Anda di halaman 1dari 4

Cara Penapisan Awal

A. Pemeriksaan melalui vagina


Maksud dari pemeriksaan vagina (dengan 2 jari) adalah untuk mengetahui
empat hal berikut:
1. Infeksi (apabila ada rasa sakit atau keluar cairan)
2. Kehamilan (apabila rahim lunak dan membesar)
3. Tumor (apabila teraba benjolan yang tidak wajar)
4. Letak kedudukan rahim
Cara pemeriksaan melalui vagina
a. Apabila rahim keras, membesar dan tidak halus, mungkin ada tumor
panggul. Dalam keadaan ini tidak boleh dipasang IUD, dan wanita ini
harus diperiksa ke dokter.
b. Apabila rahim lunak berarti ada kehamilan, hingga sukar diraba.
Sekarang setelah kita mendapat gambaran jelas tentang besar dan letak
rahim, ada tidaknya kehamilan atau infeksi panggul maka boleh
dipasang IUD, apabila kontraindikasi tidak ada.
c. Apabila rahim tidak teraba, pindahkanlah jari-jari yang ada didalam
vagina ke forniks posterior vagina. Maka akan teraba badan rahim,
letaknya retrafleksi (melengkung ke arah belakang)
d. Capailah serviks dan taruhlah satu jari pada tiap sisi serviks.
e. Gerakanlah serviks ke kiri dan ke kanan dengan kedua jari. Apabila
ada rasa sakit pada salah satu sisi, berarti ada infeksi panggul, maka
IUD tidak boleh dipasang.

f. Taruhlah kedua jari tangan tadi didepan serviks dan forniks anterior,
dan dengan pelan-pelan tekankan jari-jari tersebut kearah tulang pubis,
bersamaan dengan itu, taruhlah tangan yang lain pada bagian bawah
perut diatas tulang pubis.
g. Untuk

memeriksa

tulang

vagina,

aturlah

pasien

itu

untuk

melengkungkan lututnya, atau bantulah menempatkan pantatnya di tepi


meja, periksa dengan tumitnya tetap terletak pada tepi meja periksa.
Untuk pemeriksaan vagina, selalu pergunakan sarung tangan steril.
Pisahkan labia dengan jari tangan dan dengan hati-hati masukan lah
dua jari tangan kanan, yang memakai sarung tangan, ke dalam vagina.
h. Uahakanlah dengan hati-hati, agar ujung jari dari kedua tangan dapat
bertemu. Apabila rahim terletak antefleksi (melengkung kearah depan),
kedua tangan akan terpisah oleh rahim.
B. Pemeriksaan dengan Aspekulum
Pemeriksaan dengan spekulum bertujuan :
1. Mencari adanya kanker serviks atau vagina
2. Mencari adanya infeksi serviks atau vagina
Cara pemeriksaan dengan spekulum
a. Apabila berhubungan dengan pemasangan IUD, maka pemeriksaan
dengan spekulum harus secara steril.
b. Dengan sikap atau letak pasien yang sama seperti pada pemeriksaan
panggul, dengan dua jari tangan pisahkanlah dan masukan jari telunjuk
tangan kanan yang memakai sarung tangan kedalam vagina. Tekanlah

pelan-pelan tetapi kuat pada perinium sampai hilang tegangannya dan


kemudian masukan jari tengah tangan yang sama ke dalam vagina.
c. Pilih spekulum yang sesuai ukurannya. Dengan tangan kiri,
masukkanlah spekulum yang masih tertutup ke dalam vagina di atas
kedua jari tangan kanan.
d. Keluarkan tangan kanan. Apabila lubang vagina lemas, pemasukan
boleh langsung tanpa penggunaan jari sebagai pendahuluan. Spekulum
serupa paruh bebek itu harus dimasukan dengan bilahnya sejajar
dengan labia dan dinding sisi muara vagina, spekulum dengan dinding
muka dan belakang vagina.
e. Doronglah secara pelan-pelan spekulum yang masih tertutup itu
sampai seluruhnya masuk ke dalam vagina dan sedikit ke arah
belakang (ke arah meja periksa dan tulang punggung atau sakrum).
f. Bukalah spekulum dan pisahkan kedua bilah, aturlah letakan bila perlu
sehingga seluruh serviks dapat terlihat diantara kedua ujung bilah
spekulum.
g. Periksalah serviks. Seharusnya halus dan berwarna merah jambu.
Dalam keadaan normal, serviks dilapisi oleh lendir yang jernih atau
putih.
h. Bila ada yang warnanya merah dan tidak rata, berarti terdapat erosi.
i. Apabila terdapat salah satu dibawah ini, maka pemasangan IUD jangan
diteruskan.

1. Kanker servis. Suatu permukaan kasar pada puncak vagina


menggantikan serviks, atau suatu bentuk sperti kembang kol yang
mudah patah dan mudah berdarah. Biasanya keluar cairan vagina yang
khas, encer, berwarna coklat, dan berbau busuk. Untuk hal-hal seperti
itu mintalah nasihat dokter.
2. Infeksi panggul. Alat-alat tubuh dalam panggaul nyeri disertai dengan
keluarnya cairan bernanah dari uretra dan serviks. Berilah kontrasepsi
jenis lain dan diteruskan dengan pengobatan injeksi. Ulangi
pemeriksaan seminggu kemudian, bila tidak ada perbaikan kirim ke
dokter. Vaginitis yang disebabkan oleh Trichomonas dan Monillia
adalah hal yang biasa. Hal ini tidak merupakan kontraindikasi bagi
pemasangan IUD tetapi harus diobati terlebih dahulu.