Anda di halaman 1dari 10

MAKALAH ANFIS JANTUNG

Disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah:


ANATOMI DAN FISIOLOGI

Oleh :
Martin
Meta
Richard
Thania
Alan
Ayif
Deni
AKADEMI KEPERAWATAN YATNA YUANA LEBAK
Jl. Jend. Sudirman Km. 2 Rangkasbitung
2014
BAB I
PENDAHULUAN

Lebak

Jantung hampir sepenuhnya diselubungi oleh paru-paru, namun tertutup oleh selapu
t ganda yang bernama perikardium, Lapisan pertama menempel sangat erat kepada ja
ntung, disebut dengan perikardium viseral, yang dipersarafi oleh saraf otonom. S
edangkan lapisan luarnya lebih longgar yang dinamakan dengan perikardium parieta
l.
Secara internal, jantung terbagi atas 4 ruangan, 2 atrium (serambi) dan 2 ventri
kel (bilik). Dinding otot ventrikel lebih tebal dibandingkan atrium, terkait den
gan fungsinya dalam memompa darah ke seluruh tubuh. Dalam kaitan dengan uraian d
iatas pada makalah ini akan dibahas secara ringkas tentang Jantung, Pembuluh Dar
ah dan Limfe serta Fungsi Jantung.
Sistem kardiovaskuler merupakan sistem yang memberi fasilitas proses pengangkuta
n berbagai substansi dari, dan ke sel-sel tubuh. Sistem ini terdiri dari organ p
enggerak yang disebut jantung, dan sistem saluran yang terdiri dari arteri yang
mergalirkan darah dari jantung, dan vena yang mengalirkan darah menuju jantung.
Jantung manusia merupakan jantung berongga yang memiliki 2 atrium dan 2 ventrike
l. Jantung merupakan organ berotot yang mampu mendorong darah ke berbagai bagian
tubuh. Jantung manusia berbentuk seperti kerucut dan berukuran sebesar kepalan
tangan, terletak di rongga dada sebalah kiri. Jantung dibungkus oleh suatu selap
ut yang disebut perikardium. Jantung bertanggung jawab untuk mempertahankan alir
an darah dengan bantuan sejumlah klep yang melengkapinya. Untuk mejamin kelangsu
ngan sirkulasi, jantung berkontraksi secara periodik.
Otot jantung berkontraksi terus menerus tanpa mengalami kelelahan. Kontraksi jan
tung manusia merupakan kontraksi miogenik, yaitu kontaksi yang diawali kekuatan
rangsang dari otot jantung itu sendiri dan bukan dari syaraf.
Uraian diatas sebagai pembuka pada makalah ini yang akan membahas tentang anatom
i dan fisiologi jantung manusia.
BAB II
TINJAUAN TEORITIS
A.
Anatomi Fisiologi Jantung
Anatomi adalah ilmu yang mempelajari bentuk dan susunan tubuh baik secara keselu

