Anda di halaman 1dari 49

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan
adalah ditetapkannya delapan (8) Standar Nasional Pendidikan (SNP)
sebagaimana dituangkan dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia
Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Salah satu dari
Standar Nasional Pendidikan adalah Standar Pendidik dan tenaga kependidikan.
Permendiknas nomor 13 tahun 2007 tentang standar kepala sekolah juga
mengamanatkan tentang tugas pokok kepala sekolah pada semua jenjang
mencakup tiga bidang, yaitu: (a) tugas manajerial, (b) supervisi dan (c)
kewirausahaan Tugas pokok tersebut dalam implementasinya perlu dikawal oleh
pemangku kepentingan untuk mengetahui keterlaksanaannya.
Permendiknas no.41 tahun 2007 tentang standar proses mengamanatkan
bahwa setiap guru wajib melaksanakan: perencanakan pembelajaran ,
melaksanakan pembelajaran ,melakukan penilaian dan adanya pengawasan oleh
kepala sekolah dan pengawas satuan pendidikan .Guru merupakan salah satu
variable yang sangat menentukan mutu pendidikan di sekolah.Untuk itu
pelaksanaan standar prosesi harus dikawal oleh pemangku kepentingan yaitu
pengawas sekolah .Karena hal ini merupakan teknis pendidikan yang mendasar.
Kinerja guru dan kepala sekolah mewarnai kualitas pendidikan dan berujung
pada mutu pendidikan di sekolah .Untuk itu peraturan peratuturan yang telah
ada wajib dikawal akan implementasi di sekolah .
Salah satu unsur tenaga kependidikan yang dinilai penting dalam
meningkatkan mutu pendidikan adalah pengawas satuan pendidikan. Pengawas
satuan pendididkan bertugas melaksanakan pengawasan akademik dan
pengawasan manajerial di sekolah yang ditunjuk melalui kegiatan pemantauan,
penilaian, dan pembinaan serta pelaporan dan tindak lanjut. Tanggung jawab
pengawas satuan pendidikan adalah meningkatkan mutu penyelenggaraan
pendidikan di satuan pendidikan. Disamping itu pengawas satuan pendidikan
juga berfungsi sebagai penjamin mutu pendidikan pada sekolah binaannya.
Dalam Rangka menjamin perluasan dan pemerataan akses peningkatan
mutu dan inovasi, serta tata kelola pendidikan yang baik dan akutantabilitas
pendidikan yang mampu menghadapi tantangan sesuai dengan tuntutan
perubahan kehidupan lokal, nasional dan global perlu dilakukan pemberdayaan
dan peningkatan mutu dan profesionalisme pengawas yang merupakan
kepanjangan tangan dari kebijakan Kepala Dinas Pendidikan Kaabupaten
Dompu untuk memberikan layanan teknis terhadap keberhasilan pendidikan di
Laporan Supervisi Akademik & manajerial SMA/SMK suaidin-dompu
Page 1

Tingkat TK/SD/SMP/SMA/SMK/SLB secara terencana, terarah, dan


berkesinambungan.
Eksistensi pengawas sekolah dinaungi oleh sejumlah dasar hukum.
Undang-undang Republik Indonesia No.20 Tahun 2003 dan PP No.19 Tahun
2005 adalah landasan hukum yang terbaru yang menegaskan keberadaan pejabat
fungsional itu. Selaian itu secara tegas dikatakan dalam Keputusan Menpan
No.118 / 1996 sebagai berikut :Pengawas sekolah adalah Pegawai Negeri Sipil
yang diberi tugas, tanggungjawab, dan wewenang secara penuh oleh pejabat
yang berwenang untuk melakukan pengawasan pendidikan di sekolah dengan
melaksanakan penilaian dan pembinaan dari segi teknis pendidikan dan
administrasi pada satuan pendidikan prasekolah, dasar, dan menengah.
Permendiknas nomor 12 tahun 2007 mengamanatkan bahwa seorang
pengawas sekolah harus mampu dan menguasai melakukan penilaian kinerja
baik kinerja guru ,kepala sekolah ,dan staf (tenaga administrasi sekolah )
merupakan salah satu kompetensi yang harus dikuasai pengawas
sekolah/madrasah. Kompetensi tersebut termasuk dalam dimensi kompetensi
evaluasi pendidikan .
Peningkatan kualitas pendidikan dapat dicapai melalui peningkatan
kualitas Pembelajaran dan Peningkatan kualitas Pengelolaan . Peningkatan
kualitas pembelajaran memiliki makna strategis dan berdampak positif berupa
(1) peningkatan kemampuan dalam menyelesaikan masalah pendidikan dan
pembelajaran yang dihadapi secara nyata, (2) peningkatan kualitas masukan,
proses dan hasil belajar, (3) peningkatan profesionalitas pendidik, dan (4)
penerapan prinsip pembelajaran berbasis penelitian. Sedangkan peningkatan
kualitas pengelolaan pendidikan akan menciptakan pendidikan yang transparan,
akuntabel, berdaya saing tinggi dan menghasilkan pencitraan yang positif.
Kemampuan sekolah dalam memberikan layanan pembelajaran secara
efektif dan efisien sangat bergantung pada kualitas guru-gurunya yang terlibat
langsung dalam proses pembelajaran dan keefektifan mereka dalam
melaksanakan tanggung jawab individual serta kelompok. Guru harus mampu
berperan sebagai desainer (perancang), implementator (pelaksana), dan
evaluator (penilai) kegiatan pembelajaran. Guru merupakan faktor paling
dominan, karena di tangan merekalah keberhasilan pembelajaran dapat dicapai.
Kualitas mengajar guru baik secara langsung maupun tidak langsung dapat
mempengarui kualitas pembelajaran khususnya dan kualitas satuan pendidikan
pada umumnya.
Peran strategis guru tersebut menuntut pembinaan dan pengembangan
yang terus-menerus melalui supervisi atau pengawasan baik akademik maupun
manajerial. Supervisi pengajaran perlu diarahkan pada upaya-upaya yang
sifatnya memberikan kesempatan kepada para guru untuk berkembang secara
profesional, sehingga mereka lebih mampu melaksanakan tugas pokoknya, yaitu
Laporan Supervisi Akademik & manajerial SMA/SMK suaidin-dompu
Page 2

