Anda di halaman 1dari 21

PENYIAPAN KEBUTUHAN PERENCANAAN

PEMBANGUNAN PERKOTAAN
SESUAI STANDAR PELAYANAN PERKOTAAN

Jakarta, 30 Juni 2014

Latar Belakang

Kebijakan penyediaan pelayanan


publik telah diakomodasi dalam
RPJMN
2010-2014
dimana
Pemerintah
menyediakan
pelayanan publik sesuai dengan
Standar
Pelayanan
Perkotaan
(SPP).

Diharapkan

Penduduk Indonesia yang tinggal


di wilayah perkotaan
mencapai 54% (data BPS tahun 2010), dan pada tahun
Penduduk Indonesia tahun 2025 sebanyak 65,05%.
Pesatnya
pertumbuhan
penduduk,
mengakibatkan
bertambahnya permasalahan yang berdampak terhadap
perencanaan dan pengelolaan kawasan perkotaan.
Pemerintah berkewajiban untuk menyediakan fasilitas
pelayanan yang optimal dalam upaya menciptakan
kesejahteraan bagi masyarakat khususnya dikawasan
perkotaan.

Pada akhir RPJM 2019-2024


seluruh Kota di Indonesia sudah
dapat
memenuhi
Standar
Pelayanan Perkotaan (SPP).

Kebijakan SPP :
PP No. 38 Tahun 2007
tentang :
Pembagian Urusan
Pemerintahan antara
Pemerintah
Pemerintah Daerah
Provinsi
Pemerintah Daerah
Kabupaten/Kota
Agar menetapkan
Pedoman Standar
Pelayanan Perkotaan
(SPP).

Peraturan
Menteri
Dalam
Negeri
(Permendagri) Nomor 57 Tahun 2010
tentang
Pedoman
Standar
Pelayanan
Perkotaan (SPP).
Agar daerah :
Melakukan inventarisasi jenis pelayanan
yang telah tersedia.
Menyediakan fasilitas pelayanan sesuai
dengan SPP.
Segera merencanakan secara bertahap
sesuai dengan Permendagri No. 57
Tahun 2010.

Tujuan
Meningkatkan kemampuan Aparatur daerah di
dalam menyusun dokumen SPP sebagaimana
tercantum dalam lampiran Permendagri Nomor
57 Tahun 2010, dimana dokumen SPP tersebut
akan
menjadi
bagian
terintegrasi
dari
dokumen perencanaan pembangunan daerah.

Sasaran
Melakukan review terhadap kebijakan yang telah
dikeluarkan oleh pemerintah daerah maupun Pemerintah.
Melakukan klasifikasi terhadap kawasan perkotaan yang
dijadikan ruang lingkup wilayah.
Melakukan analisa kebutuhan terhadap fasilitas perkotaan.
Memberikan rekomendasi bagi pemerintah daerah
mengenai pemenuhan fasilitas perkotaan sesuai dengan
standar pelayanan perkotaan yang telah ditetapkan
sebelumnya.

Kebijakan
Dasar Hukum
dalam
Penyiapan
Kebutuhan
Perencanaan
Pembanguna
n Perkotaan
Sesuai
Standar
Pelayanan
Perkotaan

Undang-Undang
Nomor 32 Tahun
2004 tentang
Pemerintahan
Daerah
Undang-Undang
Republik Indonesia
Nomor 26 Tahun 2007
Tentang Penataan
Ruang

Undang-undang
Nomor 25 Tahun
2009 tentang
Pelayanan Publik
Undang-undang Nomor
1 Tahun 2011 tentang
Perumahan dan
Kawasan Permukiman

Peraturan Pemerintah
Nomor 34 Tahun 2009
Tentang Pedoman
Pengelolaan Kawasan
Perkotaan

Peraturan Pemerintah
Nomor 15 Tahun 2010
Tentang
Penyelenggaraan
Penataan Ruang

Peraturan Pemerintah Nomor


38 Tahun 2007 tentang
Pembagian Urusan
Pemerintahan antara
Pemerintah, Pemerintah
Daerah Provinsi dan
Pemerintah Daerah
Kabupaten/Kota

Peraturan Pemerintah
Nomor 65 Tahun 2005
tentang Pedoman
Penyusunan dan
Penerapan Standar
Pelayanan Minimal

Peraturan Menteri
Dalam Negeri
Nomor 57 Tahun
2010 tentang
Pedoman Standar
Pelayanan
Perkotaan
Peraturan
Kementrian/Kelemb
agaan yang terkait
dengan Standar
Pelayanan
Perkotaan

Ruang Lingkup
Ruang Lingkup
Materi

Ruang lingkup materi


yang dilakukan dalam
kegiatan ini meliputi:

Melakukan pengumpulan data jenis


pelayanan sesuai SPP keempat kota
target;
Melakukan inventarisasi renstra SKPD
yang
terintegrasi
dalam
dokumen
perencanaan
pembangunan
daerah
terkait dengan pemenuhan SPP di 4 Kota;
dan
Menyusun Laporan Pekerjaan, yang
terdiri
dari:
Laporan
Pendahuluan,
Laporan
Antara,
Laporan
Akhir
Sementara dan Laporan Akhir.

