Anda di halaman 1dari 26

laporan pkl

ini sekedar bantuan buat anda yang sedang atau telah selesai melakukan prakerin
ini salah satu contoh buat anda walaupun tidak begitu bagus tapi mungkin dapat membantu
anda menyelesaikan kaporan prakerin anda
yang prakerin di pln

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL SMK1 PINRANG
HALAMAN JUDUL PT. PLN
IDENTITAS SISWA
IDENTITAS PT. PLN (Persero) Wil.Sulselrabar
KATA PENGANTAR.......................................................................
DAFTAR ISI....................................................................................
LEMBAR PENGESAHAN
PENDAHULUAN .........................................................

BAB I

BAB II

1.1
1.2
1.3
1.4
1.5

Latar Belakang Praktek Kerja Industri


Pengertian Prakerin
Tujuan Praktek Kerja Industri
Sasaran
Dasar Praktek Kerja Industri

PELAKSANAAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI.........

2.1 Sejarah Perusahaan


2.2 Visi dan Misi
2.3 Motto Perusahaan
2.4 Falsafah Perusahaan
2.5 Struktur Organisasi

BAB III

ISI LAPORAN..............................................................
3.1 Aktivitas selama PRAKERIN.

...................... 3.2 Rangkuman kegiatan


BAB IV

PENUTUP..........................................................................................
4.1 Kesimpulan

4.2 Saran

BAB I
PENDAHULUAN
1.1

LATAR BELAKANG
PT. PLN (Persero) telah secara konsisten melaksanakan usaha penyediaan
tenaga listrik yang handal dengan tingkat harga yang terjangkau oleh seluruh lapisan
masyarakat, sehingga sektor ketenagalistrikan merupakan elemen sentral dari strategi
pertumbuhan ekonomi yang cepat dan pemerataan pembanguan sosial di Indonesia ini
sesuai dengan tujuan didirikannya PT. PLN (Persero) berdasarkan Undang-Undang No.
15 Tahun 1985
PLN adalah singkatan dari perusahaan listrik Negara. PLN adalah sebuah
BUMN yang mengurusi semua aspek kelistrikan yang ada di Indonesia. Sebagai
perusahaan BUMN yang besar dengan system pasar monopoli maka perusahaan
tersebut menjadi suatu objek yang sangat baik dan bermanfaat untuk di teliti. Peserta
juga memperhatikan factor efisiensi sehingga diharapkan proses KKLP dan penelitian
dapat berjalan dengan lancar.
Dalam era pembangunan, perusahaan ketenagalistrikan memegang peranan
penting yang sangat penting sebagai sumber energi untuk menjalankan sektor lainnya.
Sebagai perusahaan menyedia listrik nomor satu didunia, PT. PLN (Persero) sangat
dibutuhkan oleh masyarakat. Oleh karena itu, pengaturan gerak langkah kelistrikan

sangat erat kaitannya

dengan kebijakan pemerintah. Selain

itu, pengaturan

perindustrian listrik ke masyarakat harus diselenggarakan secara teratur dan terencana


serta harus diarahkan demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat.
Di era globalisasi yang semakin modern dan kompleks, maka tuntutan
perbaikan perekonomian harus pula ditingkatkan. Dukungan dari berbagai faktor usaha
sangat berperan aktif dalam memenuhi tuntutan tersebut. Salah satunya adalah sektor
penyedia ketenagalistrikan.
Dengan memperhatikan peranan perusahaan kelistrikan yang demikian
strategis dalam mencapai pembangunan nasional, maka perusahaan ketenagalistrikan
perlu mengadakan pembinaan dan pengawasan yang efektif dengan didasari oleh
landasan gerak yang kokoh agar perusahaan ketenagalistrikan di Indonesia mampu
menghadapi persaingan yang semakin bersifat global seiring dengan perkembangan
perekonomian dunia yang semakin pesat.
Oleh karena itu, sebagai sumber daya manusia yang mempunyai peranan
yang sangat menunjang dalam peningkatan kualitas dan mutu suattu perusahaan
kelistrikan khususnya dan ekonomi pada umumnya maka perlu diadakan Kuliah Kerja
Lapangan Plus (KKLP) sebagai langkah untuk memperkenalkan dunia kerja, serta
dunia penyedia jasa kelistrikan kepada mahasiswa selaku sumber daya yang sangat
potensial.

1.2 Pengertian
Praktek Kerja Industri (PRAKERIN) merupakan salah satu kegiatan intrakulikuler
yang dilaksanakan oleh Peserta Didik Sekolah Kejuruan, mencakup pengalaman kerja
dan tugas lain yang sesuai dengan program keahliannya masing-masing.
Praktek Kerja Industri (PRAKERIN) yang dilaksanakan oleh SMK Negeri 1
Pinrang, selain tercantum dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) SMK,

yang harus dilaksanakan pada semester III, tidak diartikan secara terbatas, sebagai
latihan saja.
Praktek Kerja Industri (PRAKERIN) dimulai dengan pengenalan medan dan
pembentukan keterampilan terbatas, sehingga secara sepenuhnya Peserta Didik dapat
berdiri sendiri.

