Anda di halaman 1dari 4

PENGGUNAAN KERAMIK PORSELEN BERBASIS FELDSPAR SEBAGAI

BAHAN ISOLOTAR LISTIK


Mahendra Saputra Sitio
1404405038
Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik Universitas Udayana
ABSTRAK
Porselen keramik sudah menjadi hal yang umum bagi setiap orang. Selain
sebagai bahan rumah tangga, porselen keramik juga berguna sebagai isolator
bahan listrik. Pada saat ini sudah banyak penggunaan dari porselen keramik.
Bahan dasar yang digunakan dalam pembuatan keramik ini adalah feldspar.
Felspar (KAlSi3O8 NaAlSi3O8 CaAl2Si2O8) adalah kelompok mineral tektosilikat
pembentuk batu yang membentuk 60% kerak bumi yang mengandung sodium,
potassium, alumina, dan silica. Sifatnya untuk melelehkan, menurunkan titik bakar,
atau dengan kata lain membuat bahan keramik lebih matang, lebih leleh. Metode yang
digunakan adalah metode kajian pustaka yang mengambil sumber dari buku serta
internet berdasarkan fakta dan informasi yang terpercaya.
Hasil yang diperoleh dari keramik berbahan dasar feldspar adalah keramik
yang dihasilkan memiliki resistivitas ~108 cm sehingga dapat digunakan sebagai
isolator untuk tegangan rendah, yaitu tegangan < 1000 Volt, maka dari itu
keramik berbahan feldspar baik untuk digunakan dan feldspar pun masih banyak di
jumpai di setiap daerah di Indonesia.
Kata Kunci : keramik, porselen, feldspar.
1. LATAR BELAKANG
Salah
satu
contoh
nyata
penggunaan keramik adalah sebagai
isolator listrik tegangan rendah hingga
tinggi dan aplikasi railgun. Dalam
pembuatan keramik, feldspar merupakan
bahan baku terpenting kedua setelah
lempung. Dalam hal ini feldspar digunakan
sebagai bahan pencair untuk membentuk
fase kaca pada temperatur dibawah
1100oC, dan sebagai sumber alkali dan
alumina pada pelapisan kaca.
Keramik porselen yang dibuat
mempunyai
perbandingan
komposisi
bahan baku yaitu 35% feldspar, 35%
kaolin dan 30% silika. Sebagai aditif
digunakan alumina (Al2O3). Kesemuanya
menggunakan bahan baku berupa kaolin,
feldspar dan kuarsa. Sebagai aditif
digunakan kalsium karbonat.
Feldspar adalah suatu kelompok
mineral yang berasal dari batu karang yang

ditumbuk dan dapat memberikan sampai


25 % flux (pelebur) pada badan keramik.
Bila keramik dibakar, feldspar akan
meleleh (melebur) dan membentuk leburan
gelas yang menyebabkan partikel tanah
dan bahan lainnya melekat satu sama lain.
Pada
saat
membeku,
bahan
ini
memberikan kekuatan pada badan
keramik. Feldspar tidak larut dalam air,
mengandung alumina, silika dan flux yang
digunakan untuk membuat gelasir suhu
tinggi (Rival, Anto.2005)
Feldspar yang dibagi menjadi tiga
kategori besar, yaitu plagioklas, orthoclase
dan hyalophanes. Sifat fisik dari semua
kategori yang kurang lebih sama. Mereka
memiliki indeks bias rendah. Kekerasan
mereka bervariasi antara 6 dan 6,5, dan
berat jenis antara 2,5 dan 2,9. Mereka
memiliki warna yang berbeda namun pink,
coklat dan abu-abu yang umum (Kholiq,
Abdul.2007)

