Anda di halaman 1dari 16

POTRET SWOT APOTEK RUMAH SAKIT DI LUAR SURABAYA

Minarni Wartiningsih
Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya
ABSTRAK
Untuk meningkatkan kualitas, kuantitas dan kepuasan layanan perlu adanya analisis terhadap
keadaan Apotek saat ini dalam suatu analisis SWOT (Strength atau kekuatan, Weakness atau
kelemahan, Opportunities atau peluang, dan Threat atau ancaman) agar pihak manajemen Rumah Sakit
dapat menyusun strategi selanjutnya untuk memenangkan persaingan pasar dimasa yang akan datang.
Sebelum melakukan analisis SWOT Apotik atau bagian Apotek Rumah Sakit Di daerah luar
Surabaya perlu adanya gambaran kondisi perubahan dan perkembangan terakhir. Oleh karenanya
disampaikan pula beberapa informasi terkini selama kurun waktu Januari Desember 2007. Dengan
demikian akan didapatkan gambaran yang lebih holistik terhadap situasi dan kondisi di bagian Apotek
Rumah Sakit Di daerah luar Surabaya. Dengan demikian diharapkan dapat menyusun analisis SWOT
yang lebih akurat dan bermanfaat bagi perencanaan strategi Aotek di tahun 2007.
Berdasarkan Analisis SWOT didapatkan hasil dari faktor kekuatan bahwa Rumah Sakit tersebut
harus melakukan perbaikan program komputer yang lebih terintegrasi agar memudahkan pelayanan
administrasi penjualan obat dengan demikian pengendalian terhadap persediaan apotik menjadi lebih
baik. Yang kedua melakukan peningkatan fasilitas layanan antar terhadap pelanggan khusus daerah
Surabaya. Dari faktor kelemahan harus dilakukan upaya untuk meningkatkan pelatihan kemampuan
berkomunikasi dengan kastemer dan melakukan pengajuan peningkatan kesejahteraan karyawan apotik
serta melakukan komunnikasi secara teratur untuk mennjaga hubungan baik dengan competitor.
Berikutnya dari faktor peluang yang harus dilakukan adalah merencanakan strategi promosi yang
tepat, mengadakan layanan order deliver dan menciptakan sistem pengendalian obat, mencegah
stagnasi dan kadaluwarsa. Yang terakhir evaluasi dari faktor Ancaman yaitu melatif staf apotik untuk
menjadi tenaga marketing di apotik dan melakukan koordinasi dengan tim marketing RS agar turut
memasarkan keunggulan apotik.
Dari hasil analisis SWOT diharapkan dapat menentukan strategi yang tepat untuk melakukan
perbaikan layanan di bbagian apotek Rumah Sakit. Sehingga pengembangan yang diharapkan dapat
dicapai secara terarah dan tepat sasaran.
Keywords: strategi pengembangan Analisis (Strength atau kekuatan, Weakness atau kelemahan,
Opportunities atau peluang, dan Threat atau ancaman).

HOSPITAL PHARMACY SWOT PORTRAIT OUTSIDE SURABAYA


Minarni Wartiningsih
Lecturer Faculty of Medicine, University of Wijaya Kusuma Surabaya
ABSTRACT
To improve the quality, quantity and service satisfaction is necessary to analyze the current state of
pharmacy in a SWOT analysis (Strength or strength, or weakness Weakness, Opportunities or
opportunities, and Threat or threat) for the management of the Hospital to develop further strategies to
win the competition market in the future.
Before conducting a SWOT analysis or the Pharmacies Pharmacies Hospital In areas outside Surabaya
need a picture of the changing conditions and recent developments. Therefore also some updated
information submitted during the period January to December 2007. Thus we will get a more holistic
picture of the situation and condition at the Hospital Pharmacy In areas outside of Surabaya. It is
expected to prepare a SWOT analysis is more accurate and useful for strategic planning Aotek in 2007.
Based on the SWOT Analysis found that the result of factors such force that the hospital must make
improvements in a more integrated computer programs to facilitate drug sales administrative services
thereby controlling pharmacy inventory better. The second to increase the facilities' delivery services' to
customers' specific area of Surabaya. From the weakness factor should be an effort to improve the
training of the ability to communicate with the customer and doing the filing improving employee
welfare and conduct komunnikasi pharmacies regularly to mennjaga good relations with competitors.
Next of opportunity factor which must be done is to plan appropriate promotional strategy, entered an
order delivering services and creating a system of drug control, prevent stagnation and expiry. The last
evaluation of the threat factor is melatif pharmacy staff to be a marketing force in the pharmacy and to
coordinate with marketing team to contribute to market advantage Hospital pharmacy.
From the SWOT analysis is expected to determine appropriate strategies to improve service in bbagian
Hospital pharmacy. So the development that is expected to be achieved in a focused and well targeted.