ruhan maupun bagian-bagian serta hubungan alat tubuh yang satu dengan yang lain.
Fisiologi adalah ilmu yang mempelajari organ-organ tubuh dan cara kerjanya dan f
ungsi keadaan normal dengan mempergunakan pengetahuan tentang makhluk hidup.
Sistem kardiovaskuler adalah sistem transport tubuh yang membawa gas-gas pernafa
san, nutrisi, hormon-hormon dan zat-zat lain ke dan dari jaringan tubuh.
Sistem kardiovaskuler dibangun oleh:
Darah, jaringan cair kompleks yang mengandung sel-sel khusus dalam cairan plasma
.
Jantung, pompa ganda yang terdiri atas empat ruang yang bekerja memompa darah ke
pembuluh-pembuluh darah.
Pembuluh-pembuluh darah
Arteri, yang membawa darah dari jantung ke jaringan.
Vena, yang mengembalikan darah dari jaringan ke jantung; dan
Kapiler, adalah pembuluh darah yang sangat halus yang ada pada seluruh jaringan
tubuh kita. Pertukaran gas-gas pernafasan dan zat nutrisi di jaringan terjadi me
lewati dinding kapiler.
1.
Anatomi Jantung
Jantung adalah sebuah organ tubuh yang terdiri dari otot-otot. Otot jantung ini
jika dilihat dari bentuk sesungguhnya otot jantung itu bergaris lintang, sama ha
lnya seperti otot rangka. Otot jantung mempunyai miofibril khas yang mengandung
filament aktif dan miosin hampir identik dengan filament aktif dan miosin yang
terdapat pada otot rangka dan filament-filamen ini selama kontraksi saling berta
utan dan mengadakan sliding satu sama lainnya dengan cara yang sama seperti yang t
erjadi pada otot rangka tetapi cara kerjanya menyerupai otot polos (dipengaruhi
oleh susunan saraf otonom). Jantung mampu menguncup dan mengembang karena adanya
rangsangan dari susunan saraf otonom. Rangsangan ini diterima oleh jantung pad
a simpul saraf yang terdapat di atrium dekstra.
Jantung memiliki empat ruang; dua ruang yangmenerima darah dari vena-vena dan du
a ruang ventrkel yang memompa darah dari arteri-arteri. Atrium kanan berada dise
panjang batas kanan jantung dan terbuka pada bagian kirinya kedalam segitiga ven
trikel kanan. Atrium ini berada pada bagian depan jantung, dan memompakan darah
keatas masuk ke arteri pulmonalis. Atrium kiri berbentuk persegi tidak beraturan
dengan vena pulmonalis masuk kedalam setiap sudutnya. Atrium ini mengalirkan da
rah ke dalam kerucut besar dan berdinding tebal ventrikel kiri.
a.
Bentuk
Menyerupai jantung pisang, bagian atasnya tumpul (pangkal jantung) dan disebut j
uga basis kordis. Di sebelah bawah agak runcing yang disebut apeks kordis.
b.
Letak
Di dalam rongga dada sebelah depan (kavum mediastinum anterior) sebelah kiri baw
ah dari pertengahan rongga dada, diatas diafragma dan pangkalnya terdapat di bel
akang kiri antara kosta V dan VI dua jari bawah papila mamae. Pada tempat ini te
raba adanya pukulan jantung yang disebut iktus kordis.
c.
Ukuran
Lebih kurang sebesar genggaman tangan kanan dan beratnya kira-kira 250-300 gram.
d.
Lapisan-lapisannya
Terdiri atas :
1)
Endokardium
Merupakan lapisan jantung yang terdapat di sebelah dalam sekali yangterdiri dari
jaringan endotel dari selaput lendir yang melapisi permukaan rongga jantung.7
2)
Miokardium
Merupakan lapisan inti dari jantung yang terdiri dari otot-otot jantung, otot ja
ntung ini membentuk bundalan-bundalan otot yaitu: Bundalan otot atria, yang terd
apat di bagian kiri/kanan dan basis kordis yang membentuk serambi auatu aurikula
kordis.
3)
Perikardium
Lapisan jantung paling luar yang merupakan selaput pembungkus, terdiri dari 2 la
pisan yaitu lapisan varietal dan visceral yang bertemu di pangkal jantung memben
tuk kantung jantung.

e.
Katup-Katup pada Jantung
Di dalam jantung terdapat katup-katup yang sangat penting artinya dalam susunan
peredaran darah manusia.
1)
Valuva trikuspidalis. Terdapat antara atrium dekstra dengan ventrikel de
kstra yang terdiri dari 3 kutup
2)
Valvula bikuspidalis. Terletak antara atrium dengan ventrikel sinistra y
ang terdiri dari 2 katup.
3)
Valvuia seminularis arteri pulmonslis. Terletak antara Ventrikel dekstra
demgan akteri pulmonalis, dimana darah mengalir menuju paru-paru.
4)
Valvula semularis aorta. Terletak antara ventrikel sinistra dengan aorta
dimana darah mengalir menuju keseluruh tubuh.
Strukutur Jantung
Setiap belahan jantung terdiri atas 2 bilik, yang atas berupa bilik pengumpul (a
trium) dan yang di bawah sebagai bilik pemompa (ventrikel). Dinding otot pemisah
, yaitu septum (sekat) menjadi 2 belahan, yaitu memisahkan belahan kanan jantung
dan belahan kiri jantung. Jantung juga mempunyai 2 jenis katup jantung yaitu ka
tup atrioventrikular dan katup semilunar. Katup atrioventrikular (AV) terdapat d
iantara atrium dan ventrikel. Katup trikuspidalis di sisi kanan, terdiri atas 3
lembar katup. Katup mitral (bikuspidalis) di kiri katup terdiri atas 2 lembar ka
tup.
Jantung diliputi oleh jaringan fibrosa tipis yang disebut perikardium. Perikardi
um terdiri dari :
a.
Perikardium viseralis : langsung melekat pada permukaan jantung
b.
Perikardium parietalis : melekat pada tulang dada di sebelah depan dan p
ada kolumna vertebralis di sebelah belakang.
Jantung terdiri dari 3 lapisan :
a.
Lapisan Epikardium
Lapisan jantung sebelah luar yang merupakan selaput pembungkus untuk mentutupi p
ermukaan jantung, terdiri dari 2 lapisan yaitu lapisan parietal dan lapisan vise
ral.
b.
Lapisan Miokardium
Lapisan jantung bagian tengah merupakan lapisan inti dari jantung yang terdiri d
ari otot-otot jantung.
c.
Lapisan Endokardium
Lapisan jantung yang terdapat di sebelah dalam, terdiri atas jaringan endotel at
au selaput lendir yang melapisi permukaan dalam jantung.
Gambar 1 : Anatomi Jantung
2.
Pembuluh Darah
Darah diedarkan ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah (vaskuler). Secara umum
pembuluh darah terdiri dari 3 lapisan yaitu tunika adventisia, tunika media dan
tunika intima.
Tunika adventisia merupakan lapisan paling luar berupa jaringan ikat yang kuat.
Tunika media merupakan lapisan tengah yang terdiri dari otot polos. Tunika intim
a membentuk dinding dalam dari pembuluh darah terdiri dari sel-sel endotel. Cela
h antara sel-sel endotel membentuk pori-pori pembuluh darah.
Pembuluh darah ada 3 macam yaitu arteri, vena dan kapiler.
Arteri
Merupakan pembuluh darah yang keluar dari jantung yang membawa darah ke seluruh
bagian dan alat tubuh. Pembuluh darah arteri yang paling besar yang akan keluar
dari ventrikel sinistra disebut aorta. Arteri ini mempunyai dinding yang kuat da
n tebal tetapi sifatnya elastis dan terdiri dari 3 lapisan yaitu:
a.
Tunika intima/interna, lapisan yang paling dalam sekali yang berhubungan
dengan darah dan terdiri dari jaringan endotel.
b.
Tunika media, lapisan tengah yang terdiri dari jaringan otot yang sifatn
ya elastis dan termasuk otot polos.
c.
Tunika eksterna/adventisia, lapisan yang paling luar sekali terdiri dari
jaringan ikat gembur yang berguna menguatkan dinding arteri. Arteri dpat mengec

