Anda di halaman 1dari 2

BAB I

PENDAHULUAN

Tujuan
Tujuan saya membuat laporan kasus hipertensi gestasional dengan pendekatan
kedokteran keluarga ini adalah sebagai syarat untuk mengikuti ujian skills lab family folder
blok 26 yaitu blok community medicine. Yang nantinya pada hari ujian saya akan
mempresentasikan hasil laporan yang saya dapatkan setelah saya melakukan kunjungan ke
rumah pasien yang mempunyai penyakit tersebut. Selain itu juga dapat meningkatkan
kesadaran pasien mengenai hipertensi gestasional dan membantu dalam menanggulangi
penyakit tersebut.

Latar Belakang
Latar belakang saya membuat laporan hipertensi gestasional dengan pendekatan
kedokteran keluarga ini tentunya untuk mendapatkan nilai ujian skills lab family folder blok
community medicine karena laporan ini merupakan salah satu syarat untuk mengikuti ujian.
Selain itu, latar belakang saya membuat laporan ini adalah untuk memahami lebih dalam
tentang materi yang diajarkan di blok community medicine ini. Dengan membuat laporan ini,
saya harapkan kedepannya saya bisa mengerti lebih jelas tentang konsep kedokteran keluarga
yang sedang saya pelajari dan nantinya dapat saya terapkan setelah saya lulus dan bekerja
menjadi dokter.
Wanita berusia lanjut, dalam hal ini berusia diatas 35 tahun umumnya memiliki
luarankehamilan yang kurang baik dibandingkan wanita dengan usia yang lebih muda.
Banyak penelitian

yang

mengemukakan

risiko

dari

kehamilan

pada

usia

tua,

diantaranya persalinan berat badan lahir rendah, mortalitas dan morbiditas perinatal, dan
meningkatnya angka kejadian gangguan kesehatan seperti hipertensi dan diabetes . Umumnya
penelitian-penelitian ini berasal dari negara-negara berkembang. Hipertensi gestasional
adalah hipertensi ( TD : 140 /90 atau lebih) yang terjadi saat masa kehamilan hingga ...
minggu post partum tanpa disertai proteinuria.

Masalah
Masalah yang pasien saya hadapi dalam kasus ini adalah pasien menderita hipertensi
gestasioanl. Hipertensi ini timbul saat pasien ini mengandung tanpa disertai proteinuria dan
hipertensi tetap hingga beberapa minggu pasca postpartum. Hal ini diperberat dengan kurang
tidurnya sang ibu karena menjaga anaknya setiap malam sehingga timbul keluhan pusing.