Anda di halaman 1dari 8

PENERAPAN TEKNIK MEMBACA EFEKTIF METODE SQ3R

Nama

: Rifqi Alfadhillah Sentosa

NPM

: 270 110 140 139

Kelas

:D

Judul Buku

: Teknologi Minyak Bumi edisi pertama

Pengarang

: A. Hardjono

Penerbit

: GADJAH MADA UNIVERSITY PRESS

Tahun Terbit

: 2007

Pada kesempatan kali ini, saya akan mencoba untuk menerapkan metode
membaca efektif SQ3R dalam membaca buku yang dijelaskan di atas. Tepatnya,
bab yang akan saya merangkum bab ketiga buku tersebut, yaitu mengenai
klasifikasi minyak bumi.

Survey
Langkah pertama yaitu membaca judul bab dan pendahuluan. Minyak bumi
atau minyak mentah bukan hanya satu jenis, melainkan diklasifikasi berdasarkan
beberapa ciri khusus. Minyak bumi memiliki komposisi kimia yang bervariasi
tidak terhingga, sehingga klasifikasi menjadi sangat sulit. Maka dari itu, beberapa
ahli mengajukan cara klasifikasi mereka sendiri, namun sampai sekarang belum
ada satupun yang benar-benar memuaskan.
Langkah kedua yaitu meninjau judul subbab-subbabnya. Ada 7 macam
klasifikasi minyak mentah yang dijelaskan secara terperinci, lalu ada dua

klasifikasi yang hanya disampaikan garis besarnya, serta satu subbab khusus
mengenai sifat umum dari minyak bumi itu sendiri.

Question
Dari total 9 subbab, dapat ditarik beberapa pertanyaan dari masing-masing
judulnya.

Subbab 1: Klasifikasi Berdasarkan Gravitas API atau Berat Jenis

Bagaimana pembagian minyak mentah berdasarkan gravitas API dan

berat jenisnya?
Ada berapa jenis minyak mentah berdasarkan klasifikasi ini?

Subbab 2: Klasifikasi Berdasarkan Kandungan Malam dan Aspal

Bagaimana pembagian minyak mentah berdasarkan kandungan

malam dan aspalnya?


Ada berapa jenis minyak mentah berdasarkan klasifikasi ini?

Subbab 3: Klasifikasi Berdasarkan Komposisi Kimia

Bagaimana pembagian minyak mentah berdasarkan komposisi

kimianya?
Ada berapa jenis minyak mentah berdasarkan klasifikasi ini?

Subbab 4: Klasifikasi Menurut U.S. Bureau of Mines

Bagaimana pembagian minyak mentah menurut U.S. Bureau of

Mines?
Ada berapa jenis minyak mentah berdasarkan klasifikasi ini?

Subbab 5: Klasifikasi Menurut Distribusi Atom Karbon

Bagaimana pembagian minyak mentah berdasarkan distribusi atom

karbonnya?
Ada berapa jenis minyak mentah berdasarkan klasifikasi ini?

Subbab 6: Klasifikasi Berdasarkan Faktor Karakterisasi

Bagaimana

karakterisasinya?
Ada berapa jenis minyak mentah berdasarkan klasifikasi ini?

pembagian

minyak

mentah

berdasarkan

faktor

Subbab 7: Klasifikasi Berdasarkan Indeks Korelasi

Bagaimana

korelasinya?
Ada berapa jenis minyak mentah berdasarkan klasifikasi ini?

pembagian

minyak

mentah

berdasarkan

indeks

Subbab 8: Klasifikasi Minyak Bumi Lainnya

Ada berapa klasifikasi lain dari minyak mentah? Apa sajakah itu?
Ada berapa jenis minyak mentah berdasarkan klasifikasi ini?

Subbab 9: Sifat-Sifat Umum Minyak Bumi

Apa saja sifat-sifat umum dari minyak bumi?


Mengapa ada banyak sekali klasifikasi dari minyak mentah jika
diketahui sifat umum minyak bumi yang universal?

