Anda di halaman 1dari 13

METODE PONCHON-SAVARIT

Metode yang memperhitungkan neraca enthalpi dalam sebuah


kolom distilasi
Diperlukan grafik enthalpy-konsentrasi

Data Enthalpy-Konsentrasi
h = x A C pA (T To ) + (1 x A )C pB (T To ) + H S
Enthalpy liquid jenuh

Enthalpy uap jenuh H = y A (C pA (T To ) + A ) + (1 y A )C pB (T To ) + B


Dimana x, y = fraksi massa atau fraksi mol komponen
T = titik didih larutan pada konsentrasi tersebut, K
To = suhu reference, K
Cp = panas jenis larutan murni, kJ/kg K atau kJ/kmol K
HS = panas pelarutan, kJ/kg atau kJ/kmol
= panas penguapan komponen,kJ/kg atau kJ/kmol

Penentuan jumlah plate


Net Flow massa
Bagian Stripping

Bagian Rectifying

L a Va = L n Vn +1 =

L b Vb = L m Vm +1 =

Va = L a + D

L b Vb = B

L a Va = D

=B

= D
Overall

F=D+B

F = +

Di dalam diagram enthalpi-konsentrasi, feed terletak dalam satu garis lurus antara

dan
Net Flow Enthalpi
Bagian Rectifying

h = L a h a Va H a
Va H a = L a h a + D h D + ( q c )

Va H a = L a h a + D (h D q c / D )
Va H a = L a h a + D (h D Q c )

dimana Q c = q c / D Panas yang dilepas di


kondensor per unit massa distilat

Va
a
Heat out, -qC
Reflux
Va xa

n
F
xF

Ln
xn

Vn+1
n+1

Lm
xm

Vm+1
m+1

m+1

Overhead product
D, xD

Vb
b
Lb xb

Heat in, qr
Bottom product
B, xB

lanjutan

Hubungan dengan Reflux Ratio

D(h D Q C )
h =
= h D QC

h = net flow panas/net flow massa


Neraca komponen

x = L a x a Va y a = Dx D
x =

Dx D
= xD

Letak titik dapat ditetapkan pada


diagram enthalpi-konsentrasi bila
jumlah dan konsentrasi distilat serta
beban kondensor diketahui

h Ha
La
=R=
D
Ha h a

h = R (H a h a ) + H a
Bagian stripping

h = h B QR
x = xB
Vb h b h
=
B Hb hB
Aliran net flow massa / enthalpi positif (+)
bila arahnya ke bawah

Bagian rectifying: ke atas karena harganya negatif ( - D)


Bagian stripping: ke bawah, harganya positif (B)

Langkah-langkah penentuan plate ideal


Bila diketahui kondisi proses distilasi pada sebuah fraksinator sbb.
Feed masuk dengan rate F kg/j dengan kadar xF dan spesifik panas hF
kJ/kg menghasilkan produk atas dengan kadar xD dan produk bawah xW.
Beban total kondensor qC. Distilat dan reflux diambil pada titik liquida
jenuhnya.
1.

2.
3.
4.

5.

Siapkan diagram diagram entalphi konsentrasi dan diagram


kesetimbangan pada tekanan yang bersangkutan.
Letakkan titik F pada titik (xF, hF)
Letakkan titik B pada liquida jenuh kadar xB (entalphi hB)
Letakkan titik D pada garis liquida jenuh dengan kadar xD (entalphi hD)
dan titik ini sama dengan titik refluks (xa, hD)
Letakkan titik dengan koordinat (x, h) yang dihitung dari pers.
D(h D Q C )
yaitu terletak pada garis vertikal melalui
h =
= h D QC

xD (=X dan bila total kondensor = xa)


h = R (H a h a ) + H a
perhatikan bahwa QC negatif sehingga
h selalu positif

Langkah-langkah penentuan plate ideal


6.

7.

8.

