Anda di halaman 1dari 22

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN

HALUSINASI DENGAR
DI RUANG DRUPADI RSJ PROVINSI BALI
TANGGAL 8 9 MEI 2014

Oleh :
Nama

: Putu Ayu Sintya Sandrina

NIM

: P07120012043

Tingkat

: II.2 Reguler

KEMENTERIAN KESEHATAN RI
POLITEKNIK KESEHATAN DENPASAR
JURUSAN KEPERAWATAN
2014
ASUHAN KEPERAWATAN

PADA PASIEN DENGAN HALUSINASI DENGAR

I.

PENGKAJIAN
Pengkajian dilakukan pada tanggal 8 Mei 2014 sampai dengan 9 Mei 2014 di
ruang Drupadi RSJ Provinsi Bali. Data diperoleh dari hasil wawancara dengan
pasien, catatan medic, perawat ruangan, dan observasi.
A. Identitas Pasien

Penanggung

Jawab
Nama
: MR
BS
Umur
: 37 Tahun
Jenis Kelamin
: Perempuan
Laki-Laki
Agama
: Hindu
Hindu
Pekerjaan
:Pendidikan
: SMA
Suku / bangsa
: Bali / Indonesia
Bali / Indonesia
Status
: Belum Kawin
Sudah Kawin
Alamat
: Jl. Poppies II Gg. Ronta, Pering, Kuta Badung
Hub.dengan Pasien
: Kakak Kandung
No. CM
: 025426
B. Alasan Dirawat
1. Keluhan Utama :
a. Saat MRS
Saat MRS pada tanggal 24 Februari 2014, pasien diantar oleh
kakaknya. Pasien datang dengan keadaan rambut acak-acakan dan
Buaian yang tidak rapi. Saat ditanya pasien bisa mnyebutkan
namanya dengan benar setelah ditanya berulang kali. Keluarga
pasien membawa pasien ke rumah sakit karena pasien sering
mengamuk dan berbicara sendiri.
b. Saat Pengkajian
Saat pengkajian pada tanggal 8 Mei 2014 pukul 10.00 Wita,
pasien mengatakan sering mendengar suara-suara yang
bertanya tentang paman pasien yang akan menjenguk pasien.
c. Riwayat Penyakit

1) Factor Predisposisi
Pasien sudah sering masuk RSJ Provinsi Bali, terakhir
pasien pulang dari rumah sakit sekitar 7 bulan yang lalu.
Pasien rajin minum obat, sehingga tidak pernah kambuh sejak
keluar dari rumah sakit. Namun, satu bulan yang lalu pasien
berhenti minum obat karena obatnya habis, sehingga pasien
kambuh lagi. Tidak ada keluarga pasien yang menderita
gangguan jiwa.
2) Factor Presipitasi
Kakak pasien mengatakan pasien sudah mengalami
gangguan jiwa sejak sekitar 3 tahun yang lalu. Ayah dan ibu
pasien sudah meninggal dan pasien kurang mendapat perhatian
dari keluarganya. Pasien sering berteriak-teriak dan selalu
mencaci maki orang-orang yang datang ke rumahnya. Pasien
juga

suka

mengamuk

dan

disekitarnya.
3) Pemeriksaan Fisik
a) Keadaan Umum : Baik
b) Ukuran TTV
TD : 120/90 mmHg
N : 88 x/menit
RR : 20 x/menit
T : 36 0C
c) Ukuran Tubuh
- Berat Badan : 75 kg
- Tinggi Badan : 167 cm
4) Psikososial
a) Genogram

membanting

barang-barang

Keterangan Bagan :
: Laki laki
: Perempuan
: Perempuan Meninggal
: Laki laki meninggal
: Pasien
: hubungan dekat dengan pasien

b) Konsep Diri
(1) Gambaran diri
Pasien dapat menerima dirinya apa adanya, pasien tidak
masalah dan menyenangi anggota tubuhnya.
Masalah keperawatan : tidak ada
(2) Identitas diri
PasienmeruBuan anak ke-4 dari 4 bersaudara. Pasiensenang
sebagai perempuan dan dapat menerima status dan posisi
dalam lingkungan sekitarnya.
Masalah keperawatan : tidak ada
(3) Peran diri
Pasien mampu melaksanakan perannya di masyarakat dan
dalam keluarga.
Masalah keperawatan :Tidak Ada
(4) Ideal diri
Pasien mengatakan ingin bekerja lagi dan pasien juga ingin
cepat sembuh agar bisa kembali berbaur di lingkungan
masyarakat.
Masalah keperawatan : tidak ada
(5) Harga diri
Pasien mengatakan pasiendekat dengan kakaknya.
Masalah keperawatan :Tidak ada

