Anda di halaman 1dari 9

MODUL PRAKTIKUM

GENERATOR SINKRON

I.

Tujuan
Mempelajari cara kerja generator sinkron, serta cara pengendalian
operasinya.

II.

Teori Dasar Percobaan


Generator sinkron dengan definisi sinkronnya, mempunyai makna
bahwa frekuensi listrik yang dihasilkannya sinkron dengan putaran
mekanis generator tersebut. Rotor generator sinkron yang diputar
dengan penggerak mula (prime mover) yang terdiri dari belitan
medan dengan suplai arus searah akan menghasilkan medan
magnet putar dengan kecepatan dan arah putar yang sama
dengan putaran rotor tersebut. Hubungan antara medan magnet
pada mesin dengan frekuensi listrik pada stator ditunjukan pada
Persamaan dibawah ini:

Dimana : f = Frekuensi listrik (Hz)


ns = Kecepatan putar medan magnet atau kecepatan
putar rotor (rpm)
p = Jumlah kutub
Generator sinkron sering kita jumpai pada pusat-pusat pembangkit
tenaga listrik (dengan kapasitas yang relatif besar). Misalnya, pada
PLTA, PLTU, PLTD dan lain-lain. Selain generator dengan kapasitas
besar, kita mengenal juga generator dengan kapasitas yang relatif
kecil, misalnya generator yang digunakan untuk penerangan
darurat yang sering disebut Generator Set atau generator
cadangan.
Komponen Generator Sinkron
Generator sinkron mengkonversi energi mekanik menjadi energi
listrik bolak-balik secara elektromagnetik. Energi mekanik berasal
dari penggerak mula yang memutar rotor, sedangkan energi listrik
dihasilkan dari proses induksi elektromagnetik yang terjadi pada
kumparan-kumparan stator.

Gambar : Konstruksi generator sinkron


Secara umum generator sinkron terdiri atas stator, rotor, dan celah
udara. Stator merupakan bagian dari generator sinkron yang diam
sedangkan rotor adalah bagian yang berputar dimana diletakkan
kumparan medan yang disuplai oleh arus searah dari Eksiter. Celah
udara adalah ruang antara stator dan rotor.
Prinsip Kerja Generator Sinkron
Jika sebuah kumparan diputar pada kecepatan konstan pada medan
magnet homogen, maka akan terinduksi tegangan sinusoidal pada
kumparan tersebut. Medan magnet bisa dihasilkan oleh kumparan
yang dialiri arus DC atau oleh magnet
tetap. Pada mesin tipe ini medan magnet diletakkan pada stator
(disebut generator kutub eksternal / external pole generator) yang
mana energi listrik dibangkitkan pada kumparan rotor. Hal ini dapat
menimbulkan kerusakan pada slip ring dan karbon sikat, sehingga
menimbulkan permasalahan pada pembangkitan daya tinggi.
Untuk mengatasi permasalahan ini, digunakan tipe generator
dengan kutub internal (internal pole generator), yang mana medan
magnet dibangkitkan oleh kutub rotor dan tegangan AC
dibangkitkan pada rangkaian stator. Tegangan yang dihasilkan akan
sinusoidal jika rapat fluks magnet pada celah udara terdistribusi
sinusoidal dan rotor diputar pada kecepatan konstan. Tegangan AC
tiga fasa dibangkitan pada mesin sinkron kutub internal pada tiga
kumparan stator yang diset sedemikian rupa sehingga membentuk
beda fasa dengan sudut 120.
Motor sinkron adalah motor AC, bekerja pada kecepatan tetap pada
sistem frekuensi tertentu. Motor ini memerlukan arus DC untuk

pembangkitan daya dan memiliki torsi awal yang rendah, dan oleh
karena itu motor sinkron cocok untuk penggunaan awal untuk
beban rendah seperti kompresor udara perubahan frekuensi dan
generator motor. Motor sinkron mampu memperbaiki faktor daya
sistem sehingga sering digunakan pada sistem yang menggunakan
banyak listrik. Bagian dasar dari sebuah motor sinkron :
Komponen Motor Sinkron
1. Rotor
Perbedaan utama antara motor sinkron dan motor induksi adalah
bahwa rotor mesin sinkron berjalan pada kecepatan putar yang
sama dengan perputaran medan magnet. Hal ini memungkinkan
sebab medan magnet rotor tidak lagi terinduksi. Rotor memiliki
magnet permanen, yang dipaksa untuk mengunci pada posisi
tertentu bila di hadapkan pada medan magnet lainnya.
2. Stator
Menghasilkan medan magnet berputar yang sebanding dengan
frekuensi yang dipasok. Motor ini berputar pada kecepatan
sinkron, yang diberikan oleh persamaan berikut:

Ns =
Dimana : f = Frekuensi dari pasokan frekuensi
P= Jumlah kutub
Ns = Putaran generator
Prinsip Kerja Motor Sinkron
Amortisseur pada rotor menghasilkan torsi awal dan
mempercepat torsi untuk mempercepat sinkronisasi motor.
Ketika kecepatan motor mencapai sekitar 97% dari papan
RPM, medan arus DC diterapkan ke rotor untuk menghasilkan
torsi tarikan dan rotor akan menarik langkah dan
mensinkronisasi dengan medan fluks yang berputar di dalam
stator. Motor akan dijalankan pada kecepatan sinkron dan
menghasilkan torsi yang sinkron.
Setelah sinkronisasi, dorongan torsi tidak dapat ditingkatkan
lagi atau motor akan menjadi di luar kendali. Kadang-kadang,
jika kelebihan beban sesaat motor akan slip dan sinkronisasi
ulang. Perlindungan saat dorongan harus disediakan, jika
tidak motor akan berjalan sebagai sebuah motor induksi arus
tinggi dan memungkinkan kerusakan motor yang parah.

