Anda di halaman 1dari 15

A.

Pengertian IHD (Ischaemic Heart Disease)


Yaitu penyakit jantung iskemik, keadaan berkurangnya pasokan darah
pada otot jantung yang menyebabkan nyeri di bagian tengah dada dengan
intensitas yang beragam dan dapat menjalar ke lengan serta rahang. Lumen
pembuluh darah jantung biasanya menyempit karena plak ateromatosa. Jika
pengobatan dengan obat-obatan vasodilator tidak berhasil, operasi bypass
perlu dipertimbangkan.
Penyakit jantung iskemik adalah keadaan berbagai etiologi, yang
semua mempunyai kesamaan ketidakseimbangan antara suplai dan tuntutan
oksigen (Andrew Selwyn/Wugene Braunwald, 2002).
B. Anatomi Jantung
Jantung terletak dalam mediastinum di rongga dada, yaitu diantara ke2 paru-paru. Pericardium yang meliputi jantung terdiri dari 2 lapisan, lapisan
dalam (pericardium viseralis) dan lapisan luar pericardium parietalis). Kedua
lapisan ini dipisahkan oleh sedikit cairan pelumas yang berfungsi mengurangi
gesekan pada pompa jantung.
Jantung terdiri dari 3 lapisan: lapisan luar disebut epikardium lapisan
tengah merupakan lapisan otot disebut miokardium, sedangkan lapisan
terdalam yaitu lapisan endotel disebut endokardium.
Ruang jantung bagian atas, atrium, secara anatomi terpisah dari
ruangan jantung sebelah bawah, atau ventrikel, oleh suatu anulus fibrosus. Ke4 katub jantung terletak dalam cicin ini. Secara fungsional jantung dibagi
menjadi alat pompa kanan dan kiri. Pembagian fungsi ini mempermudah
konseptualisasi dari urutan aliran darah secara anatomi: vena cava, atrium
kanan, ventrikel kanan, arteri pulmonalis, paru-paru, vena pulmonalis, atrium
kiri, ventrikel kiri, aorta, arteria, arteriola, kapiler, venula, vena, vena kava.
Sebenarnya jantung memutar kekiri dengan apeks terangkat ke depan.
Rotasi ini menempatkan bagian kanan jantung ke anterior di bawah sternum,
dan bagian kiri jantung relatif ke posterior. Apeks jantung dapat dipalpasi di
garis midclavicula pada ruang intercostals ke-4 atau ke-5.
C. Etiologi / Faktor Rejiko
Penyebab terbanyak iskamik jantung adalah berkurangnya pemasukan
darah pada otot jantung yang disebabkan karena penyumbatan oleh thrombus
pada arteria koronaria yang berpenyakit didaerah dekat plak aterosklerotik.
Untuk contoh faktor resiko major IHD di Amerika adalah: peningkatan serum
cholesterol dan hipertensi.
1. Faktor-faktor yang tak dapat dimodifikasi
a. Umur paling banyak terjadi pada usia 65 tahun ke atas
b. Jenis kelamin wanita lebih berpotensi karena dipandang dari faktor.
Stress: peningkatan TD dan penggunaan obat KB.
c. Herediter

d. Ras
2. Faktor-faktor yang dapat dimodifikasi
a. Peningkatan serum lemak
b. Hipertensi
c. Merokok
d. Obesitas
e. Peningkatan serum kolesterol
f. Stress dalam kehidupan sehari-hari
g. Kurang olah raga
h. Diabetes
D. Patofisiologi
Iskemik jantung terjadi karena permintaan oksigen jantung melebihi
kemampuan arteri koronaria karena atherosclerosis. Meskipun muskulus
skeletal

