Anda di halaman 1dari 7

A.

PENDAHULUAN
Sebuah organisasi membutuhkan peran seorang pemimpin yang sangat
penting. Pemimpin dibutuhkan untuk memimpin anggota dalam mencapai tujuan
bersama. Seorang pemimpin harus dapat memimpin bawahannya dengan baik melalui
kemampuan yang dimiliki. Namun, pada saat ini banyak orang yang mengalami krisis
kepemimpinan. Hal tersebut disebabkan karena tidak adanya kepedulian terhadap
kepentingan orang banyak dan lingkungannya. Banyak orang yang tidak merasa
mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk memikirkan dan mencari pemecahan
masalah secara bersama-sama. Keadaan tersebut akan membuat suatu organisasi tidak
mencapai tujuan yang diinginkan apabila memiliki pemimpin yang tidak bertanggung
jawab. Pemimpin dengan keadaan tersebut tentunya tidak diinginkan dalam suatu
organisasi, sehingga dibutuhkan kepemimpinan yang efektif dari seorang pemimpin.
Tulisan ini akan membahas mengenai karakteristik pemimpin efektif
berdasarkan kasus berikut ini :
Anda seorang lulusan Nurse dan diterima menjadi perawat di ruang rawat inap,1 bulan
anda bekerja dan anda ditunjuk sebagai kepala ruang oleh Kepala Bidang Keperawatan
dan sudah atas nama SK direktur rumah sakit. Ruang rawat yang anda kelola memiliki
permasalahan yang komplek, diantaranya konflik karyawan, jumlah SDM yang kurang
mencukupi, fasilitas ruangan yang seadanya, tingkat hunian tempat tidur tinggi karena
ruangan kelas 3 dan menerima jamkesmas. Ruang tersebut dikenal sebagai ruangan yang
sering ganti-ganti kepala ruang dan belum menemukan sosok kepala ruang yang ideal
untuk menyelesaikan permasalahan di ruangan tersebut. Anda ingat saat kuliah tentang
kepemimpinan efektif dan ingin menerapkan dengan berbekal pemahaman konsep,

analisis situasi dan mencoba alternatif penyelesaian masalah dengan kepemimpinan. Apa
yang akan anda lakukan ?
Akhir-akhir ini banyak orang membicarakan masalah krisis kepemimpinan.
Konon sangat sullt mencari kader-kader pemimpin pada berbagai tingkatan. Orang pada
zaman sekarang cenderung mementingkan diri sendiri dan tidak atau kurang perduli pada
kepentingan orang lain, kepentingan lingkungannya.
Krisis kepemimpinan ini disebabkan karena makin langkanya keperdulian pada
kepentingan orang banyak, kepentingan lingkungannya. Sekurang-kurangnya terlihat ada
tiga masalah mendasar yang menandai kekurangan ini. Pertama adanya krisis komitmen.
Kebanyakan orang tidak merasa mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk
memikirkan dan mencari pemecahan masalah kemaslahatan bersama, masalah harmoni
dalam kehidupan dan masalah kemajuan dalam kebersamaan. Kedua, adanya krisis
kredibilitas. Sangat sulit mencari pemimpin atau kader pemimpin yang mampu
menegakkan kredibilitas tanggung jawab.
Kredibilitas itu dapat diukur misalnya dengan kemampuan untukmenegakkan
etika memikul amanah, setia pada kesepakatan dan janji, bersikap teguh dalam pendirian,
jujur dalam memikul tugas dan tanggung jawab yang dibebankan padanya, kuat iman
dalam menolak godaan dan peluang untuk menyimpang. Ketiga, masalah kebangsaan
dan kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Saat ini tantangannya semakin kompleks
dan rumit. Kepemimpinan sekarang tidak cukup lagi hanya mengandalkan pada bakat
atau keturunan.
Pemimpin zaman sekarang harus belajar, harus membaca, harus mempunyai
pengetahuan mutakhir dan pemahamannya mengenai berbagai soal yang menyangkut
kepentingan orang-orang yang dipimpin. Juga pemimpin itu harus memiliki kredibilitas
dan integritas, dapat bertahan, serta melanjutkan misi kepemimpinannya. Kalau tidak,

pemimpin itu hanya akan menjadi suatu karikatur yang akan menjadi cermin atau bahan
tertawaan dalam kurun sejarah di kelak di kemudian hari.
A. PEMBAHASAN
1.

