Anda di halaman 1dari 40

STEP 3

1. Mengapa pasien mengeluh menstruasi lebih dari 15 hari, darah banyak, dan merasa
lemah?

Yang sering
menyebabkan perdarahan adalah jenis submukosa sebagai akibat pecahnya
pembuluh darah.Perdarahan oleh mioma dapat menimbulkan amenia yang berat.
Beberapa faktor yang menjadi penyebab perdarahan antara lain :
1. Pengaruh ovarium sehingga terjadilah hiperplasia Endometrium sampai Adeno
Karsinoma Endometrim.
2. Permukaan Endometrium yang lebih luas dari biasa
3. Atrofi Endometrium diatas Mioma Nibmukosur
4. Miometrium tidak dapat berkontraksi optimal karena adanya sarang mioma
diantara serabut miometrium, sehingga tidak dapat menjepit pembuluh darah yang
melaluinya dengan baik (Saifuddin, 1999)
Biologic Factors Implicated in Heavy Bleeding
In some cases the cause of heavy bleeding is unknown, and basic physiologic factors
may be responsible, although their mechanisms are not fully clear.
Hormone Imbalance. If estrogen and progesterone imbalances cause one or more
periods to be skipped, overgrowth of the endometrial lining can occur, so that when a
period finally occurs, menstruation can be very heavy.
Factors that Affect Opening and Narrowing of Blood Vessels . Elevated levels of
compounds called endothelins and nitric oxide may contribute to heavy menstrual
bleeding. Endothelins are powerful dilators (openers) of blood vessels. They appear to
interact with nitric oxide, a substance that relaxes the smooth muscles that line blood
vessels. A 1999 study reported higher production of nitric oxide in the uterine linings
of women who suffer from menorrhagia than those who don't. Some experts believe it
plays a large role in heavy bleeding.

Prostaglandins. Prostaglandins are factors that are released by the immune system.
They cause blood vessels to open and enhance uterine contractions.
http://preventdisease.com/diseases/menstruation_heavy_bleeding.shtml

Parameter klinis haid pada usia reproduksi


PARAMETER
Frekuensi (hari)

DEFINISI KLINIS
BATASAN
Normal
24 - 38
Sering
<24
Jarang
>38
Keteraturan siklus (hari)
Normal
Variasi 2 20
Tidak teratur
Variasi >20
dalam 12 bulan
Tidak ada
Durasi (hari)
Normal
48
Panjang
>8
Pendek
<4
Volume (ml)
Normal
5 80
Banyak
>80
Sedikit
<5
Ilmu Kandungan .Prof.dr.Hanifa Wiknjosastro,DSOG. Edisi ke 3.1999
Gangguan haid pada masa reproduksi
Gangguan lama dan jumlah darah haid
o Hipermenorea (menoragia)
Hipermenore adalah perdarahan haid yang jumlahnya
banyak, ganti pembalut 5-6 kali per hari, dan lamanya 6-7
hari.Penyebabnya adalah kelainan pada uterus (mioma, uterus
hipoplasia atau infeksi genitalia interna), kelainan darah, dan gangguan
fungsional.Keluhan pasien berupa haid yang banyak.Pada setiap wanita
berusia 35 tahun harus dilakukan kuretase diagnostik untuk
menyingkirkan keganasan.
o

Hipomenorea

Hipomenore adalah perdarahan haid yang jumlahnya sedikit,


ganti pembalut 1-2 kali per hari, dan lamanya 1-2 hari.Penyebabnya
adalah kekurangan estrogen & progesteron, stenosis himen, stenosis
serviks uteri, sinekia uteri (sindrom Asherman).Sinekia uteri didiagnosis
dengan histerogram atau histeroskopi.

Gangguan siklus haid


o Polimenorea
o Oligomenorea
o Amenorea

: interval <24 hari


: interval >35 hari

Gangguan perdarahan di luar siklus haid


o Menometroragia

Gangguan lain yang berhubungan dengan haid


o Disminorea
o Sindroma pra haid

Menorrhagia
pengeluaran darah yang terlalu banyak biasanya disertai bekuan darah sewaktu
menstruasi pada siklus haid yang teratur.
Interval normal, jumlah darah dan durasi lebih dari normal

Metrorrhagia
perdarahan yang tidak teratur dan tidak ada hubungannya dengan haid.
Interval tidak teratur, jumlah darah dan durasi lebih dari normal
Menometrorrhagia
perdarahan uterus berlebihan yang terjadi pada dan diantara periode haid.
( Ginekologi, FK UNPAD )( Kamus Kedokteran DORLAN )

2. Mengapa pasien mengeluh siklus menstruasi tidak teratur dan biasanya disertai sakit
perut sampai mengganggu aktivitas?
Dismenore
Definisi:
Kram, nyeri dan ketidaknyamanan lainnya yang dihubungkan dengan menstruasi disebut
juga dismenore.
Dismenore adalah nyeri perut yang berasal dari kram rahim dan terjadi selama
menstruasi. (www.medicastore.com)

a)Penyebab dan klasifikasi


1.

dismenore primernyeri haid yang dijumpai tanpa kelainan pada alat genital yang nyata/ tidak
ditemukan penyebab yang mendasarinya.

Terjadi beberapa waktu setelah menarche biasanya setelah 12 bulan atau lebih oleh karena sklus haid
pada bulan bulan pertama setelah menarche umumnya berjenis anovulator yang tidak disertai
dengan rasa nyeri.

Sifat rasa nyeri: kejang berjangkit-jangkit, biasanya terbatas pada perut bawah,tetapi dapat menyebar
kedaerah pinggang dan paha,mual, muntah, sakit kepala, diare, iritabilitas.
- Etiologi:

Faktor kejiwaan emosional tak stabil


Faktor konstitusi anemia, penyakit menahun
Faktor obstruksi kanalis servikalis dianggap wanita dengan uterus hiperantefleksi dapat terjadi
stenosis kanalis servikalis.
Faktor endokrin disebabkan oleh kontraksi uterus yang berlebihan.
Faktor alergi adanya asosiasi antara disminore dengan urtikaria,migraine,atau asma bronkhial.
2.

dismenore sekunder jika penyebabnya adalah kelainan kandungan.


Penyebab dari dismenore sekunder adalah:

Endometriosis

Fibroid

Adenomiosis

Peradangan tuba falopii

Perlengketan abnormal antara organ di dalam perut.

Pemakaian IUD.Dismenore sekunder seringkali mulai timbul pada usia 20 tahun.

Ilmu Kandungan .Prof.dr.Hanifa Wiknjosastro,DSOG. Edisi ke 3.1999,


Mioma uteri

Mioma uteri subserosum yang bertangkai dapat mengalami putaran


tangkain akibat desakan uterus yang makin lama makin membesar. Torsi
menyebabkan gangguan sirkulasi dan nekrosis yang menimbulkan
gambaran klinik nyeri perut memdadak (acute abdomen).
Mioma tidak menyebabkan nyeri dalam uterus kecuali apabila kemudian
terjadi gangguan vaskuler. Nyeri lebih banyak terkait dengan proses
degenerasi akibat oklusi pembuluh darah, infeksi, torsi tangkai mioma atau
kontraksi uterus sebagai upaya untuk mengeluarkan mioma subserosa dari
cavum uteri. Gejala abdomen akut dapat terjadi bila torsi berlanjut dengan
terjadinya infark atau degenerasi merah yang mengiritasi selaput
peritoneum (seperti peritonitis). Mioma yang besar dapat menekan rectum
sehingga menimbulkan sensasi untuk mengedan. Nyeri pinggang dapat
terjadi pada penderita mioma yang menekan persyarafan yang berjalan di
atas permukaan tulang pelvis.
ENDOMETRIOSIS
DISMINOREA nyeri haid yang disebabkan akibat peradangan akibat
sekresi sitokin dalam rongga peritoneum, akibat perdarahan lokal pada

sarang endometriosis dan oleh adanya infiltrasi endometriosis ke dalam


saraf pada rongga panggul.
NYERI PELVIK akibat perlengketan, lama-lama dapat menyebabkan nyeri
pelvik yang kronis. Rasa nyeri bisa menyebar jauh ke dalam panggul,
punggung, dan paha dan bahkan menjalar sampai ke rectum dan diare. 2/3
perempuan dengan endometriosis mengalami rasa nyeri intermenstrual.
DISPAREUNIA paling sering timbul terutama bila endometriosis sudah
tumbuh di sekitar cavum Douglasi dan ligamentum sakrouterina dan
terjaid perlengketan sehingga uterus dalam posisi retrofleksi.