Keywords: development strategy analysis (Strength or strength, or weakness Weakness, Opportunities


or opportunities, and Threat or threat).

BAB I
PENDAHULUAN
Menurut
Departemen
Kesehatan RI tentang standar
pelayanan rumah sakit, pelayanan
apotek rumah sakit adalah bagian
yang tidak terpisahkan dari sistem
pelayanan kesehatan yang utuh dan
berorientasi
kepada
pelayanan
pasien, penyediaan obat yang
bermutu dan terjangkau bagi semua
lapisan masyarakat. Obat dapat
meningkatkan derajat kesehatan.
Disamping itu biaya obat sangat
mahal karena hampir 35 % alokasi
dana yang ada untuk memenuhi
kebutuhan obat. Oleh karena itu obat
yang ada di rumah sakit harus
dikelola secara efisien dan efektif
agar memberi manfaat yang sebesarbesarnya bagi pasien dan pihak
manajemen rumah sakit.
Mengingat
posisi
dan
fungsinya yang penting maka
pelayanan apotek rumah sakit
diharapkan berubah menjadi lebih
baik, lebih efektif dan efisien dari
segala segi. Apotek apotek RS. Di
daerah luar Surabaya sebagai bagian
yang berperan dalam pengelolaan
obat mulai dari seleksi, pengadaan,
distribusi dan penggunaan tentu
berupaya untuk memperbaiki diri
dari tiap periodenya untuk mencapai
layanan berkualitas prima (excellent
service quality) maka dari perlu
adanya
pembenahan
internal
maupun eksternal secara terusmenerus baik segi fisik maupun non
fisik.

untuk meningkatkan
kualitas, kuantitas dan kepuasan
layanan
tidak
hanya
untuk
konsumen tetapi juga pengguna
layanan keapotekan lain seperti
pihak manajemen rumah sakit maka
perlu adanya analisis terhadap
keadaan Apotek saat ini dalam suatu
analisis SWOT (Strength atau
kekuatan, Weakness atau kelemahan,
Opportunities atau peluang, dan
Threat atau ancaman) agar pihak
manajemen Rumah Sakit dapat
menyusun strategi selanjutnya untuk
memenangkan persaingan pasar
dimasa yang akan datang.
Sebelum melakukan analisis
SWOT Apotik atau bagian Apotek
Rumah Sakit Di daerah luar
Surabaya perlu adanya gambaran
kondisi
perubahan
dan
perkembangan akhir akhir ini.
Oleh karenanya disampaikan pula
beberapa informasi terkini selama
kurun waktu Januari Desember
2007, yaitu :
a.
Kinerja
Apotek
Tahun 2007
b.
Pengadaan
dan
pelayanan obat tahun 2007
Berdasarkan
informasi
diatas akan didapatkan gambaran
yang lebih holistik terhadap situasi
dan kondisi
di bagian Apotek
Rumah Sakit Di daerah luar
Surabaya.
Dengan
demikian
diharapkan dapat menyusun analisis
SWOT yang lebih akurat dan
bermanfaat
bagi
perencanaan
strategi Apotek di tahun 2007.

BAB II
Situasi Dan Kondisi Bagian Apotek Tentang Deskripsi Kinerja, Kegiatan
Dan Pelaksanaan Program Kerja Apotek
A.

N
o
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12

Kinerja Apotek Tahun 2007

Grafik 2.1. Perbandingan Inventori, Laba, Penjualan, Pembelian dan


Discount Apotek RS. Di daerah luar Surabaya Tahun 2007
B.
Pengadaan dan pelayanan obat tahun 2007
Tabel 2.4. Pengadaan obat yang ada di Apotek selama tahun 2007
Jumlah Item Obat pada Master Data Obat
Jumlah Item Obat yg tersedia di Apotek
Golongan Obat
Golongan Obat
Obat
Non
Obat
Non
Bulan
Obat
Obat
TOTAL
TOTA
Obat
Generik
Obat
Generik
Non
Non
Generik
Diluar
Generik
Diluar
Generik
Generik
Formularium
Formularium
Januari
106
616
1730
2452
72
369
581
1022
Februari
106
616
1730
2452
70
374
577
1021
Maret
106
616
1730
2452
70
373
570
1013
April
106
616
1733
2455
70
382
585
1037
Mei
115
1017
1448
2580
75
686
356
1117
Juni
130
1101
1493
2724
87
798
297
1182
Juli
130
1101
1497
2728
85
785
295
1165
Agustus
130
1101
1518
2749
85
800
307
1192
September 129
1062
1292
2483
84
796
312
1192
Oktober
130
1062
1301
2493
84
766
301
1151
November 130
1063
1315
2508
83
790
318
1191
Desember 130
1063
1323
2516
85
786
316
1187
Jumlah item obat yang tersedia di
Apotek RS. Di daerah luar Surabaya
selama tahun 2007 berbeda dengan
item obat yang terdapat pada master
data obat RS. Di daerah luar

