Anda di halaman 1dari 210

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM TEACHING

DENGAN METODE DISKUSI BERBANTUAN LEMBAR KERJA


SISWA (LKS) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR
MATERI BENTUK PANGKAT DAN AKAR PADA SISWA
KELAS X SEMESTER I SMA N 1
KARANGANYAR DEMAK
TAHUN PELAJARAN 2010/2011

SKRIPSI
Oleh:
NUR ALINA RAKHMAWATI
06310168

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA


FAKULTAS PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN
ILMU PENGETAHUAN ALAM
IKIP PGRI SEMARANG
2011

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM TEACHING


DENGAN METODE DISKUSI BERBANTUAN LEMBAR KERJA
SISWA (LKS) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR
SISWA PADAMATERI BENTUK PANGKAT DAN AKAR
KELAS X SEMESTER I SMA N 1 KARANGANYAR
DEMAK TAHUN PELAJARAN 2010/2011

SKRIPSI
Diajukan Dalam Rangka Penyelesaian Studi Strata 1
Untuk Mencapai Gelar Sarjana Pendidikan

Oleh:
NUR ALINA RAKHMAWATI
06310168

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA


FAKULTAS PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN
ILMU PENGETAHUAN ALAM
IKIP PGRI SEMARANG
2011

HALAMAN PERSETUJUAN

Kami selaku Pembimbing I dan Pembimbing II Mahasiswa IKIP PGRI


Semarang:
Nama : Nur Alina Rakhmawati
NPM : 06310468
Jurusan : Pendidikan Matematika
Judul Skripsi :
Penerapan model quantum teaching dengan metode diskusi
berbantuan Lembar Kerja Siswa (LKS) untuk meningkatkan hasil belajar
siswa pada materi pokok bentuk pangkat dan akar kelas X Semester I
SMA N 1 Karanganyar Demak tahun pelajaran 2010/2011
Dengan ini menyatakan bahwa skripsi yang dibuat oleh mahasiswa
tersebut telah selesai dan siap diujikan.

Semarang,2011
Pembimbing I

Pembimbing II

Dra. Intan Indiati,M.Pd

Drs. Rasiman,M.Pd

NIP.19104291986032002

NIP.195602181986031001

ii

HALAMAN PENGESAHAN

Skripsi dengan judul : Penerapan Model Quantum Teaching dengan Metode


Diskusi Berbantuan Lembar Kerja Siswa (LKS) untuk Meningkatkan Hasil
Belajar Siswa pada Materi Pokok Bentuk Pangkat dan Akar pada Kelas X
Semester I SMA N 1 Karanganyar Demak Tahun Pelajaran 2010/2011ditulis
oleh Nur Alina Rakhmawati telah dipertahankan di depan sidang Panitia Ujian
Skripsi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam IKIP PGRI Semarang
pada :
Hari

: Sabtu

Tanggal : 26 Februari 2011


Ketua

Sekretaris

Ary Susatyo Nugroho, S.si., Msi.

Drs. Rasiman, M.Pd.

NIP.196908261994031002

NIP. 195602181986031001

Penguji

Tanda Tangan

1. Dra. Intan Indiati, M.Pd

(..)

NIP. 196104291986032002
2. Drs. Rasiman, M.Pd

(..)

NIP. 195602181986031001
3. Puji Rahayu, M.Pd

(.................)

NIP. 088401208

iii

MOTTO

Dengan ilmu hidup itu menjadi mudah, dengan dzikir hidup itu menjadi indah,
dengan agama hidup itu menjadi terarah, dengan tali silahturahmi hidupmenjadi
bergairah.
Orang yang bahagia bukanlah orang yang berlimpah harta maupun berpangkat
tinggi, melainkan orang yang mampu dan selalu mensyukuri nikmat-Nya sekecil
apapun.
Sejauh mana keinginan, kesungguhan dan kesabaranmu, maka sejarah akan
menuliskannya. Kemenangan tidak akan diberikan secara Cuma-Cuma,
kemenangan hanya bisa diraih dengan kesungguhan dan pengorbanan (Dr. Aidh
Al-Qarni).
Sesungguhnya sesudah kesukaran itu ada kemudahan, maka kerjakanlah suatu
urusan dengan sungguh-sungguh hanya kepada Allah-lah kamu berharap (QS.
Annar : 6-8)
Tiadalah suatu kebahagian bagi orang yang keluar dari rumahnya untuk menuntut
ilmu selain Allah SWT akan memudahkan jalannya ke surga. (Hr.Thabrani dari
Aisyah)(Hadist).

iv

PERSEMBAHAN
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT atas selesainya penyusunan skripsi ini.
Skripsi ini penulis persembahkan untuk :
Ibuku ( Hj. Urip ) dan Bapakku ( H. Mochtar ), terimakasih doa tiada hentinya,
kasih saying tiada habisnya, semangat dan pengorbanan tiada taranya. I will
always love you.
Kakak Kakakku, adikku ( Intan ), dan ponakan - ponakanku serta keluarga
besarku yang selalu memperhatikanku dan memberikan motivasi, terima kasih atas
segalanya.
Kasihku, terima kasih buat segala semangat dan perhatiannya.
Teman-teman Kelas D angkatan 2006/2007, terima kasih buat semangat
perjuangannya dan kerjasamanya.
Saudara-Saudaraku di mana pun kalian berada, terima kasih buat doa, motivasi,
dan partisipasinya hingga terselesainya skripsi ini.
Almamaterku tercinta

ABSTRAKSI
Nur Alina Rakhmawati. Penerapan model quantum teaching dengan metode
diskusi berbantuan Lembar Kerja Siswa (LKS) untuk meningkatkan hasil belajar
siswa pada materi pokok bentuk pangkat dan akar kelas X Semester I SMA N 1
Karanganyar Demak tahun pelajaran 2010/2011. Skripsi. Semarang : Fakultas
Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam IKIP PGRI Semarang, Agustus
2010.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil wawancara dengan Bapak Sigit Rianto
yang merupakan guru matematika dari SMA N 1 Karanganyar Demak, bahwa hasil
belajar untuk materi bentuk pangkat dan akar belum memuaskan karena belum
mencapai KKM. Adapun rumusan masalah dari penelitian ini adalah Apakah melalui
model pembelajaran quantum teaching dengan metode diskusi berbantuan Lembar
Kerja Siswa (LKS) dapat meningkatkan hasil belajar matematika pada materi pokok
bentuk pangkat dan akar siswa kelas X Semester I SMA N 1 Karanganyar Demak tahun
pelajaran 2010/2011?
Desain penelitian yang digunakan peneliti adalah Penelitian Tindakan Kelas
(PTK). Subjek dalam penelitian ini adalah siswa dan guru matematika kelas X SMA N
1 Karanganyar Demak tahun pelajaran 2010/2011, dengan kelas X-3 sebagai kelas uji
coba dan kelas X-4 sebagai kelas penelitian
Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh meningkatnya kinerja guru dalam proses
pembelajaran dari siklus I ke siklus II sebesar 62,5% meningkat menjadi 79,17%.
Keaktifan siswa selama proses pembelajaran sudah memenuhi indikator keberhasilan
dengan meningkatnya dari siklus I yang semula mencapai 61,88% menjadi 75,13%
pada siklus II.
Hasil pengamatan tanggapan siswa terhadap model pembelajaran quantum
teaching dengan metode diskusi berbantuan Lembar Kerja Siswa (LKS) ditunjukkan
dengan angket yang terdiri dari 20 item memperoleh prosentase 76,9% yang artinya
tanggapan siswa sangat setuju sekali. Hasil tes evaluasi siklus I belum tercapai karena
belum sesuai dengan indikator keberhasilan yang diharapkan. Siswa yang mendapat
nilai 65 atau tuntas belajar ada 29 siswa sedangkan yang tidak tuntas belajar ada 11
siswa dengan skor rata-rata 70,25 dan prosentase banyaknya siswa yang tuntas belajar
72,5%. Sedangkan hasil tes evaluasi siklus II bahwa siswa yang mendapat nilai 65
atau tuntas belajar ada 34 siswa dan yang tidak tuntas belajar ada 6 siswa dengan skor
rata-rata 73,63 prosentase banyaknya siswa yang tuntas belajar 85% sehingga sudah
memenuhi indikator keberhasilan.
Dari hasil penelitian maka dapat ditarik kesimpulan bahwa model quantum
teaching dengan metode diskusi berbantuan Lembar Kerja Siswa (LKS) dapat
meningkatkan hasil belajar materi pokok bentuk pangkat dan akar siswa kelas X
Semester I SMA N 1 Karanganyar Demak tahun pelajaran 2010/2011.
Berdasarkan penelitian tindakan kelas ini saran yang dapat disampaikan adalah
bahwa guru mata pelajaran harus kreatif dan bersemangat dalam menyampaikan
pelajaran, supaya siswa bisa lebih termotivasi untuk mengikuti pelajaran. Mudahmudahan penelitian ini bermanfaat dan dapat mendorong para praktisi dibidang
pendidikan supaya selalu berkarya dan membangun pendidikan kearah yang lebih baik
lagi.

vi

KATA PENGANTAR

Puji syukur hanyalah untuk Allah swt, karena berkat Rahmat dan
KaruniaNya penulis telah berhasil menyelesaikan penelitian dan penulisan skripsi
yang berjudul Penerapan model quantum teaching dengan metode diskusi berbantuan
Lembar Kerja Siswa (LKS) untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi pokok
bentuk pangkat dan akar kelas X Semester I SMA N 1 Karanganyar Demak tahun
pelajaran 2010/2011

Skripsi ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar
sarjana pendidikan matematika di Fakultas Pendidikan dan Ilmu Pengetehuan
Alam pada Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Persatuan Guru Republik
Indonesia (IKIP PGRI SEMARANG).
Dalam skripsi ini telah banyak hal yang penulis terima, baik secara
langsung maupun tidak langsung. Atas bimbingan dan arahan dalam penyusunan
skripsi ini, penulis mengucapkan terima kasih kepada yang terhormat :
1. Muhdi, SH,M.Hum selaku Rektor IKIP PGRI Semarang.
2. Ary Susatyo Nugroho, S.Si, M.Si selaku Dekan Fakultas Pendidikan
Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam IKIP PGRI Semarang.
3. Drs. Rasiman, M.Pd selaku Ketua Program Studi Pendidikan Matematika
dan Pembimbing II yang selalu membantu dan membimbing serta
mengarahkan saya dalam penyusunan skripsi ini.
4. Dra. Intan Indiati, M.Pd selaku Pembimbing I yang selalu membantu dan
membimbing serta mengarahkan saya dalam penyusunan skripsi ini.
5. Kepala Sekolah dan Guru Matematika SMA N 1 Karanganyar Demak.
6. Siswa Kelas X SMA N 1 Karanganyar Demak.
7. Ayah dan Ibu yang selalu mendoakan demi terselesaikannya skripsi ini.
8. Semua pihak yang telah memberikan bantuan serta dorongan dalam
penyusunan skripsi ini.

vii

Dengan segala kerendahan hati, penulis mengakui bahwa dengan


keterbatasan pengetahuan, kemampuan serta literatur pendukung yang penulis
gunakan. Maka, tentunya skripsi ini jauh dari sempurna. Untuk itu penulis
mengharapkan kritik serta saran yang bersifat membangun dari para pembaca.

Semarang,
Penulis

viii

Februari 2011

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ......................................................................................

HALAMAN PERSETUJUAN .......................................................................

ii

HALAMAN PENGESAHAN ........................................................................

iii

MOTTO ..........................................................................................................

iv

PERSEMBAHAN ..........................................................................................

ABSTRAKSI .................................................................................................

vi

KATA PENGANTAR ...................................................................................

vii

DAFTAR ISI ..................................................................................................

ix

DAFTAR LAMPIRAN ..................................................................................

xi

BAB I

PENDAHULUAN .......................................................................

A. Latar Belakang Masalah.........................................................

B. Penegasan Istilah ...................................................................

C. Permasalahan .........................................................................

D. Pemecahan Masalah ..............................................................

E. Tujuan dan Manfaat Penelitian ..............................................

1. Tujuan Penelitian ...

2. Manfaat Penelitian

10

F. Sistematika Penulisan Skripsi ...............................................

11

LANDASAN TEORI ..................................................................

13

A. Pengertian Belajar .................................................................

13

B. Prinsip-Prinsip Belajar ...........................................................

14

C. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Belajar ..........................

15

D. Pembelajaran Matematika..

22

E. Quantum Teaching ................................................................

23

F. Prinsip-Prinsip Quantum Teaching ...

25

G. Kerangka Rancangan Pembelajaran Quantum Teaching ......

27

H. Diskusi ...

29

BAB II

ix

I. Lembar Kerja Siswa (LKS) ....

33

J. Uraian Materi Tentang Bentuk Pangkat dan Akar .....

45

K. Kerangka Berpikir ......

41

L. Hipotesis Tindakan

42

BAB III METODE PENELITIAN ...

43

A. Subyek Penelitian ...................................................................

43

B. Faktor Penelitian ....................................................................

43

C. Rencana Tindakan ..................................................................

44

D. Data dan Cara Pengumpulan Data .........................................

49

E. Instrumen Data ...................................................................... .

49

F. Analisis Data ..........................................................................

55

G. Indikator Keberhasilan ...........................................................

56

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN .


A. Persiapan Penelitian ..

58
58

B. Pelaksanaan Penelitian ..

69

C. Pembahasan

79

BAB V PENUTUP

83

A. Simpulan .

83

B. Saran

84

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN-LAMPIRAN

DAFTAR LAMPIRAN
1. Daftar Nama Kelas X-4 ( Kelas Penelitian ).
2. Daftar Nama Kelas X-3 ( Kelas Uji Coba ).
3. Daftar Nama Kelompok Kelas Penelitian.
4. Soal Tes Uji Coba Siklus I.
5. Soal Tes Uji Coba Siklus I I.
6. Uji Validitas Siklus I.
7. Analisis Validitas Butir Soal Siklus I.
8. Uji Reliabilitas Siklus I.
9. Analisis Reliabilitas Soal Siklus I.
10. Analisis Taraf Kesukaran Siklus I.
11. Analisis Daya Pembeda Siklus I.
12. Rekapitulasi Soal Siklus I.
13. Uji Validitas Siklus II.
14. Analisis Validitas Butir Soal Siklus II.
15. Uji Reliabilitas Siklus II.
16. Analisis Reliabilitas Soal Siklus II.
17. Analisis Taraf Kesukaran Siklus II.
18. Analisis Daya Pembeda Siklus II.
19. Rekapitulasi Soal Siklus II.
20. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 1 (RPP 1) Siklus I.
21. Lembar Kerja Siswa 1 (LKS 1) Siklus I.
22. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 2 (RPP 2) Siklus I.
23. Lembar Kerja Siswa 2 (LKS 2 ).
24. Kisi Kisi Soal Tes Evaluasi Siklus I.
25. Soal Tes Siklus I.
26. Kunci Jawaban Tes Siklus I.
27. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 3 (RPP 3) Siklus II.
28. Lembar Kerja Siswa 3 (LKS 3) Siklus II.
29. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran 4 (RPP 4) Siklus II.
30. Lembar Kerja Siswa 4 (LKS 4 ).
xi

31. Kisi Kisi Soal Tes Evaluasi Siklus II.


32. Soal Tes Siklus II.
33. Kunci Jawaban Tes Siklus II.
34. Analisis Hasil Tes Siklus I.
35. Analisis Hasil Tes Siklus II.
36. Lembar Observasi Keaktifan Siswa Siklus I.
37. Analisis Kinerja Guru Siklus I.
38. Lembar Observasi Keaktifan Siswa Siklus II.
39. Analisis Kinerja Guru Siklus II.
40. Angket Model Pembelajaran Quantum Teaching dengan Metode Diskusi
Berbantuan LKS.
41. Analisis Hasil Angket.

xii

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Manusia mempunyai kelebihan dibandingkan makhluk ciptaan-Nya
yang lain, diantaranya adalah bahwa manusia dikaruniai akal. Kelebihan akal
ini mendorong manusia untuk berpikir, mampu memahami baik dan buruk,
benar dan salah sehingga manusia mempunyai derajat yang tinggi. Selain itu
juga mampu mengembangkan pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki
untuk dapat melakukan perbuatan yang selaras dengan lingkungan serta
mampu mempertahankan kelangsungan hidupnya.
Pendidikan formal maupun nonformal adalah sarana penting untuk
mengembangkan kerangka berpikir bagi manusia sehingga memperoleh
kesuksesan. Hal ini disebabkan karena pendidikan berpengaruh dan berperan
langsung terhadap perkembangan keseluruhan aspek kehidupan manusia.
Pendidikan yang sekedar berorientasi pada materi akan menghasilkan peserta
didik yang hanya berorientasi pada hasil akhir yang berupa angka, sementara
segi pemahaman dan pengetahuan yang diperoleh dangkal, sehingga siswa
hanya memiliki pemahaman yang bersifat verbal.
Matematika sebagai salah satu pelajaran dalam pendidikan dikenal
sebagai pelajaran yang tidak terlalu mudah dipahami dan diikuti oleh siswa.
Bahkan sebagian siswa merasa takut dengan pelajaran matematika, sehingga
mempelajari saja tidak senang apalagi memahami dan menguasainya.

Berdasarkan informasi dari guru matematika SMA N 1 Karanganyar


Demak, prestasi belajar siswa pada pelajaran matematika kelas X SMA N 1
Karanganyar Demak tidak seperti yang diharapkan. Hal ini dikarenakan siswa
masih banyak mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal-soal terutama
yang berhubungan dengan materi bentuk pangkat dan akar. Pada tahun lalu
sebesar 50% dari 40 siswa memperoleh nilai ulangan matematika materi
bentuk pangkat dan akar rata-rata di bawah 6,0. Hasil belajar tersebut belum
mencapai KKM yang sudah ditentukan yaitu sebesar 6,1.
Dengan adanya alasan tersebut, maka sangatlah penting bagi guru
memahami karakteristik materi, siswa dan metodologi pembelajaran dalam
proses pembelajaran terutama berkaitan pemilihan terhadap model-model
pembelajaran modern. Dengan demikian proses pembelajaran akan lebih
variatif, inovatif, dan konstruktif dalam merekonstruksi wawasan pengetahuan
dan implementarinya sehingga dapat meningkatkan aktivitas dan kreativitas
siswa. Dengan begitu pandangan siswa tentang matematika sebagai pelajaran
yang sulit dan menakutkan terbantahkan. Selain itu dengan pemahaman
konsep yang jelas akan membantu siswa untuk lebih semangat mengikuti
pelajaran yang disampaikan oleh guru, sehingga pada akhirnya siswa mampu
mengungkapkan kembali konsep-konsep yang telah diterimanya.
Quantum taching merupakan metode pengajaran yang memiliki asas
utama bawalah mereka ke dalam dunia kita dan antarkan dunia kita ke dunia
mereka. Maksud dari asas ini menunjukkan bahwa langkah pertama yang
harus dilakukan oleh seorang guru dalam memulai proses pembelajaran adalah

memasuki dunia siswa, caranya dengan mengkaitkan materi pelajaran yang


akan diberikan dengan sebuah peristiwa yang terjadi dalam kehidupan nyata
mereka. Setelah kaitan terbentuk barulah guru memberikan pemahaman
kepada siswa tentang materi yang diajarkan.
Penyajian materi dalam model quantum teaching ini terdiri dari 6
langkah, yang dikenal dengan TANDUR yaitu: 1) penumbuhan minat siswa,
2) pemberian pengalaman langsung kepada siswa sebelum penyajian, 3)
penyampaian materi dengan multimetode, 4) adanya demonstrasi oleh guru
dengan siswa, 5) pengulangan oleh siswa bahwa mereka benar-benar tahu, dan
6) penghargaan terhadap siswa (DePorter, 2000).
Teknik pelaksanaan model pembelajaran quantum teaching meliputi 1)
pengkondisian awal, pada tahap ini guru menjelaskan kepada siswa tentang
model quantum teaching yang akan diterapkan, 2) penyusunan rencana
pembelajaran, 3) penerapan model quantum teaching dalam penyajian materi
pelajaran, 4) evaluasi, pada penelitian kali ini data-data yang akan dievaluasi
adalah prestasi belajar siswa (aspek kognitif) melalui tes tertulis dan aktifitas
siswa melalui lembar observasi.
Model quantum teaching diharapkan dapat menciptakan siswa-siswa
yang tak hanya memiliki keterampilan akademis, tetapi juga memiliki
keterampilan hidup, sebuah keterampilan penting yang penggunaannya tidak
dibatasi oleh dinding-dinding ruangan kelas melainkan oleh langit, udara, laut,
dan bumi. Inti metode pengajaran ini adalah bagaimana seorang guru dapat
menyatakan karakter anak-anak yang berbeda-beda, agar dapat memiliki peran

dan membawa sukses dalam belajar, artinya guru seolah-olah sedang


memimpin konser saat sedang berada di ruang kelas. Guru dapat memahami
bahwa setiap murid memiliki karakter masing-masing sebagaimana alat-alat
musik, seperti seruling dan gitar yang memiliki suara berbeda tetapi dapat
menyebabkan suara yang merdu apabila dibunyikan secara bersama-sama.
Model quantum teaching dapat ditunjang dengan metode diskusi
dalam pembelajaran, sehingga memungkinkan siswa untuk saling mendengar,
berpendapat, dan bekerja sama. Menurut Suryosubroto (1997), dalam Trianto
(2007) diskusi adalah suatu percakapan ilmiah oleh beberapa orang yang
tergabung dalam satu kelompok, untuk saling bertukar pendapat tentang suatu
masalah atau bersama-sama mencari pemecahan mendapatkan jawaban dan
kebenaran atas suatu masalah.
Dari pengertian tersebut, pemanfaatan diskusi oleh guru mempunyai
arti untuk memahami apa yang ada di dalam pemikiran siswa dan bagaimana
memproses gagasan dan informasi yang diajarkan melalui komunikasi yang
terjadi selama pembelajaran berlangsung baik antar siswa maupun komunikasi
guru dengan siswa. Sehingga diskusi menyediakan tatanan sosial dimana guru
dapat membantu siswa mnganalisis proses berpikir mereka.
Agar diskusi dapat berjalan dengan lancar dan kondusif pada saat
pembelajaran, diperlukan suatu lembar kerja yang dibuat oleh guru yang
sengaja dirancang untuk membimbing siswa dalam suatu proses belajar
mengajar untuk meningkatkan prestasi belajar mereka atau dikenal dengan

Lembar Kerja Siswa (LKS) (http://www.scribc.com/acc/6461437,11-anbahan-ajar).


Berkaitan dengan masalah tersebut, maka diadakan penelitian tindakan
kelas. Penelitian tindakan kelas ini difokuskan dalam penerapan model
quantum teaching dengan metode diskusi berbantuan Lembar Kerja Siswa
(LKS) untuk meningkatkan hasil belajar pada materi pokok bentuk pangkat
dan akar siswa kelas X SMA N 1 Karanganyar Demak. Dimana dalam materi
pokok bentuk pangkat dan akar siswa kelas X belum mencapai hasil yang
memuaskan.
Berdasarkan uraian tersebut di atas, maka penulis melakukan
penelitian dengan judul : Penerapan model quantum teaching dengan metode
diskusi berbantuan Lembar Kerja Siswa (LKS) untuk meningkatkan hasil
belajar siswa pada materi pokok bentuk pangkat dan akar pada kelas X
Semester I SMA N 1 Karanganyar Demak tahun pelajaran 2010/2011. Secara
garis besar alasan pemilihan judul adalah sebagai berikut:
1. Sebagai alternatif pemecahan pada asumsi negatif tentang matematika
sebagai mata pelajaran sulit yang membawa dampak rendahnya kualitas
pendidikan matematika terutama pada materi bentuk pangkat dan akar.
2. Sebagai variasi dalam belajar sehingga siswa SMA N 1 Karanganyar
Demak tidak merasa jenuh dan termotivasi untuk belajar.

B. Penegasan Istilah
Penegasan istilah ini dimaksudkan agar tidak tejradi salah penafsiran
terhadap judul skripsi. Istilah-istilah yang perlu dijelaskan yang berkaitan
dengan judul skripsi adalah sebagai berikut:
1. Penerapan
Penerapan berarti pemasangan, pengenaan, perihal mempraktikan
(KBBI, 1991).
2. Quantum Teaching
Quantum teaching adalah penggubahan belajar yang meriah
dengan segala nuansanya yang menyertakan segala kaitan, interaksi dan
perbedaan yang memaksimalkan momen belajar. Quantum teaching
berfokus pada hubungan dinamis dalam lingkungan kelas, interaksi yang
mendirikan landasan dan kerangka untuk belajar (Bobbi DePorter, 2000).
3. Diskusi
Mnurut Suryosubroto (1997) dalam Trianto (2007). diskusi adalah
suatu percakapan ilmiah oleh beberapa orang yang tergantung dalam satu
kelompok, untuk saling bertukar pendapat tentang suatu masalah atau
bersama-sama mencari pemecahan mendapatkan jawaban dan kebenaran
atas suatu masalah.
4. Lembar Kerja Siswa (LKS)
Lembar Kerja Siswa (LKS) adalah suatu lembar kerja yang dibuat
oleh guru yang sengaja dirancang untuk membimbing siswa dalam suatu

proses belajar mengajar untuk meningkatkan prestasi belajar siswa


(http://www.scribc.com/acc/6461437,11-an-bahan-ajar).
5. Meningkatkan
Menaikkan mutu (kualitas maupun kuantitas) (KBBI, 1991).
6. Hasil Belajar
Hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa
setelah menerima pengalaman belajarnya (Nana Sudjana,2006).
Yang dimaksud dalam penelitian ini adalah kemampuan siswa
kelas X SMA N 1 Karanganyar Demak dalam memecahkan masalah pada
materi bentuk pangkat dan akar setelah diterapkannya model quantum
teachig dengan metode diskusi berbantuan LKS.
7. Bentuk Pangkat dan Akar
Bentuk pangkat dan akar merupakan materi kelas X SMA & MA.
Bentuk pangkat disebut juga eksponen, sedangkan bentuk akar adalah
bilangan-bilangan dibawah tanda akar yang apabila ditarik akarnya tidak
dapat menghasilkan bilangan rasional.
Yang dimaksud dengan penerapan model quantum teaching dengan
metode diskusi berbantuan LKS dalam penelitian ini adalah model
pembelajaran yang mengharapkan hasil pembelajaran lebih menyenangkan
dan menggairahkan semangat belajar siswa dan guru. Hasil pembelajaran yang
dimaksud dalam penelitian ini ditunjukkan dengan:
1. Meningkatnya kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah materi
pokok bentuk pangkat dan akar.

2. Meningkatnya keaktifan siswa terhadap pembelajaran matematika.

C. Permasalahan
Berdasarkan beberapa uraian yang telah dikemukakan di atas maka
dapat diidentifikasi permasalahan yaitu apakah melalui model quantum
teaching dengan metode diskusi berbantuan Lembar Kerja Siswa (LKS) dapat
meningkatkan hasil belajar matematika pada materi pokok bentuk pangkat dan
akar siswa kelas X semester I SMA N 1 Karanganyar Demak tahun pelajaran
2010/2011.

D. Pemecahan Masalah
Berdasarkan rumusan masalah di atas maka penelitian tindakan kelas
dengan penerapan model quantum teaching dengan metode diskusi ini
dirancang dalam 2 siklus, masing-masing siklus terdiri dari:
1. Tahapan Perencanaan
Persiapan yang dilakukan sehubungan dengan PTK seperti
membuat skenario pembelajaran, berupa rencana pembelajaran (RP),
Lembar Kerja Siswa (LKS), lembar observasi aktifitas siswa, dan lembar
pengamatan aktifitas guru dalam KBM serta pengadaan alat dalam
implementasi berkaitan dengan pelaksanaan tindakan perbaikan yang telah
ditetapkan sebelumnya. Di samping itu juga diuraikan alternatif solusi
dalam rangka perbaikan pemecahan masalah.

