Anda di halaman 1dari 3

LAPORAN PRAKTIKUM PARASITOLOGI

NO. PRAKTIKUM
:
HARI, TANGGAL
:
JUDUL PRAKTIKUM

TUJUAN PRAKTIKUM

DASAR TEORI

Pengamatan Mikroskopik Parasit Plasmodium


falciparum
Untuk mengetahui bentuk, morfologi dan ukuran
dari tropozoit, skizon, gametosit pada Plasmodium
falciparum
Plasmodium falciparum mempunyai klasifikasi
sebagai berikut :
Kingdom
: Haemosporodia
Divisio
: Nematoda
Subdivisio
: Laveran
Kelas
: Spotozoa
Ordo
: Haemosporidia
Genus
: Plasmodium
Species
: Falcifarum
Plasmodium falciparum adalah protozoa parasit,
salah satu spesies Plasmodium yang menyebabkan
penyakit malaria pada manusia. Protozoa ini masuk
pada tubuh manusia melalui nyamuk Anopheles
betina. P. falciparum menyebabkan infeksi paling
berbahaya dan memiliki tingkat komplikasi dan
mortalitas malaria tertinggi.
1.
Hospes
Manusia merupakan hospes perantara parasit ini
dan nyamuk Anopheles betina menjadi hopses
definitifnya atau merupakan vektornya.
2.
Distribusi geografik
Parasit ini ditemukan didaerah tropic, terutama di
Afrika dan Asia Tenggara.Di Indonesia parasit ini
terbesar di seluruh kepulauan.
3.
Patologi dan gejala-gejala.
Masa tunas intrinsic malaria falciparum
berlangsung antara 9-14 hari. Penyakitnya mulai
dengan sakit kepala, punggung dan ekstremitas,
perasaan dingin, mual, muntah atau diare
ringan.Demam mungkin tidak ada atau ringan dan
penderita tidak tampak sakit; diagnosis pada
stadium ini tergantung dari anamosis tentang
kepergian penderita ke daerah endemic malaria
sebelumnya.Penyakit berlangsung terus, sakit
kepala, punggung dan ekstremitas lebih hebat dan
keadaan umum memburuk.Pada stadium ini
penderita tampak gelisah, pikau mental (mentral
cunfuncion).Demam tidak teratur dan tidak
menunjukkan perodiditas yang jelas.
Ada anemia ringan dan leucopenia dengan
monositosis.Pada stadium dini penyakit penyakit
dapat didiagnosis dan diobati dengan baik, maka
infeksi dapat segera diatasi.Bila pengobatan tidak
sempurna, gejala malaria pernisiosa dapat timbul

secara mendadak.Istilah ini diberikan untuk


penyulit berat yang timbul secara tidak terduga
pada setiap saat, bila lebih dari 5 % eritrosit diinfeksi.
4.
Diagnosis
Diagnosis malaria falcifarum dapat dibuat dengan
menemukan parasit trofozoit muda ( bentuk cincin )
tanpa atau dengan stadium gametosit dalam
sediaan darah tepi. Pada autopsy dapat ditemukan
pigmen dan parasit dalam kapiler otak dan alat-alat
dalam.
ALAT

BAHAN

CARA KERJA

DATA PENGAMATAN

PEMBAHASAN

Mikroskop
Pensil warna
Sampel Preparat Tropozoit Plasmodium
falciparum
Sampel Preparat Skizon Plasmodium
falciparum
Sampel Preparat Gametosit Plasmodium
falciparum
Oil Imersi
Siapkan alat tulis untuk menggambar hasil
pengamatan pada mikroskop,
lalu nyalakan mikroskop yang ada sampel
preparat plasmodium,
kemudian amati dan gambar hasil
pengamatan tersebut, usahakan gambar
sedeteil mungkin, apabila telah selesai maka
akan diperiksa oleh pembimbing praktikum.

Pada praktikum yang telah dilakukan kami


mengamati bentuk, morfologi, serta ukuran dari
Plasmodium falciparum berupa tropozoit , skizon
dan gametosit. Pada tropozoit Plasmodium
falciparum memiliki bentuk :
- Tropozoit muda (ring kecil) dengan inti padat
kompak dan sitoplasma halus, sejak
merozoit baru menginfeksi eritrosit sampai
berumur 12 jam
- Tropozoit medium (bentuk ring sedang)
dengan ditandai menebalnya sitoplasma dan
biasanya berbentuk koma dengan ujung
menebal. Umur bentuk ini antara 12-18 jam
setelah menginfeksi eritrosit
- Tropozoit besar (large ring) juga ditandai
dengan membesarnya/menebalnya
sitoplasma pada umur 18-30 jam.
- Tropozoit yang sudah matang / dewasa ini.
Ini jarang dilihat dan biasa tampak pada
sediaan darah dari penderita malaria berat /
serebral malaria yang diikuti pigmen pada
bentuk ini.
- Skizon muda biasanya didahului dengan inti
3 dan sitoplasma yang masih mengumpul.
- Skizon dewasa ( yang belum matang)
dengan jumlah inti sesuai dengan spesies
parasitnya dan biasanya sitoplasma yang

KESIMPULAN

DAFTAR PUSTAKA

masih mengumpul atau merupakan


sitoplasma milik semua inti (sitoplasma sel
induk)
- Skizon dewasa ( yang sudah matang )
dengan jumlah inti sesuai dengan spesies
parasitnya dan pada tiap-tiap inti sudah
diikuti dengan sitoplasma masing-masing
yang siap menjadi merosoit-merosoit baru
yang akan hidup masing-masing disel darah
merah.
- Pada gametosit setelah 2-3 generasi (3-25
hari) , merozoit mengalami proses
gametositogenesis terbentuk mikro dan
makro gametosit
Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan
didapatkan kesimpulan bahwa kami telah
mengamati bentuk-bentuk dari tropozoit, skizon
dan gametosit pada Plasmodium falciparum.
- http://mediaukhuwwahfillah.blogspot.com/20
11/12/laporan-praktikum-biologiparasitologi_9681.html
- http://kanahapaki.blogspot.com/2014/01/laporanpemeriksaan-plasmodium.html