hanya

menyaring

20%

dari

oksigen

yang

tersedia

dan

mempertahankan cadangan, myocardium saat istirahat dapat menyaring 60%


sampai 85% dari oksigen yang tersedia. Jika kebutuhan oksigen jantung tidak
terpenuhi dari penyaringan maksimum, aliran darah coronaria akan meningkat
melalui vasodilatasi dan peningkatan aliran rata-rata.
Pada seseorang dengan penyakit arteri coronaria (CAD) arteri
koronarianya tidak mampu untuk berdilatasi untuk meningkatkan kebutuhan
metabolismenya karena sudah terjadi dilatasi kronis yang melewati area yang
mengalami obstruksi. Pada iskhemik atherosclerosis dapat terjadi, arteri
biasanya 75% mengalami stenosis. Ditambah juga, penyakit jantung dapat
menambah kesulitan aliran darah rata-rata. Ini menimbulkan kekurangan
oksigen. Disamping stenosis atheroclerosis, kekurangan oksigen disebabkan
karena spasme artery coronaria dan trombosis coronaria. Pada spasme artery
coronaria sesak nafas dapat terjadi karena penyempitan dari arteri coronaria.
Durasi dari spasme dibedakan menjadi,apakah micardium akan mengalami
iskemik apa tidak.

Faktor lain yang bertanggung jawab untuk menggambarkan kebutuhan


oksigen miokardial dan rendahnya pemasukan suplay oksigen, rendahnya
volume darah adalah: obat-obat yang menyebabkan vasokontriksi dan aorta
stenosis. Stimulasi catecholamine yang berlebihan, anemia, oxygenhemoglobin yang tidak teratur, dan penyakit paru kronis dapat juga
menyebabkan iskemik jantung.
Ventrikel kiri paling mungkin terjadi iskemik dan injury karena dia
yang memenuhi permintaan oksigen miokardia paling tinggi dan yang
memiliki tekanan sistem yang lebih tinggi. Iskemik menyebabkan ketidak
fungsian LV secara sementara dalam peningkatan tekanan diastole LV.
Ischemik juga menyebabkan peningkatan tekanan arteri pulmonary dan
peningkatan tekanan jantung kanan.

E. Tanda dan Gejala


1. Tanda-tanda gangguan hemodinamik dan bendungan paru
2. Syok kardiogenik ditandai:
a. Hipotensi
b. Akral dingin
c. Bingung
d. Meningkatnya tekanan vena jugularis
e. Terdengar S3 / S4
f. Bising jantung sistolik adanya regurgitasi mitral atau defek septum
ventrikel.
3. Nyeri mirip pada angina tetapi lebih lama tidak berkurang dengan istirahat
ataupun dengan obat.
4. Rasa luar
5. Banyak keringat dingin
6. Berdebar-debar
7. Sesak nafas
8. Mual dan muntah

F. Faktor Pemercepat
Faktor yang dapat mempercepat iskemik jantung dan nyeri angina adalah:
1. Olah raga dengan penggunaan peningkatan HR
Meningkatnya HR mengurangi waktu jantung mengeluarkan diastole yang
merupakan waktu aliran darah coronaria yang paling besar. Berjalan diluar
ruangan adalah yang paling sering terjadi mempercepat terjadinya
serangan.
2. Emosi tinggi
Emosi yang tinggi menanggung sistem saraf simpatis dan meningkatkan
kerja jantung.
3. Mengkonsumsi makanan yang sulit untuk dicerna
Ini akan dapat meningkatkan kerja jantung, selama proses perencanaan
darah di alirkan ke sistem GI ini yang menyebabkan aliran darah di arteri
coronaria menjadi rendah.
4. Suhu yang ekstrem tidak panas atupun dingin meningkatkan kerja dari
jantung. Udara yang dingin menyebabkan peningkatan metabolisme untuk
mempertahankan pengaturan suhu dalam tubuh.
5. Merokok cigarette menyebabkan vasokontriksi dan peningkatan Hb karena
stimulasi nicotine dari catecholamine.
6. Kegiatan sexual meningkatkan kerja dari jantung dan pengaturan simpatik
pada seorang yang iskhemik jantung, kerja dari jantung menjadi extra
yang dapat mengakibatkan angina.
7. Obat perangsang seperti cocaine menyebabkan peningkatan HR dan
permintaan oksigen dijantung menjadi meningkat.

G. Pemeriksaan Penunjang
1. Pemeriksaan darah
a. Leukosit: meningkat (12.000 15.000 m3) merupakan reaksi non
spesifik

tehadap

injury

miokard.

diasosiasikan dengan luasnya infark.

Tingginya

leukosit

sering

b. Laju endap darah (LED) meningkat minggu pertama sesudah infark


c. Enzim serum/isoenzim meningkat pada waktu yang bervariasi

(CPK-creatinin phosphokinase, SGOT, LPH-lactio dehidrogenase)


Tidak khas pada jantung karena juga terdapat pada organ lain
terjadinya infark miokard dimana sel-sel kardial mati, maka
komponen sel lepas ke dalam sirkulasi vaskuler.

