Anda di halaman 1dari 12

MAKALAH

PARAMETRITIS
Dosen Pembimbing:
ERNIK RUSTIANA, SST, M.Keb.

Disusun Oleh :
DEVI AMBARWATI UTOMO
DONA DWI SUSILO
DYAH INDRAWATI

PROGRAM STUDI DIII KEBIDANAN


UNIVERSITAS TULUNGAGUNG
2015

KATA PENGANTAR
Dengan mengucapkan puji syukur kehadirat Allah Yang Maha Esa, atas
petunjuk dan kekuatan-Nya kami dapat menyelesaikan tugas Makalah
Parametritis dengan lancar tanpa kendala yang berarti.
Tugas ini kami susun dengan tujuan memenuhi kebutuhan kami sebagai
mahasiswa untuk menambah pengetahuan kami tentang mata kuliah ini. Dengan
mengumpulkan informasi dari berbagai sumber yang relevan, yang nantinya dapat
bermanfaat bagi semua untuk mengatasi kesulitan belajar dalam mempelajari mata
kuliah ini.
Dalam penyelesaian makalah ini tentunya banyak melibatkan berbagai
pihak. Untuk itu ucapan terimakasih kami sampaikan kepada semua pihak yang
telah membantu terselesaikannya makalah ini.
Tentunya dalam penyusunan tugas ini kami belumlah cukup sempurna.
Oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran untuk menjadikan isi
makalah ini menjadi lebih baik dan menjadi tolak ukur bagi kami untuk menyusun
makalah yang sesuai dengan harapan kita semua yang bermanfaat untuk sekarang
dan masa depan. Semoga segala ikhtiyar kita diridhoi Allah SWT, Amin.

Tulungagung,

Maret 2015

Penyusun

ii

DAFTAR ISI
Halaman Cover............................................................................................ i
Kata Pengantar............................................................................................. ii
Daftar Isi...................................................................................................... iii
BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang.................................................................... 1
B. Rumusan Masalah............................................................... 1
C. Tujuan Penulisan................................................................. 1

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA
A. Definisi Parametritis............................................................ 2
B. Etiologi Parametritis............................................................ 2
C. Macam-macam Parametritis................................................ 3
D. Patologi Parametritis........................................................... 4
E. Tanda dan Gejala Parametritis............................................ 4
F. Komplikasi.......................................................................... 5
G. Diagnosa Banding............................................................... 5
H. Pencegahan Parametritis..................................................... 5
I. Pengobatan.......................................................................... 6

BAB III

PENUTUP
A. Kesimpulan......................................................................... 8
B. Saran.................................................................................... 8

Daftar Pustaka.............................................................................................. 9

iii

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Setelah persalinan, terjadi beberapa perubahan penting diantaranya
makin meningkatnya pembentukan urine untuk mengurangi hemodelusi
darah,terjadi penyerapan beberapa bahan tertentu melalui pembuluh darah
vena.sehingga terjadi peningkatan suhu badan 0,5 derajat celcius.Yang bukan
merupakan keadaan yang patologis atau yang menyimpang pada hari
pertama.Perlukaan karena persalinan merupakan tempat masuknya kuman
kedalam tubuh,sehingga menimbulkan infeksi pada kala nifas.Infeksi kala
nifas adalah infeksi peradangan pada semua alat genetalia pada masa nifas
oleh sebab apapun dengan ketentuan meningkatnya suhu badan melebihi 38
derajat celcius tanpa menghitung hari pertama dan berturut turut selama 2
hari.
Maka dari itu kami mambahas materi parametritis agar lebih
mengetahui apa itu parametritis dan penatalaksanaannya untuk menangani
masalah mengenai parametritis.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apakah pengertian parametritis.
2. Bagaimanakah etiologi parametritis.
3. Bagaimanakah patologi parametritis.
4. Apakah bahaya yang ditimbulkan.
5. Bagaimanakah tanda dan gejala parametritis.
1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui pengertian parametritis.
2. Untuk mengetahui etiologi parametritis.
3. Untuk mengetahui patologi parametritis.
4. Untuk Mengetahui bahaya yang ditimbulkan.
5. Untuk mengetahui tanda dan gejala parametritis.