Ruang Lingkup
Wilayah
Kegiatan Penyiapan
Kebutuhan
Perencanaan
Pembangunan
Perkotaan Sesuai
Standar Pelayanan
Perkotaan ini memiliki
ruang lingkup kawasan
di empat kota berbeda
yaitu :

Kota Tanjungpinang Provinsi Kepulauan


Riau;
Kota Pekalongan Provinsi Jawa Tengah
Kota Bogor Provinsi Jawa Barat dan
Kota Singkawang Provinsi Kalimantan
Barat.

Kota Tanjungpinang

Fasilitas Peribadatan

Ruang Terbuka

Jaringan Drainase

Fasilitas
Kesehatan

Kota Tanjungpinang berada


di Pulau Bintan dengan
letak
geografis
berada
0
pada 0 51 sampai dengan
00 59 LU dan 1040 23
sampai dengan 1040 34
BT.
Wilayah
Kota
Tanjungpinang
mencapai
239,50
km
dengan
keadaan geologis sebagian
berbukit-bukit dan lembah
yang landai sampai ke tepi
laut.
Batas Wilayah administrasi Kota
Tanjungpinang sebagai berikut :
Utara: Kabupaten Bintan dan
Kota
Batam
Selatan
: Kabupate Bintan
Barat: Kota Batam
Timur
: Kabupaten Bintan

Menurut data Disdukcapil


pada Tahun 2012 jumlah
penduduk
Kota
Tanjungpinang
sebesar
229.396
jiwa,
turun
sebesar 0,43 persen

Ibukota Provinsi Sedang

Kota
Pekalongan
adalah
salah satu kota di pesisir
pantai utara Provinsi Jawa
Tengah.
Kota
Pekalongan
membentang
antara
6504272344 LS dan
10937551097819 BT

Kota Pekalongan
Fasilitas Peribadatan

Fasilitas
Pemerintahan

Keadaaan Pekalongan tanah


berwarna di agak kelabu
dengan jenis tanah Aluvial
yohidromorf.
Luas
daerah
Kota
Pekalongan 45.25 Km2

Menurut data BPS pada


Tahun
2012
jumlah
penduduk
Kota
Pekalongan
sebesar
290.347 jiwa, dengan
rata-rata
pertumbuhan
penduduk 0,92 %.

Batas Wilayah administrasi Kota


Pekalongan sebagai berikut :
Utara: Laut Jawa
Selatan
: Kabupaten
Pekalongan
dan Kabupaten
Batang
Barat: Kabupaten Pekalongan
Timur
: Kabupaten Batang

Fasilitas Perdagangan

Fasilitas
Kesehatan

Ibukota Provinsi Sedang

Fasilitas Peribadatan

Ruang Terbuka

Fasilitas
Pemerintahan

Fasilitas
Kesehatan

Kota Bogor terletak di antara


1064330BT
1065100BT dan 3030LS

64100LS
serta
mempunyai ketinggian ratarata minimal 190 meter,
maksimal 350 meter dengan
jarak dari ibu kota kurang
lebih 60 km
Luas wilayah Kota Bogor
sebesar 118.50 km terdiri
ari 6 kecamatan dan 68
kelurahan
dan mengalir
beberapa sungai yaitu sungai
ciliwung,
cisadane,
cipakancilan, cidepit, ciparigi
dan cibalok.
Batas Wilayah administrasi
Kota Bogor sebagai berikut :
Utara: Kec.Sukaraja,
Kec.Bojong dan
Kec.Bojong Gede,
Kec.Kemang
Selatan
: Kec.Cijeruk
dan Kec.Caringin
Barat: Kec.Kemang dan
Kec.Dramaga
Timur
: Kec.Sukaraja
dan Kec.Ciawi

Kota Bogor

Menurut data BPS Tahun


2012 jumlah penduduk
Kota
Bogor
sebanyak
1.004.831
jiwa.
Pertumbuhan
penduduk
Kota
Bogor
meningkat
sebanyak 3,87% dari tahun
sebelumnya.