1.3 TUJUAN
Untuk mengembangkan ilmu pengetahuan sebagai dasar perbandingan antara ilmu
dan praktek,sertameningkatkan keahlian dan keterampilan dalam pelaksanaan Kuliah
Kerja Pratek kerja lapangan.
Untuk menambah pengalaman kerja dan memupuk rasa percaya diri serta tanggung
jawab yang tinggi dalam melaksanakan tugas dan membantu proses pembangunan,
khususnya pembinaan kesadaran akan kegiatan ekonomi yang di padukan dengan
Kuliah Kerja Pratek lapangan.
.Meningkatkan, memperluas, dan menetapkan keterampilan membentuk kemampuan
Peserta Didik sebagai bekal untuk memasuki lapangan kerja yang sesuai dengan
program keahlian dan disiplin ilmunya.
Menumbuh kembangkan dan memanfaatkan profesional kerja yang diperlihatkan
Peserta Didik untuk memasuki lapangan kerja sesuai bidangnya.
Meningkatkan pengenalan Peserta Didik pada aspek-aspek usaha yang potensial
dengan lapangan kerja antara lain : struktur organisasi usaha, asosiasi usaha, jenjang
karir dan menengah usaha.
Memberikan kesempatan kepada Peserta Didik untuk memasyarakatkan diri pada
sesuatu atau iklim lingkungan kerja yang sebenarnya, baik sebagaii pekerja penerima
upah maupun sebagai pekerja mandiri, terutama yang berkenaan dengan disiplin kerja.
Meningkatkan, memperluas dan memantapkan proses penyerapan teknologii baru dari
lapangan ke sekolah dan sebaliknya.

Memperoleh masukan dan umpan balik untuk memperbaiki dan mengembangkan


kesesuaian pendidikan kejuruan.
Menjalin kerja sama dengan dunia usaha secara institusional untuk memberii peluang
masuk dan ditetapkannya alumn

1.4

Sasaran
Sasaran yang ingin dicapai adalah terbentuknya seperangkat pengetahuan,
keterampilan nilai dan sikap serta pola tingkah laku yamg diperlukan bagi propesinya
serta cakap dan tepat menggunakannya dalam penyelenggaraan menejemen baik di
sekolah maupun diluar sekolah.sehingga apabila peserta didik telah selesai maka
peserta didik tersebut memliki keterampilan untuk bekerja di perusahaan atau institusi.

1.5

Dasar
Praktek Kerja Industri (PRAKERIN) wajib diikuti oleh setiap Peserta Didik yang
ada di lingkungan SMK Negeri 1 Pinrang dengan berpedoman :

1.

Kebijakan pemerintah yang tertuang pada Garis-garis Besar Haluan Negara, bahwa
tujuan Pendidikan Menengah Kejuruan adalah menghasilkan manusia pembangunan
yang mampu berperan dalam sektor pembangunan.

2.

Sadar akan terdapatnya saling ketergantungan yang tak dapat dihindarii antara
pendidikan menengah kejuruan di suatu pihak dan dunia kerja dii pihak lain.

3.

Misi pembangunan, manusia yang mampu berperan sebagai tenaga terampil tingkat
menengah yang layak kerja secara sistematis dalam Garis-garis Besar Program
Pengajaran (GBPP) berbagai Program Keahlian dalam KTSP SMK serangkaian mata
pelajaran program keahlian yang mendukung tercapainya tujuan suatu program
keahlian dilaksanakan dalam waktu dan jumlah kredit yang memadai, sebagaimana
tertera dalam struktur program keahlian yang bersangkutan.

BAB II
PELAKSANAAN PRAKTEK KERJA INDUSTRI
2.1 SEJARAH PERUSAHAAN
Berikut ini merupakan tahun-tahun penting dalam sejarah kelistrikan di Sulawesi
Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat :
Tahun 1914
Dibangun pembangkit listrik yang pertama di Makassar menggunakan mesin uap
yang dikelola oleh suatu lembaga yang disebut Electriciteit Weizen berlokasi di
PelabuhanMakassar
Tahun1925
Dibangun pusat listrik Tenaga Uap (PLTU) dengan kapasitas 2 MW di tepi sungai
Jeneberang daerah Pandang-Pandang, Sungguminasa dan hanya mampu beroperasi
hingga tahun 1957.
Tahun1946
Dibangun Pusat Listrik Tenaga Diesel (PLTD) yang berlokasi di bekas lapangan
sepak bola Bontoala yang dikelola N. V. Nederlands Gas Electriciteit Maatschappy (N.V.
NEGEM)
Tahun1949
Seluruh pengelolaan kelistrikan dialihkan ke N.V. Ovesseese Gas dan Electriciteit
Gas dan Electriciteit Maatschappy (N.V. OGEM)

Tahun1957
Pengusahaan ketenagalistrikan di kota Makassar di nasionalisasi oleh Pemerintah
RI dan dikelola oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN) Makassar namun wilayah operasi
terbatas hanya di kota Makassar dan daerah luar kota Makassar antara lain Majene,
Bantaeng, Bulukumba, Watampone dan Palopo untuk pusat pembangkitnya ditangani
oleh PLN Cabang luar kota dan pendistribusiannya oleh PT. MPS (Maskapai untuk
Perusahaan-perusahaan Setempat). PLN Makassar inilah kelak merupakan cikal bakal
PT. PLN (Persero) Wilayah VIII sebagaimana yang kita kenal dewasa ini.
Tahun1961
PLN Pusat membentuk unit PLN Exploitasi VI dengan wilayah kerja meliputi
Propinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara yang berkedudukan di Makassar.
Tahun1973
Berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Tenaga Listrik No.
01/PRT/1973 tentang Struktur Organisasi dan Pembagian Tugas Perusahaan Umum,
PLN Exploitasi VI berubah menjadi PLN Exploitasi VIII.
Tahun1975
Menteri Pekerjaan Umum dan Tenaga Listrik mengeluarkan Peraturan Menteri No.
013/PRT/1975 sebagai penganti Peraturan Menteri No. 01/PRT/1973 yang didalamnya
disebutkan bahwa perusahaan mempunyai unsur pelaksana yaitu Proyek PLN Wilayah.
Oleh karena itu, Direksi Perum Listrik Negara menetapkan SK No. 010/DIR/1976 yang
mengubah sebutan PLN Exploitasi VIII menjadi PLN Wilayah VIII.
Tahun1994
Berdasarkan PP No. 23 tahun 1994 maka status PLN Wilayah VIII berubah menjadi