3. Apa hubungan kondisi pasien yang anemi dan obesitas thd keluhan d skenario?
A prospective study found that the risk of myomas increased 21% with each 10 kg increase in
body weight and with increasing body mass index (30). Similar findings have been reported in
women with greater than 30% body fat (31). Obesity increases conversion of adrenal
androgens to estrone and decreases sex hormonebinding globulin. The result is an increase
in biologically available estrogen, which may explain an increase in myoma prevalence and/
or growth.
William H. Parker, M.D.
Department of Obstetrics and Gynecology, UCLA School of Medicine, Los Angeles,
California
Anemi
A random sample of women aged 35 to 49 was evaluated by self-reported bleeding patterns
and by abdominal and transvaginal sonography to determine presence, size, and location of
myomas (54). Of the 878 women screened, 564 (64%) had myomas, and 314 (36%) did not.
Forty-six percent of the women with myomas reported gushing blood during their menstrual
periods compared with 28% without myomas. Gushing blood and length of periods were

related to size of myomas (large myomas RR 1.9, CI 1.52.5), but not to presence of
submucous myomas or to multiple myomas.
William H. Parker, M.D.
Department of Obstetrics and Gynecology, UCLA School of Medicine, Los Angeles,
California
ANEMIA
Menorrhagia is the most common cause of anemia (reduction in red blood cells) in
premenopausal women. A blood loss of more than 80mL (around three tablespoons) per
menstrual cycle can eventually lead to anemia. Most cases of anemia are mild. Nevertheless,
even mild anemia can reduce oxygen transport in the blood, causing fatigue and a diminished
physical capacity. Moderate-to-severe anemia can cause shortness of breath, rapid heart
rate, lightheadedness, headaches, ringing in the ears (tinnitus), irritability, pale skin, restless
legs syndrome, and mental confusion. Heart problems can occur in prolonged and severe
anemia that is not treated.
http://health.nytimes.com/health/guides/symptoms/menstrual-periods-heavyprolonged-or-irregular/print.html
Obesity :
obesity can make hormone estrogen and progesteron in body imbalance,because
fatty contains androsterediol change to estradiol and make hormone estrogen
increaed than progesteron,and if endometrium expose estrogen can make hiperplasi
and make abdominal pain caused press the organns parametrium. . if estrogen
decreased it can make descuamate stratum fungsional in endometrium. But usually
unfollow ovulation.

having too much estrogen and not enough progesterone. Women who have mentioned
hormone imbalance over time may be more likely to get endometrial cancer after age 50. This
hormone imbalance can happen if a woman:

Is obese. Fat cells make extra estrogen, but the body doesn't make extra
progesterone to balance it out.

Takes estrogen without taking a progestin - Estrogen only hormone replacement


therapy (HRT).

Has polycystic ovary syndrome (PCOS) and chronic anovulation, which causes
hormone imbalance.

In general estrogens are responsible for the lining of the uterus (endometrium) grow thicker.
Progesterone "opposes" estrogen - progesterone level goes up then drops at the end of each
menstrual cycle, making the thick endometrium layer shed away. This is what we know as
menstrual bleeding.

When there is too much estrogen in the body, progesterone can't do its job. The endometrium
gets thicker and thicker. If the lining builds up and stays that way, then cancer cells can start
to grow. Over time, the endometrium cells can become cancerous.
SUMBER :http://www.women-health-info.com/272-Endometrial-cancer.html

4. Mengapa pada pasien ditemukan saat diantara siklus menstruasi, discherge nya bau
sejak masih muda?
Types of Abnormal Discharge and Their Possible Causes

Type of Discharge

What It Might Mean

Other Symptoms

Bloody or brown

Irregular menstrual cycles,


or less often, cervical or
endometrial cancer

Abnormal vaginal bleeding,


pelvic pain

Cloudy or yellow

Gonorrhea

Bleeding between periods,


urinary incontinence

Frothy, yellow or greenish


with a bad smell

Trichomoniasis

Pain and itching while


urinating

Pink

Shedding of the uterine


lining after childbirth (lochia)

Thick, white, cheesy

Yeast infection

Swelling and pain around


the vulva, itching, painful
sexual intercourse

White, gray, or yellow with


fishy odor

Bacterial vaginosis

Itching or burning, redness


and swelling of the vagina or
vulva

It is normal and healthy to produce a clear or white discharge from your


vagina.
This mucus is produced naturally from the neck of the womb, known as the cervix.
The amount of vaginal discharge varies throughout your menstrual cycle (brown
discharge is usually the end of your period) and most pregnant women will get a
'pregnancy discharge'.
Healthy discharge does not have a strong smell or colour. You may feel an uncomfortable
wetness, but you should not have any itching or soreness around your vagina.

How do I know if my discharge is unhealthy?


Any sudden change to your discharge may indicate a vaginal infection. You should be
aware of how your discharge naturally varies throughout your cycle and what is not
normal, but obvious warning signs of infection are:

a change in colour or consistency

a sudden bad smell

an unusually large amount of discharge

another symptom alongside the discharge, such as itching outside your


vagina or pain in your pelvis or tummy

unexpected bleeding from the vagina

If you are not sure whether your discharge is normal and are worried about it, see your
GP or nurse. Read about sexual health for general information and advice.
Common causes of abnormal discharge
There are many possible causes of abnormal vaginal discharge, but it is usually a sign of
infection. The infection is often caused by something that upsets the natural balance of
bacteria or yeast in your vagina, such as washing inside the vagina, or it may be sexually
transmitted.
The most common causes are:

thrush - a fungal infection that commonly affects the vagina


bacterial vaginosis - a bacterial infection of the vagina
trichomoniasis - a sexually transmitted infection(STI) caused by a tiny
parasite
gonorrhoea or chlamydia - STIs caused by bacteria
genital herpes - an STI caused by the herpes simplex virus

The guide below may help you identify the cause of your discharge. However, it is
important to see your GP for a proper diagnosis and for advice on how to treat the
infection.
Watery or white vaginal discharge with intense itchiness
If your discharge is thin and watery or thick and white (like cottage cheese), you may
have thrush. This common fungal infection causes intense itchiness and soreness around
your vagina. The discharge may smell slightly yeasty, but does not have a strong smell.
Almost all women get thrush from time to time and it is not sexually transmitted. It is
easily treated with antifungal medicine, which can be bought over the counter from your
pharmacist.

White or grey fishy-smelling discharge


If your vaginal discharge is grey or develops a strong fishy smell, particularly after sexual
intercourse, you could havebacterial vaginosis (BV). BV is an imbalance in the normal
bacteria found in your vagina. It does not usually cause itching or irritation.
Like thrush, BV is very common and is not sexually transmitted. It is easily treated
with antibiotics. See your GP for a prescription.
Green, yellow or frothy discharge
Trichomoniasis is a common STI caused by a tiny parasite. It can make your vaginal
discharge frothy, yellow or green. You may have a lot of discharge, which may also have
an unpleasant fishy smell. Other possible symptoms are soreness, swelling and itching
around the vagina, and pain when passing urine.
Trichomoniasis is easily treated with an antibiotic called metronidazole, which your GP
will prescribe. If you have trichomoniasis you should visit a local GUM or sexual health
clinic as it can exist alongside other STIs.
Abnormal discharge with pain or bleeding
If your vaginal discharge is abnormal and you have pain in your pelvis or when you
urinate,
or
you
bleed
between
periods
or
after
sex,
you
may
have chlamydia or gonorrhoea(both STIs). Gonorrhoea can make your discharge turn
green, although often the pain or bleeding are more noticeable.
If you have any of these symptoms, see your GP or go to a genitourinary medicine (GUM)
clinic as soon as possible for treatment with antibiotics. Untreated gonorrhoea or
chlamydia may spread upwards and lead to pelvic inflammatory disease, a serious
infection of the womb, fallopian tubes or ovaries.
Abnormal discharge with blisters around the genitals
Genital herpes can cause painful, red blisters or sores to appear around your genitals, as
well as an abnormal vaginal discharge. See your GP or go to a genitourinary
medicine (GUM) clinic as soon as possible. You may be offered a course of antiviral
tablets, which will stop the herpes virus multiplying, but the symptoms may have a
tendency to return.
Young girls and post-menopausal women
It is unusual for young girls to have abnormal vaginal discharge before they have gone
through puberty. If this happens, they should see a GP. There may be a lost object inside
their vagina, such as a tampon.
Abnormal discharge is also unusual in older women. If you have gone through the
menopause and suddenly notice an abnormal vaginal discharge, see your doctor as soon
as possible to rule out cervical cancer or endometrial cancer.
SUMBER : http://www.nhs.uk/Conditions/vaginal-discharge/Pages/Introduction.aspx

VAGINAL DISCHARGE

Heavy periods with smelly discharge: You periods seem to be getting heavier by the month, there is
bleeding in between periods, particularly after sexual intercourse. There is a heavy, foul smelling
discharge. These may be signs of early stages of cervical cancer, a condition called cervical dysplasia.
Ask your doctor to perform aPap smear test.
Fishy
discharge

Gray, fishy smelling vaginal discharge that is worse after having sex or washing with soap. There may
also be itchiness or irritation in and around the vulva and vagina. You may have bacterial vaginosis,
see vaginitis.

