Anda di halaman 1dari 9

Tugas Kewarganegaraan

Tujuan Berbangsa dan Bernegara

Disusun Oleh :
Sarah Karimatunnisa (270 110 140 059)
Rai Atrasina (270 110 140 137)
Nuzul Ashari (270 110 140 138)
Rifqi Alfadhillah (270 110 140 139)

Universitas Padjadjaran
Fakultas Teknik Geologi
Jl. Raya Bandung Sumedang km 21. Jatinangor
Telp. 022 7796545 Email. ftg@unpad.ac.id
2014

Daftar Isi
BAB I PENDAHULUAN.............................................................................. 3
Latar Belakang.................................................................................... 3
Rumusan masalah............................................................................... 3
BAB II PEMBAHASAN.............................................................................. 4
2.1 Pengertian Berbangsa...................................................................4
2.2 Unsur-Unsur yang Membentuk Suatu Bangsa...............................4
2.3 Pengertian Bernegara...................................................................4
2.4 Unsur-Unsur Pembentuk Suatu Negara.........................................5
2.5 Pilar-Pilar Berbangsa dan Bernegara............................................6
2.6 Tujuan Berbangsa dan Bernegara.................................................7
BAB III PENUTUP..................................................................................... 9
3.1 Kesimpulan................................................................................... 9
DAFTAR PUSTAKA................................................................................. 10

BAB I PENDAHULUAN
Latar Belakang
Kumpulalan manusia yang biasanya terikat karena kesatuan peraturan
penertiban dan bahasa atau yang di sebut berbangsa biasa terjadi dalam
suatu Negara. Negara merupakan suatu perkumpulan yang paling penting,
karena didalam Negara terdapat berbagai kelompok dan masyarakat yang
dalam hubungan antar mereka diatur dengan peraturan penertiban agar
masing-masing

dapat

melaksanakan

aktivitasnya

dan

tidak

terjadi

pertentangan kepentingan, serta mendapat perlindungan dalam melaksanakan


keinginannya masing-masing. Jadi, Negara lahir karena kebutuhan akan
pengaturan dengan tujuan untuk menyelenggarakan perlindungan dan
penertiban. Negara merupakan alat bagi seluruh masyarakat untuk mencapai
pemenuhan kebutuhan hidupnya. Anggota masyarakat dalam suatu Negara
sering dinamakan rakyat, inilah yang menurut Aristoteles bahwa Negara
adalah kodrat alam, dan beliau menyatakan pula bahwa manusia
membenarkan adanya Negara karena manusia merupakan zoon politicon
(makhluk politik), yakni makhluk yang hidupnya dalam ikatan politik,
maksudnya bahwa manusia akan menjadi manusia yang baik dan sempurna
apabila manusia itu hidup dalam ikatan kenegaraan.

Rumusan masalah
Adapun rumusan masalah yang akan dibahas dalam makalah ini adalah :
Apakah pengertian berbangsa ?
Apakah unsur unsur terbentuknya suatu bangsa ?
Apakah pengertian bernegara ?
Apakah unsur unsur terbentuknya suatu negara ?
Apakah pilar-pilar berbangsa dan bernegara ?
Apakah tujuan hidup berbangsa dan bernegara ?

BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Berbangsa
Pengertian berbangsa dan bernegara masih jadi perdebatan antara beberapa
ahli. Namun menurut kamus Bahasa Indonesia, bangsa adalah rakyat/orang-orang
yang berada didalam suatu masyarakat hukum yang terorganisir. Secara luas
bangsa adalah suatu kelompok manusia yang dianggap memiliki identitas
bersama, dan mempunyai kesamaan bahasa, agama, ideologi, budaya, dan/atau
sejarah dan juga umumnya dianggap memiliki asal-usul keturunan yang sama.

2.2 Unsur-Unsur yang Membentuk Suatu Bangsa


Menurut Hans Kohn, kebanyakan bangsa terbentuk karena adanya faktorfaktor objektif tertentu yang membedakannya dari bangsa lain, yakni kesamaan
keturunan, wilayah, bahasa, adat istiadat, kesamaan politik, perasaan, dan agama.
Menurut Friedrich Hertz ada 4 unsur yang berpengaruh bagi terbentuknya suatu
bangsa, yaitu:
a.
b.

Keinginan untuk mencapai kesatuan Nasional.


Keinginan untuk mencapai kemerdekaan Nasional bebas dari dominasi

dan campur tangan bangsa asing.


c.

Keinginan akan kemandirian, Keunggulan, Indifidualitas, Keaslian

atau Kekhasan menjadi tinggi Bahasa Nasional.


d.

Keinginan untuk menonjol diantara bangsa-bangsa dalam mengejar

kehormatan pengaruh prestise.

2.3 Pengertian Bernegara


Istilah Negara merupakan terjemahan dari kata staat (bahasa Belanda), state
(bahasa Inggris), etat (bahasa Perancis), lo stato (bahasa Italia), dan der staat
(bahasa Belanda). Menurut bahasa sansekerta, negari atau negara yang berarti
kota, sedangkan menurut bahasa suku-suku di Indonesia sering disebut negeri atau
Negara, yang berarti tempat tinggal. Istilah staat mula-mula dipergunakan di
Eropa Barat pada abad ke-15, bahwa kata staat, state, etat itu dialihkan dari kata

status atau statum (bahas Latin) yang secara etimologis berarti sesuatu yang
memiliki sifat-sifat tegak dan tetap. Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia,
Negara adalah persekutuan bangsa yang hidup dalam satu daerah/wilayah dengan
batas-batas tertentu yang diperintah dan diurus oleh suatu badan pemerintahan
dengan teratur.

