Anda di halaman 1dari 5

BAB I

PENDAHULUAN
Virginia Henderson memperkenalkan definition of nursing (definisi keperawatan).
Definisinya mengenai keperawatan dipengaruhi oleh latar belakang pendidikannya.
Ia menyatakan bahwa definisi keperawatan harus menyertakan prinsip kesetimbangan
fisiologis. Definisi ini dipengaruhi oleh persahabatan Henderson dengan seorang
ahli fisiologis bernama Stackpole. Henderson sendiri kemudian mengemukakan sebu
ah definisi keperawatan yang ditinjau dari sisi fungsional. Menurutnya, tugas un
ik perawat adalah membantu individu, baik dalam keadaan sakit maupun sehat, mela
lui upayanya melaksanakan berbagai aktifitas guna mendukung kesehatan dan penyem
buhan individu atau proses meninggal dengan damai, yang dapat dilakukan secara m
andiri oleh individu saat ia memiliki kekuatan, kemampuan, kemauan, atau pengeta
huan untuk itu.
Di samping itu, Henderson juga mengembangkan sebuah model keperawatan yang diken
al dengan The Actifities of Living . Model tersebut menjelaskan bahwa tugas perawat
adalah membantu individu dalam meningkatkan kemandiriannya secepat mungkin. Per
awat menjalankan tugasnya secara mandiri, tidak tergantung pada dokter. Akan tet
api, perawat tetap menyampaikan rencananya pada dokter sewaktu mengunjungi pasie
n.
Henderson dalam teorinya mengategorikan empat belas kebutuhan dasar semua orang
dan mengikutsertakan fenomena dari ruang lingkup klien berikut ini : fisiologis,
psikologis, sosiokultural, spiritual, dan perkembangan. Bersama perawat dan kli
en bekerjasama untuk mendapatkan semua kebutuhan dan mencampai tujuannya, tujuan
keperawatan menurut Virginia Henderson 1955 bekerja secara bebas dengan pekerja
pelayan kesehatan lainnya (Tomey dan Alligood, 2006), membantu klien mendapatka
n kekuatannya lagi. Dan latar belakang untuk praktik menurut Henderson yaitu per
awat membantu klien melaksanakan empat belas dasar kebutuhan Henderson, 1966.
Model konsep keperawatan dijelasakan oleh Virginia Henderson adalah model konsep
aktivitas sehari-hari dengan memberikan gambaran tugas perawat yaitu mengkaji i
ndividu baik yang sakit ataupun sehat dengan memberikan dukungan kepada kesehata
n, penyembuhan serta agar meninggal dengan damai.

BAB II
TINJAUAN TEORITIS
TEORI DAN MODEL KONSEPTUAL DALAM KEPERAWATAN
VIRGINIA HENDERSON
A.
Biografi
Virginia Henderson lahir tahun 1897, anak ke lima dari 8 bersaudara di keluargan
ya. Ia asli dari Kansas city, Mo. Henderson menghabiskan masa pertumbuhannya di
Virginia karena ayahnya membuka praktik hukum di Washington D,C.
Selama Perang Dunia I Henderson tertarik dengan ilmu perawatan. Maka tahun 1918
ia memasuki Sekolah Perawat Militer di Washington D.C. Henderson lulus tahun 192
1 dan menempati posisi sebagai staf perawat di Henry Street Visiting Nurse Servi
ce di New York. Di tahun 1922 Henderson mulai mengajar ilmu perawatan di Norfolk
Prostetan Hospital di Virginia. Lima tahun kemudian ia memasuki Teacher s college
di Universitas Colombia di mana ia berturt-turut meraih gelar B.S dan M.A bidan
g pendidikan perawatan. Di tahun 1929 Henderson menjadi supervisor pengajaran pa
da klinik Strong Memorial Hospital di Rochester, New York. Ia kembali ke Teacher s
college di tahun 1930 sebagai pengajar, memberikan pelatihan proses analitis pe
rawatan dan praktik klinik hingga tahun 1948.
Henderson menikmati karirnya yang panjang sebagai seorang penulis an peneliti. S
ementara mengajar di Teacher s college ia menulis ulang edisi ke empat tulisan Ber
tha Harmer Textbook of the Principles and Practice of Nursing and practice of Nu
rsing setelah kematian penulisnya. Edisi ini diterbitkan tahun 1939. edisi kelim
a buku tersebut di terbitkan tahun 1955 dan memuat definisi ilmu perawatan karya
Henderson. Hnderson bergabung dengan universitas Yale sejak awal tahun 1950-an