Greenish
discharge

Gray/greenish discharge as well as itchiness around the vagina or vulva. There may be a burning
sensation when urinating and discomfort during sex. You could havetrichomoniasis, a type of
vaginitis which is sexually transmitted. Ask your doctor to perform an STD test. Trichomonas is treated
with antibiotics; your partner will also need to be tested.

Cottage cheese Thick white discharge which looks like cottage cheese, may smell yeasty like bread. Usually
discharge
accompanied by itching and a burning sensation when urinating. The vulva can also look swollen and
sore. See: yeast infection symptoms (Candida).
Watery
discharge

Bleeding between periods with abnormal vaginal discharges. Discharge may be watery, pinkish, foul
smelling or blood tinged. The vulva may be persistently itchy (pruritus). Rule out: vaginal cancer
symptoms.

Increased
vaginal
discharge

Bleeding between periods or heavier periods than normal with increased vaginal discharge. There may
be a burning feeling in the vagina and urethra which could be mistaken for a urinary tract infection
(cystitis). There may also be irritation around the anus and a need to urinate frequently. These are
symptoms of gonorrhea, a sexually transmitted disease.

Discharge with
burning pain

Unusual vaginal discharge, burning pain when urinating, lower abdominal pain and a frequent need to
urinate; these are all signs of a sexually transmitted disease calledchlamydia. Sometimes there may be
no symptoms. Ask your doctor for a chlamydia screening. Treatment consists of antibiotics with a follow
up test a few weeks later. Your partner will also need to be tested.

SUMBER :http://www.womens-health-advice.com/reproductive-disorders.html

5. Apa hubungan riwayat ibunya meninggal karena kanker servix dg keluhan pasien?
First-degree relatives of women with myomas have a 2.5 times increased risk of developing
myomas (23, 24). Women reporting myomas in two first-degree relatives are more than twice as
likely to have strong expression of VEGF-a (a myoma-related growth factor) than women who
have myomas but no family history (25). Monozygous twins are reported to be hospitalized for
treatment of myomas more often than dizygous twins, but these findings may be the result of
reporting bias (26).
William H. Parker, M.D.

Department of Obstetrics and Gynecology, UCLA School of Medicine, Los Angeles,


California
hereditary disease in the family is Uterine Myoma and Hypertension which her mother, 1sister and
the patient had herself possessed. This shows that Uterine Myoma and Hypertensionare evident
in their family and are hereditary.
Women whos mothers have had myoma themselves are more susceptible togetting the disease
than those who have no family history of the disease. (Faerstein, 1997). The clients mother was
believed to also have a myoma, as the client recalls that she was experiencing the same
symptoms
Reference
Faerstein, E., Szklo, M., Rosenshein, N., (1997) Risk factors for uterine leiomyoma: a practicebased control study. American Journal of Epidemiology. Vol. 153, Issue1: pg 1-10.

6. Faktor resiko apa saja yang berkaitan dengan gangguan menstruasi?


Gang hormon, hipotalamus hipofisis, tumor
Faktor genetik, menurun
Kebiasaan, merokok
Usia amenorhea >40th
Obesitas
Gang psikis, stress meningkat
7. Mengapa pasien belum hamil setelah menikah?
Uterus ada peradangan/tumor abortus spontan o/ krn ada penekanan
GPO 0 = Tidak abortus
Siklus mens tdk normal masa subur tdk normal
Hormon, progesteron : mempertahankan di dinding uterus
8. Apa interpretasi dari pemeriksaan VT Gynecologi (kondisi servix normal, uterus
antefleksi, sebesar telur angsa)?
Sebesar telur angsa , normal sebesar telur ayam u/ orang yg tidak hamil ada
massa di uterus
9. Mengapa dokter menyarankan untuk melakukan USG dan histopatologi?
USG : u/ melihat massa di organ
Histopatologi : u/ mengetahui etiologi, peradangan = infiltrat netrofil, tumor =
hiperplasi, sel tumor
10. Pemeriksaan penunjang?
Darah rutin = HB, perdarahan
Riwayat ibu, paps smear (sitologi)=abnormalitas epitel, HPV, histopatologis

(kolposkopi = u/ tahu displasia epiter / kanker)


Indikasi paps smear?
Titer koagulasi, PTT
MRI

USG
11. DD?Penatalaksanaan?
MENOMETRORRHAGIE

1). perdarahan haid banyak dan lama,


a)Penyebab menometroragie
1.

Organik ,perdarahan dari uterus ,tuba,dan ovarium disebabkan oleh kelainan pada:
-

serviks uteri polip servisis uteri, erosi porsionis uteri, ulkus pada porsio uteri, Ca servisis uteri.

korpus uteri polip endometrium, abortus, molahidatidosa, koriokarsinoma, subinvolusio uteri,


Ca korporis uteri, sarkoma uteri, mioma uteri.

2.

tuba fallopi KET, radang tuba, tumor tuba.

ovarium radang ovarium, tumor ovarium

Fungsional
perdarahan dari uterus yang tidak ada hubungannya dengan sebab organic disebut perdarahan
disfungsional.
dapat terjadi pada tiap umur antara menarche dan menopause. lebih sering sewaktu masa
permulaan dan masa akhir fungsi ovarium.

Ilmu Kandungan .Prof.dr.Hanifa Wiknjosastro,DSOG. Edisi ke 3.1999,

b)patofisiologi
Schroder pada tahun 1915 ,setelah penelitian histopatologi pada uterus dan ovarium pada waktu yang
sama,menarik kesimpulan bahwa gangguan perdarahan yang dinamakan metropatia hemoragika terjadi karena
persistensi folikel yang tidak pecah sehingga tidak terjadi ovulasi dan pembentukan korpus luteum akibatnya
terjadi hyperplasia endometrium karena stimulasi estrogen yang berlebihan dan terus menerus.Penjelasan ini
masih dapat diterima untuk sebagian besar kasus-kasus perdarahan disfungsional.Akan tetapi penelitian lain
menunjukkan pula bahwa perdarahan disfungsional dapat ditemukan bersamaan dengan berbagai jenis
endometrium yakni endometrium atropik, hiperpastik, proliferatif, sekretorik,dengan endometrium jenis
nonsekresi merupakan bagian terbesar.Pembagian endometrium jenis sekresi dan non sekresi penting artinya
karena dengan demikian dapat dibedakan perdarahan yang anovulator dari yang ovulator.Pada perdarahan
disfungsional yang ovulator gangguan dianggap berasal dari factor-faktor neuromuscular ,vasomotorik,atau
hematologik,sedangkan perdarahan anovulator biasanya dianggap bersumber pada gangguan endokrin.
Ilmu Kandungan .Prof.dr.Hanifa Wiknjosastro,DSOG. Edisi ke 3.1999,

Gambaran Klinik

perdarahan ovulatoar dengan siklus pendek atau panjang.


Diagnosa perlu dilakukan kerokan pada masa mendekati haid.Jika karena perdarahan yang lama dan tidak
teratur siklus haid tidak dikenlai lagi,maka kdang-kadang menunjukkan bentuk kurva suhu basal.Jika sudah
dipastikan bahwa perdarahan berasal dari endometrium tipe sekresi tanpa adanya sebab organik,maka harus
dipikirkan sebagai etiologinya:

korpus luteum persisten perdarahan, ovarium membesar, pelepasan endometrium tidak teratur
(irreguler shedding)

insufisiensi korpus luteum dapat

menyebabkan premenstrual spotting, menoragia/polimenorea

(kurangnya produksi progesteron oleh karena gangguan LH

releasing faktor)

apopleksia uteripada wanita hipertensi dapat terjadi pecahnya pembuluh darah dalam uterus.

kelainan darah,seperti anemia, purpura trombositopenik dan gangguan dalam mekanisme pembekuan
darah.

perdarahan anovulatoar

Biasanya dijumpai pada penderita dengan penyakit metabolik, penyakit endokrin, penyakit darah,
penyakit umum yang menahun, tumor ovarium.

Stimulasi dengan estrogen menyebabkan tumbuhnya endommetrium. Dengan menurunnya kadar


estrogen di bawah tingkat tertentu, timbul perdarahan yang kadang-kadang bersifat siklis, kadangkadang tidak teratur sama sekali.

Ilmu Kandungan .Prof.dr.Hanifa Wiknjosastro,DSOG. Edisi ke 3.1999,


Diagnosis

Anamnesis :
Ditanyakan mulainya perdarahan apakah didahului oleh siklus pendek atau panjang, sifat perdarahan,
lama perdarahan

Pada pemeriksaan umum perlu diperhatikan tanda-tanda yang menunjuk kearah kemungkinan penyakit
metabolic, penyakit endokrin dan penyakit menahun.