Keuntungan
menggunakan
feldspar sebagai bahan dasar pembuatan
porselen keramik sebagai bahan listrik
adalah mudah dalam menemukan
feldspar karena feldspar sangat banyak
ditemukan di Indonesia, terutama di
daerah Nusa Tenggara Timur. Untuk
secara luas, feldspar mencapai 60% dari
kerak bumi.
Perlu dilakukan analisis dalam
penggunaan keramik porselen berbasis
feldspar sebagai bahan isolasi listrik.
1.1 Rumusan Masalah
Berdasarkan
uraian
latar
belakang diatas, permasalahan yang
diperoleh adalah penggunaan keramik
yang didapat dari pembuatan keramik
berbahan feldspar.
1.2 Manfaat
Manfaat yang dapat diperoleh
yaitu pembaca mengetahui hasil keramik
yang didapat dari pembuatan keramik
berbahan feldspar.
2. MATERI DAN METODE
Bahan dasar yang digunakan
dalam pembuatan keramik ini adalah
feldspar.
Felspar (KAlSi3O8 NaAlSi3O8 CaAl2
Si2O8) adalah kelompok mineral
tektosilikat pembentuk batu yang
membentuk 60% kerak bumi yang
mengandung
sodium,
potassium,
alumina, dan silica. Sifatnya untuk
melelehkan, menurunkan titik bakar,
atau dengan kata lain membuat bahan
keramik lebih matang, lebih leleh.
Kebanyakan feldspar tersedia berupa
sodium feldspar, potassium feldspar dan
feldspar campuran. Rumus umum kimia
feldspar
adalah
XAl(Al,Si)Si2O2..
dengan X adalah potassium, sodium,
kalsium atau barium.
Feldspar banyak ditemukan di
daerah kawasan Nusa Tenggara,
terutama di daerah Nusa Tenggara Timur
(NTT), untuk daerah Nusa Tenggata

Barat tidak ditemukan feldspar sebanyak


di Nusa Tenggara Timur
Metode yang digunakan untuk
memperoleh informasi adalah kajian
pustaka. Yakni bersumber dari teori-teori
pada buku dan internet berdasarkan
fakta dan informasi yang terpercaya.
Metode penulisan yang digunakan
adalah
deskriptif
kualitatif
dan
kuantitatif, yakni penulisan secara
penjabaran materi dalam beberapa
kalimat dan menggunakan perhitunganperhitungan angka.
3. HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1 Hasil
Berdasarkan hasil yang diperoleh
dari keramik berbahan dasar feldspar
adalah
keramik
yang
dihasilkan
memiliki
resistivitas
~108
cm
sehingga dapat digunakan sebagai
isolator untuk tegangan rendah, yaitu
tegangan < 1000 Volt.
Keramik
porselen
berbasis
feldspar yang diperoleh memiliki sifatsifat mendekati standar keramik sebagai
isolator listrik, dengan hasil optimum
didapat pada keramik yang diberi
aditif cullet sebesar 15% dengan suhu
sintering 1100oC, sehingga tidak perlu
menggunakan banyak cullet dan suhu
sintering yang tinggi. Jadi dari hasil ini
bisa menghemat biaya dalam pembelian
cullet.
Kekuatan mekanik sampel ini
adalah 86,73 MPa, dengan resistivitas
sebesar 2,32x10 8 cm.
Tabel 1 : pengaruh sintering terhadap resistivitas bahan
Suhu Sintering
Resistivitas
(C)
(x10.cm)
1000
1.50
1050
1.65
1100
2.32
1150
1.75
Sumber: Eva Indiana (2009)

Tabel 2: jenis-jenis feldspar


Jenis Feldspar
Rumus Kimia
Albite
Na(Si3Al)O8
2

Anorthhite
Orthclase
Celsian

Ca(Si2Al2)O8
K(Si3Al)O8
Ba(Si2Al2)O8

Sumber: K. McPhee (1959) dalam Indiani (2009)

3.2 Pembahasan
Bahasan dari hasil analisis yang
telah diperoleh yakni pembuatan
keramik dalam hal ini menggunakan
sumber daya alam berupa feldspar. Ada
beberapa
tahap
penting
yang
mempengaruhi sifat-sifat akhir produk
keramik, yakni tahap pra kompaksi,
tahapan kompaksi dan sinterring.
Pra
kompaksi
merupakan
tahapan persiapan penanganan serbuk
sebelum dimasukkan ke dalam cetakan.
Proses pra kompaksi ada dua, yaitu
pencampuran dan pengeringan.
Kompaksi
adalah
proses
pembentukan dengan cara menekan
serbuk material. Penekanan merupakan
suatu proses di mana serbuk keramik
dimasukkan dalam suatu wadah.
Sinterring adalah suatu proses
pemadatan dari sekumpulan serbuk pada
suhu tinggi mendekati titik leburnya
hingga terjadi perubahan struktur mikro
seperti pengurangan jumlah pori,
pertumbuhan butir, peningkatan densitas
dan penyusutan.
Resistivitas itu sendiri besarnya
tegangan yang diberikan terhadap luas
penampang suatu bahan tertentu dibagi
besarnya arus yang mengalir dan
panjang bahan tersebut.
Resistivitas
listrik
suatu
bahan
merupakan
ukuran
kemampuan bahan tersebut unt uk
men-transport muatan listrik di
bawah pengaruh medan listrik.
Standar isolator listrik tegangan
rendah berdasarkan resistivitasnya
memiliki resistivitas ~107
cm,
untuk
isolator listrik tegangan
menengah maka harus memiliki
resistivitas 109-1014
cm, dan
untuk isolator listrik tegangan tinggi