memperbaiki dan meningkatkan proses dan kualitas hasil belajar. Supervisi


pengajaran merupakan kegiatan-kegiatan yang menciptkan kondisi yang layak
bagi pertumbuhan profesional guru secara intensif. Kegiatan pengawasan
memungkinkan pendidik memperoleh arah dalam mencapai tujuan dan belajar
memecahkan masalah-masalah yang dihadapi pembelajaran dengan imajinatif,
penuh inisiaftif, dan kreatifitas, bukan konformitas (Djaman Setari, 1989).
Berdasarkan latar belakang di atas, maka kepengawasan yang dalam
implementasi dapat berupa bimbingan, pembinaan, unjuk kerja, dan monitoring
hendaknya menjadi kebutuhan serta kebiasaan yang mentradisi dan dilakukan
terus-menerus. Untuk mencapai hasil yang lebih maksimal maka dalam
pengawasan perlu adanya pemilihan pendekatan dan metode yang tepat, terarah,
dan terprogram yang meliputi aspek akademik maupun manajerial.
Dalam laporan ini, menyajikan penilaian kinerja guru dan kinerja kepala
sekolah hasil pengawasan ,sedangkan dalam administrasi pendidikan
menyajikan ketercapaian pelaksanaan 8 (delapan standar nasional Pendidikan ) ,
monitoring ulangan akhir semester dan pelaksanaan peneriman peserta didik .
Penulis berharap laporan semester ini dapat memeberikan kontribusi kepada
Dinas Pendidikan Kabupaten Dompu untuk memberikan pertimbangan dalam
membuat kebijakan yang lebih tepat untuk meningkatkan mutu pendidikan di
Kabupaten Dompu .
B. Fokus Permasalahan
Sesuai latar belakang di atas ,focus permasalahan pada pengawasan ini adalah :
1.
Apakah tenaga pendidik telah memiliki kemampuan dalam menyususn
perangkat pembelajaran/persiapan pembelajaran yang meliputi :
a.
Program Tahunan dan Program Semester,
b. Analisis konteks ( SI/SK-KD, SKL, Standar Proses, Standar Penilaian ),
c.
Dokumen Analisis KKM
d. buku Nilai siswa,
e. Analisis UH lengkap dengan progran remedial dasn pengayaan, serta
instrumen penilaian ( kisi-kisi, soasl, kunci, dan pedoman sekor ).
2.
Apakah tenaga pendidik telah memiliki kemampuan dalam menyusun
silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) sesuai Staansar isi
dan Standar Proses?
3.
Apakah proses pembelajaran yang dilakukan guru sudah menggunakan
pendekatan CTL dan dapat menciptakan suasana pembelajaran yang aktif,
inovatif, kreatif, efektif, menyenangkan, gembira dan bermutu (Paikem
Gembrut) ?
4.
Apakah guru telah memiki kemapuan menusun proposal PTK dan
melaksanakan Penelitian Tindakan Kelas ?
5.
Apakah tenaga pendidik, kependidikan dan satuan pendidikan telah
memiliki kemampuan dalam mengkaji dan mengembangkan serta
menyusun Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) ?
Laporan Supervisi Akademik & manajerial SMA/SMK suaidin-dompu
Page 3

6.

7.
8.

Apakah Satuan Pendidikan (sekolah) binaan sudah memiliki dokumen


PSB(Penerimaan Siswa Baru), Ulangan Harian, dan Ulangaan Tengah
Semester ,Ulangan Akhir Semester (UAS) secara lengkap ?
Apakah sekolah sudah melaksanakan SNP ?.
Apakah pengawasan (supervisi) yang dilaksanakan secara intensif dengan
pendekatan dan metode yang sesuai dapat meningkatkan hasil yang
optimal ?

C. Tujuan dan Sasaran Pengawasan


1. Tujuan
Sesuai dengan fokus permasalahan di atas, maka tujuan pengawasan ini
ingin mengetahui dan mendiskripsikan :
a. Kemampuan guru dalam menyususn administasi perangkat persiapan
pembelajaran yang meliputi : Prota, Promes, Analisis konteks ( SI, SKL,
Standar Proses, Standar Penilaian ), buku Nilai siswa, Analisis UH
lengkap dengan progran remedial dasn pengayaan, serta instrumen
penilaian ( kisi-kisi, soasl, kunci, dan pedoman sekor ).
b. Kemampuan guru dalam menyusun silabus dan Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran (RPP) sesuai Staansar isi dan Standar Proses
c. Kemampuan guru melaksanakan proses pembelajaran yang
menggunakan pendekatan
CTL dan dapat menciptakan suasana
pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif, menyenangkan,
gembira dan bermutu (Paikem Gembrut)
d. Kemapuan guru menyusun proposal dan melaksanakan PTK
e. Kemapuan guru , kepala sekolah dalam mengkaji dan mengembangkan
serta menyusun Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)
f. Kelengkapan dokumen UAS/UKK ,US/UN, di sekolah binaan
g. Keterlaksanaan SNP di sekolah binaan.
h. Memperoleh hasil pengawasan yang optimal melalui penerapan
pendekatan dan metode yang sesuai.
2. Sasaran
Secara garis besar sasaran kepengawasan mencakup input, proses,
dan output.
a. Input meliputi segala sesuatu yang harus tersedia karena dibutuhkan
untuk berlangsungnya proses, seperti : sumber daya, perangkat lunak,
dan harapan-harapan.
b. Proses merupakan berubahnya sesuatu menjadi sesuatu yang lain yang
lebih baik. Faktor-faktornya meliputi : peserta didik, guru, tenaga
kependidikan, kurikulum, alat, dan buku pelajaran, serta kondisi
lingkungan sosial dan fisik sekolah.
c.
Out put meliputi kinerja guru, prestasi akademik dan prestasi non
akademik.
Laporan Supervisi Akademik & manajerial SMA/SMK suaidin-dompu
Page 4

Secara khusus sasaran kepengawasan meliputi :


a. Teknis Pendidikan
Untuk focus masalah nomor a, b, c dan d, sasarannya adalah
guru mata pelajaran dalam merencanakan persiapan dan pelaksanaan
pembelajaran .
b. Administrasi pendidikan
Untuk focus masalah pada nomor e, f dan nomor g sasaranya pada
administrasi pendidikan yang berupa bukti fisik .
D. Ruang Lingkup Pengawasan
Sesuai tugas pokok dan fungsi pengawas sekolah ,ruang lingkup
pengawasan semester I tahun pelajaran 2012/2013 ini mencakup dua aspek,
yaitu aspek akademik dan manajerial meliputi : penilaian, pemantauan dan
pembinaan guru dan kepala sekolah pada jenjang SMA/SMK Kabupaten
Dompu.
1. Kepengawasan Akademik
Aspek akademik menekankan pada kompetensi guru (pendidik) dalam
meningkatkan kemampuannya untuk menyusun perencanaan pembelajaran
dan melaksanakan pembelajaran serta evaluasi kegiatan belajar mengajar
matematika .
Supervisi akademik atau pengawasan akademik adalah fungsi pengawas
yang berkenaan dengan aspek pelaksanaan tugas pembinaan, pemantauan,
penilaian dan pelatihan profesional guru dalam :(1) merencanakan
pembelajaran;, (2)melaksanakan pembelajaran;(3)menilai
hasil
pembelajaran; (4) membimbing dan melatih peserta didik, dan (5)
melaksanakan tugas tambahan yang melekat pada pelaksanaan kegiatan
pokok sesuai dengan beban kerja guru (PP 74/2008). Hal tersebut dapat
dilaksanakan melalui kegiatan tatap muka atau non tatap muka.
a.