2. Tahapan Pelaksanaan Tindakan


Tahap pelaksanaan yaitu tahap pelaksanaan scenario pembelajaran
berupa rencana pembelajaran (RP), Lembar Kerja Siswa (LKS), lembar
aktifitas siswa, dan lembar pengamatan aktifitas guru dalam KBM yang
telah disiapkan pada tahap perencanaan.
3. Tahap Observasi
Uraian pengamatan yang dilakukan peneliti sebagai kolabolator,
yaitu tentang observasi kegiatan siswa dalam kelompok dan observasi guru
dalam KBM. Dalam tahap pengamatan dapat dilakukan penafsiran data
mengenai proses dan produk dari pelaksanaan tindakan perbaikan yang
direncanakan.
4. Tahap Refleksi
Uraian tentang prosedur analisis terhadap hasil pemantauan dan
refleksi berkenaan dengan proses dan dampak tindakan perbaikan yang
akan digelar, personal yang akan dilibatkan, serta kriteria dan rencana bagi
tindakan pada siklus berikutnya.

E. Tujuan dan Manfaat Penelitian


1. Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bahwa
penerapan model quantum teaching dengan metode diskusi berbantuan
Lembar Kerja Siswa (LKS) dapat meningkatkan hasil belajar matematika

10

pada materi pokok bentuk pangkat dan akar siswa kelas X semester I
SMAN 1 Karanganyar Demak tahun pelajaran 2010/2011.
2. Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat berguna sebagai bahan
informasi bagi guru, siswa, sekolah, dan juga peneliti dalam rangka
membantu keberhasilan peserta didik khususnya materi pokok bentuk
pangkat dan akar.
a. Bagi siswa
1. Meningkatkan pemahaman materi pelajaran bagi siswa.
2. Meningkatkan daya ingat siswa.
3. Meningkatkan motivasi belajar matematika.
4. Menumbuhkan sikap untuk berani berpendapat, mendengar
pendapat dan bekerjasama.
b. Bagi Guru
1. Sebagai metode alternatif bagi guru dalam mengajarkan standar
kompetensi bentuk pangkat dan akar atau standar kompetensi yang
lain sesuai dengan indikatornya.
2. Meningkatkan

pemahaman

dan

pengalaman

dalam

pembelajaran.
3. Meningkatkan kreatifitas guru.
4. Membantu siswa untuk menganalisis proses berpikir mereka.

proses

11

c. Bagi Peneliti
1. Akan diperoleh pemecahan masalah dalam penelitian sehingga
akan

diperoleh

suatu

model

pembelajaran

yang

dapat

meningkatkan hasil belajar matematika siswa.


2. Mendapat pengalaman

dan pengetahuan dalam melakukan

penelitian dan melatih diri dalam menerapkan ilmu pengetahuan


khususnya tentang konsep matematika.

F. Sistematika Penulisan Skripsi


Bagian awal skripsi tentang halaman judul, halaman pengesahan,
motto dan persembahan, abstraksi, kata pengantar, daftar isi, dan daftar
lampiran.
Bagian inti terdiri dari pendahuluan, landasan teori dan hipotesis,
rencana penelitian, hasil penelitian dan pembahasan, kesimpulan dan rincianrincian sebagai berikut:
Bab I Pendahuluan berisi tentang: latar belakang, permasalahan, cara
pemecahan masalah, penegasan istilah, tujuan penelitian, manfaat penelitian,
dan sistematika skripsi.
Bab II Landasan Teori berisi tentang: pembahasan tentang pengertian
belajar, prinsip-prinsip belajar, faktor-faktor yang mempengaruhi belajar,
pembelajaran matematika, quantum teaching, prinsip-prinsip quantum
teaching, kerangka rencana pembelajaran quantum teaching, diskusi, Lembar
Kerja Siswa (LKS), uraian materi tentang bentuk pangkat dan akar, kerangka
berfikir dan hipotesis tindakan.

12

Bab III Metode Penelitian berisi tentang: subjek penelitian, faktor


penelitian, rencana tindakan, data dan cara pengumpulan data, instrument
penelitian, analisis data dan indikator keberhasilan.
Bab IV Hasil Penelitian dan Pembahasan berisi tentang: tahap
persiapan siklus I dan siklus II dan pembahasan hasil penelitian.
Bab V Penutup berisi tentang: simpulan dan saran. Bagian akhir skripsi
berisi daftar pustaka yang memberikan informasi tentang buku sumber dan
literature yang digunakan serta lampiran-lampiran.

BAB II
LANDASAN TEORI

A. Pengertian Belajar
Sebagai landasan penguraian mengenai apa yang dimaksud dengan
belajar, terlebih dahulu akan dikemukakan beberapa definisi. Tentang belajar
oleh para ahli psikologi dan pendidikan.
1. Menurut W.S. Winkel (Darsono, 2000) belajar adalah suatu aktivitas
mental/psikis yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan,
yang

menghasilkan

perubahan-perubahan

dalam

pengetahuan,

pemahaman, keterampilan dan nilai sikap. Perubahan itu bersifat relatif


konstan dan berbekas.
2. Menurut Slameto (2001) Belajar adalah suatu proses usaha yang
dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku
yang baru secara keseluruhan. Perubahan yang terjadi dalam diri
seseorang merupakan perubahan dalam arti belajar.
3. Menurut Hamalik (2001) Belajar bukan suatu tujuan tetapi merupakan
suatu proses untuk mencapai tujuan. Jadi, merupakan langkah-langkah
atau prosedur yang ditempuh.
Dari pendapat-pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa belajar
adalah terjadinya perubahan pada diri orang yang belajar karena pengalaman.
Siswa dapat dikatakan belajar jika dapat melakukan sesuatu yang tidak dapat
dilakukan sebelum belajar.

13

14

B. Prinsip-Prinsip Belajar
Dalam melengkapi pengertian dan pemahaman mengenai makna
belajar, perlu dikemukakan prinsip-prinsip yang berkaitan dengan belajar.
Menurut Oemar Hamalik (2001), prinsip-prinsip belajar tersebut sebagai
berikut:
1. Belajar adalah suatu proses aktif, dimana terjadi hubunagn saling
mempengaruhi

senantiasa

secara

dinamis

antara

siswa

dengan

lingkungannya.
2. Belajar senantiasa harus bertujuan, terarah dan jelas bagi siswa, karena
bertujuan akan menuntun dalam belajar.
3. Belajar paling efektif bila disadari motivasi dan hambatan, karena itu
siswa harus sanggup mengatasi secara cepat.
4. Dalam belajar senantiasa ada rintangan dan hambatan, karena itu siswa
harus sanggup mengatasi secara cepat.
5. Belajar memerlukan bimbingan, baik dari guru atau tuntunan dari buku
pelajaran.
6. Jenis belajar yang paling utama adalah untuk berfikir kritis, lebih baik dari
pada pembentukan kebiasaan-kebiasaan mekanis.
7. Cara yang efektif adalah dalam bentuk pemecahan masalah melalui kerja
kelompok asal masalah tersebut telah disadari bersama.

15

8. Belajar memerlukan pemahaman atas hal-hal yang dipelajari sehingga


memperoleh pengertian-pengertian.
9. Belajar memerlukan dan ulangan agar apa yang telah dipelajari dapat
dikuasai.
10. Belajar harus disertai keinginan dan kemauan yang kuat untuk mencapai
tujuan dan hasil.
11. Belajar berhasil apabila belajar telah sanggup mentransfer atau
menerapkan ke dalam bidang praktek sehari-hari.
Dari prinsip belajar tersebut dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya
belajar harus mempunyai tujuan yang jelas, didasari motivasi dalam dirinya,
sehingga siswa melakukan secara aktif belajarnya. Dengan demikian siswa
mampu menerapkan ilmunya dalam praktek sehari-hari.

C. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Belajar


Menurut Slameto (2001) bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi
belajar digolongkan menjadi dua golongan yaitu faktor intern dan faktor
ekstern .
1. Faktor Intern
Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilan belajar yang
berasal dari siswa yang sedang belajar.

16

Faktor ini meliputi:


a. Faktor Jasmani
(1) Faktor Kesehatan
Agar seseorang dapat belajar dengan baik haruslah
mengusahakan kesehatan badannya tetap terjamin dengan cara
selalu menindahkan ketentuan-ketentuan tentang bekerja, belajar,
istirahat, tidur, makan, olahraga, rekreasi, dan ibadah.
(2) Cacat Tubuh
Keadaan cacat tubuh juga mempengaruhi belajar. Jika hal
ini terjadi, hendaknya anak belajar pada lembaga pendidikan
khusus atau diusahakan alat bantu agar dapat menghindari atau
mengurangi pengaruh kecacatannya.
b. Faktor Psikologi
(1) Intelegensi
Intelegensi adalah kecakapan yang terdiri dari tiga jenis
yaitu kecakapan untuk menghadapi dan menyesuaikan ke dalam
situasi yang baru dengan cepat dan efektif, mengetahui /
menggunakan

konsep-konsep

yang

abstrak

secara

efektif,

mengetahui relasi dan mempelajarinya dengan cepat.


Siswa yang mempunyai tingkat intelegensi yang tinggi
belum pasti berhasil dalam belajarnya. Hal ini disebabkan karena

17

belajar adalah suatu proses yang kompleks dengan banyak faktor


yang mempengaruhinya, sedangkan intelegensi adalah salah satu
faktor diantara faktor yang lain.
(2) Perhatian
Perhatian menurut Gozali dalam Slameto (2001) adalah
keaktifan jiwa yang dipertinggi, jiwa semata-mata tertuju kepada
suatu objek (benda/hal) atau sekelompok obyek.
(3) Minat
Minat

adalah

kecenderungan

yang

tetap

untuk

memperhatikan dan mengenang beberapa kegiatan. Jika terdapat


siswa yang kurang berminat dalam belajar, maka dilakukan dengan
cara menjelaskan hal-hal yang menarik dan berguna bagi
kehidupan serta hal-hal yang berhubungan dengan cita-cita serta
kaitannya dengan bahan pelajaran yang dipelajari.
(4) Bakat
Bakat atau aptitude menurut Hilgard dalam Slameto (2001)
adalah: the capacity to learn. Dengan kata lain bakat adalah
kemampuan untuk belajar. Kemampuan itu baru akan terealisasi
menjadi kecakapan yang nyata sesudah belajar atau berlatih.
(5) Motif
Motif yang kuat sangat perlu dalam belajar untuk dapat
membentuk motif yang kuat dapat dilaksanakan dengan adanya

18

latihan-latihan/kebiasaan-kebiasaan dan pengaruh lingkungan yang


memperkuat.
(6) Kematangan
Kematangan adalah suatu tingkat/fase dalam pertumbuhan
seseorang,

dimana

alat-alat

tubuhnya

sudah

siap

untuk

melaksanakan kecakapan baru. Anak yang sudah siap (matang)


belum dapat melaksanakan kecakapannya sebelum belajar.
(7) Kesiapan
Kesiapan adalah kesediaan untuk memberi respon atau
bereaksi. Jika dalam belajar siswa sudah ada kesiapan, maka hasil
belajarnya akan lebih baik.
c. Faktor Kelelahan
Kelelahan pada seseorang dibedakan menjadi dua macam, yaitu
kelelahan jasmani dan kelelahan rohani. Kelelahan jasmani terlihat
dengan lemah lunglainya tubuh dan timbul kecenderungan untuk
membaringkan tubuh. Kelelahan rohani dapat dilihat dengan adanya
kelesuan dan kebosanan, sehingga minat dan dorongan untuk
menghasilkan sesuatu hilang.

19

2. Faktor Ekstern
Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan belajar yang
berasal dari luar siswa.
Faktor ini meliputi antara lain:
a. Faktor Keluarga
(1) Cara Orang Tua Mendidik
Keluarga adalah lembaga pendidikan yang pertama dan
utama. Oleh karena itu cara orangtua mendidik anak-anaknya akan
berpengaruh terhadap belajarnya.
(2) Relasi Antaranggota Keluarga
Relasi antar anggota keluarga yang terpenting adalah relasi
orangtua dengan anaknya. Hubungan yang baik adalah hubungan
yang penuh pengertian dan kasih sayang, disertai bimbingan dan
bila perlu hukuman-hukuman untuk mensukseskan belajar anak.
(3) Suasana Rumah
Suasana rumah dimaksudkan sebagai situasi atau kejadiankejadian yang sering terjadi di dalam keluarga dimana anak berada
dan belajar. Agar anak dapat belajar dengan baik perlulah
diciptakan suasana rumah yang tenang dan tentram, karena dengan
suasana rumah yang tenang dan tentram selain anak kerasan/betah
tinggal di rumah, anak juga dapat belajar dengan baik.

20

(4) Keadaan Ekonomi Keluarga


Anak yang sedang belajar selain harus terpenuhi kebutuhan
pokoknya juga membutuhkan fasilitas belajar. Fasilitas belajar
dapat terpengaruhi jika keluarga mempunyai cukup uang.

(5) Pengertian Orang Tua


Jika anak mengalami lemah semangat, orangtua wajib
memberi pengertian dan dorongan, membantu sedapat mungkin
kesulitan yang dialami anak di sekolah.
(6) Latar Belakang Kebudayaan
Tingkat pendidikan atau kebiasaan di dalam keluarga
mempengaruhi sikap anak dalam belajar. Perlu ditanamkan kepada
anak kebiasaan-kebiasaan yang baik, agar mendorong semangat
anak untuk belajar.
b. Faktor Sekolah
(1) Metode Mengajar
Metode mengajar adalah suatu cara yang harus dilalui di
dalam mengajar. Metode mengajar guru yang kurang baik akan
mempengaruhi belajar siswa yang tidak baik pula. Agar siswa
dapat belajar dengan baik, maka metode mengajar harus
diusahakan seefisien dan seefektif mungkin.

21

(2) Kurikulum
Kurikulum diartikan sebagai sejumlah kegiatan yang
diberikan kepada siswa. Kegiatan itu sebagian belajar adalah
menyajikan bahan pelajaran agar siswa menerima, menguasai dan
mengembangkan bahan pelajaran itu.
(3) Relasi Guru dan Siswa
Guru yang kurang berinteraksi dengan siswa menyebabkan
proses belajar mengajar kurang lancar dan siswa merasa jenuh dari
guru, sehingga menyebabkan siswa segan berpartisipasi secara
aktif dalam belajar.
(4) Tugas Rumah
Waktu belajar terutama adalah di sekolah, maka diharapkan
jangan terlalu banyak memberi tugas yang harus dikerjakan di
rumah karena anak tidak mempunyai waktu lagi untuk kegiatan
yang lain.
c. Faktor Masyarakat
(1) Kegiatan Siswa dalam Masyarakat
Kegiatan siswa dalam masyarakat dapat menguntungkan
terhadap perkembangan pribadinya.
(2) Mass Media
Mass media yang baik memberi pengaruh yang baik
terhadap siswa dan juga belajarnya sebaliknya mass media yang

22

jelek juga berpengaruh jelek terhadap siswa dan belajarnya, maka


siswa perlu mendapatkan bimbingan dan kontrol yang cukup
bijaksana dari pihak orangtua dan pendidik.
(3) Teman Bergaul
Agar siswa dapat belajar dengan baik, maka perlu
diusahakan agar siswa memiliki teman bergaul yang baik-baik dan
pembinaan pergaulan yang baik serta pengawasan dari orangtua
dan pendidik harus cukup bijaksana.
(4) Bentuk Kehidupan Masyarakat
Masyarakat yang terdiri dari orang-orang yang tidak
terpelajar dan mempunyai kebiasaan yang tidak baik akan
berpengaruh jelek kepada anak yang berada di lingkungan sekitar,
maka perlu lingkungan yang baik agar dapat memberi pengaruh
yang positif terhadap anak/siswa sehingga dapat belajar dengan
sebaik-baiknya.

D. Pembelajaran Matematika
Matematika berkenaan dengan konsep atau ide-ide yang abstrak yang
tersusun secara hirarkis dan penalarannya deduktif (Herman Hudoyo, 2005).
Pembelajaran matematika adalah suatu proses atau kegiatan guru mata
pelajaran matematika dengan mengajarkan matematika kepada peserta didik
yang di dalamnya terkandung upaya guru menciptakan iklim dan pelayanan
terhadap kemampuan, potensi, minat, bakat, dan kebutuhan peserta didik

23

tentang matematika yang amat beragam agar terjadi interaksi optimal antara
guru dan peserta didik serta antara peserta didik dengan peserta didik dalam
mempelajari matematika.
Beberapa karakteristik matematika adalah sebagai berikut.
1. Memiliki objek kajian yang abstrak.
2. Bertumpu pada kesepakatan.
3. Berpola pikir deduktif.
4. Memiliki simbol yang kosong dari arti.
5. Memperhatikan semesta pembicaraan.
6. Konsisten terhadap sistemnya.

E. Quantum Teaching
Pembelajaran adalah sebuah integrasi yang bernilai pendidikan. Di
dalam proses pembelajaran terjadi interaksi edukatif antara guru dan anak
didik, ketika guru menyampaikan bahan pelajaran kepada anak didik di kelas.
Bahan pelajaran yang guru berikan itu akan kurang memberi dorongan
(motivasi) kepada anak didik bila penyampaiannya menggunakan model
pembelajaran yang kurang tepat. Disinilah kehadiran model pembelajaran
menempati posisi penting dalam penyampaian bahan pelajaran.
Bahan pelajaran yang disampaikan tanpa memperhatikan pemakaian
metode atau model pembelajaran justru akan mempersulit bagi guru dalam
pencapaian tujuan pengajaran. Karena itu, metode atau model adalah suatu
cara yang memiliki nilai strategis dalam kegiatan pembelajaran.

24

Dalam

penelitian

tindakan

kelas

penulis

mengambil

model

pembelajaran quantum teaching. Model pembelajaran quantum teaching


dimulai dari super camp sebuah program untuk remaja yang dibuka tahun
1982 yang digagas oleh Bobbi DePorter. Super Camp merupakan sebuah
program percepatan quantum teaching Bawalah dunia mereka ke dunia kita,
antarkanlah dunia kita ke dunia mereka.
Maksud dari azas di atas adalah guru harus membangun jembatan
autentik untuk memasuki kehidupan murid. Dengan memasuki dunia murid
berarti guru mempunyai hak mengajar, sehingga murid dengan sukarela,
antusias dan semangat untuk mengikuti pelajaran.
Quantum berarti interaksi yang mengubah energi menjadi cahaya
(Bobbi DePorter, 2000). Interaksi-interaksi ini mencakup unsur-unsur untuk
belajar efektif yang mengubah kemampuan dan bakat alamiah siswa menjadi
cahaya atau kesuksesan yang akan bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain.
Dalam pembelajaran quantum teaching, siswa yang merupakan
komuniatas belajar atau masyarakat mini agar supaya dalam belajar dapat
optimal, terjadi umpan balik, tempat siswa mengalami kegembiraan dan
kepuasaan, memberi dan menerima, belajar dan tumbuh maka perlu
mengorkestrasi kesuksesan melalui konteks.
Konteks menata panggung dalam pembelajaran quantum teaching
mempunyai empat aspek :

25

1. Suasana
Dalam suasana kelas anda mencakup bahasa yang anda pilih, cara
menjalin rasa simpati terhadap siswa dan sikap kita terhadap sekolah serta
belajar. Suasana pembelajaran penuh kegembiraan. Hindari suasana
Matematika kaku, dingin, dan menyeramkan.
2. Landasan
Landasan adalah kerangka kerja, tujuan, keyakinan, kesepakatan,
kebijakan, prosedur, dan aturan bersama yang memberi kita dan siswa
sebuah pedoman untuk bekerja dalam komunitas belajar Matematika.
3. Lingkungan
Lingkungan adalah cara kita atau sekolah menata ruang kelas,
pencahayaan, warna, pengarutan meja dan kursi, tanaman, hiasan kelas,
musik dan semua hal yang dapat mendukung proses belajar Matematika.
4. Rancangan
Rancangan adalah penciptaan terarah unsur-unsur penting yang
bisa menumbuhkan minat siswa, mendalami makna dan memperbaiki
proses tukar menukar informasi. Dalam arti informasi awal yang diperoleh
siswa dalam mengenal konsep dan penjelasan pelajaran dari guru tentang
konsep yang bersangkutan.

26

F. Prinsip-Prinsip Quantum Teaching


Prinsip-prinsip yang digunakan dalam quantum teaching menyertakan
segala kaitan interaksi dan perbedaan yang dapat memaksimalkan proses
belajar siswa. Menurut Bobbi DePorter (2000) prinsip tersebut terdiri dari lima
macam yaitu:
1. Segalanya Berbicara
Prinsip ini mengandung pengertian bahwa sesuatu di ruang kelas
berbicara, mulai dari lingkungan kelas, bahasa tubuh guru (tersenyum,
bahu tegak dan lain-lain).
2. Segalanya Bertujuan
Prinsip ini mengandung arti bahwa segala upaya guru dalam
mengubah kelas mempunyai tujuan agar siswa dapat belajar secara optimal
untuk mencapai prestasi tertinggi. Bagi seorang guru, haruslah
membangun gairah di sekitar tujuan itu, menyampaikan materi
pembelajaran dengan kasih sayang dengan keyakinan dan kemampuan
siswa.
3. Pengalaman Sebelum Pemberian Nama
Otak kita berkembang pesat dengan adanya rangsangan kompleks,
yang akan menggerakkan rasa ingin tahu. Oleh karena itu, proses belajar
paling baik terjadi ketika siswa telah mengalami informasi sebelum
mereka memperoleh nama untuk apa yang mereka pelajari.

27

4. Akui Setiap Usaha


Setiap usaha mengandung resiko, termasuk belajar. Apabila
seorang belajar berarti dia telah melangkah keluar dari kenyamanan pada
saat siswa mengambil langkah ini, mereka patut mendapat pengakuan atas
kecakapan dan kepercayaan diri mereka apapun hasilnya nanti.
5. Jika Layak di Pelajari Maka Layak di Hargai
Melalui penghargaan, siswa akan merasa diakui atas penyelesaian,
partisipasi dan keterampilan serta ilmu pengetahuan yang diperolehnya.
Penghargaan yang diberikan dapat berupa tepuk tangan, pujian melalui
kata-kata bagus, baik dan stimulus bonus berupa nilai, dan lain-lain.

G. Kerangka Rancangan Pembelajaran Quantum Teaching


Kerangka rancangan pembelajarn Quantum Teaching dikenal dengan
istilah TANDUR (DePorter, 2000) :
1. Tumbuhkan
Tumbuhkan minat dengan memuaskan Apakah manfaat bagiku
(AMBAK) dan manfaat kehidupan pelajar". Dalam hal ini guru
memberikan motivasi, semangat, rangsangan supaya belajar, yaitu dengan
memberikan contoh penggunaan bentuk pangkat dan akar dalam
kehidupan sehari-hari. Misalkan, menghitung luas sebidang tanah.
2. Alami
Ciptakan atau datangkan pengalaman umum yang dapat dimengerti
semua siswa. Siswa mengalami sendiri apa yang dilakukan dengan praktek

28

langsung dalam menyelesaikan masalah. Hal ini siswa dibimbing dengan


diberikan LKS untuk mengalami sendiri, menciptakan konsep bentuk
pangkat dan akar.
3. Namai
Sediakan kata kunci, konsep, model, rumus, strategi, sebuah masukan.
Dengan melakukan diskusi maka siswa benar-benar bisa mengerti unsurunsur yang ada dalam bentuk pangkat dan akar. Misalnya tentang definisi
maupun tentang sifat-sifat dari bentuk pangkat dan akar.
4. Demontrasikan
Sediakan kesempatan bagi siswa untuk menunjukkan bahwa mereka
tahu. Siswa diberi peluang untuk menterjemahkan dan menerapkan
pengetahuan mereka dalam pelajaran, sehingga siswa bisa menunjukkan
dan menyampaikan kemampuannya telah di dapat, dialami sendiri oleh
siswa. Dengan mendemontrasikan siswa akan mendapatkan kesan yang
sangat berharga sehingga terpatri dalam hati.
5. Ulangi
Tunjukkan siswa cara-cara mengulang materi dan menegaskan Aku
bahwa aku memang tahu ini. Mengulang materi pembelajaran akan
menguatkan koreksi saraf dan menumbuhkan rasa tahu dari materi yang
telah dialami siswa secara langsung, sehingga siswa akan selalu teringat
dari materi bentuk pangkat dan akar yang telah dialaminya.

29

6. Rayakan
Pengakuan

untuk

menyelesaikan

partisipasi

dan

memperoleh

keterampilan dan ilmu pengetahuan. Setelah siswa secara langsung bisa


menunjukan kebolehan mendemontrasikan maka siswa saling memuji
antar teman dengan memberikan tepuk tangan. Tepuk tangan merupakan
penghormatan atas usaha dan kesuksesaan mereka.

H. Diskusi
1. Pengertian
Diskusi adalah suatu percakapan ilmiah oleh beberapa orang yang
tergabung dalam satu kelompok, untuk saling bertukar pendapat tentang
suatu masalah atau bersama-sama mencari pemecahan untuk mendapatkan
jawaban dan kebenaran atas suatu masalah (Suryosubroto, 1997 dalam
Trianto, 2007).
Dalam pembelajaran diskusi mempunyai arti situasi dimana guru
dengan siswa atau siswa dengan siswa yang lain saling bertukar pendapat
secara lisan, saling berbagi gagasan dan pendapat. Pertanyaan yang
ditujukan untuk membangkitkan diskusi berada pada tingkat kognitif lebih
tinggi (Atends, 1997 dalam Trianto, 2007).
Menurut Suryosubroto (1997) dalam Trianto (2007) bahwa diskusi
oleh guru digunakan apabila hendak:
a. Memanfaatkan berbagai kemampuan yang ada (dimiliki) oleh siswa.

30

b. Memberikan kesempatan kepada para siswa untuk menyalurkan


kemampuan masing-masing.
c. Memperoleh umpan balik daripada siswa tentang tujuan yang telah
dirumuskan apakah telah tercapai.
d. Membantu para siswa belajar berpikir teoritis dan praktis lewat
berbagai mata pelajaran dan kegiatan sekolah.
e. Membantu para siswa belajar menilai kemampuan dan peranan diri
sendiri maupun teman-temannya (orang lain).
f. Membantu para siswa menyadari dan mampu merumuskan berbagai
masalah yang dilihat baik dari pengalaman sendiri maupun dari
pelajaran sekolah.
g. Mengembangkan motivasi untuk belajar lebih lanjut.
Berdasarkan pengertian tersebut, pemanfaatan diskusi oleh guru
mempunyai arti untuk memahami apa yang ada di dalam pemikiran siswa
dan bagaimana memproses gagasan dan informasi yang diajarkan melalui
komunikasi yang terjadi selama pembelajaran berlangsung baik antar
siswa maupun komunikasi guru dengan siswa. Sehingga diskusi
menyediakan tatanan sosial dimana guru dapat membantu siswa
menganalisis proses berpikir mereka.
Dalam hal peran guru dalam KBM dapat dilihat dari aktivitas yang
dilakukan oleh guru dalam mengajar selama KBM. Dalam penelitian ini
aktivitas-aktivitas tersebut seperti dalam bentuk Tabel 1 berikut.

31

Tabel 1
Langkah-langkah Guna Menyelenggarakan Diskusi
Tahapan
Tahap 1

Kegiatan Guru

Menyampaikan tujuan dan

pembelajaran dan menyiapkan

mengatur setting
Tahap 2

Guru menyampaikan tujuan

siswa untuk berpartisipasi.

Mengarahkan diskusi

Guru mengarahkan fokus


diskusi dengan menguraikan
aturan-aturan dasar,
mengajukan pertanyaanpertanyaan awal, menyajikan
situasi yang tidak dapat segera
dijelaskan, atau
menyampaikan isi diskusi.

Tahap 3

Menyelenggarakan diskusi

Guru menutup diskusi dengan


merangkum atau
mengungkapkan makna
diskusi yang telah
diselenggarakan kepada siswa.

Tahap 4
Mengakhiri diskusi

Guru menutup diskusi dengan


merangkum atau
mengungkapkan makna

32

diskusi yang telah


diselenggarakan kepada siswa.

