Grevillea robusta. Banyak ditanam di Sri Lanka atau di kebun-kebun bekas pemilikan
Inggris. Bentuk mahkota kurang baik, berkayu keras dan tahan terhadap hama dan
penyakit akar.
13. Mindi (Media azedarach). Jenis pelindung ini mempunyai fungsi ganda, yaitu di
samping berfungsi sebagai naungan juga dapat berfungsi sebagai insektisida nabati

(biji dan daun) serta daunnya tidak disukai ternak. Tumbuh baik di daerah rendah
sampai tinggi.
Tanaman kopi juga dapat digunakan sebagai tanaman sela diantara tanaman tahunan lainnya
yang dapat difungsikan sebagai tanaman pelindung seperti kayumanis, karet, kelapa, damar,
belimbing, keluwak dan lain-lainnya dengan mengatur jarak dan sistem tanam yang akan
digunakan untuk menanam tanaman kopi. Respon pertumbuhan dan perkembangan tanaman
kopi terhadap tanaman pelindung ini sangat nyata. Pada pertanaman kopi yang diusahakan di
tempat terbuka tanpa menggunakan tanaman pelindung pertumbuhannya akan sangat lambat,
warna daunnya kekuningan, tanaman cenderung tumbuh kerdil yang ditandai dengan semakin
pendeknya panjang antar cabang produktif, pembungaan lebih lambat, produksinya juga akan
lebih rendah karena cabang produksinya lebih pendek jika dibanding dengan tanaman kopi
yang budidayanya menggunakan tanaman pelindung. Sebaliknya, apabila tanaman
pelindungnya terlalu rimbun tanaman kopi akan mengalami pertumbuhan yang kurang baik
yang ditandai dengan daun berwarna hijau gelap, melebar dan lebih tipis dengan jumlah
daunnya juga berkurang. Oleh karena itu dalam budidaya tanaman kopi penggunaan tanaman
pelindung yang sesuai dengan kebutuhan sinar matahari untuk tanaman kopi sangat
diperlukan sehingga diperoleh pertumbuhan dan perkembangan tanaman yang baik.
Pohon pelindung sangat berpengaruh pada terhadap kadar gula pada batang dan cabang
kakao. Pengaruh itu mengisyaratkan perlunya pohon pelindung pada areal penanaman yang
sebagai faktor yang secara tidak langsung mempengaruhi proses fisiologis. Ditinjau dari
kemampuan menyerap sinar matahari sebagai sumber energi, kakao masuk kedalam tanaman
C3, yaitu tanaman yang mampu berfotosintesis pada suhu daun rendah. Tanaman yang
tergolong C3 membutuhkan temperatur optimum 10-25oC. Dengan demikian dengan adanya
pohon pelidung terutama akan mempengaruhi kemampuan daun kakao melakukan proses
fisiologis. Disamping itu, pohon pelindung, terutama pada areal yang belum menghasilkan,
memainkan peranan penting pula dalam menciptakan iklim mikro yang lembab. Pohon
pelidung juga berperan dalam memperbaiki unsur tanah, mengembalikan hara tercuci, dan
menahan terpaan angin terutama pada kakao yang belum menghasilkan. Peranannya sebagai
memperbaiki struktur tanah dikarenakan sistem perakaran pohon pelindung umunya dalam.
Pengembalian hara yang tercuci bisa terjagi karena adanya guguran daun tanaman pelindung
yang akan melapuk membentuk senyawa organik.
E. Tanaman Pendamping