Pengertian Kepemimpinan Efektif


Merupakan kepemimpinan yang memiliki karakter pemimpin efektif yaitu
mempunyai visi misi, mampu mengeksplorasi visi misi kepada anggotanya, mampu
bekerja sama dengan anggotanya, dan mampu memotivasi diri sendiri serta anggotanya,
selain itu seorang yang dapat mempertanggungjawabkan keputusan yang diambil. Efektif
disini dapat diartikan juga jika tujuan yang diinginkan tersebut sudah tercapai dengan
batasan-batasan tertentu.

2.

Karakteristik Pemimpin Efektif


Karakteristik pemimpin yang efektif dikemukakan oleh beberapa para ahli
yaitu sebagai berikut.
a. Menurut Bennis, ada beberapa karakteristik seorang pemimpin yang dapat dikatakan
sebagai pemimpin yang efektif, yaitu:
- Memiliki pengetahuan yang luas dan kompleks
- Menerapkan pengetahuan tentang pengembangan dan pembinaan bawahan
- Mempunyai kemampuan untuk menjalin hubungan antar manusia dengan baik
- Mempunyai sekelompok nilai dan kemampuan yang memungkinkan untuk
mengenal orang lain dengan baik
b. Swanburg (1990) menyatakan bahwa karakteristik pemimpin yang efektif adalah:
- Intelegensi : memiliki pengetahuan, mampu berpendapat, mampu mengambil
-

keputusan, dan mampu berbicara dengan baik


Kepribadian : mudah beradaptasi, selalu waspada, memiliki kreatifitas, mampu
bekerjasama, integritas pribadi yang baik, mampu menyeimbangkan emosi, dan

tidak ketergantungan kepada orang lain


Kemampuan : memiliki kemampuan untuk bekerjasama dan berpartisipasi sosial

c. Ruth M. Trapper (1989) berpendapat bahwa karakteristik pemimpin yang efektif


terdapat 3 macam yaitu:
- Mampu berkomunikasi dengan jelas dan efektif
- Mampu mengarahkan bawahan dalam kegiatan
- Mampu mengambil tindakan yang tepat
3.

Cara Menjadi Pemimpin Yang Efektif


Seorang pemimpin yang efektif harus mempunyai keberanian untuk mengambil
keputusan dan memikul tanggung jawab atas akibat dan resiko yang timbul sebagai
konsekuensi daripada keputusan yang diambilnya.
Pengambilan keputusan diartikan sebagai suatu teknik memecahkan suatu
masalah dengan mempergunakan teknik-teknik ilmiah. Secara singkat dapat dikatakan
bahwa ada 7 langkah yang perlu diambil dalam usaha memecahkan masalah dengan
mempergunakan teknik-teknik ilmiah. Langkah-langkah itu adalah (Siagian SP, 1973) :
1. Mengetahui hakekat dari pada masalah yang dihadapi, dengan perkataan lain
mendefinisikan masalah yang dihadapi itu dengan setepat-tepatnya;
2. Mengumpulkan fakta dan data yang relevant
3. Mengolah fakta dan data tersebut;
4. Menentukan beberapa alternatif yang mungkin ditempuh;
5. Memilih cara pemecahan dari alternatif-alternatif yang telah diolah dengan
matang;
6.

Memutuskan tindakan apa yang hendak dilakukan ;

7. Menilai hasil-hasil yang diperoleh sebagai akibat daripada keputusan yang telah
diambil.
Seorang pemimpin harus mempunyai pengetahuan, keterampilan, informasi yang
mendalam dalam proses menyaring satu keputusan yang tepat. Disamping itu, seorang
pemimpin yang efektif adalah seseorang yang dapat mempengaruhi dan mengarahkan

segala tingkah laku dari bawahan sedemikian rupa sehingga segala tingkah laku bawahan
sesuai dengan keinginan pimpinan yang bersangkutan. Untuk itu seorang pemimpin
setidaknya harus memiliki kriteria-kriteria tertentu, misalnya kemampuan bisa
"perceptive" dan objektif dalam mengarahkan dan memotivasi bawahan agar melakukan
pekerjaan dengan sesuai, seorang pemimpin bisa memilih suatu gaya kepemimpinan
tertentu. Selain itu pemimpin yang efektif memiliki kemampuan untuk memberikan dan
menerima informasi. Seorang pemimpin adalah orang yang bekerja dengan
menggunakan bantuan orang lain, karena itu pemberian perintah, penyampaian informasi
kepada orang lain mutlak perlu dikuasai, serta mampu untuk menentukan prioritas dalam
memecahkam masalah.

4.