Tahap 5
Melakukan tanya jawab singkat

Guru menyuruh para siswa


untuk memeriksa proses

tentang proses diskusi itu

diskusi dan berpikir siswa.

2. Lingkungan Belajar dan Sistem Pengelolaan Diskusi


Lingkungan belajar dan sistem pengelolaan yang menyangkut
diskusi sangat penting. Lingkungan untuk pelaksanaan diskusi ditandai
dengan proses keterbukaan peran aktif siswa. Lingkungan juga
membutuhkan perhatian untuk menggunakan bentuk ruangan diskusi.
Guru dapat mengatur tempat duduk yang bervariasi dan memusatkan
perhatian untuk diskusi tertentu, tergantung pada kondisi kelas dan tujuan
belajar. Pendekatan pengajaran ini membutuhkan berbagai tingkat
pengaturan diri siswa dan mengontrol siswa (Atends, 1997; disandur
Tjokrodiharjo: 2003 dalam Trianto, 2007).
3. Keuntungan dan Kelemahan Pembelajaran Diskusi
Setiap

jenis

pembelajaran

mempunyai

ciri

tersendiri

dan

mempunyai keuntungan dan kelemahan, demikian juga dengan diskusi.


Menurut Suryosubroto (1997) dalam Trianto (2007) keuntungan dan
kelemahan diskusi antara lain:

33

a. Keuntungan Diskusi
(1) Diskusi melibatkan semua siswa secara langsung dalam KBM.
(2) Setiap siswa dapat menguji tingkat pengetahuan dan penguasaan
bahan pelajarannya masing-masing.
(3) Diskusi dapat menumbuhkan dan mengembangkan cara berpikir
dan sikap ilmiah.
(4) Dengan mengajukan dan mempertahankan pendapatnya dalam
diskusi diharapkan para siswa akan dapat memperoleh kepercayaan
akan (kemampuan) diri sendiri.
(5) Diskusi dapat menunjang usaha-usaha pengembang sikap sosial
dan sikap demokratis para siswa.
b. Kelemahan Diskusi
(1) Jalannya diskusi dapat dikuasi (didominasi) oleh beberapa siswa
yang menonjol.
(2) Diskusi yang mendalam memerlukan waktu yang banyak.
(3) Apabila suasana diskusi hangat dan siswa sudah berani
mengemukakan buah pikiran mereka, maka biasanya sulit untuk
membatasi pokok masalah.

34

I. Lembar Kerja Siswa (LKS)


Lembar Kerja Siswa (LKS) adalah suatu lembar kerja yang dibuat oleh
guru yang sengaja dirancang untuk membimbing siswa dalam suatu proses
belajar

mengajar

untuk

prestasi

belajar

mereka.

(http://www.scribc.com/acc/6461437,11-an-bahan-ajar).
Tujuan penggunaan LKS dalam proses belajar mengajar adalah
sebagai berikut:
1. Memberi pengetahuan, sikap dan keterampilan yang perlu dimiliki oleh
peserta didik.
2. Mengecek tingkat pemahaman peserta didik terhadap materi yang telah
disajikan.
3. Mengembangkan dan menerapkan materi pelajaran yang sulit disampaikan
secara lisan.
Sedangkan manfaat yang diperoleh dengan penggunaan LKS dalam
proses pembelajaran adalah sebagai berikut:
1. Mengaktifkan peserta didik dalam proses pembelajaran.
2. Membantu peserta didik dalam mengembangkan konsep.
3. Sebagai pedoman guru dan peserta didik dalam melaksanakan proses
pembelajaran.
Langkah-langkah menyusun LKS adalah sebagai berikut:
1. Analisis kurikulum untuk menentukan materi yang memerlukan bahan ajar
LKS.
2. Menentukan judul-judul LKS.

35

3. Penulisan LKS.
a. Rumusan

KD

LKS

diturunkan

dari

buku

pedoman

khusus

pengembangan silabus.
b. Menentukan alat penilaian.
c. Menyusun materi.
Ada dua macam Lembar Kerja Siswa (LKS) yang dikembangkan
dalam pembelajaran di sekolah:
1. Lembar Kerja Siswa Tak Berstruktur
Lembar Kerja Siswa tak berstruktur adalah lembaran yang berisi
sarana untuk materi pelajaran, sebagai alat bantu kegiatan peserta didik
yang dipakai untuk menyampaikan pelajaran.
2. Lembar Kerja Siswa Berstruktur
Lembar Kerja Siswa berstruktur memuat informasi, contoh dan
tugas-tugas. LKS ini dirancang untuk membimbing peserta didik dalam
satu program kerja atau mata pelajaran, dengan sedikit atau sama sekali
tanpa bantuan pembimbing untuk mencapai sarana pembelajaran.

J. Uraian Materi Tentang Bentuk Pangkat dan Akar


BENTUK PANGKAT
1. Pangkat Bulat Positif
a. Pengertian pangkat bulat positif
Seringkali kita temukan suatu bilangan yang merupakan hasil
perkalian suatu bilangan dengan bilangan itu sendiri secara beruntun.

36

Misalnya,
3 x 3 x 3 ditulis sebagai 33 di baca tiga pangkat tiga.
4 x 4 x 4 x 4 x 4 ditulis sebagai 45 dibaca empat pangkat lima
5 x 5 x 5 x 5 x 5 x 5 x 5 ditulis sebagai 57 di baca lima pangkat tujuh.
Jadi, pangkat bulat positif adalah perkalian berganda dengan
faktor-faktor yang sama. Operasinya disebut perpangkatan, notasinya
disebut notasi ekiponen. Bulangan 34 merupakan bilangan berpangkat,
dengan 3 merupakan bilangan pokok dan 4 merupakan pangkat.
DEFINISI

b. Sifat-sifat bilangan dengan pangkat bulat positif


Operasi aijabar pada bilangan berpangkar dengan pangkat bilangan
positif, mempunyai sifat-sifat Ichusus. Berikur ni sifat-sifat bilangan
berpangkat dengan pangkat bulat positif.

37

SIFAT

Contoh 1
Tuliskan dalam bentuk pangkat paling sederhana!

Jawab :

2. Pangkat Bulat Negatif Dan Nol


a.Pangkat bulat negatif
Contoh 2
Perhatikan bahwa a 4 : a 6 a 46 a 2
a4
aaaa
1
1

2
6
a
aaaaaa aa a

38

Jadi, a 2

1
a2

Dari contoh di atas dapat kita definisikan bilangan berpangkat bulat


negatif sebagai berikut :
DEFINISI

b.Pangkat nol
Jika m , n bilangan bulat positif dan m n, maka a m n a 0
Untuk menentukan nilai dari bilangan pangkat nol, perhatikan uraian
berikut!
a 0 a m n

am
am

=1
Sehingga dapat kita definisikan bilangan berpangkat nol sebagai berikut.
DEFINISI
Untuk setiap a R dan a 0 berlaku a 0 1

39

BENTUK AKAR
1. Pengertian Bilangan Rasionat dan Irasional
DEFINISI
Bilangan rasional adalah bilangan yang dapat dinyatakan sebagai
bentuk pembagian

a
dengan a dan b bilangan bulat dan b 0
b

Misalnya,

DEFINISI
Bilangan irasional adalah bilangan yang tidak dapat dinyatakan
sebagai bentuk pembagian

a
dengan a dan b bilangan bulat dan b 0
b

2. Pengertian Bentuk Akar


DEFINISI
Bentuk akar adalah bitangan-bilangan di bawah tanda akar yang
apabila ditarik akarnya tidak dapat menghasilkan bilangan rasional.
Contoh 3
Tunjukkan manakah yang merupakan bentuk akar!

40

Jawab :
a.

(bukan bentuk akar)

c.

b.

(bentuk akar)

d.

(bukan bentuk akar)


(bentuk akar)

3. Operasi Aljabar Pada Bentuk Akar


a. Penjumlahan dan pengurangan bentuk akar
SIFAT

Contoh 4
Sederhanakan penjumlahan dan pengurangan bentuk akar berikut!

Jawab :

b. Perkalian bentuk akar


Untuk perkalian benruk akar, beriaku sifat berikut.
SIFAT

Contoh 5
Sederhanakanlah perkalian bentuk akar berikut!

41

Jawab :
2 12 2 12 4 6 2 6

a.
b.

5 3

5 3 5 5 5 3 3 5 3 3

5 15 15 3 8 2 15

4. Merasionalkan bentuk penyebut suatu pecahan


a. Pecahan yang berbentuk

a
b

Untuk merasionalkan pecahan yang berbentuk

dengan cara mengalikan pecahan tersebut dengan

b. Pecahan yang berbentuk

b
.
b

a
b c

Untuk merasionalkan pecahan yang berbentuk

dengan cara mengalikan pecahan tersebut dengan

c. Pecahan yang berbentuk

a
, dilakukan
b

a
, dilakukan
b c

b c
.
b c

a
b c

Untuk merasionalkan pecahan yang berbentuk

a
,
b c

dilakukan dengan cara mengalikan pecahan tersebut dengan

b c
.
b c

42

Contoh 6
Rasionalkan bentuk pecahan berrikut!
a.

b.

c.

Jawab :

K. Kerangka Berpikir
Belajar Matematika merupakan proses untuk mengerti serta memahami
hubungan simbol-simbol yang diterjemahkan dari keadaan serta mampu
menjabarkan konsep yang dihasilkan dari situasi nyata dalam pengajaran
Matematika berdasarkan pada perkembangan intelektual.
Salah satu upaya meningkatkan hasil belajar siswa pada pelajaran
matematika di sekolah, perlu adanya penelitian yang sifatnya lebih inovatif
agar pembelajaran matematika lebih bisa dinikmati siswa dengan penuh
semangat dan gairah, agar siswa lebih punya motivasi untul lebih giat belajar.
Model pembelajaran yang sesuai adalah quantum teaching, dengan
menerapkan metode diskusi sebagai penunjangnya.

43

Dengan adanya pembelajaran yang bersifat kreatif dan menyenangkan


sebagaimana dituntut dalam pembelajaran quantum teaching, maka siswa akan
merasa mudah mempelajari matematika karena belajar matematika itu
menyenangkan sehingga pada akhirnya kemampuan belajar anak akan
meningkat dan nilai pelajaran matematika akan mencapai ketuntasan serta
dengan diterapkannya metode diskusi siswa dapat saling menghargai
pendapat, berani berpendapat dan bekerja sama dalam memecahkan suatu
permasalahan.

L. Hipotesis Tindakan
Berdasarkan uraian di atas, maka hipotesis tindakan penelitian yang
akan diajukan adalah model quantum teaching dengan metode diskusi
berbantuan Lembar Kerja Siswa (LKS) pada materi pokok bentuk pangkat dan
akar dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas X semester I
SMA N 1 Karanganyar Demak tahun palajaran 2010/2011.

43

BAB III
METODE PENELITIAN

A. Subyek Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di SMA N 1 Karanganyar Demak. Adapun
subyek penelitian ini adalah guru dan siswa kelas X-4 , dengan jumlah siswa
44 siswa terdiri dari 16 siswa putra dan 24 siswa putri

B. Faktor Penelitian
Untuk menjawab permasalahan di atas, maka beberapa faktor yang
akan dialami adalah sebagai berikut:
1. Faktor Siswa
(a) Hasil belajar siswa X SMA N 1 Karanganyar Demak dalam
menyelesaikan soal-soal uraian pada materi bentuk pangkat dan akar.
(b) Keaktifan siswa X SMA N 1 Karanganyar Demak meliputi
kemampuan dalam bertanya, kemampuan menjawab pertanyaan,
mendiskusikan soal dan mengemukakan pendapat dalam proses
pembelajaran quantum teaching dengan metode diskus.
2. Faktor Guru
Kemampuan guru dalam melaksanakan proses pembelajaran
quantum teaching dengan metode diskusi.

43

44

C. Rencana Tindakan
Prosedur penelitian tindakan kelas ini direncanakan dalam dua siklus.
Masing-masing siklus meliputi 4 tahap yaitu: perencanaan (planning),
pelaksanaan tindakan (acting), pengamatan (observing), dan refleksi
(reflecting). Prosedur kerja tersebut secara garis besar dapat dijelaskan dengan
skema sebagai berikut:
Refleksi

Perencanaan

Pelaksanaan

Pengamatan

Refleksi
Siklus Penelitian
Siklus I
a. Perencanaan
(1) Guru dan peneliti secara kolaboratif mengidentifikasi masalah.
(2) Guru dan peneliti menentukan materi yang akan diajarkan yaitu
tentang bentuk pangkat.
(3) Merencanakan pembuatan rencana pembelajaran sebagai pedoman
dalam kegiatan belajar mengajar.
(4) Menyusun lembar kerja siswa dan lembar observasi aktivitas siswa,
lembar observasi aktifitas guru dalam pembelajaran quantum teaching
dengan metode diskusi.

45

(5) Merancang pembentukan kelompok-kelompok kecil yang heterogen.


(6) Merancang soal uji kompetensi sebagai sarana untuk mengetahui
tingkat keberhasilan siswa dalam menguasai materi pelajaran yang
disampaikan.
b. Pelaksanaan Tindakan
(1) Tumbuhkan
Guru menumbuhkan minat siswa akan materi bentuk pangkat
sehingga siswa mengetahui manfaat dalam kehidupannya.
(2) Alami
Siswa dibimbing dengan diberikan LKS untuk mengalami sendiri,
menciptakan konsep bentuk pangkat dan siswa mendapat pengalaman
dengan cara berdiskusi dalam kelompok belajar.
(3) Namai
Tahap ini siswa dapat mendapatkan konsep dari bentuk pangkat.
(4) Demonstrasikan
Guru memberikan kesempatan kepada salah satu kelompok untuk
mengerjakan

hasil

LKS

di

depan

kelas

dengan

cara

mendemonstrasikan / menjelaskan hasil diskusi.


(5) Ulangi
Pada tahap ini guru menjelaskan secara ulang tentang bentuk pangkat.
(6) Rayakan
Rayakanlah bila siswa dapat mengerjakan latihan soal dengan
memberikan tepuk tangan, sehingga siswa akan lebih bersemangat

46

dalam pembelajaran.
c. Pengamatan
Pengamatan dilakukan oleh peneliti sebagai kolaborator, sebagai
berikut :
1) Observasi terhadap siswa
a) Peneliti mengamati komunikasi antar siswa dalam pembelajaran.
b) Peneliti mengamati komunikasi guru dan siswa.
c) Peneliti

mengamati

keaktifan

siswa

dalam

diskusi

untuk

menyelesaikan soal.
2) Observasi terhadap guru
Peneliti mengamati guru dalam pengelolaan pembelajaran quantum
teaching dengan metode diskusi.
d. Refleksi
Setelah tindakan dan observasi dilaksanakan maka hasil observasi
dan evaluasi dinalisis untuk pedoman dilaksanakannya siklus II.

Siklus II
Perencanaan, pelaksanaan, atau tindakan, pengamatan dan refleksi
siklus II ditentukan oleh hasil refleksi I. Selanjutnya peneliti merencanakan
tindakan pembelajaran dikelas pada siklus II.
a. Perencanaan
(1) Guru dan peneliti secara kolaboratif mengidentifikasi masalah.
(2) Guru dan peneliti menentukan materi yang akan diajarkan yaitu
tentang bentuk akar.

47

(3) Merencanakan pembuatan rencana pembelajaran sebagai pedoman


dalam kegiatan belajar mengajar.
(4) Menyusun lembar kerja siswa dan lembar observasi aktivitas siswa,
lembar observasi aktifitas guru dalam pembelajaran quantum teaching
dengan metode diskusi.
(5) Merancang pembentukan kelompok-kelompok kecil yang heterogen.
(6) Merancang soal uji kompetensi sebagai sarana untuk mengetahui
tingkat keberhasilan siswa dalam menguasai materi pelajaran yang
disampaikan.
b. Pelaksanaan Tindakan
(1) Tumbuhkan
Guru menumbuhkan minat siswa akan materi bentuk akar sehingga
siswa mengetahui manfaat dalam kehidupannya.
(2) Alami
Siswa dibimbing dengan diberikan LKS untuk mengalami sendiri,
menciptakan konsep bentuk akar dan siswa mendapat pengalaman
dengan cara berdiskusi dalam kelompok belajar.
(3) Namai
Tahap ini siswa dapat mendapatkan konsep dari bentuk akar.
(4) Demonstrasikan
Guru memberikan kesempatan kepada salah satu kelompok untuk
mengerjakan

hasil

LKS

di

depan

kelas

mendemonstrasikan / menjelaskan hasil diskusi.

dengan

cara

48

(5) Ulangi
Pada tahap ini guru menjelaskan secara ulang tentang bentuk akar.
(6) Rayakan
Rayakanlah bila siswa dapat mengerjakan latihan soal dengan
memberikan tepuk tangan, sehingga siswa akan lebih bersemangat
dalam pembelajaran.
c. Pengamatan
Pengamatan dilakukan oleh peneliti sebagai kolaborator, sebagai
berikut :
1) Observasi terhadap siswa
a) Peneliti mengamati komunikasi antar siswa dalam pembelajaran.
b) Peneliti mengamati komunikasi guru dan siswa.
c) Peneliti mengamati keaktifan siswa dalam menyelesaikan soal.
2) Observasi terhadap guru
Peneliti mengamati guru dalam pengelolaan pembelajaran quantum
teaching dengan metode diskusi.
d. Refleksi
Menganalisis data yang telah diperoleh dari proses pembelajaran
yang dilakukan oleh guru pelajaran dan diharapkan akan mencapai hasil
maksimal untuk menentukan kesimpulan dari hasil penelitian tindakan
kelas yang dilaksanakan.

49

D. Data dan Cara Pengumpulan Data


1. Sumber Data
Dalam penelitian ini sumber datanya adalah guru dan siswa kelas
X SMA N 1 Karanganyar Demak.
2. Jenis Data
Jenis data dalam penelitian ini adalah data kuantitatif dan data
kualitatif yang terdiri dari :
a. Data kuantitatif

: data hasil evaluasi.

b. Data kualitatif

: data tentang keaktifan siswa diambil dari lembar

observasi dan data tentang pelaksanaan pembelajaran guru.


3. Cara Pengambilan Data
a. Data kemampuan siswa diambil dari hasil evaluasi.
b. Data tentang keaktifan siswa diambil dari lembar observasi.
c. Data tentang pelaksanaan pembelajaran oleh guru diambil dari lembar
observasi.

E. Instrumen Penelitian
Instrumen dalam penelitian ini meliputi :
1. Tes
Tes merupakan alat atau prosedur yang digunakan untuk
mengetahui atau mengukur sesuatu dalam suasana, dengan cara dan
aturan-aturan yang sudah ditentukan. Tes yang digunakan dalam penelitian
ini adalah tes yang dilaksanakan siswa kelas X-4 SMA N 1 Karanganyar

50

Demak setelah mengikuti pembelajaran quantum teaching dengan metode


diskusi pada materi pokok bentuk pangkat dan akar.
Instrumen dalam penelitian ini berupa soal tes berbentuk subyektif
(soal uraian). Soal tes tersebut adalah tes yang diberikan setelah materi sub
pokok bahasan tersebut selesai. Tes digunakan untuk mengambil data hasil
belajar siswa dengan pokok bahasan bentuk pangkat dan akar.
2. Dokumentasi
Digunakan untuk memperoleh data mengenai daftar nama siswa
pada mata pelajaran matematika materi pokok bentuk pangkat dan akar.
3. Lembar Observasi
Lembar observasi digunakan untuk mengumpulkan data tentang
aktifitas siswa pada saat pembelajaran matematika model quantum
teaching dengan metode diskusi berbantuan LKS.
Prosedur yang akan ditempuh dalam pengadaan tes hasil belajar
pada materi pokok bentuk pangkat dan akar.
a. Pembatasan materi yang akan diujikan, yaitu materi pokok bentuk
pangkat dan akar.
b. Menentukan alokasi waktu.
c. Menentukan bentuk tes.
d. Membuat kisi-kisi soal dengan mencantumkan ruang lingkup bahan
pelajaran dan tujuan pelajaran.
e. Membuat perangkat tes berdasarkan kisi-kisi yang telah dibuat.

51

f. Mengujicobakan instrument tes pada kelas X-3 SMA N 1 Karanganyar


Demak.
g. Menganalisis hasil uji coba instrument tes untuk mengetahui taraf
kesukaran, daya beda, reliabilitas, dan validitas instrument.
h. Validitas
Validitas atau keahlian adalah suatu ukuran tingkat kevaliditan
atau kesahihan suatu instrument. Jadi suatu instrument (soal) dikatakan
valid apabila instrument tersebut mampu mengukur apa yang hendak
diukur (Arikunto, 2003). Rumus yang digunakan untuk menghitung
validitas tes secara empiris adalah rumus korelasi product moment
sebagai berikut :

rxy

NX

NXY X Y
2

X NY 2 Y
2

Keterangan :
rxy

: koefisien korelasi tiap item

: jumlah siswa yang diteliti

: jumlah skor item

: jumlah skor total

X2

: jumlah kuadrat skor item

Y2

: jumlah kuadrat skor total

XY

: jumlah perkalian skor item dan skor total

52

Hasil perhitungan rxy dikonsultasikan pada tabel kritis r product


moment dengan taraf signifikan 5%. Jika di dalam perhitungan didapat
rxy > rtabel, maka item soal tersebut valid (Arikunto, 2003).
i. Reliabilitas
Analisis reliablitias tes pada penelitian ini diukur dengan
menggunakan rumus Alpha sebagai berikut.
2
n i
r11
1

t 2
n 1

(Arikunto, 2003)

Rumus varians total

y 2

y 2

Dengan :
r11

= reliabilitas yang dicari

= jumlah butir soal

i 2

= varians skor total

t 2

= varians skor butir

y2

= jumlah skor total kuadrat

(y)2

= kuadrat dari jumlah skor


Kriteria penjumlahan reabilitas yaitu setelah didapat harga

r11 dikonsultasikan dengan harga product moment pada tabel. Jika thit >
rtabel maka tes yang diuji reliabel.
Tolak ukur untuk mengintrepretasikan tingkat reliabilitas
0,00 r11 < 0,20 reliabilitas sangat rendah
0,20 r11 < 0,40 reliabilitas rendah

53

0,40 r11 < 0,60 reliabilitas cukup


0,60 r11 < 0,80 reliabilitas tinggi
0,80 r11 1,00 reliabilitas sangat tinggi
j. Taraf Kesukaran
Taraf kesukaran butir soal diperlukan untuk mengetahui soal
tersebut mudah/sukar. Soal yang baik adalah soal yang tidak terlalu
mudah dan tidak terlalu sukar. Teknik perhitungannya adalah dengan
berapa persen testi yang gagal menjawab benar atau ada di bawah
batas lulus (<6 untuk rentang nilai 0 10) untuk setiap item. Rumus
yang digunakan adalah sebagai berikut.
TK

W
x 100%
N

Keterangan:
TK = tingkat kesukaran
W = jumlah peserta tes yang gagal
N = banyaknya peserta tes
Untuk menginterpretasikan taraf kesukaran dapat digunakan
kriteria sebagai berikut :
1. Jika TK 27%, soal mudah.
2. Jika TK 28% - 72%, soal sedang.
3. Jika TK 73%, soal sukar
4. Batas lulus ideal 6 untuk skala 0 10.
Dapat dikatakan bahwa penyusunan suatu item dilakukan
dengan mempertimbangkan tingkat kesukaran item, maka diharapkan

54

hasil yang diperoleh peserta didik dapat menggambarkan prestasi yang


sesungguhnya.
k. Daya Pembeda
Daya

pembeda

soal

adalah

kemampuan

soal

untuk

membedakan antara siswa yang berkemampuan tinggi dan siswa yang


berkemampuan rendah. Untuk menentukan daya pembeda untuk tes
yang berbentuk uraian menggunakan rumor uji t.
t

MH ML
x1 x 2
ni ni 1
2

Keterangan :
t

: Uji t

MH

: Mean kelompok atas

ML

: Mean kelompok bawah

x12

: Jumlah deviasi skor kelompok atas

x12

: Jumlah deviasi skor kelompok bawah

Ni

: Jumlah responden pada kelompok atas atau bawah


(27% x N)

Hasil perhitungan dikonsultasikan dengan ttabel, dengan taraf


signifikan 5% dan dk = n1 + n2 2. Jika thitung > ttabel maka daya
pembeda soal tersebut signifikan.

55

F. Analisis Data
1. Data Keaktifan Siswa
Untuk mengetahui seberapa besar keaktifan siswa dalam mengikuti proses
belajar mengajar, maka dilakukan analisis pada instrument lembar
observasi dengan menggunakan teknik deskriptif melalui prosentase.
Adapun perhitungan prosentase keaktifan siswa adalah :
Pr osentase (%)

Jumlah skor yang diperoleh


x 100%
Jumlah skor maksimal

2. Data Mengenai Hasil Belajar Siswa


a. Menghitung Nilai Rata-Rata
Untuk menghitung nilai rata-rata hasil evaluasi digunakan rumus:
x

x
n

Keterangan :

= Rata-rata nilai

= Jumlah seluruh nilai

= Jumlah siswa

(Sudjana, 2006)
b. Menghitung Ketuntasan Belajar
1). Ketuntasan Belajar Individu
Data diperoleh dari kemampuan siswa menyelesaikan
masalah

dapat

ditentukan

ketuntasan

belajar

individual

menggunakan analisis deskriptif persentase dengan perhitungan.

56

Ketuntasan Belajar Individu

jumlah skor tiap siswa


jumlah skor maksimal

x 100

2). Ketuntasan Belajar Klasikal


Data diperoleh dari kemampuan siswa menyelesaikan
masalah dapat ditentukan ketuntasan belajar klasikal menggunakan
analisis deskriptif persentase dengan perhitungan.
Ketuntasan Belajar Klasikal

jumlah siswa yang tuntas belajar


x 100
jumlah seluruh siswa

3. Data Kinerja Guru


Untuk mengetahui data pengelolaan guru dalam pembelajaran
dapat dilihat melalui lembar observasi dengan menggunakan teknik
deskriptif melalui prosentase.
Adapun perhitungan prosentase keaktifan siswa adalah :
Pr osentase (%)

jumlah siswa yang tuntas belajar


x 100
jumlah seluruh siswa

Kriteria penafsiran variable penelitian ini dilakukan :


>75%

kemampuan guru mengajar baik

65% - 75%

kemampuan guru mengajar cukup

<65%

kemampuan guru mengajar kurang

G. Indikator Keberhasilan
1. Hasil belajar siswa kelas X SMA N 1 Karanganyar Demak setelah
diterapkannya model pembelajaran quantum teaching dengan metode
diskusi berbantuan LKS pada pelajaran matematika diharapkan nilai rata-

57

ratanya 70 dan 70% dari jumlah seluruh siswa kelas tersebut dapat
mencapai ketuntasan belajar.
2. Keaktifan dan kerja sama dalam mengikuti proses belajar mengajar dari
lembar 60% dari jumlah seluruh kelas mencapai hasil yang baik.
3. Guru dikatakan berhasil menerapkan model pembelajaran jika pelaksanaan
pembelajaran minimal dalam kategori baik yaitu menncapai nilai min 76%
dari ketuntasan belajar siswa.

BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Persiapan Penelitian
Penelitian dilaksanakan di kelas X-4 semester I SMA Negeri 1
Karanganyar Demak tahun pelajaran 2010/2011. Sebelum penelitian terlebih dulu
peneliti melakukan persiapan agar hasil yang dicapai benar-benar maksimal.
Beberapa persiapan yang dilakukan peneliti sebelum mengadakan penelitian
adalah:
1. Melakukan

observasi

awal

untuk

mengidentifikasi

masalah

melalui

wawancara dengan guru bidang studi matematika.