CPK-MB-naik dalam 4-6 jam, puncaknya 12-20 jam, kembali


kenormal dalam 36-48 jam.

LDH-naik dalam 12-24 jam, puncak 24-48 jam, memakan waktu


10-14 hari untuk kembali normal.

AST (aspartabe amino tranferase) naik (non spesifik) 6-12 jam,


puncak 24 jam. Kembali normal dalam 3-4 hari.

d. HBDH meningkat
e. Isoenzim yang lebih spesifik tioponin-T
2. Scanning dengan radiosotop dengan technetium 99 mm pyrophospate
(biasanya berkumpul di daerah sel-sel iskemik yang melapisi nekrosis)
3. ventrikulografi: untuk melihat gangguan kontraksi miokard
4. Ekokardiografi dilakukan untuk memastikan dimensi ruang jantung
pergerakan septum/dinding, dan konfigurasi/fungsi katus jantung.
5. EKG-dibuat secara seri atau perhari selama di iccu
a. Elevasi segmen ST pada daerah injury
b. ST depresi, T inverted pada daerah iskemik
c. Q wave pada daerah nekrose

H. Komplikasi
1. Aritmia sering timbul 24 jam pertama
a. Aritmia ventrikuler : PVC/VES premature ventricle contraction/
entricle extra systole
PVC/VES sering timbul pada iskemik jantung dan sering mendahului
VT (ventricle cachicardia) atau VF (ventricle fibrillation)

b. Aritmia supraventrikuler
1) Sinus takikardi sering pada iskemik jantung dan berkaitan
dengan adanya gagal jantung. Hipoksemia, nyeri, cemas, febris,
hipovolemia atau akibat obat terapi ditujukan pada penyebab dasar.
2) Atrial flutter dan atrial fibrilastion (AF) juga dapat digunakan
cardioversi 50-100 joule ataupun obat-obatan.
c. Bradikardia
Gangguan konduksi atrioventrikuler dalam bentuk AV block derajat I,
II dan III. AV block dan perlu pemacu jantung sementara.
2. Hipertensi
3. Gangguan hemodinamik : gagal jantung kiri
4. Komplikasi mekanik
a. Perluasan iskemik
b. Regurgitasi mitral
c. Ruptur septum inter ventrikuler
5. iskemia berulang dan infark berulang
6. Komplikasi pericardial
a. Perikarditis akut
b. Oresster syndrome

I. Penatalaksanaan Medis
Pada prinsipnya iskemik diakibatkan karena Lumen pembuluh darah
jantung biasanya menyempit karena plak ateromatosa.
1. Tujuan pengelolaan segera adalah mengurangi nyeri akibat iskemik,
memberikan tambahan O2 dan mengenali serta mengobati komplikasi yang
mengancam jiwa seperti hipotens edema paru, dan aritmia ventrikel.
a. Analgesia : kontrol adekuat dan nyeri akan mengurangi konsumsi
oksigen dan katekolamin. Analgesia tersebut antara lain:
-

Nitrogiliserin

Morfin sulfat

meperidin

b. Oksigen : O2 nasal 2-4 liter/m, bila ada gangguan pernafasan bisa


dengan masker dan konsentrasi 60-100%.
2. Reperfusi
a. Terapi trombolisa, dapat melarutkan thrombus pada 60-90% pasien
sehingga aliran darah koroner pulih. Tetapi ini optimal 4-6 jam setelah
keluhan muncul. Obat yang tersedia adalah streptokinase.
b. PTCA (Percontaneous transluminal coronary angioplasky) melebarkan
arteri dengan cara memasukkan balon kecil dan meniupnya.
c. Bedah pintas koroner
3. Cara lain mengurangi luasnya infark
Dengan obat kelompok beta bloker, misalnya propanolol, aterol, akan
turun pemakaian O2 lewat penurunan nadi, kontraksi dan tekanan darah.
4. Pengobatan dengan antikoagulan dan anti platelet
-

Heparin IV atau SC (12.000 IV/12 jam)

Aspirin diberikan pada waktu rumah sakit dalam jangka panjang

5. Sedative sering digunakan valium (benzodiazepin)


6. Diet dan bowel care
-

Diet lunak 12.300 18.000 kalori, rendah garam, rendah kolesterol

Menghindari minuman terlalu dingin dan terlalu panas

Berpantang kafein

Pemberian lasatif untuk pergerakan bowel melunakkan feses

7. semua penderita harus dirawat di ICCU, monitor EKG, pengunjung


dibatasi di ICCU selama 2-3 hari, di intermediate 7-10 hari.