Pada pemeriksaan ginekologi : perlu dilhat apakah ada kelainan-kelainan organic yang menyebabkan
perdarahan abnormal ( polip, ulkus, tumor, KET ).

Ilmu Kandungan .Prof.dr.Hanifa Wiknjosastro,DSOG. Edisi ke 3.1999,


Penanganan
istirahat baring dan diberi transfusi darah
estrogen dalam dosis tinggi agar kadarnya dalam darah meningkat dan perdarahan berhenti,diberikan secara
i.m dispropionas estrasiol 2,5 mg atau benzoas estradiol 1,5 mg atau valeras estradiol 20 mg
progesteron untuk

mengimbangi pengaruh estrogen terhadap endometrium.Dapat diberikan

kaproas

hidroksi-progesteron 125 mg,secara i.m atau dapat diberikan per os sehari norethindrone 15 mg atau asetas
medroksi-progesteron 10 mg.Terapi ini berguna pada masa pubertas.

dilatasi dan kerokan,kecuali wanita masa pubertas .Bertujuan agar perdarahan tidak terulang lagi
Bila ada penyakit metabolik,penyakit endokrin, penyakit darah yang menjadi penyebab perdarahan harus
ditangani.
Ilmu Kandungan .Prof.dr.Hanifa Wiknjosastro,DSOG. Edisi ke 3.1999,

2). Dismenore
Definisi:
Kram, nyeri dan ketidaknyamanan lainnya yang dihubungkan dengan menstruasi disebut
juga dismenore.
Dismenore adalah nyeri perut yang berasal dari kram rahim dan terjadi selama
menstruasi. (www.medicastore.com)

b)Penyebab dan klasifikasi


3.

dismenore primernyeri haid yang dijumpai tanpa kelainan pada alat genital yang nyata/ tidak
ditemukan penyebab yang mendasarinya.

Terjadi beberapa waktu setelah menarche biasanya setelah 12 bulan atau lebih oleh karena sklus haid
pada bulan bulan pertama setelah menarche umumnya berjenis anovulator yang tidak disertai
dengan rasa nyeri.

Sifat rasa nyeri: kejang berjangkit-jangkit, biasanya terbatas pada perut bawah,tetapi dapat menyebar
kedaerah pinggang dan paha,mual, muntah, sakit kepala, diare, iritabilitas.
- Etiologi:

Faktor kejiwaan emosional tak stabil


Faktor konstitusi anemia, penyakit menahun
Faktor obstruksi kanalis servikalis dianggap wanita dengan uterus hiperantefleksi dapat terjadi
stenosis kanalis servikalis.
Faktor endokrin disebabkan oleh kontraksi uterus yang berlebihan.
Faktor alergi adanya asosiasi antara disminore dengan urtikaria,migraine,atau asma bronkhial.
4.

dismenore sekunder jika penyebabnya adalah kelainan kandungan.


Penyebab dari dismenore sekunder adalah:

Endometriosis

Fibroid

Adenomiosis

Peradangan tuba falopii

Perlengketan abnormal antara organ di dalam perut.

Pemakaian IUD.Dismenore sekunder seringkali mulai timbul pada usia 20 tahun.

Ilmu Kandungan .Prof.dr.Hanifa Wiknjosastro,DSOG. Edisi ke 3.1999,


Definisi
Dismenore adalah nyeri perut yang berasal dari kram rahim dan terjadi selama
menstruasi.
Klasifikasi
dismenore primer jika tidak ditemukan penyebab yang mendasarinya (tidak ada
hubungannya dengan kelainan ginekologi)
Etiologi
Factor kejiwaan
Pada gadis2 yang emosionalnya tinggi, apalagi jika mereka tidak mendapat
penerangan yang baik tentang proses haid, mudah timbul dismenorea

Factor konstitusi
Seperti anemia, penyakit menahun, dan lain sebagainya yang dapat menimbulkan
dismenorea

Factor obstruksi kanalis servikalis


Factor endokrin
Disebabkan karena adanua konrtaksi uterus yang berlebih .endokrin mempunyia
hubungan dengan kontraksi uterus. Novak dan Reynold yang melakukan penelitian
pada uterus kelinci berkesimpulan bahwa hormone estrogen metangasang
kontraktilitas uterus sedangkan progesterone dapat mencegahnya.
Penjelasan lain diberikan oleh Clitheroe dan Pickles.Mereka menyatakan bahwa
karena endometrium dalam fase sekresi memproduksi PGF2 yang menyebabkan
kontraksi otot2 polos. PG yang berlebih akan dilepaskan ke dalam peredaran darah,
maka selain dismenore dijumpai pula efek umum, seperti diare, nausea, muntah,
flushing.

Factor alergi
(synopsis obstetri)
Nyeri pada dismenore primer diduga berasal dari kontraksi rahim yang dirangsang
oleh prostaglandin.Nyeri dirasakan semakin hebat ketika bekuan atau potongan
jaringan dari lapisan rahim melewati serviks (leher rahim), terutama jika saluran
serviksnya sempit. Faktor lainnya yang bisa memperburuk dismenore adalah:
- rahim yang menghadap ke belakang (retroversi)
- kurang berolah raga
- stres psikis atau stres sosial.
Pertambahan umur dan kehamilan akan menyebabkan menghilangnya dismenore
primer. Hal ini diduga terjadi karena adanya kemunduran saraf rahim akibat penuaan
dan hilangnya sebagian saraf pada akhir kehamilan.

Perbedaan beratnya nyeri tergantung kepada kadar prostaglandin. Wanita yang


mengalami dismenore memiliki kadar prostaglandin yang 5-13 kali lebih tinggi
dibandingkan
dengan
wanita
yang
tidak
mengalami
dismenore.
Dismenore sangat mirip dengan nyeri yang dirasakan oleh wanita hamil yang
mendapatkan suntikan prostaglandin untuk merangsang persalinan.
Gambaran klinik
tjd bbrp waktu setelah menarche stlh 12/> oki bulan2 pertama setelah
menarche umumnya berjenis anovulatoar , tanpa rasa nyeri
sifat rasa nyeri kejang berjangkit-jangkit, terbatas pada perut bawah, dapat
sebar ke pinggang dan paha, + mual, muntah, sakit kepala, diare, iritabilitas
Dismenore sekunder jika penyebabnya adalah kelainan kandungan. (ada hubunganya
dengan kelainan ginekologi seperti salpingitis, endometriosis,adenomiosis). Dismenore
sekunder seringkali mulai timbul pada usia 20 tahun.
Penyebab dari dismenore sekunder adalah:
Endometriosis
Fibroid
Adenomiosis
Peradangantuba falopii
Perlengketan abnormal antara organ di dalam perut.
Pemakaian IUD.
Gejala
nyeri pada perut bagian bawah, yang bisa menjalar ke punggung bagian bawah dan
tungkai.
Nyeri dirasakan sebagai kram yang hilang-timbul atau sebagai nyeri tumpul yang
terus menerus ada.
Biasanya nyeri mulai timbul sesaat sebelum atau selama menstruasi, mencapai
puncaknya dalam waktu 24 jam dan setelah 2 hari akan menghilang. Dismenore juga
sering disertai oleh sakit kepala, mual, sembelit atau diare dan sering berkemih.
Kadang sampai terjadi muntah.

Penanganan
penerangan dan nasehat makanan sehat, istirahat cukup, olahraga, psikoterapi
obar analgesik terapi simptomatik, nyeri berat istirahat dan kompres panas pada
perut bawah
- obat analgesik preparat kombinasi aspirin, fenasetin, kafein.
- obat di pasaran ponstan, novalgin, acetaminophen
hormonal untuk menekan ovulasi, dengan jenis pil kombinasi kontrasepsi.
obat nonsteroid antiprostaglandin indometasin, ibuprofen, naproksen1-3 hari
sebelum haid mulai dan pada hari pertama haid.
dilatasi kanalis servikalis memudahkan pengeluaran darah haid dan prostaglanDin
di dlmnya.
(Ilmu Kandungan, Hanifa)

Gejala

nyeri pada perut bagian bawah, yang bisa menjalar ke punggung bagian bawah dan tungkai.
Nyeri dirasakan sebagai kram yang hilang-timbul atau sebagai nyeri tumpul yang terus menerus ada.

Biasanya nyeri mulai timbul sesaat sebelum atau selama menstruasi, mencapai puncaknya dalam
waktu 24 jam dan setelah 2 hari akan menghilang.