il dn melebar (kontruksi dan dilatasi) disebabkan oleh karena pengaruh saraf dar
i susunan saraf otonom yang disebut vasomotor (vasolidator dan vasokonstruktor).
Vena
Vena (pembuluh darah balik), merupakan pembuluh darah yang membawa darah dari ba
gian/alat-alat tubuh masuk ke dalam jantung. Tentang bentuk susunan dan juga per
napasan pembuluh darah yang menguasai vena sama dengan arteri. Katup-katup pada
vena kebanyakan terdiri dari dua kelompok yang gunanya untuk mencegah darah agar
tidak kembali lagi. Vena-vena yang ukurannya besar diantaranya vena kava dan ve
na pulomonali. Vena-vena ini mempunyai cabang-cabang yang lebih kecil yangdisebu
t venolus yang selanjutnya menjadi kapiler.

Kapiler
Merupakan pembuluh darah yang sangat halus. Diameternya 0,008 mm. dindingnya ter
diri dari semua lapisan endotel.
Fungsi kapiler:
a.
Alat penghubung antara pembuluh darah arteri dan vena.
b.
Tempat terjadinya pertukaran zat-zat antara darah dan cairan jaringan.
c.
Mengambil hasil-hasil dari kelenjar.
d.
Menyerap zat makanan yang terdapat di usus.
e.
Menyaring darah yang terdapat di ginjal.
Gambar 2 : Pembuluh darah jantung
Sirkulasi sistemik dan paru masing-masing terdiri dari sistem pembuluh yang tert
utup. Arteri, yang mengangkut darah dari jantung kejaringan bercabang-cabang men
jadi suatu pohon pembuluh-pembuluh darah yang semain kecil dengan berbagai cabang
menylurkan darah keberbagai bagian tubuh.
Sewaktu suatu arteri kecil mencapai organ yang memperdarahinya, arteri tersebut
bercabang menjadi banyak arteriol.Volume darah yang mengalir melalui suatu organ
dapat disesuaikan dengan mengatur kaliber (garis tengah internal)arteriol organ
. Di dalam organ, arteriol bercabang lagi menjadi kapiler.Pembuluh terkecil, tem
pat semua pertukaran antara darah dan sel-sel disekitarnya terjadi.
Pertukaran di kapiler merupakan tujun akhir dari sistem sirkulasi, semua aktivit
as lin dari sistem ini diarahkan untuk memastikan distribusi adekuat darah segar
ke kapiler semua sel. Kapiler-kapiler kembali menyatu untuk membantu mencuat ve
nula kecil, yang terus bergabung membentuk vena kecil yang keluar dari organ. Ve
na-vena kecil secara progresif bersatu untuk membentuk vena yang lebih besar yan
g akhirnya mengalirkan darah ke jantung.
a.
Sirkulasi Koroner
Dua arteri koroner (koronaria) yang memperdarahi miokardium berasal dari sinus-s
inus dibelakang dua daun katup aorta di pangkal aorta. Arus putar (Arus Eddy) me
nyebabkan katup menjauhi orifisisum arteri, dan sepanjang siklus jantung orifisi
sum tersebut tetap terbuka. Sebagian besar darah vena kembali ke jantung.
b.
Sirkulasi Pulomoner
Sirkulasi pulomoner atau pendarahan darah kecil dari jantung ke ventrikel dekstr
a
? valvula seminularis ? arteri pulmonalis ? paru-paru kiri dan kanan ? vena pulm
onalis.
c.
Sirkulasi Sistemik
Sirkulasi sistemik atau peredaran darah besar, darah dari jantung bagian ventrik
el sinistra ? valvula seminularis aorta ? aorta ? arteri ? arteriol ? kapiler ar
teri ? kapiler vena ? venolus ? vena kava ? atrium dekstra.
d.
Pengaturan Sistem Vaskuler
Gerakan jantung bersifat ritmik (kontraksi otot jantung secara otomatik, dengan
tidak tergantung pada rangsangan saraf), tetapi keceptan kontraksi dipengaruhi o
leh rangsangan yang sampai pada jantung melalui saraf vagus dan simpatik. Cabang

