Anda di halaman 1dari 12

2013

MAKALAH IP ADDRESS DAN


SUBNET MASK

KHOIRIYAH
SUBNETTING.
11/11/2013

DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
.................................................................................................................
3
B. Tujuan
.................................................................................................................
3
BAB II PEMBAHASAN
A. IP versi 4.......................................................................................................4
i. Jenis Ipv4...............................................................................................4
ii. Kelas Ipv4..............................................................................................5
iii. pengalokasian Ipv4 ...............................................................................6
B. Subnet Mask................................................................................................7
C. Tujuan dan Fungsi Subnet Mask.................................................................7
BAB III CARA MENGHITUNG
A. Subnet Mask............................................................................................................8
B. Classless Addressing................................................................................................10

BAB I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pengembangan Teknologi Informasi kini kian pesat menjadikan kebutuhan akan
Komputer dan perangkat teknologi lainnya yang berkaitan dengan Teknologi Informasi semakin
menjadi kebutuhan tersendiri. Perangkat-perangkat teknologi yang berkembang saat ini tidak
terlepas dari kebutuhan akan IP address.
Dan berbicara tentnag jaringan komputer saat ini sangatlah bermanfaat dan
mungkin sudah sangat biasa penggunaannya, karena hampir semua orang sangat
membutuhkan jaringan komputer ini terutama bagi mereka yang menggunakan internet.
Oleh karena itu saya menyelesaikan tugas ini agar saya khusunya bisa mengerti secara
detail apa itu subnet mask, dan umumnya untuk teman saya yang belum mengerti namanama yang ada dalam pelajarangan jaringan atau IP Address dan cara menghitungnya.

B. Tujuan
Dengan adanya makalah ini ingin mengetahui :
a) Apakah yang dimaksud dengan IP adress versi 4?
b) Apakah yang dimaksud dengan subnetting dan subnet mask ?
c) Apa yang dimaksud dengan classless addressing ?
d) Bagaimana cara menghitung subnet mask ?

BAB II. PEMBAHASAN

1. Alamat IP Versi 4
Alamat IP versi 4 (sering disebut
dengan Alamat IPv4) merupakan
pengenal yang digunakan untuk
memberi alamat pada tiap-tiap
komputer dalam jaringan, dan
sebuah
jenis
pengalamatan
jaringan yang digunakan di dalam
protokol jaringan TCP/IP yang
menggunakan protokol IP versi 4.
Panjang totalnya adalah 32-bit,
dan
secara teoritis dapat mengalamati
hingga 4 miliar host komputer
atau
lebih tepatnya 4.294.967.296 host
di
seluruh dunia, jumlah host
tersebut didapatkan dari 256
(didapatkan dari 8 bit) dipangkat 4
(karena
terdapat
4
oktet)
sehingga nilai maksimal dari
alamat IP versi 4 tersebut adalah
255.255.255.255 dimana nilai
dihitung dari nol, sehingga nilainilai host yang dapat ditampung adalah 256x256x256x256=4.294.967.296 host. sehingga bila
host yang ada diseluruh dunia melebihi kuota tersebut maka dibuatlah IP versi 6 atau IPv6.
i. Alamat IPv4 terbagi menjadi beberapa jenis, yakni sebagai berikut:
o Alamat Unicast, merupakan alamat IPv4 yang ditentukan untuk sebuah antarmuka
jaringan yang dihubungkan ke sebuah internetwork IP. Alamat Unicast digunakan
dalam komunikasi point-to-point atau one-to-one satu titik dengan titik yang lain).
o Alamat Broadcast, merupakan alamat IPv4 yang didesain agar diproses oleh
setiap node IP dalam segmen jaringan yang sama. Alamat broadcast digunakan
dalam komunikasi one-to-everyone.
o Alamat Multicast, merupakan alamat IPv4 yang didesain agar diproses oleh satu
atau beberapa node dalam segmen jaringan yang sama atau berbeda. Alamat
multicast digunakan dalam komunikasi one-to-many.