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Definisi Parametritis
Parametritis ( selulitis pelvika ) adalah infeksi jaringan pelvis yang
dapat terjadi beberapa jalan :
1) Dari servisitis atau endometritis dan tersebar melalui pembuluh limfe.
2) Langsung meluas dari servisitis ke dasar ligamentum sampai ke
parametrium.
3) Atau sekunder dari trombofeblitis pelvika.proses ini dapat tinggal
terbatas pada dasar ligamentum latum atau menyebar ekstraperitoneal ke
semua jurusan.Jika menjalarn.Jika menjalar ke atas,dapat diraba pada
dinding perut sebelah lateral diatas ligamentum inguinalis atau pada fossa
iliaka.
Parametritis merupakan peradangan pada parametrium, parametritis
masuk dalam kategori infeksi post partum yang terjadi pada ibu yang baru
melahirkan. Parametrium merupakan bagian dari lapisan yang melapisi
uterus :
a. Endometrium : lapisan paling dalam
b. Myometrium : lapisan tengan uterus
c. Parametrium : lapisan terluar (SARWONO. 2005: 120)
Infeksi nifas ini juga dapat disebut dengan nama MORBIDITAS
PUERPERALIS yang meliputi demam dalam nifas oleh sebab apapun.
Definisi dari morbiditas puerperalis itu sendiri adalah kenaikan suhu
sampai + 38o C selama 2 hari dalam 10 hari pertama postpartum dengan
mengecualikan hari pertama. Parametritis juga mempunyai nama lain yaitu
SELLULITIS PELVIKA. Parametritis pada umumnya terjadi demam atau
gejala-gejala pada hari 7 ke atas.
2.2 Etiologi Parametritis
1) Parametrium terinfeksi oleh organisme yang menyerang parametritis.
2) Adanya kuman yang menginfeksi parametrium.

3) Terjadi endometritis dan miometritis yang menjalar ke parametrium.


4) Ligamentum latum yang terinfeksi meluas.
5) Adanya luka dari serviks menyebar dari endometrium ke perimetrium.
Cara terjadinya infeksi.
1) Tenaga kesehatan tidak menjaga kesterilan.
2) Adanya partus lama yang disertai ketuban pecah dini dan dilakukan VT
berkali-kali.
3) Tindakan bedah vaginal yang menyebabkan perlukaan jalan lahir.
4) Tertinggalnya sisa plasenta, selaput ketuban dan bekuan darah.
2.3 Macam-macam Parametritis
1. Parametritis Akut
Apabila kuman-kuman dengan jalan limfe atau darah melewati
batas uterus dan sampai ke jaringan ikat di parametrium, maka terjadilah
parametritis akut. Infeksi paling sering disebabkan oleh steptokus dan
stafilokokus. Jarang oleh ekoli dan kuman-kuman lain. Kejadian ini
muncul karena infeksi puerpural atau post abortum, akan tetapi
ditemukan pula sebagai akibat tindakan intra uterine dan sebagainya.
Radang berlokasi paling banyak diparametrium bagian lateral
(parametritis lateralis) akan tetapi bisa kedepan (parametritis anterior) dan
kebelakang (parametritis posterior) dan radang, juga bisa menjadi abses.
Apabila terjadi abses, dan proses berkembang terus, maka abses akan
mencari jalan keluar diatas ligamentum pauparti, ke daerah ginjal.
Melalui foramen abturatorium ke paha bagian dalam dan sebagainya.
Parametritis dapat pula menahun dan di tempat radang terjadi fibrosis.
2. Parametritis Menahun
Merupakan parametritis yang di derita oleh pasien sudah lama.
Disebabkan karena, tanda dan gejala, tidak dirasakan oleh pasien.
Sehingga infeksi meradang di tempat yang terinfeksi dan terjadi fibrosis
pada parametrium.

Gambaran

klinik

menunjukkan

bahwa

penderita

demam,

menderita sakit perut dibagian bawah dan di sebelah kanan atau kiri, dan
di sebelah uterus terdapat odeman dan hiperemi, dan dibawah kulit dan
jaringan subkutan dapat diraba bagian dari tumor yang akan ke luar serta
kondisi untuk bedah kebidanan untuk protop harus dipatuhi.
2.4 Patologi Parametritis
Setelah kala URI, daerah bekas insersio placenta adalah lukan yang
rentan terkena infeksi. Daerah ini tempat yang baik untuk tumbuhnya kumankuman dalam organ dan mengakibatkan radang.
Proses radang dapat terbatas atau terhenti pada luka itu saja atau juga
dapat menyebar di luar luka asalnya.
2.5 Bahaya Yang Ditimbulkan Parametritis

Radang menjalar pada peritonium.

Radang menjalar pada abdomen, menyebabkan apendiksitis.

Menyebabkan kematian.

2.6 Tanda dan Gejala Parametritis

Suhu badan meningkat 38o C 40o C (oral).

Nyeri perut bagian bawah.

Denyut nadi meningkat.

Terjadi pada hari 7 10 postpartum.

Lokhia yang purulen dan berbau.