dari urat-urat saraf ini berjalan ke nodus sinus-atrial. Pengaruh dari sistem p
arasimpatik (sistem otonomik) menyebabkan gerak jantung diperlambat.
Persarafan Jantung
Jantung mendapat persarafan dari cabang simpatis dan parasimpatis dari susunan s
arafotonom. Sistem simpatis menggiatkan kerja jantung, sedangkan sistem parasimp
atis bersifat menghambat kerja jantung. Perangsangan simpatis jantung mempunyai
efek yaitu, (a) mempercepat denyut jantung sehingga menyebabkan takikardia dan (
b) daya kontraksi jantung menjadi lebih kuat terutama kontraksi miokardium ventr
ikel.
Gambar 3 : Sirkulasi darah jantung
Setiap kerja jantung diatur dan disesuaikan dengan kebutuhan melalui pengendalia
n persarafan. Pada keadaan istirahat pengaruh nervus vagus lebih besar dari nerv
us simpatikus. Waktu kerja, otot ataustres tonus simpatis meningkat dan tonus va
gus menurun. Pengaturan jantung oleh persarafan terjadi secara reflefs. Untuk te
rjadinya refleks diperlukan stimulus dan lengkung refleks sehingga memungkinkan
terjadinya jawaban dalam bentuk menggiatkan atau menghambat kerja jantung.
Pada refleks sinus karotikus, rangsangannya mengubah tekanan darah. Bila tekanan
darah meningkat maka kerja jantung akan dihambat oleh peningkatan tonus parasim
patikus dan penurunan tonus simpatikus. Sebaliknya, bila tekanan darah rendah ma
ka akan terjadi penggiatan kerja jantung melalui peningkatan tonus simpatikus da
n penurunan tonus vagus. Pengaruh oksigen dan karbondioksida terhadap jantung su
kar dinilai dari hasil percoban. Karena zat ini secara langsung atau melalui ref
leks juga mempengaruhi darah dan kerja jantung.
3.
Limfe
Struktur pembuluh limfe yang hampir sama dengan pembuluh darah tapi memiliki leb
ih banyak katup sehingga pembuluh limfe terlihat seperti rangkaian merjan. Salur
an limfe mengumpulkan, menyaring dan menyalurkan kembali cairan limfe ke dalam d
arah yang keluar melalui dinding kapiler halus untuk membersihkan jaringan pembu
luh limfe sebagai jaringan pembuluh halus yang terdapat di berbagai organ teruta
ma dijumpai dalam viki usus.
Struktur pembuluh limfe, serupa dengan vena kecil tetapi memiliki lebih banyak k
atup sehingga tampak seperti rangkaian merjan. Pembuluh limfe merupakan jalinan
halus kapiler yang sangat kecil atatu sebagai rongga limfe didalam jaringan berb
agai organ dalam usus terdapat pembuluh limfe khusus yang disebut lakteal terlet
ak di vili usus.
Saluran limfe mempunyai 2 batang saluran yang sama yaitu :
a.
Duktus Torasikus atau duktus limfetikus sinistra
b.
Duktus limfetikus dekstra
Fungsi pembuluh Limfe :
a.
Mengembalikan cairan dan protein dan jaringan kedalam sirkulasi darah.
b.
Mengangkut limfosit dari kelenjar limfe ke sirkulasi.
c.
Membawa lemak yang sudah dibuat emulsi dari usus ke sirkulasi yang di la
kukan oleh saluran lakteal.
d.
Menghasilkan zat anti bodi untuk melindungi dari kelanjutan infeksi.
Kelenjar Limfe, Bentuknya bulat lonjong dengan ukuran kira-kira 10-25 mm. kelenj
ar limfe disebut juga getah bening merupakan cairan dimana susunan isinya hampir
sama dengan plasma darahdan cairan jaringan. Bedanya dalam cairan limfe banyak
mengandung sel darah limfosit, tidak terdapat CO2 dan menngandung sedikit O2 .
Fungsi kelenjar limfe adalah:
a.
Menyaring cairan limfe dari benda-benda asing.
b.
Pembentukan limfosit.
c.
Membentuk antibodi
d.
Pembuangan bakteri-bakteri
e.
Laktealnya berfungsi untuk membantu rotogsi lemak.
Fungsi-fungsi terpenting sistem limfe:
a.
Mengembalikan cairan filtrasi