Persero maka juga berubah namanya menjadi PT. PLN (Persero) Wilayah VIII.
Perubahan ini mengandung arti bahwa PLN semakin dituntut untuk dapat meningkatkan
kinerjanya.
Tahun2001
Sejalan dengan kebijakan restrukturisasi sektor ketenaga listrikan, PT PLN (Persero)
Wilayah VIII diarahkan menjadi Strategic Business Unit/Investment Centre dan sebagai
tindak lanjut, sesuai dengan Keputusan Direksi PT PLN (Persero) No 01.
K/010/DIR/2001 tanggal 8 Januari 2001, PT PLN (Persero) Wilayah VIII berubah
menjadi PT PLN (Persero) Unit Bisnis Sulawesi Selatan dan Tenggara 11. Tahun 200x
Wilayah Sulsel & Sultra
Tahun

2006

Berubah menjadi PT PLN (Persero) Wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara


dan Sulawesi Barat

2.2 VISI dan Misi PT.PLN (Persero) Wilayah Sulsel, Sultra dan Sulbar Makassar
1. VisiPerusahaan
Diakui

sebagai Perusahaan

Kelas

Dunia yang

Bertumbuh

kembang, Unggul dan Terpercaya dengan bertumpu pada Potensi Insani.

2. Misi Perusahaan
Menjalankan bisnis kelistrikan dan bidang lain yang terkait, berorientasi pada kepuasan
pelanggan, anggota perusahaan, dan pemegang saham.
Menjadikan tenaga listrik sebagai media untuk meningkatkan kualitas kehidupan
masyarakat.
Mengupayakan agar tenaga listrik menjadi pendorong kegiatan ekonomi.

Menjalankan kegiatan usaha yang berwawasan lingkungan.

2.3 Motto
Listrik untuk kehidupan yang lebih baik (Electrity for a better life)

2.4 Falsafah Perusahaan


Pembawa kecerahan dan kegairahan dalam kehidupan masyarakat yang produktif.

2.5 Struktur Organisasi PT. PLN (Persero) Wilayah Sulselrabar


Organisasi menurut Robbin adalah satuan social yang terkoordinasi secara
sadar, terdiri dari dua atau lebih orang yang berfungsi atas dasar yang relative/ continue
untuk mencapai suatu tujuan atau serangkaian tujuan-tujuan bersama.
Struktur organisasi merupakan gambaran posisi wewenang kekuasaan dan
tanggung jawab masing-masing staf yang terlibat dalam satu organisasi. Setiap struktur
organisasi akan lebih dulu memusatkan perhatian pada kegiatan-kegiatan yang
diperlukan untuk mencapai tujuan. Manajemen menganalisis jabatan-jabatan yang
dilakukan, kemudian orang dengan minat dan kualifikasi tertentu ditarik untuk
memegang jabatan. Koordinasi tentang kegiatan setiap karyawan merupakan tanggung
jawab penting yang lain dari manajemen, karena mereka harus Kompak jika ingin
perusahaan beroperasi secara lancar.
Struktur organisasi yang ditentukan dengan baik juga harus mendukung moral
karyawan. Karyawan yang mengetahui tentang apa yang diharapkan dari pekerjaan,
siapa atasannya dan bagaimana pekerjaan itu cocok dengan struktur organisasi
keseluruhan, semuanya diarahkan untuk membentuk angkatan kerja yang loyal dan
harmonis.

Adapun strruktur organisasi PT PLN (Persero) Wilayah Sulselrabar secara umum


dapat dilihat pada lampiran 1, karena penulis ingin mempersingkat maka penulis
mencantumkan juga struktur organisasi khusus bidang keuangan saja yang kebetulan
kami ditempatkan pada bagian tersebut tepatnya pada bagian Akuntansi , struktur
organisasi tersebut dapat dilihat pada lampiran ke 2 (dua).
1) .Struktur Organisasi dan Pembagian Tugas
Struktur Organisasi Perusahaan
Sebagai perusahaan Negara yang bergerak di bidang kelistrikan mempunyai
struktur organisasi yang menggambarkan batas-batas tugas dan tanggung jawab serta
hak dari setiap tingkatan jabatan dalam lingkungan PT PLN (Persero) Wilayah Sulsel,
Sultra, dan Sulbar itu sendiri, ini dimaksudkan agar setiap karyawan PT PLN
mengetahui sampai dimana hak dan kewajibannya serta kepada siapa ia harus
bertanggung jawab, baik secara langsung maupun tidak langsung.Hal ini sangat
penting untuk menghidari kerancuan di dalam PT PLN (Persero) itu sendiri
Adapun struktur organisasi dari PT PLN (Persero) Wilayah Sulsel, Sultra, dan Sulbar
(Sultan Batara) dapat dilihat pada skema berikut ini.
Pembagian Tugas
Organisasi merupakan alat yang dibentuk untuk mencapai tujuan perusahaan,
baik tujuan jangka pendek, jangka menengah maupun jangka panjang. Sementara itu
struktur organisasi mencerminkan pembagian tugas dari berbagai bagian yang terdapat
dalam organisasi tersebut, agar tidak terjadi tumpang tindih dalam melaksanakan tugas
oleh para karyawan.
2) Tugas dan Tanggung Jawab
Berdasarkan pada skema struktur organisasi, maka pembagian tugas dan
tanggung jawab penulis hanya mencantumkan beberapa bidang saja, sebagai berikut :
General Manager