c) Hubungan Sosial
Pasiendekat dengan kakak kandungnya. Pasien tidak memiliki
masalah untuk berinteraksi dengan keluarga maupun lingkungan
sekitarnya.
Masalah keperawatan :Tidak ada
d) Spiritual
Pasien beragama Hindu, pasien mengatakan yakin dan percaya
dengan adanya Tuhan. Pasien mengatakan selama di rumah sakit
pasien terkadang mau sembahyang.
Masalah keperawatan : tidak ada
5) Status Mental
a) Penampilan
Penampilan pasien saat pengkajian baik. Pasien memakai
baju hijau dan celana pendek berwarna hijau. Rambut
pasien rapi, kuku pendek. Pasien mengatakan mandi 2 kali
sehari yaitu pagi dan sore.
Masalah keperawatan :Tidak ada
b) Pembicaraan
Cara berbicara pasien agak cepat dan kurang keras, pasien
mau menjawab pertanyaan dari perawat.
Masalah keperawatan : tidak ada
c) Aktifitas motoric
Saat pengkajian pasien tamBu tenang,

pasien

berkomunikasi dengan baik dengan temannya. Pasien mau


berbicara saat ditanya oleh perawat. Masalah keperawatan :
tidak ada
d) Alam perasaan dan afek
Emosi pasien tidak stabil, kadang cepat berubah, dari yang
biasa saja menjadi tertawa sendiri dan berbicara sendiri.
Masalah keperawatan : Tidak ada
e) Interaksi social
Saat di lakukan pengkajian, pasien terkadang suka marahmarah

kepada

teman-temannya

mengepel ataupun menyapu.


Masalah keperawatan :Tidak ada

saat

pasien

sedang

f) Persepsi
Pasien mengatakan sering mendengar suara suara berupa
bisikan bisikan namun tidak melihat bayangan apapun.
Pasien sering berbicara sendiri.
Masalah keperawatan : halusinasi dengar
g) Proses pikir
Saat ditanya pasien dapat menceritakan tentang keadaannya
dan yang dialaminya dengan baik.
Isi pikir : pasien tidak mengalami gangguan isi pikir dan
tidak memiliki keyakinan yang berlebihan.
Arus pikir : saat berbicara kalimat yang diutarakan pasien
terkadang berhubungan dengan baik namun terkadang
pasien berbicara kacau dan tidak singkron dengan apa yang
ditanyakan perawat.
Masalah keperawatan :Perubahan proses pikir
h) Tingkat kesadaran
Saat pasien ditanya tentang identitasnya, nama beberapa
saudaranya dan nama beberapa temannya, pasien bisa
menjawabnya. Pasien juga bisa menyebutkan dimana dia
berada saat ini.
Masalah keperawatan : tidak ada
i) Memori
Pasien mampu mengingat peristiwa

yang

terjadi

sebelumnya dan pada saat ini pasien tidak mengalami


gangguan daya ingat baik jangka pendek maupun jangka
panjang.
Masalah keperawatan : tidak ada
j) Tingkat konsentrasi dan berhitung
Pasien dapat berkonsentrasi pada

pertanyaan

yang

diberikan dan dapat berhitung dengan benar.


Masalah keperawatan : tidak ada
k) Daya tilik diri
Pasien mengatakan dirinya sudah merasa lebih sehat
dibandingkan sebelumnya dan ingin segera pulang. Pasien
tidak mengingkari dirinya mengalami gangguan jiwa.
Masalah keperawatan : tidak ada
l) Kemampuan penilaian

Pasien

mampu

memutuskan

dan

memilih,

apabila

dihadapkan pada dua pilihan seperti : mana yang pasien


pilih mandi dulu atau makan dulu, dengan alasan tertentu.
6) Kebutuhan perencanaan pulang
a) Kemampuan pasien memenuhi kebutuhan
Pasien mampu memenuhi kebutuhan sehari hari, seperti :
kebutuhan makanan, keagamaan, masalah kesehatan,
Buaian, transportasi, dan tempat tinggal.
Masalah keperawatan : tidak ada
b) Kegiatan hidup sehari hari
(1) Perawatan diri
Pasien mampu memenuhi kebutuhan perawatan diri
dalam hal : mandi (2x/hari), makan, BAB, BAK,
menyisir rambut, kuku kotor, dan pakaian jarang
diganti.
Masalah keperawatan : sindroma deficit perawatan diri.