Karena = F , maka titik terletak pada perpanjangan garis lurus F


Titik adalah perpotongan antara garis vertikal ke bawah melalui xB dengan
perpanjangan garis F
Bila dipergunakan total kondensor, maka ya (selanjutnya disebut y1) =xa
(selanjutnya disebut x0)=xD, maka titik V1(y1,H1) adalah perpotongan garis
vertikal D dengan garis uap jenuh.
Selanjutnya tentukan titik (x1,h1) dengan bantuan garis kesetimbangan,
dengan cara:
Dari titik (y1, H1) tarik garis lurus ke bawah memotong diagonal kurva
kesetimbangan, lalu tarik mendatar hingga hingga memotong kurva
kesetimbangan, dari titik ini tarik kembali garis lurus ke atas yang memotong garis
liquida jenuh pada titik (L1,a1). Garis putus yang menghubungkan titik V1 (v1, H1)
dan titik L1(x1,h1) merupakan garis yang menyatakan 1 plate ideal (yaitu tie-line)

9.

10.

Selanjutnya dari titik L1 ditarik garis lurus menuju titik memotong garis uap
jenuh dititik V2 (y2, H2)
Dengan cara yang sama dengan langkah 8 tentukan titik L2 dan seterusnya
hingga diperoleh titik Li yang letaknya di sebelah kiri titik F

11. Untuk menentukan titik Vi+1 (yi+1, Hi+1) ditarik garis lurus dari Li ke titik
yang perpanjangannya memotong garis uap jenuh di titik Vi+1
12. Dengan cara yang sama titik Li+1 dapat ditentukan dari tie-line nya dst hingga
diperoleh titik LN (xN, hN) yang letaknya tepat pada titik B (xB, hB) atau
melebihi.
13. Jumlah plate ideal sama dengan jumlah tie-line yang diperoleh.
14. Feed plate dinyatakan oleh tie-line yang memotong garis overall.

F F

Partial Reboiler

VN

H
R

V1 D

LN

L1

Lo

V , yB

C
D

xN

L 0 V1
R=
=
D V1L 0

B, xB

Partial Condenser

0=yD

V1, 1

y
L1 V
2
xB

xD

L, x0

D, xD

REFLUX RATIO MINIMUM


m

Untuk kurva kesetimbangan normal,


Rmin dicari dengan trial and error tie-line
yangmelalui titik feed (F)

h
B
D
F

hF

xB

xF

xD

R min

h min H1
L0
= =
H1 h D
D min

REFLUX TOTAL
Untuk reflux total,

z Dalam metode Ponchon-Savarit letak titiktitik dan adalah di tak berhingga ( )

h
B

z Jumlah plate ideal minimum

D
F

hF

xB

xF

xD

Open Steam

D, xD

F, xF

F
D

B, xB

Neraca enthalpi:
F hF + S H S = B hB + D hD + q c
Bagian enriching tidak berubah
Bagian stripping:

= L m Vm +1 = B S

x = B x B S xS
x =

Bx B
BS

x
Koordinat :
F+S==B

x =

Fx F
F+S

F S
=
S F

h =

Fx F + SH S
F+S

Lever arm rule

Feed Ganda

D, xD
F1, xF1

B
F2, xF2

F2
B, xB

Terdapat 3 daerah:
Enriching (Rectifying)
Intermediate
Exhausting (Stripping)
Daerah Intermediate:

= L p Vp +1 = F1 D
F1 x F1 D x D
x =
F1 D
F h F1 D h D q C
h =
F1 D

F1

Hubungan lain:

F1 + F2 = Z = D + B

F1 + F2 = Z = +
F2 =
F1x F1 + F2 x F2 = x Z Z = x Z (F1 + F2 )
F1x F1 + F2 x F2
xZ =
F1 + F2

Side Stream

D, xD
F, xF

S, xS

Z
F
S

B, xB
Terdapat 3 daerah:
Enriching
Intermediate
Exhausting:
Daerah Intermediate:

Vp +1 L p = D + S =
D x D + S xS
x =
D+S
D h D + S hS + qC
h =
D+S

Hubungan lain:

FB = D+S =
FS = Z = +
F=+
xZ =

Fx F Sx S
FS

Anda mungkin juga menyukai