Bertanggung jawab atas pengadaan usaha, melalui optimalisasi seluruh sumber


daya secara efisien, efektif dan sinergis serta menjamin penerimaan hasil penjualan
tenaga listrik, peningkatan kualitas pelayanan, peningkatan profit serta iklim kerja yang
produktif.
Manajer Bidang perencanaan
Bertanggung jawab atas tersusunnya perencanaan kerja, sistem manajemen
kerja, perencanaan investasi dan pengembangan aplikasi sistem informasi untuk
mendukung upaya pengusahaan tenaga listrik yang memiliki efisiensi, mutu dan
keandalan yang baik serta upaya pencapaian sasaran dan ketersediaan kerangka
acuan pelaksanaan kerja.
Adapun uraian tugas dalam bidang ini adalah :

Menyusun perencanaan wilayah

RUPTL (Rencana Umum Pengembangan Tenaga Listrik).

RJP (Rencana Jangka Panjang)

RKAP (Rencana Kerja Anggaran Perusahaan)

Rencana pengembangan sistem ketenaga listrikan.


1. Menyusun sistem manajemen kinerja unit-unit kerja;
2. Menyusun metode evalusi kelayakan investasi dalam melakukan penilaian finansialnya.
3. Menyusun program pengembangan aplikasi sistem informasi
4. Menyusun dan mengelola manajemen mutu.
5. Menerapkan tata kelola perusahaan yang baik.
6. Menyusun laporan manajemen di bidangnya.

Manajer Bidang Pembangkit


Bertanggung jawab atas penyusunan strategi, standar operasi dan pemeliharaan,
standar

desain

konstruksi

dan

kebijakan

manajemen

termasuk

keselamatan

ketanagalistrikan untuk menjamin kontinyitas pengusahaan tenaga listrik dengan

efesiensi serta mutu dan keandalan yang baik dan dukungan logistik bagi operasional
pengusahaan tenaga listrik di unit pelaksana.
Adapun uraian tugas dari bidang ini adalah :

Menyusun strategi pengoperasian dan pemeliharaan sistem pembangkit, transmisi dan


jaringan distribusi serta membina penerapannya.

Menyusun standar untuk penerapan dan pengujian peralatan pembangkit, transmisi


dan distribusi serta standar opersi dan pemeliharaan sistem pembangkit, transmisi dan
jaringan distribusi.

Menyusun standar desain dan kriteria konstruksi pembangkit, transmisi, jaringan


distribusi dan peralatan kerjanya serta membina penerapannya.

Melakukan pengendalian susut energi listrik dan gangguan pada sistem pembangkitan,
transmisi, distribusi serta saran perbaikannya.

Menyusun metoda kegiatan konstruksi dan administrasi pekerjaan serta membina


penerapannya.

Menyusun kebijakan manajemen sistem pembangkitan, transmisi dan jaringan


distribusi..

Menyusun kebijakan manajemen pengadaan dan perbekalan pembangkitan, transmisi


dan distribusi serta membina penerapannya.

Menyusun kebijakan manajemen lingkungan dan keselamatan ketenagalistrikan serta


membina penerapannya.

Menyusun pengembangan sarana komunikasi dan otomatisasi operasi pembangkitan,


transmisi dan jaringan distribusi.

Menyusun, memantau dan mengevaluasi ketentuan data induk pembangkit, transmisi


dan jaringan distribusi.

Musulan RKAP yang terkait dengan bidangnya.

Menyusun laporan manajemen di bidangnya.

Manajer Bidang Transmisi & Distribusi

Keberhasilan PLN Sulserlabar dua kali berturut-turut meraih kinerja terbaik


merupakan PR berat buat kita ke depan untuk mempertahankannya. Jika ke depan
kami melakukan kelalaian, mohon diberi bimbingan, teguran. Karena bagi kami teguran
adalah suatu bentuk perhatian agar kita bisa lebih baik. Saya sangat mengharapkan
dukungan dari Bapak GM dan rekan-rekan lainnya. Saya akan berusaha sebaikbaiknya melanjutkan program-program manajer bidang sebelumnya. Kepada teman
yang akan meninggalkan PLN Sulselrabar, selamat jalan semoga lebih sukses di
tempat kerja yang baru.
Bidang Niaga & Pelayanan Pelanggan
Bertanggung jawab atas upaya pencapaian target pendapatan dari penjualan
tenaga listrik, pengembangan pemasaran yang berorientasi kepada kebutuhan
pelanggan serta transaksi pembelian tenaga listrik yang meberikan nilai tambah bagi
perusahaan, serta ketersediaan standar pelaksanaan kerja dan terciptanya interaksi
kerja yang baik antara unit-unit pelaksana.
Adapun uraian tugas dari Bidang Niaga ini adalah :

Menyusun

ketentuan dan strategi pemasaran.