PROSES KEPERAWATAN
1. Pengkajian
a. Data demografi, meliputi:
- Usia
- Jenis kelamin
- Ras
b. Riwayat kesehatan individu dan keluarga
1. Riwayat kesehatan individu secara umum sebelum sakit dan saat sakit
sekarang
2. Pertumbuhan dan perkembangan
-

Kelainan bawaan

Pertumbuhan dan perkembangan anak

Gangguan aktivitas

3. Riwayat penyakit keluarga


c. Diet
Kebiasaan makan berlemak, tinggi karbohidrat menyebabkan peningkatan
colesterol dan trigliserida dalam darah yang berperan untuk timbulnya
arteri sclerosis.
d. Status sosial ekonomi
-

Riwayat pekerjaan

Status ekonomi

e. Sosial budaya
-

Olah raga akan menurunkan venous stasis

Penggunaan obat

Perokok nicotin mengeluarkan cathecolamin yang mempunyai efek


pada

adrenegik

nerve

ending

saraf

simpatis

menyebabkan

vasokontriksi mempengaruhi HR dan TD meningkat


mengurangi

kapasitas

O2

yang

berada

mengakibatkan penambahan beban jantung.


f. Psikologis (cemas, takut , konsep diri)
2. NCP
Diagnosa, dan perencanaan

di

CO 2 akan

pembuluh

darah

a. Nyeri akut ybd agen injury biologi


Tujuan:
-

Klien dapat mencapai level nyaman

Klien dapat mengontrol nyeri

Klien dapat menyebutkan penyebab nyeri

Kriteria:
-

Indikator
Tidak ada Terbatas
Melaporkan secara fisik sehat
Melaporkan puas dapat mengontrol
gejala
Melaporkan seara psikologis baik
Melaporkan puas dengan kontrol
nyeri
-

Sedang Sering Paling

Klien dapat mengontrol nyeri

Indikator
Menyebutkan faktor penyebab
Menyebutkan durasi nyeri
Menggunakan tindakan pencegahan
Melaporkan gejala nyeri
Melaporkan nyeri dapat dikontrol
-

Klien dapat mencapai level nyaman

Keterangan

Klien dapat menyebutkan penyebabkan nyeri

Indikator
Tidak ada Terbatas
Melaporkan secara fisik sehat
Melaporkan puas dapat mengontrol
gejala
Melaporkan secara psikologis baik
Melaporkan puas dengan kontrol
nyeri
Intervensi:
1) Manajemen nyeri
-

Kaji kualitas nyeri PQRST

Observasi reaksi nonverbal dari ketidaknyamanan

Sedang Sering Paling

Gunakan komuniksi terapeutik untuk mengetahui pengalaman


nyeri klien

Bantu pasien dan keluarga untuk mencari dan menemukan


dukungan

Ajarkan tentang teknik non farmakologi (bio fedtack, tens,


hipnotis, relaksasi, distraksi

Berikan analgetik untuk mengurangi nyeri

Kolaborasi dengan dokter jika ada komplain dan tindakan nyeri


tidak berhasil

2) Analgetik administration
-

Tentukan lokasi, karakteristik, kualitas dan derajat nyeri sebelum


pemberian obat

Monitor vital sign sebelum dan sesudah pemberian analgesik


pertama kali

Berikan analagesik tepat waktu terutama saat nyeri, hebat sesuai


program

Cek riwayat alergi

Cek instruksi dokter tentang jenis obat, dosis dan frekuensi

Tentukan pilihan analgesik, tergantung tipe dan beratnya nyeri

Evaluasi efektifitas analgesik, tanda dan gejala

b. Intoleransi aktivitas ybd. Ketidakseimbangan antara suplai O 2 dengan


kebutuhan
Tujuan:
-

Klien dapat toleran terhadap aktifitas

Klien mampu memenuhi dalam batas normal

Kriteria:
-

Klien dapat toleran terhadap aktifitas

Indikator
- Tekanan adalah setelah aktivitas

Keterangan

- Respirasi setelah aktifitas


- Nadi setelah aktifitas
- Palpitasi
-

Klien mampu memenuhi dalam batas normal


Indikator

Tergantung

Bantuan
alat

Bantuan Bantuan
Mandiri
sedang minimal

Makan
Berpakaian
Mandi
Toileting
Perawatan mulut
Ambulasi : jalan
Intervensi:
1) Manajemen energi
-