2. Peneliti meminta persetujuan dari kepala sekolah SMA Negeri 1 Karanganyar
Demak untuk mengadakan penelitian.
3. Menentukan kelas X-4 yang dipilih sebagai subjek penelitian dan kelas X-3
sebagai kelas uji coba berdasarkan pertimbangan dari guru kelas.
4. Mencatat jumlah dan daftar nama siswa kelas X-4 (lampiran 1) dan siswa
kelas X-3 (lampiran 2) SMA Negeri 1 Karanganyar Demak.
Pelaksanaan uji coba dilakukan pada siswa kelas X-3 SMA Negeri 1
Karanganyar Demak yang berjumlah 40 siswa. Uji coba siklus I dilaksanakan
pada tanggal 16 Agustus 2010, sedangkan uji coba soal instrumen siklus II
dilaksanakan pada tanggal 20 Agustus 2010.
83

59

a. Analisis Hasil Uji Coba Soal Instrumen


1) Siklus I
Sebelum instrumen digunakan dalam penelitian siklus I, soal
instrumen diuji cobakan di kelas uji coba. Agar instrumen memiliki syaratsyarat alat ukur hasil belajar yang baik, maka harus memenuhi validitas,
reliabilitas, tingkat kesukaran, dan daya pembeda yang baik.
1. Validitas
Validitas digunakan untuk mengetahui valid tidaknya soal. Suatu
soal dapat dikatakan valid apabila soal tersebut mampu mengukur apa
yang hendak diukur. Untuk mengetahui validitas digunakan rumus
korelasi product moment, sebagai berikut:
rXY

N XY ( X )( Y )

N X

( X ) 2 N Y 2 ( Y ) 2

Contoh perhitungan butir soal nomor 1 :

X 181
XY 5266 Y 1156
N 40

X
Y

X 32761
34076 Y 1336336
829

Data dimasukkan ke dalam rumus korelasi product moment :

60

rXY

(40)(5266) (181)(1156)

(40)(829) 32761(40)(34076) 1336336

rXY

210640 209236
(33160 32761)(1363040 1336336

rXY

1404
(399)(26704)

1404
10654896
1404

3264,1838
0,4301

rXY
rXY
rXY

Koefisien validitas item nomor 1 adalah 0,4301. Untuk harga kritik dari
r product moment, dengan = 5% dan N =40 maka diperoleh rtabel =
0,312 sehingga harga rXY > rtabel atau 0,4301 > 0,312. maka soal nomor 1
dinyatakan valid.
Setelah

semua

perhitungan

analisis

validitas

butir

soal

dikonsultasikan dengan harga kritik product moment validitas butir soal,


maka didapatkan semua soal yaitu 8 butir soal valid. Perhitungan
validitas dapat dilihat pada lampiran 6 dan hasil analisis validitas butir
soal dapat dilihat pada lampiran 7.
2. Reliabilitas
Reliabilitas artinya dapat dipercaya atau dapat diandalkan. Sebuah
tes dikatakan reliabel jika tes tersebut dapat memberikan hasil yang
tetap, artinya apabila tes tersebut diberikan pada sejumlah subjek,
kemudian diberikan lagi pada subjek lain di lain waktu hasilnya relatif

61

sama atau tetap.


Untuk mencari reliabilitas soal uraian maka digunakan rumus
alpha, yaitu :

n i
r11
1 t 2 dengan
n 1

( Y) 2
Y
N

N
2

Kriteria penafsiran reliabilitas:


Jika 0,00 r11 < 0,20 : reliabilitas sangat rendah
Jika 0,20 r11 < 0,40 : reliabilitas rendah
Jika 0,40 r11 < 0,60 : reliabilitas cukup
Jika 0,60 r11 < 0,80 : reliabilitas tinggi
Jika 0,80 r11 1,00 : reliabilitas sangat tinggi
Dari analisis reliabilitas pada lampiran 9 terletak pada selang 0,40
r11 < 0,60

sehingga didapat 0,40 0,56 < 0,60 maka tes yang diuji

cobakan kategori reliabilitasnya cukup. Perhitungan reliabilitas dapat


dilihat pada lampiran 8 dan hasil analisis reliabilitas butir soal dapat
dilihat pada lampiran 9.
3. Daya Pembeda
Daya pembeda adalah kemampuan soal untuk membedakan antara
siswa yang pandai (kelompok atas) dengan siswa yang kurang pandai

62

(kelompok bawah). Suatu soal dianggap baik bila siswa yang pandai
dapat menjawab dengan benar, sehingga dengan semakin besar daya
pembeda soal, maka soal tersebut semakin baik. Digunakan rumus :

MH

ML

X1 X
n i ( n i 1)
2

2
2

ni diambil dari 27% jumlah siswa, yaitu sebagi berikut :

ni

27
x 40 10 ,8 11
100

Contoh perhitungan daya pembeda soal nomor 1 yaitu :

X 12 1,64
MH = 4,82

ML = 4,27

X 22 2,18

n = 11

Data di atas dimasukkan ke dalam rumus :

MH ML
X 12 X 22
n (n 1)
4,82 4,27
0,55
0,55
0,55

2,75
0,2
1,64 2,18
3,82
0,04
11(11 1)
110

Dari tabel distribusi t, untuk = 5% dk = (11-1)+(11-1) = 20 diperoleh


ttabel = 1,68 karena thitung > ttabel sehingga didapat 2,75 > 1,68 maka daya
pembeda soal nomor 1 dinyatakan signifikan.

63

Dengan perhitungan seperti contoh di atas, maka daya pembeda


semua soal siklus 1 adalah signifikan. Analisis daya pembeda dapat
dilihat pada lampiran 11.
4. Tingkat Kesukaran
Suatu soal dikatakan baik apabila soal tersebut tidak terlalu
mudah dan tidak terlalu sukar. Contoh perhitungan tingkat kesukaran
butir soal nomor 1 adalah sebagai berikut :
Diketahui :
F=0
N = 40
Maka P = F x100% 0 x100% 0%
N
40
Dengan tolak ukur :
Jika 0% P 27%

: butir soal mudah

Jika 28% P 73%

: butir soal sedang

Jika 74% P 100% : butir soal sukar


Hasil 0% dikonsultasikan dengan tolak ukur yang ada, karena
harga P terletak pada selang 0% P 27% sehingga didapat 0% 0%
27, maka soal nomor 1 termasuk soal dengan tingkat kesukaran
mudah.
Dengan cara perhitungan yang sama seperti contoh di atas,
maka dapat dikategorikan soal mudah adalah soal nomor 1, 2, 3, 4, 5,
6, dan 8. Soal yang dikategorikan sedang adalah soal nomor

7.

64

Analisis tingkat kesukaran dapat dilihat pada lampiran 10.


Berdasakan analisis validitas, reliabilitas, daya pembeda, dan
tingkat kesukaran maka instrumen penelitian siklus I berupa tes uraian
digunakan semua yaitu 8 soal dapat dilihat pada lampian 12.
2) Siklus II
Sebelum instrumen digunakan dalam penelitian sikus II, soal
instrumen diuji cobakan di kelas uji coba. Agar instrumen memiliki
syarat-syarat alat ukur hasil belajar yang baik, maka harus memenuhi
validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, dan daya pembeda yang baik.
1. Validitas
Validitas digunakan untuk mengetahui valid tidaknya soal. Suatu
soal dapat dikatakan valid apabila soal tersebut mampu mengukur apa
yang hendak diukur. Untuk mengetahui validitas digunakan rumus
korelasi product moment, sebagai berikut:
rXY

N XY ( X )( Y )

N X

( X ) 2 N Y 2 ( Y ) 2

Contoh perhitungan butir soal nomor 1 :

X 185 X
XY 5740 Y 1235 Y
N 40

X 34225
38611 Y 1525225
2

871

Data dimasukkan ke dalam rumus korelasi product moment :


rXY

N XY ( X )( Y )

N X

( X ) 2 N Y 2 ( Y ) 2

65

rXY

(40)(5740) (185)(1235)
(40)(871) 34225(40)(38611) 1525225

rXY

229600 228475
(34840 34225)(1544440 1525225

rXY

1125
(615)(19215)

1404
11817225
1404

3437,62
0,41

rXY
rXY
rXY

Koefisien validitas item nomor 1 adalah 0,41. Untuk harga kritik


dari r product moment, dengan = 5% dan N =40 maka diperoleh
rtabel = 0,312 sehingga harga rXY > rtabel atau 0,41 > 0,312. maka soal
nomor 1 dinyatakan valid.
Setelah

semua

perhitungan

analisis

validitas

butir

soal

dikonsultasikan dengan harga kritik product moment validitas butir


soal, maka didapatkan semua soal yaitu 8 butir soal valid. perhitungan
validitas dapat dilihat pada lampiran 13 dan hasil analisis validitas
butir soal dapat dilihat pada lampiran 14.
2. Reliabilitas
Reliabilitas artinya dapat dipercaya atau dapat diandalkan.
Sebuah tes dikatakan reliabel jika tes tersebut dapat memberikan hasil
yang tetap, artinya apabila tes tersebut diberikan pada sejumlah subjek,
kemudian diberikan lagi pada subjek lain dilain waktu hasilnya relatif

66

sama atau tetap.


Untuk mencari reliabilitas soal uraian maka digunakan rumus
alpha, yaitu :

n i
2
r11
1 t 2 dengan t
n 1

( Y) 2
Y
N

N
2

Kriteria penafsiran reliabilitas:


Jika 0,00 r11 < 0,20 : reliabilitas sangat rendah
Jika 0,20 r11 < 0,40 : reliabilitas rendah
Jika 0,40 r11 < 0,60 : reliabilitas cukup
Jika 0,60 r11 < 0,80 : reliabilitas tinggi
Jika 0,80 r11 1,00 : reliabilitas sangat tinggi
Dari analisis reliabilitas pada lampiran 16 diperoleh r11 terletak
pada selang 0,40 r11 < 0,60 sehingga didapat 0,40 0,54 < 0,60
maka tes yang diuji cobakan kategori reliabilitasnya cukup.
Perhitungan reliabilitas dapat dilihat pada lampiran 15 dan Hasil
Analisis reliabilitas butir soal dapat dilihat pada lampiran 16.
3. Daya Pembeda
Daya pembeda adalah kemampuan soal untuk membedakan
antara siswa yang pandai (kelompok atas) dengan siswa yang kurang
pandai (kelompok bawah). Suatu soal dianggap baik bila siswa yang

67

pandai dapat menjawab dengan benar, sehingga dengan semakin besar


daya pembeda soal, maka soal tersebut semakin baik.
Digunakan rumus :

MH

ML

X1 X
n i ( n i 1)
2

2
2

ni diambil dari 27% jumlah siswa, yaitu sebagi berikut :


ni

27
x 40 10,8 11
100

Contoh perhitungan daya pembeda soal nomor 1 yaitu :

X12 0,91
MH = 4,91

ML = 4,45

X 22 4,73

n = 11

Data di atas dimasukkan ke dalam rumus :

MH ML
X 12 X 22
n ( n 1)
4,91 4,45
0,91 4,73
11(11 1)

0,46
5,64
110

0,46
0,05

0,46
2,1
0.22

Dari tabel distribusi t, untuk = 5% dk = (11-1)+(11-1) = 20


diperoleh ttabel = 1,68 karena thitung > ttabel sehingga didapat 2,1 > 1,68
maka daya pembeda soal nomor 1 dinyatakan signifikan.

68

Dengan perhitungan seperti contoh di atas, maka daya pembeda


semua soal siklus II adalah signifikan. Analisis daya pembeda dapat
dilihat pada lampiran 18.
4. Tingkat Kesukaran
Suatu soal dikatakan baik apabila soal tersebut tidak terlalu
mudah dan tidak terlalu sukar. Contoh perhitungan tingkat kesukaran
butir soal nomor 1 adalah sebagai berikut :
Diketahui :
F=0
N = 40
Maka P = F x100% 0 x100% 0%
N
40
Dengan tolak ukur :
Jika 0% P 27%

: butir soal mudah

Jika 28% P 73%

: butir soal sedang

Jika 74% P 100% : butir soal sukar


Hasil 0 % dikonsultasikan dengan tolak ukur yang ada, karena
harga P terletak pada selang 0% P 27% sehingga didapat 0% 0%
27, maka soal nomor 1 termasuk soal dengan tingkat kesukaran
mudah.
Dengan cara perhitungan yang sama seperti contoh di atas, maka
dapat dikategorikan soal mudah adalah soal nomor 1, 2, 3, 4, 5, 6, dan 8,
soal yang dikategorikan sedang adalah soal nomor 7. Analisis tingkat

69

kesukaran soal uji coba dapat dilihat pada lampiran 17.


Berdasakan analisis validitas, reliabilitas, daya pembeda, dan
tingkat kesukaran maka instrumen penelitian siklus II berupa tes
uraian digunakan semua yaitu 8 soal dapat dilihat pada lampian 18.
B. Pelaksanaan Penelitian
Tahapan dalam penelitian tindakan kelas ini meliputi dua siklus. Dalam
setiap siklus terdiri atas tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan
dan refleksi. Masing-masing tahapan disajikan sebagai berikut :
1. Pelaksanaan Siklus I
Siklus I dilaksanakan 2 kali pertemuan. Pertemuan I dilaksanakan pada
hari Jumat tanggal 23 Agustus 2010 dan pada pertemuan II dilaksanakan pada
hari Senin tanggal 27 Agustus 2010. Adapun Pelaksanaan Siklus I adalah
sebagai berikut :
a. Perencanaan
1) Menentukan materi yang akan diajarkan yaitu bentuk pangkat.
2) Merancang pembelajaran model quantum teaching dengan metode
diskusi berbantuan LKS.
a) Menyusun rencana pembelajaran siklus I. ( lampiran 20 dan 22)
b) Membuat lembar kerja siswa. ( lampiran 21 dan 23)
3) Merancang perangkat tes siklus I berupa:
a) Soal tes siklus I ( lampiran 25)
b) Kunci jawaban soal tes siklus I. (lampiran 26)

70

c) Kisi-kisi (lampiran 24)


4) Menyiapkan lembar observasi kinerja guru dan aktifitas siswa untuk
mengamati perkembangan situasi dan kondisi belajar mengajar.
b. Pelaksanaan Tindakan
1) Melaksanakan Rencana Pembelajaran yang telah dibuat sesuai dengan
model quantum teaching ( sistem TANDUR ) dan metode diskusi
berbantuan LKS, sebagai berikut :
a) Tumbuhkan
Guru menumbuhkan minat siswa akan materi bentuk pangkat
sehingga siswa mengetahui manfaat dalam kehidupannya.
b) Alami
Siswa dibimbing dengan diberikan LKS untuk mengalami sendiri,
menciptakan

konsep

bentuk

pangkat

dan

siswa mendapat

pengalaman dengan cara berdiskusi dalam kelompok belajar.


c) Namai
Tahap ini siswa dapat mendapatkan konsep dari bentuk pangkat.
d) Demonstrasikan
Guru memberikan kesempatan kepada salah satu kelompok untuk
mengerjakan

hasil

LKS

di

depan

kelas

dengan

mendemonstrasikan / menjelaskan hasil diskusi.


e) Ulangi
Pada tahap ini guru menjelaskan ulang tentang bentuk pangkat.

cara

71

f) Rayakan
Rayakanlah bila siswa dapat mengerjakan latihan soal dengan
memberikan tepuk tangan, sehingga siswa akan lebih bersemangat
dalam pembelajaran.
2) Tes akhir siklus.(Dilaksanakan pada tanggal 30 Agustus 2010)
c. Pengamatan
Pengamatan dilakukan oleh peneliti dengan bantuan seorang guru
dari SMA Negeri 1 Karanganyar Demak untuk pengamatan terhadap
siswa dalam hal keaktifan siswa dan tanggapan siswa. Sedangkan untuk
pengamatan terhadap guru, pengamat mengamati kemampuan guru dalam
pengelolaan proses pembelajaran dengan menggunakan model quantum
teaching dengan metode diskusi berbantuan LKS.
1) Pengamatan terhadap keaktifan Siswa dalam Belajar Mengajar :
a) Kehadiran siswa dalam mengikuti pelajaran.
b) Perhatian siswa saat guru menjelaskan materi.
c) Keaktifan

siswa

dalam

berdiskusi

untuk

menyelesaikan

permasalahan yang diberikan oleh guru.


d) Keaktifan siswa dalam menyelesaikan permasalahan yang
diberikan oleh guru di depan kelas.
e) Kesungguhan siswa mengerjakan tugas evaluasi.
Hasil pengamatan terhadap keaktifan siswa didapat prosentase
sebesar 61,88%, yang artinya tingkat keaktifan siswa rendah sehingga

72

masih kurang dari prosentase keberhasilan yaitu 75%. Dapat dilihat


pada lampiran 36.
2) Pengamatan terhadap Guru yang Mengajar :
Dalam proses mengajar guru memperoleh skor 15 dengan
prosentase 62,5%, sehingga secara keseluruhan bahwa guru dalam
proses pengajaran termasuk kategori baik (lampiran 37). Untuk
prosentase tiap skor pada skor 1 atau skor kurang, guru memperoleh
0%, untuk skor 2 atau skor cukup baik guru memperoleh prosentase
25%, untuk skor 3 atau skor baik guru memperoleh prosentase hingga
37,5% dan untuk prosentase skor 4 atau sangat baik, guru mendapat
0%. Karena prosentas secara keseluruhan belum sesuai dengan
indikator keberhasilan maka pengamatan terhadap kinerja guru perlu
dilaksanakan kembali pada siklus II.
d. Refleksi
Hasil tes evaluasi siklus I bahwa siswa yang mendapat nilai 65 atau
tuntas belajar ada 29 siswa dan yang tidak tuntas belajar ada 11 siswa
dengan skor rata-rata 70,25 prosentase banyaknya siswa yang tuntas
belajar 72,5%. Jadi ketuntasan belajar secara klasikal belum tercapai
karena belum tercapai karena belum sesuai dengan dengan keberhasilan
yang diharapkan yaitu 85%. Oleh karena itu kegiatan pada siklus I perlu
diulang agar hasil belajar siswa meningkat. Hasil pengamatan dan refleksi

73

pada siklus I dapat digunakan sebagai dasar untuk perencanaan dan


tindakan pelaksanaan siklus II. Dapat dilihat pada lampiran 34.
Setelah melaksanakan pengamatan atas tindakan yang dilakukan, hasil
refleksi siklus I antara lain :
1. Keaktifan siswa belum sepenuhnya merata dalam seluruh kelas. Artinya,
masih ada beberapa siswa yang belum memahami masalah pada soal yang
telah diberikan. Agar siswa lebih memahami materi, sebaiknya pada
proses pembelajaran guru memberikan penjelasan yang berhubungan
dengan kehidupan sehari-hari dan menyuruh siswa untuk belajar di rumah
terlebih dahulu sebelum pembelajaran dilaksanakan.
2. Sebagian besar siswa masih takut bertanya kepada guru bila menemui
kesulitan. Untuk mengatasi hal itu guru dianjurkan memotivasi para siswa
untuk berani mengajukan pertanyaan dan memberikan kesempatan pada
siswa untuk mengajukan pertanyaan.
3. Sebagian siswa masih enggan menampilkan hasil pekerjaanya. Untuk
mengatasi hal itu, dianjurkan guru memberikan dorongan semangat
keberanian supaya semua siswa berani menampilkan hasil pekerjaanya.
4. Kinerja guru pada siklus I belum berdampak baik bagi siswanya, sehingga
pada siklus II diharapkan lebih baik.
Pada dasarnya proses pembelajaran ini sudah berjalan cukup baik tetapi
perlu perbaikan pada pembelajaran berikutnya, yaitu pada siklus II sehingga
kekurangan pada siklus sebelumnya dapat diperbaiki.

74

2. Pelaksanaan Siklus II
Siklus I dilaksanakan 2 kali pertemuan. Pertemuan I dilaksanakan pada
hari Jumat tanggal 24 September 2010 dan pada pertemuan II dilaksanakan
pada hari Senin tanggal 27 September 2010. Adapun Pelaksanaan Siklus I
adalah sebagai berikut :
a. Perencanaan
1) Menentukan materi yang akan diajarkan yaitu bentuk akar.
2) Merancang pembelajaran dengan memberi materi/bahan ajar dengan
model quantum teaching dengan metode diskusi berbantuan LKS.
a) Menyusun rencana pembelajaran siklus II.( lampiran 27 dan 29)
b) Membuat lembar kerja siswa siklus II. ( lampiran 28 dan 30)
3) Merancang perangkat tes siklus II berupa:
a) Soal tes siklus II ( lampiran 32)
b) Kunci jawaban soal tes siklus II. (lampiran 33)
c) Kisi-kisi (lampiran 31)
4) Menyiapkan lembar observasi guru dan aktifitas siswa untuk
mengamati perkembangan situasi dan kondisi belajar mengajar.
b. Pelaksanaan Tindakan
1) Melaksanakan Rencana Pembelajaran yang telah dibuat sesuai dengan
model quantum teaching ( sistem TANDUR ) dan metode diskusi
berbantuan LKS, sebagai berikut :

75

a) Tumbuhkan
Guru menumbuhkan minat siswa akan materi bentuk akar sehingga
siswa mengetahui manfaat dalam kehidupannya.
b) Alami
Siswa dibimbing dengan diberikan LKS untuk mengalami sendiri,
menciptakan konsep bentuk akar dan siswa mendapat pengalaman
dengan cara berdiskusi dalam kelompok belajar.
c) Namai
Tahap ini siswa dapat mendapatkan konsep dari bentuk akar.
d) Demonstrasikan
Guru memberikan kesempatan kepada salah satu kelompok untuk
mengerjakan

hasil

LKS

di

depan

kelas

dengan

cara

mendemonstrasikan / menjelaskan hasil diskusi.


e) Ulangi
Pada tahap ini guru menjelaskan secara ulang tentang bentuk akar.
f) Rayakan
Rayakanlah bila siswa dapat mengerjakan latihan soal dengan
memberikan tepuk tangan, sehingga siswa akan lebih bersemangat
dalam pembelajaran.
2) Tes akhir siklus.(Dilaksanakan pada tanggal 27 September 2010)

76

b. Pengamatan
Pengamatan dilakukan oleh peneliti dengan bantuan seorang guru
dari SMA Negeri 1 Karanganyar Demak untuk pengamatan terhadap
siswa dalam hal keaktifan siswa dan tanggapan siswa. Sedangkan untuk
pengamatan terhadap guru, pengamat mengamati kemampuan guru dalam
pengelolaan

proses

pembelajaran

dengan

menggunakan

model

pembelajaran quantum teaching dengan metode diskusi.


1) Pengamatan terhadap Keaktifan Siswa dalam Belajar Mengajar :
a. Kehadiran siswa dalam mengikuti pelajaran.
b. Perhatian siswa saat guru menjelaskan materi.
c. Keaktifan siswa saat berdiskusi untuk menyelesaikan permasalahan
yang diberikan oleh guru.
d. Keaktifan

siswa

dalam

menyelesaikan

permasalahan

yang

diberikan oleh guru di depan kelas.


e. Kesungguhan siswa mengerjakan tugas evaluasi.
Hasil pengamatan terhadap keaktifan siswa didapat prosentase
sebesar 75,13%, yang artinya tingkat keaktifan siswa tinggi sehingga
dapat dikatakan berhasil prosentase keberhasilan yaitu 75%. Dapat dilihat
pada lampiran 37.
2) Pengamatan terhadap Guru yang Mengajar.
Dalam proses mengajar guru memperoleh skor 19 dengan
prosentase 79,17%, sehingga secara keseluruhan bahwa guru dalam

77

proses pengajaran termasuk kategori sangat baik (lampiran 39 ). Untuk


prosentase tiap skor pada skor 1 atau skor kurang, guru memperoleh
0%, untuk skor 2 atau skor cukup baik guru memperoleh prosentase
8,33%, untuk skor 3 atau skor baik guru memperoleh prosentase
hingga 37,5% dan untuk prosentase skor 4 atau sangat baik, guru
mendapat 33,34%. Secara keseluruhan, guru dalam proses pengajaran
termasuk dalam kategori sangat baik, sehingga aktifitas guru pada
siklus II telah memenuhi indikator keberhasilan.
3) Pengamatan terhadap tanggapan siswa
Hasil pengamatan menggunakan angket yang berisi 20 item
tanggapan siswa dalam penerapan model pembelajaran quantum
teaching dengan metode diskusi dengan media LKS pada materi
bentuk pangkat dan akar mendapat prosentase sebesar 76,9% yang
artinya tanggapan siswa

sangat setuju sekali. Dari prosentase

keberhasilan yaitu 75% sudah tercapai. Dapat dilihat pada lampiran41.


d. Refleksi
Hasil tes evaluasi siklus I bahwa siswa yang mendapat nilai 65
atau tuntas belajar ada 34 siswa dan yang tidak tuntas belajar ada 6
siswa dengan skor rata-rata 73,63 prosentase banyaknya siswa yang
tuntas belajar 85%. sehingga sudah memenuhi indikator keberhasilan
yaitu 75% siswa yang tuntas belajar. Dapat dilihat pada lampiran 35.

78

Setelah melaksanakan pengamatan atas tindakan yang dilakukan, hasil


refleksi siklus II antara lain :
1) Keaktifan siswa sudah meningkat jika dibandingkan dengan siklus I,
dikarenakan siswa sudah termotivasi untuk belajar secara aktif dan guru
sudah memberikan bimbingan dengan baik serta guru sudah menciptakan
suasana belajar yang kondusif sehingga siswa lebih tertarik belajarnya dan
tidak membosankan..
2) Kinerja guru juga sudah meningkat, dapat dilihat dari kemampuannya
dalam membimbing siswa, memotivasi siswa dan mengelola kelas.
3) Tanggapan siswa dalam penerapan pembelajaran quantum teaching
dengan metode diskusi sangat baik, hal ini dapat dilihat dari keberanian
siswa dalam menyelesaikan permasalahan di depan kelas dan dalam
mengemukakan pendapat.
4) Secara garis besar, pelaksanaan pada siklus II sudah berhasil. Dilihat hasil
nilai tes evaluasi siklus II yang menunjukkan persentase ketuntasan
belajar secara klasikal 90% lebih dari 85% yang merupakan tolak ukur
keberhasilan, dan nilai rata rata kelas menunjukkan 75,4 yang sudah
melebihi indicator keberhasilan 75. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan
pembelajaran dikatakan berhasil.

79

C. Pembahasan
Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh model quantum teaching dengan
metode diskusi berbantuan LKS dapat meningkatkan hasil belajar materi bentuk
pangkat dan akar pada siswa kelas X-4 SMA Negeri 1 Karanganyar Demak
Semester I Tahun Pelajaran 2010/2011. Hal ini ditunjukkan dengan meningkatnya
kinerja guru dalam proses pembelajaran materi bentuk pangkat dan akar dengan
menerapkan model quantum teaching dengan metode diskusi berbantuan LKS
dari siklus I ke siklus II sebesar 62,5% meningkat menjadi 79,17%. Dalam
pengajaran, guru sudah baik dalam kinerjanya, karena guru dapat memberikan
contoh penyelesaian masalah yang berhubungan dengan kehidupan sehari hari,
serta materi yang disampaikan dapat dipahami siswa, soal yang diberikan sudah
sesuai dengan indikator keberhasilan yaitu 75% dan dalam mengambil
kesimpulan sudah mencakup semua materi. Guru dapat menciptakan suasana
belajar siswa lebih aktif. Hal ini karena dalam pembelajaran siswa ikut dilibatkan
dan apabila ada siswa yang mengalami kesulitan guru selalu membimbingnya.
Selain itu, guru sudah bisa menguasai kelas dengan baik dan juga lebih bisa
memotivasi siswa untuk belajar.
Meningkatnya keaktifan siswa selama proses belajar mengajar sudah
memenuhi indikator keberhasilan dari siklus I yang semula mencapai 61,88%
meningkat menjadi 75,13% pada siklus II. Meningkatnya keaktifan siswa
dikarenakan dalam kegiatan pembelajaran siswa dilibatkan secara langsung
sehingga siswa menjadi lebih aktif dalam pembelajaran yang disajikan dan guru

80

hanya berperan sebagai fasilitator dan membimbing siswa bila diperlukan


sehingga siswa didorong untuk berfikir sendiri untuk dapat menemukan prinsip
umum berdasarkan masalah yang telah diberikan oleh guru. Dengan dilibatkannya
siswa secara langsung dalam kegiatan pembelajaran maka pengetahuan yang baru
diperoleh oleh siswa akan melekat dan membekas lebih lama.
Hasil pengamatan tanggapan siswa terhadap model quantum teaching
dengan metode diskusi berbantuan LKS ditunjukkan dengan angket yang terdiri
dari 20 item. Tanggapan siswa terhadap model pembelajaran quantum teaching
dengan metode diskusi berbantuan LKS memperoleh prosentase 76,9% yang
artinya tanggapan siswa sangat setuju sekali. Dari prosentase keberhasilan yaitu
75% sudah tercapai.
Hasil tes evaluasi siklus I siswa yang mendapat nilai 65 atau tuntas belajar
ada 29 siswa dan yang tidak tuntas belajar ada 11 siswa dengan skor rata-rata
70,25 prosentase banyaknya siswa yang tuntas belajar 72,5%. Jadi ketuntasan
belajar secara klasikal belum tercapai karena belum sesuai dengan dengan
keberhasilan yang diharapkan yaitu 85%. Sedangkan hasil tes evaluasi siklus II
bahwa siswa yang mendapat nilai 65 atau tuntas belajar ada 34 siswa dan yang
tidak tuntas belajar ada 6 siswa dengan skor rata-rata 73,63 prosentase banyaknya
siswa yang tuntas belajar 85%. sehingga sudah memenuhi indikator keberhasilan
yaitu 75% siswa yang tuntas belajar.