Surabaya. Secara fisik, item obat


yang tersedia di rumah sakit per
Desember 2007 adalah 1187 item
atau sekitar 47,17 % dari master data
obat yang hanya sekitar 2516 item.

Master obat menunjukkan riwayat


bahwa apotik RS Di daerah luar
Surabaya pernah menjual item obat
tersebut .Namun tidak setiap item
obat pada master tersebut perlu
disediakan stoknya. Karena tidak
semua item obat pada master

memiliki
turn
over
yang
memerlukan safety stock (stok
dalam
jumlah
aman,
untuk
mencegah stock out) .Dengan
demikian budget pembelanjaan obat
dapat lebih efisien.

Tabel 2.6. Jumlah Penulisan Resep di Tiap Unit Layanan Medik Selama
tahun 2007
Rawat Jalan

UGD

Golongan Obat
N
o

Bulan

1
Januari
2
Februari
3
Maret
4
April
5
Mei
6
Juni
7
Juli
8
Agustus
9
September
10 Oktober
11 November
12 Desember
TOTAL

Obat
Generi
k

Obat
Non
Generi
k

768
837
815
783
1266
979
796
890
1387
971
1183
1166
11841

2640
3681
2417
1968
4951
6491
5459
6612
7455
6042
6905
7498
62119

TOTAL
Obat
Non
Generik
Diluar
Formulariu
m
6383
7673
6902
7461
3937
3048
2274
2807
2996
2521
2787
3259
52048

Selama tahun 2007


Apotek RS. Di daerah luar
Surabaya menerima 426.797
buah Resep (lihat tabel 4)
yang terdiri dari resep
pasien rawat jalan, UGD
dan rawat inap. Resep
pasien
rawat
inap
menduduki proporsi terbesar
dari keseluruhan resep yaitu
267.924 buah atau sekitar
62,78% kemudian pasien
rawat
jalan
sejumlah
130.305 atau 30,53% dan
pasien
UGD
sejumlah
28.568 atau 6,69%. Hal ini
tentu berkaitan dengan
fungsi
masing-masing

9791
12191
10134
10212
10154
10518
8529
10309
11838
9534
10875
11923
126008

ALKE
S

216
239
207
229
178
259
367
410
539
420
619
614
4297

Golongan Obat

TOT

Obat
Generi
k

Obat
Non
Generi
k

Obat
Non
Generik
Diluar
Formularium

256
262
395
298
388
279
386
429
370
214
276
260
3813

1637
1374
2045
2689
2185
1671
1579
1575
987
830
923
1118
18613

243
221
237
245
175
115
413
471
337
282
281
373
3393

layanan dimana pasien UGD


hanya bersifat crisis center
sehingga bila kondisi pasien
membaik dirujuk ke unit
rawat
inap
atau
diperbolehkan keluar rumah
sakit
(KRS).
Sistem
manajemen obat satu pintu
yaitu resep yang diterima
pasien langsung ditebus di
Apotek rumah sakit dapat
menekan jumlah resep yang
keluar dari rumah sakit,
selain itu untuk kedepannya
perlu diuji coba sistem
paperless prescription untuk
mencegah penyalahgunaan

2136
1857
2677
3232
2748
2065
2378
2475
1694
1326
1480
1751
2581

resep dan meningkatkan


penerimaan resep.
Proporsi terbesar obat-obat
yang diresepkan di semua unit
adalah obat non generik/paten
dengan prosentase 45,05 65,15 %
dari total resep yang ditulis selama
tahun 2007, hal ini menunjukkan

No

Bulan

1
Januari
2
Februari
3
Maret
4
April
5
Mei
6
Juni
7
Juli
8
Agustus
9
September
10 Oktober
11 November
12 Desember
TOTAL

kesadaran
untuk
mematuhi
formularium rumah sakit bertambah
besar yang tentunya diharapkan
lebih digalakkan dan efisien lagi di
tahun 2007 agar manajerial obat di
RS. Di daerah luar Surabaya bisa
lebih efisien dan tepat sasaran.