Sinkronisasi
Sinkronisasi adalah suatu cara untuk menggabungkan dua sumber
atau beban arus bolak-balik (AC). Sumber AC tersebut antara lain
generator dan beban adalah transformator yang akan digabungkan
atau diparalel dengan tujuan untuk meningkatkan keandalan dan
kapasitas sistem tenaga listrik. Jika kita hendak memparalelkan dua
generator atau lebih tentunya kita harus memperhatikan beberapa
persyaratan paralel generator tersebut. Beberapa persyaratan yang
harus dipenuhi adalah
Tegangan kedua generator harus mempunyai amplitudo yang
sama.
Tegangan kedua generator harus mempunyai frekuensi yang
sama.
Tegangan antar generator harus sefasa.
Phase sequence yang sama, terminal RST generator harus
dihubungkan dengan terminal RST busbar.
Persyaratan diatas berlaku apabila :
Lebih dari dua generator yang akan kerja paralel.
Dua atau lebih sistem yang akan dihubungkan sejajar.
Generator atau pusat tenaga listrik yang akan dihubungkan
pada sebuah jaringan.
Phase Sequence Indicator

Alat ini sama dengan yang digunakan untuk mengetahui


sequence phasa dari motor induksi. Dilengkapi dengan jarum
berputar (rotating pointer), jika jarum berputar searah jarum

jam, maka dapat dikatakan memiliki sequence positif RST dan


jika berputar sebaliknya memiliki sequence negatif RTS.

Karakteristik Beban Generator


Generator tanpa beban
Pengujian beban nol terkait dengan karakteristik beban nol
yaitu hubungan
antara tegangan induksi Ea dengan arus penguat/eksitasi If.
Pada pengujian beban nol, rotor generator diputar pada
kecepatan nominal dan terminal jangkar dalam keadaan
terbuka. Arus medan If diatur bertahap dari nol hingga
diperoleh harga tegangan induksi Ea berkisar kurang lebih
125% dari tegangan nominal generator. Pada kondisi ini arus
jangkar Ia=0 dan tegangan induksi Ea=Vt. Pembacaan
tegangan induksi jangkar dengan pengaruh variasi medan
eksitasi digambarkan dalam sebuah kurva yang ditunjukkan
oleh Gambar :

Gambar : Karakteristik beban nol


Generator berbeban
Bila generator sinkron dibebani maka tegangan keluaran
generator akan menurun, hal ini disebabkan adanya tegangan
jatuh pada belitan generator.

Gambar : Karakteristik berbeban


III.

Alat-Alat Yang Digunakan


1. Generator sinkron dan penggeraknya
1 Unit
2. Catu daya bantu searah
1 Unit
3. Beban-beban listrik
1 Unit
4. Wattmeter
2 Buah
5. Voltmeter
2 Buah
6. Amperemeter
1 Buah
7. Tachometer
1 Buah
8. Kabel jumper
Secukupnya

IV.

Diagram Pengamatan

V.

Prosedur Percobaan
a. Percobaan Beban Nol
1. Membuat rangkaian seperti pada gambar 1.
2. Melaporkan pada asisten setelah selesai, tegangan tidak boleh
dimasukkan sebelum disetujui oleh asisten.

3. Mengatur besar arus medan (I f) dari nol dan dinaikkan secara


bertahap.
4. Mengukur tegangan output dan putaran (n).
5. Menulis dalam tabel.

Gambar 1
b. Percobaan Berbeban
1. Membuat rangkaian percobaan seperti pada gambar 2.
2. Melaporkan pada asisten setelah selesai, tegangan tidak boleh
dimasukkan sebelum disetujui oleh asisten.
3. Dengan arus medan konstan beban diatur secara bertahap.
4. Mengukur tegangan output dan putaran motor pada setiap
pembebanan.

Gambar 2
VI.

Data Pengamatan

VII. TUGAS AKHIR DAN PERTANYAAN


1. Tujuan Sinkronisasi?
2. Syarat-Syarat Sinkronisasi?
3. Gambarkan grafik jika tegangan, frekuensi, dan beda fasa berbeda
pada tegangan jala-jala dan tegangan generator.

Jawaban
1. tujuan sinkronisasi
Untuk mengatasi kebutuhan listrik atau beban yang melebihi kapasitas
generator untuk menghindari tidak berfungsinya generator atau rusaknya
generator.masalah beban dan lisstrik berlebih tersebut bisa diatasi dengan
menjalankan generator lain yang kemudian dioperasikan secara paralel
dengan generator yang telah bekerja sebelumnya, pada satu jaringan listrik
yang sama. Keuntungan dari menggabungkan 2 generator atau lebih dalam
suatu jaringan listrik adalah bila salah satu generator tiba-tiba mengalami
gangguan, maka generator tersebut dapat dihentikan serta beban dialihkan
pada generator lain, sehingga pemutusan listrik secara total bisa dihindari.
2. syarat sinkronisasi
1. Polaritas dari generator harus sama dan tidak bertentangan setiap saat
terhadap satu sama lainnya.
2. Nilai efektif tegangan harus sama.
3. Tegangan Generator yang diparalelkan mempunyai bentuk gelombang
yang sama.

4. Frekuensi kedua generator atau frekuensi generator dengan jala-jala


harus sama.
5. Urutan fasa dari kedua generator harus sama.
3. grafik

VIII. ANALISIS

IX. KESIMPULAN