Anda di halaman 1dari 2

Pembahasan Kinetika Kimia

Pada percobaan kali ini kami di harapkan mengenali laju reaksi dan hubungannya
dengan kelarutan. Selain itu, kami juga di harapkan untuk mengetahui hubungan laju
reaksi dengan konsentrasi reaktan dan suhu pada saat terjadinya reaksi. Ada 2 percobaan
yang kami lakukan. Yang pertama adalah mencampurkan dua senyawa secara berulang
sebanyak 3 kali dan di ukur waktu rata-rata yang diperlukan kedua senyawa untuk
bercampur. KIO3 dan kanji apabila di satukan akan bereaksi. Hasil dari reksi tersebut
menghasilkan perubahan Fisik berupa perubahan warna. Iod sering di gunakan sebagai
indikator karbohidrat. Hal ini di sebabkan, karna Iod mudah bereaksi dengan karbohidrat.
Apabila Iod mengenai karbohidrat. Maka, akan berubah warna menjadi biru kehitaman.
Dan Amilum atau kanji merupakan salah satu karbohidrat. Sehingga, apabila KIO3 di
campur dengan kanji, warnanya brubah menjadi ungu atau biru kehitaman.
Pada percobaan ke-2 caranya tidak jauh berbeda dengan percobaan 1. Namun, kali
ini kedua larutan itu di encerkan lalu di panaskan. Terjadi perbedaan waktu yang sangat
signifikan. Kedua larutan ini membutuhkan waktu yang lebih lama dari reaksi
sebelumnya. Hal ini terjadi karna konsentrasinya yang semakin sedikit (Encer). Hal ini
menyebabkan senyawa sukar bereaksi. Sedangkan, pemanasan atau peningkatan suhu
juga membuat sebagian senyawa dapat bereaksi. Pengurangan konsentrasi meyebabkan
senyawa sulit bereaksi, karna secara fisika senyawa mudah bereaksi jika banyak terjadi
tumbukan. Sementara peningkatan suhu membuat molekul-molekul pada senyawa
tersebut bergetar karna menyerap energi. Sehingga terjadi tumbukan secara cepat.

Gambar skema proses terjadinya tumbukan

Kesimpulan

Laju reaksi meningkat seiring bertambahnya konsentrasi reaktan


Peningkatan laju reaksi oleh peningkatan konsentrasi reaktan di sebabkan karna
banyaknya tumbukan antar molekul reaktan
Laju reaksi meningkat seiring bertambahnya suhu.
Penungkatan suhu menyebabkan molekul-molekul reaktan bergetar dengan cepat,
dan meningkatkan intensitas tumbukan antar molekul

Daftar Pustaka

Sunarya dan Yayan (2002). Kmia dasar II Berdasarkan prinsip-prinsip kimia.


Bandung:Grafindo Press
Chang R. (2005). Kimia dasar jilid II. Jakarta:Erlangga
Keenan (1979). Kimia untuk universitas. Jakrta:Erlangga
Petrucci, Ralp H. Kimia dasar II Edisi 4. Jakrta:Erlangga
Dogra (1990). Kimia fisik dan soal-soal. Jakarta:Universitas Indonesia