Tabel 2.7. Perbandingan Jumlah Resep yang diterima Apotek Vs


Resep yang berhasil dilayani Apotek Selama Tahun 2007
Total R/ yg diterima Apotek
Total R/ yg dilayani oleh Apotek
ALKE
TOTAL
R/
S
R/
Obat
Non
Obat
Non
Obat
Obat
Generik
Obat
Obat
Generik
Generi Non
Diluar
Generi Non
Diluar
k
Generik Formularium
k
Generik Formularium
1286
12169
12559
26014
8563
1286
12169
12434
1404
15339
16849
33592
959
1404
15339
16737
1444
12832
14505
28781
8718
1444
12832
14385
1289
12595
15218
29102
8994
1289
12595
15092
1871
18169
7517
27557
7572
1871
18169
7387
1642
21803
5519
28964
10684
1642
21803
5404
1499
18089
4758
24346
9318
1499
18089
4664
1585
18961
5175
25721
10014
1585
18961
5053
2057
17972
5356
25385
9346
2057
17972
5241
1517
15432
4613
21562
7674
1517
15432
4510
1746
18025
5206
24977
9810
1746
18025
5117
1760
20050
6284
28094
11050
1760
20050
6209
19100
201436 103559
324095 102702 19100
201436 102233
Jumlah resep yang
diterima (termasuk Alkes)
oleh Apotek RS. Di daerah
luar Surabaya selama kurun
waktu Januari Desember
2007 adalah 426.797 buah
dengan jumlah resep yang
berhasil dilayani adalah
425.471 buah atau 99,69%
dari total resep yang
diterima Apotek. Terdapat
1.326 buah resep yang tidak
dapat terlayani atau sekitar 4
resep per hari mulai Januari
Desember 2007 yang
semuanya
berasal
dari
penulisan resep obat non
generik diluar formularium.
Hal ini lebih baik daripada
pelayanan resep tahun 2006
yang
hanya
mampu

melayani sekitar 99,30 %


dari total resep yang
diterima Apotek.
Beberapa faktor penyebab obat
dalam resep tersebut tidak dapat
terlayani adalah :
1.
Untuk pasien instansi atau
asuransi, khusus obat-obat food
supplement, multivitamin, immune
modulator, susu, kosmetik atau
obat-obat khusus lain ada yang tidak
ditanggung oleh pihak instansi atau
asuransi sehingga pasien cenderung
membeli diluar dengan copy resep.
2.
Beberapa obat tidak tersedia
di Apotek khususnya obat diluar
formularium sehingga bila ada
permintaan akan obat tersebut
pasien harus menunggu obat

TOTAL

25889
33480
28661
28976
27427
28849
24252
25599
25270
21459
24888
28019
322769

tersebut dibelikan (UP) di Apotek


memilih membeli obat diluar RS. Di
lain atau diorderkan ke PBF.
daerah luar Surabaya.
3.
Secara keseluruhan harga
4.
Respond time yang cukup
obat di RS. Di daerah luar Surabaya
lama sekitar 1 jam membuat pasien
yang lebih mahal dibanding Apotek
tidak sabar dan lebih memilih
lain membuat beberapa pasien lebih
membeli obat diluar rumah sakit.
5.
6. Tabel 2. 8. Jumlah Resep yang dilayani oleh Apotek selama Tahun
2005 s/d 2007
9. R/ yang dilayani oleh Apotek

1
7.

8. Ta

hu
n

12. Obat
Generik

13. Obat
Generik

14. Obat
Non

Non
Generik diluar
Formularium

16.
1

17. 200
5

18. 20668

19. 139120

20. 101787

22.
2

23. 200
6

24. 17783

25. 142770

26. 225497

28.

II.