ii. Kelas IP Address

untuk mengatur keperluan besarnya jaringan dan jumlahnya jaringan, IP Address dibagi
menjadi 5 kelas yaitu :

Kelas A
Alamat-alamat unicast kelas A diberikan untuk jaringan skala besar.
Nomor urut bit tertinggi di dalam alamat IP kelas A selalu diset dengan nilai 0
(nol). Tujuh bit berikutnyauntuk melengkapi oktet pertamaakan membuat
sebuah network identifier. 24 bit sisanya (atau tiga oktet terakhir)
merepresentasikan host identifier. Ini mengizinkan kelas A memiliki hingga
126 jaringan, dan 16,777,214 host tiap jaringannya. Alamat dengan oktet awal
127 tidak diizinkan, karena digunakan untuk mekanisme Interprocess
Communication (IPC) di dalam mesin yang bersangkutan.

Kelas B
Alamat-alamat unicast kelas B dikhususkan untuk jaringan skala
menengah hingga skala besar. Dua bit pertama di dalam oktet pertama
alamat IP kelas B selalu diset ke bilangan biner 10. 14 bit berikutnya (untuk
melengkapi dua oktet pertama), akan membuat sebuah network identifier. 16
bit sisanya (dua oktet terakhir) merepresentasikan host identifier. Kelas B
dapat memiliki 16,384 network, dan 65,534 host untuk setiap network-nya.

Kelas C
Alamat IP unicast kelas C digunakan untuk jaringan berskala kecil.
Tiga bit pertama di dalam oktet pertama alamat kelas C selalu diset ke nilai
biner 110. 21 bit selanjutnya (untuk melengkapi tiga oktet pertama) akan
membentuk sebuah network identifier. 8 bit sisanya (sebagai oktet terakhir)
akan merepresentasikan host identifier. Ini memungkinkan pembuatan total
2,097,152 buah network, dan 254 host untuk setiap network-nya.

Kelas D
Alamat IP kelas D disediakan hanya untuk alamat-alamat IP multicast,
sehingga berbeda dengan tiga kelas di atas. Empat bit pertama di dalam IP
kelas D selalu diset ke bilangan biner 1110. 28 bit sisanya digunakan sebagai
alamat yang dapat digunakan untuk mengenali host. Untuk lebih jelas
mengenal alamat ini, lihat pada bagian Alamat Multicast IPv4.

Kelas E
Alamat IP kelas E disediakan sebagai alamat yang bersifat
"eksperimental" atau percobaan dan dicadangkan untuk digunakan pada
masa depan. Empat bit pertama selalu diset kepada bilangan biner 1111. 28
bit sisanya digunakan sebagai alamat yang dapat digunakan untuk mengenali
host.

Alamat IP yang dimiliki oleh sebuah host dapat dibagi dengan menggunakan subnet mask
jaringan ke dalam dua buah bagian, yakni:
o Network Identifier / NetID atau Network Address (alamat jaringan) yang digunakan
khusus menunjukkan identitas jaringan komputer tempat komputer dihubungkan.

o Host Identifier / HostID atau Host address (alamat host) yang digunakan khusus untuk
mengidentifikasikan alamat host di dalam jaringan.

iii. Aturan Dasar pemilihan Network ID dan Host ID / pengalokasian IP Adress

Network ID tidak boleh sama dengan 127.0.0.0, karena network ID 127


secara default digunakan sebagai alamat loopback, alamat loopback yakni
alamat IP address yang digunakan oleh suatu computer yang menunjuk
dirinya sendiri
Network ID dan host ID tidak boleh sama dengan 255, karena akan diartikan
sebagai alamat broadcast. ID ini merupakan alamat yang mewakili seluruh
jaringan

Network ID dan host ID tidak boleh sama dengan 0 (seluruh bit, diset seperti
0.0.0.0), karena akan diartika sebagai alamat network. Alamat network
digunakan untuk menunjuk suatu jaringan dan tidak boleh menunjukkan suatu
host.