Dismenore juga sering disertai oleh sakit kepala, mual, sembelit atau diare dan sering berkemih.
Kadang sampai terjadi muntah.
Ilmu Kandungan .Prof.dr.Hanifa Wiknjosastro,DSOG. Edisi ke 3.1999

Penanganan

penerangan dan nasehat makanan sehat, istirahat cukup, olahraga, psikoterapi

obar analgesik terapi simptomatik, nyeri berat istirahat dan kompres panas pada perut bawah
o

obat analgesik preparat kombinasi aspirin, fenasetin, kafein.

obat di pasaran ponstan, novalgin, acetaminophen

hormonal untuk menekan ovulasi, dengan jenis pil kombinasi kontrasepsi.

obat nonsteroid antiprostaglandin indometasin, ibuprofen, naproksen 1-3 hari sebelum haid mulai
dan pada hari pertama haid.

dilatasi kanalis servikalis memudahkan pengeluaran darah haid dan prostaglanDin di dlmnya.

Ilmu Kandungan .Prof.dr.Hanifa Wiknjosastro,DSOG. Edisi ke 3.1999,

MIOMA
1) Definisi
Neoplasma jinak yang berasal dari otot uterus dan jaringan ikat ,disebut juga leimioma,fibromioma,,atau
fibroid.
Kapita Selekta Kedokteran.FKUI.Jilid 1 ,Edisi 3

2) Etiopatogenesis

Penyebabnya

tidak

diketahui,

tapi

tampaknya

dipengaruhi

oleh

kadar

estrogen.

Fibroid seringkali bertambah besar selama kehamilan dan mengecil setelah menopause. Selama penderita
masih mengalami siklus menstruasi, kemungkinan fibroid akan terus tumbuh meskipun pertumbuhannya
sangat

lambat.

Bisa hanya ditemukan 1 fibroid, tetapi bisa juga tumbuh beberapa buah fibroid.
www.medicastore.com

3) Klasifikasi
1. Mioma submukosaBerada di bawah endometrium dan menonjol ke dalam rongga uterus. Jenis ini
dijumpai 6,1% dari seluruh kasus mioma.Jenis ini sering memberikan keluhan gangguan perdarahan. Mioma
jenis lain meskipun besar mungkin belum memberikan keluhan perdarahan, tetapi mioma submukosa, walaupun
kecil sering memberikan keluhan gangguan perdarahan.Mioma submukosa umumnya dapat diketahui dari
tindakan kuretase,dengan adanya benjolan waktu kuret, dikenal sebagai currete bump dan denganpemeriksaan
histeroskopi dapat diketahui posisi tangkai tumor.Tumor jenis ini sering mengalami infeksi, terutama pada
mioma submukosapedinkulata. Mioma submukosa pedinkulata adalah jenis mioma submukosa yangmempunyai
tangkai. Tumor ini dapat keluar dari rongga rahim ke vagina, dikenaldengan nama mioma geburt atau mioma
yang dilahirkan, yang mudah mengalamiinfeksi, ulserasi dan infark. Pada beberapa kasus, penderita akan
mengalamianemia dan sepsis karena proses di atas.
2. Mioma intramural Terdapat di dinding uterus di antara serabut miometrium.Karena pertumbuhan tumor,
jaringan otot sekitarnya akan terdesak dan terbentuk simpai yang mengelilingi tumor. Bila di dalam dinding
rahim dijumpai banyak mioma, maka uterus akan mempunyai bentuk yang berbenjol-benjol dengan konsistensi
yang padat. Mioma yang terletak pada dinding depan uterus, dalam pertumbuhannya akan menekan dan
mendorong kandung kemih ke atas, sehingga dapat menimbulkan keluhan miksi.
3. Mioma subserosaApabila mioma tumbuh keluar dinding uterus sehingga menonjol pada permukaan uterus
diliputi oleh serosa. Mioma subserosa dapat tumbuh di antara kedua lapisan ligamentum latum menjadi mioma
intraligamenter.
4. MiomaintraligamenterMioma subserosa yang tumbuh menempel pada jaringan lain, misalnya ke
ligamentum atau omentum kemudian membebaskan diri dari uterus sehingga disebut wondering parasitis
fibroid. Jarang sekali ditemukan satu macam mioma saja dalam satu uterus. Mioma pada servik dapat menonjol
ke dalam satu saluran servik sehingga ostium uteri eksternum berbentuk bulan sabit.Apabila mioma dibelah
maka tampak bahwa mioma terdiri dari bekas otot polos dan jaringan ikat yang tersusun seperti kumparan
(whorie like pattern) dengan pseudokapsul yang terdiri dari jaringan ikat longgar yang terdesak karena
pertumbuhan.
Kapita Selekta Kedokteran.FKUI.Jilid 1 ,Edisi 3
www.medicastore.com

4) Manifestasi klinis
Kasus ini biasanya ditemukan scr kebetulan pd px ginekologis krn tumor ini tdk mengganggu. Gejala yg
ditimbulkan sangat tergantung pd tempat sarang myoma , besar tumor, perubahan dan komplikasi yg terjadi.
Gejalanya yaitu:
1.

perdarahan abnormal
ggn perdarahan yg terjadi umumnya: hipermenore, menoragia, dan dpt terjd metroragia. Faktor yg
menyebabkan perdarahan tsb:
-

pengaruh ovarium shg terjd hiperplasia endometrium sampai adenokarsinoma endometrium

permukaan endometrium yg lebih luas

atrofi endometrium diatas myoma submukosum

miometrium tdk dapat berkontraksi optimal krn ada sarang mioma diantara serabut
miometrium tidak dapat menjepit pembuluh darah yang melaluinya.

2.

rasa nyeri
bukan gejala yg khas. Dapat timbul karena gangguan sirkulasi darah pd sarang mioma, yg disertai
nekrosis setempat dan peradangan. Pd mioma submukosum yg akan dilahirkan, pertumbuhannya yg
menyempitkan kanalis servikalis dapat menyebabkan dismenore

3.

gejala dan tanda penekanan


ggn ini tergantung dr besar dan tmpt mioma uteri. Penekanan VU poliuri, pd uretra retensi urin,
pd ureter hidroureter dan hidronefrosis, pd rektum obstipasi dan tenesmia, pd pmblh darah dan
limfe di panggul oedem tungkai dan nyeri panggul

Infertilitasdapat terjadi bila sarang mioma menutup menekan pars interstitial tuba, sedangkan mioma
submukosa memudahkan tjdnya abortus ok torsi rongga uterus.

Kapita Selekta Kedokteran.FKUI.Jilid 1 ,Edisi 3

5). Diagnosis
Ada dismenore, retensi urin, obstipasi
Moima: letak d tengah, palpasi binmanual ikut bergerak
Kista:biasanya d kanan kiri, d gerakkan tdk ikt bergerak krn ada penggantungnya
1. Pemeriksaan fisik
Mioma uteri mudah ditemukan melalui pemeriksaan bimanual rutin uterus.Diagnosis mioma uteri menjadi jelas
bila dijumpai gangguan kontur uterus oleh satu atau lebih massa yang lebih licin, tetapi sering sulit untuk
memastikan bahwa massa seperti ini adalah bagian dari uterus.
2. Temuan laboratorium
Anemia merupakan akibat paling sering dari mioma.Hal ini disebabkan perdarahan uterus yang banyak dan
habisnya cadangan zat besi.Kadang-kadang mioma menghasilkan eritropoeitin yang pada beberapa kasus
menyebabkan polisitemia. Adanya hubungan antara polisitemia dengan penyakit ginjal diduga

akibat

penekanan mioam terhadap ureter yang menyebabkan peninggian tekanan balik ureter dan kemudian
menginduksi pembentukan eritropoetin ginjal.
3. Pemeriksaan penunjang
a. Ultrasonografi Ultrasonografi transabdominal dan transvaginal bermanfaat dalam menetapkan
adanyamioma uteri. Ultrasonografi transvaginal terutama bermanfaat pada uterus yang kecil. Uterus atau massa
yang paling besar baik diobservasi melalui ultrasonografi transabdominal.mioma uteri secara khas
menghasilkan gambaran ultrasonografi yang mendemonstrasikan irregularitas kontur maupun pembesaran
uterus. Adanya kalsifikasi ditandai oleh fokus-fokus hiperekoik dengan bayangan akustik.Degenerasi kistik
ditandai adanya daerah yang hipoekoik.
b. Hiteroskopi Dengan pemeriksaan ini dapat dilihat adanya mioma uteri submukosa, jika tumornya kecil
serta bertangkai. Tumor tersebut sekaligus dapat diangkat.
c. MRI (Magnetic Resonance Imaging) Sangat akurat dalam menggambarkan jumlah, ukuran, dan lokasi
mioma tetapi jarang diperlukan. Pada MRI,mioma tampak sebagai massa gelap berbatas tegas dan dapat
dibedakan dari miometrium normal. MRI dapat mendeteksi lesi sekecil 3 mm yang dapat dilokalisasi dengan
jelas, termasuk mioma submukosa.MRI dapat menjadi alternatif ultrasonografi pada kasus-kasus yang tidak
dapat disimpulkan.
Ilmu Kandungan .Prof.dr.Hanifa Wiknjosastro,DSOG. Edisi ke 3.1999,

Diagnosis

ditegakkan

berdasarkan

gejala

dan

hasil

pemeriksaan

fisik.

