Anda di halaman 1dari 20

Identitas Pasien

Nama : Ny. N
Usia : 27 tahun
Alamat: Komp. GBI blok E 3 No 12A
Pekerjaan : Swasta (penjual seblak)
Pendidikan : SMA
Suku: Sunda
Status marital : Menikah
Tanggal pemeriksaan : 4 Februari 2015

Identitas Suami
Nama
: Tn. A
Usia
: 38 tahun
Alamat
: Komp. GBI blok E 3 No
12A
Pekerjaan
: Swasta (penjual
seblak)
Suku
: Sunda
Status marital : Menikah

Anamnesis (Autoanamnesis)
Keluhan utama
Mendengar bisikan-bisikan

Riwayat penyakit saat ini


Pasien mengatakan sering mendengar bisikanbisikan, bisikan yang didengar pasien sudah ada
semenjak pasien SMA, sekitar 12 tahun yang lalu,
diketahui pertama kali pasien mendengar bisikan ini
adalah setelah pasien mengalami kecelakaan motor
dan kepala pasien terbentur. Semenjak saat itu,
pasien merasa setiap harinya seperti mendengar
bisikan-bisikan setiap akan mengerjakan sesuatu,
bisikan tersebut seperti menghalangi pasien atau
menakuti pasien ketika akan melakukan sesuatu.

Bisikan yang didengar terjadi secara terus menerus


setiap harinya, namun selama ini pasien dapat
mengalihkan perhatian pasien sehingga pasien
masih mampu beraktifitas seperti biasa dan keluhan
ini tidak begitu mengganggu aktifitas pasien.
Selain keluhan itu, pasien juga mengeluhkan sering
melihat bayangan hitam atau bayangan wanita
berbaju putih, namun bayangan yang dilihat pasien
bukanlah sumber suara yang didengar pasien,
bayangan yang dilihat pasien hanya diam saja.
Untuk keluhan ini sudah dirasakan pasien selama
12 tahun berbarengan dengan keluhan bisikan yang
didengar
pasien.
Menurut
pasien,
hal
ini
menyebabkan pasien terkadang ketakutan ketika
berada dikeramaian, karena selain melihat orang
yang ramai, pasien juga melihat bayangan dan
mendengar bisikan-bisikan dalam keramaian, tetapi
hal ini tidak selalu terjadi.

Pasien
merasa
keluhan
semakin
mengganggu semenjak pasien mulai
bekerja, tepatnya 3 tahun yang lalu,
menurut pasien semenjak bekerja bisikan
yang didengar semakin sering dan
mengganggu
pasien
dalam
bekerja,
selama bekerja terkadang pasien menjadi
sulit fokus dan terkadang ada keluhan dari
pembeli, keluhan berupa seblak yang di
beli terlalu asin, tetapi pasien hingga saat
ini masih tetap berjualan dan tidak ada
keluhan yang terlalu berarti untuk usaha
pasien karena pasien berjualan dibantu
suami dan 2 orang asisten.

Pasien juga merasa sering terganggu


dengan omongan orang disekitarnya,
karena setiap mendengar omongan
orang lain, terkadang pasien sangat
memikirkan secara mendalam dan
menjadi semakin membebani pikiran
pasien karena ada bisikan-bisikan.

Pasien tinggal bersama seorang bapak


mertua, seorang adik, seorang keponakan,
seorang suami, dan dua orang anak. Pasien
bekerja menjual seblak di garasi rumah.
Dan menurut pasien, pasien tidak ada
masalah dengan orang dirumah maupun
dengan orang dilingkungan rumahnya.
Hanya saja belakangan ini pasien sedang
menginginkan
rumah
sendiri
untuk
keluarganya, sehingga pemikiran ini cukup
membebani pikiran pasien sehingga pasien
sering kurang tidur dan keluhan semakin
sering dirasakan oleh pasien.

Semenjak dari SMA, pasien merasakan


keluhan
ini,
tetapi
tidak
menjalani
pengobatan apapun dan pasien masih
dapat mengalihkan perhatiannya. Namun
3 tahun terakhir semenjak berjualan,
keluhan semakin sering dan pasien tidak
sanggup dan ingin berobat agar keluhan
hilang. Saat ini adalah kunjungan pasien
yang ke 4, pasien masih mendengar suarasuara bisikan dan melihat bayangan orang.
Dan saat ini pasien merasa sesak setelah
makan yang pedas, dan pasien sering
makan terlambat.

Status Psikiatrik

Keadaan umum : Sakit sedang


Kesadaran
: Compos mentis
Roman muka
: sedih
Kontak/rapport : ada/adekuat
Orientasi
Tempat
: baik
Waktu
: baik
Orang
: baik
Perhatian
: baik

Emosi
Mood
:
Afek
:
Ingatan
Immediate : baik
Recent
: baik
Remote
: baik
Persepsi
Ilusi
: (+)
Halusinasi : Auditori (+), Visual (+),
Olfaktori (-), Taktil (-), Gustatori (-)

Pikiran
Bentuk : Autistik
Jalan :
Isi pikiran :
Waham : waham kejar (-), waham kebesaran (-), waham
kendali (-), waham dosa (-)
Idea of reference : (-)
Thought : broadcast (-), insertion (-), withdrawal (-)
Insight of illness : baik
Tingkah laku : baik
Bicara : normoaktif dan relevan, nada normal, volume
normal, kecepatan bicara cukup
Dekorum
Kebersihan
: cukup
Sopan santun : baik
Kooperatif : baik

Diagnosis Multiaxial

Axis
Axis
Axis
Axis
Axis

I
II
III
IV
V

Penatalaksanaan

Prognosis
Quo ad vitam
:
Quo ad functionam :
Quo ad sanationam :

Skizofren umum
Tought insertion
Halusinasi auditory

Harus ada 2 dan menetap


Halusinasi menetap pada panca indra
Perilaku katatonik terkadang gelisah

Skizofren paranoid
Halusinasi dan waham menonjol
Suara2 halusinasi yang mengancam pasien
atau memberi perintah, atau auditorik tanpa
bentuk verbal berupa bunyi peluit mendengung
atau bunyi tawa
Dd/ epilesi dan psikosis yang di induksi oleh
obat-obatan
Paranoid involusional
paranoia

Skizofren hebefrenik
Terjadi pada usia 15-25 tahun
Pengamatan kontinu 2-3 bulan

Skizofren katatonik
Gaduh gelisah, tampak jelas aktifitas
motorik tidak bertujuan

Skizofren tidak terinci


Tidak masuk paranoid, herbefrenik atau
katatonik, maupun depresi paska
skizofren

Depresi paska skizofren


Sudah skizofren 12 bulan
Gejala masih ada tetapi tidak menonjol

Skizofren residual
(-)

Skizofren simpleks
(-)