b.
c.
d.

Pertahanan terhadap penyakit


Transportasi lemak yang diserap
Pengembalian protein yang difiltrasi

Limfe merupakan merupakan sebuah organ yang berdekatan pada fundus dan permukaan
luarnya menyentuh diafragma.
Fungsi Limfe
a.
Sebagai gudang darah seperti hati.
b.
Sebagai produsen sel darah.
c.
Sebagai tempat penghancuran entrosit
d.
Menghasilkan zat anti bodi.
B.
Fungsi Jantung
1.
Otot Jantung
Fungsi umum otot jantung
Sifat rhytmicity/otomatis, otot jantung secara potensial dapat berkontraksi tanp
a adanya rangsangan dari luar. Jantung dapat membentuk rangsangan (impuls) sendi
ri. Dalam keadaan fisiologis, sel-sel miokardium memiliki daya kontraktilitas ya
ng tinggi.
2.
Elektro Fisiologi Jantung
Sistem Konduksi pada Jantung
Hambatan impuls-impuls memungkinkan pengaturan irama jantung. Sistem ini merupak
an modifikasi dari otot jantung yang disertai tenaga ritmik spontan dan serabut
saraf tertentu yaitu sinoatrial node (SA Node), atrioventrikuler node (AV Node),
atrioventrikuler bundel (AV Bundel) dan serabut penghubung terminal (serabut pu
nkinje).
a.
Sinoatrial node (SA node) adalah suatu tumpukan jaringan neuromuskular k
ecil yang berada di dalam dinding atrium kanan di ujung krista terminalis. Nodus
ini merupakan pendahulu dari kontraksi jantung. Dari sini, impuls diteruskan ke
atrioventrikuler node.
b.
Atrioventrikuler node (AV node), susunannya sama seperti sinoatrio node,
berada di dalam septum atrium di dekat muara sinus koronarius, selanjutnya impu
ls-impuls diteruskan ke berkas atrioventikuler melalui berkas wenkebach.
c.
Atrioventrikuler bundel (AV bundel), mulai dari berkas AV berjalan ke ar
ah depan, pinggir posterior dan pinggir bawah pars membranasea septum interventr
ikulare pada bagian cincin yng terdapat antara atrium dan ventrikel disebut anal
us vibrosus. Rangsangan terhenti 1/10 detik selanjutnya menuju apeks kordis da
n bercabang dua.
d.
Serabut penghubung terminal (serabut purkinje), merupakan anyaman yang b
erada pada endokardium yang menyebar pada kedua ventrikel.
Elektrokardiogram
Elektrokardiogram adalah sejumlah alat elektroda diletakkan dan dihubungkan deng
an alat, maka akan mendeteksi aktivitas listrik dalam jantung, pola yang didapat
kan, yang bisa dilihat dengan osiloskop atau dicatat pada kertas disebut elektro
kardiogram. Rekaman ini berguna untuk mendeteksi kelainan, seperti impark miokar
d, yang mengubah aktivitas listrik jantung. Rekaman ini bersifat khas dan mempun
yai 3 fase. Gelombang P merupakan depolarisasi atrium dan kompleks QRS yang menu
tupi repolarisasi atrium (kembalinya gradien potensial istirahat pada membran se
l jantung) merupakan depolarisasi ventrikel akhirnya gelombang T merupakan repol
arisasi ventrikel.
3.
Jantung Sebagai Pompa
Siklus Jantung
Periode kontraksi yang dimulai dari satu kontraksi jantung sampai awal kontraksi
jantung berikutnya ? satu siklus awal.
Jantung mempunyai 4 pompa yang terpisah, yaitu 2 pompa primer atrium dan 2 pompa
tenaga ventrikel. Periode akhir kontraksi jantung sampai akhir kontraksi beriku