maka resistivitasnya harus lebih besar


dari 1014 cm.
Resistivitas
merupakan
ukuran kemampuan bahan dalam
menahan arus listrik. Pengukuran
resistansi sampel ini dilakukan pada
kondisi suhu ruang yait u 25oC.
Resistivitas bahan cenderung
meningkat
seiring
dengan
meningkatnya
suhu
sintering,
karena resistivitas berbanding lurus
dengan densitas bahan. Namun,
setelah mencapai titik optimum,
resistivitas
keramik
kembali
mengalami penurunan. Resistivitas
terbesar adalah pada sampel yang
diberi aditif cullet sebesar 25%
dengan suhu sintering 1100oC yaitu
3,00x108cm. Tetapi, karena cullet
bersifat rapuh, maka kandungan
cullet yang terlalu banyak akan
mengakibatkan rendahnya kekuatan
mekanik sampel (kekuatan mekanik
untuk sampel yang diberi aditif
cullet 25% dengan suhu sintering
1100o C
adalah
57,32MPa).
Rendahnya kekuatan mekanik suatu
isolator dapat menurunkan fungsi
kerja isolator itu sendiri, karena
untuk dapat menjadi isolator yang
baik selain harus memiliki sifat
listrik
yang
baik
(memiliki
7
resistivitas >10 cm), juga harus
memiliki kekuatan mekanik yang
tinggi, yaitu >83 MPa. Oleh karena
itu, dari data yang sudah diambil
terlihat
bahwa
sampel
yang
memenuhi kriteria ini adalah sampel
yang diberi aditif cullet sebesar 15%
dengan suhu sintering 1100oC.
Kekuatan mekanik sampel ini adalah
86,73 MPa, dengan resistivitas
sebesar 2,32x10 8 cm.
4. SIMPULAN
3

Berdasarkan percobaan yang


dilakukan dalam penilitian ini,
dapat ditarik simpulan sebagai
berikut:
1.
Penambahan
cullet
dapat
mempercepat proses pembent
ukan fasa gelas sehingga dapat
menurunkan temperat ur sintering.
2.
Keramik porselen berbasis
feldspar yang diperoleh memiliki
sifat-sifat mendekati standar
keramik sebagai isolator listrik,
dengan hasil optimum didapat
pada keramik yang diberi aditif
cullet sebesar 15% dengan suhu
sintering
1100oC,
dengan
resistivitas 2,32 x 108 cm.
3.
Keramik yang
dihasilkan
memiliki resistivitas ~108 cm
sehingga
dapat
digunakan
sebagai isolator untuk tegangan
rendah, yaitu tegangan <1000
Volt.
DAFTAR PUSTAKA
Wikipedia. 2014. Feldspar
http://id.wikipedia.org/wiki/Felspar
Diakses pada tanggal 5 Desember 2014
http://www.tekmira.esdm.go.id/data/Feld
spar/ulasan.asp?
xdir=Feldspar&commId=12&comm=Fel
dspar
Diakses pada tanggal 5 Desember 2014
http://rjotambang.blogspot.com/2011/12/artikel
-penggunaan-feldsfar-sebagai.html
Diakses pada tanggal 5 Desember 2014
http://kiradminner.blogspot.com/2011/10
/feldspar.html
Diakses pada tanggal 5 Desember 2014
http://keramik88.com/keramik/definisikeramik.html
Diakses pada tanggal 5 Desember 2014
4