Pembinaa :
Tujuan:
1) Meningkatkan pemahaman kompetensi guru terutama kompetensi
pedagogik dan kompetensi profesionalisme (Tupoksi guru,
Kompetensi guru, pemahaman KTSP).
2) Meningkatkan kemampuan guru dalam pengimplementasian
Standar Isi. Standar Proses, Standar Kompetensi Kelulusan dan
Standar Penilaian (pola pembelajaran KTSP, pengembangan
silabus dan RPP, pengembangan penilaian, pengembangan bahan
ajar dan penulisan butir soal)
3) Meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun Penelitian
Tindakan Kelas ( PTK ).

Laporan Supervisi Akademik & manajerial SMA/SMK suaidin-dompu


Page 5

Ruang Lingkup
1) Melakukan pendampingan dalam meningkatkan kemampuan guru
menyusun administrasi perencanaan
pembelajaran/program
bimbingan.
2) Melakukan pendampingan dalam meningkatkan kemampuan guru
dalam proses pelaksanaan pembelajaran/bimbingan
3) Melakukan pendampingan membimbing guru dalam meningkatkan
kemampuan melaksanakan penilaian hasil belajar peserta didik.
4) Melakukan pendampingan dalam meningkatkan kemampuan guru
menggunakan media dan sumber belajar
5) Memberikan masukan kepada
guru dalam memanfaatkan
lingkungan dan sumber belajar
6) Memberikan rekomendasi kepada guru mengenaitugas
membimbing dan melatih peserta didik.
7) Memberi bimbingan kepada guru dalam menggunakan teknologi
informasi dan komunikasi untuk pembelajaran
8) Memberi bimbingan kepada guru dalam pemanfaatan hasil
penilaian
untuk
perbaikan
mutu
pendidikan
dan
pembelajaran/pembimbingan.
9) Memberikan bimbingan kepada guru untuk melakukan refleksi
hasil-hasil yang dicapainya
b. Pemantauan :
Pelaksanaan standar isi, standar kompetensi lulusan, standar proses,
dan standar penilaian
c. Penilaian ( Kinerja Guru) :
1) merencanakan pembelajaran;
2)
3)

melaksanakan pembelajaran;
menilai hasil pembelajaran;

4)
5)

membimbing dan melatih peserta didik, dan


melaksanakan tugas tambahan yang melekat pada
pelaksanaan kegiatan pokok sesuai dengan beban kerja guru

.
Untuk meningkatkan profesionalisme guru dalam melaksanakan
tugasnya ditindaklanjuti dengan kegiatan bimbingan dan pelatihan guru
dengan tahapan sebagai berikut:
program
pembimbingan
dan
pelatihan
1) menyusun
profesional guru di MGMP/MGP dan sejenisnya
2) melaksanakan pembimbingan dan pelatihan profesional guru
Laporan Supervisi Akademik & manajerial SMA/SMK suaidin-dompu
Page 6

3)
4)

mengevaluasi hasil pembimbingan dan pelatihan profesional guru


melaksanakan pembimbingan
dan pelatihan professional
guru dalam pelaksanaan penelitian tindakan kelas

Bidang peningkatan kemampuan profesional guru difokuskan pada


pelaksanaan standar nasional pendidikan, yang meliputi:
1) kemampuan guru dalam melaksanakan standar isi, standar proses,
standar kompetensi lulusan/standar tingkat pencapaian perkembangan
(bagi TK), dalam kerangka pengembangan KTSP,
2) pembelajaran yang Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif,
Efektif dan Menyenangkan (PAIKEM) termasuk penggunaan media
yang relevan, c.
pengembangan bahan ajar,
3) penilaian proses dan hasil belajar
4) PTK untuk perbaikan/pengembangan
metode pembelajaran,
2. Kepengawasan Manajerial
Supervisi manajerial atau pengawasan manajerial merupakan fungsi supervisi
yang berkenaan dengan aspek pengelolaan sekolah yang terkait langsung
dengan peningkatan efisiensi dan efektivitas sekolah yang mencakup
perencanaan, koordinasi, pelaksanaan, penilaian, pengembangan kompetensi
sumber
daya
tenaga
pendidikdan
kependidikan.
Dalam melaksanakan fungsi manajerial, pengawas sekolah berperan sebagai:
(1) fasilitator dalam proses perencanaan, koordinasi, pengembangan
manajemen sekolah, (2) asesor dalam mengidentifikasi kekuatan dan
kelemahan serta menganalisis potensi sekolah, (3) informan pengembangan
mutu
sekolah, dan (4) evaluator terhadap hasil pengawasan.
a.

Pembinaan:
Tujuan:
Tujuan pembinaan kepala sekolah yaitu peningkatan pemahaman
dan pengimplementasian kompetensi yang dimilik oleh kepala sekolah
dalam melaksanakan tugasnya sehari- hari untuk mencapai Standar
Nasional Pendidikan ( SNP )
Ruang Lingkup:
1)

2)

Pengelolaan sekolah yang meliputi penyusunan program


sekolah berdasarkan SNP, baik rencana kerja tahunan maupun
rencana kerja 4 tahunan, pelaksanaan program, pengawasan dan
evaluasi internal, kepemimpinan sekolah dan Sistem Informasi
Manajemen (SIM).
Membantu Kepala Sekolah melakukan evaluasi diri sekolah

Laporan Supervisi Akademik & manajerial SMA/SMK suaidin-dompu


Page 7

3)
4)
5)

(EDS) dan merefleksikan hasil-hasilnya dalam upaya penjaminan


mutu pendidikan.
Mengembangkan perpustakaan dan laboratorium serta sumbersumber belajar lainnya.
Kemampuan
kepala sekolahdalam membimbing
pengembangan program bimbingan konseling di sekolah.
Melakukan pendampingan terhadap kepala sekolah dalam
pengelolaan dan administrasi sekolah (supervisi manajerial), yang
meliputi:
a) Memberikan masukan dalam pengelolaan dan administrasi
kepala sekolah berdasarkan manajemen peningkatan mutu
pendidikan di sekolah
b) Melakukanpendampingan
dalam
melaksanakan
bimbingan konseling di sekolah.
c) Memberikan bimbingan kepada kepala sekolah untuk
melakukan refleksi hasil-hasil yang dicapainya.

b. Pemantauan:
pelaksanaan standar nasional pendidikan di sekolah dan
memanfaatkan hasil- hasilnya untuk membantu kepala sekolah
mempersiapkan akreditasi sekolah.
c.