dan telah berbuat banyak bagi riset perawatan lebih jauh lewat perkumpulan ini.
Mulai tahun 1959 hingga 1971. henderson mengepalai Nursing Studies Indeks Proje
ct yang di sponsori Yale. Nursing Studies Indeks ke dalam empat jilid di lengkap
i dengan indeks biografi perawatan, analisis, dan literatur sejarah sejak tahun
1900 hingga 1959.
Di tahun 1980-an Henderson masih aktif sebagai Research Associate Emeritus di Ya
le. Prestasi Henderson dan pengaruhnya dalam profesi keperawatan telah memberika
n lebih dari tuujh gelar doctoral dan Christiane Reimann Award pertama kali untu
knya.
B.
Definisi Teori Keperawatan Virginia Henderson
Virginia Henderson mendefinisikan keperawatan sebagai penolong individu, saat sak
it atau sehat, dalam melakukan kegiatan tersebut yang bertujuan untuk kesehatan,
pemulihan , atau kematian yang damai dan individu akan dapat melakukannya sendi
ri jika mereka mempunyai kakuatan, keinginan, atau pengetahuan (Harmer dan Henders
on, 1955; Henderson, 1996). Proses keperawatan mencoba melakukan hal tersebut da
n tujuannya adalah kebebasan.
Henderson dalam teorinya mengategorikan empat belas kebutuhan dasar semua orang
dan mengikutsertakan fenomena dari ruang lingkup klien berikut ini : fisiologis,
psikologis, sosiokultural, spiritual, dan perkembangan. Bersama perawat dan kli
en bekerjasama untuk mendapatkan semua kebutuhan dan mencampai tujuannya, tujuan
keperawatan menurut Virginia Henderson 1955 bekerja secara bebas dengan pekerja
pelayan kesehatan lainnya (Tomey dan Alligood, 2006), membantu klien mendapatka
n kekuatannya lagi. Dan latar belakang untuk praktik menurut Henderson yaitu per
awat membantu klien melaksanakan empat belas dasar kebutuhan Henderson, 1966.
Model konsep keperawatan dijelasakan oleh Virginia Henderson adalah model konsep
aktivitas sehari-hari dengan memberikan gambaran tugas perawat yaitu mengkaji i
ndividu baik yang sakit ataupun sehat dengan memberikan dukungan kepada kesehata
n, penyembuhan serta agar meninggal dengan damai.
Pemahaman konsep tersebut dengan didasari kepada keyakinan dan nilai yang dimili
kinya diantaranya : pertama, manusia akan mengalami perkembangan mulai dari pert
umbuhan dan perkembangan dalam rentang kehidupan; kedua, dalam melaksanakan akti
vitas sehari-hari individu akan mengalami ketergantungan sejak lahir hingga menj
adi mandiri pada dewasa yang dapat dipengaruhi oleh polah asuh, lingkungan dan k
esehatan; ketiga, dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari individu dapat dikelo
mpokkan menjadi tiga kelompok diantaranya terhambat dalam melakukan aktivitas, b
elum dapat melaksanakan aktivitas dan tidak dapat melakukan aktivitas.
C.
Model Keperawatan Virginia Henderson
1.
Autoritarian dan struktur hierarki di rumah sakit
2.
Sering terdapat fokus satu pihak yaitu pada penyembuhan gangguan fungsi
fisik semata.
3.
Fakta bahwa mempertahankan kontak pribadi dengan pasien merupakan hal ya
ng tidak
mungkin dilakukan pada masa itu
4.
Adanya keanekaragaman pengalaman yang ia miliki selama karier keperawata
nnya di Amerika Serikat di berbagai bidang layanan kesehatan
D.
Hubungan Model dengan Paradigma Keperawatan
1.
Manusia
Individu sebagai kesatuan yang tidak dapat dipisahkan: jiwa dan raga adalah satu
kesatuan. Lebih lanjut lagi, indifidu dan keluarganya dipandang sebagai unit tu
nggal. Setiap manusia harus berupaya untuk memepertahankan keseimbangan fisiolog
is dan emosional.
2.
Lingkungan
Henderson mendefinisikan lingkungan sebagai seluruh faktor eksternal dan kondisi
yang memengaruhi kehidupan dan perkembangan manusia.
3.
Sehat dan Sakit
Sehat adalah kualitas hidup tertentu, yang oleh Henderson dihubungkan dengan kem
andirian. Karakteristik utama dari sakit, adalah ketergantungan dan berbagai tin