81

Hal ini disebabkan oleh meningkatnya motivasi siswa dalam proses belajar
mengajar dan siswa lebih memahami soal bentuk akar sehingga siswa mampu
menjawab pertanyaan dari guru. Ini dapat dilihat dari analisis pengamatan
terhadap keaktifan siswa, bahwa siswa bersemangat untuk belajar karena siswa
yang hadir dalam mengikuti pelajaran mencapai 100%.
Pembelajaran quantum teaching dengan metode diskusi berbantuan LKS
dapat diterapkan pada materi bentuk pangkat dan akar karena dapat meningkatkan
hasil belajar dan dapat mengembangkan kreatifitas siswa dalam mempelajari
materi tersebut, serta dapat membantu siswa untuk mencari dan memunculkan
masalah sehingga tujuan instruksional dimana siswa sebagai subjek pendidikan
dapat terwujud dalam menjalankan tugas dan kewajiban sebagai siswa. Selain itu
peranan gurus sebagai fasilitator dan sekaligus pendamping dalam proses belajar
mengajar dapat terwujud.
Hasil penelitian ini mendukung pendapat DePorter (2000) yang
mengemukakan bahwa Quantum taching merupakan metode pengajaran yang
memiliki asas utama bawalah mereka ke dalam dunia kita dan antarkan dunia kita
ke dunia mereka. Maksud dari asas ini menunjukkan bahwa langkah pertama
yang harus dilakukan oleh seorang guru dalam memulai proses pembelajaran
adalah memasuki dunia siswa, caranya dengan mengkaitkan materi pelajaran
yang akan diberikan dengan sebuah peristiwa yang terjadi dalam kehidupan nyata
mereka. Setelah kaitan terbentuk barulah guru memberikan pemahaman kepada
siswa tentang materi yang diajarkan.

82

Penyajian materi dalam model quantum teaching ini terdiri dari 6 langkah,
yang dikenal dengan TANDUR yaitu: 1) penumbuhan minat siswa, 2) pemberian
pengalaman langsung kepada siswa sebelum penyajian, 3) penyampaian materi
dengan multimetode, 4) adanya demonstrasi oleh guru dengan siswa, 5)
pengulangan oleh siswa bahwa mereka benar-benar tahu, dan 6) penghargaan
terhadap siswa (DePorter, 2000).
Hasil

penelitian

dari

Siti

Markhamah

yang

dimuat

dalam

situs

(http://digilib.unnes.ac.id/gsdl/collect/skripsi/archives/HASH9cec/a495816a.dir/d
oc.pdf) menyatakan bahwa penerapan model pembelajaran Quantum Teaching
dapat meningkatkan kompetensi dasar, keaktifan, dan ketrampilan siswa dalam
materi pokok lingkaran. Hal ini sudah di atas indikator keberhasilan. Sedangkan
keaktifan siswa tumbuhkan, alami, namai, demontrasikan, ulangi, rayakan dapat
ditumbuh kembangkan.

BAB V
PENUTUP

A. Simpulan
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran
dengan menerapkan model quantum teaching dengan metode diskusi berbantuan
LKS dapat meningkatkan keaktifan siswa, kinerja guru, dan kemampuan kognitif
siswa dalam memecahkan masalah pada materi bentuk pangkat dan akar pada
siswa kelas X-4 Semester I SMA Negeri 1 Karanganyar Demak tahun pelajaran
2010/ 2011. Hal ini ditunjukkan oleh :
1. Meningkatnya keaktifan siswa dalam belajar mengajar yang semula pada
siklus I didapat prosentase sebesar 61,88% dengan kualifikasi penilaian
sedang dan pada siklus II meningkat menjadi 75,13% dengan kualifikasi
penilaian tinggi.
2. Meningkatnya hasil kemampuan kognitif siswa dalam memecahkan masalah
pada materi bentuk pangkat dan akar menunjukkan banyaknya siswa yang
tuntas pada siklus I sebanyak 29 siswa dengan skor rata-rata 70,25 prosentase
72,5% dengan kualifikasi penilaian baik, dan siswa yang tuntas pada siklus II
meningkat menjadi 34 siswa dengan skor rata-rata 73,63 prosentase 85%.
3. Meningkatnya kinerja guru dalam pembelajaran quantum teaching dengan
metode diskusi berbantuan LKS pada materi bentuk pangkat dan akar yang
83

84

pada siklus I diperoleh prosentase sebesar 62,5% dengan kualifikasi penilaian


baik, dan pada siklus II pada materi bentuk pangkat dan akar meningkat
menjadi 79,17% dengan kualifikasi penilaian sangat baik.
4. Tanggapan siswa dalam pembelajaran quantum teaching dengan metode
diskusi berbantuan

LKS mencapai persentase sebesar 76,9%

dengan

kualifikasi penilaian sangat setuju sekali.

B. Saran
Berdasarkan pelaksanaan penelitian tindakan kelas pada siswa kelas X-4
SMA Negeri 1 Karanganyar Demak Tahun Pelajaran 2010/2011 maka peneliti
mengajukan saran hendaknya guru menerapkan model quantum teaching dengan
metode diskusi berbantuan LKS pada materi bentuk pangkat dan akar sehingga
dapat meningkatkan kemampuan kognitif siswa, meningkatkan keaktifan siswa,
menambah motivasi belajar siswa, melatih siswa untuk bekerjasama dalam
diskusi dengan temannya dalam hal menyelesaikan soal sehingga dapat
meningkatkan kinerja guru dalam kegiatan pembelajaran.

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi. 2006. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi


Aksara.
_________________. 2006. Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta.
Darsono, Max, dkk. 2000. Belajar dan Pembelajaran. Semarang: IKIP Semarang
Press.
DePorter, Bobbi, Mark Reardon dan Sarah Singer-Nourie. 2000. Quantum
Teaching. Bandung: Kaifa.
DePorter, Bobbi dan Mike Hernacki. 2007. Quantum Learning. Bandung: Kaifa.
Hamalik, Oemar. 2001. Proses Belajar dan Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara.
Hudoyo, Herman. 2005. Strategi Belajar Matematika. Depdikbud.
Lembar Kerja Siswa (LKS).http://www.scribc.com/acc/6461437,11-an-bahanajar
Markhamah,Siti. 2007. Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Melalui Model
Pembelajaran
Quantum Teaching pada Pokok Bahasan Lingkaran.
http://digilib.unnes.ac.id/gsdl/collect/skripsi/archives/HASH9cec/a495816a.dir/do
c.pdf
Marwanta, Suwarsini Murniati, dkk. 2009. Matematika Kelas X. Jakarta :
Yudhistira.
Noormandiri, B. K, Endar Sucipto. 2004. Matematika untuk SMA Jilid 1 Kelas X.
Jakarta : Erlangga.
Slameto. 2001. Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta:
Rineka Cipta.
Sudjana, Nana. 2006. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar
Baru Algensindo Offset.
Tim Penyusun. 1991. Kamus Besar bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Trianto.

2007. Model Model Pembelajaran


Konstruktivistik. Surabaya: Prestasi Pustaka.

Inovatif

Berorientasi

Wirodikromo, Sartono. 2008. Matematika untuk SMA Kelas X Semester 1. Jakarta


: Erlangga.

Lampiran 1
DAFTAR NAMA KELAS X-4
(KELAS PENELITIAN)
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40

KODE
A-01
A-02
A-03
A-04
A-05
A-06
A-07
A-08
A-09
A-10
A-11
A-12
A-13
A-14
A-15
A-16
A-17
A-18
A-19
A-20
A-21
A-22
A-23
A-24
A-25
A-26
A-27
A-28
A-29
A-30
A-31
A-32
A-33
A-34
A-35
A-36
A-37
A-38
A-39
A-40

NAMA SISWA
Abdul Rauf
Ade Eka Fatma
Asmiyatul Khotimah
Bety Amalia Tasrika
Denny Kurniawan Hermanto
Dewi Ratnawati
Dewi Wulandari
Dewi Zuliana
Dwi Kartika Sandy
Demang Ari wibowo
Dian Fitriani
Edi Riyanto
Elok Nur Afif
Fira Angga Satya
Herman Setiawan
Ika Dewi Safitri
Ikha Sutriasih
Indri Wulandari
Ita Purnamasari
Khoirul Lisa
Lailatul Kadarwati
Lilik Harsono
Lis Kuntari
Lisa Karyawati
Lutfil Umami
M. Syamsul Hilal
Moch Dicky Rio Saputra
Muhammad Ronzi
Muhammad Yunus
Muizzatun Khoirin Nimah
Novariyati
Nurul Arifin
Puthut Armuji
Reza Rizky Putranto
Risa Zulis Mailani
Risnanda Setyo Raharjo
Siti Noor Jannah
Sri Wahyuningsih
Suci Fitriani
Syariatul Wahidah

Lampiran 2
DAFTAR NAMA KELAS X-3
(KELAS UJI COBA)
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40

KODE
UC-01
UC-02
UC-03
UC-04
UC-05
UC-06
UC-07
UC-08
UC-09
UC-10
UC-11
UC-12
UC-13
UC-14
UC-15
UC-16
UC-17
UC-18
UC-19
UC-20
UC-21
UC-22
UC-23
UC-24
UC-25
UC-26
UC-27
UC-28
UC-29
UC-30
UC-31
UC-32
UC-33
UC-34
UC-35
UC-36
UC-37
UC-38
UC-39
UC-40

NAMA SISWA
Amanda Novita Sari
Annisa Qolbi
Arifka Pangestu
Aristina Fita Wulandari
Ayu Darliyanti
Ayu Rizky Apriska
Bambang Prasetyo
Diah Ayu Kusuma Wati
Diani Nurul Nurhidayah
Dwi Juniati Sari
Dwi Setiyorini
Eriana Sylvia
Erien Asterina Adelin
Faizal Akbar Sutarto
Fakhrun Nisa
Furqona Putra Agry
Hesti Lambang Rahayu
Indah Puji Astuti
Kumala Dewi
Maya Alifia Rahmawati
Mei Ririn
Nailassafa
Nita Yuliani
Novia Mungawanah
Oktaria Trisnawati
Oktavia Nurfarika
Pandu Kurniawan
Pipit Puspitasari
Putri Rahayu
Retno Wahyuningsih
Rini Ariyani
Rista Hermawati
Sakdiah
Sri Puji Astuti
Susi Nur Jayanti
Syamsul Arifin
Tammy Talita Apriliyana
Untung Saeful Amri
Wheeliana Ayu Masrifah
Zuni Anis

Lampiran 3
DAFTAR KELOMPOK KELAS PENELITIAN

Kelompok 1

Kelompok 2

Abdul Rauf

Demang Ari Wibowo

Denny Kurniawan H

Edi Riyanto

Asmiyatul Khotimah

Dewi Wulandari

Bety Amalia Tasrika

Dewi Zuliana

Dewi Ratnawati

Dian Fitriani

Kelompok 3

Kelompok 4

Herman Setiawan

Nurul Arifin

Lilik Harsono

M. Syamsul Hilal

Elok Nur Afif

Ikha Sutriasih

Fira Angga Satya

Indri Wulandari

Ika Dewi Safitri

Ita Purnamasari

Kelompok 5

Kelompok 6

Moch Dicky Rio S

Muhammad Yunus

Muhammad Ronzi

Puthut Armuji

Khoirul Lisa

Lisa Karyawati

Lailatul Kadarwati

Lutfil Umami

Lis Kuntari

Muizzatun Khoirin Nimah

Kelompok 7

Kelompok 8

Reza Rizky Putranto

Risnanda Setyo Raharjo

Dwi Kartika Sandy

Ade Eka fatma

Novariyati

Sri Wahyuningsih

Risa Zulis Mailani

Suci Fitriani

Siti Noor Jannah

Syariatul Wahidah

Lampiran 4
SOAL TES UJI COBA
SIKLUS I

Petunjuk:
-

Tulislah nama, nomor absent, dan kelas pada lembar jawaban.

Kerjakan soal yag dianggap lebih mudah terlebih dahulu (boleh tidak urut).

Dilarang mencontek, melihat, dan memberi jawaban kepada siswa lain.

Alokasi waktu 60 menit.

Kerjakan soal-soal di bawah ini!


1. Sederhanakanlah bentuk-bentuk di bawah ini dengan pangkat bulat positif!
a.
b.
c.
d.
e.

-7

-4

2. Nyatakanlah pernyataan berikut ke dalam pangkat negatif !


a.
b.
c.
d.
e.

3. Nyatakanlah pernyataan di bawah ini tidak dalam pangkat !


a. 8-2
b. -2-4
c.
d.
e.
4. Sederhanakanlah !
a.
b.
5. Sederhanakanlah pernyataan berikut dengan menggunakan sifat
.
a.
b.
6. Sederhanakanlah !
a.
b.
c.
7. Sederhanakanlah !
a.
b.
8. Sederhanakanlah, kemudian nyatakan tiap pernyataan di bawah ini dalam
pangkat positif.
a.

b.

Lampiran 5
SOAL TES UJI COBA
SIKLUS II

Petunjuk:
-

Tulislah nama, nomor absen, dan kelas pada lembar jawaban.

Kerjakan soal yang dianggap lebih mudah terlebih dahulu (boleh tidak urut).

Dilarang mencontek, melihat, dan memberi jawaban kepada siswa lain.

Alokasi waktu 80 menit.

Kerjakan soal-soal di bawah ini!


1. Nyatakanlah bentuk di bawah ini tanpa pangkat.
a.
b.
c.
d.
e.
2. Sederhanakanlah operasi penjumlahan dan pengurangan di bawah ini.
a.
b.
b.

3. Sederhanakanlah.
a.
b.

4. Sederhanakanlah pernyataan berikut :


5. Jika diketahui
dan

dan

. Tentukan:

6. Rasionalkan penyebut tiap-tiap pernyataan di bawah ini.


a.
b.
7. Sederhanakanlah dengan dengan merasionalkan pembilang pecahan
8. Rasionalkan penyebut dari pecahan

Lampiran 6
UJI VALIDITAS
SIKLUS I

NO

KODE
SISWA

UC - 01
1
UC - 02
2
UC - 03
3
UC - 04
4
UC - 05
5
UC - 06
6
UC - 07
7
UC - 08
8
UC - 09
9
UC - 10
10
UC - 11
11
UC - 12
12
UC - 13
13
UC - 14
14
UC - 15
15
UC - 16
16
UC - 17
17
UC - 18
18
UC - 19
19
UC - 20
20
UC - 21
21
UC - 22
22
UC - 23
23
UC - 24
24
UC - 25
25
UC - 26
26
UC - 27
27
UC - 28
28
UC - 29
29
UC - 30
30
UC - 31
31
UC - 32
32
UC - 33
33
UC - 34
34
UC - 35
35
UC - 36
36
UC - 37
37
UC - 38
38
UC - 39
39
UC - 40
40
JUMLAH
KORELASI
R KRITERIA
KETERANGAN

NOMOR BUTIR SOAL ( X )


1
4
5
5
4
5
5
4
5
4
5
5
5
4
5
4
4
5
4
4
5
4
5
4
5
5
4
5
4
5
4
4
4
5
5
5
5
4
4
5
4
181
0.430
0.312

2
2
5
4
5
5
2
2
5
5
3
5
3
2
5
5
2
2
4
3
2
3
4
5
3
5
3
3
5
4
3
5
3
4
5
3
4
5
3
5
4
150
0.576
0.312

3
3
4
3
5
5
3
2
5
5
3
5
2
4
3
4
2
2
3
5
3
2
0
3
4
3
3
2
1
5
3
3
4
3
1
3
5
3
3
4
3
129
0.519
0.312

4
3
3
4
3
4
3
3
4
3
5
3
3
2
4
3
4
3
3
5
3
3
4
4
3
4
3
0
3
4
2
4
2
3
3
4
3
4
3
3
3
130
0.501
0.312

1
4
5
5
5
5
2
4
5
5
4
5
3
2
5
5
4
3
4
5
2
2
5
4
5
5
0
2
5
3
3
2
3
4
5
2
5
3
4
3
3
150
0.741
0.312

6
4
3
5
4
5
5
5
3
5
5
5
4
4
5
4
5
3
4
5
3
3
5
4
5
5
4
4
5
5
4
3
4
4
5
3
4
5
4
3
4
169
0.387
0.312

7
4
4
3
2
3
3
3
3
3
3
5
3
2
3
1
1
1
1
3
3
3
3
2
3
2
1
4
1
4
2
2
3
3
5
3
3
2
2
3
0
105
0.526
0.312

8
4
4
4
3
5
4
3
5
3
4
5
3
3
4
3
3
3
4
3
5
4
3
4
3
3
2
4
3
3
3
4
3
3
3
5
3
4
3
3
4
142
0.382
0.312

VALID

VALID

VALID

VALID

VALID

VALID

VALID

VALID

JUMLA
H
(Y)
28
33
33
31
37
27
26
35
33
32
38
26
23
34
29
25
22
27
33
26
24
29
30
31
32
20
24
27
33
24
27
26
29
32
28
32
30
26
29
25
1156

Lampiran 7
ANALISIS VALIDITAS BUTIR SOAL
SIKLUS I
Soal No.1

X 181 X
XY 5266 Y 1156 Y
N 40

X 32761
34076 Y 1336336
829

Data dimasukkan ke dalam rumus korelasi product moment :


rXY

N XY ( X )( Y )

N X

( X ) 2 N Y 2 ( Y ) 2

rXY

(40)(5266) (181)(1156)
(40)(829) 32761(40)(34076) 1336336

rXY

210640 209236
(33160 32761)(1363040 1336336

rXY

1404
(399)(26704)

1404
10654896
1404

3264,1838
0,430

rXY
rXY
rXY

Koefisien validitas item nomor 1 adalah 0,430. Untuk harga kritik dari r product
moment, dengan 5% dan N =40 maka diperoleh rtabel 0,312 sehingga
harga rXY rtabel atau 0,430 > 0,312. maka soal nomor 1 dinyatakan valid.
Soal no.2 sampai 8 dapat dihitung dengan cara yang sama seperti no.1.sehingga
dapat langsung dimasukkan kedalam tabel uji validitas pada siklus I (lampiran 6).

Lampiran 8
UJI RELIABILITAS
SIKLUS I
NO
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40

KODE
SISWA
UC - 01
UC - 02
UC - 03
UC - 04
UC - 05
UC - 06
UC - 07
UC - 08
UC - 09
UC - 10
UC - 11
UC - 12
UC - 13
UC - 14
UC - 15
UC - 16
UC - 17
UC - 18
UC - 19
UC - 20
UC - 21
UC - 22
UC - 23
UC - 24
UC - 25
UC - 26
UC - 27
UC - 28
UC - 29
UC - 30
UC - 31
UC - 32
UC - 33
UC - 34
UC - 35
UC - 36
UC 37
UC 38
UC 39
UC 40
JUMLAH
Varian Butir

NOMOR BUTIR SOAL ( X )


1
4
5
5
4
5
5
4
5
4
5
5
5
4
5
4
4
5
4
4
5
4
5
4
5
5
4
5
4
5
4
4
4
5
5
5
5
4
4
5
4
181
0,25

2
2
5
4
5
5
2
2
5
5
3
5
3
2
5
5
2
2
4
3
2
3
4
5
3
5
3
3
5
4
3
5
3
4
5
3
4
5
3
5
4
150
1,29.

3
3
4
3
5
5
3
2
5
5
3
5
2
4
3
4
2
2
3
5
3
2
0
3
4
3
3
2
1
5
3
3
4
3
1
3
5
3
3
4
3
129
1,47

4
3
3
4
3
4
3
3
4
3
5
3
3
2
4
3
4
3
3
5
3
3
4
4
3
4
3
0
3
4
2
4
2
3
3
4
3
4
3
3
3
130
0,74

5
4
5
5
5
5
2
4
5
5
4
5
3
2
5
5
4
3
4
5
2
2
5
4
5
5
0
2
5
3
3
2
3
4
5
2
5
3
4
3
3
150
1,64

6
4
3
5
4
5
5
5
3
5
5
5
4
4
5
4
5
3
4
5
3
3
5
4
5
5
4
4
5
5
4
3
4
4
5
3
4
5
4
3
4
169
0,57

JUMLAH
7
4
4
3
2
3
3
3
3
3
3
5
3
2
3
1
1
1
1
3
3
3
3
2
3
2
1
4
1
4
2
2
3
3
5
3
3
2
2
3
0
105
1,18

8
4
4
4
3
5
4
3
5
3
4
5
3
3
4
3
3
3
4
3
5
4
3
4
3
3
2
4
3
3
3
4
3
3
3
5
3
4
3
3
4
142
0,55

(Y)
28
33
33
31
37
27
26
35
33
32
38
26
23
34
29
25
22
27
33
26
24
29
30
31
32
20
24
27
33
24
27
26
29
32
28
32
30
26
29
25
1156
7,69

Lampiran 9
ANALISIS RELIABILITAS
SOAL UJI COBA
SIKLUS I

Untuk mencari reliabilitas digunakan rumus alpha, yaitu


n i
r11
1
2
t
n 1

dengan t 2

( Y ) 2
N
N

Y 2

Dari tabel bantu diperoleh :


N = 40

X
X
X
X
X
X
X
X
Y

829

2
1
2
2
2
3
2
4
2
5
2
6
2
7
2
8

614
475
452
628
737
323
526

34076

X 32761
X 22500
X 16641
X 16900
X 22500
X 28561
X 11025
X 20164
Y 1336336
2

Mencari varians:
( X 1 ) 2
N

N
32761
829
40 829 819,025 9,975 0,25

40
40
40
X1
2

( X 2 ) 2
N

N
22500
614
40 614 562,5 51,5 1,29

40
40
40
X2
2

3
2

3
2

( X 3 ) 2
N
N

X3

16641
40 475 416 ,025 58 ,975 1, 47
40
40
40

475

( X 4 ) 2
X4
N

N
16900
452
40 452 422 ,5 29 ,5 0,74

40
40
40
2

( X 5 )2
N

N
22500
628
40 628 562 ,5 65 ,5 1,64

40
40
40
X5
2

( X 6 ) 2
N

N
28561
737
40 737 714 ,025 22 ,975 0,57

40
40
40
X6
2

( X 7 ) 2
N

N
11025
323
40 323 275 ,625 47 ,375 1,18

40
40
40
X7
2

( X 8 ) 2
X8
N

N
20164
526
40 526 504 ,1 21,9 0,55

40
40
40
2

Sehingga :

2
i

12 22 32 42 52 62 72 82

2
i

0,25 1,29 1,47 0,74 1,64 0,57 1,18 0,55 7,69

Untuk varians total :


( Y ) 2
N

N
1336336
34076
34076 33408 , 4 667 ,6
40

16 .69
40
40
40
Y
2

Kemudian damasukkan ke dalam rumus alpha sehingga didapat :


2
n i
r11
1 2
t
n 1

7,69
40
r11
(1,03)(1 0,46) (1,03)(0,54) 0,56
1
40 1 16,69

Karena harga r11 terletak pada selang 0,40 < r11 0,60 sehingga didapat 0,40 <
0,56 0,60 maka tes yang diuji cobakan kategori reliabilitasnya cukup.

Lampiran 10
ANALISIS TARAF KESUKARAN
SOAL TES UJI COBA
SIKLUS I
Untuk menghitung tingkat kesukaran digunakan rumus :
P

F
x100%
N

F = banyakna testi yang gagal


N = jumlah peserta tes
Dengan tolak ukur :
Jika 0% P 27%

: butir soal mudah

Jika 28% P 73% : butir soal sedang


Jika 74% P 100% : butir soal sukar
Sehingga didapat :
No.Soal

Keterangan

1
2
3
4
5
6
7
8

0
7
9
4
8
0
15
1

40
40
40
40
40
40
40
40

0%
18%
23%
10%
20%
0%
38%
3%

Mudah
Mudah
Mudah
Mudah
Mudah
Mudah
Sedang
Mudah

Lampiran 11
ANALISIS DAYA PEMBEDA BUTIR SOAL
SOAL TES UJI COBA
SIKLUS I
Soal no.1
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
Jmlh
Ratarata

MH = 4,82

Skor HG
X1

Skor LG
X2

x1
(X1-MH)

x2
(X2-ML)

x12

x22

5
5
5
5
5
5
4
4
5
5
5
53

5
4
4
4
4
4
5
4
4
5
4
47

-0.18
-0.18
-0.18
-0.18
-0.18
-0.18
0.82
0.82
-0.18
-0.18
-0.18

-0.73
0.27
0.27
0.27
0.27
0.27
-0.73
0.27
0.27
-0.73
0.27

0.03
0.03
0.03
0.03
0.03
0.03
0.67
0.67
0.03
0.03
0.03

0.53
0.07
0.07
0.07
0.07
0.07
0.53
0.07
0.07
0.53
0.07

1.64

2.18

4.82

ML = 4,27

4.27

X 12 1,64
X 22 2,18

n = 11

Data di atas dimasukkan ke dalam rumus :

MH ML
X 12 X 22
n (n 1)
4,82 4,27
0,55
0,55
0,55

2,75
0,2
1,64 2,18
3,82
0,04
11(11 1)
110

Dari tabel distribusi t, untuk 5%, dk = (11-1)+(11-1) = 20 diperoleh

ttabel 1,68 karena t hitung t tabel sehingga didapat 2,75 > 1,68 maka daya
pembeda soal nomor 1 dinyatakan signifikan.

Soal no.2
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
Jmlh
Ratarata

MH = 4,45

Skor HG
X1

Skor LG
X2

x1
(X1-MH)

x2
(X2-ML)

x12

x22

5
5
5
5
5
4
5
3
4
3
5
49

2
3
3
2
4
3
3
3
2
2
3
30

-0.55
-0.55
-0.55
-0.55
-0.55
0.45
-0.55
1.45
0.45
1.45
-0.55

0.73
-0.27
-0.27
0.73
-1.27
-0.27
-0.27
-0.27
-0.73
0.73
-0.27

0.30
0.30
0.30
0.30
0.30
0.21
0.30
2.12
0.21
2.12
0.30

0.53
0.07
0.07
0.53
1.62
0.07
0.07
0.07
0.53
0.53
0.07

6.73

4.18

4.45

2.73

ML = 2,73

X 12 6,73
X 22 4,18

n = 11

Data di atas dimasukkan ke dalam rumus :

MH ML
X 12 X 22
n (n 1)
4,45 2,73
1,72
1,72 1,72

5,38
6,73 4,18
10,91
0,1 0,32
11(11 1)
110

Dari tabel distribusi t, untuk 5%, dk = (11-1)+(11-1) = 20 diperoleh

ttabel 1,68 karena t hitung t tabel sehingga didapat 5,38 > 1,68 maka daya
pembeda soal nomor 2 dinyatakan signifikan.