Penilaian:
Penilaian kinerja kepala sekolah tentang pengelolaan sekolah
sesuai dengan standar nasional pendidikan.
Metode kerja yang dilakukan pengawas sekolah antara lain observasi,
kunjungan atau pemantauan, pengecekan/klarifikasi data, kunjungan
kelas, rapat dengan kepala sekolah dan guru-guru dalam pembinaan.
Untuk meningkatkan profesionalisme kepala
sekolah
dalam
melaksanakan tugasnya ditindaklanjuti dengan kegiatan bimbingan dan
pelatihan kepala sekolah dengan tahapan sebagai berikut:\
1) menyusun program pembimbingan dan pelatihan profesional
kepala sekolah di KKKS/MKKS dan sejenisnya.
2)
3)

4)
5)

melaksanakan pembimbingan dan pelatihan profesional


kepala sekolah.
melaksanakan pembimbingan dan pelatihan kepala sekolah dalam
menyusun program sekolah, rencana kerja, pengawasan dan
evaluasi, kepemimpinan sekolah, dan sistem informasi dan
manajemen
mengevaluasi hasil pembimbingan dan pelatihan profesional
kepala sekolah
melaksanakan pembimbingan dan pelatihan profesional kepala
sekolah dalam pelaksanaan penelitian tindakan kelas/sekolah

Laporan Supervisi Akademik & manajerial SMA/SMK suaidin-dompu


Page 8

Kegiatan pembimbingan dan pelatihan profesional guru dan/atau


masuk kepala sekolah oleh setiap pengawas sekolah dilaksanakan
paling sedikit 3 (tiga) kali dalam satu semester secara berkelompok
dalam kegiatan di sekolah binaan MGMP/MGP/KKKS/MKKS/K3SK.
Kegiatan ini dilaksanakan terjadwal baik waktu maupun jumlah jam
yang diperlukan untuk setiap kegiatan sesuai dengan tema atau jenis
keterampilan dan kompetensi guru yang akan ditingkatkan. Dalam
pelatihan ini diperkenalkan kepada guru hal-hal yang inovatif
sesuai dengan tugas pokok guru dalam pembelajaran/pembimbingan.
Kegiatan pembimbingan dan pelatihan profesionalisme guru
ini dapat berupa bimbingan teknis, pendampingan, workshop,
seminar, dan group conference, yang ditindaklanjuti dengan
kunjungan kelas melalui supervisi akademik.
Selain melaksanakan tugas kepengawasan sesuai dengan ruang lingkup
di atas, setiap pengawas harus melakukan pengembangan profesi yang
meliputi:
1) pembuatan karya tulis dan/atau karya ilmiah dibidang pendidikan
formal/pengawasan.
2) penerjemahan/penyaduran buku dan/atau karya ilmiah dibidang
pendidikan formal/pengawasan.
3) pembuatan karya inovatif.
Kegiatan penunjang tugas pengawas sekolah dapat dilakukan
melalui:
1) peranserta dalam seminar/lokakarya dibidangpendidikan
formal /kepengawasan sekolah.
2) keanggotaan dalam organisasi profesi.
3) keanggotaan dalam tim penilai angka kredit jabatan
fungsional Pengawas Sekolah

Laporan Supervisi Akademik & manajerial SMA/SMK suaidin-dompu


Page 9

BAB II
KERANGKA BERPIKIR DAN PEMECAHAN MASALAH
A. Kerangka berpikir

Siklus Kerangka berpikir pengawasan dan pemecahan masalah dalam


pelaksanaan pengawasan sekolah sebagai berikut .
a. Diawali penyusunan program kerja yang dilandasi oleh hasil pengawasan
pada tahun sebelumnya. Dengan berpedoman pada program kerja yang
disusun, dilaksanakan kegiatan inti pengawasan meliputi penilaian,
pembinaan, dan pemantauan pada setiap komponen sistem pendidikan di
sekolah binaannya.
b. Pada tahap berikutnya pengolahan dan analisis data hasil penilaian,
pembinaan, dan pemantauan dilanjutkan dengan evaluasi hasil pengawasan
dari setiap sekolah dan dari semua sekolah binaan.
c. Berdasarkan hasil analisis data, disusun laporan hasil pengawasan yang
menggambarkan sejauh mana keberhasilan tugas pengawas dalam
meningkatkan kualitas proses dan hasil pendidikan di sekolah binaan.
d. Tahap akhir dari satu siklus kegiatan pengawasan adalah menetapkan tindak
lanjut untuk program pengawasan tahun berikutnya berdasarkan hasil
evaluasi komprehensif terhadap seluruh kegiatan pengawasan dalam satu
periode.Dari siklus proses pengawasan inilah ,laporan kegiatan pengawasan
merupakan tahapan yang sangat penting dan strategis.
Kerangka berpikir siklus kegiatan pengawasan digambarkan sebagai
berikut:
PROGRAM
PENGAWASAN

TINDAK LANJUT

LAPORAN

PENILAIAN

PENGAWASAN
SEKOLAH

EVALUASI

PEMBINAAN

PEMANTAUAN

Laporan Supervisi Akademik & manajerial SMA/SMK suaidin-dompu


Page 10
ANALISIS HASIL
PENGAWASAN

Gambar 2.1. Siklus Kegiatan Pengawasan Sekolah

B. Pemecahan masalah
Optimalisasi pencapaian program satuan pendidikan dapat terwujud jika
seluruh proses kegiatan yang mencakup perencanaan, pelaksanaan, monitoring,
evaluasi, dan pelaporannya dapat terlaksana secara intens, komprehensif, dan
terjadwal secara akurat.
Sekolah seyogyanya memiliki kemampuan dalam membuat kebijakan
dan program yang terarah dan tepat sasaran, dengan memaksimalkan kekuatan
(strenght) dan peluang (opportunity) yang dimiliki seta menanggulangi
kelemahan dan ancaman yang mungkin dapat menjadi faktor penghambat.
Karenanya setiap satuan pendidikan haruslah memiliki team work yang
kompak, cerdas, dan dinamis, serta adanya partisipasi yang tinggi dari seluruh
warga sekolah. Setiap mereka wajib membekali diri dengan pengetahuan dan
keterampilan (skill), baik akademik maupun manajerial yang dapat mereka
peroleh melaui pendidikan dn latihan, work shop, maupun pengkajian pustaka,
dan dokumentasi.
Sungguhpun demikian dalam kenyataannya tidak semua warga sekolah
memiliki kemauan dan kesempatan untuk mengikuti kegiatan yang dimaksud.
Bagitu pula dalam hal upaya pengembangan potensi diri melalui studi pustaka
pun ternyata belum dapat diharap banyak dan masih membutuhkan motivasi
eksternal.
Dari realita di atas, maka peran pengawas satuan pendidikan dalam
membina, membimbing, dan memotivasi pendidik dan tenaga kependidikan
memiliki arti yang amat urgen. Pemberian bimbingan, pembinaan, dan
dorongan yang dilakukan secara intensif berkesinambungan merupakan solusi
logis pencapaian program dan acuan dalam upaya mewujudkan target secara
maksimal.