29. 200
30. 19100
31. 201436
32. 102233
3
7
34.
35. Secara
keseluruhan,
sebelumnya. Faktor-faktor
penerimaan resep tahun
penyebab
turunnya
2007 hingga bulan desember
pelayanan
resep
tentu
menurun dibanding tahun
banyak berkaitan dengan
2006 yaitu sekitar 63.281
pengelolaan
pasien
di
resep atau ada penurunan
ruangan dan epidemiologi
sejumlah 173 resep tiap
serta terapi yang diterima
harinya dibanding periode
pasien. Tetapi bila dilihat
yang sama tahun 2006,
dari
segi
pemasukan
tetapi kepatuhan terhadap
Apotek, tentu tahun 2007
formularium rumah sakit
menunjukkan penjualan dan
yang ditunjukkan dengan
laba bruto yang lebih baik
peresepan obat generik dan
sehingga bisa dibilang pada
non generik/paten yang
tahun 2007 kinerja Apotek
sesuai formularium lebih
lebih efektif dari tahun
baik daripada tahun-tahun
sebelumnya.
36.
Analisis SWOT Kondisi & Situasi Apotek
37. Tabel 3.1 Faktor Kekuatan Apotik RS Di luar Surabaya
38. 39. FAKTOR KEKUATAN (strength)
40. B
41. RA

42. S

43.
1

44. Peran Apotek yang sangat vital bagi rumah


sakit

48.
2

49. Satu-satunya pusat layanan apotek di rumah


sakit

53.

54. Mempunyai aset obat yang cukup

58.
4

59. Staf Apotek masih bisa dikembangkan lebih


lanjut

63.
5

64. Sistem manajemen resep yang sudah satu


pintu

68.

69. Apotek buka 24 jam

73.

74. Pelayanan resep pasien instansi/asuransi

78.
8

83.
9

79. Sistem

manajemen
terkomputerisasi

yang

sudah

84. Ada dukungan fasilitas seperti listrik, air dan


prasarana lain

88. TOTAL

O
B
O
T
45. 0
.
1
5
50. 0
.
1
5
55. 0
.
1
0
60. 0
.
1
5
65. 0
.
1
0
70. 0
.
1
5
75. 0
.
0
5
80. 0
.
1
0
85. 0
.
0
5
89. 1

92.
93. Tabel III.2 Faktor Kelemahan Apotik RS Di luar Surabaya
94. 95. FAKTOR KELEMAHAN (weakness)
96. B
N
O
B
O
T
99. 100.
Bangunan
Apotek
kurang
101.
1
representatif sehingga mengurangi efektifitas
0.05

TI
N
G

46. 5

51. 3

56. 4

61. 4

66. 3

71. 2

76. 2

81. 3

86. 2

90.

97. RA
TI
N
G

K
O
R

47. 0
.
7
5
52. 0
.
4
5
57. 0
.
4
0
62. 0
.
6
0
67. 0
.
3
0
72. 0
.
3
0
77. 0
.
1
0
82. 0
.
3
0
87. 0
.
1
0
91. 3
.
3
0

98. S
K
O
R

102.

103.

-1

-0.05

kerja

104. 105.

106.

107.

108.

0.05

-2

-0.10

109. 110.

111.

112.

113.

0.15

-3

-0.45

114. 115.

SDM belum dikembangkan secara


optimal dan terbatas dalam penguasaan
teknologi informasi
119. 120.
Pelayanan resep (respond time) yang
5
lama

116.

117.

118.

0.15

-2

-0.30

121.

122.

123.

0.15

-2

-0.30

124. 125.

126.

127.

128.

0.15

-5

-0.75

129. 130.

Keterbatasan personil membuat


pelayanan dan adminstrasi manajemen
terhambat karena tugas yang overlapping
134. 135.
Pengawasan pada kinerja Apotek
8
masih kurang

131.

132.

133.

0.15

-2

-0.30

136.

137.

138.

0.10

-2

-0.20

139. 140.

141.

142.

143.

0.05

-2

-0.10

145.

146.

147.

Tidak adanya gudang dan ruang


administrasi yang layak
Manajemen administrasi belum rapi
dan terorganisir khususnya untuk akreditasi

SIM Komputer RS yang belum


maksimal khususnya pasien asuransi/instansi

Tidak adanya MOU

144.

TOTAL

1
148.
149.

Tabel 3.3 Faktor Peluang Apotik RS Di luar Surabaya


151.
FAKTOR
PELUANG
152.
(opportunity)
BOB
O
T
156.
Sistem komputerisasi yang bisa
157.
dibenahi untuk meraih hasil yang
0.20
maksimal
161.
Penerapan complaint board untuk
162.
costumer satisfaction
0.20

165.

166.

150.
N

155.
1

160.

170.
4

175.
5

180.
6

185.

Penerapan layanan apotek klinik


pada customer rawat inap dan rawat jalan

171.

Hubungan baik dengan pihak


PBF maupun Dokter penulis resep

176.

Masih banyak perusahaan yang


bisa menjadi rekanan (customer)) RS
181.
Semakin banyaknya perumahan
baru
TOTAL

153.

