Anda di halaman 1dari 28

Bilangan komplek

Akar-akar persamaan
Akarkuadrat adalah:
adalah:

Bagian real

Contoh pada solusi akar persamaan kuadrat:


kuadrat:

Bagian imajiner

Bilangan komplek muncul pada saat mencari akar


akar--akar dari
persamaan polinomial

Kenapa muncul istilah bilangan komplek?


komplek?

Bilangan Komplek

Fisika Matematika I

Bagaimana bentuk fungsi


persamaan

Tidak ada nilai z yang real


pada kondisi f(z) = 0

Kenapa solusi akar kuadrat ada yang bersifat komplek?


komplek?

Bilangan Komplek

Fisika Matematika I

atau
z = x + jy

Jika bilangan komplek di


representasikan dalam koordinat
x-y, maka dinamakan diagram
Argand).
komplek (diagram Argand).

Dapat ditulis sbb


sbb::

Akar--akar pesamaan kuadrat


Akar
kuadrat::

x adalah bagian real dan y adalah bagian imajiner

z = x + iy

Penulisan bilangan komplek

Bilangan Komplek

Fisika Matematika I

Penjumlahan dua
bilangan komplek dalam
representasi diagram

Bagian real dijumlahkan dengan bagian real dan bagian


imajiner dengan bagian imajiner

Operasi Penjumlahan dan Pengurangan

Bilangan Komplek

Fisika Matematika I

Bagian real
Hasilnya
2-i

1 + 2i; 3 4i; 2 + i

Bagian imajiner

Contoh
Jumlahkan ketiga bilangan komplek berikut:
berikut:

Bilangan Komplek

Fisika Matematika I

Argumen::
Argumen

Modulus:
Karena x positip dan y negatip,
negatip, maka
terletak dikuadran 4, jadi argumen z
adalah 56
56 atau 304
304

Contoh:: Hitung modulus dan argumen dari bilangan komplek z = 2 3i


Contoh

Argumen adalah sudut yang dibentuk oleh | z | dengan sumbu x


positip di dalam diagram komplek.
komplek. Nilai argumen dihitung sbb
sbb::

Dalam diagram komplek,


komplek, | z | adalah jarak dari titik acuan.
acuan.

Modulus bilangan komplek adalah nilai absolutnya,


absolutnya, dituliskan sbb
sbb::

Modulus dan Argumen

Bilangan Komplek

Fisika Matematika I

Catatan: i2= 1

Modulus dan argumen perkalian bilangan komplek memiliki sifat:

Operasi perkalian bilangan komplek berlaku sifat komutatif dan asosiatif

Hitung perkalian z1 = 3 + 2i dan z2 = 1 4i

Perkalian Bilangan Komplek

Bilangan Komplek

Fisika Matematika I

Hitung hasil kali bilangan komplek z1 = 3 + 2i dan z2 = 1 4i


Cek untuk operasi perkalian berlaku |z2z2| = |z1| |z2|

Bilangan Komplek

Fisika Matematika I

Konjugat komplek dari z


memiliki nilai x dan y yang
sama,, tetapi jika dikalikan
sama
akan menghasilkan bilangan
real tanpa komponen
imajiner

Konjugat komplek dari z diberi simbol z*


Konjugate komplek dari zari z= x + iy adalah z* = x iy

Konjugat Komplek

Bilangan Komplek

Fisika Matematika I

Sifat konjugat komplek:


komplek:

Konjugat kompleknya:

Tentukan konjugat komplek dari : z = w

Konjugat kompleknya:
( 3 y + 2 ix )

dimana w = x + 5i

Konjugat komplek diperoleh dengan mengganti i dengan i

Tentukan konjugat komplek dari z = a +2i + 3ib

Bilangan Komplek

Fisika Matematika I

3 2i
z=
1 + 4i

Ekspresikan bilangan komplek berikut dalam bentuk z = x + iy

Mengubah bagian pembilang sehingga menjadi real, dengan cara


mengalikan konjugat komplek dari pembilang

Pembagian bilangan komplek

Bilangan Komplek

Fisika Matematika I

Sifat pembagian bilangan komplek


komplek::

Kalikan dengan konjugat komplek dari pembilang:


pembilang:

Bilangan Komplek

Fisika Matematika I

Jika z = i, maka:

Cos

dinamakan persamaan Euler

Sin

Bentuk polar adalah bentuk fungsi eksponensial, definisi


fungsi eksponensial adalah sbb:

Ungkapan bilangan komplek dalam bentuk polar

Bilangan Komplek

Fisika Matematika I

Notasi polar bilangan komplek

Bilangan Komplek

Fisika Matematika I

Perkalian::
Perkalian

dan

dan

Perkalian dan pembagian bilangan komplek dalam


notasi polar

Bilangan Komplek

Fisika Matematika I

Pembagian::
Pembagian

Bilangan Komplek

Fisika Matematika I

Persamaan Euler
menyatakan::
menyatakan

Teorema dede-Moivre

1/ n

=r e

1 / n i / n

= r cos + i sin
n
n

z n = r n e in = r n (cos n + i sin n )

Selanjutnya dapat diturunkan hubungan:


hubungan:

Maka berlaku
hubungan::
hubungan

Dalam notasi komplek


berlaku hubungan:
hubungan:

Teorema dede-Moivre

Bilangan Komplek

Fisika Matematika I

Bagian real dan bagian imajiner dapat dipisah sbb


sbb::

Menurut teorema dede-Moivre


Moivre::

Ungkapkan cos 3 dan sin 3 dalam cos dan sin

Bilangan Komplek

Fisika Matematika I

Argumen:

Modulus:

(1 + i )

r= 2

(
2e

2i

= 16

z = 2 e i / 4

cos 2 + i sin 2 = 1

) = 16e

i / 4 8

Dalam notasi polar:

(1 + i )8

z = 1+ i

Hitung nilai dari:


dari:

Fisika Matematika I

Dengan menggunakan teorema dede-Moivre buktikan bahwa


berlaku hubungan:
hubungan:

Bilangan Komplek

Fisika Matematika I

Dengan demikian:
demikian:

Nyatakan cos3 dalam bentuk cos 3 dan cos

Untuk kasus n=1


berlaku hubungan:
hubungan:

Bilangan Komplek

Fisika Matematika I

Jadi solusi persamaan zn = 1 adalah

Dapat dituliskan:
dituliskan:

=1

; untuk k = 0,1,2,3

Menurut rumus Euler : e 2ik = cos 2k + i sin 2k

Mencari solusi persamaan zn= 1

Bilangan Komplek

Fisika Matematika I

Solusi persamaan di atas adalah :

Untuk n =3:

Tentukan solusi (akarakar-akar


akar)) persamaan z3 = 1

Fisika Matematika I

Jadi nilai

Modulus : z = r = (1) 2 = 1

Tentukan nilai dari Ln (-i)


1

Argumen : = tan 1 =
2
0

Dengan: arg z = +2n


Dengan:
+2n

n = 0,1,2,3,.
Dengan mengoprasikan logaritma pada kedua ruas
ruas,, diperoleh
diperoleh::

Bilangan komplek dapat dituliskan dalam bentuk:


bentuk:

Logaritma komplek dan pangkat komplek

Fisika Matematika I

z dapat disederhanakan sbb


sbb::

Ln i dapat ditulis dalam bentuk


bentuk::

Operasikan logaritma pada fungsi:


fungsi:

Sederhanakan bilangan komplek z = i-2i

Fisika Matematika I

Didefinisikan::
Didefinisikan

Analogi dengan fungsi trigonometri


trigonometri,, berlaku juga untuk fungsi
hiperbolik::
hiperbolik

Trigonometri sudut komplek:


komplek:

Fungsi Hiperbolik

Fisika Matematika I

Persamaan identitas dalam trigonometri juga


berlaku untuk fungsi hiperbolik

Hubungan trigonometri dengan fungsi hiperbolik:


hiperbolik:

Fisika Matematika I

I = I 0 eit

VR = IR
dI
VL = L
dt
dVC I
=
dt
C

1
1
it
VC =
I 0e =
I
i C
iC

VL = iLI 0 eit = iLI

VR = RI 0 eit = RI

Contoh Aplikasi

Impedansi (Z)

= R + i L
I
C

V = VR + VL + VC