Laporan Supervisi Akademik & manajerial SMA/SMK suaidin-dompu


Page 11

Laporan Supervisi Akademik & manajerial SMA/SMK suaidin-dompu


Page 12

BAB III
PENDEKATAN DAN METODE
Untuk mendapatkan hasil yang optimal, dan agar dalam pelaksanaan
kepengawasan dapat lebih efektif, efisien, dan tepat guna, maka perlu memilih
pendekatan dan metode yang sesuai.
A.

Pendekatan
Pendekatan
yang dilakukan pengawas dalam melaksanakan tugas
kepengawasannya adalah teknik supervisi yang bersifat kooperatif dan kolaboratif,
karena dalam supervisi sudah mengandung makna pembinaan, penilaian dan juga
pemantauan sampai sejauh mana sasaran pembinaan sudah dilaksanakan sebagaimana
diuraikan dalam siklus pengawasan pada bab sebelumnya.
1.
Kooperatif : yaitu kegiatan yang dilakukan dalam suatu kelompok untuk
kepentingan bersama (mutual benefit)
2.
Kolaboratif : yaitu kerja sama dalam pemecahan masalah dan atau penyelesaian
tugas dimana tiap anggota melaksanakan fungsinya yang saling mengisi dan
melengkapi

B.

Metode
Metode yang digunakan dalam melaksanakan pengawasan sekolah sangat
bervariasi, bergantung kepada situasi dan kondisi yang dihadapi pada saat melaksanakan
pengawasan. Secara garis besar dapat penulis uraikan sebagai berikut:
1. Observasi langsung, yaitu pengawas secara langsung mengamati objek
pengawasan. Metode tersebut oleh pengawas digunakan untuk melakukan
supervise kunjungan kelas untuk mengamati penampilan guru dalam
pelaksanaan pembelajar
2. Wawancara baik secara langsung maupun berbasis ICT dimaksudkan untuk
memperoleh data/informasi yang lebih akurat.
Metode tersebut digunakan untuk menggali data dari beberapa stakeholder
sekolah terhadap :Pemenuhan delapan standar nasional pendidikan SNP) dan
Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Dan data tersebut untuk cross check
dengan data yang diperoleh dari pengisian kuesioner tertutup .
3. Kunjungan kelas dilakukan pengawas khususnya untuk memperoleh gambaran
nyata tentang proses pembelajaran, baik melalui supervisi kelas maupun
supervisi klinis.
4. Pemodelan dilakukan pengawas untuk memberikan gambaran nyata atau contoh
langsung. Model dapat diambil dari salah satu guru, kepala sekolah, tenaga
kependidikan lain, atau bahkan pengawas sekolahnya.
5. Dengar pendapat diperlukan bila menghadapi permasalahan tertentu di sekolah
binaan, dimaksudkan untuk memperoleh masukan yang lebih lengkap dan akurat
tentang permasalah yang sedang dibahas/dihadapi.
Laporan Supervisi Akademik & manajerial SMA/SMK suaidin-dompu
Page 13

6. Pendidikan dan pelatihan atau BIMTEK dimaksudkan untuk membekali guru,


kepala sekolah atau tenaga kependidikan lainnya sesuai situasi dan kebutuhan.
7. Workshop diadakan sesuai kebutuhan sekolah binaan, dimaksudkan untuk
meningkatkan kemampuan dan keterampilan SDM di sekolah binaan.
8. Sharing hampir serupa dengan dengar pendapat, hanya penekanannya lebih
kepada upaya untuk berbagi pengalaman dan pendapat, tidak harus ada kasus
khusus di sekolah. Sharing bisa dilakukan kapan saja dan dengan media yang
lebih luas.
9. Studi dokumen dimaksudkan untuk memperoleh gambaran nyata dan bukti fisik/
autentik tentang keterlaksanaan suatu kegiatan. Jadi studi dokumenter tidak
sekedar mengumpulkan dan menuliskan atau melaporkan dalam bentuk kutipankutipan tentang sejumlah dokumuen yang dilaporkan dalam penelitian adalah
hasil analisis terhadap dokumen-dokumen tersebut. Metode tersebut digunakan
untuk meneliti RPP untuk dianalisis dibandingkan dengan aturan standar proses .
Dari beberapa pendekatan dan metode diatas pada intinya digunakan
untuk saling melengkapi dalam upaya mendapatkan data yang valid dan
akuntabel untuk dijadikan dasar pembuatan pelaporan .

Laporan Supervisi Akademik & manajerial SMA/SMK suaidin-dompu


Page 14

BAB IV
HASIL PENGAWASAN DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Kondisi Awal Objek Pengawasan
Pengawasan dilakukan di satuan pendidikan sesuai wilayah binaan
masing-masing pengawas. Pada

Tahun Pelajaran 2011/2012, objek (guru /

sekolah) yang menjadi binaan penulis meliputi 67 orang guru matematuka dan
TIK di 32 SMA/SMK kabupaten Dompu .Serta ada 3 (tiga) sekolah binaan
khusus.

Dari hasil pengawasan tahun sebelumnya guru-guru pada sekolah-

sekolah tersebut dan sekolah binaan khusus , pada umumnya belum


menunjukkan hasil yang memuaskan, sebagaimana tabel berikut :(TABEL : I )

Laporan Supervisi Akademik & manajerial SMA/SMK suaidin-dompu


Page 15

Untuk peningkatan status kinerja guru maupun sekolah- sekolah masih


ada peluang dari beberapa sekolah maupun guru yang mendapat kategori B
menuju ke A, dari yang kategori C menuju B dan dari yang D menuju C .
sedangkan yang lain ada beberapa sekolah yang kecil kemungkinan untuk
dipacu menuju SSN karena berbagai kendala, terutama pada keterbatasan lahan
dan sumber daya pendukung.
Berdasarkan fakta di atas maka penulis telah mencoba meningkatkan
efektifitas kepengawsan melalui aplikasi pendekatan yang berbeda, sesuai
dengan situasi dan kondisi masing-masing sekolah, dalam upaya untuk mencapai
hasil yang lebih baik.
B. Deskripsi Hasil Pengawasan
Pengawasan yang dilakukan pada pada semster Gazal tahun pelajaran
2012 /2013

mengacu pada rencana pengawasan yang bersifat akademik

dan manajerial.

