Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN TUGAS AKHIR

TINJAUAN ATAS TATA CARA PEMINDAHBUKUAN


DI KPP PRATAMA BOYOLALI

LINDA CHRISTIANTI RIFAINY


103020007632 / 830203372

PROGRAM ON THE JOB TRAINING PEGAWAI BARU/CPNS


KPP PRATAMA BOYOLALI
KANTOR WILAYAH DJP JAWA TENGAH II
DIREKTORAT JENDERAL PAJAK
2015

LEMBAR PENGESAHAN DAN PENILAIAN LAPORAN AKHIR OJT

Pada hari ini tanggal bulan Maret tahun 2015

Mengesahkan,

SRI BUDIHARYANI, S.H.


NIP. 196901251995032001
Kepala Seksi Pengawasan dan Konsultasi I

Menilai,
Nilai
0-100
Laporan Tugas Akhir

Presentasi Workshop

ii

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL .................................................................................................. i


LEMBAR PENGESAHAN DAN PENILAIAN LAPORAN AKHIR OJT ...................... ii
DAFTAR ISI ............................................................................................................ iii
BAB I PENDAHULUAN ........................................................................................... 1
A. LATAR BELAKANG ............................................................................................ 1
1. KONDISI IDEAL............................................................................................. 2
2. KONDISI SAAT INI ........................................................................................ 2
B. SASARAN ........................................................................................................... 2
BAB II ISI................................................................................................................. 3
A. PERMASALAHAN .............................................................................................. 3
B. ANALISIS PENYEBAB TIMBULNYA PERMASALAHAN UTAMA ...................... 3
BAB III PENUTUP ................................................................................................... 4
A. SIMPULAN.......................................................................................................... 4
B. SARAN................................................................................................................ 4

iii

BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Dalam organisasi Direktorat Jenderal Pajak (DJP) sekarang, yang menjadi ujung tombak
penerimaan negara adalah Account Represntative (seksi pengawasan dan konsultasi).
Sesuai

dengan

Keputusan

Menteri

Keuangan

Republik

Indonesia

Nomor

98//KMK/.01/2006, seorang AR memiliki tugas yang cukup banyak, diantaranya melakukan


pengawasan kepatuhan perpajakan wajib pajak (WP), bimbingan/himbauan dan konsultasi
teknik perpajakan kepada WP, penyusunan profil WP, analisis kinerja WP, rekonsiliasi data
WP dalam rangka intensifikasi dan melakukan evaluasi

hasil banding

berdasarkan

ketentuan yang berlaku. Selain itu AR juga membantu WP dalam pengisian surat
pemberitahuan (SPT) masa maupun tahunan dan surat setoran pajak (SSP) agar kesalahan
dalam pengisian bisa diminimalisasi.
Salah satu tugas AR yang lain adalah memproses permohonan pemindahbukuan.
Pemindahbukuan adalah perhitungan dengan kelebihan pembayaran pajak atau bunga yang
diterima atau melalui perhitungan dengan setoran pajak yang lain atas nama Wajib Pajak
yang sama atau Wajib pajak lan yang dilakukan untuk pembayaran utang pajak, termasuk
bunga, denda administrasi dan kenaikan. Permohonan pemindahbukukan dilakukan karena
adanya kelebihan pembayaran, adanya pemberian bunga kepada Wajib Pajak, kurang jelas
dalam mengisi Surat Setoran Pajak, dan pemecahan setoran wajib pajak. Permohonan
pemindahbukuan dapat juga berasal dari Kantor Pelayanan Pajak lain tempat Wajib Pajak
terdaftar yang meneruskan permohonan tersebut apabila telah terjadi kesalahan
pencantuman kode KPP pada NPWP atau kode cabang pada SSP. Peraturan mengenai
Pemindahbukuan diataur

pemerintah dalam Keputusan Menteri Keuangan Nomor

88/KMK.04/1991 tentang Tata Cara Pembayaran Pajak melalui Pemindahbukuan dengan


jatuh tempo satu bulan.
Seksi pengawasan dan konsultasi melaksanakan proses untuk input ke Sistem
Informasi Direktorat Jenderal Pajak (SIDJP) melalui AR. Berkas permindahbukuan
diteruskan dari seksi pengawasan dan konsultasi ke seksi pelayanan. Setelah diberlakukan
PP no. 46 tahun 2013, jumlah permohonan pemindahbukuan meningkat. Hal tesebut terjadi
karena pengusaha yang dikenakan pajak penghasilan final masih terpotong/terpungut oleh
pihak pemotong/pemungut.

1. Kondisi ideal
Kondisi ideal yang diharapkan tercapai terkait dengan tata cara pemindahbukuan
adalah sesuai dengan

Keputusan Menteri Keuangan Nomor 88/KMK.04/1991 tanggal 24 Januari


1991 tentang Tata Cara Pembayaran Pajak Melalui Pemindahbukuan

Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-965/PJ.9/1991 tanggal 17


Oktober 1991 tentang Pelaksanaan Teknis Tata Cara Pembayaran Pajak
Melalui Pemindahbukuan

Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-522/PJ./2002 tanggal 16


Desember 2002 tentang Pelaksanaan Teknis Tata Cara Pemindahbukuan
atas Kekeliruan Pembayaran Pajak Penghasilan dalam Mata Uang Dollar
Amerika Serikat

Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak Nomor SE-26/PJ.9/1991 tanggal 25