(2) Nutrisi
Pasien makan 3 kali sehari, porsi yang disediakan
selalu habis dengan menu yang disediakan di rumah
sakit dan makan bersama teman temannya.
Masalah keperawatan : tidak ada
(3) Tidur
Pasien mengatakan tidak mengalami gangguan dalam
hal tidur, baik kesulitan saat mulai tidur maupun
terbangun saat tidur.pasien biasa tidur pada malam hari
pada pkl. 20.00 WITA sampai dengan pkl 06.00 WITA
dan tidur siang selama 1 jam.
Masalah keperawatan : tidak ada
(4) Penggunaan obat
Pasien dapat minum obat sendiri sesuai dengan jenis
obat dan dosis obat yang diberikan.
Masalah keperawatan : tidak ada
(5) Pemeliharaan kesehatan

Pasien mendapat dukungan dari keluarganya. Mereka


berharap pasien cepat sembuh dan dapat melakukan
aktifitas dengan normal. Keluarga mengatakan akan
melakukan perawatan lanjutan setelah pasien pilang
dari rumah sakit.
(6) Aktifitas dalam rumah
Pasien sudah dapat melakukan aktifitas didalam rumah
dengan bantuan keluarga seperti : mempersiapkan
makanan, membersihkan rumah, dan mencuci Buaian.
(7) Aktifitas diluar rumah
Untuk aktifitas diluar rumah seperti : belanja,
transportasi, dll pasien masih perlu bantuan dari
keluarga.
Masalah keperawatan : tidak ada.
7) Mekanisme koping
Mekanisme koping yang digunakan pasien adaptif, pasien mau
berbicara dengan perawat tentang apa yang sedang dia rasakan.
Namun reaksi pasien agak lambat dalam berespon terhadap
pertanyaan petugas.
8) Masalah psikososial dan lingkungan
Keluarga mengatakan sebelum sakit pasien hanya di rumah
saja untuk membuat banten, hubungan dengan keluarga dan
lingkungan sekitar cukup baik. Namun sejak pasien sakit,
pasientidak kooperatif untuk berinteraksi, pasien suka mencaci
maki orang yang dating ke ruamahnya.
Maslah keperawatan :perilaku kekerasan
9) Aspek pengetahuan
Pasien mengetahui penyakit yang dideritanya karena stress.
Pasien ,mengatakan akan mengikuti semua nasihat dan anjuran
dokter dan perawat.
Masalah keperawatan : tidak ada
10) Aspek medis
a) Diagnosa medis : Skizoprenia Hebefrenik
b) Terapi medis :
(1) Saat MRS

- Chlorpromazine 1 x 100 mg
- Pevsidal 2 x 2 mg
- Trihexyfenidil 2 x 2 mg
(2) Saat pengkajian
- Chlorpromazine 1 x 100 mg
- Haloperidol 1 x 5 mg
- Trihexyfenidil 2 x 2 mg
II.

DIAGNOSA
A. Daftar Masalah
1. Halusinasi pendengaran
2. Perilaku Kekerasan
B. Pohon Masalah
Perilaku Kekerasan

Halusinasi pendengaran

Keterangan :
: Core Problem

: Hubungan sebab akibat

C. Diagnosa Keperawatan
1. Halusinasi pendengaran
2. Perilaku Kekerasan

III.

INTERVENSI
Rencana Tindakan Keperawatan pada Pasien MR
Dengan Halusinasi Dengar
Di Ruang Drupadi RSJ Provinsi Bali
Tanggal 8 9 Mei 2014
Nama Pasien : MR
No.CM
: 025426

Tanggal
Senin, 15
April
2013

No. Dx
1

Dx Keperawatan

DX. Medis
Ruangan

: Skizofrenia Hebefrenik
: Drupadi

Halusinasi

Perencanaan
Tujuan
Kriteria Evaluasi
Intervensi
TUM :
Pasien Setelah 2x pertemuan selama 1.1 Bina hubungan saling percaya

pendengaran

tidak

melakukan 2 hari, selama 15 menit,

perilaku kekerasan

pasien dapat:
- Menunjukkan ekspresi wajah

TUK :
1. Pasien

dapat

membina
hubungan saling
percaya dengan
perawat.

dengan
-

verbal.
-

diri

dengan

Tanyakan

nama

lengkap

pasien dan nama panggilan

menjawab salam.
berdampingan dengan

Perkenalkan
sopan.