tnya dinamakan siklus jantung. Jantung normalnya berdenyut 75 kali permenit, wak
tu dari mulainya denyut berikutnya kira-kira 0,8 detik.
a.
Fungsi jantung sebagai pompa
Pada tiap siklus jantung terjadi sistole dan diastole secara berurutan dan terat
ur dengan adanya katup jantung yang terbuka dan tertutup. Pada saat itu, jantung
dapat bekerja sebagai suatu pompa sehingga darah dapat beredar ke seluruh tubuh
.
b.
Fungsi atrium sebagai pompa
Dalam keadaan normal, darah mengalir terus dari vena-vena besar ke dalam atrium.
Kira-kira 70% aliran ini langsung mengalir dari atrium ke ventrikel. Walaupun a
trium belum berkontraksi, selanjutnya kontraksi atrium mengadakan pengisian tamb
ahan 30% karena atrium hanya berfungsi sebagai pompa primer yang meningkatkan ke
efektifan ventrikel sebagai pompa kira-kira 30% tambahan keefektifan. Jantung da
pat terus bekerja dengan sangat memuaskan dalam keadaan istirahat normal.
c.
Fungsi ventrikel sebagai pompa
Selama sistole ventrikel, sejumlah darah tertimbun dalam atrium karena katup atr
ium ke ventrikel tertutup. Tepat setelah sistolik berakhir, tekanan ventrikel tu
run kembali sampai ke tekanan diastolik yang rendah. Tekanan pada atrium yang ti
nggi dengan segera mendorong katup antara atrium dan ventrikel sehingga terbuka
dan memungkinkan darah mengalir dengan cepat ke dalam ventrikel. Hal ini dinamak
an periode pengisian cepat ventrikuler. Periode pengisian berlangsung kira-kira
1/3 pertama diastolik. Selama 1/3 tengah diastolik, darah sedikit mengalir ke v
entrikel. Ini adalah darah yang terus masuk ke dalam atrium dari vena-vena dan b
erjalan melalui atrium langsung ke ventrikel.
Pengosongan ventrikel selama sistole. Bila kontraksi ventrikel mulai maka tekana
n ventrikel meningkat dengan cepat sehingga menyebabkan katup atrium dan ventrik
0,03 detik lagi bagi ven
el menutup. Oleh karena itu, diperlukan penambahan 0,02
trikel untuk meningkatkan tekanan yang cukup untuk mendorong katup-katup semilun
aris (aorta dan pulmonalis), membuka dan melawan tekanan dalam aorta dan arteri
pulmonalis. Selama periode ini, terjadi kontraksi pada ventrikel, tetapi tidak t
erjadi pengosongan. Periode ini dinamakan periode kontraksi istemik (isovolemik
= seluruh tubuh).
Periode ejeksi. Bila tekanan ventrikel kiri meningkat sedikit di atas 80 mm H
g maka tekanan ventrikel kanan meningkat sedikit di atas 8 mm Hg. Tekanan ventri
kel mendorong terbukanya katup semilunaris dan darah mulai dikeluarkan segera da
ri ventrikel. Sekitar 60% terjadi pengosongan selama pertama sistole dan sebagia
n besar 40% sisanya dikeluarkan selama berikutnya. Tiga perempat bagian sistole
ini dinamakan periode ejeksi.
Proto diastole. Selama terakhir sistole ventrikel hampir tidak ada aliran darah
dari ventrikel yang masuk ke arteri besar walaupun otot ventrikel tetap berkontr
aksi.
Periode relaksasi isometrik (isovolemik). Pada akhir sistole, relaksasi ventrike
l dimulai dengan tiba-tiba. Kemungkinan tekanan dalam ventrikel turun dengan cep
at. Peningkatan tekanan dalam arteri besar tiba-tiba mendorong darah kembli ke a
rah ventrikel sehingga menimbulkan bunyi penutupan katup aorta dan pulmonal deng
an keras selama 0,03 0,06 detik. Selanjutnya, otot ventrikel relaksasi dan tekan
an dalam ventrikel turun dengan cepat kembali ke tekanan diastole yang sangat re
ndah kemudian katup atrium dan ventrikel membuka dan mengawali siklus pompa vent
rikel yang baru.
4.
Curah Jantung
Cardio Output (curah jantung)
Curah jantung adalah jumlah darah yang dipompa masuk ke aorta setiap menitnya. I
si sekuncup (stroke volum) adalah sekitar 70 ml pada keadaan istirahat pada pria
dengan ukuran rata-rata dalam posisi terlentang. Volum darah yang keluar dari j
antung per-satuan waktu adalah curah jantung, kecepatan denyut jantung rata-rata
70x/ menit yang ditentukan oleh irama nodus SA sedangkan volum sekuncup rata-ra
ta adalah 70 ml/denyut, sehingga curah jantung rata-rata 4900 ml/menit atau mend
ekati 5 liter/menit.
Curah jantung = kecepatan denyut jantung X volume sekuncup