Perencanaan penjualan energi dan rencana pendapatan.

Mengevaluasi harga jual beli tenaga listrik.

Menghitung biaya penyediaan tenaga listrik.

Menegosiasikan harga jual beli tenaga listrik.

Menyusun :

strategi pengembangan pelayanan pelanggan.

Standar dan produk pelayanan.

Ketentuan Data Induk Pelanggan (DIL) dan Data Induk Saldo (DIS).

Konsep kebijakan sistem informasi pelayanan pelanggan.

Melakukan pengendalian DIS dan oponame saldo piutang.

Mengkoordinasikan pelaksanaan penagihan kepada pelanggan tertentu, antara lain


TNI/POLRI dan intansi vertikal.

Mengkaji pengelolaan pencatatan meter dan menyusun rencana penyempurnaannya.

Menyusun mekanisme interaksi antar unit pelaksana.

Menyusun rencana pengembangan usaha baru serta pengaturannya.

Membuat usulan RKAP bersama dengan Bidang Perencanaan dan Bidang lainnya.

Menyusun dan mengelola manajemen mutu.

Menerapkan tata kelola perusahaan yang baik.

Menyusun laporan manajemen di bidangnya.

Bidang Keuangan
Bertanggung jawab atas penyelenggaran atas pengelolaan anggaran dan
keuangan unit usaha sesuai dengan prinsip-prinsip manajemen keuangan yang baik,
pengeloalaan pajak dan asuransi yang efektif serta penyajian laporan keuangan dan
akuntansi yang akurat dan tepat waktu.
Adapun tugas dalam bidang keuangan ini adalah :

Menyusun kebijakan anggaran dan proyeksi keuangan perusahaan.

Mengendalikan anggaran investasi dan anggaran operasi.

Mengendalikan aliran kas pendapatan.

Mengendalikan aliran kas pembiayaan.

Melakukan pengelolaan keuangan.

Melakukan analisis dan evalusi laporan keuangan unit-unit.

Menyusun laporan keuangan konsolidasi.

Menyusun laporan rekonsoliasi keuangan.

Menyusun dan menganalisa kebijakan resiko dan penghapusan asset.

Melakukan pengelolaan pajak dan asuransi.

Membuat usulan RKAP yang terkait dengan bidangnya.

Menyusun dan mengelola manajemen mutu.

Menerapkan tata kelola perusahaan yang baik.

Manyusun laporan manejemen di bidangnya.

Manajer Bidang SDM & KHA


1. Sumber Daya Manusia
Bertanggung jawab atas penyelenggaraan pengelolaan manajemen SDM dan
Organisasi, administrasi kepegawaian dan hubungan industrial untuk mendukung
kelancaran kerja organisasi.
Adapun tugas dari Bidang SDM dan Organisasi ini adalah :

Mengelola :

Pengembangan organisasi dan manajemen.

Pengembangan sumber daya manusia.

Manajemen sumber daya manusia.

Administrasi dan data kepegawaian.

Melakukan analisis dan evalusi jabatan.

Membina hubungan industrial.

Membuat usulan RKAP (Rencana Kerja Anggaran Perusahaan) yang terkait dengan
bidangnya.

Menyusun dan mengelola manajemen mutu.

Menerapkan tata kelola perusahaan yang baik.

2. Komunikasi, Hukum dan Adminstrasi.


Bertanggung

jawab

atas

penyelenggaraan

pengelolaan

administrasi

kesekretariatan, komunikasi masyarakat dan hukum, dan pengelolaan keamanan,


sarana dan prasarana kantor serta pembinaan lingkungan untuk mendukung
kelancaran kerja organisasi.
Adapun tugas dari Bidang Komunikasi, Hukum dan Administrasi ini adalah :

Mengelola :

Serifikasi asset.

Dekomentasi dan perpustakaan.

Administrasi kesekretariatan, protokol dan rumah tangga kantor induk.

Mengelola :

Komunikasi kemasyarakatan dan pelanggan.

Fasilitas dan prasarana kerja.

Sistem keamanan dan pengamanan kantor.

Mengelola program bina/peduli lingkungan.

Melakukan advokasi hukum dan peraturan Perusahaan.

Membuat usulan RKAP yang terkait dengan bidangnya.

Menyusun dan mengelola manajemen mutu.

Menerapkan tata kelola perusahaan yang baik.

Auditor Internal
Internal audit di PT. PLN (Persero) Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan
Sulawesi Barat telah mengalami perubahan sebutan pada tahun 2000 dari kontrol intern
menjadi Audit Internal.
Perubahan tersebut seiring dengan perubahan nama dan struktur organisasi kantor
Wilayah dari PT. PLN (Persero) Wilayah VIII menjadi PT. PLN (Persero) unit bisnis
Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara.
Di tahun 2003 terjadi perubahan dari PT. PLN (Persero) unit bisnis Sulawesi Selatan
dan Sulawesi Tenggara menjadi PT. PLN (Persero) Wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi

Tenggara dan Sulawesi Barat seiring dengan perubahan organisasi Wilayah, Audit
Internal juga mengubah paradigma dari yang semula bertindak sebagai pengawas atau
Polisi berubah fungsi menjadi Konsultan dan Katalis dengan konsep kemitraan.
Dalam tugasnya Audit Internal yang berfungsi sebagai Konsultan dan Katalis meski
tidak dapat dihilangkan sama sekali fungsi pengawasannya namun tetap di
implementasikan dengan konsep kemitraan.Untuk menjamin kelancaran proses audit,
Kepala Audit Internal senantiasa berkomunikasi dengan General Manager dan
jajarannya.
Sementara hasil Audit dilaporkan ke General Manajer dengan tindasan ke Satuan
Pengawasan Intern (SPI) PT. PLN (Persero) Kantor Pusat untuk menjadi bahan
evaluasi apabila nanti melakukan pemeriksaan ke unit.
Audit Internal pada organisasi PT. PLN (Persero) Wilayah Sulawesi Selatan,
Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat terletak dibawah General Manajer diatas baris
posisi Manajer Manajer Bidang.
Posisi ini untuk Organisasi Wilayah sudah cukup memadai namun bilamana Audit
Internal Merupakan kepanjangan tangan SPI, maka posisi ini menjadi tidak cukup
Independen karena Internal Audit atau Audit Internal adalah bagian dari Organisasi PT.
PLN (Persero) Wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat
peran audit internal dalam melaksanakan tugasnya dapat digolongkan dalam tiga fungsi
antara lain :
1.

Sebagai Watchdog
Internal audit is an independent appraisal function establish within an
organizations to examine an evaluate eats activities as a service to organization.
Peran internal auditor berfungsi sebagai pemeriksa terhadap penyimpangan,
evaluasi dalam proses audit ketaatan.
Pada umumnya peran auditor seperti ini ditanggapi auditee sebagai beban, Auditor
dianggap Polisi yang selalu mengawasi kerja mereka, rekomendasi yang dihasilkan
audit Internal ditanggapi auditee hanya sesaat dan bersifat jangka pendek saja.

2.

Sebagai Consultant
Internal auditor is an independent, objective assurance and consulting activity
designed to add value and improve an organization operations. It help an
organization accomplish its objectives by bringing a systematic disciplined
approach to evalute and improve the effectiveness of risk management control,
and governance.

Peran audit internal berfungsi sebagai konsultan dalam proses audit kinerja
operasional, Audit Internal berperan sebagai penasehat, memberi rekomendasi dan
solusi guna membantu manajemen dalam melaksanakan kegiatan operasional dan
fokus perbaikan menuju efisiensi, efisien dan ekonomis dalam penggunaan sumber
daya yang ada, rekomendasi yang dihasilkan biasanya bersifat jangka menengah.
3. Sebagai Catalist
Peran audit internal sebagai fasilisator yang berfungsi agent of change Audit
Internal harus dapat mendorong karyawan dan manajemen untuk mau dan mampu
berubah mengikuti perkembangan kebutuhan pelanggan dan organisasi, serta tanggap
terhadap perubahan risiko yang dapat menghambat pencapaian tujuan organisasi dan
dapat mencegah atau meminimalkan risiko tersebut.
Peran katalis disini berkaitan dengan proses quality assurance (Jaminan Kwalitas) dan
menuntut keterlibatan audit Internal bersama manajemen untuk mengenali risiko secara
terpadu.
Quality assurance bertujuan meyakinkan bahwa kegiatan operasional akan
menghasilkan produk/jasa yang bermutu serta berkwalitas baik dan konsisten dapat
menjawab serta memenuhi kebutuhan pelanggan/pengguna jasa, rekomendasi yang
dihasilkan bertujuan memberi nilai tambah bagi organisasi dan berdampak jangka
panjang.

Adapun

fungsi

dari

auditor

internal

adalah

membantu

pimpinan

dalam

menyelenggarakan pembinaan dan penilaian atas sistem pengendalian manajemen


maupun operasional serta memberikan rekomendasi bagi perbaikan dan kemajuan
perusahaan. Serta bertanggung jawab atas penyelenggaran audit internal sesuai
program kerja pemeriksaan tahunan dan pemantauan tindak lanjut hasil temuan,
pembinaan dan penyempurnaan sistem manajemen dan operasional untuk mendukung
terlaksananya tata kelola perusahaan yang baik.
Adapun tugas dari Audit internal ini adalah :

Menyusun program kerja pemeriksaan tahunan, sesuai program kerja perusahaan.

Melaksanakan audit internal yang meliputi audit keuangan, teknik, manajemen dan
SDM.

Memberikan masukan dan rekomendasi yang menyangkut proses manajemen dan


operasional.

Memonitor tindak lanjut temuan hasil audit internal.

Sektor sektor
Mengelola dan melaksanakan kegiatan operasi dan pemeliharaan pembangkit dan
atau transmisi tenaga listrik di wilyah kerjanya secara efisien sesuai tata kelola yang
baik berdasarkan kebijakan kantor induk untuk menghasilkan mutu dan keandalan
pasokan tenaga listrik sesuai standar yang ditetapkan, serta melakukan pembinaan dan
pemberdayaan unit asuhan dibawahnya.
Ada 2 (dua) Unit Pengatur yaitu:

A. Area Penyaluran dan Pengatur Beban (AP2B)


Mengelola dan melaksanakan kegiatan operasi dan pemeliharaan transmisi tenaga
listrik serta pengaturan beban di wilayah kerjanya secara efisien sesuai tata kelola yang
baik berdasarkan kebijakan kantor induk untuk menghasilkan mutu dan keandalan
pasokan tenaga listrik sesuai standar yang ditetapkan, serta melakukan pembinaan dan
pemberdayaan unit asuhan dibawahnya.

