Anda di halaman 1dari 5

INDIKASI DAN KONTRAINDIKASI DARI INLAY PORSELEN DAN INLAY AKRILIK

INDIKASI:
pada kasus dimana faktor estetik sangat penting diperhatikan
pada daerah yang mengalami erosi disebbabkan oleh cara menyikat gigi yang salah
pada kavitas yang besar di permukaan proksimal gigi depan
KONTRA INDIKASI :
Pada kleas I, II, IV
Sumber : Tarigan R., 1993, Tambalan Inlay, Penerbit Buku kedokteran EGC. Jakarta

SEMEN LUTING
Bahan luting yang ideal memiliki waktu kerja / setting yang panjang, perlekatan yang
baik antara stuktur gigi dengan permukaan restorasi, tidak bersifat toxic terhadap pulpa, dan
memiliki kekuatan yang adekuat.
Beberapa bahan semen lain yang dapat digunakan sebagai luting adalah :
1. Zinc Polycarboxylate Cement
Semen ini merupakan salah satu semen yang baru dan memebrikan bukti perlekatan yang
baik pada komponen kalsium dari strukutur gigi. Walaupun agak sulit dimanipulasi,
semen ini memiliki potensi untuk adesi klinis ke ion-ion kalsium pada email dan dentin. 20

2. Resin-modified Glass Ionomer Cement


Diantara semen luting yang popular, Resin-modified Glass Ionomer Cement memiliki
solubilitas yang rendah, adesi, dan mikroleakage yang rendah. Bahan ini menjadi popular
karena keuntungan yang didapatkan yaitu berkurangnya sensitifitas setelah sementasi. 14
3. Composite Resin

Semen ini hanya digunakan pada kasus-kasus tertentu karena pengerutan waktu
pengerasan yang besar, kecenderungan mengiritasi pulpa, kecenderungan terjadi
kebocoran mikro, dan karakteristik manipulasi yang jelek.

Sumber :
Rosenstiel SF, Land MF, Fujimoto J. Contemporary fixed prosthodontics. 3rd Ed. St.
Louis : Mosby; 2001. P. 205-12, 765-9

Porselen
Langkah preparasi restorasi rigid porselen:
Kunjungan Pertama
1. Tumpatan amalgam dibongkar
2. Kavitas dibersihkan
3. Preparasi kavitas

Akses Ke Karies
Tahap pertama preparsi adalah memperoleh akses ke dentin karies dengan
menggunkan bur fisur tungsten carbide pendek-kuncup dengan kecepatan tinggi.
Penggunaan bur kuncup dan bukan bur fisur sejajar adalah untuk mencegah

terbentuknya undercut.
Menentukan Luas Karies
Jika akses telah diperoleh, kavitas bisa dilebarkan kearah bukopalatal sampai
dicapai pertautan email-dentin yang sehat. Hal ini menentukan lebar boks arah

bukopalatal.
Desain Preparasi Kavitas
Desain preparasi kavitas harus memastikan retensi seperti dinding vertikal kavitas
utama yang hampir sejajar dan sedut divergensi dinding bukal dan lingual pada
bagian proksimal masing-masing adalah 5 0-100. Jika sudut kurang 5 0, struktur gigi
yang masih ada berada pada keadaan yang terlalu banyak tekanan selama
prosedur sementasi dan jika sudut lebih dari 10 0, retensinya bermasalah.
Keyway
Keyway dibuat dengan kemiringan minimal sekitar 10 0 memakai bus fisur kuncup
dan dijaga agar sumbu bur sejajar dengan sumbu gigi. Lebar keyway diantara tonjol
merupakan daerah yang paling sempit dan melebar kearah yang berlawanan
dengan letak karies aproksimalnya dan dengan mengikuti kontur fisurnya. Setelah
membuat keyway, kavitas dikeringkan untuk memeriksa ada tidaknya sisa karies
dibagian ini dan bahwa kavitasnya sedikit membuka dengan sumbu yang benar. Jika

kemiringan dinding tidak tepat, maka ketidaktepatan itu harus diperbaiki.