Analisa Kasus
Kondisi yang terjadi di ruangan mengharuskan kita jika menjadi seorang kepala
ruang untuk memiliki gaya kepemimpinan yang sesuai dengan keadaan yang terjadi di
lapangan. Pada kasus, gaya kepemimpinan yang dapat diterapkan adalah gaya
kepemimpinan demokratis agar dapat mempelajari dan menggali persoalan-persoalan
yang ada di ruangan sehingga dapat dicari pemecahan masalahnya. Selain tiu, pemimpin
juga harus menetapkan visi dan misi yang jelas untuk membawa para anggota mencapai
suatu hasil tertentu. Apabila terjadi konflik antar anggota tim di ruangan, hal yang dapat
dilakukan adalah mempertemukan kedua belah pihak yang mengalami konflik untuk
kemudian bersama-sama mencari solusi dari permasalahan yang sedang dialami. Akan
tetapi, apabila di ruangan terdapat permasalahan mengenai keterbatasan sarana dan
prasarana yang ada, maka kita dapat berkonsultasi dengan pihak manajemen rumah sakit
karena masalah yang berkaitan dengan sarana dan prasarana yang ada di ruangan
merupakan kewenangan dari komite rumah sakit. Disamping itu, pemimpin juga harus

memiliki karakteristik tertentu agar ia dapat disegani oleh para anggotanya, seperti jujur,
bertanggungjawab, rela berkorban, inovatif, dan bermoral.

5.

Gaya Kepemimpinan Yang Tepat Untuk Menyelesaikan Masalah Pada Kasus


Gaya kepemimpinan yang paling tepat digunakan dalam menyelesaikan masalah
pada kasus yaitu gabungan antara demokratis. Dalam menentukan tipe kepemimpinan
harus memperhatikan teori kepemimpinan situasional. Teori kepemimpinan situasional
menerangkan bahwa setiap tipe kepemimpinan memiliki kelebihan dan kekurangan
masing-masing. Anggota organisasi juga memiliki karakteristik masing-masing. Jika
dipaksakan menggunakan gaya kepemimpinan yang bertolak belakang dengan
karakteristik anggotanya, maka kepemimpinan tersebut tidak akan bisa berjalan dengan
efektif. Maka dari itu dlam menentukan gaya kepemimpinan harus diamati situasi
lapangan

kerja

ketidakharmonisan

dan
antar

karakteristik
anggota

anggotanya.
sebaiknya

Untuk

menggunakan

menghadpi
tipe

masalah

kepemimpinan

demokratis. Anggota yang berselisih dipertemukan dan mengungkapkan masalah


bersama-sama. Pemimpin sebagai penengahnya. Setelah itu dicari solusi dengan cara
musyawarah mufakat. Untuk masalah kekurangan fasilitas, SDM kurang mencukupi, dan
angkat hunian tinggi sebaiknya dimusyawarhkan juga bersama anggota di ruangan
tersebut kemudian ketua ruangan menyampaikannya kepada atasannya.
B. KESIMPULAN
Berdasarkan penjelasan penjelasan sebelumnya maka dapat disimpulkan bahwa
kepemimpinan yang efektif merupakan proses yang dinamis, karena berlangsung di
lingkungan suatu organisasi sebagai sistem kerjasama sejumlah manusia untuk mencapai

tujuan tertentu, yang bersifat dinamis pula. Karakterisik pemimpin yang efektif bisa
dilihat dari bagaimana pemimpin itu mampu memahami dan mengerti situasi lingkungan
dan kelompok. Dengan memahami situasi, diri seorang individu akan mampu
menerapkan gaya kepemimpinan apa yang bisa diterapkan pada suatu kelompok. Selain
itu, kepercayaan diri, kepedulian, keterbukaan dan mampu memahami diri dan orang lain
dalam kelompok juga merupakan sikap dan perilaku yang perlu untuk dimiliki seorang
pemimpin yang efektif. Pemahaman situasi ini akan membawa seorang pemimpin pada
kebutuhan apa yang ada dalam kelompok yang nantinya akan membawa pada perbaikan
kinerja dan tercapainya tujuan kelompok. Seperti yang ada pada Kasus PBL I ini, dimana
Nurse X perlu memiliki pemahaman mengenai situasi lingkungan agar mampu
memimpin ruangan yang ia kepalai menjadi lebih baik. Mulai dari pemahaman akan
masalah di ruangan, prioritas yang diberikan pada masalah yang urgent, yang nantinya
akan membawa pada kebutuhan apa yang perlu diselesaikan dan dibenahi. Pembagian
tugas yang jelas, pemberian motivasi kerja serta lobbying juga bisa diberikan oleh Nurse
X dalam mengepalai ruangan agar tercipta lingkungan kerja yang nyaman dan kondusif
bagi perawat ruangan sebagai awal peningkatan kualitas perawatan.