Ibukota Provinsi

Besar

Kota Singkawang
Kota Singkawang terletak pada
04455,85 010121,51 LU
dan 1085147,6-1091019
BT. Kota Singkawang merupakan
yang terkecil luas wilayahnya
setelah kota Pontianak.

Kota Singkawang terdiri dari


lima kecamatan dengan luas
wilayah 504.00 Km2 atau
sekitar 0,34% dari luas wilayah
Kalimantan Barat.

Menurut data BPS pada Tahun


2012 Jumlah penduduk Kota
Singkawang
sebanyak
194.902 jiwa, dimana 99.937
jiwa laki-laki dan 94.965 jiwa
perempuan, dengan kata lain
perbandingan
antara
penduduk
laki-laki
dan
perempuan
(sex
ratio)
sebesar 105,24.

Batas Wilayah administrasi Kota


Singkawang sebagai berikut :
Utara: Kabupaten Sambas
Selatan
: Kabupaten
Bengkayang
Barat: Laut Natuna
Timur
: Kabupaten
Bengkayang

Fasilitas Peribadatan

Fasilitas
Pemerintahan

Fasilitas Perdagangan

Fasilitas
Kesehatan

Ibukota Provinsi Sedang

Skema Standar Pelayanan Perkotaan


Komunikasi dan
Informasi (6)

Perumahan (2)

Drainase

Air Limbah (2)

Persampahan (3)

Permukiman
Perkotaan

Air Minum

Pelayanan Perizinan

RTH

Energi (2)

Sarana Pengendalian
Lingkungan Hidup (2)
Ketentraman dan
Ketertiban

Prasarana Jalan
Lingkungan (3)

Penanggulangan
Bencana (3)

Pemusatan dan Distribusi


Pelayanan Jasa Pemerintahan

Pelayanan Administrasi
Kependudukan dan Administrasi
Pertanahan (2)

Perkantoran
Pemerintahan
Pelayanan
Ketenagakerjaan (3)

Pergudangan

Jasa Keuangan (2)

Sarana
Peribadatan

Pusat Informasi
Daerah
Pendidikan (12)

Pusat Kegiatan
Ekonomi

Pelayanan Sosial
Kesehatan (11)

Pusat Pelayanan
Sosial (5)

Rekreasi dan
Olahraga (5)

Pemakaman (2)

Pelayanan
Transportasi (8)

Penginapan

Pusat Perdagangan
dan Jasa (3)

Ruang Untuk Sektor


Informal dan Usaha
Kecil dan Menengah

Metodologi
TAHAP
PENDAHULUAN

TAHAP ANTARA

Juni
1

Juli
3

Tinjauan
Peraturan
Perundangundangan dan
Kebijakan
Terkait / Kajian
Literatur

PEMBAHASA
N LAPORAN

Penyiapan Kebutuhan
Perencanaan
Pembangunan
Perkotaan sesuai SPP

Analisis
Guna mengelompokan atau
membuat data menjadi
sistematis sesuai dengan
kebutuhan dokumen SPP

Metode
Pengumpulan
Data :
Metode
Dokumentasi,
Metode Asistensi
(PP,Renstra
SKPD,data
Statistik)

Perbaikan &
Penyerahan Laporan
OUTPUT/
PELAPORAN

Setelah data terkumpulkan,


selanjutnya melakukan kompilasi dan
pengolahan data

Penetapan telaah
bidang dan sub bidang
SPP

Ekspos
LAP-DUL

Rapat Terbatas dengan


Bappeda
Survey Intansional
Observasi Lapangan

Pemantapan
Metodologi &
Rencana Kerja

Penyusunan
Laporan
Pendahuluan

September

Persiapan Survey
Lapangan

Koordinasi
Awal

Proses
Pelaksanaa
n Pekerjaan

Agustus
3

Diskusi
Awal

Kota dalam
angka dan
Sumber Data

TAHAP FINALISASI

Laporan Pendahuluan

Penyusunan
Laporan
Antara

Ekspos
LAP-ANT

Oktober
4

November
4

Singkronisasi Rencana
Pembangunan dengan hasil
analisa SPP di wilayah 4 Kota
Penyusunan Dokumen
SPP
Melakukan review terhadap
kebijakan yang telah dikeluarkan oleh
pemerintah daerah maupun
Pemerintah
Melakukan klasifikasi terhadap
kawasan perkotaan yang dijadikan
ruang lingkup wilayah
Melakukan analisa kebutuhan
terhadap fasilitas perkotaan
Memberikan rekomendasi bagi
pemerintah daerah mengenai
pemenuhan fasilitas perkotaan sesuai
dengan standar pelayanan perkotaan
Penyusunan Draf
Laporan Akhir