2.4 Unsur-Unsur Pembentuk Suatu Negara


Berikut adalah unsur unsur yang membentuk suatu negara :
1.

Rakyat

orang yang diam dan berkumpul disuatu Negara.


2.

Wilayah

bagian/tempat yang merupakan bagian tak terpisahkan dari Negara. Bagian


tersebut adalah :

3.

darat
udara
laut
wilayah ekstra territorial

Pemerintah yang berdaulat

Arti sempit: lembaga eksekutif (Presiden dan kabinet).


Arti luas: semua badan yang berwenang mengelola negara, terdiri:

Legislatif : DPR
Eksekutif : Presiden
Yudikatif : MA
Eksaminatif (kontrol): BPK
Konstitutif : MPR

4.

Pengakuan negara lain

a.

De facto (fakta/fisik)

Kenyataan berdirinya suatu negara. Bersifat: lemah, mudah berubah.


b.

De jure (hukum)

2.5 Pilar-Pilar Berbangsa dan Bernegara


Setiap bangasa pasti mempunyai dasar-dasar yang mencerminkan sikap dari
negara itu sendiri. Begitu juga Indonesia dengan EMPAT PILAR BERBANGSA

DAN BERNEGARA. Konsep empat pilar ini digagas oleh alm.Taufik Kiemas.
Keonsep ini adalah mutlak dan tidak bisa dipisahkan dalam menjaga dan
membangun kebutuhan bangsa.
Adapun empat pilar berbangsa dan bernegara adalah :
1.
2.
3.
4.

Pancasila
UUD 45
Bhineka tunggal ika
NKRI

1. Pancasila
Pancasila adalah ideologi dasar bagi negara Indonesia. Kata
pancasila berasal dari 2 kata bahasa sansekerta yaitu panca : lima
dan sila : prinsip/asas.
Adapun lima prinsip negara kita adalah :
1. Ketuhanan yang maha esa.
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab.
3. Persatuan Indonesia.
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat dalam
permusyawaratan perwakilan.
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
2. UUD 45
UUD 45 adalah hukum dasar tertulis dan konstitusi pemerintah
negara republik Indonesia saat ini. UUD 1945 disahkan sebagai
undang undang dasar negara oleh PPKI pada tanggal 18 agustus
1945.
3. Bhineka Tunggal Ika
Bhineka tunggal ika adalah motto atau semboyan Indonesia.
Frasa ini berasal dari jawa kuno dan sering kali diterjemahkan
dengan kalimat Berbeda-beda tetapi tetap satu. Arti secara luas
adalah Indonesia yang mamilki ribuan pulau yang tesebar di
seluruh Indonesia pasti memiliki beragam suku dan budaya yang
berbeda-beda yang mungkin dikarenakan faktor wilayah. Namun
dikarenakan perbedaan ini, tidak menjadikan Indonesia terpecah
belah melain terus bersatu dan semakin kuat dikarenakan
perbedaan tersebut.
4. NKRI

NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) adalah bentuk


dari negara Indonesia. Dimana negara Indonesia yang merupakan
negara kepulauan, selain itu bentuk negaranya adalah republik.
Keberadaan negara kesatuan republik Indonesia (NKRI) tidak
dapat dipisahkan dari peristiwa proklamasi kemerdekaan 17
Agustus 1945, karena melalui peristiwa tersebut indenesia berhasil
mendirikan negara sekaligus menyatakan kepada dunia luar bahwa
sejak saat itu telah ada negara baru yaitu Negara Kesatuan
Republik Indonesia.

2.6 Tujuan Berbangsa dan Bernegara


Tujuan kita hidur berbangsa dan bernegara sebenarnya telah tercantum dalam
Pembukaan UUD 1945 alinea ke-IV, yang isinya berupa Kemudian daripada itu
untuk membentuk suatu pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap
bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan
kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan
ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan
sosial.
Kurang lebih ada empat tujuan yang disinggung dari pernyataan di atas, yaitu:
1. Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah
Indonesia
2. Memajukan kesejahteraan umum
3. Mencerdaskan kehidupan bangsa
4. Ikut melaksanakan ketertiban dunia

BAB III PENUTUP


3.1 Kesimpulan
Dari seluruh penjelasan di atas, kita bisa menyimpulkan tujuan asli kehidupan
berbangsa dan bernegara dari pembukaan UUD 1945 alinea ke-IV yang
merupakan dasar dari tujuan terbentuknya NKRI. Dari penjelasan yang terakhir,
kita memiliki 4 tujuan berbangsa dan bernegara, dan itu perlu ditunjang dari
pribadi masyarakatnya itu sendiri. Adanya kesadaran untuk mendukung
pengoptimalan usaha untuk tercapainya tujuan di atas dalam diri kita sendiri
adalah wajib. Maka dari itu, setiap individu yang mendiami wilayah NKRI dan
berada di bawah naungan hukum yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945 ini
perlu mengetahui tujuan dari kehidupan berbangsa dan bernegara.

DAFTAR PUSTAKA
Empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara, 2013,
http://politik.kompasiana.com/2013/06/12/empat-pilar-berbangsa-danbernegara-568227.html (waktu akses: 24 Februari 2015 22:00)
Sumber gambar: image.google.co.id