gkat inkapasitas individu (sekarang pasien) untuk memuaskan kebutuhan manusianya


. Menganggap bahwa sehat adalah kemandirian dan sakit adalah ketergantungan dapa
t dipandang sebagai simplifikasi. Dapat juga dikatakan bahwa sakit adalah keterb
atasan kemandirian.
4.
Keperawatan
Fungsi unik dari perawat adalah untuk membantu individu, baik apakah ia sakit at
au sehat, dalam peran tambahan atau peran pendukung. Tujuan dari keperawatan ada
lah untuk membantu individu memperoleh kembali kemandiriannya sesegera mungkin.
Namun demikian, keputusan Henderson untuk meningkatkan kemandirian dan hanya mel
akukan sesuatu untuk pasien jika ia tidak dapat melakukannya sendiri tidak diset
ujui oleh profesi sebagai prinsip dasar asuhan keperawatan sebelum Henderson men
jelaskannya lebih lanjut.
E.
Konsep Utama Teori Henderson
Konsep utama dalam teori Henderson mencakup manusia, keperawatan, kesehatan, dan
lingkungan.
1.
Manusia.
Henderson melihat manusia sebagai individu yang membutuhkan bantuan untuk meraih
kesehatan, kebebasan, atau kematian yang damai, serta bantuan untuk meraih kema
ndirian. Menurut Henderson, kebutuhan dasar manusia terdiri atas 14 komponen yan
g merupakan komponen penanganan perawatan. Keempatbelas kebutuhan tersebut adala
h sebagai berikut :
a.
Bernapas secara normal
b.
Makan dan minum dengan cukup.
c.
Membuang kotoran tubuh.
d.
Bergerak dan menjaga posisi yang diinginkan.
e.
Tidur dan istirahat.
f.
Memilih pakaian yang sesuai.
g.
Menjaga suhu tubuh tetab dalam batas normal dengan menyesuaikan pakaian
dan mengubah lingkungan.
h.
Menjaga tubuh tetap bersih dan terawat serta serta melindungi integumen.
i.
Menghindari bahaya lingkungan yang bisa melukai.
j.
Berkomunikasi dengan orang lain dalam mengungkapkan emosi, kebutuhan, ra
sa takut, atau pendapat.
k.
Beribadah sesuai dengan keyakinan.
l.
Bekerja dengan tata cara yang mengandung unsur prestasi.
m.
Bermain atau terlibat dalam berbagai kegiatan rekreasi.
n.
Belajar mengetahui atau memuaskan rasa penasaran yang menuntun pada perk
embangan normal dan kesehatan serta menggunakan fasilitas kesehatan yang tersedi
a.
Keempat belas kebutuhan dasar manudia di atas dapat di klarifikasikan menjadi em
pat kategori, yaitu komponen kebutuhan biologis, psikologis, sosiologis, dan spi
ritual.
2.
Keperawatan.
Perawat mempunyai fungsi unik untuk membantu individu, baik dalamkeadaan sehat m
aupun sakit. Sebagai anggota tim kesehatan, perawat mempunyai fungsi independenc
e di dalam penanganan perawatan berdasarkan kebutuhan dasar manusia (14 komponen
di atas). Untuk menjalankan fungsinya, perawat harus memiliki pengetahuan biolo
gis maupun sosial.
3.
Kesehatan.
Sehat adalah kualitas hidup yang menjadi dasar seseorang dapat berfungsi bagi ke
manusiaan. Memperoleh kesehatan lebih penting daripada mengobati penyakit. Untuk
mencapai kondisi sehat, diperlukan kemandirian dan saling ketergantungan. Indiv
idu akan meraih atau mempertahankan kesehatan bila mereka memiliki kekuatan, keh
endak, serta pengetahuan yang cukup.
4.
Lingkungan.
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait dengan aspek lingkungan
a.
Individu yang sehat mampu mengontrol lingkungan mereka, namun kondisi sa
kit akan menghambat kemampuan tersebut.