Host ID harus unik dalam suatu network. Artinya dalam suatu network tidak
boleh ada dua host yang memiliki host ID yang sama.

IP Private yang dapat digunakan dalam jaringan lokal, yaitu 10/8,


172.16.0.0/12, 192.168.0.0/16, 224.0.0.0/4 (class D Multicast) 240.0.0.0/5
(class E research) karena IP ini tidak dipergunakan (di publish) di internet.

2. SUBNET MASK
Subnetting merupakan teknik memecah network menjadi beberapa subnetwork yang
lebih kecil. Subnetting hanya dapat dilakukan pada IP addres kelas A, IP Address kelas B dan
IP Address kelas C. Dengan subnetting akan menciptakan beberapa network tambahan, tetapi
mengurangi jumlah maksimum host yang ada dalam tiap network tersebut. Sedangkan subnet
mask digunakan untuk menentukkan batas network ID dalam suatu subnet.
Apa tujuan Subnetting?
Apa tujuan Subnetting , Mengapa perlu subnetting atau Apa manfaat subnetting? Ada
beberapa alasan mengapa kita perlu melakukan subnetting, diantaranya adalah sebagai
berikut:
o Untuk mengefisienkan alokasi IP Address dalam sebuah jaringan supaya bisa
memaksimalkan penggunaan IP Address
o Mengatasi masalah perbedaan hardware dan media fisik yang digunakan dalam
suatu network, karena Router IP hanya dapat mengintegrasikan berbagai network
dengan media fisik yang berbeda jika setiap network memiliki address network
yang unik.
o Meningkatkan security dan mengurangi terjadinya kongesti (penumpukan) akibat
terlalu banyaknya host dalam suatu network.
Penghitungan subnetting bisa dilakukan dengan dua cara, cara binary yang relatif lambat
dan cara khusus yang lebih cepat. Pada hakekatnya semua pertanyaan tentang subnetting
akan berkisar di empat masalah: Jumlah Subnet, Jumlah Host per Subnet, Blok Subnet,
dan Alamat Host- Broadcast.
Tujuan dari subnetting sendiri yaitu untuk mengefisienkan pengalamatan, membagi
satu kelas network, menempatkan suatu host, untuk mengatasi masalah perbedaaan
hardware dengan topologi fisik jaringan, untuk mengefisienkan alokasi IP Address dalam
sebuah jaringan supaya bisa memaksimalkan penggunaan IP Address, dan meningkatkan
security dan mengurangi terjadinya kongesti akibat terlalu banyaknya host dalam suatu
network.
Sedangkan fungsi dari subnetting adalah mengurangi lalu-lintas jaringan,
teroptimasinya unjuk kerja jaringan, pengelolaan yang disederhanakan, membantu
pengembangan jaringan ke arah jarak geografis yang menjauh.

BAB III. CARA MENGHITUNG SUBNET


I.

SUBNET MASK

Agar memudahkan ini adalah tabel yang menunjukkan sebnet masknya :


Class

Oktet Pertama

Subnet Mask Default

Private Address

1 - 127

255.0.0.0

10.0.0.0 10.255.255.255

128 - 191

255.255.0.0

172.16.0.0 172.31.255.255

192 - 223

255.255.225.0

192.168.0.0 192.168.255.255

Bagaimana caranya?,
Network ID dan host ID di dalam IP address dibedakan oleh penggunaan subnet
mask. Masing-masing subnet mask merupakan pola nomor 32-bit yang merupakan bit groups
dari semua (1) yang menunjukkan network ID dan semua nol (0) menunjukkan host ID dari
porsi IP address.
Kelas IP

BIT SUBNET (Default)

Address

SUBNETMASK
(Default)

11111111 00000000 00000000 00000000

255.0.0.0

11111111 11111111 00000000 00000000

255.255.0.0

11111111 11111111 11111111 00000000

255.255.255.0

Jangan bingung membedakan antara subnet mask dengan IP address. Sebuah subnet
mask tidak mewakili sebuah device atau network di internet. Subnet mask digunakan untuk
menandakan bagian mana dari IP address yang digunakan untuk menentukan network ID.
Anda dapat langsung dengan mudah mengenali subnet mask, karena octet pertama pasti 255,
oleh karena itu 255 bukanlah octet yang valid untuk IP address class.