B. Area Pengatur Distribusi (APD)


Merencanakan, melaksanakan dan melakukan evaluasi serta membuat laporan
atas kegiatan operasi pengaturan jaringan distribusi di daerah kerjanya secara efisien
dengan mutu dan keandalannya yang baik untuk mencapai kinerja unit.

CABANG

Mengelola dan melaksanakan kegiatan penjualan tenaga listrik, pelayanan pelanggan,


pengoperasian dan pemeliharaan pembangkit dan jaringan distribusi tenaga listrik di
wilayah kerjanya secara efisien sesuai tata kelola yang baik berdasarkan kebijakan
kantor induk untuk menghasilkan pendapatan perusahaan yang didukung dengan
pelayanan, mutu dan keandalan pasokan yang memenuhi kebutuhan pelanggan, serta
melakukan pembinaan dan pemberdayaan untuk asuhan di bawahnya.

BAB III
PELAKSANAAN KEGIATAN
3.1 Aktivitas selama prakerin
A. PERSIAPAN
Sebelum

melaksanakan

PRAKERIN

di PT.PLN

(Persero)

Wilayah

Sulselrabar maka penyusun terlebih dahulu mempersiapkan langkah-langkah yang


akan dilaksanakan. Adapun uraian persiapan kerja tersebut sebagai berikut :
1.

Persiapan mental dalam upaya melaksanakan Adaptasi di lingkungan Kerja di PT.PLN


(Persero) Wilayah Sulselrabar

2.

Persiapan fisik selama PRAKERIN penyusun senantiasa menjaga kesehatan dengan


sebaik-baiknya.

3.

Mengetahui tata tertib dan ketentuan-ketentuan yang berlaku pada bagian Audit Internal.
Dengan adanya persiapan diatas maka diharapkan dalam pelaksanaan kerja penyusun
tidak terlalu mengalami kesulitan.

B. PELAKSANAAN
Seluruh siswa yang mengikuti PRAKERIN harus melaksanakan segala kegiatan
kantor yang dalam pelaksanaannya dibutuhkan ketelitian, keterampilan dari siswa itu
sendiri tanpa harus ada instruksi, agar pelaksanaan PRAKERIN dapat terselesaikan
dengan lancar dan baik. Selain melaksanakan tugas kegiatan kesekretarisan siswa
harus melaksanakan tata tertib yang ada di instansi tempat pelaksanaan PRAKERIN.
Pelaksanaan kesekretarisan dilaksanakan seluruh siswa harus betul-betul
ditanggung jawabkan, karena seorang sekretaris selain harus bisa mempertanggung
jawabkan yang telah dilaksanakan, juga harus cekatan dalam memperbaiki jika ada
suatu kesalahan. Agar segala sesuatu yang telah kami laksanakan dapat diterima oleh
seluruh karyawan instansi.

3.2 Rangkuman kegiatan


Dalam pelaksaan kegiatan pelaksaan PRAKERIN yang telah kamii laksanakan
selama

jangka

waktu3 bulan

di Audit

Internal

PT.PLN

Sulselrabar diantaranya :
A. Memasukan surat masuk dan surat keluar ke dalam buku Agenda
B. Memasukkan data dalam buku Agenda
C. Menstempel Surat.
D. Mengantar surat keluar dan undangan ke berbagai bagian.
E. Mengcopy Surat.
F. Menyimpan Surat Keluar dalam dokumen surat keluar.
G.

Mengefax Surat

H. Menghancurkan dokumen yang tidak digunakan


I. Mencatat nota dinas
J. Mencatat Surat masuk dan SuraT Keluar
K. Mengarsip surat masuk dan keluar

(Persero)

Wilayah

L. Membuat lembar disposisi surat masuk


M. Mempersiapkan bahan dan alat rapat
N. Membuat label surat
O. Mengekspedisi surat masuk dan keluar
P. Menerima telepon
Q. Menelpon
Selain melaksanakan kegiataan di instansi (PLN), kami juga senantiasa
melaksanakan kedisiplinanPerusahaan yang ditetapkan di instansi tempat kami praktek,
karena dalam suatu Organisasi baik berupa kantor maupaun perusahaan disiplin
merupakan hal yang sangat penting bagi tercapainya tujuan kantor tersebut.
Dengan adanya disiplin kerja pegawai dapat melaksanakan tugas pekerjaan
dengan sebaik-baiknya dan disetai tanggung jawab yang tinggi. Dalam melaksanakan
PRAKERIN kami selalu mengutamakan ketelitian dalam melaksanakan tugas-tugas
yang harus kami laksanakan agar tidak terjadii kesalahan yang mungkin bisa tejadi,
sehingga kami dapat memperbaikinya kembali.
Selain

mengutamakan

ketelitian

dalam

bekerja,

kami

juga

senantiasa

mengutamakan kerjasama diantara kami dalam mengerjakan tugas-tugas yang


diberikan sehingga seluruh tugas

dapat terselesaikan dengan cepat dan tidak

memakan waktu yang lama.


Kami selalu megerjakan tugas dengan berurutan tidak segaligus langsung
dikerjaan, tetapi kami membagi-bagi tugas sesuai dengan kemampuan masing-masing,
sehingga tugas cepat selesai dengan lancar dan baik. Dengan mengutamakan
kerjasama dan ketelitian, akhirnnya kami dapat menyelesaikan kegiataan PRAKERIN
dengan baik dengan tidak telepas darii bimbingan seluruh kayawan/karyawati yang ada
di instansi tempat kamii melaksanakan PRAKERIN sehingga kegiatan PRAKERIN
dapat berjalan dengan baik .