Soal no.3
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
Jmlh
Ratarata

MH = 4,18

Skor HG
X1

Skor LG
X2

x1
(X1-MH)

x2
(X2-ML)

x12

x22

5
5
5
3
4
3
5
5
5
3
3
46

3
4
3
2
3
2
2
3
4
2
3
31

-0.82
-0.82
-0.82
1.18
0.18
1.18
-0.82
-0.82
-0.82
1.18
1.18

-0.18
-1.18
-0.18
0.82
-0.18
0.82
0.82
-0.18
-1.18
0.82
-0.18

0.67
0.67
0.67
1.40
0.03
1.40
0.67
0.67
0.67
1.40
1.40

0.03
1.40
0.03
0.67
0.03
0.67
0.67
0.03
1.40
0.67
0.03

9.64

5.64

4.18

2.82

ML = 2,82

X 12 9,64
X 22 5,64

n = 11

Data di atas dimasukkan ke dalam rumus :

MH ML
X 12 X 22
n (n 1)
4,18 2,82
1,36
1,36
1,36

3,68
9,64 5,64
15,28
0,14 0,37
11(11 1)
110

Dari tabel distribusi t, untuk 5%, dk = (11-1)+(11-1) = 20 diperoleh

ttabel 1,68 karena t hitung t tabel sehingga didapat 3,68 > 1,68 maka daya
pembeda soal nomor 3 dinyatakan signifikan.

Soal no.4
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
Jmlh
Ratarata

MH = 3,91

Skor HG
X1
3
4
4
4
3
4
3
5

Skor LG
X2
3
2
3
4
3
3
0
2

x1
(X1-MH)
0.91
-0.09
-0.09
-0.09
0.91
-0.09
0.91
-1.09

x2
(X2-ML)
-0.45
0.55
-0.45
-1.45
-0.45
-0.45
2.55
0.55

x12

x22

0.83
0.01
0.01
0.01
0.83
0.01
0.83
1.19

0.21
0.30
0.21
2.12
0.21
0.21
6.48
0.30

4
5
4
43

2
3
3
28

-0.09
-1.09
-0.09

0.55
-0.45
-0.45

0.01
1.19
0.01

0.30
0.21
0.21

4.91

10.73

3.91

2.55

ML = 2,55

X 12 4,91
X 22 10,73

n = 11

Data di atas dimasukkan ke dalam rumus :

MH ML
X 12 X 22
n (n 1)
3,91 2,55
1,36
1,36
1,36

3,58
4,91 10,73
15,64
0,14 0,38
11(11 1)
110

Dari tabel distribusi t, untuk 5%, dk = (11-1)+(11-1) = 20 diperoleh

ttabel 1,68 karena t hitung t tabel sehingga didapat 3,58 > 1,68 maka daya
pembeda soal nomor 4 dinyatakan signifikan.

Soal no.5
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
Jmlh
Ratarata

MH = 4,73

Skor HG
X1
5
5
5
5
5
5
5
5
3
4
5
52

Skor LG
X2
2
3
4
4
3
2
2
3
2
3
0
28

4.73

x1
(X1-MH)
-0.27
-0.27
-0.27
-0.27
-0.27
-0.27
-0.27
-0.27
1.73
0.73
-0.27

x2
(X2-ML)
0.55
-0.45
-1.45
-1.45
-0.45
0.55
0.55
-0.45
0.55
-0.45
2.55

2.55

ML = 2,55

X 12 4,18
X 22 12,73

n = 11

Data di atas dimasukkan ke dalam rumus :

MH ML
X 12 X 22
n (n 1)
4,73 2,55

4,18 12,73
11(11 1)

2,18
2,18
2,18

5,59
16,91
0,15 0,39
110

x12

x22

0.07
0.07
0.07
0.07
0.07
0.07
0.07
0.07
2.98
0.53
0.07

0.30
0.21
2.12
2.12
0.21
0.30
0.30
0.21
0.30
0.21
6.48

4.18

12.73

Dari tabel distribusi t, untuk 5%, dk = (11-1)+(11-1) = 20 diperoleh

ttabel 1,68 karena t hitung t tabel sehingga didapat 5,59 > 1,68 maka daya
pembeda soal nomor 5 dinyatakan signifikan.

Soal no.6
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
Jmlh
Ratarata

MH = 4,64

Skor HG
X1
5
5
3
5
3
5
5
5
5
5
5
51

Skor LG
X2
3
4
4
5
4
3
4
4
4
3
4
42

4.64

3.82

ML = 3,82

x1
(X1-MH)
-0.36
-0.36
1.64
-0.36
1.64
-0.36
-0.36
-0.36
-0.36
-0.36
-0.36

X 12 6,55
X 22 3,64

x2
(X2-ML)
0.82
-0.18
-0.18
-1.18
-0.18
0.82
-0.18
-0.18
-0.18
0.82
-0.18

n = 11

Data di atas dimasukkan ke dalam rumus :

MH ML
X 12 X 22
n (n 1)
4,64 3,82
0,82
0,82
0,82

2,73
0,3
6,55 3,64
10,19
0,09
11(11 1)
110

x12

x22

0.13
0.13
2.68
0.13
2.68
0.13
0.13
0.13
0.13
0.13
0.13

0.67
0.03
0.03
1.40
0.03
0.67
0.03
0.03
0.03
0.67
0.03

6.55

3.64

Dari tabel distribusi t, untuk 5%, dk = (11-1)+(11-1) = 20 diperoleh

ttabel 1,68 karena t hitung t tabel sehingga didapat 2,73 > 1,68 maka daya
pembeda soal nomor 6 dinyatakan signifikan.

Soal no.7
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
Jmlh
Ratarata

MH = 3,27

Skor HG
X1
5
3
3
3
4
3
3
3
4
3
2
36

Skor LG
X2
3
3
2
1
0
3
4
2
2
1
1
22

3.27

2.00

ML = 2,00

x1
(X1-MH)
-1.73
0.27
0.27
0.27
-0.73
0.27
0.27
0.27
-0.73
0.27
1.27

X 12 6,18
X 22 14,00

x2
(X2-ML)
-1.00
-1.00
0.00
1.00
2.00
-1.00
-2.00
0.00
0.00
1.00
1.00

n = 11

Data di atas dimasukkan ke dalam rumus :

MH ML
X 12 X 22
n (n 1)
3,27 2,00
1,27
1,27
1,27

3,02
6,18 14,00
20,18
0,18 0,42
11(11 1)
110

x12

x22

2.98
0.07
0.07
0.07
0.53
0.07
0.07
0.07
0.53
0.07
1.62

1.00
1.00
0.00
1.00
4.00
1.00
4.00
0.00
0.00
1.00
1.00

6.18

14.00

Dari tabel distribusi t, untuk 5%, dk = (11-1)+(11-1) = 20 diperoleh

ttabel 1,68 karena t hitung t tabel sehingga didapat 3,02 > 1,68 maka daya
pembeda soal nomor 7 dinyatakan signifikan.

Soal no.8
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
Jmlh
Ratarata

MH = 3,91

Skor HG
X1
5
5
5
4
4
4
3
3
3
4
3
43

Skor LG
X2
5
3
3
3
4
4
4
3
3
3
2
37

3.91

3.36

ML = 3,36

x1
(X1-MH)
-1.09
-1.09
-1.09
-0.09
-0.09
-0.09
0.91
0.91
0.91
-0.09
0.91

X 12 6,91
X 22 6,55

x2
(X2-ML)
-1.64
0.36
0.36
0.36
-0.64
-0.64
-0.64
0.36
0.36
0.36
1.36

n = 11

Data di atas dimasukkan ke dalam rumus :

MH ML
X 12 X 22
n ( n 1)
3,91 3,36
6,91 6,55
11(11 1)

0,55
13,46
110

0,55
0,12

0,55
2,57
0,35

x12

x22

1.19
1.19
1.19
0.01
0.01
0.01
0.83
0.83
0.83
0.01
0.83

2.68
0.13
0.13
0.13
0.40
0.40
0.40
0.13
0.13
0.13
1.86

6.91

6.55

Dari tabel distribusi t, untuk 5%, dk = (11-1)+(11-1) = 20 diperoleh

ttabel 1,68 karena t hitung t tabel sehingga didapat 2,57 > 1,68 maka daya
pembeda soal nomor 8 dinyatakan signifikan.

Lampiran 12
REKAPITULASI SOAL TES UJI COBA
SIKLUS I

ANALISIS

No.
Soal

Validitas

Reliabilitas

Daya Pembeda

Taraf kesukaran

Keterangan

Valid

Reliabel

Signifikan

0%

Mudah

Valid

Reliabel

Signifikan

18%

Mudah

Valid

Reliabel

Signifikan

23%

Mudah

Valid

Reliabel

Signifikan

10%

Mudah

Valid

Reliabel

Signifikan

20%

Mudah

Valid

Reliabel

Signifikan

0%

Mudah

Valid

Reliabel

Signifikan

38%

Sedang

Valid

Reliabel

Signifikan

3%

Mudah

Lampiran 13
UJI VALIDITAS
SIKLUS II
NO

KODE
SISWA

UC - 01
UC - 02
UC - 03
UC - 04
UC - 05
UC - 06
UC - 07
UC - 08
UC - 09
UC - 10
UC - 11
UC - 12
UC - 13
UC - 14
UC - 15
UC - 16
UC - 17
UC - 18
UC - 19
UC - 20
UC - 21
UC - 22
UC - 23
UC - 24
UC - 25
UC - 26
UC - 27
UC - 28
UC - 29
UC - 30
UC - 31
UC - 32
UC - 33
UC - 34
UC - 35
UC - 36
UC - 37
UC - 38
UC - 39
UC - 40
JUMLAH
KORELASI
R KRITERIA
KETERANGAN
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40

NOMOR BUTIR SOAL ( X )

JUMLAH

1
5
5
5
5
5
4
5
5
5
5
5
5
5
5
5
5
5
3
5
4
5
5
5
4
4
3
4
4
5
5
4
5
4
5
4
5
3
5
5
5
185
0.327
0.312

2
4
5
4
5
4
3
2
5
5
5
3
3
2
5
5
2
3
5
5
2
3
3
2
5
3
3
4
5
4
4
5
2
4
3
4
4
2
5
4
3
149
0.617
0.312

3
4
5
4
5
4
3
3
3
5
3
4
3
3
4
5
4
5
3
5
4
2
5
3
3
5
3
4
3
5
4
5
4
4
3
3
5
3
4
4
5
156
0.491
0.312

4
4
5
3
4
3
3
3
5
3
3
5
3
2
3
3
3
3
5
3
2
5
3
3
3
3
5
4
3
4
4
5
3
3
4
3
4
3
3
5
3
141
0.564
0.312

5
4
5
5
5
5
2
4
5
5
5
5
4
3
5
4
4
3
5
5
4
4
5
4
5
5
3
4
5
5
3
5
4
4
4
4
5
4
4
5
4
173
0.637
0.312

6
5
4
5
4
5
5
5
5
5
3
5
2
2
5
4
4
4
4
5
5
4
3
5
3
5
4
4
5
5
3
5
5
4
5
3
4
3
4
3
4
167
0.517
0.312

7
4
4
3
2
3
3
3
3
3
3
5
2
2
3
2
2
2
2
3
3
4
4
2
3
2
4
2
2
4
3
2
3
4
5
3
4
4
4
3
4
123
0.390
0.312

8
4
5
4
4
3
4
5
5
3
3
4
2
3
3
3
3
3
3
3
4
4
3
3
3
3
4
3
5
3
4
4
3
3
3
3
5
3
4
4
3
141
0.531
0.312

VALID

VALID

VALID

VALID

VALID

VALID

VALID

VALID

(Y)
34
38
33
34
32
27
30
36
34
30
36
24
22
33
31
27
28
30
34
28
31
31
27
29
30
29
29
32
35
30
35
29
30
32
27
36
25
33
33
31
1235

Lampiran 14
ANALISIS VALIDITAS BUTIR SOAL
SIKLUS II
Soal No.1

X 185 X
XY 5740 Y 1235 Y
N 40

X 34225
38611 Y 1525225
871

Data dimasukkan ke dalam rumus korelasi product moment :


rXY

N XY ( X )( Y )

N X

( X ) 2 N Y 2 ( Y ) 2

rXY

(40)(5740) (185)(1235)
(40)(871) 34225(40)(38611) 1525225

rXY

229600 228475
(34840 34225)(1544440 1525225

rXY

1125
(615)(19215)

1404
11817225
1404

3437,62
0,33

rXY
rXY
rXY

Koefisien validitas item nomor 1 adalah 0,33. Untuk harga kritik dari r product
moment, dengan 5% dan N =40 maka diperoleh rtabel 0,312 sehingga
harga rXY rtabel atau 0,33 > 0,312. maka soal nomor 1 dinyatakan valid.
Soal no.2 sampai 8 dapat dihitung dengan cara yang sama seperti no.1.sehingga
dapat langsung dimasukkan kedalam tabel uji validitas pada siklus I (lampiran 13)

Lampiran 15
UJI RELIABILITAS
SIKLUS II
NO

kode
siswa

1
UC - 01
2
UC - 02
3
UC - 03
4
UC - 04
5
UC - 05
6
UC - 06
7
UC - 07
8
UC - 08
9
UC - 09
10
UC - 10
11
UC - 11
12
UC - 12
13
UC - 13
14
UC - 14
15
UC - 15
16
UC - 16
17
UC - 17
18
UC - 18
19
UC - 19
20
UC - 20
21
UC - 21
22
UC - 22
23
UC - 23
24
UC - 24
25
UC - 25
26
UC - 26
27
UC - 27
28
UC - 28
29
UC - 29
30
UC - 30
31
UC - 31
32
UC - 32
33
UC - 33
34
UC - 34
35
UC - 35
36
UC - 36
37
UC - 37
38
UC - 38
39
UC - 39
40
UC - 40
JUMLAH
Varian Butir

NOMOR BUTIR SOAL ( X )


1
5
5
5
5
5
4
5
5
5
5
5
5
5
5
5
5
5
3
5
4
5
5
5
4
4
3
4
4
5
5
4
5
4
5
4
5
3
5
5
5
185
0,38

2
4
5
4
5
4
3
2
5
5
5
3
3
2
5
5
2
3
5
5
2
3
3
2
5
3
3
4
5
4
4
5
2
4
3
4
4
2
5
4
3
149
1,20

3
4
5
4
5
4
3
3
3
5
3
4
3
3
4
5
4
5
3
5
4
2
5
3
3
5
3
4
3
5
4
5
4
4
3
3
5
3
4
4
5
156
0,74

4
4
5
3
4
3
3
3
5
3
3
5
3
2
3
3
3
3
5
3
2
5
3
3
3
3
5
4
3
4
4
5
3
3
4
3
4
3
3
5
3
141
0,75

5
4
5
5
5
5
2
4
5
5
5
5
4
3
5
4
4
3
5
5
4
4
5
4
5
5
3
4
5
5
3
5
4
4
4
4
5
4
4
5
4
173
0,57

6
5
4
5
4
5
5
5
5
5
3
5
2
2
5
4
4
4
4
5
5
4
3
5
3
5
4
4
5
5
3
5
5
4
5
3
4
3
4
3
4
167
0,79

7
4
4
3
2
3
3
3
3
3
3
5
2
2
3
2
2
2
2
3
3
4
4
2
3
2
4
2
2
4
3
2
3
4
5
3
4
4
4
3
4
123
0,77

8
4
5
4
4
3
4
5
5
3
3
4
2
3
3
3
3
3
3
3
4
4
3
3
3
3
4
3
5
3
4
4
3
3
3
3
5
3
4
4
3
141
0,55

JUMLAH
(Y)
34
38
33
34
32
27
30
36
34
30
36
24
22
33
31
27
28
30
34
28
31
31
27
29
30
29
29
32
35
30
35
29
30
32
27
36
25
33
33
31
1235
5,75

Lampiran 16
ANALISIS RELIABILITAS
SOAL UJI COBA
SIKLUS II
Untuk mencari reliabilitas digunakan rumus alpha, yaitu
2
n i
r11
1
2
t
n 1

dengan t 2

( Y ) 2
Y
N

N
2

Dari tabel bantu diperoleh :


871
34225

603
22201

638
24336

527
19881

771
29929

729
27889

409
15129

N = 40

X
X
X
X
X
X
X
X
Y

871

2
1
2
2
2
3
2
4
2
5
2
6
2
7
2
8

603
638
527
771
729
409
519

38611

X 34225
X 22201
X 24336
X 19881
X 29929
X 27889
X 15129
X 19881
Y 1525225
2

Mencari varians:
( X 1 ) 2
N

N
34225
871
40 871 855,625 15,375 0,38

40
40
40
X1
2

519
19881

38611
1525225

( X 2 ) 2
N

N
22201
603
40 603 555,025 47,975 1,20

40
40
40
X2
2

3
2

3
2

X3

( X 3 ) 2

N
N

24336
40 638 608 ,4 29 ,6 0,74
40
40
40

638

( X 4 ) 2
N

N
19881
527
40 527 497 ,025 29,975 0,75

40
40
40
X4
2

( X 5 )2
N

N
29929
771
40 771 748 , 225 22 ,775 0,57

40
40
40
X5
2

( X 6 )2
N

N
27889
729
40 729 697 ,225 31,775 0,79

40
40
40
X6
2

( X 7 )2
N

N
15129
409
40 409 378 , 225 30 ,775 0,77

40
40
40
X7
2

( X 8 ) 2
N

N
19881
519
40 519 497 ,025 21,975 0,55

40
40
40
X8
2

Sehingga :

2
t

12 22 32 42 52 62 72 82

2
t

0,38 1,20 0,74 0,75 0,57 0,79 0,77 0,55 5,75

Untuk varians total :


( Y )2
N

N
1525225
38611
38611 38130 ,625 480 ,375
40

12 ,01
40
40
40
Y
2

Kemudian damasukkan ke dalam rumus alpha sehingga didapat :


2
n i
r11
1 2
t
n 1

5,75
40
r11
(1,03)(1 0,48) (1,03)(0,52) 0,54
1
40 1 12,01

Karena harga r11 terletak pada selang 0,40 < r11 0,60 sehingga didapat 0,40 <
0,54 0,60 maka tes yang diuji cobakan kategori reliabilitasnya cukup.

Lampiran 17
ANALISIS TARAF KESUKARAN
SOAL TES UJI COBA
SIKLUS II
Untuk menghitung tingkat kesukaran digunakan rumus :
P

F
x100%
N

F = banyakna testi yang gagal


N = jumlah peserta tes
Dengan tolak ukur :
Jika 0% P 27% : butir soal mudah
Jika 28% P 73% : butir soal sedang
Jika 74% P 100% : butir soal sukar
Sehingga didapat :
No.Soal

Keterangan

1
2
3
4
5
6
7
8

0
7
1
2
1
2
12
1

40
40
40
40
40
40
40
40

0%
18%
3%
5%
3%
5%
30%
3%

Mudah
Mudah
Mudah
Mudah
Mudah
Mudah
Sedang
Mudah

Lampiran 18
ANALISIS DAYA PEMBEDA BUTIR SOAL
SOAL TES UJI COBA
SIKLUS II
Soal no.1
Skor HG
X1

No

Skor LG
X2

x1
(X1-MH)

x2
(X2-ML)

x12

x22

-0.09

0.45

0.01

0.21

2
3
4
5
6
7
8
9
10

-0.09
-0.09
-0.09
-0.09
0.91
-0.09
-0.09
-0.09
-0.09

-0.55
-0.55
0.45
0.45
-0.55
-0.55
0.45
1.45
-0.55

0.01
0.01
0.01
0.01
0.83
0.01
0.01
0.01
0.01

0.30
0.30
0.21
0.21
0.30
0.30
0.21
2.12
0.30

11

-0.09

-0.55

0.01

0.30

0.91

4.73

Jmlh
Ratarata

MH = 4,91

54

49

4.91

4.45

ML = 4,45

X 12 0,91
X 22 4,73

n = 11

Data di atas dimasukkan ke dalam rumus :

MH ML
X 12 X 22
n ( n 1)
4,91 4,45
0,91 4,73
11(11 1)

0,46
5,64
110

0,46
0,05

0,46
2,1
0.22

Dari tabel distribusi t, untuk 5%, dk = (11-1)+(11-1) = 20 diperoleh

ttabel 1,68 karena t hitung t tabel sehingga didapat 2,1 > 1,68 maka daya pembeda
soal nomor 1 dinyatakan signifikan.

Soal no.2
Skor HG
X1

No

Skor LG
X2

x1
(X1-MH)

x2
(X2-ML)

x12

x22

-0.55

-1.36

0.30

1.86

2
3
4
5
6
7
8
9
10

-0.55
1.45
0.45
0.45
-0.55
0.45
-0.55
-0.55
-0.55

0.64
-0.36
0.64
-0.36
0.64
0.64
-1.36
-0.64
-0.36

0.30
2.12
0.21
0.21
0.30
0.21
0.30
0.30
0.30

0.40
0.13
0.40
0.13
0.40
0.40
1.86
0.40
0.13

11

0.45

0.64

0.21

0.40

4.73

6.55

Jmlh
Ratarata

49

29

4.45

MH = 4,45

2.64

ML = 2,64

X 12 4,73
X 22 6,55

n = 11

Data di atas dimasukkan ke dalam rumus :

MH ML
X 12 X 22
n (n 1)
4,45 2,64
4,73 6,55
11(11 1)

1,81
11,28
110

1,81
0 .1

1,81
5,66
0.32

Dari tabel distribusi t, untuk 5%, dk = (11-1)+(11-1) = 20 diperoleh

ttabel 1,68 karena t hitung t tabel sehingga didapat 5,66 > 1,68 maka daya
pembeda soal nomor 2 dinyatakan signifikan.

Soal no.3
Skor HG
X1

No

Skor LG
X2

x1
(X1-MH)

x2
(X2-ML)

x12

x22

-0.55

-0.45

0.30

0.21

2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
Jmlh
Ratarata

1.45
0.45
-0.55
-0.55
-0.55
0.45
-0.55
-0.55
-0.55
1.45

-0.45
-1.45
-0.45
0.55
-0.45
0.55
0.55
0.55
0.55
0.55

2.12
0.21
0.30
0.30
0.30
0.21
0.30
0.30
0.30
2.12

0.21
2.12
0.21
0.30
0.21
0.30
0.30
0.30
0.30
0.30

6.73

4.73

MH = 4,45

49

39

4.45

3.55

ML = 3,55

X 12 6,73
X 22 4,73

n = 11

Data di atas dimasukkan ke dalam rumus :

MH ML
X 12 X 22
n (n 1)
4,45 3,55
0,9
0,9
0,9

2,81
6,73 4,73
11,46
0,10 0,32
11(11 1)
110

Dari tabel distribusi t, untuk 5%, dk = (11-1)+(11-1) = 20 diperoleh

ttabel 1,68 karena t hitung t tabel sehingga didapat 2,81 > 1,68 maka daya
pembeda soal nomor 3 dinyatakan signifikan.

Soal no.4
Skor HG
X1

No

Skor LG
X2

x1
(X1-MH)

x2
(X2-ML)

x12

x22

-0.91

-1.09

0.83

1.19

2
3
4
5
6
7
8

-0.91
-0.91
0.09
0.09
-0.91
0.09
0.09

-0.09
-0.09
0.91
-0.09
-0.09
-0.09
-0.09

0.83
0.83
0.01
0.01
0.83
0.01
0.01

0.01
0.01
0.83
0.01
0.01
0.01
0.01

9
10

1.09
1.09

-0.09
-0.09

1.19
1.19

0.01
0.01

11
Jmlh
Ratarata

1.09

0.91

1.19

0.83

6.91

2.91

MH = 4,09

45

32

4.09

2.91

ML = 2,91

X 12 6,91
X 22 2,91

n = 11

Data di atas dimasukkan ke dalam rumus :

MH ML
X 12 X 22
n (n 1)
4,09 2,91
1,18
1,18
1,18

3,93
6,91 2,91
9,82
0,09 0,3
11(11 1)
110

Dari tabel distribusi t, untuk 5%, dk = (11-1)+(11-1) = 20 diperoleh

ttabel 1,68 karena t hitung t tabel sehingga didapat 3,93 > 1,68 maka daya
pembeda soal nomor 4 dinyatakan signifikan.

Soal no.5
No

Skor HG
X1

Skor LG
X2

x1
(X1-MH)

x2
(X2-ML)

x12

x22

-0.36
-0.36
0.64
-0.36
1.64
-0.36
-0.36
-0.36
-0.36
-0.36

0.01
0.01
0.01
0.01
0.01
0.01
0.83
0.01
0.01
0.01

0.13
0.13
0.40
0.13
2.68
0.13
0.13
0.13
0.13
0.13

0.64

0.01

0.40

0.91

4.55

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

-0.09
-0.09
-0.09
-0.09
-0.09
-0.09
0.91
-0.09
-0.09
-0.09

11
Jmlh
Ratarata

-0.09

MH = 4,91

54

40

4.91

3.64

ML = 3,64

X 12 0,91
X 22 4,55

n = 11

Data di atas dimasukkan ke dalam rumus :

MH ML
X 12 X 22
n (n 1)
4,91 3,64
1,27
1,27
1,27

5,77
0,91 4,55
5,46
0,05 0,22
11(11 1)
110

Dari tabel distribusi t, untuk 5%, dk = (11-1)+(11-1) = 20 diperoleh

ttabel 1,68 karena t hitung t tabel sehingga didapat 5,77 > 1,68 maka daya
pembeda soal nomor 5 dinyatakan signifikan.

Soal no.6
Skor HG
X1

No

Skor LG
X2

x1
(X1-MH)

x2
(X2-ML)

x12

x22

-0.18
-1.18
-0.18
-1.18
-1.18
-0.18
-1.18
0.82
0.82
1.82

0.53
0.07
0.07
0.53
0.07
0.07
0.07
0.53
0.07
0.07

0.03
1.40
0.03
1.40
1.40
0.03
1.40
0.67
0.67
3.31

1.82

0.07

3.31

2.18

13.64

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

0.73
-0.27
-0.27
0.73
-0.27
-0.27
-0.27
0.73
-0.27
-0.27

11
Jmlh
Ratarata

-0.27

MH = 4,73

52

42

4.73

3.82

ML = 3,82

X 12 2,18
X 22 13,64

n = 11

Data di atas dimasukkan ke dalam rumus :

MH ML
X 12 X 22
n (n 1)
4,73 3,82
0,91
0,91
0,91

2,46
2,18 13,64
15,82
0,14 0,37
11(11 1)
110

Dari tabel distribusi t, untuk 5%, dk = (11-1)+(11-1) = 20 diperoleh

ttabel 1,68 karena t hitung t tabel sehingga didapat 2,46 > 1,68 maka daya
pembeda soal nomor 6 dinyatakan signifikan.

Soal no.7
Skor HG
X1

No

Skor LG
X2

x1
(X1-MH)

x2
(X2-ML)

x12

x22

0.55
-0.45
0.55
-0.45
-0.45
0.55
0.55
-0.45
-1.45
0.55

0.40
0.13
2.68
0.40
0.40
1.86
0.40
1.86
0.13
0.13

0.30
0.21
0.30
0.21
0.21
0.30
0.30
0.21
2.12
0.30

0.55

0.13

0.30

8.55

4.73

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

-0.64
0.36
-1.64
-0.64
-0.64
1.36
-0.64
1.36
0.36
0.36

11
Jmlh
Ratarata

0.36

MH = 3,36

37

28

3.36

2.55

ML = 2,55

X 12 8,55
X 22 4,73

n = 11

Data di atas dimasukkan ke dalam rumus :

MH ML
X 12 X 22
n (n 1)
3,36 2,55
0,81
10,81 0,81

2,31
8,55 4,73
13,28
0,12 0,35
11(11 1)
110

Dari tabel distribusi t, untuk 5%, dk = (11-1)+(11-1) = 20 diperoleh

ttabel 1,68 karena t hitung t tabel sehingga didapat 2,31 > 1,68 maka daya
pembeda soal nomor 7 dinyatakan signifikan.

