Anda di halaman 1dari 4

OBAT ANTI HIPERTENSI (Nifedipine)

Indikasi:
Pengobatan dan pencegahan insufisiensi koroner (terutama angina pektoris setelah infark
jantung) dan sebagai terapi tambahan pada hipertensi.
Kontra Indikasi:
- Hipersensitivitas terhadap nifedipine.
- Karena pengalaman yang terbatas, pemberian nifedipine pada wanita hamil hanya dilakukan
dengan pertimbangan yang hati-hati.
Komposisi:
Tiap tablet selaput mengandung: Nifedipine 10 mg
Farmakologi:
Nifedipine merupakan antagonis kalsium (calcium channel blocker) yang berefek mengurangi
konsumsi oksigen jantung, memperbaiki toleransi latihan pada pasien angina pektoris,
mengurangi kebutuhan nitrogliserin dan mengurangi perubahan iskemik jantung saat beristirahat
dan beraktivitas. Pada angina Printzmetal dimana nyeri dada disebabkan oleh spasme
koroner, nifedipine terbukti merupakan terapi yang efektif. Nifedipine merupakan anti hipertensi
poten, dimana responnya lebih bermakna pada tekanan darah inisial yang lebih tinggi.
Pada individu dengan normotensif, tekanan darahnya hampir tidak turun sama sekali. Pada
pasien hipertensi, nifedipine menurunkan resistensi perifer serta tekanan darah sistolik dan
diastolik, meningkatkan volume per menit dan kecepatan jantung, dan juga mengurangi
resistensi koroner, meningkatkan aliran koroner dan menurunkan konsumsi oksigen jantung.
Efek antihipertensi dari nifedipine dalam dosis tunggal oral memberi onset sangat cepat dalam

waktu 15 - 30 menit dan berlangsung selama 6 - 12 jam. Nifedipine cocok untuk terapi hipertensi
ringan, sedang dan berat. Terapi dapat dikombinasi dengan betha-bloker, diuretik, metildopa atau
klonidin. Pada kasus resistensi pada betha-bloker atau terapi kombinasi betha-bloker dan
diuretik, respon positif dapat diperoleh dengan penambahan nifedipinedalam terapi.
Penambahan nifedipine secara oral pada krisis hipertensi akan menurunkan tekanan darah
dengan cepat dan efektif. Nifedipine juga digunakan untuk terapi hipertensi nefrogenik,
hiperaldosteronisme dan feokromositoma. Berbeda dengan betha-bloker, nifedipine dapat
digunakan untuk pasien penderita asma karena tidak meningkatkan disposisi obstruksi bronkial,
juga tidak mengganggu sirkulasi prifer tetapi sebaliknya memiliki aksi vasodilatasi.
Nifedipine juga cocok digunakan untuk pasien dengan klaudikasi atau sindrom Renaud yang
diperburuk oleh betha-bloker. Nifedipine tidak memberi efek ntiaritmia. Pemberian
nifedipine secara oral akan diabsorbsi dengan baik, 92 - 98% terikat oleh protein plasma dan
diekskresi dalam bentuk metabolit tidak aktif melalui urin. Nifedipine dalam dosis tunggal
diekskresi sebesar 80% dalam waktu 24 jam. Insufisiensi ginjal tidak berpengaruh secara
signifikan terhadap farmakokinetik nifedipine.
Dosis:
- Dosis tunggal: 5 - 10 mg.
- Dosis rata-rata: 5 - 10 mg, 3 kali sehari.
Interval di antara 2 dosis pemberian tidak kurang dari 2 jam.
Peringan dan Perhatian:
Pemberian nifedipine pada pasien dengan stenosis aorta atau pasien yang sedang diberikan bethabloker atau obat depresan miokardium lainnya dapat menyebabkan resiko gagal jantung.
Efek Samping:

- Dose dependent disebabkan oleh dilatasi vaskular seperti: sakit kepala atau perasaan tertekan di
kepala, flushing, pusing, gangguan lambung, mual, lemas, palpitasi, hipotensi, hipertensi
ortostatik, edema tungkai, tremor, kram pada tungkai, kongesti nasal, takikardia, tinitus, reaksi
dermatologi.
- Sangat jarang terjadi, dilaporkan pada pemakaian nifedipine jangka panjang terjadi hiperplasia
gusi dan segera kembali ketika pemakaian nifedipine dihentikan.
- Efek samping berat yang memerlukan penghentian pengobatan relatif jarang terjadi.
Interaksi Obat:
- Penggunaan nifedipine bersamaan dengan betha-bloker mempotensi efek antihipertensi
nifedipine.
- Penggunaan nifedipine bersamaan dengan betha-bloker pada pasien dengan insufisiensi
jantung, terapi harus dimulai dengan dosis kecil dan pasien harus dimonitor dengan sangat hatihati.
- Penggunaan nifedipine bersamaan dengan simetidin (tidak pada ranitidin) meningkatkan
konsentrasi plasma dan efek antihipertensi nifedipine.
Overdosis:
Intoksikasi nifedipine jarang dijumpai.
Dosis 210 mg menyebabkan hipotensi berat dan blok atrioventrikular total. Terapi hipertensi dan
blok atrioventrikular dianjurkan dengan infus simpatomimetik (isoprenalin, dopamin) yang
memberikan aksi yang berlawanan dengan nifedipine dengan meningkatkan perfusi kalsium ke
dalam sel miokardium. Larutan kalsium glikonat 10% dapat diberikan dengan dosis inisial 10 20 mlditingkatkan sesuai respon.

TUGAS PELAYANAN FARMASI


OBAT ANTI HIPERTENSI
(NIFEDIPINE)

Ole
h:

NOFRIANA L. MBAYA
17113324A
FKK III

FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS SETIA BUDI
SURAKARTA
2014