Anda di halaman 1dari 19

MATURASI SEL DARAH

NORMAL

SETELAH TERJADI DEFERENSIASI SEL, SEL


PALING MUDA (IMMATURE CELL) DALAM TIAP
SERI/JENIS SEL ADALAH BLAS.
BLAS SEL MATUR, MELALUI BEBERAPA
STADIUM
MENGALAMI PERUBAHAN :
* UKURAN (SIZE),
* RASIO INTI : SITOPLASMA
* SITOPLASMA : WARNA, GRANULASI,
VAKUOLA
* INTI SEL : UKURAN, BENTUK, WARNA,
STRUKTUR KROMATIN.

Tahap/ stadium pematangan sel (dari ke kanan)


Eosinofil
mieloblas

promielosit

Mielosit

eosinofil
metamielos batang
it

segmen

basofil

basofil

monoblas

promonosit

Monosit

monosit

megakario
blas

Promegaka
riosit

megakarios Metamegak
it
ariosit

Trombosit

rubriblas

prorubrisit

rubrisit

Eritrosit

limfoblas

prolimfosit

limfosit

plasmoblas proplasmos plasmosit


it

metarubrisi retikulosit
t

Limfosit

dalam proses pematangan


Makin matur sel : ukuran sel makin
kecil
Inti sel makin kecil. Pada seri eritrosit
inti sel mengalami degenerasi dan
keluarkan dari sel.
Rasio inti : sitoplasma : makin kecil
Sitoplasma : dari biru (RNA) warna
berubah makin merah
Kromatin inti makin kasar makin padat
Anak inti (nukleoli) menghilang

maturasi nukleus (inti)


Size (ukuran) : makin matur makin
mengecil

Shape :
bulat atau oval
pada blas, pada seri
granulosit berubah.
Mula-mula satu
sisinya berubah
lurus,
kemudian melekuk
ke dalam bentuk
seperti ginjal,
batang bengkok,
menjadi beberapa
lobus/segmen

Struktur kromatin : dari bentuk


seperti jaring halus pada blas,
berubah menjadi lebih kasar dan
pada sel matang kromatin
menggumpal. Pada seri eritrosit
nukleus menghilang.
Jumlah nuleoli berkurang
kemudian menghilang

Maturasi sitoplasma
Sitoplasma pada sel primitif
berwarna biru dan mengandung
banyak RNA (mempunyai afinitas
lebih baik terhadap warna biru
(basofilik)
Sel bertambah matur dalam
sitoplasma diproduksi bahan sesuai
fungsi sel .

Warna sitoplasma sesuai dengan


bahan
yang diproduksi di sitoplasma
sel seri eritrosit memproduksi
hemoglobin,
sel plasma memproduksi globulin,
sel seri granulosit membentuk
granula2 spesifik : eosinofil,
basofil,neutrofil.
Warna sitoplasma berubah, semula
kebiruan lebih kemerahan

Proeritroblas(2)
Catatan: Anak panah
menunjukkan
proeritroblas. Juga ada
9 eritroblas muda dan
dua plasmosit yang
. dibedakan dari
harus
eritroblas basofilik
1.basofilik
normoblast 2.normoblas
polikromatik 3.normoblas
piknotik 4.plasmosit 5.
eosinofil 6.promielosit
7.metamielosit neutrofil

Normoblas
basofilik(dini) (1)

Ukuran: 13 - 18 m
Bentuk: bulat, kadang
berubah bentuk
Warna sitoplasma: biru
tua
Granularitas: tidak ada
Bentuk inti: bulat
Tipe kromatin: gelap,
awal kondensasi
Rasio inti/sitoplasma:
tinggi
Nukleolus: tidak terlihat
Distribusi darah: tidak
ada ;sumsum tulang: 1
-7%
Pewarnaan: MGG
Perbesaran: x1000

Catatan: Eritroblas basofilik dini, kromatin mulai memperlihatkan tanda-tanda maturasi dan sitoplasma tidak
mengandung halo perinuklear yang nyata. Di samping itu, terlihat 9 eritroblas lain dari berbagai stadium
maturasi. 1.normoblas polikromatik 2.normoblas piknotik 3.mielosit neutrofil 4.metamielosit neutrofil 5.neutrofil
batang 6.limfosit 7.megakarioblas 8.eosinofil

Normoblas polikromatik (dini)(2)

Catatan: Kedua sel


yang ditunjuk anak
panah adalah sel
polikromatofilik. Dalam
gambar juga ada 12
eritroblas lain pada
berbagai stadium
maturasi, termasuk
satu dengan inti yang
membelah. 1.normo
blas
polikromatik 2.normob
las
piknotik 3.basofilik
normoblast 4.plasmos
it 5.megakarioblast 6.
metamielosit
neutrofil 7.limfosit 8.
monosit 9.normoblas
polikromatik dalam
stadium pembelahan.