154.

RATIN
G

SKO
R

158.

159.

0.60

163.

164.

0.40

167.

168.

169.

0.10

0.30

172.

173.

174.

0.15

0.45

177.

178.

179.

0.15

0.75

182.

183.

184.

0.20

0.60

186.

187.

188.

1
189.
190.

-2.55

Tabel 3.4 Faktor Ancaman Apotik RS Di luar Surabaya

3.10

191.

192.

193.

194.

195.

BOB
O
T

RATI
N
G

SKO
R

198.

199.

200.

0.25

-3

-0.75

203.

204.

205.

0.15

-2

-0.30

208.

209.

210.

Seringnya
terjadi
misunderstanding dengan bagian lain
khususnya marketing terkait pasien
asuransi/instansi berpotensi menurunkan
kinerja
207.
Apotek & rumah sakit di sekitar
Surabaya mulai berbenah diri

0.20

-2

-0.40

211.

212.

213.

214.

215.

0.15

-2

-0.30

218.

219.

220.

Permintaan
obat
diluar
formularium berpotensi memperlambat
kinerja Apotek
217.
Kesadaran karyawan yang rendah
untuk mencapai costumer satisfaction

0.10

-2

-0.20

221.

222.

223.

224.

225.

0.15

-3

-0.45

228.

229.

230.

FAKTOR ANCAMAN (threat)

196.
1

201.
2

206.

216.

226.
227.
231.
232.
233.
234.
235.
236.
237.
238.
239.

240.
241.
242.
243.
244.
250.
251.
252.
253.
254.

197.

Harga obat yang mahal sehingga


pasien memilih membeli diluar

202.

Turunnya motivasi kerja personil


karena rutinitas pekerjaan dan rendahnya
tingkat kesejahteraan
TOTAL

1
Skor 1
Skor 2
Skor 3
Skor 4
Skor 5

-2.40

Keterangan Skor Pembobotan :


: sangat tidak penting
: tidak penting
: cukup penting
: penting
: sangat penting

Tabel 3.5 Keterangan angka Rating


Strength (kekuatan)
245.
1 = kurang kuat
246.
2 = agak kuat
247.
3 = kuat
248.
4 = sangat kuat
249.
Opportunities (Peluang)
255.
1 = sedikit peluang
256.
2 = agak berpeluang
257.
3 = berpeluang
258.
4 = sangat berpeluang
259.

Weakness (kelemahan)
-1 = sedikit lemah
-2 = agak lemah
-3 = lemah
-4 = sangat lemah
Threats (Ancaman)
-1 = sedikit terancam
-2 = agak terancam
-3 = terancam
-4 = sangat terancam

260.
261.
262.

Tabel 3.6 Internal Factor Analysis Summary (IFAS)


263.
Faktor
264.
265.
266.
267.
factor Strategis
Bo
Ratin
Skor
g
IFAS
268.
Kekuatan
272.
281.
290.
299.

Komentar
Peran

vital

0.1

269.
270.
271.

273.
0.1

274.
0.1

275.
0.1

276.
0.1

277.
0.1

278.

0.75

282.

291.

0.45

283.

292.

0.4

284.

293.

0.60

285.

294.

0.30

286.

295.

0.30

287.

296.

0.10

288.

297.

0.30

289.

298.

0.10

apotik sebagai satusatunya pusat layanan


apotek dengan staf
SDM
yang
berkompeten
serta
kelengkapan
obat
menjadi
kekuatan
untuk meningkatkan
pelayanan
keapotekan

0.0

279.
0.1

280.
0.0

300.

301.

Total skor kekuatan

302.

3.30

303.
an

Kelemah

304.

313.

322.

0.0

-1

-0.05

314.

323.

-2

-0.10

315.

324.

-2

-0.30

316.

325.

-3

-0.45

317.

326.

-2

-0.30

318.

327.

-5

-0.75

319.

328.

-2

-0.30

320.

329.

-2

-0.20

321.

330.

-2

-0.10

305.
0.0

306.
0.1

307.
0.1

308.
0.1

309.
0.1

310.
0.1

311.
0.1

312.

331.

SIM RS yang
belum
optimal,
sistem administrasi
belum
rapi
dan
kurangnya personil
apotik
merupakan
kelemahan
yang
harus
segera
diperbaiki

0.0

332.

333.

Total skor kelemahan

334.

-2.55

335.

336.

Total skor IFAS

337.