Read
Tahap membaca adalah tahap yang paling penting, karena selain kita
menarik lebih banyak informasi untuk melengkapi kerangka yang sudah didapat
di tahap pertama, dalam tahap ini kita juga mencari jawaban-jawaban yang
muncul dari pengembangan kepala subbab-subbab yang sudah dikemukakan di
tahap sebelumnya.
Subbab 1: Klasifikasi Berdasarkan Komposisi Kimia
Klasifikasi ini yang paling sederhana. Dengan mengetahui gravitas API atau
berat jenisnya, kita dapat membagi minyak mentah berdasarkan fraksinya. Jika
gravitas API tinggi atau berat jenis minyak mentah rendah, maka ada
kecenderungan minyak tersebut membawa fraksi ringan dalam jumlah besar.
Berdasarkan gravitas API atau berat jenis, minyak mentah dibagi ke dalam
lima jenis minyak mentah yaitu:
minyak mentah ringan
minyak mentah ringan sedang
minyak mentah berat sedang
minyak mentah berat
minyak mentah sangat berat.
Subbab 2: Klasifikasi Berdasarkan Kandungan Malam dan Aspal
Pencampuran kandungan malam dan aspal dalam minyak mentah menjadi
poin pembeda dalam klasifikasi ini. Ada minyak yang mengandung malam atau
parafin, aspal, bahkan mengandung keduanya. Sehingga berdasarkan kandungan
malam, parafin, dan aspal, minyak mentah daat dibagi ke dalam tiga golongan
dasar minyak mentah, yaitu:
minyak mentah dasar parafin
minyak mentah dasar aspal atau minyak mentah dasar naften
minyak mentah dasar campuran atau tengahan.
Subbab 3: Klasifikasi Berdasarkan Komposisi Kimia
Klasifikasi ini didasarkan kepada komposisi kimia fraksi minyak bumi yang
mempunyai daerah didih antara 250-300 derajat Celcius. Berdasarkan hal tersebut,
minyak mentah dibagi menjadi 5 golongan, yaitu:
parafin

parafin-naften
naften
parafin-naften-aromat
naften-aromat

Subbab 4: Klasifikasi Menurut U.S. Bureau of Mines


Klasifikasi ini adalah klasifikasi minyak bumi yang sekarang paling banyak
digunakan.Klasifikasi ini didasarkan pada gravitas API fraksi kunci nomor 1 dan
nomor 2, yang memiliki perbedaan titik didih. Dengan ini, minyak bumi terbagi
menjadi 9 golongan dasar, yaitu:
Parafin-parafin
Parafin-tengahan
Parafin-naften
Tengahan-parafin
Tengahan-tengahan
Tengahan-naften
Naften-parafin
Naften-tengahan
Naften-naften

Subbab 5: Klasifikasi Menurut Distribusi Atom Karbon


Klasifikasi ini didasarkan atas distribusi karbon parafinik, naftenik, dan
aromatik dalam minyak mentah. Distribusi tersebut dapat ditentukan dengan
metoda n-d-M, yaitu dengan jalan mengukur indeks bias n, densitas d, dan berat
molekul rata-rata contoh M.
Dengan menggunakan diagram sebuah segitiga, minyak mentah dapat
dibagi berdasarkan persentase karbon yang terkandung di dalamnya.
Subbab 6: Klasifikasi Berdasarkan Faktor Karakteristik
Klasifikasi ini diajukan oleh Watson dari Universal Oil Project Company,
yang mendefinisikan faktor karakterisasi Watson K sebagai berikut:

K=

3 TB
S

dimana TB mula-mula didefinisikan sebagai titik rerata molal, kemudian


berubah menjadi titik didih rerata kubis dan akhirnya menjadi titik didih rerata
tengahan dalam Reamur. S adalah berat jenis.
Hasilnya dapat membagi minyak mentah ke dalam 4 golongan:
Minyak mentah dasar parafin
Minyak mentah dasar tenghan
Minyak mentah dasar naften
Minyak mentah dasar aromat
Subbab 7: Klasifikasi Berdasaran Indeks Korelasi
Klasifikasi ini menggunakan sebuah indeks, yang diperolaeh dengan
perhitungan untuk setiap jenis hidrokarbon. Grafik dalam menentukan indeks
korelasi ini dalam dijabarkan juga menjadi sebuah persamaan empirik sebagai
berikut:
I . K .=473,7 S456,8+ 48,640/ K

Pembagian minyak bumi didapat setelah mengetahui nilai indeks


korelasinya, menjadi 3 golongan:
Minyak bumi parafin dominan
Minyak bumi campuran dari parafin, naften dam aromat
Minyak bumi aromat dominan
Subbab 8: Klasifikasi Minyak Bumi Lainnya

