Anda di halaman 1dari 2

Temukan Tuhan di dalam Kemaksiatanmu!

Apa yang kita cari di dunia ini? Sudahkah kita menemukan tujuan hidup kita?
Atau kita malah terjebak dalam kubangan lumpur dunia yang penuh ranjauranjau dunia yang mematikan?
Saat kita jatuh dalam kubangan lumpur dunia apa yang kita lakukan? Berdoakah
kepada Tuhan? Atau doa itu malah menjadi alat untuk memaksa Tuhan bukan
lagi sebagai perintah untuk berdoa.
Tuhan itu sangatlah dekat lebih dekat daripada urat leher kita! Tapi mengapa
kita buta dan tidak bisa merasakan bahwa kekuatan agung itu bersama kita!
"Wa nahnu aqrobu ilaihi min qoblil warid" bahwa "Sesungguhnya AKU lebih
dekat dari urat lehermu" (QS. Qaaf 50: 16)
Kali ini kami akan mencoba membongkar dimana letak kesalahan kita? Lalu
mengapa doa kita tidak terkabulkan? Lalu doa yang bagaimanakah yang bisa
dikabulkan?
Kita pahami hakekat doa itu dulu! yang dimaksud hakekat doa adalah pasrah,
tunduk, menyerah, tidak ada satupun perasaan aku yang bersemayam didalam
hati kita. Setitik biji atom perasaan aku menempel dihati, kekuatan agung itu
niscaya tidak akan pernah datang, karena kekuatan agung itu murni, tidak akan
bisa tercampur dengan kekuatan apapun. Maka doa yang paling di ijabahi yaitu
ketika saat kita pasrah dihadapan Alloh, merasa tidak apa-apa (nol), tanpa doa
tanpa bicara, tapi dalam doa itu memiliki rasa sehingga hati berucap"bersihkan
hatiku" "sucikan jiwaku". Inilah doa hanya sekejap akan terkabulkan. Ingat
harus benar-benar nol tidak merasa apa-apa! Jangan tergesa-gesa dan mendikte
minta doa kita terkabulkan, tetap dalam hati pasrah, terserah kehendakNya.
karena hakekatnya Alloh sendiri lebih tahu daripada kita, maka sodorkan
kebutuhan pokok kita agar kita kenal kepadaNya.
Di dalam Hadist Qudsi:
Laa Yarifallaahu Ghoirullah: Yang mengenal Allah hanya Allah.
Aroftu Robbi Bi Robbi: "Aku mengenal Tuhan melalui Tuhan" (billah)
Billah gampang diucapkan akan tetapi tidak semua orang mampu merasakan.
Ilmu bisa saja kita tumpuk tapi merasakan ilmu itu tidak semua orang bisa
melakukan, maka jalan tercepat untuk bisa merasakan adalah dengan kita harus
"tirakat/berlatih" dan tirakat yang termudah ialah tirakat hati berlatih merasa
salah, penuh dosa, hina dihadapan Alloh karena kita tempatnya salah dan dosa.
Ini dilatih setiap saat dimanapun berada.
Rosululloh Saw bersabda:
"Manusia adalah tempatnya salah dan lupa", dan "setiap anak adam pernah
berbuat kesalahan, dan sebaik-baik orang yang berbuat salah ialah yang
bertaubat".
Makanya apabila hati senatiasa seperti merasa menjadi hamba, itulah hakekat
kekasih Tuhan, dan orang ini pasti tersembunyi tidak ada orang yang tahu.
Pada saat posisi itulah
".maka mereka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan
adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang". ( Al Furqon 70 )
Walaupun orang itu pernah melakukan dosa-dosa besar, bahkan seorang pelacur
ataupun pembunuh itu adalah kekasih Tuhan. Ini pernah dilakukan oleh seorang
pelacur yang menemukan metode ini, setelah memberikan minum air, dia
merasa rendah, hina, nol, tidak ada-apa apa, saat itulah dia lebur dihadapan
Alloh. Sampai berucap "lebih baik kamu anjing tidak mempunyai akal tapi kamu
tidak pernah melakukan dosa, sedangkan aku yang sempurna dan mempunyai
akal, hidupku berlumuran dosa". Saat itulah buliran air mata yang tulus dari
seorang pelacur tumpah karena ingat dengan dosa-dosanya, sehingga dia

merasa rendah, hina dan penuh banyak dosa. Maka pelacur yang dianggap hina
pada saat itu, Alloh mengangkat derajatnya sehingga dosa-dosanya lebur
dengan kasih sayangNya sehingga pelacur itu dimasukkan didalam surga.
Maka temukanlah Tuhan, jangan kita sampai tertipu dengan bayangan yang
semu, karena semua itu adalah menipu.
Firman Alloh :
"Kullu Syai In Haalikun Illaa Waj Hah"
"Segala sesuatu rusak hancur kecuali Alloh".
Sebagai gambaran
Analogi pertama:
Ada sebuah bayangan orang padahal mustahil ada bayangan akan tetapi tidak
ada orangnya, Maka yang melihat bayangan harus upaya tahu dengan orangnya,
dan siapa yang melihat orangnya tidak perlu melihat bayangan, karena yang
dituju adalah orangnya.
Analogi ke dua:
Ada sebuah arloji ditangan saya, apabila kita menginginkan arlojoi ditangan
saya, tidak perlu melihat bayangan karena ketika melihat arloji, maka
bayanganpun tidak ada. Aka tetapi apabila melihat bayangan harus mencari
aslinya. (tolong pahami analogi ini)
Kesimpulan:
Maka dunia sifatnya adalah rusak dan hancur berarti dunia dan seisinya adalah
bayangan, maka siapa yang melihat dunia pasti tahu siapa dibalik itu semua,
berarti ketika melihat dunia, melihat dirinya, melihat makhluk, melihat anganangan, itu hakekatnya semua adalah bayang-bayang. Dan dibalik itu semua ada
yang mencipta. Mustahil tidak ada yang mencipta!
1. Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa.
2. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.
3. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan,
4. dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia." ( QS Al Ikhlas 1-4)
Inilah inti hidup kita didunia, menemukan Tuhan ! karena dunia adalah
bayangan, dan bentuk apapun bayangan adalah palsu. Maka jangan sekali-kali
tertipu dengan bayangan.
Dan inilah fungsi wahidiyah disampaikan keseluruh penjuru jagat alam semesta,
kalau tidak menemukan tuhan pasti sangatlah menyesal selama-lamanya,
karena kita seperti lingkaran setan tidak tahu siapa yang menciptakan semua ini,
kalau akal memang tahu bahwa dunia seisinya adalah ciptaan, akan tetapi hati
tidak bisa dipungkiri lupa dengan Sang Pencipta ! (Mudah diucap akan tetapi
susah dirasakan)
Khusus kepada pengamal sholawat wahidiyah dimanapun berada, kapan kita
bangkit untuk menyiarkan ilmu ini?
Buatlah beliau Muallif Sholawat Wahidiyah tersenyum bahagia, jangan buat
beliau menangis hanya karena perbuatan dan tingkah laku kita yang
memalukan.
Ayo bangkit! bangkit! dan bangkit!
Jatuh 1000 kali, bangkit 1000 kali juga!
Salam Perjuangan Fafirru Ilalloh.