Anda di halaman 1dari 2

Bendungan Malpasset adalah bendungan lengkung di Sungai Reyran, Perancis yang

terletak sekitar 7 km sebelah utara dari Frjus di Selatan Perancis. Bendungan ini
runtuh pada tanggal 2 Desember 1959, menewaskan 423 orang dan menyebabkan
kerusakan sebesar total $ 68.000.000.

Bendungan ini dibangun untuk memasok air minum dan irigasi air. Konstruksi dimulai
pada bulan April 1952 dan selesai pada tahun 1954. Sumber lain melaporkan bahwa
pembangunan dimulai pada awal 1941. Penundaan pembangunan bendungan terjadi
karena kurangnya dana dan mogoknya para tenaga kerja mengganggu konstruksi
bendungan beberapa kali. Konstruksi bendungan menelan biaya 580 juta franc.
Pembangunan bendungan ini dipimpin oleh insinyur teknik terkenal atas Perancis Andr
Coyne. Proyek ini didanai dan dimiliki oleh Pemerintah. Bersamaan dengan
pembangunan bendungan, pembanugnan autoroute A8 atau dikenal juga sebagai jalan
raya sekitar 1.400 meter dari lokasi bendungan.

Bendungan runtuh pada 21:13 pada 2 Desember 1959 pukul 21:13. Seluruh dinding
runtuh dengan hanya beberapa blok yang tersisa di tepi kanan. Potongan bendungan
masih tersebar di seluruh daerah.
Runtuhnya bendungan ini menciptakan gelombang besar air setinggi 40 meter (130
kaki) tinggi dan bergerak 70 kilometer (43 mil) per jam, menghancurkan dua desa kecil,
Malpasset dan Bozon, sebuha lokasi pembangunan jalan raya, dan dalam 20 menit
gelombang air masih setinggi 3 meter (10 kaki) dan mencapai Frjus. Berbagai jalan
kecil dan rel kereta api juga hancur, air membanjiri bagian barat Frjus dan akhirnya
mencapai laut.

Studi geologi dan hidrologi dilakukan pada tahun 1946 dan lokasi dianggap cocok untuk
dilakukan pembangunan bendungan. Karena kurangnya pendanaan untuk proyek, studi
geologi di wilayah tersebut dilakukan secara tidak menyeluruh. Berdasarkan ilmu
litologi, batuan yang mendasari bendungan adalah batuan metamorf disebut gneiss.
Jenis batuan ini dikenal relatif kedap air, yang berarti bahwa tidak ada aliran air tanah
yang signifikan ke dalam unit batu, dan tidak memungkinkan air untuk menembus
tanah. Di sisi kanan (melihat ke bawah sungai), juga batu, dan dinding sayap beton
dibangun untuk menghubungkan dinding ke tanah.
Faktor-faktor lain yang berkontribusi juga; tekanan air secara diagonal ke arah dinding
bendungan, yang tidak ditemukan pada awalnya. Akibatnya, air yang terkumpul pada

bagian bawah dinding bendungan dan tidak dapat menembus melalui tanah karena
impermeabilitas dari batu gneiss di bawah bendungan.
Pada akhirnya, teori lain menyatakan bahwa ledakan-ledakan yang terdapat selama
pembangunan jalan raya di dekat bendungan menyebabkan pergeseran batuan dasar
pada bendungan. Beberapa minggu sebelum bencana, beberapa suara retak terdengar
namun tidak diperiksa. Tidak diketahui kapan suara retak mulai terdengar. Terjadi
beberapa kebocoran pada sisi kanan bendungan pada November 1959.