Boks Aproksimal
Kini perhatian dapat dialihkan kembali ke lesi aproksimalnya. Dibagian ini kavitas
harus di dalamkan memakai bur bulat kecepatan rendah dan dengan cara yang
sama dengan jalan membuang dentin karies pada daerah pertautan email-dentin.
Ketika dentin karies pada pertautan email-dentin telah dibuang, dinding email dapat
dipecahkan dengan pahat pemotong tepi gingiva. Preparasi dibuat miring sebesar
10 derajat dengan bur fisur runcing. Gigi tetangga dilindungi dengan lempeng
matriks untuk melindunginya dari kemungkinan terkena bur. Menjaga agar sumbu
bur sejajar dengan waktu pembuatan keyway merupakan hal yang sangat penting
sehingga bagian boks dan keywaynya mempunyai kemiringan yang sama.
Pelebaran ke arah gingiva hanya dilakukan seperlunya saja sekedar membebaskan
pertautan email-dentin dari karies, demikian juga halnya dalam arah bukolingual.

Setiap email yang tak terdukung dentin sehat, hendaknya dibuang dengan bur fisur

kecepatan tinggi.
Pembuangan Karies Dalam
Karies mungkin masih tertinggal di dinding aksial. Jika dinding karies telah
terbuang, periksalah kemungkinan masih adanya daerah undercut. Undercut
padadaerah

pertautan email-dentin seharusnya telah dibersihkan. Jika masih

terdapat undercut pada dinding aksial, maka undercut tersebut biasanya terletak
seluruhnya pada dentin dan ditutup dengan semen pelapik pada tahap preparasi

berikutnya sehingga preparasi mempunyai kemiringan yang dikehendaki.


Bevel
Garis sudut aksiopulpa hendaknya dibevel, dengan menggunkan bur fisur. Hal ini
untuk memungkinka diperolehnya ketebalan yang cukup bagi pola malam yang
kelak akan dibuat di daerah yang dinilai kritis. Bevel hendaknya diletakkan di tepi
email agar tepi tipis hasil tuangan dapat dipaskan seandainya kerapatan hasil
tuangan dengan gigi tidak baik. Hendaknya bevel tidak diluaskan lebih ke dalam
lagi karena retensi restorasi akan berkurang. Tepi luar bevel harus halus dan
kontinyu untuk memudahkan penyelesaian restorasi dan supaya tepi tumpatannya
beradapatsi baik dengan gigi. Bevel biasanya tidak dibuat didinding aproksimal
karena akan menciptakan undercut, mengingat sebagian besar tepi kavitas terletak
di bawah bagian gigi yang paling cembung. Akan tetapi dinding gingiva dapat dan
harus dibevel. Bevel gingiva sangat penting karena akan menigkatkan kecekatan

tuangan yang biasanya merupakan hal yang paling kritis.


4. Pola Malam
Pola malam dibuat secara:
Direct
: pembuatan restorasi rigid secara langsung

dalam

satu

kali

kunjungan.
Indirect : pembuatan restorasi rigid yang dilakukan di laboratorium dan berkalikali kunjungan
5. Gigi direstorasi rigid sementara dengan menggunakan semen perekat sementara,
seperti zinc oksid eugenol.
Kunjungan Kedua
6. Tumpatan rigid sementara dibongkar
7. Setelah preparasi selesai, aplikasikan lapisan tipis lubricant larut air atau
separating medium (cairan agar atau gliserin) pada gigi. Kemudian tempatkan
matriks band, wedge atau cincin penahan untuk menghasilkan kontak proksimal
yang baik.

8. Lalu tumpat dengan porselen. Sesuaikan anatomi oklusal dengan menggunkan bur
untuk menghasilkan pit dan fisur, inklinasi tonjol dan batas margin yang baik dan
sistemis.
9. Trial Inlay/ Onlay porselen pada pasien
10. Jika kedudukannya baik, restorasi rigid yang sudah ditrial disemenkan pada gigi
11.

tersebut.
Kelebihan semen dari tepi-tepi yang dapat dijangkau dibersihkan dengan
eskavator sementara benang gigi digunakan untuk membuang kelebihan di
aproksimal. Tepi-tepi restorasi harus dilapisi dua lapisan pernis copalite untuk
mengurangi pelarutan semen selama jam-jam pertama pengerasan. Setelah itu,
Permukaan oklusal harus dipoles dengan pasta pumis yang diletakkan pada bur
sikat, diikutu oleh whiting yang diletakkan pada berbagai sikat.