Soal no.8
Skor HG
X1

No

Skor LG
X2

x1
(X1-MH)

x2
(X2-ML)

x12

x22

0.09
0.09
0.09
-0.91
-0.91
0.09
0.09
0.09
0.09
1.09

1.00
1.00
0.00
1.00
1.00
0.00
0.00
0.00
1.00
1.00

0.01
0.01
0.01
0.83
0.83
0.01
0.01
0.01
0.01
1.19

0.09

0.00

0.01

6.00

2.91

1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

-1
-1
0
-1
1
0
0
0
1
1

11
Jmlh
Ratarata

MH = 4,00

44

34

4.00

3.09

ML = 3,09

X 12 6,00
X 22 2,91

n = 11

Data di atas dimasukkan ke dalam rumus :

MH ML
X 12 X 22
n (n 1)
4,00 3,09
0,91
0,91
0,91

3,25
6,00 2,91
8,91
0,08 0,28
11(11 1)
110

Dari tabel distribusi t, untuk 5%, dk = (11-1)+(11-1) = 20 diperoleh

ttabel 1,68 karena t hitung t tabel sehingga didapat 3,25 > 1,68 maka daya
pembeda soal nomor 8 dinyatakan signifikan.

Lampiran 19
REKAPITULASI SOAL TES UJI COBA
SIKLUS II

ANALISIS

No.
Soal

Validitas

Reliabilitas

Daya Pembeda

Taraf kesukaran

Keterangan

Valid

Reliabel

Signifikan

0%

Mudah

Valid

Reliabel

Signifikan

18%

Mudah

Valid

Reliabel

Signifikan

3%

Mudah

Valid

Reliabel

Signifikan

5%

Mudah

Valid

Reliabel

Signifikan

3%

Mudah

Valid

Reliabel

Signifikan

5%

Mudah

Valid

Reliabel

Signifikan

30%

Sedang

Valid

Reliabel

Signifikan

3%

Mudah

Lampiran 20
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1
(RPP 1)
(Siklus I)
Sekolah

: SMA N 1 Karanganyar Demak

Mata Pelajaran

: Matematika

Kelas/Semester

:X/1

Materi Pokok

: Bentuk Pangkat dan Akar

Pertemuan

:1

Alokasi Waktu

: 2 x 45 menit

A. Standar Kompetensi
Memecahkan masalah yang berkaitan dengan bentuk pangkat dan akar.
B. Kompetensi Dasar
Menggunakan aturan pangkat dan akar.
C. Indikator
-

Menggunakan definisi pangkat bulat positif dalam menyelesaikan soal.

Mengaplikasikan sifat-sifat pangkat bulata positif dalam menyelesaikan


soal.

D. Tujuan Pembelajaran
-

Siswa diharapkan mampu menggunakan definisi pangkat bulat positif


dalam menyelesaikan soal.

Siswa diharapkan mampu mengaplikasikan sifat-sifat pangkat bulata


positif dalam menyelesaikan soal.

E. Materi Pembelajaran
Bentuk pangkat
F. Metode Pembelajaran
Diskusi

G. Model Pembelajaran
Quantum Teaching
H. Kegiatan Pembelajaran
1. Kegiatan Awal
a. Guru mengucapkan salam pembuka dan mengontrol kehadiran siswa.
b. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan memotivasi siswa.
c. Menyampaikan apersepsi
2. Kegiatan Inti
a. Tumbuhkan
Guru menumbuhkan minat siswa akan materi bentuk pangkat sehingga
siswa mengetahui manfaat dalam kehidupannya.
b. Alami
Siswa dibimbing dengan diberikan LKS 1 untuk mengalami sendiri,
menciptakan konsep bentuk pangkat dan siswa mendapat pengalaman
dengan cara berdiskusi dalam kelompok belajar.
c. Namai
Tahap ini siswa dapat mendapatkan konsep dari definisi dan sifat-sifat
pangkat bulat positif.
d. Demonstrasikan
Guru memberikan kesempatan kepada salah satu kelompok untuk
mengerjakan hasil LKS di depan kelas dengan cara mendemonstrasikan
/ menjelaskan hasil diskusi.
e. Ulangi
Pada tahap ini guru menjelaskan secara ulang tentang bentuk pangkat
bulat positif dan sifat-sifat pangkat bulat positif.
f.

Rayakan
Rayakanlah bila siswa dapat mengerjakan latihan soal dengan
memberikan tepuk tangan, sehingga siswa akan lebih bersemangat
dalam pembelajaran.

3. Kegiatan Akhir
a. Siswa bersama-sama dengan guru mengambil kesimpulan dari materi
yang telah dipelajari.
b. Meminta siswa untuk mempelajari materi berikutnya.
c. Salam penutup.
I. Alat/Bahan/Sumber Belajar
Sumber

: - Marwanta, Suwarsini Murniati, dkk. 2009. Matematika


Kelas X. Jakarta : Yudhistira.
- Noormandiri, B. K, Endar Sucipto. 2004. Matematika
untuk SMA Jilid 1 Kelas X. Jakarta : Erlangga.
- Wirodikromo, Sartono. 2008. Matematika untuk SMA
Kelas X Semester 1. Jakarta : Erlangga.

Media

: LKS

J. Penilaian
1. Prosedur
a. Keaktifan siswa pada saat proses belajar.
b. Hasil kerja kelompok dan hasil kerja individu.
2. Alat evaluasi
a. Jenis tes

: tertulis

b. Bentuk tes : uraian

Peneliti

Guru Mapel

KISI KISI SOAL TES EVALUASI


Nur Alina Rakhmawati
(SIKLUS I) Sigit Rianto, S. Si.
NPM. 06310468
NIP. 19820527 200903 1 004

Lampiran 21
Nama Kelompok:
Anggota: 1.

4.

2.

5.

3.

6.

Lembar Kerja Siswa 1


(Silkus I)

Petunjuk bagi siswa:


1. Bacalah dengan teliti
2. Kerjakan LKS ini secara berkelompok sesuai dengan anggota kelompok yang
telah ditetapkan, usahakan setiap anggota kelompok ikut berpartisipasi.
3. Apabila mengalami kesulitan, konsultasikan dengan guru.
4. Kemudian kerjakan latihan soal yang ada.
5. Lengkapilah titik-titik yang ada pada contoh soal.
6. Waktu yang disediakan untuk mengerjakan LKS ini adalah 30 menit.

A. Indikator
-

Siswa diharapkan mampu menggunakan definisi pangkat bulat positif


dalam menyelesaikan soal.

Siswa diharapkan mampu mengaplikasikan sifat-sifat pangkat bulat


positif.

B. Ringkasan Materi
BENTUK PANGKAT
1. Pangkat Bulat Positif
a. Pengertian pangkat bulat positif
Seringkali kita temukan suatu bilangan yang merupakan hasil
perkalian suatu bilangan dengan bilangan itu sendiri secara beruntun.

Misalnya,
3 x 3 x 3 ditulis sebagai 33 di baca tiga pangkat tiga.
4 x 4 x 4 x 4 x 4 ditulis sebagai ... dibaca ..................
5 x 5 x 5 x 5 x 5 x 5 x 5 ditulis sebagai ... di baca .................
Jadi, pangkat bulat positif adalah perkalian berganda dengan
faktor-faktor yang sama. Operasinya disebut perpangkatan, notasinya
disebut notasi eksponen. Bulangan 34 merupakan bilangan berpangkat,
dengan 3 merupakan bilangan pokok dan 4 merupakan pangkat.
DEFINISI

Contoh 1
Nyatakan dalam bentuk perkalian berulang
1. 25
2. ( -3 )4
3. X7
Jawab :
1. = x x x x
2. = x x x
3. = x x x x x x

b. Sifat-sifat bilangan dengan pangkat bulat positif


Operasi aijabar pada bilangan berpangkar dengan pangkat bilangan
positif, mempunyai sifat-sifat Ichusus. Berikur ni sifat-sifat bilangan
berpangkat dengan pangkat bulat positif.
SIFAT

Contoh 2
Tuliskan dalam bentuk pangkat paling sederhana!
a. 43 . 42

c. (32)4

b.

d. 24 . 34

e.

Jawab :
a. 43 . 42 = 43+2 = 45

c. (32)4 = 32.4 = 38

b.

d. 24.34 = =

==

e.

= =

Latihan Soal
1. Selesaikanlah dengan menulis faktor faktor perkaliannya !
a. 26

d. 53

b. 73

e. (-2)2

c. (-3)4
2. Sederhanakanlah !
a. 3x2 x 2x

d. 5x3 x x7

b. 3abc2 x 2a2b3c4

e. 2x8 x 5xy x 10x2y4

c. 2 m2 n2 x 4m5

f. 3ab2 x a2b4 x a2b4 x ab10 x a2c

3. Sederhanakanlah !
a. 26 : 24
b. 37 : 3
c. x5 : x4
d. x15 : x4

Selamat Mengerjakan. . . . . ! ! !

KUNCI JAWABAN LKS 1


(SIKLUS I)

1.

a. 26 = 2 x 2 x 2 x 2x 2 x 2 = 64
b. 73 = 7 x 7 x 7 = 343
c. (-3)4 = (-3) x (-3) x (-3) x (-3) = 81
d. 53 = 5 x 5 x 5 = 125
e. (-2)2 = (-2) x (-2) = 4

2. a. 3x2 x 2x = (3 x 2) x 2+1
= 6 x3
b. 3abc2 x 2a2b3c4 = (3 x 2) a1+2 b1+3 c2+4
= 6 a3b4c6
c. 2m2n2 x 4m5 = (2 x 4) m2+5n2
= 8 m7n2
d. 5x3 x x7 = 5 x 3+7
= 5x10
e. 2x8y4 x 5xy x 10x2y4 = (2 x 5 x 10) x 8+1+2 y4+1+4
= 100 x11y9
f. 3ab2 x a2b4 x ab10 x a2c = 3 a1+2+1+2 b2+4+10 c
= 3 a6b16c
3.

a. 26 : 24 = 26-4
= 22
b. 37 : 3 = 37-1
= 36
c. x5 : x4 = x5-4
=x
d. x15 : x4 = x15-4
= x11

Lampiran 22
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 2
(RPP 2)
(Siklus I)
Sekolah

: SMA Negeri 1 Karanganyar Demak

Mata Pelajaran

: Matematika

Kelas/Semester

:X/1

Materi Pokok

: Bentuk Pangkat dan Akar

Pertemuan

:2

Alokasi Waktu

: 2 x 45 menit

A. Standar Kompetensi
Memecahkan masalah yang berkaitan dengan bentuk pangkat dan akar.
B. Kompetensi Dasar
Menggunakan aturan pangkat dan akar.
C. Indikator
Menggunakan definisi bentuk pangkat negatif dan pangkat nol dalam
menyelesaikan soal.

D. Tujuan Pembelajaran
Siswa diharapkan dapat menggunakan definisi bentuk pangkat negatif dan
pangkat nol dalam menyelesaikan soal.
E. Materi Pembelajaran
Bentuk Pangkat
F. Metode Pembelajaran
Diskusi
G. Model Pembelajaran:
Quantum Teaching

H. Kegiatan Pembelajaran
1. Kegiatan Awal
a. Guru mengucapkan salam pembuka dan mengontrol kehadiran siswa
b. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan memotivasi siswa.
c. Menyampaikan apersepsi
2. Kegiatan Inti
a.

Tumbuhkan
Guru menumbuhkan minat siswa akan materi bentuk pangkat sehingga
siswa mengetahui manfaat dalam kehidupannya.

b.

Alami
Siswa dibimbing dengan diberikan LKS 2 untuk mengalami sendiri,
menciptakan konsep bentuk pangkat dan siswa mendapat pengalaman
dengan cara berdiskusi dalam kelompok belajar.

c.

Namai
Tahap ini siswa dapat mendapatkan konsep dari definisi bentuk pangkat
bulat negatif dan pangkat nol.

d.

Demonstrasikan
Guru memberikan kesempatan kepada salah satu kelompok untuk
mengerjakan hasil LKS di depan kelas dengan cara mendemonstrasikan
/ menjelaskan hasil diskusi.

e. Ulangi
Pada tahap ini guru menjelaskan secara ulang tentang bentuk pangkat
bulat positif dan sifat-sifat pangkat bulat positif.
f.

Rayakan
Rayakanlah bila siswa dapat mengerjakan latihan soal dengan
memberikan tepuk tangan, sehingga siswa akan lebih bersemangat
dalam pembelajaran.

3.Kegiatan Akhir
a. Siswa bersama-sama dengan guru mengambil kesimpulan dari materi
yang telah dipelajari.
b.

Meminta siswa untuk mempelajari materi berikutnya.

c. Salam penutup.

I. Alat/Bahan/Sumber Belajar
Sumber

: - Marwanta, Suwarsini Murniati, dkk. 2009. Matematika


Kelas X. Jakarta : Yudhistira.
- Noormandiri, B. K, Endar Sucipto. 2004. Matematika
untuk SMA Jilid 1 Kelas X. Jakarta : Erlangga.
- Wirodikromo, Sartono. 2008. Matematika untuk SMA
Kelas X Semester 1. Jakarta : Erlangga.

Media

: LKS

J. Penilaian
1. Prosedur
a. Keaktifan siswa pada saat proses belajar.
b. Hasil kerja kelompok dan hasil kerja individu.
2. Alat evaluasi
a. Jenis tes

: tertulis

b. Bentuk tes : uraian

Peneliti

Guru Mapel

Nur Alina Rakhmawati


NPM. 06310468

Sigit Rianto, S. Si.


NIP. 19820527 200903 1 004

Lampiran 23
Nama Kelompok:
Anggota: 1.

4.

2.

5.

3.

6.

Lembar Kerja Siswa 2


(Silkus I)
Petunjuk bagi siswa:
1. Bacalah dengan teliti
2. Kerjakan LKS ini secara berkelompok sesuai dengan anggota kelompok yang
telah ditetapkan, usahakan setiap anggota kelompok ikut berpartisipasi.
3. Apabila mengalami kesulitan, konsultasikan dengan guru.
4. Kemudian kerjakan latihan soal yang ada.
5. Lengkapilah titik-titik yang ada pada contoh soal.
6. Waktu yang disediakan untuk mengerjakan LKS ini adalah 30 menit.

A. Indikator
Siswa diharapkan mampu menggunakan definisi bentuk pangkat negatif dan
pangkat nol dalam menyelesaikan soal.

B. Ringkasan Materi
Pangkat Bulat Negatif Dan Nol
a. Pangkat bulat negatif
Contoh 3
Perhatikan bahwa a 4 : a 6 a 46 a 2
a4
... ... ... ...
1
1

...
6
a
... ... ... ... ... ... a ... a
Jadi, ...

1
a...

Dari contoh di atas dapat kita definisikan bilangan berpangkat bulat


negatif sebagai berikut :
DEFINISI

b. Pangkat nol
Jika m , n bilangan bulat positif dan m n, maka a mn a 0
Untuk menentukan nilai dari bilangan pangkat nol, perhatikan uraian
berikut!
a 0 a mn

am
am

=1
Sehingga dapat kita definisikan bilangan berpangkat nol sebagai berikut.
DEFINISI
Untuk setiap a R dan a 0 berlaku a 0 1

Latihan Soal
1. Selesaikanlah !
a. 21 + 20 + 2-1

e. (2-1 + 3-1)-1

b. 3-1 + 2-1

f. ( 5-1 2-1 )-1

c. 3-1 . 2-1

g. (7-1 + 5-1)0

d. 5-1 - 50

h. (a-1 + b-1)0

2. Sederhanakanlah !

3.

a. 80

d. 4xo

g. 2x0 + 3y0

b. 150

e. 9x0

h. 2x0 : 4y0

c. 90

f. a0 x b0

i. a0 + b0 + c0

Nyatakanlah bentuk-bentuk berikut tidak dengan pangkat negatif atau


nol !
a. 3x-2y
b. 5y-2x3z0
c. (a-1 + b-1)-1

Selamat Mengerjakan. . . . . ! ! !

KUNCI JAWABAN LKS 2


(SIKLUS I)
1. a. 21 + 20 +2-1 = 2 + 1 +
=
b. 3-1 + 2-1 =

=
=
c. 3-1 . 2-1 =
=
d. 51 50 = 5 1
=4
e.

=
=
=2+3
=5

f.

=
=
=52
=3

g.

=
=
=1+1=2

h.

=
=
=1+1=2

2. a. 80 = 1

e. 9x0 = 9 . 1 = 9

b. 150 = 1

f. a0 x b0 = 1 . 1 = 1

c. 90 = 1

g. 2x0 +3y0 = 2.1 + 3.1 = 2+3 = 5

d. 4x0 = 4 . 1 = 4

h. 2x0 : 4y0 = 2.1 : 4.1 = 2:4 =

3. a. 3x-2y =

b. 5y-2x3z0 =
c.

Lampiran 24
KISI KISI SOAL TES EVALUASI
(SIKLUS I)

Mata Pelajaran

: Matematika

Kelas/Semester

:X/1

Materi Pokok

: Bentuk Pangkat

Alokasi Waktu

: 2 x 35 menit
Kategori

No.

Tujuan pembelajaran

1.

Siswa diharapkan mampu

menggunakan

definisi

C1

C2

Nomor
C3

soal
1,8

pangkat bulat positif dalam


menyelesaikan soal.

2.

Siswa diharapkan mampu

mengaplikasikan

sifat-sifat

4, 5,6,7

pangkat bulat positif.

2,3
3.

Siswa diharapkan mampu

menggunakan

definisi

pangkat bulat negatif dan


pangkat

nol

menyelesaikan soal.

Keterangan:
C1

: Ingatan

C2

: Pemahaman

C3

: Penerapan

dalam

Lampiran 25
SOAL TES SIKLUS I

Petunjuk:
-

Tulislah nama, nomor absent, dan kelas pada lembar jawaban.

Kerjakan soal yag dianggap lebih mudah terlebih dahulu (boleh tidak urut).

Dilarang mencontek, melihat, dan memberi jawaban kepada siswa lain.

Alokasi waktu 60 menit.

Kerjakan soal-soal di bawah ini!


1. Sederhanakanlah bentuk-bentuk di bawah ini dengan pangkat bulat positif!
a.
b.
c.
d.

-7

e.

-4

2. Nyatakanlah pernyataan berikut ke dalam pangkat negatif !


a.
b.
c.
d.
e.
3. Nyatakanlah pernyataan di bawah ini tidak dalam pangkat !
a. 8-2
b. -2-4

c.
d.
e.
4. Sederhanakanlah !
a.
b.
5. Sederhanakanlah pernyataan berikut dengan menggunakan sifat
.
a.
b.
6. Sederhanakanlah !
a.
b.
c.
7. Sederhanakanlah !
a.
b.
8. Sederhanakanlah, kemudian nyatakan tiap pernyataan di bawah ini dalam
pangkat positif.
a.
b.

Lampiran 26
KUNCI JAWABAN TES SIKLUS I
1. a.

b.

c.

2.

d.

e.

a.
b.
c.
d.
e.

3.

a.
b.
c.
d.
e.

4.

a.
b.

5.

a.
b.

6.

a.
b.
c.

7.

a.
b.

8.

a.
b.

Lampiran 27
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 3
(RPP 3)
(Siklus II)
Sekolah

: SMA Negeri 1 Karanganyar Demak

Mata Pelajaran

: Matematika

Kelas/Semester

:X/1

Materi Pokok

: Bentuk Pangkat dan Akar

Pertemuan

:3

Alokasi Waktu

: 2 x 45 menit

A. Standar Kompetensi
Memecahkan masalah yang berkaitan dengan bentuk pangkat dan akar.
B. Kompetensi Dasar
Menggunakan aturan pangkat dan akar.
C. Indikator
-

Menjelaskan pengertian bentuk akar.

Menggunakan operasi aljabar pada bentuk akar.

D. Tujuan Pembelajaran
-

Siswa diharapkan mampu menjelaskan pengertian bentuk akar.

Siswa diharapkan menggunakan operasi aljabar pada bentuk akar.

E. Materi Pembelajaran :
Bentuk Akar
F. Metode Pembelajaran :
Diskusi
G. Model Pembelajaran:
Quantum Teaching

H. Kegiatan Pembelajaran
1. Kegiatan Awal
a. Guru mengucapkan salam pembuka dan mengontrol kehadiran siswa.
b. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan memotivasi siswa.
c. Menyampaikan apersepsi
2. Kegiatan Inti
a. Tumbuhkan
Guru menumbuhkan minat siswa akan materi bentuk pangkat sehingga
siswa mengetahui manfaat dalam kehidupannya.
b. Alami
Siswa dibimbing dengan diberikan LKS 3 untuk mengalami sendiri,
menciptakan konsep bentuk akar dan siswa mendapat pengalaman
dengan cara berdiskusi dalam kelompok belajar.
c. Namai
Tahap ini siswa dapat mendapatkan konsep dari bentuk akar.
d. Demonstrasikan
Guru memberikan kesempatan kepada salah satu kelompok untuk
mengerjakan hasil LKS di depan kelas dengan cara mendemonstrasikan /
menjelaskan hasil diskusi.
e. Ulangi
Pada tahap ini guru menjelaskan secara ulang tentang bentuk akar.
f. Rayakan
Rayakanlah bila siswa dapat mengerjakan latihan soal dengan
memberikan tepuk tangan, sehingga siswa akan lebih bersemangat dalam
pembelajaran.
3. Kegiatan Akhir
a. Siwa bersama-sama dengan guru mengambil kesimpulan dari materi
yang telah dipelajari.
b. Meminta siswa untuk mempelajari materi berikutnya.
c. Salam penutup.

I. Alat/Bahan/Sumber Belajar
Sumber

: - Marwanta, Suwarsini Murniati, dkk. 2009. Matematika


Kelas X. Jakarta : Yudhistira.
- Noormandiri, B. K, Endar Sucipto. 2004. Matematika
untuk SMA Jilid 1 Kelas X. Jakarta : Erlangga.
- Wirodikromo, Sartono. 2008. Matematika untuk SMA
Kelas X Semester 1. Jakarta : Erlangga.

Media

: LKS

J. Penilaian
1. Prosedur
a. Keaktifan siswa pada saat proses belajar.
b. Hasil kerja kelompok dan hasil kerja individu.
2. Alat evaluasi
a. Jenis tes

: tertulis

b. Bentuk tes : uraian

Peneliti

Guru Mapel

Nur Alina Rakhmawati


NPM. 06310468

Sigit Rianto, S. Pd.


NIP. 19802527 200903 1 004

Lampiran 28
Nama Kelompok :
Anggota: 1.

4.

2.

5.

3.

6.

Lembar Kerja Siswa 3


(Silkus II)

Petunjuk bagi siswa:


1. Bacalah dengan teliti
2. Kerjakan LKS ini secara berkelompok sesuai dengan anggota kelompok yang
telah ditetapkan, usahakan setiap anggota kelompok ikut berpartisipasi.
3. Apabila mengalami kesulitan, konsultasikan dengan guru.
4. Kemudian kerjakan latihan soal yang ada.
5. Lengkapilah titik-titik yang ada pada contoh soal
6. Waktu yang disediakan untuk mengerjakan LKS ini adalah 30 menit.

A. Indikator
-

Siswa diharapkan mampu menjelaskan pengertian bentuk akar

Siswa diharapkan mampu menggunakan operasi aljabar pada bentuk akar


dalam menyelesaikan soal.

B. Ringkasan Materi
BENTUK AKAR
1. Pengertian Bilangan Rasionat dan Irasional
DEFINISI
Bilangan rasional adalah bilangan yang dapat dinyatakan
sebagai bentuk pembagian

a
dengan a dan b bilangan bulat dan b 0
b

Misalnya,

DEFINISI
Bilangan irasional adalah bilangan yang tidak dapat dinyatakan
sebagai bentuk pembagian

a
dengan a dan b bilangan bulat dan b 0
b

2. Pengertian Bentuk Akar


DEFINISI
Bentuk akar adalah bitangan-bilangan di bawah tanda akar
yang apabila ditarik akarnya tidak dapat menghasilkan bilangan
rasional.
3. Operasi Aljabar Pada Bentuk Akar
a. Penjumlahan dan pengurangan bentuk akar
SIFAT

Contoh 4
Sederhanakan penjumlahan dan pengurangan bentuk akar berikut!
a.
b.
Jawab :
a.

= =

b.

==

b. Perkalian bentuk akar


Untuk perkalian benruk akar, berlaku sifat berikut.
SIFAT

Contoh 5
Sederhanakanlah perkalian bentuk akar beriku!
a.
b.
Jawab :
a.
b.

2 12 ... ... ...


5 3

5 3 ...

==

Latihan Soal
1. Tunjukkan manakah yang merupakan bentuk akar!
a.

e.

b.

f.

c.

g.

d.

h.

2. Nyatakan bentuk berikut ini dalam bentuk akar !


a.

e.

b.

f.

c.

g.

d.

h.

3. Sederhanakanlah !
a.
b.
c.
d.
e.

Selamat Mengerjakan. . . . . ! ! !

KUNCI JAWABAN LKS 3


(SIKLUS II)
1. a.

merupakan bentuk akar

b.

bukan merupakan bentuk akar

c.

merupakan bentuk akar

d.

merupakan bentuk akar

e.

merupakan bentuk akar

f.

bukan merupakan bentuk akar

g.

merupakan bentuk akar

2. a.

e.

b.

f.

g.

h. 4

c.

d.

3. a.

b.

atau

e.

=4

=
=

atau
d.

= 125
=

atau
c.

= 125

=
=

=5

=4
=
=

1=

Lampiran 29
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 4
(RPP 4)
(Siklus II)
Sekolah

: SMA Negeri 1 Karanganyar Demak

Mata Pelajaran

: Matematika

Kelas/Semester

:X/1

Materi Pokok

: Bentuk Pangkat dan Akar

Pertemuan

:4

Alokasi Waktu

: 2 x 45 menit

A. Standar Kompetensi
Memecahkan masalah yang berkaitan dengan bentuk pangkat dan akar.
B. Kompetensi Dasar
Menggunakan aturan pangkat dan akar.
C. Indikator
Merasionalkan penyebut sebuah pecahan.

D. Tujuan Pembelajaran
Siswa diharapkan mampu merasionalkan penyebut sebuah pecahan.
E. Materi Pembelajaran
Bentuk Akar
F. Metode Pembelajaran :
Diskusi
G. Model Pembelajaran:
Quantum Theaching

H. Kegiatan Pembelajaran
1. Kegiatan Awal
a. Guru mengucapkan salam pembuka dan mengontrol kehadiran siswa.
b. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan memotivasi siswa.
c. Menyampaikan apersepsi
2. Kegiatan Inti
a. Tumbuhkan
Guru menumbuhkan minat siswa akan materi bentuk pangkat sehingga
siswa mengetahui manfaat dalam kehidupannya.
b. Alami
Siswa dibimbing dengan diberikan LKS 4 untuk mengalami sendiri,
menciptakan konsep bentuk akar dan siswa mendapat pengalaman
dengan cara berdiskusi dalam kelompok belajar.
c. Namai
Tahap ini siswa dapat mendapatkan cara merasionalkan bilangan
pecahan.
d. Demonstrasikan
Guru memberikan kesempatan kepada salah satu kelompok untuk
mengerjakan hasil LKS di depan kelas dengan cara mendemonstrasikan /
menjelaskan hasil diskusi.
e. Ulangi
Pada tahap ini guru menjelaskan secara ulang tentang cara merasionalkan
bilangan pecahan.
f. Rayakan
Rayakanlah bila siswa dapat mengerjakan latihan soal dengan
memberikan tepuk tangan, sehingga siswa akan lebih bersemangat dalam
pembelajaran.
3. Kegiatan Akhir
a. Siswa bersama-sama dengan guru mengambil kesimpulan dari materi
yang telah dipelajari.
b. Meminta siswa untuk mempelajari materi berikutnya.
c. Salam penutup.

I. Alat/Bahan/Sumber Belajar
Sumber

: - Marwanta, Suwarsini Murniati, dkk. 2009. Matematika


Kelas X. Jakarta : Yudhistira.
- Noormandiri, B. K, Endar Sucipto. 2004. Matematika
untuk SMA Jilid 1 Kelas X. Jakarta : Erlangga.
- Wirodikromo, Sartono. 2008. Matematika untuk SMA
Kelas X Semester 1. Jakarta : Erlangga.