b.
Perawat harus mampu melindungi pasien dari cedera mekanis.
c.
Perawat harus memiliki pengetahuan tentang keamanan lingkungan.
d.
Dokter menggunakan hasil observasi dan penilaian perawat sebagai dasar d
alam memberikan resep.
e.
Perawat harus meminimalkan peluang terjadinya luka melalui saran-saran t
entang konstruksi bangunan dan pemeliharaannya.
f.
Perawat harus tahu tentang kebiasaan sosial dan praktik keagamaan untuk
memperkirakan adanya bahaya.
Dalam pemberian layanan kepada klien, terjalin hubungan antara perawat dan klien
. Menurut Henderson, hubungan perawat-klien terbagi dalam tiga tingkatan, mulai
dari hubungan sangat bergantung hingga hubungan sangat mandiri.
a.
Perawat sebagai pengganti (subtitute) bagi pasien.
b.
Perawat sebagai penolong (helper) bagi pasien.
c.
Perawat sebagai mitra (partner) bagi pasien.
F.
Hubungan perawat-pasien-dokter
1.
Hubungan Perawat Pasien
Tiga tingkatan hubungan perawat pasien dapat di kenali :
a.
Perawat sebagai substitute (pengganti) bagi pasien.
b.
Perawat sebagai helper (penolong).
c.
Perawat sebagai partner (rekan) dengan pasien.
Pada saat-saat penyakitnya gawat, perawat kelihatan seperti pengganti apa-apa ya
ng pasien kekurangan untuk membuatnya menjadi lengkap, utuh, atau bebas karena b
erkurangnya kekuatan fisik, kemauan atau pengatahuan. Selama kondisi pemulihan (
convalescence), perawat membantu pasien meraihatau mendapatkan kembali kemandiri
annya. Henderson menyatakan kemandirian adalah yang relatif.
2.
Hubungan Perawat Dokter
Henderson menuntut tugas unik yang di miliki perawat dari para dokter. Rencana p
erawatan, yang di rumuskan oleh perawt dan pasien bersama-sama, harus di jalanka
n dengan suatu cara untuk mengusulkan rencana pengobatan yang di tentukan dokter
.
G.
Aplikasi Teori Henderson dalam Proses Keperawatan
Definisi ilmu keperawatan Henderson dalam kaitannya dengan praktik keperawatan
menunjukkan bahwa perawat memiliki tugas utama sebagai pemberi asuhan keperawata
n langsung kepada pasien. Manfaat asuhan keperawatan ini terlihat dari kemajuan
kondisi pasien, yang semula bergantung pada orang lain menjadi mandiri. Perawat
dapat membantu pasien beralih dari kondisi bergantung (dependent) menjadi mandir
i (independent) dengan mengkaji, merencanakan, mengimplementasikan, serta mengev
aluasi 14 komponen penanganan perawatan dasar.
Pada tahap penilaian (pengkajian), perawat menilai kebutuhan dasar pasien berdas
arkan 14 komponen di atas. Dalam mengumpulkan data, perawat menggunakan metode o
bservasi, indra penciuman, peraba, dan pendengaran. Setalah data terkumpul, pera
wat menganalisis data tersebut dan membandingkannya dengan pengetahuan dasar ten
tang sehat-sakit. Hasil analisis tersebut menentukan diagnosis keperawatan yang
akan muncul. Diagnosis keperawatan, menurut Henderson, dibuat dengan mengenali k
emampuan individu dalam memenuhi kebutuhannya-dengan atau tanpa bantuan-serta de
ngan mempertimbangkan kekuatan atau pengetahuan yang dimiliki individu.
Tahap perencanaan, menurut Henderson, meliputi aktivitas penyusunan rencana pera
watan sesuai kebutuhan individu-termasuk di dalamnya perbaikan rencana jika dite
mukan adanya perubahan-serta dokumentasi bagaimana perawat membantu individu dal
am keadaan sakit atau sehat. Selanjutnya, pada tahap implementasi, perawat memba
ntu individu memenuhi kebutuhan dasar yang telah disusun dalam rencana perawatan
guna memelihara kesehatan individu, memulihkannya dari kondisi sakit, atau memb
antunya meninggal dalam damai. Intervensi yang diberikan perawat sifatnya indivi
dual, bergantung pada prinsip fisiologis, usia, latar belakang budaya, keseimban
gan emosional, dan kemampuan intelektual serta fisik individu. Tarakhir, perawat
mengevaluasi pencapaian kriteria yang diharapkan dengan menilai kemandirian pas
ien dalam melakukan aktivitas sehari-hari.

H.
Tujuan Keperawatan Menurut Henderson
Dari penjelasan tersebut tujuan keperawatan yang dikemukakan oleh Handerson adal
ah untuk bekerja secara mandiri dengan tenaga pemberi pelayanan kesehatan dan me
mbantu klien untuk mendapatkan kembali kemandiriannya secepat mungkin. Dimana pa
sien merupakan mahluk sempurna yang dipandang sebagai komponen bio, psiko, cultu
ral, dan spiritual yang mempunyai empat belas kebutuhan dasar. (Aplikasi model k
onseptual keperawatan, Meidiana D). Menurut Handerson peran perawat adalah menye
mpurnakan dan membantu mencapai kemampuan untuk mempertahankan atau memperoleh k
emandirian dalam memenuhi empat belas kebutuhan dasar pasien.