Tanaman Pendamping (companion planting) : menanam lebih dari satu tanaman dalam
satu bedeng sebagai pendamping jenis tanaman lainnya. tujuannya untuk saling melengkapi
kebutuhan fisik dan unsur hara. Tanaman Pendamping, yaitu dalam suatu bedeng ditanam
lebih dari satu jenis tanaman sebagai pendamping jenis tanaman yang lainnya. Tujuan cara
ini, yaitu agar satu sama lain saling melengkapi dalam kebutuhan fisik dan unsur hara. Agar
tujuan tercapai, biasanya pemilihan jenis tanaman harus diperhatikan, misalnya tanaman yang
perakarannya dalam dapat mengurangi kepadatan tanah dan menambah kesuburan tanah
dengan bertambahnya bahan organik sehingga berguna bagi tanaman pendamping yang
perakarannya dangkal.
Tanaman pendamping yang sangat berguna untuk tukang kebun atau petani. Mereka
memiliki zat alami di dalamnya yang akan menolak atau menarik serangga. Dalam kasuskasus tertentu, mereka bahkan dapat meningkatkan tingkat pertumbuhan tanaman, bahkan
meningkatkan rasa ini tanaman menghasilkan. Bukan hanya itu tetapi mereka membantu
untuk membawa ekosistem seimbang untuk lanskap. Secara keseluruhan kemudian, tumbuh
tanaman pendamping akan menghasilkan tanaman lebih sehat dan produktif dan produksi
panen yang lebih baik.
Kelebihan tanaman pendamping antara lain:
1. Mengurangi serangan OPT (Pemantauan Populasi Hama), karena tanaman yang satu
dapat mengurangi serangan OPT lainnya. Misalnya bawang daun dapat mengusir hama
aphid dan ulat tanaman kubis karena mengeluarkan bau allicin.
2. Menambah kesuburan tanah. Dengan menanam kacang-kacangan kandungan unsur N
dalam tanah bertambah karena adanya bakteri Rhizobium yang terdapat dalam bintil
akar.
3. Siklus hidup hama atau penyakit dapat terputus, karena sistem ini dibarengi dengan
rotasi tanaman dapat memutus siklus hidup OPT.
4. Mendapat hasil panen yang beragam dan menguntungkan.
Kekurangan tanaman pendamping antara lain:
1. Pertumbuhan antar tanaman akan saling menghambat.
2. Terjadi persaingan unsur hara antar tanaman.

10

Ada banyak jenis tanaman pendamping yang tersedia. Jika ini adalah yang pertama Anda
pernah mendengar dari mereka, Anda mungkin akan sangat terkejut dengan apa yang Anda
akan menemukan. Ini adalah beberapa contoh tanaman pendamping:

Tumbuh tanaman tomat bersama kubis akan membantu menangkal ngengat.


Tanaman tomat memancarkan bau tertentu yang ngengat tidak bisa berdiri. Hal ini
memuakkan bagi mereka. Dengan demikian, ngengat akan tinggal jauh dari kebun
dan berbaring larva mereka di tempat lain. - Chives atau bawang putih untuk
mawar. Mawar yang ditanam untuk bunga-bunga indah mereka. Tapi hama dapat
menghancurkan bunga-bunga dan membuat seperempat tenaga kerja satu tahun
sia-sia. Tumbuh kucai dekat mawar akan membantu mengusir hama biasa yang
memakan bunga mawar.

Kacang untuk tanaman jagung ,sebuah serangan hama pada tanaman jagung. dapat
menjadi sangat berbahaya, bahkan berbahaya untuk seluruh peternakan atau daerah
sekitarnya. Kacang yang tumbuh di kebun atau halaman belakang akan membantu
untuk menarik serangga yang bermanfaat yang akan memangsa dan membantu
membasmi hama umum yang menghantui ladang jagung. Armyworms, kumbang
daun dan daun hopper semua akan tetapi kenangan sedih ketika tanaman kacang
menemani jagung tumbuh.

Bunga matahari juga sangat baik untuk jagung. Hanya menanam mereka di sekitar
jagung dikatakan akan meningkatkan hasil mereka. Dan jika Anda punya masalah
kutu, Anda tidak akan lama. Teman-teman Anda yang tidak diketahui, dalam
bentuk semut, akan kawanan kutu daun seperti ternak ke bunga matahari. Ini
sesuatu yang aneh. Bunga-bunga matahari sendiri begitu kuat, kutu daun dapat
melakukan tidak lebih dari kerusakan sangat sedikit di terbaik.

11

DAFTAR PUSTAKA
Anonymousa.

2011.

Tanaman

Perangkap

Hama.

[online].

Tersedia:

http://www.htysite.com/tanaman%20perangkap.htm (Diakses: 24 April


2013).

Reijntjes, Coen dkk. 1992. Pertanian Masa Depan: Pengantar untuk Pertanian
Berkelanjutan dengan Input Luar Rendah. Yogyakarta: Kanisius.
Rukmana, Rahmat. 1995. Budidaya Kubis Bunga dan Brokoli. Yogyakarta: Kanisius.
Setyamidjaja, Djoehana. 2000. Teh Budidaya dan Pengolahan Pasca Panen. Jakarta:
Penebar Swadaya.
Siregar, Tumpal dkk. 1997. Budidaya Cokelat. Jakarta: Penebar Swadaya.