Media

: LKS

J. Penilaian
1. Prosedur
a. Keaktifan siswa pada saat proses belajar.
b. Hasil kerja kelompok dan hasil kerja individu.
2. Alat evaluasi
a. Jenis tes

: tertulis

b. Bentuk tes : uraian

Peneliti

Nur Alina Rakhmawati


NPM. 06310468

Guru Mapel

Sigit Rianto, S. Pd.


NIP. 1980257 200903 1 004

Lampiran 30
Nama Kelompok:
Anggota: 1.

4.

2.

5.

3.

6.

Lembar Kerja Siswa 4


(Silkus II)

Petunjuk bagi siswa:


1. Bacalah dengan teliti
2. Kerjakan LKS ini secara berkelompok sesuai dengan anggota kelompok yang
telah ditetapkan, usahakan setiap anggota kelompok ikut berpartisipasi.
3. Apabila mengalami kesulitan, konsultasikan dengan guru.
4. Kemudian kerjakan latihan soal yang ada.
5. Lengkapilah titik-titik yang ada pada contoh soal
6. Waktu yang disediakan untuk mengerjakan LKS ini adalah 60 menit.

A. Indikator
Siswa diharapkan mampu merasionalkan penyebut sebuah pecahan.

B. Ringkasan Materi
Merasionalkan bentuk penyebut suatu pecahan
a. Pecahan yang berbentuk

a
b

Untuk merasionalkan pecahan yang berbentuk

mengalikan pecahan tersebut dengan

b
.
b

a
, dilakukan dengan cara
b

b. Pecahan yang berbentuk

a
b c

Untuk merasionalkan pecahan yang berbentuk

cara mengalikan pecahan tersebut dengan

c. Pecahan yang berbentuk

a
, dilakukan dengan
b c

b c
.
b c

a
b c

Untuk merasionalkan pecahan yang berbentuk

dengan cara mengalikan pecahan tersebut dengan

Contoh 6
Rasionalkan bentuk pecahan berrikut!
a.
b.
c.

Jawab :
a.

=x=

b.

=x===

c.

= x = =

a
, dilakukan
b c
b c
.
b c

Latihan Soal
Sederhanakanlah dengan merasionalkan penyebut pecahan !
1.
2.
3.
4.
5.

Selamat Mengerjakan. . . . . ! ! !

KUNCI JAWABAN LKS 4


(SIKLUS II)
1.

2.

3.

4.

5.

Lampiran 31
KISI KISI SOAL TES EVALUASI
(SIKLUS II)

Mata Pelajaran

: Matematika

Kelas/Semester

:X /2

Materi Pokok

: Bentuk Akar

Alokasi Waktu

: 2 x 40 menit

No.

Tujuan pembelajaran

1.

Siswa diharapkan mampu


menjelaskan

Kategori
C1

C2

Nomor
C3

soal
1

pengertian

bentuk akar.

2.

Siswa diharapkan mampu

2, 3

mengaplikasikan

4, 5

operasi

aljabar pada bentuk akar.

3.

Siswa diharapkan mampu

merasionalkan

suatu pecahan.

Keterangan:
C1

: Ingatan

C2

: Pemahaman

C3

: Penerapan

penyebut

6, 7, 8

Lampiran 32
SOAL TES SIKLUS II

Petunjuk:
-

Tulislah nama, nomor absen, dan kelas pada lembar jawaban.

Kerjakan soal yang dianggap lebih mudah terlebih dahulu (boleh tidak urut).

Dilarang mencontek, melihat, dan memberi jawaban kepada siswa lain.

Alokasi waktu 80 menit.

Kerjakan soal-soal di bawah ini!


1. Nyatakanlah bentuk di bawah ini tanpa pangkat.
a.
b.
c.
d.
e.
2. Sederhanakanlah operasi penjumlahan dan pengurangan di bawah ini.
a.
b.
c.

3. Sederhanakanlah.
a.
b.
4. Sederhanakanlah pernyataan berikut :

5. Jika diketahui
dan

dan

. Tentukan:

6. Rasionalkan penyebut tiap-tiap pernyataan di bawah ini.


a.
b.
7. Sederhanakanlah dengan dengan merasionalkan pembilang pecahan
8. Rasionalkan penyebut dari pecahan

Lampiran 33
KUNCI JAWABAN TES SIKLUS II

1. a.
b.
c.
d.
e.
2. a.
=
=
=
=
b.

=
=

c.

=
=
=
=
= -6

3. a.

=
=
=
= 16

b.
4.
=
=
=
= 12+0-18
= -6

5. Diketahui :
Ditanya :

dan 5a+5b

Dijawab :
=
=
=
ab =
=

dan

=
=
=
=
= 18
5a+5b =
=
= 30
6. a.

b.

7.

=
=

8.

=
=

No

NAMA

Skor Tiap Item

Jumlah
skor

Ketercapaian
(%)

Ketuntasan
ya

Abdul Rauf

31

77.5

Ade Eka Fatma

26

65

Asmiyatul Khotimah

28

70

Bety Amalia Tasrika

24

60

Denny Kurniawan H

30

75

Dewi Ratnawati

21

52.5

Dewi Wulandari

28

70

Dewi Zuliana

24

60

Dwi Kartika Sandy

30

75

10

Demang Ari wibowo

28

70

11

Dian Fitriani

27

67.5

12

Edi Riyanto

27

67.5

Tidak

Lampiran 34

ANALISIS HASIL TES EVALUASI SIKLUS I

13

Elok Nur Afif

27

67.5

14

Fira Angga Satya

28

70

15

Herman Setiawan

22

55

16

Ika Dewi Safitri

29

72.5

17

Ikha Sutriasih

22

55

18

Indri Wulandari

31

77.5

19

Ita Purnamasari

32

80

20

Khoirul Lisa

24

60

21

Lailatul Kadarwati

29

72.5

22

Lilik Harsono

29

72.5

23

Lis Kuntari

32

80

24

Lisa Karyawati

30

75

25

Lutfil Umami

28

70

26

M. Syamsul Hilal

25

62.5

27

Moch Dicky Rio S

35

87.5

28

Muhammad Ronzi

36

90

29

Muhammad Yunus

25

62.5

30

Muizzatun Khoirin N

29

72.5

31

Novariyati

31

77.5

32

Nurul Arifin

21

52.5

33

Puthut Armuji

30

75

34

Reza Rizky Putranto

23

57.5

35

Risa Zulis Mailani

34

85

36

Risnanda Setyo R

25

62.5

37

Siti Noor Jannah

31

77.5

38

Sri Wahyuningsih

31

77.5

39

Suci Fitriani

32

80

40

Syariatul Wahidah

29

72.5

No

NAMA

Abdul Rauf

Ade Eka Fatma

Asmiyatul Khotimah

Bety Amalia Tasrika

Denny Kurniawan H

Dewi Ratnawati

Dewi Wulandari

Dewi Zuliana

Dwi Kartika Sandy

10

Demang Ari wibowo

11

Dian Fitriani

12

Edi Riyanto

13

Elok Nur Afif

14

Fira Angga Satya

Skor Tiap Item


4
5
5
3

1
4

2
5

3
4

6
5

7
4

8
5

Jumlah
skor

Ketercapaian
(%)

35

87.5

35

87.5

25

62.5

33

82.5

28

70

28

70

26

65

24

60

28

70

27

67.5

31

77.5

31

77.5

27

67.5

28

70

Ketuntasan
ya
Tidak

Lampiran 35

ANALISIS HASIL TES EVALUASI SIKLUS II

15

Herman Setiawan

16

Ika Dewi Safitri

17

Ikha Sutriasih

18

Indri Wulandari

19

Ita Purnamasari

20

Khoirul Lisa

21

Lailatul Kadarwati

22

Lilik Harsono

23

Lis Kuntari

24

Lisa Karyawati

25

Lutfil Umami

26

M. Syamsul Hilal

27

Moch Dicky Rio S

28

Muhammad Ronzi

29

Muhammad Yunus

30

Muizzatun Khoirin

30

75

25

62.5

29

72.5

30

75

32

80

27

67.5

25

62.5

28

70

30

75

31

77.5

30

75

24

60

34

85

36

90

30

75

29

72.5

31

Novariyati

32

Nurul Arifin

33

Puthut Armuji

34

Reza Rizky Putranto

35

Risa Zulis Mailani

36

Risnanda Setyo R

37

Siti Noor Jannah

38

Sri Wahyuningsih

39

Suci Fitriani

40

Syariatul Wahidah

Jumlah Skor
Jumlah Skor Max
Skor Tercapai (%)

145
200
72.5

147
200
73.5

139
200
69.5

157
200
78.5

141
200
70.5

143
200
71.5

153
200
76.5

153
200
76.5

29

72.5

28

70

25

62.5

29

72.5

31

77.5

29

72.5

31

77.5

35

87.5

30

75

35
1178
1600
73.625

87.5
2945
4000
73.625

34
40
85

6
40
15

Lampiran 36

LEMBAR OBSERVASI KEAKTIFAN SISWA


SIKLUS I
Sekolah

: SMA Negeri 1 Karanganyar Demak

Mata Pelajaran

: Matematika

Kelas / Semester

: X-4 / I

Materi

: Bentuk Pangkat dan Akar

Petunjuk Pengisian:
Berilah tanda checklist ( ) pada kolom yang tersedia sesuai dengan hasil pengamatan selama proses pembelajaran berlangsung.

NO

Nama

Abdul Rauf

Ade Eka Fatma

Asmiyatul Khotimah

Bety Amalia Tasrika

Denny Kurniawan H

A
1

B
3

C
3

E
3

Jumlah Keaktifan

Skor Siswa(%)

Ket

13

65

sedang

14

70

sedang

12

60

Rendah

10

50

Rendah

17

85

Tinggi

Dewi Ratnawati

Dewi Wulandari

Dewi Zuliana

Dwi Kartika Sandy

10

Demang Ari wibowo

11

Dian Fitriani

12

Edi Riyanto

13

Elok Nur Afif

14

Fira Angga Satya

15

Herman Setiawan

16

Ika Dewi Safitri

17

Ikha Sutriasih

18

Indri Wulandari

19

Ita Purnamasari

20

Khoirul Lisa

11

55

Rendah

12

60

Rendah

13

65

Sedang

10

50

Rendah

14

70

Sedang

17

85

Tinggi

15

75

Sedang

16

80

Tinggi

15

75

Sedang

12

60

Rendah

17

85

Tinggi

10

50

Rendah

12

60

Rendah

10

50

Rendah

10

50

Rendah

21

Lailatul Kadarwati

22

Lilik Harsono

23

Lis Kuntari

24

Lisa Karyawati

25

Lutfil Umami

26

M. Syamsul Hilal

27

Moch Dicky Rio S

28

Muhammad Ronzi

29

Muhammad Yunus

30

Muizzatun Khoirin N

31

Novariyati

32

Nurul Arifin

33

Puthut Armuji

34

Reza Rizky Putranto

35

Risa Zulis Mailani

16

80

Tinggi

14

70

Sedang

14

70

Sedang

10

50

Rendah

11

55

Rendah

40

Rendah

10

50

Rendah

11

55

Rendah

10

50

Rendah

15

75

Sedang

13

65

Sedang

40

Rendah

14

70

Sedang

10

50

Rendah

13

65

Sedang

36

Risnanda Setyo R

37

Siti Noor Jannah

38

Sri Wahyuningsih

39

Suci Fitriani

40

Syariatul Wahidah

Jumlah

Keterangan:
A : Kehadiran siswa dalam mengikuti pelajaran.
B : Perhatian siswa saat guru menjelaskan materi.
C : Keaktifan siswa saat menyelesaikan permasalahan yang diberikan oleh guru dalam kelompok.
D : Keaktifan siswa dalam menyelesaikan permasalahan yang diberikan oleh guru di depan kelas.
E : Kesungguhan siswa mengerjakan soal tes.

Penilaian:
1 Jika siswa yang melakukan aktivitas >75% maka siswa keaktifan siswa tinggi
2 jika siswa yang melakukan aktivitas65% - 75% maka keaktifan siswa sedang
3 Jika siswa yang melakukan aktivitas < 65% maka keaktifan siswa rendah

10

50

Rendah

10

50

Rendah

10

50

Rendah

13

65

Sedang

15

75

Sedang

495

Nilai ( n ) =

Jumlah Skor
100%
Jumlah total maksimal

Nilai ( n ) =

495
100%
800

= 61,88 %
Jadi, keaktifan siswa dalam menerapkan model pembelajaran quantum teaching dengan metode diskusi berbantuan LKS materi bentuk
pangkat dan akar pada siklus I adalah sedang.
Kriteria:
1. Siswa mendapat 4 = Aktivitas siswa sangat baik
2. Siswa mendapat 3 = Aktivitas siswa baik
3. Siswa mendapat 2 = Aktivitas siswa cukup baik
4. Siswa mendapat 1 = Aktivitas siswa kurang baik
Analisis data:
Siswa yang memperoleh kriteria tinggi 5 siswa 12,5%
Siswa yang memperoleh kriteria sedang 14 siswa 35%
Siswa yang memperoleh kriteria rendah 21 siswa 52,5%

Lampiran 37
ANALISIS KINERJA GURU SIKLUS I
PADA MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM TEACHING
DENGAN METODE DISKUSI
Kelas / Semester

: X-4 / I

Sekolah

: SMA Negeri 1 Karanganyar Demak

Materi

: Bentuk Pangkat dan Akar

Petunjuk Pengisian:
Berilah tanda checklist ( ) pada kolom yang tersedia sesuai dengan hasil
pengamatan selama proses pembelajaran belangsung.
No
1.

Aspek Yang Diamati

Menjelaskan tentang tujuan pembelajaran dan

menjelaskan tentang materi.


2.

Memotivasi dan membimbing siswa untuk


mengemukakan masalah.

3.

Membimbing siswa untuk mencari sumber

informasi.
4.

Memotivasi siswa untuk memberikan solusi

terhadap masalah.
5.

Membimbing dan membantu siswa dalam


mempresentasikan masalah.

6.

Membantu siswa untuk merefleksi pengalaman


belajar.

Jumlah

Keterangan Lembar Pengamatan Pembelajaran:


Penilaian:
1. Tidak Baik
2. Cukup Baik
3. Baik
4. Sangat Baik

Kriteria
> 75%

= Pembelajaran Baik

51% - 75%

= Pembelajaran baik

25% -50%

= Pembelajaran cukup baik

< 25%

= Pembelajaran tidak baik

Kesimpulan:
Skor keseluruhan= 24,criteria variable ditentukan
> 75%

= Pembelajaran Baik

51% - 75%

= Pembelajaran baik

25% -50%

= Pembelajaran cukup baik

< 25%

= Pembelajaran tidak baik

Nilai (n) =

SkoryangDiperoleh
x100%
JumlahSeluruhSoal

Perhitungan:
Dari pembelajaran di atas skor yang diperoleh = 16
Maka ( % ) =

( pembelajaran baik)

Lampiran 38

LEMBAR OBSERVASI KEAKTIFAN SISWA


SIKLUS II
Sekolah

: SMA Negeri 1 Karanganyar Demak

Mata Pelajaran

: Matematika

Kelas / Semester

: X-4 / I

Pokok Bahasan

: Bentuk Pangkat dan Akar

Petunjuk Pengisian:
Berilah tanda checklist ( ) pada kolom yang tersedia sesuai dengan hasil pengamatan selama proses pembelajaran berlangsung.

NO

Nama

A
1

B
3

Abdul Rauf

Ade Eka Fatma

Asmiyatul Khotimah

Bety Amalia Tasrika

Denny Kurniawan H

C
3

D
3

E
3

Jumlah Keaktifan
3

Skor Siswa(%)

Ket

14

70

Sedang

14

70

Sedang

16

80

Tinggi

12

60

Rendah

17

85

Tinggi

Dewi Ratnawati

Dewi Wulandari

Dewi Zuliana

Dwi Kartika Sandy

10

Demang Ari wibowo

11

Dian Fitriani

12

Edi Riyanto

13

Elok Nur Afif

14

Fira Angga Satya

15

Herman Setiawan

16

Ika Dewi Safitri

17

Ikha Sutriasih

18

Indri Wulandari

19

Ita Purnamasari

20

Khoirul Lisa

17

85

Tinggi

16

80

Tinggi

16

80

Tinggi

12

60

Rendah

15

75

Sedang

17

85

Tinggi

16

80

Tinggi

16

80

Tinggi

17

85

Tinggi

17

85

Tinggi

17

85

Tinggi

12

60

Rendah

17

85

Tinggi

17

85

Tinggi

10

50

Rendah

21

Lailatul Kadarwati

22

Lilik Harsono

23

Lis Kuntari

24

Lisa Karyawati

25

Lutfil Umami

26

M. Syamsul Hilal

27

Moch Dicky Rio S

28

Muhammad Ronzi

29

Muhammad Yunus

30

Muizzatun Khoirin N

31
32

Novariyati

Nurul Arifin

33

Puthut Armuji

34

Reza Rizky Putranto

35

Risa Zulis Mailani

16

80

Tinggi

17

85

Tinggi

17

85

Tinggi

10

50

Rendah

17

85

Tinggi

12

60

Rendah

15

75

Sedang

14

70

Sedang

16

80

Tinggi

16

80

Tinggi

15

75

Sedang

14

70

Sedang

15

75

Sedang

15

75

Sedang

16

80

Tinggi

36

Risnanda Setyo R

37

Siti Noor Jannah

38

Sri Wahyuningsih

39

Suci Fitriani

40

Syariatul Wahidah

Keterangan:
A : Kehadiran siswa dalam mengikuti pelajaran.
B : Perhatian siswa saat guru menjelaskan materi.
C : Keaktifan siswa saat menyelesaikan permasalahan yang diberikan oleh guru dalam kelompok.
D : Keaktifan siswa dalam menyelesaikan permasalahan yang diberikan oleh guru di depan kelas.

Penilaian:
1 Jika siswa yang melakukan aktivitas >75% maka siswa keaktifan siswa tinggi
2 jika siswa yang melakukan aktivitas 65% - 75% maka keaktifan siswa sedang
3 Jika siswa yang melakukan aktivitas < 65% maka keaktifan siswa rendah

Jumlah

E : Kesungguhan siswa mengerjakan soal tes.

14

70

Sedang

16

80

Tinggi

10

50

Rendah

14

70

Sedang

17

85

Tinggi

601

Nilai ( n ) =

Jumlah Skor
100%
Jumlah total maksimal

Nilai ( n ) =

601
100%
800

= 75,13 %
Jadi, keaktifan siswa dalam penerapan model pembelajaran quantum teaching dengan metode diskusi berbantuan LKS materi bentuk
pangkat dan akar pada siklus I adalah Tinggi.
Kriteria:
1. Siswa mendapat 4 = Aktivitas siswa sangat baik
2. Siswa mendapat 3 = Aktivitas siswa baik
3. Siswa mendapat 2 = Aktivitas siswa cukup baik
4. Siswa mendapat 1 = Aktivitas siswa kurang baik
Analisis data:
Siswa yang memperoleh kriteria tinggi 22 siswa 55%
Siswa yang memperoleh kriteria sedang 11 siswa 27,5%
Siswa yang memperoleh kriteria rendah 7 siswa 17,5%

Lampiran 39
ANALISIS KINERJA GURU SIKLUS II
PADA MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM TEACHING DENGAN
METODE DISKUSI
Kelas / Semester

: X-4 / I

Sekolah

: SMA Negeri 1 Karanganyar Demak

Materi

: Bentuk Pangkat dan Akar

Petunjuk Pengisian:
Berilah tanda checklist ( ) pada kolom yang tersedia sesuai dengan hasil
pengamatan selama proses pembelajaran belangsung.
No
1.

Aspek Yang Diamati

Memotivasi dan membimbing siswa untuk

mengemukakan masalah.
3.

Membimbing siswa untuk mencari sumber

informasi.
4.

Memotivasi siswa untuk memberikan solusi terhadap

masalah.
5.

Membimbing dan membantu siswa dalam


mempresentasikan masalah.

6.

Menjelaskan tentang tujuan pembelajaran dan


menjelaskan tentang materi.

2.

Membantu siswa untuk merefleksi pengalaman

belajar.
2

Jumlah
Keterangan Lembar Pengamatan Pembelajaran:
Penilaian
1. Tidak Baik
2. Cukup Baik
3. Baik
4. Sangat Baik

Kriteria
> 75%

= Pembelajaran sangat Baik

51% - 75%

= Pembelajaran baik

25% -50%

= Pembelajaran cukup baik

< 25%

= Pembelajaran tidak baik

Kesimpulan:
Skor keseluruhan= 24,criteria variable ditentukan
> 75%

= Pembelajaran sangat Baik

51% - 75%

= Pembelajaran baik

25% -50%

= Pembelajaran cukup baik

< 25%

= Pembelajaran tidak baik

Nilai (n) =

SkoryangDiperoleh
x100%
JumlahSeluruhSoal

Perhitungan:
Dari pembelajaran di atas skor yang diperoleh = 19
Maka ( % ) =

( pembelajaran sangat baik)

Lampiran 40
ANGKET MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM TEACHING DENGAN
METODE DISKUSI BERBANTUAN LEMBAR KERJA SISWA (LKS)

I. PETUNJUK
1. Bacalah pertanyaan di bawah ini dengan seksama dan teliti.
2. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat, sesuai dengan keadaan diri
anda sendiri dengan tanda silang (X) pada jawaban a, b, c, dan d dilembar
yang telah disediakan.
3. Jawablah semua pertanyaan ini dan jangan sampai ada terlewatkan.
4. Selamat mengerjakan.
II. PERTANYAAN
1. Pelajaran matematika adalah pelajaran yang paling saya senangi.
a. Sangat setuju

c. Tidak setuju

b. Setuju

d. Sangat tidak setuju

2. Saya merasa senang pada saat pelajaran matematika.


a. Sangat setuju

c. Tidak setuju

b. Setuju

d. Sangat tidak setuju

3. Saya lebih senang belajar matematika jika gurunya tidak galak.


a. Sangat setuju

c. Tidak setuju

b. Setuju

d. Sangat tidak setuju

4. Saya lebih senang belajar matematika jika pembelajarannya tidak di


didalam kelas saja.
a. Sangat setuju

c. Tidak setuju

b. Setuju

d. Sangat tidak setuju

5. Saya lebih senang belajar matematika jika model pembelajarannya tidak


monoton/ bervariasi.
a. Sangat setuju

c. Tidak setuju

b. Setuju

d. Sangat tidak setuju

6. Belajar matematika sangat mudah jika sering latihan soal.


a. Sangat setuju

c. Tidak setuju

b. Setuju

d. Sangat tidak setuju

7. Dengan penerapan berbagai metode, materi yang diajarkan mudah diserap


oleh siswa.
a. Sangat setuju

c. Tidak setuju

b. Setuju

d. Sangat tidak setuju

8. Dengan menggunakan model pembelajaran Quantum Teaching dengan


metode diskusi berbantuan LKS sangat membantu saya dalam memahami
pelajaran.
a. Sangat setuju

c. Tidak setuju

b. Setuju

d. Sangat tidak setuju

9. Materi yang disampaikan guru menjadi lebih menyenangkan apabila


menggunakan model pembelajaran Quantum Teaching dengan metode
diskusi berbantuan LKS
a. Sangat setuju

c. Tidak setuju

b. Setuju

d. Sangat tidak setuju

10. Dengan menggunakan model pembelajaran tipe Quantum Teaching


dengan metode diskusi berbantuan LKS lebih bisa mengembangkan ide
ide saya.
a. Sangat setuju

c. Tidak setuju

b. Setuju

d. Sangat tidak setuju

11. Nilai matematika saya jauh lebih baik bila menggunakan model
pembelajaran Quantum Teaching dengan metode diskusi berbantuan LKS
a. Sangat setuju

c. Tidak setuju

b. Setuju

d. Sangat tidak setuju

12. Belajar matematika dengan menggunakan model pembelajaran Quantum


Teaching dengan metode diskusi berbantuan LKS membuat saya
bersemangat saat pelajaran matematika.
a. Sangat setuju

c. Tidak setuju

b. Setuju

d. Sangat tidak setuju

13. Dengan menggunakan model pembelajaran Quantum Teaching dengan


metode diskusi berbantuan LKS dapat menumbuhkan kreativitas berfikir
dalam pemecahan masalah.

a. Sangat setuju

c. Tidak setuju

b. Setuju

d. Sangat tidak setuju

14. Dengan kerjasama dalam kelompok siswa dapat memecahkan masalah.


a. Sangat setuju

c. Tidak setuju

b. Setuju

d. Sangat tidak setuju

15. Pembelajaran matematika dengan menggunakan metode diskusi secara


kelompok dapat memperluas wawasan.
a. Sangat setuju

c. Tidak setuju

b. Setuju

d. Sangat tidak setuju

16. Dengan metode diskusi dapat merangsang kreativitas adak didik dalam
bentuk ide, gagasan prakarsa dan terobosan baru dalam pemecahan suatu
masalah.
a. Sangat setuju

c. Tidak setuju

b. Setuju

d. Sangat tidak setuju

17. Metode diskusi dapat membina untuk terbiasa musyawarah untuk mufakat
dalam memecahkan suatu masalah.
a. Sangat setuju

c. Tidak setuju

b. Setuju

d. Sangat tidak setuju

18. Di dalam diskusi ini proses belajar mengajar terjadi, dimana interaksi
antara dua atau lebih individu yang terlibat.
a. Sangat setuju

c. Tidak setuju

b. Setuju

d. Sangat tidak setuju

19. Dengan metode diskusi proses belajar mengajar dapat terjadi tukar
menukar pengalaman, informasi dan memcahkan masalah.
a. Sangat setuju

c. Tidak setuju

b. Setuju

d. Sangat tidak setuju

20. Mengembangkan sikap menghargai pendapat orang lain sangat penting


dalam proses belajar mengajar dengan menggunakan metode dikusi.
a. Sangat setuju

c. Tidak setuju

b. Setuju

d. Sangat tidak setuju

Lampiran 41

ANALISIS HASIL ANGKET MINAT SISWA


TERHADAP MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM TEACHING DENGAN METODE DISKUSI BERBANTUAN LKS
KODE

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

SKOR

A-1

61

Keterang
an
SSS

A-2

66

SSS

A-3

58

SSS

A-4

58

SSS

A-5

62

SSS

A-6

62

SSS

A-7

53

SSS

A-8

63

SSS

A-9

57

SSS

A-10

61

SSS

A-11

63

SSS

A-12

64

SSS

A-13

61

SSS

A-14

62

SSS

A-15

62

SSS

A-16

60

SSS

A-17

61

SSS

A-18

68

SSS

A-19

55

SSS

A-20

57

SSS

A-21

65

SSS

A-22

57

SSS

A-23

65

SSS

A-24

69

SSS

A-25

63

SSS

A-26

64

SSS

A-27

64

SSS

A-28

64

SSS

A-29

61

SSS

A-30

60

SSS

A-31

67

SSS

A-32

58

SSS

A-33

65

SSS

A-34

58

SSS

A-35

64

SSS

A-36

65

SSS

A-37

58

SS

A-38

60

SSS

A-39

59

SSS

A-40

61

SSS

Jml
Skor

116

120

126

122

125

113

123

129

125

128

113

121

134

123

118

118

127

124

127

129

2461

KRITERIA PENILAIAN
A=4

B=3
Keterangan skor

C= 2

D= 1

Sangat setuju sekali

Sangat setuju (ss)

Setuju (s)

Tidak setuju (ts)

(sss)
>50

35 - 50
25 35

X
X
X

<25

Nilai ( n ) =

Jumlah Skor
100%
Jumlah total maksimal

Nilai ( n ) =

2461
100%
3200

= 76,9 %
Tanggapan siswa terhadap model pembelajaran quantum teaching dengan metode diskusi berbantuan LKS pada materi bentuk pangkat dan
akar adalah Sangat setuju sekali.