Anda di halaman 1dari 5

Pembahasan dan Kasus

Ny. Nina bekerja sebagai manager disalah satu hotel ternama di Samarinda yang berusia 27
tahun datang dengan keluhan ingin mengganti alat kontrasepsi dengan tujuan ingin menunda
kehamilan (mengatur jarak usia anak). Selain itu ibu mengeluh dalam waktu 1 bulan terakhir
sering pusing dan timbul flek-flek hitam pada wajah.. Ibu tersebut baru mempunyai 1 orang
anak yang berusia 1 tahun dengan riwayat persalinan SC, sebelumnya memakai alat
kontrasepsi pil. Tekanan darah : 120/80 mmHg, HR: 70 x/mnt, RR: 24 x/mnt, T: 37 Celcius,
pemeriksaan laboratorium: Hb : 13 gr%. Riwayat merokok (-) dan riwayat penyakit lainnya.

1.2 P-Treatment
Analisa Kasus

Pasien ini ingin memakai alat kontrasepsi untuk menunda jarak kehamilan, ada riwayat SC
dan pasien bekerja sebagai manager hotel yang sibuk dengan pekerjaannya. Disarankan untuk
memakai kontrasepsi jenis IUD.

Pasien mengeluhkan bahwa dalam 1 bulan terakhir sering terasa pusing dan timbul
flek-flek hitam pada wajah, pada pemeriksaan tanda vital dan laboratorium
didapatkan hasil dalam batas normal.

1. Problem pasien

Problem utama

Problem tambahan

: Ingin mengganti kontrasepsi


: Sering pusing dan timbul flek hitam pada wajah

2. Tujuan terapi

Menunda kehamilan
Mengatur jarak kehamilan
Mengatasi pusing dan flek hitam pada wajah

3. Pemilihan Terapi
Terapi Non Farmakologis :

Menghentikan pemakaian alat kontrasepsi yang mungkin mengakibatkan keluhan pasien.

Menyarankan kontrasepsi alamiah seperti pantang berkala dan senggama terputus.

Menyarankan kontrasepsi nonhormonal.

Mengkonsumsi makanan sehat dan bergizi.

Olah raga teratur.

Terapi Farmakologis : Terapi non hormonal, dalam hal ini

1.3 Pemilihan Obat-obatan

Kondom

Efficacy

Safety

Suitability

Cost

++

++

+++

ES: reaksi alergi,

KI : alergi bahan

hamil

kondom

++

++

menghambat proses

ES : perdarahan,

KI

Hamil,

nidasi

resiko

diduga

infeksi,

mencegah

sperma

bertemu ovum
-

efektoivitas 85%
Kerugian :

mudah robek

membutuhkan
waktu

untuk

pemasangan
IUD

++
-

mengentalkan
lendir serviks
efektivitas 97 %-99
%

sepersaan
nyaman

infeksi,
tidak
jika

++

luka pada dinding


vagina,

pemasangan tidak

perdarahan

benar.

hebat,
kanker

haid

penderita
alat

kelamin.

KB non hormonal yang dipilih adalah IUD, karena paling aman, reversibel, dan efek samping
minimal.
2.4 Pemberian Terapi

Terapi Non Farmakologis :

Menghentikan pemakaian alat kontrasepsi yang mungkin mengakibatkan keluhan pasien.

Menyarankan kontrasepsi alamiah seperti pantang berkala dan senggama terputus..

Mengkonsumsi makanan sehat dan bergizi.

Olah raga teratur.

Terapi Farmakologis : Terapi non hormonal, dalam hal ini


dr. Nycta Gina, Sp.OG
Jl. Palmerah Selatan No.18 Jakarta
Telp. 021-6445723
SIP 0808015100
Samarinda, 20 Juli 2012

R/ Copper T Libi Safe Load & Limas Safe Load No.I


S i.m.m
Pro: Ny Nina
Usia : 27 tahun

2.5 Komunikasi Terapi


A. Informasi Tentang IUD

Meyakinkan pasien menganai manfaat IUD bahwa IUD baik bagi pasien dilihat dari usia,
kenyamanan, efektivitas, dan terkait dengan kondisi pekerjaan dan kesehatannya

kesehatannya.
Memberitahukan tentang efek samping dari pemakaian IUD dan kemungkinan yang akan
terjadi saat pemasangan dan setelah pemasangan.

B. Kelebihan IUD

Tidak terganggu faktor lupa

Metode jangka-panjang (perlindungan sampai 10 tahun dengan menggunakaTembaga T 380A).

Mengurangi kunjungan ke klinik.

Lebih murah dari pil dalam jangka panjang.


Sewaktu-waktu dapat dilepas sesuai dengan keinginan.

C. Efek Samping IUD

Perdarahan dan kram selama minggu-minggu pertama setelah pemasangan.

Kadang-kadang ditemukan keputihan yang bertambah banyak

Disamping itu pada saat berhubungan (senggama) terjadi expulsi (IUD bergeser dari posisi)
sebagian atau seluruhnya

Pemasangan IUD mungkin menimbulkan rasa tidak nyaman, dan dihubungkan dengan resiko
infeksi rahim

D. Kontra Indikasi IUD

Hamil atau diduga hamil

Infeksi leher rahim atau rongga panggul, termasuk penderita penyakit kelamin

Pernah menderita radang rongga panggul

Penderita perdarahan pervaginam yang abnormal

Riwayat kehamilan ektopik

Penderita kanker alat kelamin.

2.6 Monitoring dan Evaluasi

Kembali memeriksakan diri setelah 4-6 minggu pemasangan AKDR.


Selama bulan pertama menggunakan AKDR periksa lagi benang AKDR, terutama setelah

haid.
Cooper T380a perlu dilepas setelah 10 tahun pemasangan, tetapi dapat dilakukan lebih

awal apabila diinginkan.


Kembali ke klinik apabila :
o Tidak dapat meraba benang AKDR.

o
o
o
o
o

Merasakan bagian yang keras dari AKDR.


AKDR terlepas.
Siklus terganggu/ meleset.
Terjadi pengeluaran cairan dari vagina yang mencurigakan.
Adanya infeksi.