- Mau menyebut dan


- Mau duduk dan

Sapa pasien dengan ramah


baik secara verbal maupun non

jabat tangan.
- Mau menyebutkan nama.

komunikasi

terapeutik.

bersahabat.
- Menunjukan rasa senang.
- Ada kontak mata atau mau

prinsip

yang disukai pasien.


-

Jelaskan tujuan pertemuan.

Jujur dan menepati janji.

perawat.

Tunjukan sikap empati dan

- Mau mengutarakan

terima pasienapa adanya.

masalah yang dihadapi.

Beri perhatian kepada pasien


dan perhatikan kebutuan dasar

2. Pasien

pasien.
dapat Setelah 2x pertemuan selama 2.1 Bantu
pasien

mengenal

2 hari, selama 15 menit,

halusinasinya.

halusinasinya.

pasien dapat:

- Menyebutkan
frekuensi

waktu,

isi,

Jika menemukan pasien yang


sedang halusinasi, tanyakan

timbulnuya

halusinasi.
- Mengungkapkan perasaanya

mengenal

apa yang sedang terdengar.


-

Katakan

bahwa

perawat

percaya pasien mendengar

terhadap halusinasi.

suara itu namun perawat


sendiri tidak melihatnya.
-

Katakan bahwa pasien lain


juga yang seperti pasien.

Katakan bahwa perawat siap


membantu pasien.

2.2 Diskusikan dengan pasien


-

Situasi yang menimbulkan


atau

tidak

menimbulkan

halusinasi.
-

Waktu

dan

frekuensinya

terjadi halusinasi.
2.3 Diskusikan dengan pasien apa
yang

dirasakan

jika

terjadi

halusinasi
3. Pasien

dapat Setelah 2x pertemuan selama 3.1 Identifikasi bersama pasiencara

mengontrol

2 hari, selama 15 menit,

halusinasinya.

pasien dapat:
- Menyebutkan tindakan yang
dapat

dilakukan

untuk

halusinasinya.
- Memilih cara yang telah
untuk

mengendalikan halusinasi.
kelompok.

terapi

jika

terjadi

halusinasi.
3.2 Diskusikan manfaat cara yang
digunakan

pasien,

mengontrol

- Menyebutkan cara baru.

- Mengikuti

dilakukan

jika

bermanfaat beri pujian.


3.3 Diskusikan cara baru untuk

mengendalikan

dipilih

yang

aktivitas

timbulnya

halusinasi.
- Katakan saya tidak mau
dengar kamu
- Menemui orang lain untuk
bercakap-cakap.
- Melihat jadwal
sehari-hari

agar

kegiatan
halusinasi

tidak sempat muncul.


- Meminta

perawat/teman/keluarga
untuk menyapa jika pasien
melamun.
3.4 Bantu pasien
memutus

melatih

halusinasi

secara

bertahap.
3.5 Beri
kesempatan
melakukan

cara

dan

untuk

yang

telah

dilatih, evaluasi hasilnya dan


beri pujian jika berhasil
3.6 Anjurkan
pasien
mengikuti

TAK,

untuk
orientasi

realita.
4. Pasienmendapat
dukungan

Setelah 2x pertemuan selama

4.1 Anjurkan pasien untuk memberi

2 hari, selama 15 menit,

tahu keluarga sedang halusinasi.


4.2 Diskusikan dengan keluarga

keluarga dalam diharapkan:


mengontrol
halusinasinya

- Pasien

dapat

menjalin

tentang:
- Gejala halusinasi yang

hubungan saling percaya


dengan perawat
- Keluarga dapat menyebutkan

pasien dan keluarag untuk

pengertian, tanda dan


tindakan untuk

dialami pasien.
Cara yang dapat dilakukan
memutus halusinasi.

Cara merawat anggota

mengendalikan halusinasi

keluarga yang halusinasi di


rumah, beri kegiatan jangan
biarkan sendiri.
-

Beri informasi tentang kapan


pasien memerlukan bantuan.

5. Pasien

Setelah 2x pertemuan selama

memanfaatkan
obat
baik.