Pada pemeriksaan panggul, rahim teraba membesar atau teraba adanya massa padat dengan bentuk yang tidak
beraturan.

Pemeriksaan lainnya yang biasa dilakukan adalah:

Biopsi jaringan endometrium

Histeroskopi

USG transvagina atau USG panggul

Laparoskopi panggul.

www.medicastore.com

6). Komplikasi
1) Degenerasi ganas
Kejadiannya 0,32-0,6% dr slrh myoma dan 50-75% dr slrh sarkoma uterus. Ditemukan umumnya pada
px histologi uterus yg telah diangkat. Kecurigaan akan keganasan uterus apabila myoma uteri cpt
membesar dan apabila terjd pembesaran sarang myoma dlm menopause.
2)

Torsi
Sarang myoma yg bertangkai dpt mengalami torsi ggn sirkulasi nekrosis syndrom abdomen
akut. Sarang myoma dpt mengalami infeksi dan nekrosis yg disebabkan oleh ggn sirkulasi darahnya.

Ilmu Kandungan .Prof.dr.Hanifa Wiknjosastro,DSOG. Edisi ke 3.1999,

7). Penatalaksanaan
A. Konservatif
Penderita dengan mioma kecil dan tanpa gejala tidak memerlukan pengobatan, tetapi harus diawasi
perkembangan tumornya.Jika mioma lebih besar dari kehamilan 10-12 minggu, tumor yang berkembang cepat,
terjadi torsi pada tangkai, perlu diambil tindakan operasi.
B. Terapi medikamentosa
Terapi yang dapat memperkecil volume atau menghentikan pertumbuhan mioma uterus secara menetap belum
tersedia padasaat ini.Terapi medikamentosa masih merupakan terapi tambahan atau terapi pengganti sementara
dari operatif. Preparat yang selalu digunakan untuk terapi medikamentosa adalah analog GnRH, progesteron,
danazol, gestrinon, tamoksifen, goserelin, antiprostaglandin, agen-agen lain (gossipol,amantadine).
1. GnRH analog
Penelitian multisenter yang dilakukan pada 114 penderita dengan mioma uteri yang diberikan GnRHa
leuprorelin asetat selam 6 bulan, ditemukan pengurangan volume uterus rata-rata 67% pada 90 wanita
didapatkan pengecilan volume uterus sebesar 20% dan pada 35 wanita ditemukan pengurangan volume mioma
sebanyak 80%.Efek maksimal dari GnRHa baru terlihat setelah 3 bulan dimana cara kerjanya menekan produksi

estrogen dengan sangat kuat, sehingga kadarnya dalam darah menyerupai kadar estrogen wanita usia
menopause. Setiap mioma uteri memberikan hasil yang berbeda-beda terhadap pemberian GnRHa.
Mioma submukosa dan mioma intramural merupakan mioma uteri yang paling rensponsif terhadap pemberian
GnRH ini. Keuntungan pemberian pengobatan medikamentosa dengan GnRHa adalah:
1. Mengurangi volume uterus dan volume mioma uteri
2. Mengurangi anemia akibat perdarahan.
3. Mengurangi perdarahan pada saat operasi.
4. Tidak diperlukan insisi yang luas pada uterus saat pengangkatan mioma
5. Mempermudah tindakan histerektomi vaginal.
6. Mempermudah pengangkatan mioma submukosa dengan histeroskopi.
2. Progesteron
Goldhiezer, melaporkan adanya perubahan degeneratif mioma uteri pada pemberian progesteron dosis besar.
Dengan pemberian medrogestone 25 mg perhari selama 21 hari dan tiga pasien lagi diberi tablet 200 mg, dan
pengobatan ini tidak mempengaruhi ukuranmioma uteri, hal ini belum terbukti saat ini.
3. Danazol
Merupakan progesteron sintetik yang berasal dari testosteron.Dosis substansial didapatkan hanya menyebabkan
pengurangan volume uterus sebesar 20-25% dimana diperoleh fakta bahwa danazol memiliki substansi
androgenik.Tamaya, dkk melaporkan reseptor androgen pada mioma terjadi peningkatan aktifitas 5 -reduktase
pada miometrium dibandingkan endometrium normal.Mioma uteri memiliki aktifitas aromatase yang tinggi
dapat membentuk estrogen dari androgen.
4. Gestrinon
Merupakan suatu trienik 19-nonsteroid sintetik, juga dikenal dengan R 2323 yang terbukti efektif dalam
mengobati endometriosis.
5. Tamoksifen
Merupakan turunan trifeniletilen yang mempunyai khasiat estrgenik maupun antiestrogenik, dan dikenal sebagai
selective estrogen receptor modulator
6. Goserelin
Merupakan suatu GnRH agonis, dimana ikatan reseptornya terhadap jaringan sangat kuat, sehingga kadarnya
dalam darah berada cukup lama.Pada pemberian goserelin dapat mengurangi setengah ukuran mioma uteri dan
dapat menghilangkan gejala menoragia dan nyeri pelvis.Pada wanita premenopause dengan mioma uteri,
pengobatan jangka panjang dapat menjadi alternatif tindakan histerektomi terutama menjelang menopause.
Pemberian goserelin 400 mikrogram 3 kali sehari semprot hidung sama efektifnya dengan pemberian 500
mikrogram sehari sekali dengan cara pemberian injeksi subkutan.
Untuk pengobatanmioma uteri, dimana kadar estradiol kurang signifikan disupresi selama pemberian goserelin
dan pasien sedikit mengeluh efek samping berupa keringat dingin. Pemberian dosis yang sesuai, agar dapat
menstimulasi estrogen tanpa tumbuh mioma kembali atau berulangnya peredaran abnormal sulit diterima.
Peneliti mengevaluasi efek pengobatan dengan formulasi depot bulanan goserelin dikombinasi dengan HRT
(estrogen konjugasi 0,3 mg) dan medroksiprogesteron asetat 5 mg pada pasien mioma uteri parameter yang
diteliti adalah volumemioma uteri, keluhan pasien, corak perdarahan kandungan mineral, dan fraksi kolesterol.
Kadar HDL kolesterol meningkat selama pengobatan, sedangkan plasma trigliserid meningkat selama
pemberian terapi.
7. Antiprostaglandin
Dapat mengurangi perdarahan yang berlebihan pada wanita dengan menoragia, dan hal ini beralasan untuk
diterima atau mungkin efektif untuk menoragia yang diinduksi oleh mioma uteri.
www.medicastore.com

Kebanyakan kasus fibroid tidak memerlukan pengobatan, tetapi penderita harus menjalani pemeriksaan
rutin setiap 6-12 bulan. Pengobatan yang dilakukan tergantung kepada beratnya gejala, usia penderita,
status kehamilan, rencana kehamilan pada masa yang akan datang, kesehatan menyeluruh dan karakteristik
fibroid.
Obat anti peradangan non-steroid (misalnya ibuprofen atau naproxen) diberikan untuk mengatasi kram
perut

bagian

bawah

atau

nyeri

selama

menstruasi.

Pada penderita yang mengalami perdarahan menstruasi yang hebat bisa diberikan zat besi untuk membantu
mencegah
Cara

tersebut

terjadinya
biasanya

diterapkan

pada

wanita

anemia.
yang

belum

masuk

masa

menopause.

Miomektomi (pengangkatan mioma) biasanya merupakan pilihan bagi penderita yang belum mengalami
menopause dan memiliki rencana untuk hamil lagi karena biasanya kesuburan tetap terjaga.Miomektomi
dilakukan jika ukurannya terus membesar atau menyebabkan gejala yang tidak dapat ditolerir oleh
penderita.
Keuntungan lain dari miomektomi adalah bisa mengurangi nyeri atau perdarahan hebat. Beberapa bulan
sebelum menjalani pembedahan, diberikan hormon untuk memperkecil ukuran fibroid.Pembedahan tidak
boleh dilakukan selama kehamilan karena bisa menyebabkan keguguran dan kehilangan darah yang banyak.
Histerektomi

(pengangkatan

seluruh

rahim)

dilakukan

jika:

- perdarahan menstruasi sangat berat


- nyeri hebat
- pertumbuhan fibroid sangat cepat
- fibroid yang besar mengalami infeksi atau terpuntir.
Embolisasi arteri rahim merupakan prosedur baru, dimana sebuah selang kecil dimasukkan melalui vena di
selangkangan lalu ke dalam arteri yang menuju ke rahim.Melalui selang ini disuntikkan zat untuk
menyumbat arteri secara permanen.Berkurangnya aliran darah ke rahim diharapkan bisa mencegah
pertumbuhan

tumor

lebih

lanjut

dan

akhirnya

tumor

mengecil.