Oktober 1991 tentang Petunjuk Teknis Pemindahbukuan (Pbk)

2. Kondisi saat ini


Dokumen permohonan pemindahbukuan dikirim dari pelaksana seksi pelayanan ke
pelaksana seksi pengawasan dan konsultasi (waskon). Kemudian pelaksana seksi
waskon mencatat di buku surat masuk lalu diberikan pada kepala seksi waskon untuk
didisposisi ke AR bersangkutan untuk diproses. AR merekam permohonan
pemindahbukuan di SIDJP lalu membuat uraian pemindahbukuan. Uraian tersebut
diberikan pada kepala seksi waskon untuk diteliti, disetujui, dan ditandatangani.
Kemudian diberikan pada kepala kantor untuk ditandatangani.
Setelah

itu,

pelaksana

seksi

waskon

memberi

nomor

uraian

penelitian

pemindahbukuan di buku surat keluar dan mencatat di buku ekspedisi antar seksi
untuk selanjutnya didisposisi ke seksi pelayanan. Pelaksana seksi pelayanan
memberi paraf dan tanggal terima pada buku ekspedisi sebagai bukti penerimaan
dokumen permohonan dan uraian penelitian pemindahbukuan kemudian mencetak
bukti pemindahbukuan dan menatausahakannya.

B. SASARAN
Sasaran penulisan laporan ini adalah untuk meninjau apakah proses pemindahbukuan
yang dilakukan di KPP Pratama Boyolali sesuai dengan SOP tata cara pemindahbukuan.
Selain itu, penulis juga akan mengidentifikasi jika terdapat masalah dalam pelaksanaan tata
cara pemindahbukuan beserta saran atas masalah tersebut.

BAB II
ISI

A. Permasalahan
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan sebelumnya, permasalahan

yang

muncul terkait dengan tata cara pemindahbukuan adalah


1. Permohonan pemindahbukuan yang disampaikan oleh WP tidak lengkap atau salah.
2. Nominal pemindahbukuan tidak merubah angka penerimaan pajak pada Modul
Penerimaan Negara (MPN).
3. Koneksi intranet di kantor sering mengalami gangguan.
4. Pemindahbukuan dari satu jenis pajak ke jenis pajak yang lain harus disesuaikan
dengan SPT sehingga membutuhkan waktu yang lebih lama.

B. Analisis Masalah
Analisis masalah terkait dengan tata cara penatausahaan dan pemrosesan dokumen
masuk di seksi waskon berkaitan dengan tata cara pemindahbukuan adalah:
1. Permohonan pemindahbukuan yang disampaikan oleh WP tidak lengkap atau salah.
Syarat untuk mengajukan pemindahbukuan adalah surat permohonan dan SSP
lembar pertama. Terkadang alasan WP untuk melakukan pemindahbukuan tidak tepat
sehingga surat permohonan pemindahbukuan harus dikembalikan ke WP untuk
diperbaiki.
2. Nominal pemindahbukuan tidak merubah angka penerimaan pajak pada Modul
Penerimaan Negara (MPN). Pajak yang telah disetor di KPP A akan tetap menjadi
penerimaan pajak di KPP A walaupun sudah dipindahbukukan ke KPP B karena
antara SIDJP dan MPN tidak terintegrasi dalam Portal DJP. Padahal sebelum
reformasi perpajakan terdapat seksi keberatan yang memproses pemindahbukuan
masuk dan keluar sehingga nominal penerimaan di suatu kantor pajak sesuai dengan
keadaan setelah terjadi pemindahbukuan.
3. Koneksi intranet di kantor sering mengalami gangguan (down). SIDJP terkadang tidak
dapat dibuka atau mengalami loading yang sangat lama sehingga memperlambat
proses pemindahbukuan.
4. Pemindahbukuan dari satu jenis pajak ke jenis pajak yang lain harus disesuaikan
dengan SPT sehingga membutuhkan waktu yang lebih lama. Terkadang SPT yang
telah dilaporkan, terutama SPT masa pemotongan pemungutan mengalami kesalahan
dalam pengisian sehingga harus diperbaiki terlebih dahulu.
3

BAB III
PENUTUP

A. Simpulan
Berdasarkan

hasil

pembahasan

masalah

di

atas,

pelaksanaan

tata

cara

pemindahbukuan di KPP Pratama Boyolali telah sesuai dengan SOP tata cara
pemindahbukuan. Penyelesaian pemindahbukuan tidak lebih dari satu minggu. Pelaksana
seksi pengawasan dan konsultasi I, AR, dan seksi pelayanan bekerja secara profesional,
efektif, dan efisien sehingga proses dapat berjalan cepat dan tidak melebihi jatuh tempo.

B. Saran
Hal-hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan yang ada dalam tata cara
pemindahbukuan oleh seksi pengawasan dan konsultasi KPP Pratama Boyolali:
1. Memeriksa kelengkapan dokumen permohonan pemindahbukuan terlebih dahulu agar
tidak perlu mengembalikan permohonan atau menyusulkan syarat ketika permohonan
sudah diproses (ada LPAD nya).
2. Melakukan integrasi antara SIDJP dan MPN untuk mendapat gambaran yang valid
tentang penerimaan pajak di suatu kantor.
3. Melakukan perbaikan koneksi SIDJP dan pemeliharaan server agar tidak sering down
sehingga lebih mempercepat proses pemindahbukuan.