2 hari, selama 15 menit,

dengan diharapkan:
-

Pasien dan
keluarga mampu
menyebutkan manfaat,
dosis dan efek samping

Pasien dapat
menginformasikan manfaat
dan efek samping obat

Pasien dapat
memahami akibat
pemakaian obat tanpa
konsultasi

Pasien dapat

5.1 Diskusikan dengan pasien dan


keluarga tentang dosis, frekuensi
dan manfaat obat.
5.2 Anjurkan pasien untuk minta
sendiri obat pada perawat dan
merasakan manfaatnya.
5.3 Anjurkan pasien bicara dengan
dokter tentang manfaat obat dan
efek

samping

dirasakan.
5.4 Diskusikan

obat

bahayanya

tanpa konsultasi.
5.5 Bantu pasien menggunakan
prinsip lima benar.

yang
obat

menyebutkan prinsip 5
benar pengunaan obat

IV.

IMPLEMENTASI
Tindakan Keperawatan pada Pasien MR
Dengan Halusinasi Dengar
Di Ruang Drupadi RSJ Provinsi Bali
Tanggal 8 9 Mei 2014

Hari/tanggal/
jam
Kamis, 8 Mei
2014
Pukul

No.
TUK
1

Tindakan Keperawatan
Membina

hubungan

Evaluasi Respon

saling S: Selamat pagi! Nama

percaya dengan pasien.


1. Mengucapkan salam

09.00

Wita

saya MR iya saya


mau

Selamat pagi, Buk


2. Perkenalkan

diri

dengan O:

pasien
Nama saya SS
3. Memanggil nama
dengan

pasien
yang
Ibu

salam,

mau berjabat tangan,


ada

kontak

pasien
siapa?

diajak

berbincang-bincang
Pasien
mau
membalas

sebutan

disukainya
Nama Ibu

untuk

tahu

mata,
nama

perawat.

senang dipanggil siapa?


4. Menjelaskan tujuan dengan
jelas dan membuat kontrak
dengan pasien
Bagaimana jika sekarang
Ibu

bercerita

keadaan

Ibu

tentang
saat

ini?

Apakah Ibu bersedia?


1

Meyakinkan pasien agar mau S : iya, terima kasih


O: raut wajah pasien
terbuka dan dapat menjalin
tampak tenang dan
hubungan
saling
percaya
kontak mata baik:
dengan perawat
Ibu tidak perlu cemas dan

Paraf

takut kepada saya. Ceritakan


saja apa yang Ibu rasakan
sekarang. Saya akan berusaha
membantu

untuk

mengatasi

masalah Ibu.
1

Melakukan pendekatan dengan S:saya

dari

pasien
1. Menanyakan asal pasien
Ibu asalnya darimana?
2. Menanyakan
bagaimana

saya dibawa kesini


kakak

saya,

obat

saya

pasien bisa berada di rumah

habis
O:raut wajah pasien

sakit
Apa Ibu tahu siapa yang
membawa

Ibu

kesini?

oleh
karena

Kuta

tenang dan kontak


mata baik

Menurut Ibu, kenapa Ibu


bisa dibawa kesini
1

Memberi kesempatan kepada S: biasa saja sus, saya


pasien untuk mengungkapkan
perasaannya
Bagaimana

perasaan

disini?
Memberikan
menunjukkan

berada

disini
Ibu O: kontak mata pasien

ketika dibawa kesini?


apakah Ibu senang berada
1

senang

baik

perhatian

dan S: sudah
O:kontak mata pasien
kepedulian
baik, pasien

kepada pasien
Ibu sudah makan pagi ini?
tersenyum
Melakukan perpisahan dan S: iya sus
O: pasien tampak
kontrak
dengan
pasien
tenang
sambil
Silahkan Ibu kembali ke
tersenyum, kontak
ruangan dan beristirahat. Nanti
mata pasien baik
siang kita bertemu lagi jam

11.00 ya, Bu!


Salam terapeutik

Selamat S:selamat pagi


masih, Sintya kan ?
siangIbu, masih ingat dengan
O: kontak mata pasien
saya?
baik,
pasien
menjawab

Memberi kesempatan kepada S:


pasien

untuk

lancar
saya

dengan
mendengar

mengenali bisikan-bisikan

suara

halusinasinya.
orang
yang
akan
Bisikan-bisikan seperti apa
menjenguk saya ke
yang biasa Ibu dengar? Dan
sini saya merasa
bagaimana perasaan Ibu saat
biasa saja
mendengar bisikan tersebut.
O: kontak mata pasien
2

ke arah lain
dan S: iya
O: kontak mata pasien
perpisahan dengan pasienNah,
baik
kita akhiri dulu ngobrolMelakukan

kontrak

ngobrolnya hari ini ya,Bu.