Hasil yang
diharapkan :
Tersusunnya
dokumen SPP di 4
Kota
Inventarisasi
renstra SKPD yang
terintegrasi dalam
dokumen
perencanaan
pembangunan
daerah terkait
dengan pemenuhan
SPP di 4 Kota

Ekspos
Draf LAP-AKH

Perbaikan &
Penyerahan Laporan

Laporan
Antara

Laporan Akhir
Final

Proses Pelaksanaan
Pekerjaan
Kota Dalam
Angka dan
Sumber Data

Diskusi Awal

Tahap
Pendahulu
an

Koordinasi Awal
Pemantapan
Metodologi &
Rencana Kerja
Penyiapan
Kebutuhan
Perencanaan
Pembangunan
Perkotaan sesuai
SPP

Laporan
Pendahuluan

Penetapan Telaah
Bidang dan Sub
Bidang SPP
Penyusunan
Laporan
Pendahuluan

Ekspos
Draft Laporan
Pendahuluan

Tinjauan Peraturan
Perundangundangan dan
Kebijakan Terkait /
Kajian Literatur

next

Proses Pelaksanaan
Pekerjaan
Metode Pengumpulan
Data :
Metode Dokumentasi,
Metode Asistensi, FGD,
Workshop (PP,Renstra
SKPD,data Statistik)

Tahap
Antara
Persiapan Survey
Lapangan
Rapat Terbatas dengan
Bappeda
Survey Intansional
Observasi Lapangan
Kajian
Terhadap
Dokumen Perencanaan
Pembangunan
Kajian Penyediaan SPP di
4 Kota Yang Menjadi
Wilayah Perencanaan
Penyusunan Laporan
Antara

Ekspos
Draft Laporan Antara

LAPORAN
ANTARA

Data yang telah


dikumpulkan,
selanjutnya
dikompilasi
untuk
dianalisis
guna
mengelompokan
atau membuat data
menjadi sistematis
sesuai
dengan
kebutuhan dokumen
SPP

next

Proses Pelaksanaan
Pekerjaan

Kompilasi dan Pengolahan


Data
Singkronisasi
Standar
Pelayanan Perkotaan dan
Dokumen Perencanaan di
wilayah 4 Kota

Tahap
Finalisasi

Melakukan review
terhadap
kebijakan
yang
telah
dikeluarkan oleh pemerintah
daerah maupun Pemerintah
Melakukan klasifikasi terhadap
kawasan
perkotaan
yang
dijadikan ruang lingkup wilayah
Melakukan analisa kebutuhan
terhadap fasilitas perkotaan

LAPORAN
AKHIR FINAL

Memberikan rekomendasi bagi


pemerintah daerah mengenai
pemenuhan fasilitas perkotaan
sesuai
dengan
Standar
Pelayanan Perkotaan
Penyusunan Draf Laporan
Akhir

Ekspos
Draf Laporan Akhir

Tersusunnya Dokumen
SPP Yang Terintegrasi
Dengan Dokumen
Perencanaan
Pembangunan Daerah

Jadwal Kegiatan

Kota Tanjungpinang
Minggu 3 Juli 2014

Kota Bogor
Minggu 2 Juli 2014

Kota Singkawang
Minggu 3 Juli 2014

Kota Pekalongan
Minggu 2Juli 2014

Rencana Kerja
Jadwal Pelaksanaan Kegiatan
Penyiapan Kebutuhan Perencanaan Pembangunan Perkotaan Sesuai Standar Pelayanan
Perkotaan TA 2014

Jadwal Penugasan Tenaga


Ahli

Instansi Terkait Dengan Permohonan Data


Dinas Pertamanan dan
Pemakaman
BAPPEDA Kota

Badan Lingkungan Hidup

Badan Pusat Statistik

Badan Pertanahan Nasional

Sekretaris Daerah

Dinas Tenaga Kerja dan

Dinas Pekerjaan Umum Daerah

Transmigrasi

Dinas Perhubungan

Kantor Pelayanan Perijinan

Dinas Kelautan

Badan Nasional Penanggulangan

Dinas Pendidikan

Bencana Daerah

Dinas Kesehatan

Dinas Sosial

Dinas Perindustrian, Perdagangan,

Dinas Pemuda dan Olahraga

dan Koperasi

Departemen Agama

Dinas Kebersihan

Departemen Keuangan

Dinas Pertambangan dan Informasi

Dinas Pariwisata
Dinas Kependudukan dan Catatan
Sipil

Terima
Kasih