Efek jangka panjang dan keamanan kehamilan setelah prosedur ini masih belum diketahui.
Ilmu Kandungan .Prof.dr.Hanifa Wiknjosastro,DSOG. Edisi ke 3.1999,

8). Prognosis
Rekurensi setelah miomektomi terdapat pada 15-40% penderita dan 2/3 nya memerlukan pembedahan lagi.
Kapita Selekta Kedokteran.FKUI. Jilid 1 ,Edisi 3

Endometriosis
DEFINISI

Endometriosis adalah suatu penyakit dimana bercak-bercak jaringan endometrium tumbuh di luar rahim,
padahal dalam keadaan normal endometrium hanya ditemukan di dalam lapisan rahim.
Biasanya endometriosis terbatas pada lapisan rongga perut atau permukaan organ perut.
Endometrium yang salah tempat ini biasanya melekat pada ovarium (indung telur) dan ligamen penyokong
rahim.
Endometrium juga bisa melekat pada lapisan luar usus halus dan usus besar, ureter (saluran yang
menghubungan ginjal dengan kandung kemih), kandung kemih, vagina, jaringan parut di dalam perut atau
lapisan rongga dada.
Kadang jaringan endometrium tumbuh di dalam paru-paru.
Endometriosis bisa diturunkan dan lebih sering ditemukan pada keturunan pertama (ibu, anak perempuan,
saudara perempuan).
Faktor lain yang meningkatkan resiko terjadinya endometriosis adalah memiliki rahim yang abnormal,
melahirkan pertama kali pada usia diatas 30 tahun dan kulit putih.
Endometriosis diperkirakan terjadi pada 10-15% wanita subur yang berusia 25-44 tahun, 25-50% wanita
mandul dan bisa juga terjadi pada usia remaja.
Endometriosis yang berat bisa menyebabkan kemandulan karena menghalangi jalannya sel telur dari ovarium
ke rahim.
PENYEBAB
Penyebabnya tidak diketahui, tetapi beberapa ahli mengemukakan teori berikut:
1. Teori menstruasi retrograd (menstruasi yang bergerak mundur)
Sel-sel endometrium yang dilepaskan pada saat menstruasi bergerak mundur ke
tuba falopii lalu masuk ke dalam panggul atau perut dan tumbuh di dalam
rongga panggul/perut.
2. Teori sistem kekebalan
Kelainan sistem kekebalan menyebabkan jaringan menstruasi tumbuh di daerah
selain rahim.
3. Teori genetik Keluarga tertentu memiliki faktor tertentu yang menyebabkan
kepekaan yang tinggi terhadap endometriosis.
Setiap bulan ovarium menghasilkan hormon yang merangsang sel-sel pada lapisan
rahim untuk membengkak dan menebal (sebagai persiapan terhadap kemungkinan
terjadinya kehamilan). Endometriosis juga memberikan respon yang sama terhadap
sinyal ini, tetapi mereka tidak mampu memisahkan dirinya dari jaringan dan terlepas
selama menstruasi. Kadang terjadi perdarahan ringan tetapi akan segera membaik dan
kembali dirangsang pada siklus menstruasi berikutnya.
Proses yang berlangsung terus menerus ini menyebabkan pembentukan jaringan parut
dan perlengketan di dalam tuba dan ovarium, serta di sekitar fimbrie tuba. Perlengketan
ini bisa menyebabkan pelepasan sel telur dari ovarium ke dalam tuba falopii terganggu
atau tidak terlaksana. Selain itu, perlengketan juga bisa menyebabkan terhalangnya
perjalanan sel telur yang telah dibuahi menuju ke rahim.
Resiko tinggi terjadinya endometriosis ditemukan pada:
Wanita yang ibu atau saudara perempuannya menderita endometriosis

Siklus menstuasi 27 hari atau kurang


Menarke (menstruasi yang pertama) terjadi lebih awal
Menstruasi berlangsung selama 7 hari atau lebih
Orgasme ketika menstruasi.
GEJALA
Endometriosis bisa menyebabkan:
Nyeri di perut bagian bawah dan di daerah panggul
Menstruasi yang tidak teratur (misalnya spotting sebelum menstruasi)
Kemandulan
Dispareunia (nyeri ketika melakukan hubungan seksual).
Jaringan endometrium yang melekat pada usus besar atau kandung kemih bisa
menyebabkan pembengkakan perut, nyeri ketika buang air besar, perdarahan melalui
rektum selama menstruasi atau nyeri perut bagian bawah ketika berkemih.
Jaringan endometrium yang melekat pada ovarium atau struktur di sekitar ovarium bisa
membentuk massa yang terisi darah (endometrioma).
Kadang endometrioma pecah dan menyebabkan nyeri perut tajam yang timbul secara
tiba-tiba.
Kadang tidak ditemukan gejala sama sekali.

DIAGNOSA

Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik.


Pada pemeriksaan panggul akan teraba adanya benjolan lunak yang seringkali ditemukan di dinding belakang
vagina atau di daerah ovarium.
Pemeriksaan lainnya yang biasa dilakukan:
Laparoskopi
Biopsi endometrium
USG rahim
Barium enema
CT scan atau MRI perut.
PENGOBATAN
Pengobatan tergantung kepada gejala, rencana kehamilan, usia penderita dan beratnya penyakit.
Obat-obatan yang dapat menekan aktivitas ovarium dan memperlambat pertumbuhan jaringan endometrium
adalah pil KB kombinasi, progestin, danazole dan agonis GnRH.
Agonis GnRH adalah zat yang pada mulanya merangsang pelepasan hormon gonadotropin dari kelenjar
hipofisa, tetapis elelah diberikan lebih dari beberapa minggu akan menekan pelepasan gonadotropin. .
Pada endometriosis sedang atau berat mungkin perlu dilakukan pembedahan. Endometriosis diangkat sebanyak
mungkin, yang seringkali dilakukan pada prosedur laparoskopi.
Pembedahan biasanya dilakukan pada kasus berikut:
- bercak jaringan endometrium memiliki garis tengah yang lebih besar dari 3,8-5 cm
- perlengketan yang berarti di perut bagian bawah atau panggul
- jaringan endometrium menyumbat salah satu atau kedua tuba
- jaringan endometrium menyebabkan nyeri perut atau panggul yang sangat hebat, yang tidak dapat diatasi
dengan obat-obatan.
Untuk membuang jaringan endometrium kadang digunakan elektrokauter atau sinar laser.
Tetapi pembedahan hanya merupakan tindakan sementara, karena endometriosis sering berulang.
Ovarektomi (pengangkatan ovarium) dan histerektomi (pengangkatan rahim) hanya dilakukan jika nyeri perut
atau panggul tidak dapat dihilangkan dengan obat-obatan dan penderita tidak ada rencana untuk hamil lagi.
Setelah pembedahan, diberikan terapi sulih estrogen. Terapi bisa dimulai segera setelah pembedahan atau jika
jaringan endometrium yang tersisa masih banyak, maka terapi baru dilakukan 4-6 bulan setelah pembedahan.
Pilihan pengobatan untuk endometriosis:
1. Obat-obatan yang menekan aktivitas ovarium dan memperlambat pertumbuhan
jaringan endometrium
2. Pembedahan untuk membuang sebanyak mungkin endometriosis
3. Kombinasi obat-obatan dan pembedahan

4. Histerektomi, seringkali disertai dengan pengangkatan tuba falopii dan ovarium.


Obat-obatan yang biasa digunakan untuk mengobati endometriosis
Obat

Efek samping

Pil KB
kombinasi
estrogenprogestin

Pembengkakan perut, nyeri payudara, peningkatan nafsu


makan, pembengkakan pergelangan kaki, mual, perdarahan
diantara 2 siklus menstruasi, trombosis vena dalam

Progestin

Perdarahan diantara 2 siklus menstruasi, perubahan suasana


hati, depresi, vaginitis atrofika

Danazole

Penambahan berat badan, suara lebih berat, pertumbuhan


rambut, hot flashes, vagina kering, pembengkakan
pergelangan kaki, kram otot, perdarahan diantara 2 siklus,
payudara mengecil, perubahan suasana hati, kelainan fungsi
hati, sindroma terowongan karpal

Agonis GnRH

Hot flashes, vagina kering, pengeroposan tulang, perubahan


suasana hati

Ca endometrium
The endometrium is the lining of the uterus, a hollow, muscular organ in a womans pelvis. The uterus
is where a fetus grows. In most nonpregnant women, the uterus is about 3 inches long. The lower,
narrow end of the uterus is the cervix, which leads to the vagina.