Besok pagi kita lanjutkan lagi.
2

Mengevaluasi perasaan pasien S: saya biasa saja sus


Bagaimana perasaan Ibu O: raut wajah pasien
setelah mengobrol tadi?

tampak
kontak

Jumat,
9Mei 2014
Pukul
10.00

Salam
pagi,

terapeutik

tenang
mata

dan
pasien

baik
Selamat S: iya selamat pagi

Bagaimana baik
O: pasien mau berjabat
keadaannya hari ini?
tangan dengan perawat

Wita

Bu.

dan kontak mata ke


3

Mengidentifikasi

cara

arah lain
yang S: saya tidak lakukan

dilakukan pasien saat terjadi apa-apa

halusinasi
O: pasien tampak
Saat Ibu mendengar bisikansedikit bingung
bisikan yang Ibu bilang
kemarin,
3

apa

yang

Ibu

lakukan?
Mendiskusikan cara baru untuk S: iya sus gimana
mengontrol

timbulnya caranya ?
O: pasien

halusinasi
Saya punya cara baru untuk tertarik,
mengendalikan/mengontrol
timbulnya

halusinasi

bisikan-bisikan
dengar.
- Katakan saya

Ibu baik.

tidak

mau

dengar kamu

Kalau

Ibu

mulai

mendengar bisikan itu, cara


pertama yang dapat Ibu
lakukan

yaitu

katakan

Saya tidak mau mendengar


kamu, pergi..pergi...
-

Menemui orang lain untuk


bercakap-cakap.

Cara yang kedua, Ibu bisa


langsung menemui temanteman

Ibu

disini

atau

perawat di ruangan untuk


diajak mengobrol. Ini dapat
mengalihkan

bisikan-

bisikan yang Ibu dengar,


sehingga
menghilang

suara

mau

mendengarkan dengan
atau baik,

yang

tampak

itu
dengan

kontak

mata

sendirinya.
-

Melihat

jadwal

kegiatan

agar

halusinasi

sehari-hari

tidak sempat muncul.

Kemudian
ketiga,

cara
Ibu

yang
bisa

menyibukkan diri dengan


berbagai

kegiatan

yang

bermanfaat. Jangan biarkan


waktu luang Ibu digunakan
untuk

bengong

atau

melamun saja.
3

Melakukan

kontrak

dan S: iya sus


O: pasien

menuruti
perpisahan dengan pasien
Ini sudah 15 menit, Bu. Kita apa perawat dan mau
akhiri dulu ngobrolnya ya. Ibu ketika

dianjurkan

silahkan istirahat. Nanti cara- beristirahat


cara yang saya berikan bisa Ibu
coba

jika

Ibu

mendengar

bisikan-bisikan itu lagi.

V.

EVALUASI KEPERAWATAN

Hari/Tgl
Jumat ,
9 Mei 2014

Waktu
Pk. 13.00 Wita

Dx/TUK
TUK 1

Evaluasi
S : Selamat pagi, nama saya MR
O : Pasien mau membalas
salam, mau berjabat tangan, ada
kontak

mata,pasien

namaperawat
A : TUK 1 tercapai

tahu

Jumat ,
9 Mei 2014

Pk.13.00 Wita

TUK 2

P : Pertahankan kondisi pasien,


lanjutkan TUK 2
S : Pasien mau mengungkapkan
masalahnya
saya
mendengar
bisikan-bisikan suara orang yang
akan menjenguk saya ke sini
O : Pasien menjawab pertanyaan
perawat dengan penuh keyakinan
sambil menatap kea rah lain
A : TUK 2 tercapai
P

Jumat ,
9 Mei 2014

Pk. 13.00 Wita

TUK 3

Pertahankan

kondisi

pasien,

lanjutkan ke TUK 3
S : Ya, saya paham tentang apa yang
suster jelaskan tadi
O : Pasien menjawab
pertanyaan perawat
dengan menganggukkan
kepalanya dan mampu mengulang
kembali penjelasan
dari perawat
A : Tujuan tercapai sebagian
P : Lanjutkan Intervensi

Mengetahui
Pembimbing Praktik

Bangli, 9 Mei 2014


Mahasiswa

Ni Ketut Pariatni, S.Kep, Ns


NIP. 197303251999032009

Putu Ayu Sintya Sandrina


NIM. P07120012046

Mengetahui
Pembimbing Akademik

Drs. I Dewa Made Ruspawan, S.Kp., M.Biomed


NIP. 196005151982121001

Anda mungkin juga menyukai