Pengawasan akademik difokuskan pada pencapaian

kompetensi pendidik (guru), sementara pengawasan manajerial lebih


difokuskan pada kemampuan kepala sekolah dan tenaga kependidikan
lainnya dalam pengelolaan satuan pendidikan (Sekolah).
Kepengawasan akademik yang dilakukan ditekankan pada aspek
pencapaian standar isi dan standar proses yang meliputi dokumen
Administrasi perencanaan pembelajaran , silabus dan RPP dan supervisi
kunjungan kelas. Sementara kepengawasan manajerial penekanannya pada
aspek kelengkapan dokumen administrasi sebagai bukti fisik bahwa
pengelolaan sekolah sudah dilaksanakan dengan baik. Bukti fisik dokumen
Laporan Supervisi Akademik & manajerial SMA/SMK suaidin-dompu
Page 16

terutama pada Penerimaan siswa baru (PSB), Ulangan Harian, Ulangan


Tengah Semester (UTS) dan Ulangan Akhir Semester (UAS) semseter ganjil
2012/2013 , dan dokumen Kurikulum tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).
Waktu pelaksanaan pengawasan mengacu pada Program Tahunan
(PROTA) dan Program Semester (PROMES) yang telah disusun
sebelumnya.
Berikut disajikan dalam bentuk tabel / matrik diskripsi pembahasan.Hal
tersebut dimaksudkan agar mudah melihat permasalahan yang ada di setiap
sekolah binaan dan tindak lanjut apa yang dilakukan .
1. Hasil Pemantuan PSB/PPDB
a. Tabel 2 : SMAN 1 Kempo

b. Tabel 3 : SMA TD KOSGORO

Laporan Supervisi Akademik & manajerial SMA/SMK suaidin-dompu


Page 17

c. Tabel 4 : SMAN 3 WOJA

Laporan Supervisi Akademik & manajerial SMA/SMK suaidin-dompu


Page 18

2. Tabel 5 : Hasil Pemantauan Pelaksanaan 8 SNP


a. SMAN 1 KEMPO

b. SMA TD KOSGORO

c. SMAN 3 WOJA

Laporan Supervisi Akademik & manajerial SMA/SMK suaidin-dompu


Page 19

3. Hasil Penilaian Kinerja Guru Matematika dan TIK/KKPI


a.
Tabel 6: Kategori dan kulaifikasi kinerja guru pada tabel berikut :

b.

Tabel

7:Hasil

Penilaian

Kinerja

Guru

Merencanakan

Pembelajaran
Data hasil penilaian kinerja guru matematika dan TIK merencanakan
pembelajaran disajikan dalam bentuk tabel berikut :

Laporan Supervisi Akademik & manajerial SMA/SMK suaidin-dompu


Page 20

c. Tabel 8: Hasil Penilaian Kinerja Guru Melaksanakan Pembelajaran


Data hasil penilaian kinerja guru melaksanakan pembelajaran disajikan
dalam bentuk tabel berikut:

d. Tabel 9: Hasil Penilaian Kinerja Guru Melaksanakan Penilaian Pembelajaran


Data hasil penilaian kinerja guru melaksanakan penilaian pembelajaran
disajikan dalam bentuk tabel berikut:

Laporan Supervisi Akademik & manajerial SMA/SMK suaidin-dompu


Page 21

e.

Tabel 10:Nilai Akhir Kinerja Guru Matematika , TIK /KKPI Kab.Dompu

4. Hasil Penilaian Guru Sekolah Binaan Khusus Sman 1 Kempo


a. Tabel,11: Data Kinerja guru membuat administasi
pembelajaran disajikan dalam bentuk tabel berikut :

perencanaan

Laporan Supervisi Akademik & manajerial SMA/SMK suaidin-dompu


Page 22

b. Tabel 12:Data Kinerja Guru Melaksanakan Pembelajaran disajikan


dalam bentuk tabel berikut:

c.

Tabel 13: Data Kinerja Guru Melaksanakan Penilaian Pembelajaran


disajikan dalam bentuk tabel berikut:

d.

Tabel 14: Nilai Akhir Kinerja Guru SMAN 1 Kempo

Laporan Supervisi Akademik & manajerial SMA/SMK suaidin-dompu


Page 23

5. Hasil Penilaian Guru Sekolah Binaan Khusus SMA TD Kosgoro Dompu


a. Tabel 15: Data Kinerja guru membuat administasi perencanaan
pembelajaran disajikan dalam bentuk tabel berikut :

b. Tabel 16:Data Kinerja Guru Melaksanakan Pembelajaran disajikan


dalam bentuk tabel berikut:

Laporan Supervisi Akademik & manajerial SMA/SMK suaidin-dompu


Page 24

c. Tabel 17:Data Kinerja Guru Melaksanakan Penilaian Pembelajaran disajikan


dalam bentuk tabel berikut:

d. Tabel 18:Nilai Akhir Kinerja Guru SMA TD Kosgoro Dompu

6. Hasil Pembimbingan dan Pelatihan Profesional Guru


a. Tabel 19 :Pra Pembinaan Minat Guru Terhadap PTK (Evaluasi Diri)

Laporan Supervisi Akademik & manajerial SMA/SMK suaidin-dompu


Page 25

b. Tabel 20:Pra Pembinaan: Kemampuan Guru Melaksanakan PTK

Laporan Supervisi Akademik & manajerial SMA/SMK suaidin-dompu


Page 26

c. Tabel 18:Hasil Pembimbingan Penulisan Karya Tulis


Ilmiah (PTK)