Memonitor intake nutrisi untuk menjamin sumber energi yang


adekuat

Memonitor pola tidur klien

Bantu klien menentukan jadwal periode istirahat

Kolaborasi dengan dokter untuk menentukan rencana therapy

2) Manajemen nutrisi
-

Anjurkan intake kalori yang cocok dengan tipe tubuh dan gaya
hidup

Anjurkan untuk menambah intake makanan yang mengandung


protein, zat gizi dan Vitamin C

c. Ketidakseimbangan

nutrisi

kurang

dari

kebutuhan

tubuh

ybd

ketidakmampuan pemasukan atau mencerna makanan yang disebabkan


oleh mual muntah.
Tujuan: Klien dapat mencapai status nutrisi normal
Indikator
- Masukan nutrisi
- Masukan makanan dan minuman

Sangat
cukup

Cukup

Agak
cukup

Kurang Tidak
cukup cukup

- Energi
- Berat badan
Intervensi:
-

Observasi pola makan/nutrisi klien tiap hari

Berikan makan pada klien sesuai dengan diit nasi TKTP

Ajarkan pada klien dan keluarga tentang manfaat makan, makanan


yang bergizi bagi proses penyembuhan penyakit.

Berikan terapi dengan pemberian injeksi gastridin per IV.

d. Konstipasi ybd faktor fisi96ologis perubahan pola makan dan makanan


dari biasanya karena mual muntah.
Tujuan: klien dapat BAB dengan normal
Kriteria:
Dapat
dicapai

Indikator

Dicapai
banyak

Sedang

Terbatas

Klien BAB teratur


Karakteristik feses normal
Klien merasakan adanya BAB
Klien menyatakan kepuasan sudah
BAB tidak ada gangguan di usus
- Abdomen tidak ada gangguan
Intervensi:
-

Observasi adanya perubahan bentuk abdomen

Berikan makanan yang baik dengan kemampuan maksimal klien

Berikan privasi saat BAB.

Anjurkan klien untuk makan-makanan tinggi serat

Lakukan enema/irigasi

Berikan cairan yang adekuat

Kolaborasi dengan doker untuk pemberian laxatif


DAFAR PUSTAKA

Sharon Mantik Lewis, RN, PHD, Faan, Margaret Mclean Heitemper, RM, PHD,
Faan, S Hannon Ruff Direksen, RN, PHD, 2000. Medical Sugical,
Nursing. Volume I. Copyright. Bx Mosby.

Tidak
dapat

Isselbacher, Braunwald, Wilson, Martin, Fauci, Kasper, 2002. Prinsip-prinsip


Ilmu Penyakit Dalam. Volume 3. Yogyakarta: EGC.
Nanda 2005-2006
NIC 2005-2006
NOC 2005-2006
Sylvia A. Price, Lorraine M. Wilson. Konsep Klinis Proses-proses Penyakit, Edisi
4. Jakarta: EGC

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Ny. S DENGAN


ISCHEMIC HEART DISEASE/IHD DI BANGSAL
TJAN TIMUR RS. DR. OEN SOLO BARU

Disusun Oleh:
Kelompok III
1. Koan Pari Mojo
2. Susi Setyowati
3. Surasni
4. Kristina
5. Lestariningsih
6. Ut Wulandari
7. Yuni Naratwati
8. Retno Wulan
9. Kartika Sari Wahono
10. Ery Wahyuni
11. Hanani Asih Suprihatin
12. Sri Nuryanti

2005.070
2005.043
2005.095
2005.072
2005.021
2005.099
2005.050
2005.086
2005.018
2005.063
2005.012
2005.091

AKADEMI PERAWATAN PANTI KOSALA


SURAKARTA
2006