Anda di halaman 1dari 1

Veterinary Medicine Study

Sabtu, 09 Januari 2010


KUNJUNGAN PENGENALAN PROFESI VETERINER IKATAN
MAHASISWA KEDOKTERAN HEWAN CABANG UNIVERSITAS
GADJAH MADA YOGYAKARTA KE BALAI KARANTINA PERTANIAN
Yogyakarta - Pada hari jumat tanggal 8 Januari 2010, Ikatan Mahasiswa Kedokteran Hewan
Indonesia cabang Universitas Gadjah Mada Yogyakarta mengadakan kunjungan pengenalan
dunia profesi veteriner di sektor karantina hewan ke Balai Karantina Pertanian Kelas II
Yogyakarta. Kunjungan tersebut dipimpin oleh Ketua Departemen Peningkatan Sumber Daya
Manusia Diah Septyadari yang terdiri sekitar 30 mahasiswa S1 semester awal maupun lanjut.
Salah satu tujuan kunjungan tim IMAKAHI cabang adalah untuk melihat prospektif profesi
kedokteran hewan kedepan khususnya di Balai Karantina Pertanian . Rombongan disambut di
dalam ruang pertemuan Balai Karantina Hewan kelas II Yogyakarta oleh Kepala Seksi
Karantina Hewan Drh. Ina Soelistyani, dan beberapa dokter hewan yang
bertugas disana beserta staf karyawan lainya.
Dalam kesempatan tersebut Kepala Seksi Karantina Hewan Kelas II Yogyakarta
menjelaskan tentang gambaran pengkarantinaan hewan di Indonesia, visi
dan misi Badan Karantina Pertanian, kegiatan dokter hewan yang
dilakukan di Balai Karantina, tantangan dan permasalahan yang dihadapi
dalam masa globalisasi, serta persiapan yang harus disiapkan mahasiswa
kedokteran hewan yang akan memasuki Balai Karantina Pertanian
dikemudian hari. Kemudian pemaparan dilanjutkan oleh dokter hewan
Heru yang memaparkan prospek kedokteran hewan yang masih banyak
dibutuhkan di berbagai sektor baik di sektor pemerintahan maupun
swasta. Usai pemaparan lalu dilanjutkan dengan diskusi antara
mahasiswa dengan pihak Balai Karantina Pertanian Kelas II Yogyakarta.
Dari pihak mahasiswa ada yang menanyakan tentang bagaimana
pentingnya Balai Karantina Pertanian sebagai biosecurity untuk mencegah
penyebaran penyakit zoonosis dari luar ke Indonesia.
Karena pentingnya Balai Karantina Pertanian maka profesi dokter hewan
di Balai Karantina Hewan merupakan salah satu bagian penting yang
mendukung kemajuan profesi veteriner Indonesia, di Balai Karantina
Hewan masih membutuhkan banyak tenaga veteriner, mengingat jumlah
Sumber Daya Manusia yang tidak mencukupi sedangkan laju penerbagan
dari luar negeri ke dalam negeri atau pun sebaliknya mengalami
peningkatan.Hal tersebut menunjukan betapa besar prospek lulusan
kedokteran hewan untuk bekerja di sektor karantina hewan dan tentunya
sebagai mahasiswa harus terus belajar karena lapangan pekerjaan sangat
berbeda dengan semasa duduk di bangku kuliah (Alief,08).