Cancer of the endometrium is different from cancer of the muscle of the uterus, which is
called sarcomaof the uterus.

Etiology
Endometrial cancer may develop in breast cancer patients who have been treated with tamoxifen. A
patient taking this drug should have a pelvic exam every year and report any vaginal bleeding (other
than menstrual bleeding) as soon as possible. Women taking estrogen (a hormone that can affect the
growth of some cancers) alone have an increased risk of endometrial cancer. Taking estrogen
combined with progesterone (another hormone) does not increase a womans risk of this cancer.

Signs and symptoms


These and other signs and symptoms may be caused by endometrial cancer or by other conditions.
Check with your doctor if you have any of the following:
Bleeding or discharge not related to menstruation (periods).
Difficult or painful urination.
Pain during sexual intercourse.
Pain in the pelvic area.
Tests that examine the endometrium are used to detect (find) and diagnose endometrial
cancer.
Because endometrial cancer begins inside the uterus, it does not usually show up in the results of
aPap test. For this reason, a sample of endometrial tissue must be removed and checked under
amicroscope to look for cancer cells. One of the following procedures may be used:
Endometrial biopsy : The removal of tissue from the endometrium (inner lining of the
uterus) by inserting a thin, flexible tube through the cervix and into the uterus. The tube is used to
gently scrape a small amount of tissue from the endometrium and then remove the tissue samples.
Apathologist views the tissue under a microscope to look for cancer cells.
Dilatation and curettage : A procedure to remove samples of tissue from the inner lining of
the uterus. The cervix is dilated and a curette (spoon-shaped instrument) is inserted into the uterus to
remove tissue. The tissue samples are checked under a microscope for signs of disease. This
procedure is also called a D&C.

Other tests and procedures used to diagnose endometrial cancer include the following:
Physical exam and history : An exam of the body to check general signs of health, including
checking for signs of disease, such as lumps or anything else that seems unusual. A history of the
patients health habits and past illnesses and treatments will also be taken.
Transvaginal ultrasound exam: A procedure used to examine the vagina, uterus, fallopian tubes,
and bladder. An ultrasound transducer (probe) is inserted into the vagina and used to bounce highenergy sound waves (ultrasound) off internal tissues or organs and make echoes. The echoes form a
picture of body tissues called a sonogram. The doctor can identify tumors by looking at the
sonogram.

CT scan (CAT scan): A procedure that makes a series of detailed pictures of areas inside the body,
taken from different angles. The pictures are made by a computer linked to an x-raymachine.
A dye may be injected into a vein or swallowed to help the organs or tissues show up more clearly.
This procedure is also called computed tomography, computerized tomography, or computerized
axial tomography.

The following procedures may be used in the staging process:


Pelvic exam :
An exam of the vagina, cervix, uterus, fallopian tubes, ovaries, and rectum. The doctor
or nurse inserts one or two lubricated, gloved fingers of one hand into the vagina and the other hand
is placed over the lower abdomen to feel the size, shape, and position of the uterus and ovaries.
A speculum is also inserted into the vagina and the doctor or nurse looks at the vagina and cervix
for signs of disease. A Pap test or Pap smear of the cervix is usually done. The doctor or nurse also
inserts a lubricated, gloved finger into the rectum to feel for lumps orabnormal areas.

Pelvic exam. A doctor or nurse inserts one or two lubricated, gloved fingers of one hand
into the vagina and presses on the lower abdomen with the other hand. This is done to
feel the size, shape, and position of the uterus and ovaries. The vagina, cervix, fallopian
tubes, and rectum are also checked.
Chest x-ray
An x-ray of the organs and bones inside the chest. An x-ray is a type of energy beam that can go
through the body and onto film, making a picture of areas inside the body.
MRI (magnetic resonance imaging)
A procedure that uses a magnet, radio waves, and a computer to make a series of detailed pictures
of areas inside the body. This procedure is also called nuclear magnetic resonance imaging (NMRI).
PET scan (positron emission tomography scan)
A procedure to find malignant tumor cells in the body. A small amount of radioactive glucose (sugar)
is injected into a vein. The PET scannerrotates around the body and makes a picture of where
glucose is being used in the body. Malignant tumor cells show up brighter in the picture because they
are more active and take up more glucose than normal cells do.

There are three ways that cancer spreads in the body.


Cancer can spread through tissue, the lymph system, and the blood:
Tissue : The cancer spreads from where it began by growing into nearby areas.
Lymph system :The cancer spreads from where it began by getting into the lymph system. The
cancer travels through the lymph vessels to other parts of the body.
Blood :The cancer spreads from where it began by getting into the blood. The cancer travels through
the blood vessels to other parts of the body.

STAGING

Stage I

Stage IA and stage IB endometrial cancer. In stage IA, cancer is in the endometrium only or less than
halfway through the myometrium (the muscle layer of the uterus). In stage IB, cancer has spread
halfway or more into the myometrium.
In stage I, cancer is found in the uterus only. Stage I is divided into stages IA and IB, based on how
far the cancer has spread.
Stage IA: Cancer is in the endometrium only or less than halfway through the myometrium (muscle
layer of the uterus).
Stage IB: Cancer has spread halfway or more into the myometrium.

Stage II

In stage II, cancer has spread into connective tissue of the cervix, but has not spread outside
theuterus.

Stage III

In stage III, cancer has spread beyond the uterus and cervix, but has not spread beyond the pelvis.
Stage III is divided into stages IIIA, IIIB, and IIIC, based on how far the cancer has spread within the
pelvis.

Stage IIIA: Cancer has spread to the outer layer of the uterus and/or to the fallopian tubes, ovaries,
and ligaments of the uterus.
Stage IIIB: Cancer has spread to the vagina or to the parametrium (connective tissue and fat around
the uterus).

Stage IIIB endometrial cancer. Cancer has spread to the vagina and/or to the parametrium
(connective tissue and fat around the uterus and cervix).

Stage IIIC: Cancer has spread to lymph nodes in the pelvis and/or around the aorta (largest arteryin
the body, which carries blood away from the heart)

Stage IIIC endometrial cancer. Cancer has spread to lymph nodes in the pelvis and/or
around the aorta (the largest artery in the body, which carries blood away from the heart).

Stage IV
In stage IV, cancer has spread beyond the pelvis. Stage IV is divided into stages IVA and IVB, based
on how far the cancer has spread.

Stage IVA: Cancer has spread to the bladder and/or bowel wall.

Stage IVA endometrial cancer. Cancer has spread into the bladder and/or bowel.

Stage IVB: Cancer has spread to other parts of the body beyond the pelvis, including
the abdomenand/or lymph nodes in the groin.

Stage IVB endometrial cancer. Cancer has spread beyond the pelvis to other parts of the
body, such as the abdomen and/or lymph nodes in the groin.

Treatment Options by Stage


Stage I Endometrial Cancer
Treatment of stage I endometrial cancer may include the following:

Surgery (total hysterectomy and bilateral salpingo-oophorectomy). Lymph nodes in the pelvis andabdomen may
also be removed and viewed under a microscope to check for cancer cells.
Surgery (total hysterectomy and bilateral salpingo-oophorectomy, with or without removal of lymph nodes in the
pelvis and abdomen) followed by internal or external radiation therapy to the pelvis. After surgery, a plastic cylinder
containing a source of radiation may be placed in the vagina to kill any remaining cancer cells.
Radiation therapy alone for patients who cannot have surgery.
Clinical trials of new types of treatment.

Stage II Endometrial Cancer


Treatment of stage II endometrial cancer is usually surgery (radical hysterectomy and bilateral salpingooophorectomy). Lymph nodes in the pelvis and abdomen may also be removed and viewed under a microscope to check
for cancer cells. Radiation therapy may follow surgery.
Stage III Endometrial Cancer
Treatment of stage III endometrial cancer may include the following:

Surgery (radical hysterectomy and removal of lymph nodes in the pelvis so they can be viewed under
a microscope to check for cancer cells) followed by adjuvant chemotherapy and/or radiation therapy.

Chemotherapy combined with internal and external radiation therapy for patients who cannot have surgery.

Hormone therapy for patients who cannot have surgery or radiation therapy.

A clinical trial of biologic therapy with or without chemotherapy.

Clinical trials of new types of treatment.


Stage IV Endometrial Cancer
Treatment of stage IV endometrial cancer may include the following:

Surgery followed by chemotherapy and/or radiation therapy.

Internal and external radiation therapy for patients who cannot have surgery.

Hormone therapy for patients whose cancer has spread to distant parts of the body (such as thelungs).

Clinical trials of chemotherapy.


http://www.cancer.gov/cancertopics

Anda mungkin juga menyukai