5.8
338.
Tabel 3.7 Eksternal Factor Analysis Summary (EFAS)
339.
Faktor
340.
341.
342.
343.
Komentar
factor Strategis
Bo
Ratin
Skor
g
EFA
S
344.
Peluang
348.
354.
360.
366.
Masih
0.2
3
0.60
adanya
perusahaan
345.
dan
perumahan
baru
355.
361.
346.
disekitar
daerah
RS
349.
2
0.40
347.
yang
dapat
menjadi
0.2
356.
362.
rekanan
sebagai
3
0.30
calon
customer
350.
357.
363.
0.1
3
0.45

351.
0.1

352.

358.

364.

0.75

359.

365.

0.60

0.1

353.
0.2

367.

Total skor peluang

370.
371.
372.
373.

Ancaman

368.

369.

3.10

374.

380.

386.

0.2

-3

-0.75

381.

387.

-2

-0.40

382.

388.

-2

-0.20

383.

389.

-2

-0.40

384.

390.

-2

-0.30

385.

391.

-3

-0.45

375.
0.2

376.
0.1

377.
0.2

378.

392.

Mahalnya
harga
obat
dan
menurunnya motivasi
karyawan
menjadi
factor ancaman bagi
kelangsungan hidup
perusahaan

0.1

379.
0.1

393.

Total skor ancaman

394.

395.

-2.50
396.
Berdasar hasil analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity
& Threat) maka dapat disimpulkan sebagai berikut :

397.
Opportunities
398.
399.
400.
5
401.
4
402.
D
A
3,10
403.
3
404. Turn Arround/
Agresif
405.
Konvensional
2
406.
I
II
407.
1
-2,55
3,30
408.
Strengths
Weakness
-5
-4
-3
-2
-1
1
2
3
4
5
409.
-1
III
IV
410.
-2
411.
-2,50
B
C
-3
412.
Defence
Competitif
-4
413.
414.

-5

415.

Threats
416.
Gambar 3.1 Posisi apotik RS Di daerah luar Surabaya Dalam Diagram SWOT
417.
418.
Tabel 3.8 Luas Matrik dan Prioritas Strategi Apotik RS Di
Luar Surabaya tahun 2007
419.
K
420.
P
421.
L
422.
r
uadran
osisi
uas
anking
titik
matrik
424.
I
425.
A
426.
1
427.
1
(3.30 :
0.25
3.10)
429.
II
430.
D
431.
7
432.
3
(3.10 :
.91
-2.55)
434.
II
435.
C
436.
6
437.
4
I
(-2.55 :
.38
-2.50)
439.
I
440.
B
441.
8
442.
2
V
( 3.30 :
.25
-2.50)
444.
445.
Tabel 3.9 Ranking Region SWOT Apotik RS Di luar
Surabaya
446.
R
447.
S
448.
k
449.
r
anking
trategi
wadran
egion

451.

452.

453.

gresif

456.
I

457.

c
ompetitif

454.

458.

459.
T

423.

rioritas
strategi

428.

gresif

433.

K
onvension
al
438.
D
efensive

443.

C
ompetitiv
e

450.

uas
matrik

455.

0.25
S

460.
.25

461.

II

466.

V
471.
472.

473.

462.

K
onvension
al
467.
D
efensive

463.

464.

468.

469.

Table 3.10 Data evaluasi faktor internal


474.
Faktor Strategis

475.

Skor

477.

Faktor Kekuatan (Strengths)

478.

3.30

480.

Faktor Kelemahan (Weakness)

481.

-2.55

483.

Total

484.

0.75

Table 3.11 Data evaluasi faktor eksternal


490.
Faktor Strategis

491.

Skor

493.

Faktor Peluang (Opportunities)

494.

3.10

496.

Faktor Ancaman (Threats)

497.

-2.50

499.

Total

500.

0.60

482.
485.
486.
487.
488.

489.
No

492.
1

495.
2

498.
501.
502.

470.
.38

479.

.91

No

476.

465.

507.

503.
Gambar 3.2 Matriks Internal-Eksternal Apotik RS Di Luar
Surabaya
504.
Pada gambar 3.2 diatas menunjukkan bahwa Apotek
Rumah Sakit Di daerah luar Surabaya berada pada area pertumbuhan
(Growth) area stabil (stability).
505.
506.
Tabel 2.12 CrossTabulasi IFAS dan EFAS RS Di Luar Surabaya
IF
509.
KEKUATAN
510.
KELEMAHAN

AS

508.

FAS

511.

512.
513.

521.

522.
523.