TFU :
Involusi
Bayi lahir
Uri lahir
Satu minggu
Dua minggu
Enam minggu
Delapan minggu

Tinggi fundus uterus


Setinggi pusat
Dua jari bawah pusat
Pertengahan pusatsymphisis
Tak teraba di atas
symphisis
Bertambah kecil
Sebasar normal

Berat uterus
100 gram
750 gram
500 gram
350 gram
50 gram
30 gram

2.7 Komplikasi
1) Parametritis akut dapat menjadi kronis dengan eksa serbasi yang akut,
terjadi paritenitis ke rectum / ke kencing.
2) Dapat terjadi trombo flebitis.
3) Dapat timbul abses dalam parametrium
4) Kalau infeksi tidak segera diketahui bisa menyebabkan bertambah.
2.8 Diagnosa Banding
1) Infeksi perinium, vulva, vagina dan serviks.
2) Endometritis
3) Septi kemia
4) Pienemia
5) Peritonitis
2.9 Pencegahan Parametritis
1. Selama kehamilan
1) Keadaan gizi harus diperhatikan.
2) Apabila anemia, segera konsumsi tablet Fe.
3) Koitus pada hamil tua sebaiknya dilarang, karena mengakibatkan
pecahnya ketuban dan terjadi infeksi.
2. Selama persalinan
1) Membatasi sebanyak mungkin masuknya kuman-kuman dalam jalan
lahir.
2) Jaga supaya persalinan tidak berlarut-larut.
3) Menyelesaikan persalinan dengan trauma yang sedikit.
4) Selalu menjaga kesterilan saat melakukan pemeriksaan dalam.
3. Selama nifas
1) Menjaga kesterilan luka-luka pada jalan lahir.
2) Alat-alat yang digunakan haruslah steril.
3) Pengunjung dari luar hendaknya pada hari pertama dibatasi sedikit
mungkin.

4) Memisahkan tiap penderita dengan gejala nifas, jangan dirawat


bersama wanita dengan nifas yang sehat.
2.10 Pengobatan
1) Pemberian antibiotika (penicilin) dengan dosis tinggi.
2) Kombinasi tetracylin dan penicilin G dengan dosis tinggi melalui IV.
3) Pemeriksaan dalam untuk mengetahui adanya benjolan atau tumor di
sebelah uterus.
4) Perhatikan diet.
5) Bila pada hari ke 7 demam tidak turun, maka segera rujuk ke fasilitas
yang lebih memadai.

KASUS
KASUS PARAMETRITIS
Ibu mengatakan 2 minggu yang lalu telah melahirkan anaknya yang pertama
perempuan BB 3100 GRAM dengan panjang 48 cm dengan operasi, ibu mengeluh
nyeri perut bagian bawah disertai demam, menggigil, mual muntah dan perut
terasa kaku sejak 3 hari yang lalu, ibu juga mengeluarkan lendir berwarna hijau
dan berbau.
( fkunhas.com/l/kasus+nifas+parametritis.html 4JULI 2009 PUKUL 09.00 )
PENATALAKSANAAN
1. Pemberian antibiotika (penicilin) dengan dosis tinggi.
2. Kombinasi tetracylin dan penicilin G dengan dosis tinggi melalui IV.
3. Pemeriksaan dalam untuk mengetahui adanya benjolan atau tumor di sebelah
uterus.
4. Perhatikan diet.
5. Bila pada hari ke 7 demam tidak turun, maka segera rujuk ke fasilitas yang
lebih memadai.

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Infeksi atau peradangan sudah dapat diapstikan terjadi pada setiap
persalinan yang akan menjadi jalan masuknya bekteri yng bersifat komensal
dan menjadi infeksius.Pertolongan persalinan yang bersih tidak memerlukan
pengobatan umum,tapi pada persalinan yang diduga akan dapat terjadi infeksi
kala nifas memerlukan profilaksis antibiotika.
3.2 Saran
Pada kasus dengan infeksi kala nifas yang berat sebaiknya dirujuk dan
dikonsultasikan sehingga mendapatkan pengobatan yang adekuat.Sebagian
infeksi kala nifas yang berat perlu dirawat di rumah sakit sehingga dapat
dilakukan

observasi,karena

dapat

menyelamatkan jiwa penderita.

dilakukan

tindakan

operasi

untuk

DAFTAR PUSTAKA

1. Ginekologi dan Obstetri. 1981. UNPAD. Bandung.


2. Prawirohardjo Sarwono. 1999. Ilmu Kebidanan. Jakarta BPSP.
3. Danforth. 2002. Obstetri dan Ginekologi. Jakarta : Widya Medika.

Anda mungkin juga menyukai