Tabel berikut ini akan membuktikan tabel diatas :

BINARY OCNET

Tabel ini adalah

DECIMAL

00000000

10000000

128

11000000

192

11100000

224

11110000

240

11111000

248

11111100

252

11111110

254

11111111

255

nilai-nilai yang

berasal dari 8

bit.

8 BIT

255

27

26

25

24

23

22

21

20

128

64

32

16

Cara menghitung bilangan biner ke dalam bilangan desimal

II.

CLASSLESS ADDRESSING

Classless addressing (pengalamatan tanpa kelas), metode ini mulai banyak diterapkan,
yakni pengalokasian IP Address dalam notasi Classless Inter Domain Routing (CIRD). Istilah
lain yang digunakan untuk menyebut bagian IP address yang menunjukkan suatu jaringan
secara lebih spesifik disebut juga dengan network prefix.
Penulisan network frefix suatu kelas IP ddress menggunakan garis miring (slash) / lalu
diikuti dengan angka yang menunjukkan panjang network prefix ini dalam bit.
Subnet Mask

CIDR

Subnet Mask

CIDR

255.0.0.0
255.128.0.0
255.192.0.0
255.224.0.0
255.240.0.0
255.248.0.0
255.252.0.0
255.254.0.0
255.255.0.0
255. 255.128.0
255. 255.192.0
255. 255.224.0

/8
/9
/10
/11
/12
/13
/14
/15
/16
/17
/18
/19

255. 255.240.0
255. 255.248.0
255. 255.252.0
255. 255.254.0
255. 255.255.0
255. 255. 255.128
255. 255. 255.192
255. 255. 255.224
255. 255. 255.240
255. 255. 255.248
255. 255. 255.252

/20
/21
/22
/23
/24
/25
/26
/27
/28
/29
/30

Contoh :
a. Network kelas C 192.168.1.4/25 . angka /25 menunjukkan notasi CIRD ,dapat dilihat
maka subnet masknya adalah 255.255.255.0 bagaimana bisa? Caranya dengan
melihat angka /25. Angka /25 ini kita konversikan ke bilangan biner, dan terdapat 24
angka biner bernilai 1 sedangkan yang lain 0.
1111 1111
255

1111 1111
255

1111 1111
255

1000 0000
128

Jadi penghitungan angka biner di CIRD sama dengan disubnet mask

Dari tabel tersebut menyatakan bahwa IP 192.168.1.4/25 memiliki subnet mask


255.255.255.128

b. Network kelas B 122.56.7.50/19 . angka /19 kita konversikan ke bilangan biner, dan
terdapat 19 angka biner bernilai 1 sedangkan yang lain 0.
1111 1111

1111 1111

1110 0000

000 0000

255

255

224

Jadi penghitungan angka biner di CIRD sama dengan disubnet mask

Dari tabel tersebut menyatakan bahwa IP 122.56.7.50/19 memiliki subnet mask


255.255.224.0
c. Network kelas A 64.132.1.4/9 . angka /9 kita konversikan ke bilangan biner, dan
terdapat 9 angka biner bernilai 1 sedangkan yang lain 0.
1111 1111
255

1000 0000
128

0000 0000
0

000 0000
0

Jadi penghitungan angka biner di CIRD sama dengan disubnet mask

Dari tabel tersebut menyatakan bahwa IP 64.132.1.4/9 memiliki subnet mask


255.128.0.0