P
ELUANG

A
NCAMA
N

SO STRATEGIS
Merencanakan
strategi promosi yang tepat
514.
Mengadakan
layanan order delivery
515.
Menciptakan sistem
pengendalian
obat
mencegah stagnasi dan
kadaluwarsa

ST STRATEGIS
Melatif staf apotik
untuk
menjadi
tenaga
marketing di apotik
524.
Melakukan
koordinasi
dengan tim
marketing RS agar turut
memasarkan
keunggulan
apotik

525.
530.
III.Kesimpulan
531.
Evaluasi dari faktor
kekuatan
1. Melakukan
perbaikan
program komputer yang
lebih
terintegrasi
agar
memudahkan
pelayanan
administrasi penjualan obat.
Dengan
demikian
pengendalian
terhadap
persediaan apotik menjadi
lebih baik
2. Meningkatkan
fasilitas
layanan antar terhadap
pelanggan khusus daerah
Surabaya
532.
Evaluasi dari faktor
kelemahan
1. Meningkatkan
pelatihan
kemampuan berkomunikasi
dengan kastemer

516.
517.

WO STRATEGIS
Memperbaiki
program komputer yang
lebih terintegrasi
518.
Memperbaiki
administrasi apotik
519.
Menciptakan pasar
baru yang belum terjamah
kompetitor
520.
Menciptakan sistem
untuk menghemat biaya
yang tidak perlu
526.
WT SRATEGIS
527.
Meningkatkan
kemampuan berkomunikasi
dengan kastemer
528.
Meningkatkan
kesejahteraan
karyawan
apotik
529.
Menjaga hubungan
baik dengan competitor
2. Melakukan
pengajuan
terhadap
peningkatan
kesejahteraan
karyawan
apotik
3. Melakukan
komunnikasi
secara
teratur
untuk
mennjaga hubungan baik
dengan competitor
533.
Evaluasi dari faktor
peluang
1. Merencanakan
strategi
promosi yang tepat
2. Mengadakan layanan order
delivery
3. Menciptakan
sistem
pengendalian
obat
mencegah stagnasi dan
kadaluwarsa
534.
Evaluasi dari faktor
Ancaman

1. Melatif staf apotik untuk


menjadi tenaga marketing di
apotik
2. Melakukan
koordinasi
dengan tim marketing RS
agar turut memasarkan
keunggulan apotik
535.
III.
Penutup
536.
DemikianAnalisis
SWOT yang dibuat berdasarkan
kondisi kinerja
Apotek RS Di
daerah luar Surabaya pada tahun
2007.
537.
538.
DAFTAR
PUSTAKA
539. AS FAN, 1990 Pedoman
Pengelolaan
dan
Pelayanan
Farmasi
Rumah Sakit yang Baik.
Surabaya, IFRS - RSDS.
540. Ballon,
R.I I., 1992
Business
LogisticsManagement. 3rd ed.
New Jersey, PrenticeHall International, Inc.
541. Perlin, J.B. (2006) In
Patient
Pharmacy
Services.
[Internet]
<http://intqhc.
oxfordjournals.org/egi/c
ontent/full/15/suppl_1/1/
149 [Diakes tanggal 5
Juni 2008]
542. Rochmah.
T.N. &
Wulandari, R.D. (2002)
Teknik Penulisan Ilmiah.
Surabaya, Program Studi
Administrasi
dan
Kebijakan Kesehatan -

PPS
Universitas
Airlangga.
543. Sbarguna. B.S. (2005)
Logistik Rumah Sakit
dan Teknik Efisiensi.
Cetakan
II.
Jakarta,
Harvarindo.
544. Siregar,
C.J.P.
&
Amalia,
L.
(2004)
Farmasi Rumah Sakit :
Teori dan Penerapan
Analisis SWOT, Cetakan
I, Jakarta, EGC.
545. Seto,
S.
(2001)
Manajemen
Bagian
Farmasi
untuk
Pengelola
Farmasi
Rumah Sakit, Pedagang
Besar Farmasi, Industri
Farmasi, Cetakan I,
Surabaya,
Airlangga
University Press.
546. Seto. S., Yunita & Triana,
L. (2004) Manajemen
Farmasi. Cetakan II.
Surabaya,
Airlangga
University Press.
547. Sugiyarso, G. &
Winarni, F. (2005) Manajemen
Keuangan : Pemahaman Laporan
Keuangan, Pengelolaan Aktiva.
Kewajiban, dan Modal, serta
Pengukuran Kinerja Perusahaan.
Cetakan II. Yogyakarta, Penerbit
Media Pressindo.
548.
549.
550.
551.
552.

553.