Laporan Supervisi Akademik & manajerial SMA/SMK suaidin-dompu


Page 27

Laporan Supervisi Akademik & manajerial SMA/SMK suaidin-dompu


Page 28

Laporan Supervisi Akademik & manajerial SMA/SMK suaidin-dompu


Page 29

Laporan Supervisi Akademik & manajerial SMA/SMK suaidin-dompu


Page 30

Laporan Supervisi Akademik & manajerial SMA/SMK suaidin-dompu


Page 31

Laporan Supervisi Akademik & manajerial SMA/SMK suaidin-dompu


Page 32

Laporan Supervisi Akademik & manajerial SMA/SMK suaidin-dompu


Page 33

Laporan Supervisi Akademik & manajerial SMA/SMK suaidin-dompu


Page 34

d. Tabel 19: Hasil Penilaian PTK

Laporan Supervisi Akademik & manajerial SMA/SMK suaidin-dompu


Page 35

Laporan Supervisi Akademik & manajerial SMA/SMK suaidin-dompu


Page 36

Laporan Supervisi Akademik & manajerial SMA/SMK suaidin-dompu


Page 37

C. Pembahasan Hasil Pengawasan


1. Penilaian Kinerja Guru
Penilaian kinerja guru yang dimaksud adalah penilain kinerja
guru dalam merencanakan pembelajaran yang meliputi administrasi
pembelajaran , dan pembuatan silabus dan RPP. Serata Penampilan Guru
dalam pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan Permendiknas nomor 41
tahun 2007 tentang standar Proses yang mengamanatkan seorang guru
wajib merencanakan proses pembelajaran , melaksanakan proses
pembelajaran , melakukan proses penilaian hasil pembelajaran dan
pengawasan proses pembelajaran .
Penilaian pada RPP difokuskan pada komponen : a).Tujuan
pembelajaran , b).bahan belajar , c).metode pembelajaran , d).media
pembelajaran dan e). evaluasi
Sedangkan penilaian pada penampilan guru dalam pelaksanaan
pembelajaran difokuskan pada : a). Kegiatan Pendahuluan, b). Kegiatan
Inti ( Eksplorasi, Elaborasi dan Komfirmasi ) dan c). Kegiatan Penutup .
Dari hasil penilaian kinerja 85 guru matematika dan TIK
didapatkan hasil pengolahan data sebagai berikut :
1). Nilai rata-rata Kinerja guru pembuatan persipan pembelajaran
adalah 83,40 (termasuk dalam kategori B, baik ), dengan
presentase kinerja kategori A 14,12%. Presentase kinerja kategori B
85.88% . Presentase kinerja kategori C dan 0% atau tidak ada guru
yang mempunyai kinerja C dan D untuk komponen perencanaan
pembelanjara .Dari hasil supervise kinerja guru membuat
administrasi perencanaan pebelajaran disimpulnan
berada pada
kategori A dan B. Dari tiap komponen perencanaan pembelajaran
yang belum lengkap atau masih ditingkatkan adalah berturut-turut :
komponen Analisis SK/KD, RPP, Dokumen KKM, dan silabus.
2). Nilai rata-rata Kinerja guru dalam pelaksanaan pembelajaran
adalah 75,34 (kategori B ) dengan presentase kinerja kategori
A=11,76% , Kategori B=88,24%, kategori C dan D =0% atau tidak
ada guru yang nilai kinerja C atau D pada komponen pelksanaan
pembelajaran.
3). Nilai rata-rata Kinerja guru dalam penilaian pembelajaran adalah
82,35 (kategori B ) dengan presentase kinerja kategori A=22,35% ,
Kategori B=77,65%, kategori C dan D =0% atau tidak ada guru
yang nilai kinerja C atau D pada komponen penilaian pembelajaran.
(N. Persiapan pemb) + (2 x N. pel pemb )+(N. Penilaian
Pembel)
NA KG=
4
= 79,11 = Kategori Baik (B)
Laporan Supervisi Akademik & manajerial SMA/SMK suaidin-dompu
Page 38

Dengan demikian dari rangkuman instrumen hasil supervisi diketahui indikator


keberhasilan kepengawasan akademik mencapai 79,11 artinya bahwa secara umum
kemampuan rata-rata guru yang telah dijadikan objek supervisi perencanaan ,
pelaksanaan, dan penialain pembelajaran dalak kategori BAIK. Sedangkan untuk
guru yang belum sempat disupervisi pengawas, pelaksanaannya diserahkan kepada
kepala sekolah masing-masing.
Berikut disajikan dalam bentuk tabel / matrik diskripsi pembahasan, agar
mudah melihat permasalahan yang ada di setiap sekolah binaan dan tindak lanjut apa
yang dilakukan .
Tabel 20 :Diskripsi matrik pembahasan :

2.

Pemantauan 8 (delapan) Standar Nasional Pendidikan


Pemantauan 8 standar nasional meliputi standar Isi dan SKL , standar
Proses ,standar Pendidik dan tenaga kependidikan ,standar sarpras ,standar
pengelolaan ,standar pembiayaan , standar penilaian dan Dukungan
eksternal .Dari hasil pemantauan tersebut telah dipaparkan di atas dan bisa
kita lihat ketercapaian 8 standar nasional pendidikan di setiap sekolah .

Laporan Supervisi Akademik & manajerial SMA/SMK suaidin-dompu


Page 39

Berikut ini akan dibahas mengenai permasalahan atau kendala yang


dihadapi sekolah sekaligus memberi alternative untuk pemecahan
masalah /tindak lanjut dalam upaya tercapainya pemenuhan 8 standar
nasional pendidikan .
1). Tabel 21:CAPAIAN SNP SMAN 1 KEMPO
Nama Kepala sekolah : Drs.Muhdar

2). Tabel 22:CAPAIAN SNP SMA KOSGORO DOMPU


Kepala Sekolah : Pahlawan Indra Jaya,SE

Laporan Supervisi Akademik & manajerial SMA/SMK suaidin-dompu


Page 40

3). Tabel 23:CAPAIAN SNP SMAN 3 WOJA


Nama Kepala Sekolah : M.Umar,S.Pd,M.MPd

3.

Pembimbingan dan Pelatihan Profesional Guru

Laporan Supervisi Akademik & manajerial SMA/SMK suaidin-dompu


Page 41

Melihat data Pembimbingan dan Pelatihan Profesional Guru dalam PTK di atas,
dapat disimpulkan bahwa guru banyak yang belum pernah melaksanakan
penelitian tindakan kelas. Tetapi guruguru sebagian besar kurang berani
menyatakan tidak tahu atau tidak memahami tentang penelitian tindakan kelas.
Alasan sementara yang diperoleh berdasarkan wawancara masih banyak tugas lain
yang harus dikerjakan.
Pembahasan terhadap permasalahan penelitian tindakan kelas dan profil
kelompok guru SMP/SMA/SMK Negeri maupun Swasta di Kabupaten Dompu
sebagai berikut.
Tabel 24 Berikut adalah profil guru sesudah mengikuti pembinaan tentang
penelitian tindakan kelas.

Keterangan:
85,01 % - 100 %
70,01 % - 85,00%
56,01 % - 70,00 %
56

=
=
=
=

Sangat Baik
Baik
Cukup
Kurang

Pada tabel 16 merupakan gambaran kondisi yang sebenarnya karena belum


mendapat pembinaan, sebagai bukti bahwa guru-guru yang menyatakan belum
pernah melaksanakan penelitian tindakan kelas (PTK) cukup banyak mencapai
81,37%. Kemudian setelah menerima pembinnaan pada minat guru terhadap
penelitian tindakan kelas (PTK) seperti yang terlihat pada tabel 24 menunjukkan
yang sangat berminat 67,24 % dan 31,07 %, sedikit berminat dan yang
belum berminat pun masih ada 1,70 %. Hal ini membuktikan bahwa guru-guru
ada keinginan untuk melaksanakan PTK, namun masih ada beberapa kendala
seperti hasil wawancara bahwa guru-guru belum pernah mengikuti pelatihan
Laporan Supervisi Akademik & manajerial SMA/SMK suaidin-dompu
Page 42