= 70 denyut/menit X 70 ml/denyut
= 4900 ml/menit
= 5 liter/menit
Curah jantung merupakan faktor utama dalam sirkulasi yang mempunyai peranan pent
ing dalam transportasi darah yang mengandung berbagai nutrisi. Jumlah darah yang
dipompakan oleh ventrikel tergantung dari kebutuhan jaringan perifer akan oksig
en, nutrisi, dan ukuran tubuh. Untuk ini diperlukan suatu indikator fungsi jantu
ng yang lebih akurat.
Faktor utama yang mempengaruhi pekerjaan jantung yaitu beban awal, kontraktilita
s (kemampuan), beban akhir, dan frekuensi jantung.
a.
Beban awal, otot jantung diregangkan sebelum ventrikel kiri berkontraksi
dan berhubungan dengan panjangotot jantung. Peningkatan bebean awal menyebabkan
kontraksi ventrikel lebih kuat dan meningkatkan volume curah jantung. Meningkat
nya beban awal merupakan akibat dari meningkatnya volume darah yang kembali ke v
entrikel yang semakin diregang serabut otot jantung maka semakin besar kontraksi
nya sampai batas tertentu
b.
Kontraktilitas (kemampuan). Bila saraf simpatis yang menuju ke jantung d
irangsang maka ketegangan keseluruhan akan bergeser keatas atau ke kiri atau men
ingkatkan kontraktilitas. Frekuensi dan irama jantung juga mempengaruhi kontrakt
ilitas. Bila sebagian dari miokard ventrikel tidak berfungsi maka kerja ventrike
l akan berkurang sehingga akan menyebabkan depresi (menurunnya) kontraktilitas s
etiap unit miokard.
c.
Beban akhir. Resistensi (tahanan) harus diatasi waktu darah dikeluarkan
dari ventrikel kiri untuk membuka katup semilunaris aorta dan mendorong darah se
lama kontraksi. Peningkatan drstis beban akhir akan meningkatkan kerja ventrikel
sehingga meningkatkan kebutuhan oksigen dan mengakibatkan kegagalan ventrikel.
d.
Frekuensi jantung. Dengan meningkatnya frekuensi jantung maka akan mempe
rberat pekerjaan jantung.
Volume akhir diastole dan sistole .
Selama diastole pengisian ventrikel dalam keadaan normal meningkatkan volume set
iap ventrikel sekitar 120-130 ml. Volume ini dinamakan volume akhir diastolik. P
ada waktu ventrikel kosong selama sistole volume berkurang kira-kira 70 ml dinam
akan isi kuncup volume yang tersisa dalam tiap-tiap ventrikel sekitar 50-60 ml d
inamakan volume akhir sistolik.
5.
Aliran Balik Vena
Pembuluh balik atau vena adalah pembuluh yang membawa darah menuju jantung. Dara
hnya banyak mengandung karbon dioksida. Umumnya terletak dekat permukaan tubuh d
an tampak kebiru-biruan. Dinding pembuluhnya tipis dan tidak elastis. jika dirab
a, denyut jantungnya tidak terasa. Pembuluh vena mempunyai katup sepanjang pembu
luhnya. Katup ini berfungsi agar darah tetap mengalir satu arah. Dengan adanya k
atup tersebut, aliran darah tetap mengalir menuju jantung. Jika vena terluka, da
rah tidak memancar tetapi merembes.
Dari seluruh tubuh, pembuluh darah balik bermuara menjadi satu pembuluh darah ba
lik besar, yang disebut vena cava. Pembuluh darah ini masuk ke jantung melalui s
erambi kanan. Setelah terjadi pertukaran gas di paru-paru, darah mengalir ke jan
tung lagi melalui vena paru-paru. Pembuluh vena ini membawa darah yang kaya oksi
gen. Jadi, darah dalam semua pembuluh vena banyak mengandung karbon dioksida kec
uali vena pulmonalis.
Pembuluh darah vena bertugas untuk :
a.
Membawa darah kotor kecuali vena pulomonalis.
b.
Mempunyai dinding yang tipis.
c.
Jaringan tidak elastis.
d.
Mempunyai katup-katup sepanjang jalan.
e.
Tidak menunjukkan adanya tempat mendengar denyut jantung.
6.
Syok dan Jenisnya
Syok adalah suatu keadaan serius yang terjadi jika sistem kardiovaskuler (jantun