Selain ketujuh klasifikasi yang telah diuraikan sebelumnya, masih ada


beberapa bentuk klasifikasi dari minyak bumi. Jika dilihat dari kandungan
belerangnya, minyak bumi terbagi menjadi 3 golongan yaitu minyak mentah
dengan kandungan belerang rendah, sedang, dan kandungan tinggi.
Sementara jika didasarkan pada kandungan hidrogen sulfid, minyak mentah
dibagi ke dalam minyak mentah masam, dan minyak mentah manis.
Subbab 9: Sifat-Sifat Umum Minyak Bumi
Minyak bumi yang memiliki komposisi yang berbeda akan memiliki sifat
yang berbeda pula. Namun untuk minyak yang mempunyai golongan dasar
tertentu, terdapat kesamaan sifat-sifat umum. Golongan dasar yang dimaksud
adalah minyak yang berdasar parafin, dan berdasar naften.
Kedua golongan itu memiliki sifat-sifat umumnya sendiri, contohnya yaitu
gravitas API-nya, angka oktan bensinnya, titik tuang minyak pelumas, dll.

Recite
Berdasarkan beberapa aspek, minyak bumi atau minyak mentah dibagi
menjadi beberapa klasifikasi. Pertama, dilihat dari gravitas API dan berat
jenisnya, minyak bumi dibagi menjadi lima jenis berdasarkan beratnya. Kedua,
dilihat dari kandungan malam dan aspal, minyak bumi terbagi menjadi tiga
golongan berdasarkan banyaknya parafin dan aspal.
Yang ketiga, yaitu minyak bumi terbagi menjadi lima golongan jika dilihat
komposisi kimia, tepatnya persentase kandungan parafin, naften, aromat, malam,
dan aspal. Lalu ada klasifikasi yang paling banyak digunakan yaitu menurut U.S.
Bureau of Mines, yang didasarkan gravitas API fraksi kunci nomor 1 dan 2,
menjadi sembilan golongan minyak mentah. Kelima, yaitu klasifikasi menurut
distribusi atom karbon parafinik, naftenik, dan aromatik melalui perhitungan
persentase karbon-karbon tersebut dengan sebuah diagram khusus.
Keenam, yaitu klasifikasi yang diajukan oleh Watson berdasarkan faktor
karakterisasi yang beliau buat, sehingga minyak bumi dapat dibedakan menjadi
empat macam. Yang ketujuh adalah klasifikasi dengan menggunakan indeks
korelasi yang membagi minyak mentah menjadi tiga macam.

Selain tujuh klasifikasi yang telah diuraikan secara tersendiri, ada dua
klasifikasi lain yang bisa dipakai, yaitu klasifikasi yang membuat 3 penggolongan
berdasarkan kandungan belerang, serta dua penggolongan yang berdasarkan
kandungan hidrogen sulfid di dalam minyak bumi.
Walaupun ada banyak sekali pengelompokkan minyak bumi yang diajukan,
namun minyak bumi secara umum bisa dilihat sifat-sifatny, selama mempunyai
golongan dasar tertentu. Golongan dasar tersebut adalah minyak berbahan dasar
parafin, dan naften. Keduanya memiliki sifat umunya masing-masing seperti
gravitas API, angka oktan bensin, dll.

Review
Ada banyak sekali pengajuan klasifikasi minyak bumi dari para ahli, namun
sampai sekarang belum ada yang benar-benar memuaskan, karena komposisi
minyak bumi sangatlah bervariasi, bahkan tidak berlebihan jika ada pernyataan
bahwa minyak bumi memiliki banyak variasi yang tidak terhingga.
Tercatat ada beberapa klasifikasi yang bisa dijadikan metode untuk
membagi minyak bumi menjadi beberapa golongan, yaitu berdasarkan:
Gravitas API atau berat jenis
Kandungan malam dan aspal
Komposisi kimia
Menurut U.S. Bureau of Mines
Distribusi atom karbon
Faktor karakterisasi
Indeks korelasi
Kandungan belerang
Kandungan hidrogen sulfid
Bayangkan jika setiap klasifikasi memiliki rata-rata tiga penggolongan
minyak bumi, sehingga kira-kira ada 27 total penggolongan. Walaupun banyak
sekali aspek klasifikasi yang dapat digunakan untuk menggolongkan minyak
mentah, namun secara umum dapat dibagi berdasarkan bahan dasarnya, yaitu
parafin dan naften. Setiap bahan itu memiliki sifat umumnya tersendiri.