khusus tentang PTK dan banyak pekerjaan lain yang harus dikerjakan, tetapi saya
berkeyakinan apabila dimotivasi dan didorong terus dengan berbagai pendekatan
dan diberi peluang apalagi reward oleh kepala sekolah, lambat laun guru-guru
akan termotivasi untuk melaksanakan dan akan membuahkan PTK.
Evaluasi diri setelah pembinaan tentang PTK guru-guru yang sangat memahami
PTK mencapai 39,34 % dan yang memahami sebagian 57,77 % , yang tahu akan
manfaat PTK 70,84% dan yang tahu sebagian 29,16% berarti tidak ada yang tidak
tahu akan manfaat PTK. Tetapi tentang prinsip-peinsip PTK masih ada yang
belum tahu seperti terlihat pada tabel 24.
Dari hasil pembinaan PTK tersebut, ketercapaian rata-rata untuk minan
dan evaluasi diri yang sangat memahami PTK 39,34 % tergolong masih sangat
kurang, yang memahami sebagian 57,77% tergolong cukup, tetapi bila digabung
hanya memahami saja tergolong sangat baik 97,11%. Fokus utama sebetulnya
berkenaan dengan minat guru untuk melaksanakan PTK, melihat rata-rata dari 3
kali pembinaan menunjukkan sangat berminat 67,24 berarti baru tergolong
cukup, dan yang sedikit berminat 31,07% , jadi bila dilihat dari sisi minatnya
tergolong sangat baik menunjukkan 98,31%. Yang tahu tentang manfaat PTK
70,84% berarti tergolong Baik, tetapi bila digabungkan dengan tahu sebagian
29,16 berarti tergolong sangat baik dan yang tahu prinsip-prinsip PTK 38,78
% yang tahu sebagian 56,00 % berarti tergolong sangat baik 94,78 %. Bila
dihitung rata-rata keseluruhan tabel 3 sesuai dengan yang diharapkan mencapai
54,05 % tergolong Kurang berarti masih sangat perlu pembinaan.
Secara keseluruhan bisa dilihat pada tabel 24, dari hasil pembinaan
terbukti bahwa minat guru untuk melaksanakan PTK ada peningkatan.
Peningkatan minat seperti yang tertuang pada tabel 24 di atas, memungkinkan
pembinaan masih perlu terus dilaksanakan dan penelitian pun perlu ditindaklanjuti, jangan sampai ada anggapan karena sudah 3 kali diberi bimbingan oleh
pengawas, maka jawaban yang diberikan kurang cocok tujuan pembinaan. Melalui
pembinaan hanya merupakan salah satu cara agar guru memiliki keinginan untuk
mengembangkan kreativitasnya dalam menulis berbagai kejadian selama
pembelajaran dan dituangkan menjadi sebuah penelitian tindakan kelas (PTK).
Yang pasti, apabila ada kemauan pasti ada hasil walaupun tidak banyak. Pada
tabel berikut menggambarkan kemampuan guru sebagai modal dasar untuk
Laporan Supervisi Akademik & manajerial SMA/SMK suaidin-dompu
Page 43

melaksanakan PTK dengan perhitungan dari siklus ke siklus dan dari jawaban
yang diharapkan/benar di gabung dan dihitung rata-ratanya.

Laporan Supervisi Akademik & manajerial SMA/SMK suaidin-dompu


Page 44

BAB V
PENUTUP
A. Simpulan
Berdasarkan uraian pada bab sebelumnya dapat ditarik kesimpulan
bahwa kepengawasan (supervisi) dan pembinaan yang dilakukan secara intens
dan berkesinambungan melalui pendekatan dan metode yang sesuai dapat
meningkatkan hasil kepengawasan baik akademik maupun manajerial.
Peningkatan kemampuan guru dalam menyusun perencanaan dan
melaksanakan pembelajaran memang tidak bisa instan, serta belum mampu
menjangkau semua guru di wilayah binaan. Untuk itu perlu pembinaan intens
dan

terus-menerus

agar kemampuan profesional guru semakin meningkat,

terutama di sekolah-sekolah swasta kecil.


Peningkatan kemampuan kepala sekolah dan tenaga kependidikan
lainnya dalam mengelola sekolah sudah semakin baik, meski masih ada sekolah
yang sangat sulit untuk ditingkatkan statusnya karena keterbatasan dalam segala
aspek/komponen. Di sinilah peran pengawas selaku supervisor dan konsultan
sangat diperlukan untuk membuat pengelolaan pendidikan menjadi semakin
baik.
B. Rekomendasi
Berdasarkan pada hasil dan kesimpulan di atas penulis menyampaikan
rekomendasi kepada kepala dinas dan para pengambil kebijakan di bidang
pendidikan,:
Bagi Pemangku kepentingan di tingkat Kabupaten :
1. Untuk Peningkatan kinerja guru :
a. Untuk meningkatkan kinerja guru , pemangku kepentingan tingkat
Kabupaten perlu membuat kebijakan tentang pemenuhan standar sarana dan
prasarana .Seperti yang segera dipenuhi RKB,Ruang multi media ,Lap Top ,
LCD .
b. Sosialisasi Permendiknas no.41 th.2007 tentang standar proses terus
dilakukan selama penyusunan RPP belum mengacu ke sana .
c. Adanya pelatihan pemanfaatan computer mikro sebagai alat bantu / media
pembelajaran .Misal dengan aplikasi software : power point ,Ms word dan
Exel atau yang lain selama membantu guru dalam PBM.
2. Untuk Pemenuhan 8 (delapan standar nasional pendidikan )
Laporan Supervisi Akademik & manajerial SMA/SMK suaidin-dompu
Page 45

a. Dinas pendidikan dalam upaya pemberian grant/bentuk bantuan apapun ke


sekolah agar melibatkan pengawas sekolah. Karena Pengawas sekolah yang
lebih mengetahui kondisi sebenarnya di sekolah .Hal ini sangat penting
karena banyak sekolah yang semestinya wajib mendapat bantuan ternyata
bantuan itu diberikan ke sekolah yang mestinya tidak perlu .
b. agar peran pengawas lebih dioptimalkan, karena pengawaslah ujung
tombak dalam melakukan pembinaan di sekolah-sekolah dalam rangka
mewujudkan pendidikan yang berkualitas, baik di bidang akademik
maupun manajerial.
Bagi Kepala sekolah
1. Meningkatkan intensitas pemeriksaan perencanaan pembelajaran yang disusun
oleh guru
2. Meningkatkan intensitas supervise akademik /kunjungan kelas untuk
mengetahui penampilan pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan guru sebagai
bentuk implementasi penyusunan RPP.
Korwas SMP/SMA/SMK

Dompu,

Juli 2011

Pengawas sekolah,
H.Muchtar Ali,S.Pd

Drs.Suaidin

NIP.195410091979031008

NIP 196301081987031013

Mengetahui
Kepala Dinas Dikpora Kab.Dompu

H.Ictiar, SH
NIP. 196612311988031325

Laporan Supervisi Akademik & manajerial SMA/SMK suaidin-dompu


Page 46

Sasaran pengawasan sekolah yang menjadi daerah binaan , yaitu :


NO
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20

NAMA SEKOLAH

KECAMATAN
Dompu

Woja

Manggelewa

Kempo

Kilo
Pekat

Laporan Supervisi Akademik & manajerial SMA/SMK suaidin-dompu


Page 47

Pajo

Hu.u

Laporan Supervisi Akademik & manajerial SMA/SMK suaidin-dompu


Page 48