g dan pembuluh darah) tidak mampu mengalirkan darah ke seluruh tubuh dalam jumla
h yang memadai; syok biasanya berhubungan dengan tekanan darah rendah dan kemati
an sel maupun jaringan. Semua macam syok, apapun sebabnya bersumber pada berkura
ngnya perfusi jaringan dengan darah sebagai akibat gangguan sirkulasi mikro. Sua
tu kesatuan sirkulasi mikro terdiri dari arteriol, metarteriol, kapiler dan venu
la. Darah dari arteriol memasuki metarteriol, dari metarteriol darah memasuki ka
piler. Metarteriol memiliki struktur antara lain: arteriol dan kapiler. Pada uju
ng kapiler di metarteriol didapat otot polos yang melengkapi kapiler (Precapill
arysphincter) darah dari kapiler memasuki venula. Keadaan syok dapat ditimbulkan
oleh bermacam-macam sebab, diantaranya yang terbanyak adalah hipovolemia, yait
u adanya kekurangan volume darah yang beredar akibat perdarahan atau dehidrasi.
Sebab-sebab lain adalah: infeksi, gagal jantung, anafilasi, gangguan neurologik,
hambatan pengaliran darah ke jantung dan sebagainya, sesuai dengan sebab yang
menimbulkan syok.
Syok dapat dibedakan menjadi beberapa macam, yaitu:
a.
Syok Hipovolemik( akibat penurunan volume darah), Adalah syok yang diseb
abkan perdarahan dan dehidrasi
b.
Syok Septik(berhubungan dengan infeksi). Adalah syok yang disebabkan kar
ena infeksi
c.
Syok Kardiogenik(berhubungan dengan kelainan jantung). Adalah syok yang
disebabkan karena gagal jantung
d.
Syok Neurogonik(akibat kerusakan pada sistem saraf). Adalah
syok
yang
disebabkan
karena adanya rangsangan yang luar biasa pada urat syar
af.
Tabel Klasifikasi Syok
Macam Syok
Contoh Klinik Mekanisme Utama
Kardiogenik
Infark Miokard
Ruptur Jantung
Aritmia
Tamponade jantung
Emboli paru
Kegagalan pompa miokard karena kerusakan intrinsik miokardial at
au tekanan ekstrinsik atau obstruksi aliran keluar.
Hipovolemik
Perdarahan
Kehilangan cairan. Contoh: muntah, mencret, luka bakar. Volume darah dan plasma
yang tidak adekuat.
Septik Infeksi bakteri yang luas: septikemia garm negatif(syok endotoksis) atau
septikemia garm positif
Vasodilatasi perifer dan penimbunan darah; jejas
selendotel disertai intravaskular coagulation
Neurogenik
Anestesi, jejas medula spinalis Vasodilatasi perifer disertai pe
nimbunan darah.

BAB III
KESIMPULAN
Anatomi adalah ilmu yang mempelajari bentuk dan susunan tubuh baik secara keselu
ruhan maupun bagian-bagian serta hubungan alat tubuh yang satu dengan yang lain.
Fisiologi adalah ilmu yang mempelajari organ-organ tubuh dan cara kerjanya dan f
ungsi keadaan normal dengan mempergunakan pengetahuan tentang makhluk hidup.
Sistem kardiovaskuler adalah sistem transport tubuh yang membawa gas-gas pernafa
san, nutrisi, hormon-hormon dan zat-zat lain ke dan dari jaringan tubuh.
Sistem kardiovaskuler berperan penting dalam hal sirkulasi demi kelangsungan hid
up, bisa kita lihat dari segi fungsi sistem kardiovaskuler saja sudah jelas sang
at berperan penting yaitu sebagai sistem transport tubuh yang membawa gas-gas pe
rnafasan, nutrisi, hormon-hormon dan zat-zat lain ke dan dari jaringan tubuh.
Jantung adalah sebuah organ tubuh yang terdiri dari otot-otot. Otot jantung ini
jika dilihat dari bentuk sesungguhnya otot jantung itu bergaris lintang, sama ha
lnya seperti otot rangka. Otot jantung mempunyai miofibril khas yang mengandung
filament aktif dan miosin hampir identik dengan filament aktif dan miosin yang
terdapat pada otot rangka dan filament-filamen ini selama kontraksi saling berta
utan dan mengadakan sliding satu sama lainnya dengan cara yang sama seperti yang t
erjadi pada otot rangka tetapi cara kerjanya menyerupai otot polos (dipengaruhi
oleh susunan saraf otonom). Jantung mampu menguncup dan mengembang karena adanya
rangsangan dari susunan saraf otonom. Rangsangan ini diterima oleh jantung pad
a simpul saraf yang terdapat di atrium dekstra.

DAFTAR PUSTAKA
?

Syaifudin. 2006. Anatomi Fisiologi untuk Perawat, Jakarta: EGC.

?
Tamboyang, Jar. 2001. Anatomi dan Fisiologi untuk Keperawatan.
Jakarta: EGC.
?
Evelyn, C. Pearce. Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis. Jakarta:
PT Gramedia.