C. Hasil-hasil yang diperoleh


Dalam melaksanakan PRAKERIN selama jangka waktu 3 bulan banyak hal
yang kami peroleh baik dalam suka maupun duka, dan kami dapat pelajaran semua
yang telah kami laksanakan sehingga pelaksanaan PRAKERIN tidak sia-sia, bahkan
sebaliknya kami mendapatkan ilmu pengetahuan tentang tata cara kegiatan kantor
yang baik. Selain mendapat ilmu pengetahuan dari kegiatan PRAKERIN kami dapat
mengenal lebih dekat dengan karyawan di lingkungan PLN SULSELRABAR di bagian
Audit internal yang telah memberikan pengetahuannya kepada kami yang dapat
dijadikan pengalaman jika sudah memasuki dunia kerja nanti.
Melalui kegiatan PRAKERIN kami dapat memperaktekan apa yang telah
dipelajari di sekolah. Kegiatan PRAKERIN merupakan sarana untuk menyalurkan dan
mengukur tingkat kemampuan kita sebagai seorang sekretaris. Dengan kegiatan
PRAKERIN kami bisa menambah wawasan tentang apa saja yang harus dikerjakan
oleh seorang sekretaris selain melayani pimpinan kami dapat mengetahui bahwa
seorang sekretaris juga harus simple dalam bergaul dan harus ramah tamah terhadap
tamu baik itu tamu pimpinan maupun karyawan lain . kami juga dapat mengetahui tata
cara menelepon efesien yang sangat berpengaruh terhadap nilai seorang sekretaris.
Kegiatan PRAKERIN sangat menunjang sekali terhadap pendidikan di
sekolah kejuruan, sebab dengan melaksanakan kegiatan PRAKERIN kami dapat lebih
mematangkan ilmu pengetahuan sehingga kami dapat mengetahui hal-hal yang
bersangkutan dengan ilmu-ilmu kesekretarisan yang dapat kami ambil sebagai
pengalaman untuk persiapan kami menuju dunia usaha atau dunia kerja yang baik lagi
dan untuk menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang bekualitas.

a.

Keunggulan
Adapun keunggulan yang dimliki oleh PT. PLN (Persero) Wilayah Sulsel,Sultra dan
Sulbar adalah sebagai berikut :
1. Kerjasama dan komunikasi yang terjalin dengan baik antara karyawan, baik dari satu
bagian ke bagian lain yang berbeda.
2. Mempunyai fasilitas yang mendukung seperti computer,jaringan Wifi dll.
3. Tersedianya system aplikasi On line yang lebih memudahkan dalam pembayaran listrik.
4. Memiliki aplikasi baru yang lebih memudahkan pelanggan yaitu AP2PST (Aplikasi
Pelayanan Pelanggan Terpusat).
5. Adanya penggunaan ID atau password untuk absen elektronik.
6. Perusahaan ini bekerja secara tim terencana dan sistematis serta fokus pada tugas
masing-masing.

b. Kelemahan
1.

Menurut pelanggan bahwa kuranya sosialisasi mengenai aplikasi baru dari PT. PLN
sehingga masih banyak yang belum paham mengenai system pembayaran OnLine.

2. Tingkat kedisiplinan hadir tepat waktu pada karyawan masih kurang merata di
beberapa bagian devisi.

BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Setelah menjalankan dan mengikuti aktivitas KKLP (Kuliah Kerja Lapangan Plus)
selama 3 bulan pada tanggal 01 Oktober 2012 sampai dengan 31 Desember di bidang

Audit Internal pada PT. PLN (Persero) Wilayah Sulselrabar, banyak pengalaman kerja
yang penulis dapat.Maka penulis dapat menarik kesimpulan,Bidang Audit Internal
merupakan salah satu bidang yang bertugas untuk :
1. Melakukan pemeriksaan kepada Perusahaan listrik (PLN) yang lain
2. Menyusun laporan Audit Kantor wilayah.
3. Membuat Nota pembukuan,Nota Dinas dan memorial.
4. Membuat surat permintaan SPPD Menyusun program kerja pemeriksaan tahunan,
sesuai program kerja perusahaan.
5. Melaksanakan audit internal yang meliputi audit keuangan, teknik, manajemen dan
SDM.
6. Memberikan masukan dan rekomendasi yang menyangkut proses manajemen dan
operasional.
7. Memonitor tindak lanjut temuan hasil audit internal.

4.2 Saran
Adapun saran yang penulis kemukakan pada laporan Kerja Lapangan Plus (KKLP) ini
adalah sebagai berikut :
a.

Kiranya para staf harus lebih teliti dalam penyusunan nota pembukuan agar tidak
tercecer dan pengarsipannya harus disusun rapi sesuai nomor bukti agar dapat mudah
dalam pencarian berkas

b.

Loyalitas pegawai harus sangat dipertahankan, mengingat banyaknya program baru


yang diluncurkan agar lebih bisa memahami dan menjalankan program tersebut.

c.

Hubungan Teamwork dalam lingkungan kerja sebaiknya dipertahankan agar dapat


tercipta suasana kerja yang baik dan mendukung sehingga dapat menciptakan
efektivitas kerja dalam mencapaihasil yang lebih maksimal.

d.

Dalam menjalankan Pemeriksaan para pemeriksa harus mempertahankan Rasa Kerja


Sama dan pelaksanaan tugas sesuai dengan prosedur